Ambo maraso banyak kelemahan di Niniak Mamak di Kampuang kiniko, banyak nan indak talok bagai managua kamanakan jikok indak Shalat, kalau di tagua takuik hubuangan keluarga jadi ranggang, sabok banyak lo Urang Sumando nan barasa dari lua minangkabau. nan kebetulan iduik layak dari si Mamak, iko nan banyak tajadi kiniko, iko pun hasil babarapo kali ambo investigasi babarapo urang pemuda matah nan marantau nan mangaku dari minang. setelah ambo dakek-i katiko mereka indak pernah shalat, ambo cubo marisik jo caro ambo, ambo tanyo sambia maagiah nasehat jo caro ambo, ambo banyak mandanga curhat mereka, nan rato-rato mangatokan, alah indak ado lai tadanga pituah dari nan tuo, alah indak ado lai Mamak nan naiak ka rumah si kamanakan, alah indak ado lai titah dari Datuak mereka, bahkan banyak nan indak tau sia namo Datuak pamangku Adat sukunyo nan terakhir, Rasonyo indak etis kalau ambo sabuikkan,rasonyo indak paralu pulo ambo katokan dari ma asa mereka ko,cukuiklah hanyo ambo jo Allah nan tau, dan banyak hal lain nan dulunyo adolah sebuah kewajiban Mamak ka kamanakan, tapi kini di kampuang lah tak ubah jo caro iduik di Kota Besar,Masiang-masiang alah punyo pilihan iduik surang-surang, mamikiakan pariuak surang-surang, tapi manuruik ambo iko bukan sebuah "Tamparan" tapi kito anggap adolah "Taguran" kapado kito nan di Rantau, Labiah elok kito cari jalan kaluanyo, supayo Ruh Islam dalam Keminangan itu iduik baliak, kito indak bisa manfonis iko elok-itu buruak, tapi labiah baiak mancari sabab dan baa solusinyo, dan harus sasuai jo karakter masyarakat nan ado di daerah dikatiko kini, sabok Barek mato mamandang, labiah barek bahu mamikua, Sekian dulu dari Ambo, Wassalam.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
Manolah Rang Dapua.Baa pulo kok diskusi awal soal surek terbuka pak MN ko alah masuak pulo ka twitter dandibahas pulo oleh pemilik akun anonim terkenal "triomacan2000"
Wassalaamu'alaikumDutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
------------------------------------------------------------
dilepaskan dari upaya James T Riady, sebagai bahagian dari upaya kristenisasi,
seperti yang dilakukannya di mana-mana."Bagi ambo kalimat itu sangat tidak patut dan mengherankan dituliskan dengan gamblang oleh seorang Doktor Soliologi, Budayawan dan Tokoh sekaliber Doktor Mochtar Naim. Ambo tidak tahu, pikiran apa yang sedang bergelora dikepala Pak MN saat dia menulis surat ini. Sungguh ini bukan sebuah tulisan yang elok.
Ambo mengenal Pak MN sejak beliau menjadi Ketua DPW Partai Ummat Islam pada tahun 1998 - hingga 2000 lalu,. Bahkan saat beliau menjadi anggota MPR-RI dan Anggota DPD ambo kenal beliau bahkan dengan anak anak serta mendiang isterinya. Dan alangkah terkejutnya ambo ketika tulisan ini diupload.
Pak Mochtar nan ambo hormati, apakah Pak MN punyo bukti kalau James itu tengah melakukan upaya kristenisasi dimana-mana ? kalau ada, sampaikan buktinya di palanta ko, kalau tidak Demi Allah (meminjam kalimat Pak MN sendiri) minta maaflah. Tidak baik seorang seusia Bapak menuduh seperti itu.
Pak Mochtar dan dunsanak sapalanta nan ambo hormati.
Sepertti yang ambo tuliskan dari awal, haruslah kita memisahkan antara persoalan yang satu dengan yang lainnya. Sebagai akademisi kawakan, Pak Mochtar tentu lebih faham dari kami nan mudo mudo iko. Persoalan investasi group Lippo adalah ranah ekonomi dan pembangunan. Seperti yang dituliskan oleh media di Padang, nilai total investasi yang dicukurkan Lippo Group mencapai Rp. 1,3 Trilyun. Kama pitih ka dicari tu Pak. ??? dan setidaknya akan menyerap 4000 an tenaga kerja seperti Dokter, Perawat, Profesional bidang bidang perhotelan serta banyak lainnya. Tidak hanya itu, bisa Pak MN bayangkan, content local yang akan mereka manfaatkan dalam pembangunan itu juga luar
biasa besarnya. Semen akan laku, batu, pasir serta lainnya. Bisa Pak MN dan dunsanak bayangkan kalau tiba tiba James dan Lipponya ngambek, lalu mereka membatalkan investasi itu, mau dibawa kemana harapan anak anak kita yang sudah bermimpi akan bekerja itu. Saya kira kita akan bersalah karena memupus harapan orang.
Terpenting adalah, ini akan mampu menjadi stimulus bagi investor lainnya untuk masuk dan menanamkan modal di Padang serta
Sumatrera Barat khususnya. Karena pasca Gempa Bumi 2005, 2007 dan 2009 lalu, pertumbuhan ekonomi kota Padang nyaris tidak bergerak significant. Lalu kita kaitkan dengan isu isu SARA, sepertinya tidak pada tempatnya jika kita kemudian menjadikan pembangunan Sekolah Pelita Harapan, RS Siloam, sebagai alat untuk mengkristenkan orang Minang (Sumbar) naif sekali tuduhan ini. Coba Pak MN cek ke RS SIloam, apakah ada pasien muslim yang dirawat di RS itu lalu kemudian mengganti akidahnya seusai dirawat ? bahkan kalau tidak salah, salah satu putra Pak MN Uda Emil Naim pernah pula dirawat di RS Siloam Gleneangles dulu, Puteri bapak Meuthia juga lahir di Mount Elizabeth Hospital
Singapura tetap muslim sampai saat ini bahkan berhijab. Tidak ada yang salah dengan RS itu. Tidak ada. Ini investasi bukan pekerjaan sesat.
Lalu Pak Mochtar dan dunsanak semua, soal sinyalemen Bapak tentang Uda Irman Gusman menerima bantuan dana terkait rencana beliau untuk menjadi Calon Presiden, saya kira ini adalah sinyalemen yang lebay dan tidak mendasar. Saya kenal Irman, lebih dekat dari Bapak mengenalnya, meski Bapak pernah bersama-sama dengan beliau di DPD, Irman itu anak orang kaya, dia sudah punya uang berlebih, menjadi Calon Presiden yang
dilakukannya saat ini adalah untuk berbuat pada negerinya. Saya juga tidak yakin Irman terpilih, jujur saja, seperti yang pernah dia sampaikan kepada saya, meski 100 persen pemilih Sumbar memilih Irman sebagai Presiden tidak jaminan dia akan menang di Pilpres. Saya pribadi melihat langkah Uda Irman adalah langkah untuk menunjukkan dan mengajak anak anak muda lainnya untuk maju ke depan, agar tercipta regenerasi di NKRI ini.
Pak Mochtar dan dunsanak semuanya yang saya hormati. Marilah kita cerdas menyikapi masalah, jangan mudah diprovokasi, terpancing emosi
yang justru akan merugikan kita sendiri. Soal data Pak Mochtar tentang turunya angka penganut Islam di Sumbar, tidak sepenuhnya bisa dipercaya disebabkan oleh adanya kritenisasi, bisa jadi jumlah kelahiran orang beragama nasrani itu tinggi atau perpindahan penduduk. Pak Mochtar tentu tahu bahwa kesulitan ekonomi di kampung menyebabkan banyak diantara sanak saudara kita bermigrasi ke daerah lain mencari penghidupan.
Pak Mochtar saya adalah seorang ilmuan hebat, menjalani kehidupan di banyak negara di belahan dunia ini, Bapak kuliah di Jogja, melanjutkan study
S2 Montreal - Kanada, lalu berpindah ke New York, Singapura, lama di Makasar, lalu pernah pula ke Inggris, dan Amerika tentu sudah banyak pengalaman Bapak, karena sebagian besar hidup Bapak dilalui di luar negeri. Banyak ilmu dan pengalaman yang Pak MN dapatkan. Berbagilah dengan kami yang muda muda ini. Berikanlah kearifan, bukan memprovokasi. Kami orang kampung Pak Mochtar hanya dua negeri yang kami jajaki, Ranah Minang dan Betawi ini. beda jauh dengan Bapak yang sudah melanglang buana.
Demikianlah email ini saya tuliskan semoga perdebatan kita soal Lippo ini
berakhir, berilah kesempatan pada orang untuk berinvestasi, lelah kita rasanya mendengar kalimat "SUSAH INVEST DI PADANG, KARENA BANYAK PERSOALAN" dulu ada kalimat, di Padang kalau bahas tanah susahnya minta ampun, sekarang sudah tidak begitu terdengar lagi, jadi jangan muncul pula nanti kalimat "ORANG NON MUSLIM DILARANG INVEST DI SUMBAR" tidak baik kalimat itu. tidak elok, Kita orang Minang terbuka dan wellcome. Akidah kita pertahankan, mari pagari, lindungi anak kemenakan kita, bimbing mereka tetap di jalan Allah SWT dan Rasurullah Muhammad SAW. Saya Muslim seorang Ayah dan Mamak dari banyak ponakan, Allhamdulilah meski beberapa kali dirawat di RS Kristen tidak berubah akidah saya, tidak berganti kiblat saya. Hendaknya begitu juga dengan kita semua.
Hanya itu, sekian dan banyak MaafSemua kesempurnaan adalah Milik Sang Khalik dan kepadanya saya minta Ampunan Billahitaufik Walhidayah Wassalamualaikum
Warrahmatullahi Wabarrakaatuh
Boby Lukman37 Thn - JakartaAsal Korong Lansano Nagari Sikucue Selatan Kampuang Dalam - Padang Pariaman
Alaikum salam warahmatullahi wabrakatuhu,
Ambo basuo jo Angku Sidi Boby Lukman wakatu baliau mangunjuangi ambo, jauah-jauah bahonda dari Daerah Solok Selatan sampai ka pondok amak di kampuang di Ampek Angkek, Agam Tuo. Ambo batarimo kasih ateh kunjuangan itu. Namun ambo lah arif baliau banyak bajalan hilia mudiak dari Jakarta ka tiok banyak nagari-nagari di Kampuang Halaman sabagai tugeh profesi baliau. Pandangan Angku Sidi Boby Lukman dalam hal iko marupokan pantulan dari observasi masyarakat yang bernilai hasil Field Study nan sangat berharga. Tarimo kasih.
Salam,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif
Di Tapi Riak nan Badabua
Santa Cruz, Callifornia Wed 9:30PM PDT
--

| Fauzi Bahar Tanggapi Surat Terbuka Mochtar Naim |
|
|
|
| Jumat, 31 May 2013 02:07 |
|
PADANG, HALUAN — Surat terbuka sebagai bentuk protes atas pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Kota Padang, yang dilayangkan mantan anggota DPD RI Mochtar Naim kepada Ketua DPD RI Irman Gusman pada tanggal 25 Mei 2013 lalu, dinilai oleh Walikota Padang Fauzi Bahar sebagai usaha untuk menjatuhkan Irman Gusman menuju orang nomor satu di Indonesia. Fauzi menganggap surat itu sebagai bentuk penggunjingan dan fitnah, baik kepada Irman Gusman maupun kepada Lippo Group. “Dalam surat yang dilayangkan oleh Bapak Mochtar Naim itu, tertera bahwa Pak Irman Gusman yang membawa Lippo Group ke Padang. Padahal tidak, saya lah yang membawanya. Dengan demikian, surat itu seharusnya diberikan kepada
saya, dan tidak kepada Irman Gusman. Lagi pula Bapak Mochtar itu siapa?
Komposisi dan bukti yang mengatakan Lippo Group dan James Riady sebagai
pembawa misionaris itu apa? Dan kontribusi Mochtar Naim kepada Sumbar
selama ini apa?” ujarnya. .............. ... dst baco sumber di Haluan: |
Dari Haluan Hari Jumat ko kito baco pulo:
Fauzi Bahar Tanggapi Surat Terbuka Mochtar Naim ![]()
![]()
![]()
Jumat, 31 May 2013 02:07 SOAL PENOLAKAN RS SILOAM
PADANG, HALUAN — Surat terbuka sebagai bentuk protes atas pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Kota Padang, yang dilayangkan mantan anggota DPD RI Mochtar Naim kepada Ketua DPD RI Irman Gusman pada tanggal 25 Mei 2013 lalu, dinilai oleh Walikota Padang Fauzi Bahar sebagai usaha untuk menjatuhkan Irman Gusman menuju orang nomor satu di Indonesia.Fauzi menganggap surat itu sebagai bentuk penggunjingan dan fitnah, baik kepada Irman Gusman maupun kepada Lippo Group. “Dalam surat yang dilayangkan oleh Bapak Mochtar Naim itu, tertera bahwa Pak Irman Gusman yang membawa Lippo Group ke Padang. Padahal tidak, saya lah yang membawanya.Dengan demikian, surat itu seharusnya diberikan kepada saya, dan tidak kepada Irman Gusman. Lagi pula Bapak Mochtar itu siapa? Komposisi dan bukti yang mengatakan Lippo Group dan James Riady sebagai pembawa misionaris itu apa? Dan kontribusi Mochtar Naim kepada Sumbar selama ini apa?” ujarnya. ................. dst baco sumber di Haluan:
David Rockefeller spoke the truth at the 1991 Bilderberg meeting in Baden, Germany: "We are grateful to the Washington Post, The New York Times, Time Magazine and other great publications whose directors have attended our meetings and respected their promises of discretion for almost forty years. It would have been impossible for us to develop our plan for the world if we had been subjected to the lights of publicity during those years. But, the world is now more sophisticated and prepared to march towards a world government. The supranational sovereignty of an intellectual elite and world bankers is surely preferable to the national auto-determination practiced in past centuries."


ciek lai mak...
nan manjadi tando tanyo dek ambo kini ko...
ba a ko indak sdr irman nan bakomentar...???
kok dek harus pak wali nan ba argumen...??
atau jan jan ado udang di baliak bakwan lo jo pak wali.??
dima sajo tampeknyo ayam nan batalua ayam itu lah nan bakotek....
wasalam
eko
rang kampai minang
koto nan gadang payokumbuah
sadang bakureh malam di bintan
si cerek di tapi banda kok rabah tolong tagakkan
Re : Surat terbuka Prof. Muchtar Naim
Assalamualaikum ww
Ado duo propinsi di Republik awakko nan samo samo punyo budaya nan kuek . budaya asli nan indak lapuak dek hujan , indak lakang dek paneh, digiriak indak layua , dipijak indak mati Yaitu Sumatra Barat (Minangkabau) dengan falsafah Adat Bersandi Sarak - Sarak Bersandi Kitabullah - Syarak mangato , Adat mamakai - Alam takambang manjadi guru. Diluar daerah , orang Minang amat dikenal sebagai urang awak nan agamo Islamnyo tageh sebagai penganut Islam yang taat. Propinsi lain yang budaya dan agamonyo dikenal pulo diseantero nagari sebagai budaya nan kuek adalah propinsi Bali , didaerah tu agamo jo budaya menjadi satu kesatuan, karena budaya bali menyatu jo agama Hindu yang dianut masyarakat Bali. Mereka , masyarakat Bali agak berbeda jo kito dalam menyikapi pihak lua, karano mereka indak takuik kalau budaya dan agamonya disusupi anasir luar atau penganutnya ditarik menjadi penganut agama lain. Orang Bali yakin kalau Budaya dan Agamo Hindu yang dianutnyo itu alah mendarah mandagiang di masyarakat, jadi indah mudah dirayu untuk pindah agamo ka agamo lain. Sikap sarupo itu menjadi warna bagi kebjiakan Pemerintah Daerah dalam mahadoi pihak lua nan akan investasi di Bali. Investor indak ado nan ditulak, hampia sadonyo ditarimo. Tapi diagiah syarat syarat nan manjadi benteng bagi budaya dan agamo masyarakat Bali. Grup Lippo masuk ka Bali dan ditarimo untuk diambiak manfaatnya bagi daerah , tanpa khawatir penganut agamo Hindu dielo manjadi panganut Kristen. Sajak lamo dikenal baso urang Bali amat sulit pindah agamo. Ambo yakin , urang awakpun indak mudah pindah agamo dari Islam ka agamo lain. Urang Bali pindah agamo hanyo karano nikah jo urang nan indak baragamo Hindu, dan itu jumlahnya indak signifikan , amat sedikit. Di Bali sajak lamo diterapkan bagi investor yang akan membangun gedung/hotel/mall tidak boleh lebih tinggi dari pohon kelapa (atau maksimum 4 lantai). Dasar falsafahnya iyo indak jaleh dek ambo do , tapi itu dipatuhi oleh investor. Di setiap Bangunan , dipekarangan atau diruangan dibuat pure (temple) untuk tempat pegawai melaksanakan ibadah. Exterior, juga interior bernuansa Bali , menggunakan ornament dan hiasan Bali. Taman juga harus dibuat khas taman Bali. Selain tanaman hias dan bunga , harus ada patung , ada air mengalir dan untuk taman yang agak besar disyaratkan ada “Lotus pond”. Ada unsur falsafah agama Hindu dalam pembuatan taman itu. Dengan demikian suasana keseluruhan tetap terjaga sesuai budaya dan agama Hindu yang menyatu dengan budaya Bali. Daerah kito Sumatra Barat secara ekonomi indak jauh beda jo Poropinsi Bali. Dari perbandingan data berikut, bisa dicaliak kalabihan dan kakurangan masing masing daerah , sahinggo kito bisa pulo ma-ukua dan mambuek kebijakan nan labiah sasuai jo kepentingan masyarakat , tanpa khawatir dielo dan ditarik paham budaya dan ugamo masyarakat kito dari Adat Bersandi Syarak- Syarak Bