Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh orang Minang

130 views
Skip to first unread message

Andrinof A Chaniago

unread,
Mar 30, 2013, 7:16:35 AM3/30/13
to Rant...@googlegroups.com

Teras Utama, Harian Padang Ekspres, Sabtu, 30 Maret 2013

 

Meluruskan Tafsir Nama-nama “Aneh”

Oleh Andrinof A Chaniago

Akademisi dari Universitas Indonesia

 

Untuk perkara menafsir nama-nama khas orang Minang saja, orang Minang ternyata bisa tersesat jauh. Seorang kawan di jaringan facebook yang berasal dari Jawa menulis status begini, “Orang padang setelah kekalahan Permesta tahun 1958 memang krisis identitas, jadi nama orang Minang aneh-aneh kedengarannya, macam Don Vitto, Geovanni, Muhammad Rika, padahal nama umum orang Minang kan Sutan Azwar, Nazrul Asril, Amrullah Karim atau Marah Rusli.” Saya tidak terlalu kaget dengan prasangka seperti itu, meski yang seperti ini selalu mengganjal hati saya. Tetapi, yang membuat saya kaget dan prihatin, status kawan facebooker tadi diamini oleh seorang kolega dan senior asal Minang di bawah status yang ditulis oleh kolega yang berasal dari Jawa tadi. (Ini terjadi pada 19 April 2010)

Di kesempatan yang lain, saya menemukan lagi pikiran yang “mengejutkan” dan membuat saya makin prihatin dengan pengetahuan dan sikap sejumlah orang Minang sendiri terhadap nama-nama aneh orang-orang Minang. Sebuah tim yang ingin mengambil inisiatif menjadi perumus usulan syarat-syarat untuk menyebut seseorang Di sebagai orang Minang, tim itu mencantumkan rumusan usulan bahwa untuk disebut sebagai orang Minang, orang harus memiliki nama khas orang Minang atau nama yang islami. Saya agak terperanjat sekaligus makin prihatin, membaca ide dan usulan kriteria tersebut.

Orang yang paling sering melontarkan “tesis” bahwa nama-nama aneh orang Minang itu adalah dampak dari Peristiwaa PRRI, adalah pengamat politik dan analis sejarah, yakni Fachry Ali. Fachry Ali yang secara pribadi dengan saya berada dalam jalinan hubungan sebagai senior dekat saya, sudah sering mendapat bantahan dengan bukti empiris dari saya. Sebagai pengamat, ia memang sering terlalu mengandalkan metode interpretatif, walau dengan data yang terbatas. Belakangan, saya melihat Fachry Ali sudah tidak lagi menggunakannya. Tetapi, celakanya, klaim bahwa nama-nama khas orang Minang berhubungan dengan Peristiwa PRRI sudah terlanjur diyakini oleh sejumlah kalangan. Walaupun sebagian dari kita sudah pernah juga mendengar versi lain tentang asal-usul nama “aneh” sebagian orang Minang tersebut, namun nyatanya, klaim yang keliru itu tetap masih dipercaya oleh sebagian orang Minang.

Saya ingin tunjukkan beberapa nama “aneh” orang Minang yang jelas lahir sebelum Peristiwa PRRI sehingga nama itu diberikan orang tua mereka tidak ada hubungan dengan Peristiwa PRRI. Ada Masmimar Mangiang, seorang ahli bahasa media yang cukup dikenal di kalangan aktifis dan wartawan senior, termasuk salah satu dari banyak orang yang memiliki nama yang berasal dari singkatan yang punya nilai “historis”. Nama Mangiang di belakang namanya adalah nama orang tua laki-lakinya. Namun nama Masmimar itu adalah singkatan dari masa (singkatannya  dijadikan Mas) mempertahankan (M) Indonesia (i) mardeka (mar) yang diambil dari suasana dua setengah bulan sebelum KMB.

Berikutnya, ada nama Wisber Loeis, mantan diplomat terkemuka asal Minang, yang pernah menjadi Duta Besar RI di PBB. Saya sudah lama meyakinin namanya juga berasal dari singkatan tertentu. Keyakinan ini baru saja terbukti pertengahan Maret 2013 lalu ketika saya bertemu beliau di sebuah resepsi. Rupanya orang tua Pak Wisber Loeis ini selain selalu melekatkan nama Loeis pada nama belakang anak-anaknya, penggalan namanya dilekatkan lagi pada nama depan Wisber Loeis. Pak Wisber Loeis menjelaskan bahwa nama Wisber itu singkat dari Luwis dan Oktober, yang merupakan bulan kelahiran Pak Wisber Loeis, 

Masih ada beberapa nama lain yang orangnya lahir sebelum Peristiwa PRRI. Setahu saya, Sotion Arjanggi almarhum, mantan Ketua Umum DPP KADIN di tahun 1980-an, namanya juga berasal dari singkatan. Saya belum dapat informasi untuk nama depan Sotion. Tetapi, Arjanggi berasal dari Aur Tajungkang Bukittinggi. Pemilik nama ”aneh” lainnya adalah Revrisond Baswir yang untuk nama  Revrisond itu berasal dari revolusionary sound (suara revolusioner).

Beberapa contoh orang Minang yang memakai nama ”aneh” di atas kranya cukup untuk mementahkan tesis Fachry Ali yang mengatakan nama-nama aneh orang Minang itu akibat peristiwa PRRI. Penjelasan yang bisa diterima atas munculnya nama-nama ”aneh” pada sejumlah orang Minang adalah, kebiasaan sebagian keluarga membuat nama-nama yang berasal dari singkatan tertentu dan memiliki kaitan dengan peristiwa sejarah tertentu. Hal ini, menurut hemar saya, berkaitan dengan ciri orang Minang yang selalu berupaya kreatif untuk menghasilkan sesuatu yang khas di mata orang lain. Hal ini juga bisa dilihat dari sejarah jenis-jenis makanan dan minuman di Sumatera Barat sekarang.

Secara personal, saya sudah melakukan pelurusan tesis Fachry Ali tersebut kepada yang bersangkutan. Nama saya memang aneh dan berbau Barat. Tetapi, walaupun saya lahir setelah Peristiwa PRRI, nama Andrinof itu tidak ada hubungannya dengan PRRI. Andrinof adalah ciri sebagian orang tua Minangkabau dalam memberikan nama kepada anak-anak mereka. Andrinof diambil dari tiga suku kata: an (mungkin maksud orang tua saya untuk nama panggilan), dri yang berasal dari drei atau dri (dekat ke Bahasa Jerman atau Belanda) yang artinya tiga, dan nof yang berasal dari Nof(v)ember. Artinya, mama ini berasal dari tanggal dan bulan kelahiran saya, yakni 3 November.

Kalau mau objektif membuat kategorisasi, nama-nama orang Minang berasal dari dua budaya besar, yakni Arab dan Barat. Kebetulan Arab itu diidentikkan dengan Islam, walau dalam kenyataannya, jumlah Arab Kristen juga signifikan di Mesir, Libanon dan Irak. Nama-nama berpengaruh Arab sebetulnya lebih banyak melekat pada perempuan Minang, seperti Siti Fatimah, Kamila, Jamillah, Habibah, dan sebagai. Sementara nama-nama bernada Barat lebih banyak diberikan kepada laki-laki, seperti John, Edward, Don, Meizon, Wisber, dan sebagainya.

Diantara nama-nama yang bernada Barat itu bahkan ada yang sangat identik dengan nama laki-laki Kristen. Samuel Koto, mantan fungsionaris Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini menjadi fungsionaris partai Hanura, jelas orang Minang. Begitu juga kawan saya Oktavianus Rizwa yang bermukim di Padang sebagai pengacara, pastilah orang Minang. Tentu aneh sekali kalau saya dan orang-orang yang bernama Barat tadi mau dijadikan orang Minang kelas dua. Seberapa islami kita, hanya Allah SWT yang tahu. Nama tidak akan menjamin seseorang pasti sangat islami. Toh, beberapa nama politisi yang islami dan berasal dari partai Islam juga menjadi narapidana karena melakukan korupsi.

Maka, mari kita luruskan saja cara berpikir kita dalam melihat sesuatu. Lihatlah sesuatu itu dengan jernih, obyektif dan dengan sedikit usaha untuk menyelidiki sebab-akibatnya.Kalau tidak mau dan tidak bisa, janganlah latah lalu timbang setiap gagasan seberapa besar manfaat dan kerugian yang akan timbul bila kita mengusulkan sesuatu.mengamini pernyataan spekulatif orang lain.

wannofri samry

unread,
Mar 30, 2013, 9:00:53 AM3/30/13
to rant...@googlegroups.com
Salam, Sebeum refofrmasi saya pernah tulisan berkaitan dengan mitos PRRI dan otonomi daerah 3 tulisan bersambung. Saya ketika penelitian PDRI bertemu dengan para tokoh yang juga terlibat dalam PRRI, saya justru mendapat data dari wawancara bahawa tidak ada ketakutan orang Minangkabau tehadap identitas selepas PRRI. Itu hanyalah mitos yang dihembuskan oleh orang Pusat }harun Zain dan Golkar untuk mengklaim bahwa Harun Zain Cs menjadi pahlawan mambangkik jati diri orang Minangkabau. Bahkan Golkar memanfaatkan mitos itu untuk menguasai masyarakat secarapolitik di daerah. pada hal saya baca ketika menulis sejarah Unand Harun Zain juga seorang pemgagum Soekarno.  Harun zain terlalu berlebih dalam biografinya yg mengatakan mahasiswa Unand selepas PRRI seperti ketakutan dan wajah lesu. Itu itos untuk kepentinan politik harun zain cs.

Kemudian tidak ada saya pikir ketakutan orng Minang secara berlebihan pasca 1958 itu. Saya juga melihat masih banyak nama-nama berciri khas Minangkabau, seperti hamrizal, Desmawati, Zakirman, Syafrizal, M Nur, dsb. ketakutan yang apungkan itu menurut saya mitos.ketika penelitian sejarah saya tanya kepada tokoh2 PRRI bahwa mereka bangga telibat PRRI. 


terima kasih.

Wassalam
WNS


From: Andrinof A Chaniago <andr...@gmail.com>
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Saturday, March 30, 2013 7:16 PM
Subject: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh orang Minang

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 


Andrinof A Chaniago

unread,
Mar 30, 2013, 7:52:06 PM3/30/13
to rant...@googlegroups.com
Betul, Wannofri,
Walaupun masyarakat Minang di kampung (Sumbar) tercatat sbg daerah dengan tingkat minat baca yang tinggi, harus diakui bahwa masyarakat kita, bahkan sebagian elite suka dikelabui oleh mitos. Tanggung jawab kita sebagai akademisi untuk membersihkan mitos-mitos yang merusak.
Salam,

Andrinof
 


2013/3/30 wannofri samry <wann...@yahoo.com>

Indra Jaya Piliang

unread,
Mar 31, 2013, 6:25:52 AM3/31/13
to rant...@googlegroups.com
Mantap tulisan uda. Nama saya Indra Jaya. Menurut ayah saya, Boestami Dt Nan Sati (kelahiran 1935), nama itu singkatan dari Indonesia Raya Jaya, bukan Indro Joyo :)

Sent from my iPad

Lies Suryadi

unread,
Mar 31, 2013, 6:45:27 AM3/31/13
to rant...@googlegroups.com
Duo hal nan dapek ditangkok di baliak namo2 rang Minang tu: semangat nasionalisme dan ideologi terbuka. Nan tarakhir ko tantu bakaik kulindan jo budaya merantau: sagalo paham nan dari lua masuak ka Minangkabau.
 
Senior kito rang awak di Pusat Bahasa dulu, alm. Bapak Edwar Djamaris, konon acok manarimo kartu Natal.
 
Nan agak unik: namo rang Minang banyak nan satu kato sajo, misalnyo: Ferdinal, Syawirman, Harnikson, Zaidinil, Muzamil, Oktavianus, dll. Baa mako co itu? Ambo sendiri acok mengalami masalah dalam maurus dokumen2 di Ulando dek ulah namo ciek kato ko. 'Uw achternaam, Meneer?', kecek rang kantua2 kalau ambo maurus sesuatu. 'Namo den ciek kato sajo nyeh', kecek ambo. Rupo e komputer2 diset untuak bisa mambaco namo muko jo namo balakang. Dek ulah tu, dalam macam2 karatu (sajak dari karatu pustaka sampai karatu asuransi) tapaso namo ambo batambah ji ES di muko (S Suryadi), sahinggo tambah mandingin ambo di nagari dingin ko.
 
Tanyo ciek: ado kawan ambo di lapau banamo WANNOFRI SAMRY. Apo pulo aratinyo tu? Apo ado dari singkatan atau karano lamak buni e dek ado unsur aliteras: -ri --> ry sahinggo lamak tadanga e?
 
Salam,
Suryadi

ZulTan

unread,
Mar 31, 2013, 6:57:41 AM3/31/13
to Rant...@googlegroups.com

Ado kawan ambo dek laia 17 Agus namonyo HAKEMRI (Hari Kemerdekaan Republik Indonesia).

Kudian takana, baa kok ndak TAKEMRI (Tanggal Kemerdekaan Republik Indonesia)? Tapi ndak sempat lo batanyoan, dek kawan ko mati bujang.

Salam dari Whampoa Drive
ZulTan, L, 52, Bogor

From: Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id>
Date: Sun, 31 Mar 2013 18:45:27 +0800 (SGT)
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh orang Minang

--

ibnuk...@gmail.com

unread,
Mar 31, 2013, 7:22:54 AM3/31/13
to rant...@googlegroups.com
Waktu kapulang ka Pakanbaru dari lapangan katabang LCCT Kualalumpur basuo jo salah satu pegawai Air Asia nan bakarajo dikantua pusatnyo di KL. Ambo caliak bantuaknyo cando urang Ulando. Tinggi gadang, kulik barasiah. Tapi paspornyo babendera Indonesia. Dek panasaran ambo cigok namo nan tatulih di paspor tu. Yun Albertus Landris. Lahia di Pakanbaru. Ambo tanyo apo arti namo tu? Yun dari Yunus namo abak nyo. Albertus dari namo atuaknyo Ali Baret dan Usman. Landris diambiak dari asa kampuang abak jo mande. Pangkalan Air Tiris. Ado ado sajo. Tapi ikolah nan tajadi.
Satantang namo urang awak nan hanyo satu suku kato macam: Afrizal, afrida. Kini jadi pitih masuak dek urang imigrasi. Tarutamo nan kapai umrah jo haji. Dek visa bisa di agiah untuak namo nan ado suko kato mako sibuklah urang imigrasi manarimo panambahan namo nan ditulih di halaman ampek. Tantu babayia pulo. Onde mandee. Hanyo manulih saketek 150 ribu pulo.

Salam,

Ibnu
Sent from my BlackBerry® smartphone provided by mobily

From: Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id>
Date: Sun, 31 Mar 2013 18:45:27 +0800 (SGT)
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh orang Minang

--

Andrinof A Chaniago

unread,
Mar 31, 2013, 10:49:17 AM3/31/13
to rant...@googlegroups.com
Sajauah ko namo-namo nan ke barat-baratan itu singkatan kreatif dari nama-namo lain atau peristiwa. Kadang mambuek galak setelah tau asal-usul namo tu.



2013/3/31 <ibnuk...@gmail.com>

Reflusmen Ramli

unread,
Mar 31, 2013, 11:50:37 AM3/31/13
to rant...@googlegroups.com, rant...@googlegroups.com
REFLUSMEN, Ntah itu di kelas, ketemu teman baru, saling bertukar kartu dengan siapapun, namaku selalu jadi pertanyaan saking anehnya. Karena penasaran, aku pernah cari di Google, Buku telepon dan media lainnya. Memang,  tak ada duanya,

Konon kata ortuku,  nama itu pelesetan dari REVOLUSIMAN, laki2 yang lahir satu Minggu setelah pemberontakan PRRI/15 Pebruari 1958.

Salam

Reflus.
Sent from my iPad

Ramadhanil pitopang

unread,
Mar 31, 2013, 6:57:38 PM3/31/13
to rant...@googlegroups.com
Memang baitu banyak namo-namo anak-anak Minangkabau nan kecek urang agak saketek aneh kalau dibaco.
Tapi Kalau namo ambo Ramadhanil...berhubungan dengan bulan kelahiran ambo di bulan Suci Ramadhan alias bulan puaso, TETAPI uda-uda ambo namonyo ado IRIANISMAN , lahia ketika perebutan Irian Barat thn 1962..ado juo Motrizal (lahia kutiko Mortir malatuih dibalakang rumah kutiko PRRI..

Tapi kalau namo latin tumbuhan bisa di revisi kalau ndak sasuai jo kedudukan taksonominya. Misalnya sajo Cengkeh alah bara kali baganti namo.. Dulu partamo namonyo :
Eugenia aromatica (L.) Baill....baganti jo Eugenia caryophyllata Thunb. kudian  Eugenia caryophyllus (Spreng.) Bull. & Harr. Lalu   Caryophyllus aromaticus L.

Terakhir menjadi Syzigium aromatica L (famili Myrtaceae).

Dek Urang jawa namomo bisa diganti keceke kalau namo talalu barek ndak suai jo kenyataan urangnyo do..tapi ado upacaranyo...


Wassala,
Ramadhanil
Palu




--- Pada Ming, 31/3/13, Reflusmen Ramli <reflus...@yahoo.com> menulis:

Muchlis Hamid

unread,
Mar 31, 2013, 11:14:53 PM3/31/13
to rant...@googlegroups.com
Tambahan stek:

Kamanakan ambo ado nan banamo Jon Kenedi. Inyo lahie tahun 1964, kini tingga di Bali.

Kawan ambo di kantue dulu ado nan banamo Rudolf Valintino, asli Pikumbuh. Kabanyo pernah nyalon Walkot. Apaknyo anggota AL.

Tentang namo Pak Sotion Arjanggi. Katu dinas di Palembang ambo dapek carito dari  urang Pusri: Sotion maksudnyo stasion dek beliau takaja lahie di stasiun KA Kik Tinggi. Arjanggi memang Aur Tajungkang Bukik Tinggi.

Pak Sotion pernah jadi Dirut PT Pusri sebelum jadi Dirjen Kimia di Deperind (kini Kemperin).

Di kampuang ambo ado tukang baruak banamo Henry.

Kawan kito di rantaunet: Ajo Dutamardin ado pulo caritonyo.

Salam,

Muchlis Hamid





From: Indra Jaya Piliang <pi_l...@yahoo.com>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Sent: Sunday, March 31, 2013 5:25 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh orang Minang

Masrur Siddik Masru Siddik

unread,
Mar 31, 2013, 7:41:03 AM3/31/13
to rant...@googlegroups.com
Sato senek sanak
Satuju bana bawasonyo rangwak kreatif sekaligus  patriot. Misalno namo rang rumah Soemarni = Sudah Mardeka Indonesia, 1945. Adiakno Indra Sakti Syarif, Indonesia Raya nan Sakti. Ado pulo kawan ambo Thabri Akma ( Abdul Karim + Mardiah, singakat namo Ayah dan Uwaik no)
 Semua kelahiran jauh sabalun PRRI....

Wassalam,
Masrur Siddik, 71 th asa Pasaman, rang umah Maninjau


2013/3/31 Indra Jaya Piliang <pi_l...@yahoo.com>

Darwin Chalidi

unread,
Apr 1, 2013, 1:34:37 AM4/1/13
to Rantau Net Minang

Pak Sotion itu dekan kami di Teknik Mesin ITS tahun 1969 sewaktu beliau jadi dirut Gresik semen.

Darwin Chalidi

ibnuk...@gmail.com

unread,
Apr 1, 2013, 1:51:46 AM4/1/13
to rant...@googlegroups.com

Tapi kini satantang ma agiah namo namo anak ko, untuk generasi nan dapek anak di akhia th 90 an sampai kini mulai banyak perubahan. Mungkin dek alah paham dengan hadits Rasulullah yang babunyi:

"Berilah nama anak dengan nama yang baik. Karena nama itu adalah doa."  

Makonyo alah banyak namo namo anak urang awak kini Abdullah, Muhammad, Fatimah, Aisyah atau babarapo namo nan artinyo elok sarupo Kharunnisa, dll. Walaupun ndak bacirikan namo namo Minang. Tapi satidak tidaknyo lai ba makna nan elok namo tu. Sabab ado juo kawan ambo ba main sangkek kaciak nan apak amaknyo urang awak di agiah Emanuel, John Pieter, dan bahkan ado namonyo Antitesis. Sadonyo memang ado makna. Tapi ndak masuak ka dalam apo nan di perintahkan dek Rasul. Nan alah terlanjur ka baa lai. Bukan salah bundo manganduang. Tapi dek pangana ndak sakali tumbuah. Itu nan ado baru. Tibo di anak cucu di pelok an.


Ibnu
Sent from my BlackBerry® smartphone provided by mobily

From: Darwin Chalidi <dcha...@gmail.com>
Date: Mon, 1 Apr 2013 12:34:37 +0700
To: Rantau Net Minang<rant...@googlegroups.com>

Andrinof A Chaniago

unread,
Apr 1, 2013, 1:58:38 AM4/1/13
to rant...@googlegroups.com
Bapak/Ibu/Dunsanak/Kawan-kawan dan seluruh anggota Majelis RN nan ambo hormati;
Tarimo kasih alah mampakayo tulisan ambo di ateh dengan informasi dan data-data tambahan yang sangat berguna. Tulisan ambo dan info-info tambahan nan disampaikan, langsung maupun tidak langsuang, melalui palanta RN ko sangat penting untuk meluruskan "tuduhan" yang salah dan sekaligus pengakuan yang salah dari segelintir urang Minang sendiri tentang asal-usul namo aneh urang Minang. Kalau dibiarkan "tuduhan" dan pengakuan keliru itu meluas, tentu bisa berdambak buruk untuk perkembangan mental generasi orang Minang berikutnya.
Insya Allah, kalau ado waktu ambo akan tulis versi yang telah diperkaya dengan berbagai info dan data yang telah disampaikan, baik melalui palanta RN ko maupun melalui jalur lain ka ambo.
Salam,

Andrinof A Chaniago (50+)



2013/4/1 Darwin Chalidi <dcha...@gmail.com>

Rina Permadi

unread,
Apr 1, 2013, 2:10:57 AM4/1/13
to rant...@googlegroups.com

Mokasih banyak juo Pak Adrinof,

 

Generasi kami ko tantu balulua sajonyoh, mah awak indak jaleh do mah.

Adonyo informasi pak Adrinof ko, mambuek ambo tambah bangga jo para pejuang PRRI.

 

Kok ambo iduik di jaman tu dan ambo laki-laki, ambo akan ikuik PRRI tu tanpa ragu.

 

Wassalam

Rina, 35, Batam

syaf...@gmail.com

unread,
Apr 1, 2013, 2:11:34 AM4/1/13
to rant...@googlegroups.com
Adidunsanak di Palata Yth.

Soal namo ko adolah hal biaso, karano ado nan ditiru atau sadang jadi idola. Bahwa ado gejalan perubahan, mungkin iyo. Tapi apo paralu lo awak manuding sebagai propaganda Harun Zain dan Golkar untuk memojokkan PRRI, sahinggo urang Minang jadi rednah diri.

Kalau iyo ado penelitian bahwa raso randah diri rang Minang disebabkan oleh propaganda Harun Zain sajo, taragak lo ambo mambaco hasil penelitian tu.

Cubolah wak minta pandapek Pak Saaf soal kondisi nan sabananyo waktu itu. Beliau ikut di sekber golkar di Sumbar.

Ambo tamasuak yg bangga jo PRRI. Namo ambo sendiri juo diinspirasi dari namo tokoh PRRI. Apak ambo juo pejuang PRRI. Tapi dari wawancara nan pernah ambo lakukan jo tokoh PRRI harus diakui, Minang memang diinjak2 dek pusat karano PRRI.

Bayangkan, untuak mengakui PDRI dan bisa membangun tugu PDRI, baru 2006 diakui Pemerintah dan tahun 2012 ado anggaran memulai membangun monumen tu.. Padohal PDRI tu adolah penyambung nyawa republik.

Jadi, apo salahnyo Harun Zain kepada Sumatra Barat.

Banyak maaf,

Syaf/Bogor
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Date: Mon, 1 Apr 2013 05:51:46 +0000
Subject: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis tspekulatif ttg nama2 aneh orang Minang

andi...@rantaunet.org

unread,
Apr 1, 2013, 2:13:52 AM4/1/13
to rantaunet rantaunet
Pak Andrinof dan dunsanak palanta RN

Satantang namo2 urang awak ko dulu lah banyak dan sambuh juo bahasan di palanta RN, mgkn bisa di cari2 baliak arsipnyo untuak mampakayo bahan tulisan pak Andrinof

Ambo pun mengikuti dan aktif dulu mengomentari dan maagiah2 contoh

Memang ado banyak namo2 urang minang terutama pas jaman kemerdekaan, PRRI sampai jaman Soekarno sadang "bermesra-mesraan jo PKI" pas lahia baagiah namo singkatan2 sasuai jo kondisi waktu lahia atau disamarkan dalam arti semisal ado baagia bagai Usdeka..tantu lah tatakok dek kito lahianyo dijaman apo

Atau ado PERRI(Y) lahia jaman bagolak tu

Nan kentara bana generasi ambo atau paling tidak 63-65 lahia yo urang jawa nan paham Marhen tu..nan pengikut militan Soekarno kontan2 sajo maagiah namo ala2 slogan Soekarno sahinggo di jaman orde baru bakuaso dek ulah namo ko bisa jadi sulik dapek karajo apolai PNS serta fasilitas2 dari negara saruman bea siswa dll

kito tunggu lah tlsan dan pemikiran Pak Adrinof sehubungan namo2 ko

Wass-Jepe
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Andrinof A Chaniago <andr...@gmail.com>
Date: Mon, 1 Apr 2013 12:58:38 +0700

alhaqir...@yahoo.com

unread,
Apr 1, 2013, 3:04:03 AM4/1/13
to Rant...@googlegroups.com

Jadi namo nan punyo judul ko

Adrinof. Ataukah Andrinof. ?
Atau kaduonyo ?
Atau baa sabananyo

Sangenek sajo,

Wassalam,
anwardjambak 44+,
mudiak Pyk, kanakan Dt Rajo Malano(Maulana),

"Maminteh Sabalun Hanyuik....!!!

Sent from my BlackBerry® smartphone powered by U Mobile

From: "Rina Permadi" <ri...@rantaunet.org>
Date: Mon, 1 Apr 2013 13:10:57 +0700
Subject: RE: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh orang Minang

--

Rina Permadi

unread,
Apr 1, 2013, 3:13:15 AM4/1/13
to rant...@googlegroups.com

Tape deh da An ko,

 

Maaf ambo salah sabuik namo Pak Andrinof

Ambo siap manarimo hukuman ateh kesalahan tun

 

Senek lo

Dr Saafroedin Bahar

unread,
Apr 1, 2013, 3:17:52 AM4/1/13
to Rantau Net Rantau Net
Al, ambo juo agak tapana mambaco hujatan taradok pak Harun Zain iko. Kok indak picayo ka pak Harun Zain karano satu dan lain hal, okelah, tapi tolong picayo ka uda Rosihan Anwar nan juo manulih tantang keadaan nan samo jo kesimpulan nan samo. Mungkin syair-syair pak Drg Abraham Ilyas Datuk Soda bisa manambah bumbu-bumbu ttg suasana wakatu PRRI tu.
Wassalam,
SB.
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

Elthaf Hidjaz

unread,
Apr 1, 2013, 3:19:00 AM4/1/13
to rant...@googlegroups.com
Pak Andrinof,

Mamang namo Minang tu khas dan spesifik,
Namo ambo Elthaf, adiak ambo Fahwal, ayah ambo Hidjaz lahia th 30

Ado dului kapalo sma1 bkt, namonyo parsalide, konon akronim dari
parang saudaro limo delapan.

Hebat pak andrinof, bi sumangaik rang lapau, maa nan duduak manyih di
suduik bikalua, he hgeee.

Salam

Elthaf,52 th Senayan
.


On 3/30/13, Andrinof A Chaniago <andr...@gmail.com> wrote:
> *Teras Utama, Harian Padang Ekspres*, Sabtu, 30 Maret 2013
>
>
>
> Meluruskan Tafsir Nama-nama “Aneh”
>
> Oleh Andrinof A Chaniago
>
> Akademisi dari Universitas Indonesia
>
>
>
> Untuk perkara menafsir nama-nama khas orang Minang saja, orang Minang
> ternyata bisa tersesat jauh. Seorang kawan di jaringan* facebook* yang
> berasal dari Jawa menulis status begini, “Orang padang setelah kekalahan
> Permesta tahun 1958 memang krisis identitas, jadi nama orang Minang
> aneh-aneh kedengarannya, macam Don Vitto, Geovanni, Muhammad Rika, padahal
> nama umum orang Minang kan Sutan Azwar, Nazrul Asril, Amrullah Karim atau
> Marah Rusli.” Saya tidak terlalu kaget dengan prasangka seperti itu, meski
> yang seperti ini selalu mengganjal hati saya. Tetapi, yang membuat saya
> kaget dan prihatin, status kawan *facebooker* tadi diamini oleh seorang
Sent from my mobile device

alhaqir...@yahoo.com

unread,
Apr 1, 2013, 3:19:39 AM4/1/13
to Rant...@googlegroups.com

Samo2 Diak , Uda minta maaf lo,:)

('Da An' ko kan lai ndak ka Pak Andrinof doh kan?, heheheehee...)

Sabananya lah 3 urg nan manyabuik Adrinof dlm postingannyo, yaitu sanak Ibnu, Da Jepe, dan terakhir dinda Rina sendiri..hehehehehe

Soal hukuman kito sarahkan ka urg nan punyo namo, yakni Bapak Andrinof A Chaniago sendiri, mudah2an lai indak barek do.....:)


Sangenek sajonyo....




Wassalam,
anwardjambak 44+,
mudiak Pyk, kanakan Dt Rajo Malano(Maulana),

"Maminteh Sabalun Hanyuik....!!!

Sent from my BlackBerry® smartphone powered by U Mobile

From: "Rina Permadi" <ri...@rantaunet.org>
Date: Mon, 1 Apr 2013 14:13:15 +0700
Subject: RE: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh orang Minang

Elthaf Hidjaz

unread,
Apr 1, 2013, 3:21:27 AM4/1/13
to rant...@googlegroups.com
Pak Ibnu, batua, namo anak kini banyak islami, malah namo nan aneh tu jadi aneh.

Namo anak ambo nayesha shafira dan nan ketek inayah.

Salam

Elthaf 52 th

On 4/1/13, ibnuk...@gmail.com <ibnuk...@gmail.com> wrote:
>
>
> Tapi kini satantang ma agiah namo namo anak ko, untuk generasi nan dapek
> anak di akhia th 90 an sampai kini mulai banyak perubahan. Mungkin dek alah
> paham dengan hadits Rasulullah yang babunyi:
>
> "Berilah nama anak dengan nama yang baik. Karena nama itu adalah doa."
>
> Makonyo alah banyak namo namo anak urang awak kini Abdullah, Muhammad,
> Fatimah, Aisyah atau babarapo namo nan artinyo elok sarupo Kharunnisa, dll.
> Walaupun ndak bacirikan namo namo Minang. Tapi satidak tidaknyo lai ba makna
> nan elok namo tu. Sabab ado juo kawan ambo ba main sangkek kaciak nan apak
> amaknyo urang awak di agiah Emanuel, John Pieter, dan bahkan ado namonyo
> Antitesis. Sadonyo memang ado makna. Tapi ndak masuak ka dalam apo nan di
> perintahkan dek Rasul. Nan alah terlanjur ka baa lai. Bukan salah bundo
> manganduang. Tapi dek pangana ndak sakali tumbuah. Itu nan ado baru. Tibo di
> anak cucu di pelok an.
>
>
> Ibnu Ibnu </div>
> Sent from my BlackBerry® smartphone provided by mobily
>
>> ------------------------------
>> *From:* Indra Jaya Piliang <pi_l...@yahoo.com>
>> *To:* "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
>> *Sent:* Sunday, March 31, 2013 5:25 PM
>> *Subject:* Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2
>> ------------------------------
>> *From:* Andrinof A Chaniago <andr...@gmail.com>
>> *To:* Rant...@googlegroups.com
>> *Sent:* Saturday, March 30, 2013 7:16 PM
>> *Subject:* [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh
>> orang Minang
>>
>> *Teras Utama, Harian Padang Ekspres*, Sabtu, 30 Maret 2013
>>
>> Meluruskan Tafsir Nama-nama “Aneh”
>> Oleh Andrinof A Chaniago
>> Akademisi dari Universitas Indonesia
>>
>> Untuk perkara menafsir nama-nama khas orang Minang saja, orang Minang
>> ternyata bisa tersesat jauh. Seorang kawan di jaringan* facebook* yang
>> berasal dari Jawa menulis status begini, “Orang padang setelah kekalahan
>> Permesta tahun 1958 memang krisis identitas, jadi nama orang Minang
>> aneh-aneh kedengarannya, macam Don Vitto, Geovanni, Muhammad Rika,
>> padahal
>> nama umum orang Minang kan Sutan Azwar, Nazrul Asril, Amrullah Karim atau
>> Marah Rusli.” Saya tidak terlalu kaget dengan prasangka seperti itu,
>> meski
>> yang seperti ini selalu mengganjal hati saya. Tetapi, yang membuat saya
>> kaget dan prihatin, status kawan *facebooker* tadi diamini oleh seorang

andi...@rantaunet.org

unread,
Apr 1, 2013, 3:26:18 AM4/1/13
to rantaunet rantaunet
Hehehehhhe ambo lai batua kok..diawal2 sapaan..yg terakhir yo kurang N..nyo..labiah kurang mhn maaf, itu bukan disangajo

JP
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Date: Mon, 1 Apr 2013 07:19:39 +0000
Subject: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh orang Minang

Muchlis Hamid

unread,
Apr 1, 2013, 3:28:44 AM4/1/13
to rant...@googlegroups.com
Pak Saaf dan sanak AL,

Suatu waktu Pak Harun Zain berceritera bahwa ketika beliau mendarat di Tabing untuk mengemban tugas sebagai Rektor Unand, beliau diinterogasi oleh tentara selama 2 jam. Padahal Pak Harun terkenal sebagai TP di Jawa Timur semasa revolusi.

Waktu Pak Gamawan masih Bupati Solok, ambo batanyo sia garan Gubernur Sumbar terbaik. Tanpa ragu-ragu beliau menjawab "Pak Harun Zain".

Ambo acok batanyo ka Pak Hasan Basri, mantan Walikota Solok/Bupati Solok dan Pembantu Gubernur Wil II. Jawab Pak Hasan "Pak Harun Zain". "Pak Harun mempunyai leadership yang menonjol dan visioner." tambahnya.

Samo tapana awak Pak Saaf.

Salam,

Muchlis Hamid




From: Dr Saafroedin Bahar <saafroed...@rantaunet.org>
To: Rantau Net Rantau Net <rant...@googlegroups.com>
Sent: Monday, April 1, 2013 2:17 PM
Subject: Re: Bls: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis tspekulatif ttg nama2 aneh orang Minang

ibnuk...@gmail.com

unread,
Apr 1, 2013, 3:31:05 AM4/1/13
to rant...@googlegroups.com
Ha ha ambo alah minta maaf lewat japri. Mungkin dek namo baliau nan khas pulo makonyo pak Andrinof mancubo ma angkek topik ko.

Nan jaleh samakin tabukak pangana urang lapau ko dan batambah ilimu awak dengan ado topik nan dipalegakan ko.


Sent from my BlackBerry® smartphone provided by mobily

Date: Mon, 1 Apr 2013 07:19:39 +0000
Subject: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh orang Minang

alhaqir...@yahoo.com

unread,
Apr 1, 2013, 3:47:26 AM4/1/13
to Rant...@googlegroups.com

Sanak Ibnu, Da Jepe, dan Diak Rina,

Dek lah tigo kali 'pisang babuah'
(dek Da Jepe satangah buah e..hahaha)
Makonyo tabasuik juo akhianyo...

Supayo ndak banyak nan 'amnesia' beko...hahahahahahhaaa

Lagian bia ndak serius bana.

Contoh namo2 urg awak nan aneh nan pernah ambo jumpo sangkek hiduik ko:

1. Oriza Sativa (Pak Riza, Pengusaha di Jkt),
2. Darmon Dantes (dr. Kapalo RS di salah satu daerah di Riau)
3. Huzri Yedi (kawan samo kuliah di Pdg)
4. Novian, (kawan smp dan sma Pku)
5. Wilhem, (kawan sma Pku)
6. Desmon Andrizman , alm, (kawan smp dan sma Pku)
7. Apriani (senior di Faperta Unand)

Sakitu dulu...hehehehe

Sutan Sinaro

unread,
Apr 1, 2013, 4:27:51 AM4/1/13
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum. w.w.
 
   Sato pulo snek di urusan namo nan aneh-aneh ko.
Kawan ambo, katiko alun masuak SD diimbau si ujang, si bujang.
Katiko kami masuak SD namo sabananyo ruponyo si Baron. Sahinggo diimbau si ujang Baron.
Tapikia-pikia dari dulu, iyo santiang urang gaek nyo maagiah namo. Sabab baron ko berarti gelar para bangsawan Inggeris.
Namun, namo sabananyo tatulih di daftar hadir kelas di SD adolah Azrilman Baron. Baliau ko Insinyur pertanian lulusan UNAND.
Ado duo kali kalau ndak salah ambo batanyo ka urang tuonyo nan kebetulan guru SD pulo dek ambo dulu.
Partamo katiko ketek-ketek dulu, sudah tu lah gaek-gaek ko ambo tanyo pulo baliak, dan jawaban
nan diagiahnyo samo. Kawan ko laia katiko papanyo sadang bulak baliak antaro kampuang jo rimbo. Papanyo ko veteran perang,
masih iduik sampai kini, tapi iyo lah agak palupo, kecuali kalau carito parang, masih jaleh sampai kini.
Jawaban ibuk tu takah iko. Azrilman Baron, anak zaman revolusi Indonesia lahia mambarontak.
Ha ha, ruponyo ado sejarah namo baliau ko, kiniko baliau batugas kalau ndak salah ambo di Solok.
Cuma namo adiaknyo ndak kalah anehnyo, sayang ndak sempat ambo tanyokan.
Namonyo takah iko, Dang Marta Putra Jaya Mulyadi Supratman Bala Putra Dewa. Kami imbau si dang.
aa pulo ko lah aratinyo ?.
 
Wassalam
 
St. Sinaro
 
From: "alhaqir...@yahoo.com" <alhaqir...@yahoo.com>
To: "Rant...@googlegroups.com" <Rant...@googlegroups.com>
Sent: Monday, 1 April 2013 3:47 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh orang Minang


Dr Saafroedin Bahar

unread,
Apr 1, 2013, 4:48:00 AM4/1/13
to Rantau Net Rantau Net
Alhamdulillah pak Muchlis, lai kawan nan samo tapana jo ambo komah. Mudah-mudahan thread nan manghujat pak Harun indak tabaco dek baliau atau dek keluarga baliau. Kok tabaco, alangkah hibonyo hati baliau. Pak Harun adolah salah satu idola ambo.

ibnuk...@gmail.com

unread,
Apr 1, 2013, 4:53:05 AM4/1/13
to rant...@googlegroups.com

Dulu waktu urang awak dihina dek gubernur Riau Arifin Ahmad, atas perintah pak Harun Zein di stop samantaro pangiriman bareh jo kebutuhan pokok ka Pakanbaru. Sampai Arifin Ahmad minta maaf. Bara santiangnyo pak Harun ko.
Mohon dipelok an kok salah. Dek wakatu kajadian tu ambo masih kaciaj  baru. Iko curito nan tuo tuo dapek dek ambo.
Sent from my BlackBerry® smartphone provided by mobily

From: "Dr Saafroedin Bahar" <saafroed...@rantaunet.org>
Date: Mon, 1 Apr 2013 08:48:00 +0000
To: Rantau Net Rantau Net<rant...@googlegroups.com>
Subject: Re: Bls: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis tspekulatif ttg nama2 aneh orang Minang

ZulTan

unread,
Apr 1, 2013, 6:02:30 AM4/1/13
to Rant...@googlegroups.com

Untuang ndak tatuka A jo E, kabaa jadinyo, Jepe?

Ado kawan dari wilayah Timur namo anaknyo DAKIANUS.

Kadiimbau satangah kamuko tasingguangnyo beko karano walaupun agak itam tapi bukan daki.

Dipanggia satangah ka balakang kan kumuah kasannyo.

Diimbau namo langkok abih lo ari dek nyo.

Kadipangaan...

Salam,
Sent via BlackBerry from SingTel!

Date: Mon, 1 Apr 2013 07:26:18 +0000
To: rantaunet rantaunet<rant...@googlegroups.com>

E&I -Fajri

unread,
Apr 1, 2013, 6:43:27 AM4/1/13
to rant...@googlegroups.com

Ko lai sabana nyo ko pak zul…tagalak gadang wak mambaco nyo…he.he.h.e.he..

Soal namo ko mamak wak di batam ko namo nyo yo lai loado arti nyo pak..

Namo nyo Munasri arti nyo musyawarah nasional republic Indonesia tahun 1957(mamak aslim nurhasan st sati tahu mah samo munasri ko)

Tapi barusan fajri tanyo apo yang di musyawarahkan tahun 1957 tu mamak ko ndak lo tahu doh..

Ado yang tahu ndak mamak2  uni2 di palantako apo yang di musyawarahkan  di tahun 1957 tu

Ciek lai anak dari mamak ko di agiah lo namo yang agak lain dan ado arti nyo lo.

Namo anak nyo Dara Uteri arti nyo DAlam RAngka Ulang Tahun Emas Republik Indonesia

 

 

Fajri

L32 Thn

batam

 

 

 

From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of ZulTan
Sent: Monday, April 01, 2013 5:03 PM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh orang Minang

 

Untuang ndak tatuka A jo E, kabaa jadinyo, Jepe?

Ado kawan dari wilayah Timur namo anaknyo DAKIANUS.

Kadiimbau satangah kamuko tasingguangnyo beko karano walaupun agak itam tapi bukan daki.

Dipanggia satangah ka balakang kan kumuah kasannyo.

Diimbau namo langkok abih lo ari dek nyo.

Kadipangaan...

Salam,

Sent via BlackBerry from SingTel!

.

Andrinof A Chaniago

unread,
Apr 1, 2013, 8:06:42 AM4/1/13
to rant...@googlegroups.com
ambo lai mambaco dan mengikuti perbincangan soal namo-namo aneh urang Minang di milis ko dulu. Waktu itu perbincangannyo satangah serius (antaro masih spekulasi jo hampia basuo jo jawaban ilmiah) dan satangah bagarah. Dan, alun ado jawaban atau analisis teruji sarupo kini ko do. (kalau ambo indah salah ingek, baitu). Ambo sangat ingin sato, karano ambo sangat marasokan raso indak nyaman katiko Fachry Ali dengan meyakinkan melontarkan tesisnyo tentang asal-usul namo aneh tu. Ditambah lai, ambo sangat takajuik katiko beberapa kali ambo saksikan langsuang ado urang Minang sendiri mangiyokan tesis sasek tadi.
Sebagai orang dengan tradisi meneliti, ambo harus saba untuk mandapekkan bukti nan cukuik utk maagiah jawaban pamungkas bahwa tesis nama aneh berasal dari dampak PRRI, itu NYATO-NYATO KALIRU!

Kini silahkan bandiangkan pembicaraan dulu tu jo pembicaraan kini ko. Arah nan kini ko jaleh: menolak tesis keliru bahwa namo aneh urang Minang adalah akibat Peristiwa PRRI.
Sekian.

Mokasih.

Andrinof A Chaniago (namo nan batua namo nan dipakai dek pamiliknyo)



2013/4/1 E&I -Fajri <fa...@nsbatam.com>

--

Elthaf Hidjaz

unread,
Apr 1, 2013, 8:09:36 AM4/1/13
to rant...@googlegroups.com
Mak zultan, ambo sadang di pim, tabasuik gadang galak ambo, mancaliak
urang ka ambo, co ndak tau, ambo manakua sajo baco mail sanak, ruponyo
sanak bakonco jo Dakianus yo,

Ado kawan ambo namonyo namo biaso, Zakaria, jaan dipanggia limo huruf
muko, tapi baliau labiah sanang dipanggia jack.

Kalau buliah kito ucapkan selamat ka Pak Andrinof Chaniago nan
santiang mancari topik threat nan heboh,
Bravo pak An.

Salam,

Elthaf

On 4/1/13, ZulTan <zul...@yahoo.com> wrote:
>
> Untuang ndak tatuka A jo E, kabaa jadinyo, Jepe?
>
> Ado kawan dari wilayah Timur namo anaknyo DAKIANUS.
>
> Kadiimbau satangah kamuko tasingguangnyo beko karano walaupun agak itam tapi
> bukan daki.
>
> Dipanggia satangah ka balakang kan kumuah kasannyo.
>
> Diimbau namo langkok abih lo ari dek nyo.
>
> Kadipangaan...
>
> Salam,
>
> Sent via BlackBerry from SingTel!
>
> -----Original Message-----
> From: andi...@rantaunet.org
> Sender: rant...@googlegroups.com
> Date: Mon, 1 Apr 2013 07:26:18
> To: rantaunet rantaunet<rant...@googlegroups.com>
> Reply-To: rant...@googlegroups.com
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh
> orang Minang
>
> Hehehehhhe ambo lai batua kok..diawal2 sapaan..yg terakhir yo kurang
> N..nyo..labiah kurang mhn maaf, itu bukan disangajo
>
> JP
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: alhaqir...@yahoo.com
> Sender: rant...@googlegroups.com
> Date: Mon, 1 Apr 2013 07:19:39
> To: Rant...@googlegroups.com<Rant...@googlegroups.com>
> Reply-To: rant...@googlegroups.com
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh
> orang Minang
>
>
> Samo2 Diak , Uda minta maaf lo,:)
>
> ('Da An' ko kan lai ndak ka Pak Andrinof doh kan?, heheheehee...)
>
> Sabananya lah 3 urg nan manyabuik Adrinof dlm postingannyo, yaitu sanak
> Ibnu, Da Jepe, dan terakhir dinda Rina sendiri..hehehehehe
>
> Soal hukuman kito sarahkan ka urg nan punyo namo, yakni Bapak Andrinof A
> Chaniago sendiri, mudah2an lai indak barek do.....:)
>
>
> Sangenek sajonyo....
>
>
>
>
> Wassalam,
> anwardjambak 44+,
> mudiak Pyk, kanakan Dt Rajo Malano(Maulana),
>
> "Maminteh Sabalun Hanyuik....!!!
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone powered by U Mobile
>

nurzal...@gmail.com

unread,
Apr 1, 2013, 5:10:56 AM4/1/13
to rant...@googlegroups.com
Iyo bana tu pak Saaf, kalau buliah ambo sarankan di RN ko jaan lah kito mancaritoan kelemahan pribadi seseorang nan alun tantu lai kebenarannyo. Bisa panjang jadinyo, krn pasti akan terjadi polemik. Kok kabacarito juo elok copy darat sajo. Tks dan maaf kalau ambo lancang. Salam.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Dr Saafroedin Bahar" <saafroed...@rantaunet.org>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Mon, 1 Apr 2013 08:48:00
To: Rantau Net Rantau Net<rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: Bls: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis tspekulatif ttg
nama2 aneh orang Minang

Elthaf Hidjaz

unread,
Apr 1, 2013, 8:13:52 AM4/1/13
to rant...@googlegroups.com
Pak An, ambo raso dari babarapo kiriman nan ilmiah ko dan ado saktek
humor ringan, lah bisa mamatahkan tesis sdr Fachri Ali, jadi ndak
batua penelitiannyo.

Salam,

Elthaf

On 4/1/13, Andrinof A Chaniago <andr...@gmail.com> wrote:
> ambo lai mambaco dan mengikuti perbincangan soal namo-namo aneh urang
> Minang di milis ko dulu. Waktu itu perbincangannyo satangah serius (antaro
> masih spekulasi jo hampia basuo jo jawaban ilmiah) dan satangah bagarah.
> Dan, alun ado jawaban atau analisis teruji sarupo kini ko do. (kalau ambo
> indah salah ingek, baitu). Ambo sangat ingin sato, karano ambo sangat
> marasokan raso indak nyaman katiko Fachry Ali dengan meyakinkan melontarkan
> tesisnyo tentang asal-usul namo aneh tu. Ditambah lai, ambo sangat takajuik
> katiko beberapa kali ambo saksikan langsuang ado urang Minang sendiri
> mangiyokan tesis sasek tadi.
> Sebagai orang dengan tradisi meneliti, ambo harus saba untuk mandapekkan
> bukti nan cukuik utk maagiah jawaban pamungkas bahwa tesis nama aneh
> berasal dari dampak PRRI, itu NYATO-NYATO KALIRU!
>
> Kini silahkan bandiangkan pembicaraan dulu tu jo pembicaraan kini ko. Arah
> nan kini ko jaleh: menolak tesis keliru bahwa namo aneh urang Minang adalah
> akibat Peristiwa PRRI.
> Sekian.
>
> Mokasih.
>
> Andrinof A Chaniago (namo nan batua namo nan dipakai dek pamiliknyo)
>
>
>
> 2013/4/1 E&I -Fajri <fa...@nsbatam.com>
>
>> Ko lai sabana nyo ko pak zul…tagalak gadang wak mambaco
>> nyo…he.he.h.e.he..
>> ****
>>
>> Soal namo ko mamak wak di batam ko namo nyo yo lai loado arti nyo
>> pak..***
>> *
>>
>> Namo nyo Munasri arti nyo musyawarah nasional republic Indonesia tahun
>> 1957(mamak aslim nurhasan st sati tahu mah samo munasri ko)****
>>
>> Tapi barusan fajri tanyo apo yang di musyawarahkan tahun 1957 tu mamak ko
>> ndak lo tahu doh..****
>>
>> Ado yang tahu ndak mamak2 uni2 di palantako apo yang di musyawarahkan
>> di
>> tahun 1957 tu****
>>
>> Ciek lai anak dari mamak ko di agiah lo namo yang agak lain dan ado arti
>> nyo lo.****
>>
>> Namo anak nyo Dara Uteri arti nyo DAlam RAngka Ulang Tahun Emas Republik
>> Indonesia****
>>
>> ** **
>>
>> ** **
>>
>> Fajri ****
>>
>> L32 Thn ****
>>
>> batam****
>>
>> ** **
>>
>> ** **
>>
>> ** **
>>
>> *From:* rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com]
>> *On
>> Behalf Of *ZulTan
>> *Sent:* Monday, April 01, 2013 5:03 PM
>> *To:* Rant...@googlegroups.com
>>
>> *Subject:* Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2
>> aneh orang Minang****
>>
>> ** **
>>
>>
>> Untuang ndak tatuka A jo E, kabaa jadinyo, Jepe?
>>
>> Ado kawan dari wilayah Timur namo anaknyo DAKIANUS.
>>
>> Kadiimbau satangah kamuko tasingguangnyo beko karano walaupun agak itam
>> tapi bukan daki.
>>
>> Dipanggia satangah ka balakang kan kumuah kasannyo.
>>
>> Diimbau namo langkok abih lo ari dek nyo.
>>
>> Kadipangaan...
>>
>> Salam,****
>>
>> Sent via BlackBerry from SingTel!****
>> ****

Muljadi Ali Basjah

unread,
Apr 1, 2013, 8:15:45 AM4/1/13
to rant...@googlegroups.com
Assalamaualaikum Wr.Wb. Yth. Ibu2/Bapak2 sarato para Pambaco nan Budiman.
 
Sato lo ambo sangenek, namo ambo Muljadi sasnyo dari namo kawan OrTu ambo urang JaTim nan punyo Kabun Cokalaik di Medan & JatIm saisuk. Manuruik kapicayoananyo dek karano istzrinyo alun punyo katurunan/anak juo samaso itu, lalu inyo ma-adoptie ambo sebagai anaknyo, walaupun ambo tatap diasuah diOrTu kanduang ambo.
Tapi indak lamo sesudah pengakuan/pengaknkekan tasabuik, ataupun karano placebo effekt keo, mah.... hamil induak bareh baliau.
Kalau Ali Basjah itu, dek karano di Ijazah SD ambo, Pak Direktur dek Sikola SD ST Joseph ambo di Medan... salah manulih namo OrTu , jadi bataruihan samiang jadieeee.
 
Ambo pun pernah mangatokan ka surang amai2 Hajjah rang MInangkabau, baa mangko bapadiakan sajo namo cucu padusi baliau Christina Magdalena kalau cucu baliau ntun kaum muslimah.
Dek satahu ambo Christina  itu aratinyo kiro2 pangikuik agamo Salib ( Greek-tuo) ,
Magdalena aratinyo kiro2 Minaro/Tugu (Hebraeis/Aramaeis).
DiJuruman iko, dikantua catatan kelahiran ado Badan Hukum, nan buliah manganjurkan/melarang namo2 nan kurang pantas dilakekkan utuak anak2. Misalnyo anak Laki2 diagiah namo Padusi, itu dilarangnyo demi kesejahteraan pertumbuahan anak ntun kudiannyo.
 
 Idealnyo, badan2 nan co iko diadokan diRI, rancaknyo nan NGO supayo OrTu2 indak maraso risih/allergie manghubuingnyo, ataupun person2 nan disegani masyarakaik, nan agak saketeknyo..... familiar jo multi bahaso2.
 
Sakitu dululah tukuak bual dari ambo,
 
Wassalam,
Muljadi Ali Basjah.
 
 
 
 
 
 
Gesendet: Montag, 01. April 2013 um 12:43 Uhr
Von: "E&I -Fajri" <fa...@nsbatam.com>
An: rant...@googlegroups.com
Betreff: RE: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh orang Minang

Andrinof A Chaniago

unread,
Apr 1, 2013, 8:23:22 AM4/1/13
to rant...@googlegroups.com
Mokasih, Pak Elthaf.
Kini kan kito tingga masonyo baliak ka nan ringan-ringan baliak. Nan bisa mambuek galak sorang sambia mato tatap ka screen BB atau laptop. Hehe...

 


2013/4/1 Elthaf Hidjaz <elth...@gmail.com>

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Apr 1, 2013, 9:09:03 AM4/1/13
to rant...@googlegroups.com

Munasri adolah semacam pertemuan yg diadakan pemerintah pusat dengan mengundang semua pemimpin daerah. Sumteng diwakili A.Hosen cs

Ini untuk merespon tuntutan daerah diluar Jawa yg merasa pembangunan belum merata. Banyak di Jawa saja

Saya hasil pertemuan tsb tidak memuaskan daerah luar Jawa terutama penghasil devisa seperti Sumten/sumut/sumsel dan sulut. Sehingga nantinya terjadi peristiwa PRRI/Permesta itu

Itu yg sempat ambo baco dimajalah lamo dirumah dulu

Mungkin ado yg bisa memberikan pencerahaan yg lebih detil

---TR
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "E&I -Fajri" <fa...@nsbatam.com>
Date: Mon, 1 Apr 2013 17:43:27 +0700
Subject: RE: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh orang Minang

--

E&I -Fajri

unread,
Apr 1, 2013, 10:41:10 PM4/1/13
to rant...@googlegroups.com

Tarimokasih banyak pak penjelasan nyo.

Kini lah tahu wak apo makasuik dari Munasri ko

Jadi peristiwa ko yang saketek banyak nyo mamicu terjadi nyo PRRI/permesta .

 

 

Salam,

 

Fajri

L 32 thn

Batam

Asmardi Arbi

unread,
Apr 1, 2013, 11:31:52 PM4/1/13
to rant...@googlegroups.com

Assalamu'alaikum wr wb.
Salamaik bagabuang -pak Nurzal di RantauNet. Semoga kehadiran pak Nurzal di
RN ikuik manyajuakan suasana jo maramikan lalulintas tuka manuka
pangalaman.nan bamanfaat dipalantako.. Kalau buliah untuak dunsanak nan alun
kenal tulislah salam perkenalan apak agak saketek.

Wassalam,

Asmardi Arbi, lk, 72-Kampai, tingga di Tangsel.
Penganut paham: Raso jo Pareso.

--------------------------------------------------
From: <nurzal...@gmail.com>
Sent: Monday, April 01, 2013 4:10 PM

ajo duta

unread,
Apr 2, 2013, 12:13:23 AM4/2/13
to rant...@googlegroups.com
Abak ambo maagiah namo namo anaknyo nan lahia sabalun PRRI,
memang alah aneh seperti Zamar, Marzwan, Mardiana, Jurman, Wirman, Martini,
Azimar dan Dutamardin......dima Minang e ko?

2013/3/30 Andrinof A Chaniago <andr...@gmail.com>

Teras Utama, Harian Padang Ekspres, Sabtu, 30 Maret 2013

 

Meluruskan Tafsir Nama-nama “Aneh”

Oleh Andrinof A Chaniago

Akademisi dari Universitas Indonesia

 

Untuk perkara menafsir nama-nama khas orang Minang saja, orang Minang ternyata bisa tersesat jauh. Seorang kawan di jaringan facebook yang berasal dari Jawa menulis status begini, “Orang padang setelah kekalahan Permesta tahun 1958 memang krisis identitas, jadi nama orang Minang aneh-aneh kedengarannya, macam Don Vitto, Geovanni, Muhammad Rika, padahal nama umum orang Minang kan Sutan Azwar, Nazrul Asril, Amrullah Karim atau Marah Rusli.” Saya tidak terlalu kaget dengan prasangka seperti itu, meski yang seperti ini selalu mengganjal hati saya. Tetapi, yang membuat saya kaget dan prihatin, status kawan facebooker tadi diamini oleh seorang kolega dan senior asal Minang di bawah status yang ditulis oleh kolega yang berasal dari Jawa tadi. (Ini terjadi pada 19 April 2010)

Di kesempatan yang lain, saya menemukan lagi pikiran yang “mengejutkan” dan membuat saya makin prihatin dengan pengetahuan dan sikap sejumlah orang Minang sendiri terhadap nama-nama aneh orang-orang Minang. Sebuah tim yang ingin mengambil inisiatif menjadi perumus usulan syarat-syarat untuk menyebut seseorang Di sebagai orang Minang, tim itu mencantumkan rumusan usulan bahwa untuk disebut sebagai orang Minang, orang harus memiliki nama khas orang Minang atau nama yang islami. Saya agak terperanjat sekaligus makin prihatin, membaca ide dan usulan kriteria tersebut.

Orang yang paling sering melontarkan “tesis” bahwa nama-nama aneh orang Minang itu adalah dampak dari Peristiwaa PRRI, adalah pengamat politik dan analis sejarah, yakni Fachry Ali. Fachry Ali yang secara pribadi dengan saya berada dalam jalinan hubungan sebagai senior dekat saya, sudah sering mendapat bantahan dengan bukti empiris dari saya. Sebagai pengamat, ia memang sering terlalu mengandalkan metode interpretatif, walau dengan data yang terbatas. Belakangan, saya melihat Fachry Ali sudah tidak lagi menggunakannya. Tetapi, celakanya, klaim bahwa nama-nama khas orang Minang berhubungan dengan Peristiwa PRRI sudah terlanjur diyakini oleh sejumlah kalangan. Walaupun sebagian dari kita sudah pernah juga mendengar versi lain tentang asal-usul nama “aneh” sebagian orang Minang tersebut, namun nyatanya, klaim yang keliru itu tetap masih dipercaya oleh sebagian orang Minang.

Saya ingin tunjukkan beberapa nama “aneh” orang Minang yang jelas lahir sebelum Peristiwa PRRI sehingga nama itu diberikan orang tua mereka tidak ada hubungan dengan Peristiwa PRRI. Ada Masmimar Mangiang, seorang ahli bahasa media yang cukup dikenal di kalangan aktifis dan wartawan senior, termasuk salah satu dari banyak orang yang memiliki nama yang berasal dari singkatan yang punya nilai “historis”. Nama Mangiang di belakang namanya adalah nama orang tua laki-lakinya. Namun nama Masmimar itu adalah singkatan dari masa (singkatannya  dijadikan Mas) mempertahankan (M) Indonesia (i) mardeka (mar) yang diambil dari suasana dua setengah bulan sebelum KMB.

Berikutnya, ada nama Wisber Loeis, mantan diplomat terkemuka asal Minang, yang pernah menjadi Duta Besar RI di PBB. Saya sudah lama meyakinin namanya juga berasal dari singkatan tertentu. Keyakinan ini baru saja terbukti pertengahan Maret 2013 lalu ketika saya bertemu beliau di sebuah resepsi. Rupanya orang tua Pak Wisber Loeis ini selain selalu melekatkan nama Loeis pada nama belakang anak-anaknya, penggalan namanya dilekatkan lagi pada nama depan Wisber Loeis. Pak Wisber Loeis menjelaskan bahwa nama Wisber itu singkat dari Luwis dan Oktober, yang merupakan bulan kelahiran Pak Wisber Loeis, 

Masih ada beberapa nama lain yang orangnya lahir sebelum Peristiwa PRRI. Setahu saya, Sotion Arjanggi almarhum, mantan Ketua Umum DPP KADIN di tahun 1980-an, namanya juga berasal dari singkatan. Saya belum dapat informasi untuk nama depan Sotion. Tetapi, Arjanggi berasal dari Aur Tajungkang Bukittinggi. Pemilik nama ”aneh” lainnya adalah Revrisond Baswir yang untuk nama  Revrisond itu berasal dari revolusionary sound (suara revolusioner).

Beberapa contoh orang Minang yang memakai nama ”aneh” di atas kranya cukup untuk mementahkan tesis Fachry Ali yang mengatakan nama-nama aneh orang Minang itu akibat peristiwa PRRI. Penjelasan yang bisa diterima atas munculnya nama-nama ”aneh” pada sejumlah orang Minang adalah, kebiasaan sebagian keluarga membuat nama-nama yang berasal dari singkatan tertentu dan memiliki kaitan dengan peristiwa sejarah tertentu. Hal ini, menurut hemar saya, berkaitan dengan ciri orang Minang yang selalu berupaya kreatif untuk menghasilkan sesuatu yang khas di mata orang lain. Hal ini juga bisa dilihat dari sejarah jenis-jenis makanan dan minuman di Sumatera Barat sekarang.

Secara personal, saya sudah melakukan pelurusan tesis Fachry Ali tersebut kepada yang bersangkutan. Nama saya memang aneh dan berbau Barat. Tetapi, walaupun saya lahir setelah Peristiwa PRRI, nama Andrinof itu tidak ada hubungannya dengan PRRI. Andrinof adalah ciri sebagian orang tua Minangkabau dalam memberikan nama kepada anak-anak mereka. Andrinof diambil dari tiga suku kata: an (mungkin maksud orang tua saya untuk nama panggilan), dri yang berasal dari drei atau dri (dekat ke Bahasa Jerman atau Belanda) yang artinya tiga, dan nof yang berasal dari Nof(v)ember. Artinya, mama ini berasal dari tanggal dan bulan kelahiran saya, yakni 3 November.

Kalau mau objektif membuat kategorisasi, nama-nama orang Minang berasal dari dua budaya besar, yakni Arab dan Barat. Kebetulan Arab itu diidentikkan dengan Islam, walau dalam kenyataannya, jumlah Arab Kristen juga signifikan di Mesir, Libanon dan Irak. Nama-nama berpengaruh Arab sebetulnya lebih banyak melekat pada perempuan Minang, seperti Siti Fatimah, Kamila, Jamillah, Habibah, dan sebagai. Sementara nama-nama bernada Barat lebih banyak diberikan kepada laki-laki, seperti John, Edward, Don, Meizon, Wisber, dan sebagainya.

Diantara nama-nama yang bernada Barat itu bahkan ada yang sangat identik dengan nama laki-laki Kristen. Samuel Koto, mantan fungsionaris Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini menjadi fungsionaris partai Hanura, jelas orang Minang. Begitu juga kawan saya Oktavianus Rizwa yang bermukim di Padang sebagai pengacara, pastilah orang Minang. Tentu aneh sekali kalau saya dan orang-orang yang bernama Barat tadi mau dijadikan orang Minang kelas dua. Seberapa islami kita, hanya Allah SWT yang tahu. Nama tidak akan menjamin seseorang pasti sangat islami. Toh, beberapa nama politisi yang islami dan berasal dari partai Islam juga menjadi narapidana karena melakukan korupsi.

Maka, mari kita luruskan saja cara berpikir kita dalam melihat sesuatu. Lihatlah sesuatu itu dengan jernih, obyektif dan dengan sedikit usaha untuk menyelidiki sebab-akibatnya.Kalau tidak mau dan tidak bisa, janganlah latah lalu timbang setiap gagasan seberapa besar manfaat dan kerugian yang akan timbul bila kita mengusulkan sesuatu.mengamini pernyataan spekulatif orang lain.

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 



--
Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------

Darwin Chalidi

unread,
Apr 2, 2013, 12:32:48 AM4/2/13
to Rantau Net Minang

Kekal Sehingga Akhirat.

Islam menganjurkan pemilihan nama yang baik, kerana ia lambang identiti seseorang dan nama itulah ia akan dikenali sepanjang hayat dan menjadi sebutan sampai ke hari akhirat. Apabila orang memanggilnya dengan nama tersebut, maka pada sepanjang hayatnya, mereka seolah-olah berdoa untuk anak tersebut.

Seorang Muslim wajib percaya kepada hari kebangkitan dan perlu mengakui bahawa nama yang diberikan kepada anak di dunia akan kekal digunakan di akhirat.

Abu Darda ada meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda:

إنَّكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ القِيامَةِ بأسْمائكُمْ وأسماءِ آبائِكُمْ فأحْسِنُوا أسْماءَكُمْ

“Sesungguhnya kamu akan diseru/dipanggil pada hari Kiamat nanti dengan nama-nama kamu dan juga nama bapa-bapa kamu, maka perelokkanlah nama-nama kamu.” (Riwayat Imam Abu Daud dari Abu Dardak r.a.)

Darwin Chalidi

ibnuk...@gmail.com

unread,
Apr 2, 2013, 12:50:03 AM4/2/13
to rant...@googlegroups.com
Sabana padek pak Darwin. Iko lah panutuik nyo. Kalau ado nan alah talanjur dapek namo nan dan sesuai Sunnah ko jan pulo ba ibo hati. Kok ndak bisa di awak tibo di anak cucu di pelok an. Insya Allah usaho awak ko akan tetap mandapek nilai disisi Allah.

Amiiin.

Sent from my BlackBerry® smartphone provided by mobily

From: Darwin Chalidi <dcha...@gmail.com>
Date: Tue, 2 Apr 2013 11:32:48 +0700
To: Rantau Net Minang<rant...@googlegroups.com>
Subject: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh orang Minang

nurzal...@gmail.com

unread,
Apr 2, 2013, 12:06:56 AM4/2/13
to rant...@googlegroups.com
Waalaikum salam ww pak Asmardi. Iyo pak ambo la mulai gabuang di RN ko dan ala ditarimo dek adminnyo. Tks krn ateh anjuran apak juo ambo jadi anggota RN ko, suatu media komunikasi yg cukup baik bagi kito. Sasuai anjuran apak, izinkan ambo memperkenalkan diri di RN ko.

Namo. : Nurzal Rajo Panduko. Asal. : Painan Pessel, Sumbar. Suku. : Caniago - Bako suku Jambak. Hobi. : Nonton, danga musik, mkan.

Cukuik sagitu dulu sanak, mohon ditarimo salam kenal ambo. Tks.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Asmardi Arbi" <asmard...@rantaunet.org>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Tue, 2 Apr 2013 10:31:52
To: <rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: Bls: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis tspekulatif ttg
nama2 aneh orang Minang


Assalamu'alaikum wr wb.
Salamaik bagabuang -pak Nurzal di RantauNet. Semoga kehadiran pak Nurzal di
RN ikuik manyajuakan suasana jo maramikan lalulintas tuka manuka
pangalaman.nan bamanfaat dipalantako.. Kalau buliah untuak dunsanak nan alun
kenal tulislah salam perkenalan apak agak saketek.

Wassalam,

Asmardi Arbi, lk, 72-Kampai, tingga di Tangsel.
Penganut paham: Raso jo Pareso.

--------------------------------------------------
From: <nurzal...@gmail.com>
Sent: Monday, April 01, 2013 4:10 PM
To: <rant...@googlegroups.com>
Subject: Re: Bls: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis tspekulatif ttg
nama2 aneh orang Minang

> Iyo bana tu pak Saaf, kalau buliah ambo sarankan di RN ko jaan lah kito
> mancaritoan kelemahan pribadi seseorang nan alun tantu lai kebenarannyo.
> Bisa panjang jadinyo, krn pasti akan terjadi polemik. Kok kabacarito juo
> elok copy darat sajo. Tks dan maaf kalau ambo lancang. Salam.
> Sent from my BlackBerryŽ smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung

Tasril Moeis

unread,
Apr 2, 2013, 3:38:48 AM4/2/13
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Uda Rajo Panduko,
Salam basuo di palanta rantaunet ko Da NRP.

Wassalam
Tan Ameh (54+)

Ryan Firdaus

unread,
Apr 2, 2013, 3:36:19 AM4/2/13
to rant...@googlegroups.com, nurzal...@gmail.com

Ado nan talupo manulih kan nyo pak Nurzal Rajo Panduko...umua, nak sanang lo mamanggia nyo..sanak, uda, mamak...kok inyiak gai..he..he..

Salam perkenalan juo dari kami di Semenanjuang..

Ryan, 45 Ipoh

Sent from Yahoo! Mail on Android

To: <rant...@googlegroups.com>;
Subject: Re: Bls: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis tspekulatif ttg nama2 aneh orang Minang
Sent: Tue, Apr 2, 2013 4:06:56 AM

Muljadi Ali Basjah

unread,
Apr 2, 2013, 3:47:43 AM4/2/13
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum Wr.Wb. Yth. Bapak Nurzal Rajo Panduko.
 
Salamaik bagabuang Pak Nurzal, tarutamo ambo rasonyo agak batambah razaki, dek karano ambo alun masuak FB lai doo.
Mudah2an samakin semarak Palanta iko jadinyo, ide2, infos nan elok nan konsrtruktiv dll. dll. dari Pak Nurzal sangaik ambo harokan bana.
 
Wassalam,
Muljadi Ali Basjah.
 
 
Gesendet: Dienstag, 02. April 2013 um 06:06 Uhr
Von: nurzal...@gmail.com
An: rant...@googlegroups.com
Betreff: Re: Bls: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis tspekulatif ttg nama2 aneh orang Minang

Lies Suryadi

unread,
Apr 2, 2013, 6:19:01 AM4/2/13
to rant...@googlegroups.com, nurzal...@gmail.com
Kini to anjak diskusi ka 'subaliak' (beyond) namo urang Minang nan aneh2 jo unik2 tu lai. A sabab e tu? A tujuan e? A falsafah nan ado di baliak e? Apo ado refleksi falsafah atau konsep iduik etnis Minangkabau di baliak namo nan unik2 dan jenggo2 tu? Nan jaleh, kalau kito batulak dari analisa ilmu, ndak mungkin namo2 co itu jatuah dari langik sajo doh. Ambo pernah mambaco satu artikel tantang analisa antropologis dan budaya tahadok namo2 rang Jawa dek seorang penulis nan banamo Dick van der Meij. Tapi di kolah latak e tulisan tu ha? Karateh buku batumpuak2. Dicari dulu.
 
Kito tunggu analisa jo interpretasi dari pakar2nyo.
 
Wassalam,
Suryadi

Dari: Ryan Firdaus <ryanfi...@yahoo.com>
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>; "nurzal...@gmail.com" <nurzal...@gmail.com>
Dikirim: Selasa, 2 April 2013 9:36
Judul: Re: Bls: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis tspekulatif ttg nama2 aneh orang Minang
Ado nan talupo manulih kan nyo pak Nurzal Rajo Panduko...umua, nak sanang lo mamanggia nyo..sanak, uda, mamak...kok inyiak gai..he..he..
Salam perkenalan juo dari kami di Semenanjuang..
Ryan, 45 Ipoh
Sent from Yahoo! Mail on Android
From: nurzal...@gmail.com <nurzal...@gmail.com>;
To: <rant...@googlegroups.com>;
Subject: Re: Bls: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis tspekulatif ttg nama2 aneh orang Minang
Sent: Tue, Apr 2, 2013 4:06:56 AM
Waalaikum salam-pak Nurzal di RantauNet. Semoga kehadiran pak Nurzal di
RN  ikuik
--------------------------------------------------
.
> Untuk
> * Posting yg
-- . * Posting yg berasal dari Palanta .    

andi...@rantaunet.org

unread,
Apr 2, 2013, 7:10:08 AM4/2/13
to rantaunet rantaunet
Salam Sanak Sur

Komen sanak bagi ambo yo manganai , nan namo ko yo nampaknyo ndak turun dari langik baitu sajo lakek ka badan diri dek urang gaek kito masiang2


Pasti ado sebab akibatnyo, sesuai situasi dan kondisi serta psikologis (suasana hati saat orang tua melahirkan dan mengasih anak semisal suasana psikologis hati seorang anak lahir ketika orang tuanya sengsara, namanya Alwis (Aku Lahir Waktu Ibu Sengsara)ini contoh saja pada saudara saya dikampung (alm)

Suasana bulan Ramadhan..ya dikasih Ramadhani,lalu ado kawan ambo lahia hari Sabtu bisa dideteksi dari namonyo : M Saturdaya


Lalu sarupo jaman soekarno nan babulan madu jo PKI banyak unsur namo mamakai sarupo slogan2 atau jargon/istilah2 yg dipopuler kan Soekarno sarupo. Usdek, Nasakom, Marhein, Ganefo

Ado namo kawan ambo Viveriyeni..lah jaleh kelahiran thn 64 atau 65 tu mgkn berasal dari

"Vivery very calaso (maaf mungkin salah ambo manulihnyo..yg kira2 artinya "menyerempet-nyerempet bahaya yg populer jaman soekarno jo PKI tu ..(Benar gak itu artinya :-)

Lalu baa namo urang minang di jaman PRRI tu manuruik sanak dari segi keilmuan jika merujuk tesis Pak Andrinof ko, cubo lah bahasan dari sanak ka panukuak2 nyo


Kok lah basuo artikel Dick van der Meij tu lewakan lah ka palanta ko

Salam_Jepe
Salam-Jepe
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id>
Date: Tue, 2 Apr 2013 18:19:01 +0800 (SGT)
Subject: Bls: Bls: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis tspekulatif ttg nama2 aneh orang Minang

--
.

mulyadi putra

unread,
Apr 2, 2013, 5:58:39 AM4/2/13
to rant...@googlegroups.com
“Nama-nama Orang Minang Kabau” antara Budaya Lokal dan Globalisasi?
 
Belakangan ini, ‘heboh’ tulisan yang membahas tentang nama-nama ‘aneh’ orang Minang, baik itu di media masa maupun elektronik/jejaring sosial (Face Book). Tulisan tersebut diapungkan oleh Andrinof A. Chaniago—di harian Padang Ekspres, (30/3/13) dan telah dilewakan di Rant...@googlegroups.com-Saturday, March 30, 2013 7:16 PM, lalu.
Adapun maksud dan tujuannya ialah, mencoba meluruskan ‘buah tutur’ dari ‘sahabatnya’ yang menulis di jejering sosial, “bahwa orang Padang setelah kekalahan Permesta tahun 1958 memang krisis identitas, jadi nama orang Minang aneh-aneh kedengarannya, macam Don Vitto, Geovanni, Muhammad Rika, padahal nama umum orang Minang kan Sutan Azwar, Nazrul Asril, Amrullah Karim atau Marah Rusli.”
Dilihat dari perubahan nama orang Minang Kabau d atas, itu bukan akibat dari kekalahan dalam peristiwa Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Melainkan dampak dari adat mereka yang terbuka dan kebiasaan manusianya untuk merantau (baca Merantau: 1984; Asal-Usul Elite Minangkabau… : 2007; Menuju Sejarah Sumatera… : 2011).
Lain dari itu, meminjam istilah Prof. Faruk, inilah yang dikatakan dengan dinamis! Bukan statis, layaknya kehidupan robot. Maka, berangkat dari tesis Prof. Faruk di atas, keberadaan tulisan ini dimaksudkan sebagai ‘penyambung tutur’ dari argumen Andinof terdahulu.
 
Masyarakat yang Megglobal
Masyarakat yang hidup dalam sebuah lokalitas yang sudah mengglobal adalah masyarakat yang secara niscaya harus menghadapi sebuah lingkungan hidup yang di dalamnya arus manusia, barang, dan informasi, termasuk ideologi ataupun aliran-aliran keagamaan, terus berseliweran dan terus berganti dalam jumlah yang semakin besar, dengan keanekaan yang semakin besar, serta dengan kecepatan tinggi. Dari itu, tidak semua masyarakat yang bisa beradaptasi dengan lingkungan yang demikian.
Adalah Prof. Faruk yang mengungkapkan bahwa, setidaknya ada tiga syarat yang harus dipenuhi oleh suatu masyarakat untuk bisa hidup dengan baik di dalamnya: Pertama, masyarakat itu haruslah masyarakat yang reflektif, masyarakat yang dapat membebaskan diri dari tradisi, memandang tradisi dari luar secara sadar, dan menggunakannya secara sadar pula.
Masyarakat yang reflektif ini sekaligus akan dapat melihat atau menangkap sebuah landskap kehidupan dari semacam menara atau dari atas. Sehingga ia dapat menangkap gambaran menyeluruh dari landskap itu. Sebaliknya masyarakat yang tidak dapat naik ke menara, melakukan refleksi, hanya akan dapat melihat dirinya sendiri atau sesuatu yang dekat dengan dirinya, ia tidak mampu menangkap landskap secara keseluruhan.
Kedua, masyarakat tersebut juga harus mempunyai pengalaman hidup yang intensif di lingkungan yang plural dengan tingkat dinamika yang tinggi. Dengan cara demikian, meskipun tidak melihat landskap kehidupan dalam keseluruhan kompleksitas dan dinamikanya, masyarakat yang bersangkutan menjadi terbiasa hidup dalam perubahan yang cepat, dalam interaksi sosial dan kultural dengan aneka manusia, aneka barang, aneka informasi, dan aneka ideologi. Masyarakat yang serupa ini tidak akan cepat panik menghadapi lingkungan yang terus berubah dengan berbagai aspeknya.
Ketiga, masyarakat itu harus mempunyai kesediaan untuk tidak sekedar menerima perubahan dan keanekaan, melainkan juga untuk berinteraksi dan melakukan transaksi dengan juga mengakomodasi manusia, benda-benda, informasi, ideologi yang berasal dari aneka ragam budaya. Bahkan, lebih jauh, masyarkat itu pun tidak menutup kemungkinan untuk melibatkan diri dalam proses-proses yang bersifat lintas budaya, membuka kemungkinan untuk tidak hanya menerima, melainkan bahkan menjadi “orang lain.”
Berbicara mengenai masyarakat dan kebudayaan Minang Kabau, hampir selalu berarti berbicara mengenai tatanan masyarakat dengan struktur sosial, nilai-nilai, norma tradisional yang dibayangkan masih asli, yaitu yang setidaknya dianggap sudah ada dan terus ada sejak masa pra-Islam. Tatanan masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat dengan sistem kekerabatan matrilineal dan bahkan, dalam batas tertentu, sistem politik matriarki. Sedangkan nilai-nilai dan norma yang dimaksud adalah yang terkandung dalam berbagai bentuk ekspresi kebahasaan: pepatah, petitih, pantun, pribahasa, atau bahkan cerita-cerita lisan yang diturunkan dan disebarkan secara lisan.
Dengan cara pemahaman yang demikian, apa yang dibayangkan sebagai masyarakat dan kebudayaan Minang hampir dapat dianggap sebagai masyarakat dan kebudayaan yang dapat sepenuhnya siap beradaptasi secara efektif dengan proses globalisasi dan kebudayaan global di atas. Setidaknya, dua dari tiga persyaratan bagi kemungkinan daya adaptasi yang efektif dari suatu masyarakat terhadap proses dan budaya global itu telah dimiliki oleh masyarakat dan kebudayaan Minang.
Dari sistem kekerabatan dan bahkan sistem politiknya, serta juga mungkin akibat pengaruh dari sistem perkawinannya yang eksogami, masyarakat Minang telah mendorong kaum laki-lakinya untuk merantau, untuk bergerak ke luar dari lingkungannya sendiri. Kebiasaan merantau ini ditopang oleh nilai yang mengidealkan perlunya seorang laki-laki untuk merantau. Sebagaimana yang dinyatakan dalam pantun; karatau madang dihulu, babuah babungo balun, marantau bujang dahulu, dirumah paguno balun, (Faruk, 2007: 79-81).
Terbentuknya suatu geografi sosial yang misalnya memisahkan luhak dari rantau, rumah dari surau, membuat kebiasaan merantau itu tidak hanya sebagai fakta ideologis, melainkan fakta fisik, (baca Merajut Potensi Rantau… : 2003) menjadi satu ruang tempat kehidupan sehari-sehari anggota masyarakat berjalan.
Kebiasaan merantau tersebut membuat masyarakat Minang mempunyai pengalaman yang intensif dengan lingkungan kehidupan fisik, sosial, maupun kultural yang beraneka. Dan pengalaman itu bukan sekedar pengalaman milik pribadi para perantau, melainkan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan. Geografis sosial di atas merupakan salah satu contoh saja dari kenyataan bagaimana rantau menjadi realitas yang dapat dialami dalam kehidupan keseharian masyarakat Minang. Hal ini yang melihatkan fungsi serupa, yaitu yang membuat rantau dan merantau menjadi sebuah pengalaman bersama, pengalaman kolektif. Adalah efek langsung maupun tidak langsung dari kegiatan merantau itu terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat yang bersangkutan. Pakaian baru, perhiasan baru, rumah baru, dan sebagainya.
Rantau, dengan demikian, mempunyai efek langsung terhadap lingkungan kehidupan keseharian di luhak. Mungkin dalam konteks inilah makna dari kata ‘baguno’ dalam pantun “merantau anak dahulu” dapat dipahami. Efek dari merantau adalah menjadikan rantau sebagai bagian integral dari keseharian di luhak dan karenanya sekaligus menjadi kekuatan untuk mendorong terjadinya merantau berikutnya, (ibid).
 
Efek dari Merantau
Bila merantau telah menjadi keniscayaan budaya dalam masyarakat Minang Kabau, pengalaman hidup dalam lingkungan yang berbeda pun menempati posisi yang sama. Begitu juga pengalaman hidup dalam perubahan, dalam proses yang terus bergerak.
Masih menurut Prof. Faruk, masyarakat Minang adalah masyarakat yang tergila-gila pada pembaruan, pada segala sesuatu yang baru. Dan perubahan itu tidak hanya ditempatkan sebagai objek atau sesuatu yang eksternal bagi manusia Minang. Melainkan menjadi sesuatu yang integral, yang melekat pada diri pribadi manusia-manusianya.
Contoh yang paling menonjol dari kecenderungan demikian tampak dalam cara-cara masyarakat Minang memberikan nama diri pada anggota-anggotanya. Nama diri orang-orang Minang hampir dapat disebut sebagai sebuah monumen sejarah, dari kehidupan yang terus bergerak dan berubah. Tidak ada nama diri yang disebut khas Minang, kecuali perubahan itu sendiri. Namun diri orang Minang selalu terkait pada trend satu babakan sejarah tertentu. Diambil dari nama-nama yang populer pada satu masa. Tidak peduli dari mana asal nama-nama itu, dari bahasa apa, dari lingkungan sosial, budaya dan bahkan agama yang mana, yang penting nama itu populer.
 
Refleksi
   Berangkat dari teori atau pun argument yang dipaparkan para intelek di atas, setidaknya ada beberapa poin yang hendak penulis sampaikan. Pertama, bahwa ‘benar’ adanya apabila ada orang yang mengatakan, jika nama-nama yang terpampang pada diri orang-orang Minang adalah sebagai sebuah monumen sejarah, dari kehidupan yang terus bergerak dan berubah. Tidak ada nama diri yang disebut khas Minang, kecuali perubahan itu sendiri. Sebagai contoh, dalam catatan Buya Prof. Ahmad Syafii Maarif, bahwa di Sumpur Kudus ada orang yang bernama Plato.
Kedua, adalah kurang tepat rasanya apabila ada seseorang yang berkadar intelektual terlalu dini untuk mengungkapkan; “nama-nama orang Minang Kabau itu aneh” sekaligus mengatakan “itu akibat dari kekalahan PRRI 1958.” Itu adalah bahasa-bahasa yang terlalu dramatis dan tak jarang ditemukan dalam telaah ilmu-ilmu sosial. Sebab, ketika Wannofri Samry melakukan penelitian, ia mendapatkan data, “bahwa tidak ada ketakutan orang Minang Kabau terhadap identitas selepas PRRI. Itu hanya migtos!” Begitu tulis Wannofri, sebagaimana yang dilansir dari Rant...@googlegroups.com-Saturday, March 30, 2013 7:16 PM.
Ketiga, terlepas dari benar atau salahnya semua ‘tesis’ di atas, satu hal yang pasti, bahwa orang Minang menerima sekali perubahan, selama perubahan itu ditujukan tidak untuk merugikan masyarakat lain: elok di awak, ka tuju di urang. Jika ada sebagian orang yang tidak setuju dengan hal itu, mungkinkah mereka penganut paham ‘statis’ bukan dinamis? Entahlah...

Sagitu sajo dulu dari ananda, talabiah jo takurang mohon dimaafkan. 
Wassalam. Mulyadi Putra, Suku Koto, Domisili Samantaro, Solo-The Spirit of Java.
 

From: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
To: Penerima Intisari <rant...@googlegroups.com>
Sent: Tuesday, April 2, 2013 2:05 AM
Subject: [R@ntau-Net] Intisari untuk rant...@googlegroups.com - 25 Pesan pada 6 Topik

Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan Grup Google rantaunet.
Anda dapat mengeposkan melalui email.
Untuk berhenti berlangganan grup ini, kirim pesan kosong.
Untuk opsi lainnya, kunjungi grup ini.

R. Y. Perry Burhan

unread,
Apr 3, 2013, 12:37:01 AM4/3/13
to rant...@googlegroups.com
assalamu alaikum w w

sanak di palanta kasadonyo, rancak-rancak komentar tantang namo-namo urang minang ko dari bamacm suaro di palantako, nan paliang baru tulisan sanak kito mulyadi putra. tagutiak lo ati nak bakomentar, tapi ambo bukan ahlinyo, hanyo bapandapek manuruik kiro-kiro sajo..
tulisan sanak mulyadi ko manuruik ambo kasimpulannyo padek dan tapek manuruik ambo, antah ko manuruik nan lain.

nan gak kurang tapek dek ambo adolah tulisan pak ibnu nan barikuik ko:

Tapi kini satantang ma agiah namo namo anak ko, untuk generasi nan dapek anak di akhia th 90 an sampai kini mulai banyak perubahan. Mungkin dek alah paham dengan hadits Rasulullah yang babunyi:

"Berilah nama anak dengan nama yang baik. Karena nama itu adalah doa."  


ambo satuju kalau maagiah namo anak jo namo nan rancak, tantu indak ado urang tuo nan ka maagiah namo anaknyo jo namo nan buruak.
kasimpulan pak ibnu ko nan gak ndak cocok dek ambo,


Makonyo alah banyak namo namo anak urang awak kini Abdullah, Muhammad, Fatimah, Aisyah atau babarapo namo nan artinyo elok sarupo Kharunnisa, dll. Walaupun ndak bacirikan namo namo Minang. Tapi satidak tidaknyo lai ba makna nan elok namo tu. Sabab ado juo kawan ambo ba main sangkek kaciak nan apak amaknyo urang awak di agiah Emanuel, John Pieter, dan bahkan ado namonyo Antitesis. Sadonyo memang ado makna. Tapi ndak masuak ka dalam apo nan di perintahkan dek Rasul. Nan alah terlanjur ka baa lai. Bukan salah bundo manganduang. Tapi dek pangana ndak sakali tumbuah. Itu nan ado baru. Tibo di anak cucu di pelok an.


Ibnu

salamo amo katahui, indak kasado namo arab adolah namo islami, karano ayahanda Nabi Muhammad saw, indak sempat masuak Islam doh, karano baliau lah maningga sabalum nabi lahie, baa loh kito dapek mangecek an namo ayahnyo Rasulullah itu namo Islami, tapi kok namo arab iyo. dan banyak namo-namo arab nan kito di indonesia ko maanggap itu namo islami, pado hal mungkin hanyo namo arab sajo.. barangkali iko paralu awak bapikiran janiah, supayo indak ado tuduhan, kalau ado namo rang Minang nan indak bereferensi Arab dianggap bukan namo islami

kalau amboyo indak berefensi ka namo arab doh, tapi ambo bangga karano punyo namo perry nan ba induak ka PRRI. sangkek esempe ado batigo kami nan lahie di sakitar maso PRRI namonyo marujuak ka PRRI itu.

itu sangenek, mungkin banyak nan indak sasuai jo ilham ambo, cukuik dipahami sajo, indak paralu disalah-bana kan..

wasalam,
imam sati/54
rantau boyo





2013/4/2 mulyadi putra <mulyadi...@yahoo.com>



--
R. Y. Perry Burhan, Prof., Dr.
Laboratorium Geokimia Molekuler
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Kampus ITS Keputih
Surabaya 60111
Tel. +62 31 594 33 53
Faks. + 62 31 592 83 14
Tel. portatif +62 811 313 1810; +62 812 30 00 22 59

alhaqir...@yahoo.com

unread,
Apr 3, 2013, 1:20:15 AM4/3/13
to Rant...@googlegroups.com

Baa lo Pak Perry ko!

Baliau manyalah banakan urang,

Tapi indak namuah lo disalah banakan dek urang hehehehehe

Nan kalamak diawak se mah Pak
Hahahahaaa


Sangenek,


Wassalam,
anwardjambak 44+,
mudiak Pyk, kanakan Dt Rajo Malano(Maulana),

"Maminteh Sabalun Hanyuik....!!!

Sent from my BlackBerry® smartphone powered by U Mobile

From: "R. Y. Perry Burhan" <pbu...@gmail.com>
Date: Wed, 3 Apr 2013 11:37:01 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh orang Minang

Ryan Firdaus

unread,
Apr 3, 2013, 10:39:58 AM4/3/13
to Rant...@googlegroups.com, alhaqir...@yahoo.com

Assalamualaikum wr.wb

Pak Perry Burhan nan di hormati, sarato adidunsanak nan di muliakan...

Nan paralu ditagakkan dulu persetujuan awak sarato dukungan awak ka hadis nan di rujukkan pak Ibnu tu...adolah sesuatu nan sangaik Mulia...bukan hanyo sekadar pelengkap argumen, tapi sesuatu petunjuk nan menghuraikan Kitabullah.

Cieklai nan alun dapek ambo memahami , apo bana nan manjadi ukuran tentang namo nan menunjukkan ciri keminangan seperti nan pak Perry nyatokan dalam paragraf selanjuiknyo? Mungkin ado contoh2 namo nan meMpunyai ciri keminangan tu ndak? kok ado nan memberikan makna nan elok, sarato unsur doa nan baiak mungkin bisa dijadikan panduan untuak ma agiah namo anak,kamanakan, cucu ataupun cicit...

Sataruih nyo nan agak kurang pas di ambo sacaro pribadi dalam mambandiangkan antaro Arab dan Islam. Walaupun ndak saratuih persen identik, tapi jan pulo sampai menganggap under arab dalam islam itu hanyo satu kebetulan..Allah sendiri nan memuliakan bangsa arab, dan bahaso arab, tanah arab. Terlepas kini ado sebahagian individual arab nan indak islami. Namo ayahanda Rasulullah adolah namo nan Islami, sebab berarti 'Hamba Allah'...

Wallahu a'lam..maaf kalau ado nan ndak berkenan..

Ryanfirdaus. 45 Ipoh




Sent from Yahoo! Mail on Android

Subject: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh orang Minang
Sent: Wed, Apr 3, 2013 5:20:15 AM

Ryan Firdaus

unread,
Apr 3, 2013, 10:41:38 AM4/3/13
to Rant...@googlegroups.com, alhaqir...@yahoo.com

Ryan Firdaus

unread,
Apr 3, 2013, 10:42:33 AM4/3/13
to Rant...@googlegroups.com, alhaqir...@yahoo.com

nurzal...@gmail.com

unread,
Apr 3, 2013, 11:22:59 AM4/3/13
to rant...@googlegroups.com
Tarimo kasih pak Mulyadi Ali Basyah lah namua manarimo ambo di RN ko. Ambot sangaik sanang banyak sanak awak disiko untuk manambah kawan, silaturahmi, saling berbagi info dlm babagai hal dll. Moga ambo ndak mengecewakan sanak2 disiko, aamiin.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: "Muljadi Ali Basjah" <mul...@gmx.de>
Date: Tue, 2 Apr 2013 09:47:43 +0200 (CEST)
Subject: Aw: Re: Bls: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis tspekulatif ttg nama2 aneh orang Minang

--

nurzal...@gmail.com

unread,
Apr 3, 2013, 11:29:44 AM4/3/13
to rant...@googlegroups.com
Waalaikum salam ww add Tasril Muis alias Tan Ameh. Ondee sabana sanang hati ambo basuo baliek kito di RN ko. Cukuik lamo kita ndak basuo, terakhir di S'pore sdh tu add mailang dan tanyato dunie ko sampik yo. Apo kaba add dan keluarga, moga baik dan sehat2 sajo, aamiin. Salam.

Zulkarnain Kahar

unread,
Apr 3, 2013, 3:34:26 PM4/3/13
to rant...@googlegroups.com
Waalaikumsalam..
 
 
Kalau boleh ditambahkan orang tua memberi nama anaknya tergantung dari banyak factor seperti budaya lingkungan dan mode yang berkembang saat itu serta wawasan si orang tua . Saya pribadi tak sependapat dengan istilah "nama kalah perang" ..
Kalau pada era banyak singkatan singkatan (ie. permesta, nasakom, gerwani dll)  nama anak pun kena imbas para singkatan singkatan dari berbagai komponen peristiwa atau dari gabungan nama ibu bapak bahkan kakeknya.. Era rock and roll  dan awal pemerintah suharto yang mulai berpaling ke amerika pun ikut berimbas pada nama nama anak anak. Awal lapan puluhan pada saat si Minang yang memang perantau melirik orang orang bermarga .. mulai pulah satu dua meletakan sukunya dibelakang nama dengan berbagai variasi dan kreativitas masing masing  muncul pula Malay untuk si malayu Philly atau Piliang, Chaniago dengan H atau tidak.
pada era negeri2 arab melambung dengan emas hitamnya  dan mulai mengalirkan bantuan bantuan ketanah air  dan membuka pintu lebar2  untuk para siswa yang belajar disana  dengna berbagai macam beasiswa .. mulailah era nama nama berhawa Islam ..
 
Kalau saya sendiri orang tua meberi nama Yulkarnein  yang membuat  orang selalu salah tulis akibatnya sampai hari ini empat ijazah saya tak ada satupun yang sama.. kalau tak tertukar Y dengan Z,  e berubah jadi a .. atau i yang hilang. Apalah artinya sebuah nama toh kalau saya mati yang berdoa dan sampai pada saya adalah doa anak anak saya.. merekakan memanggil saya Ayah
 
Sekedar tukuak tambah..maaf kalau tidak berkenan..
 
Zulkarnain Kahar
 
From: R. Y. Perry Burhan <pbu...@gmail.com>


2013/4/2 mulyadi putra <mulyadi...@yahoo.com>
From: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
To: Penerima Intisari <rant...@googlegroups.com>
Sent: Tuesday, April 2, 2013 2:05 AM
Subject: [R@ntau-Net] Intisari untuk rant...@googlegroups.com - 25 Pesan pada 6 Topik

Anzori

unread,
Apr 4, 2013, 12:19:37 AM4/4/13
to rant...@googlegroups.com

  1. Foto: Mungkin anda memerlukan sebuah buku yang membahas kondisi kehidupan pada zaman sekarang yang dikenal sebagai masa Akhir Zaman, seperti yang pernah diramalkan noleh pujangga terkemuka pada era  Ronggo Warsito awal abad ke 19. Pemaparan deskriptif yang menggali renungan kehidupan negara, masyarakat, spiritual dengan gaya bahasa prosa dan puitis.  Bagus dibaca untuk para ulama, pastor, pendeta, ahli agama untuk memperkaya
 konten kotbah dan ceramah; para akademisi & intelektual; para business men/women yang selalu terjebak dengan aspek materialistis dan hedonisme kehidupan; serta pengamat sosial, relawan dll. Harga buku Rp. 50.000 (termasukl ongkos kirim dengan TIKI utk seluruh Indonesia). Pemesanan ke zorionanas@gmail.com atau SMS/Whatsapp ke 
+6285811292236 atau FB messenger ke saya langsung. Pembayaran melalui Bank Mandiri rekening 103.0099634343 a.n. Zorion Anas.  Terimakasih.
Mungkin anda memerlukan sebuah buku yang membahas kondisi kehidupan pada zaman sekarang yang dikenal sebagai masa Akhir Zaman, seperti yang pernah diramalkan noleh pujangga terkemuka pada era Ronggo Warsito awal abad ke 19. Pemaparan deskriptif yang menggali renungan kehidupan negara, masyarakat, spiritual dengan gaya bahasa prosa dan puitis. Bagus dibaca untuk para ulama, pastor, pendeta, ahli agama untuk memperkaya konten kotbah dan ceramah; para akademisi & intelektual; para business men/women yang selalu terjebak dengan aspek materialistis dan hedonisme kehidupan; serta pengamat sosial, relawan dll. Harga buku Rp. 50.000 (termasuk ongkos kirim dengan TIKI utk seluruh Indonesia). Pemesanan ke zorio...@gmail.com atau SMS/Whatsapp ke
+6285811292236 atau FB messenger ke saya langsung. Pembayaran melalui Bank Mandiri rekening 103.0099634343 a.n. Zorion Anas. Terimakasih.
Zorion_Anas
Cel./HP No. :085811292236
Country code +62



Muljadi Ali Basjah

unread,
Apr 4, 2013, 3:48:15 AM4/4/13
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum Wr.Wb. Yth. Ibu2/Bapak2 Pembaca yang Budiman.
 
Sejarah asal muasal nama ini, saya sependapat dengan Bapak Zulkarnain, yang memeng sudah semustinya sengaja atau tidak,  terbias oleh era zaman yang dialami sang pemberi nama.
 
Hanya sangat disayang sekali, dulunya hingga sekarang banyak diantara kita2 yang sedikit ceroboh menuliskan nama seseorang.
Terserah bunyi namanya bagaimanapun juga gambar bunyi tersebut mohon disesuaikan dengan aslinya. Karena ini menunjukan respekt dan kepedulian terhadap sesama manusia. Disamping itu tidak menyediakan peluang bagi Oknum2 yang misalnya panambahan nama menjadi dua sukukata, ataupun penerimaan kiriman uang dsb. dsb. Belum lagi setelah era globalisasi, nama itu kalau tidak tepat kan repot sekali, bisa2 kiriman itu kembali kealamat sang pengirim, dengan alasan nama tak dikenal dll.dll.
Pengiriman yang makan biaya ini, musti dibayar.... siapa yang bayar? Yah tentu saja sang pengirim, belum lagi paket/uang yang sudah keliling2 ke-mana2, bayangkan saja, andaikata sang pengirim juga secara takl disengaja salah (di)tulis namanya oleh PEgawai Bank/Post. 
Bak kata Pak Dr. Saafroedin Bahar, "Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita".
Makanya berupayalah kita2 ini, menulis nama seaslinya,"Maminteh Sabalun Hanyuik....!!! (Salang santa hak Patent Pak Anwar Djambak yoo)
 
Wassalam,
Muljadi Ali Basjah.
 
PS.: Teman baik kuliah / kollega seprofesi saya, nama-familinya Grzeschiczek, satu nama yang beraroma Jahudi Polandia.
Gesendet: Mittwoch, 03. April 2013 um 21:34 Uhr
Von: "Zulkarnain Kahar" <zxk...@maninjau.net>
An: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Betreff: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh orang Minang
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages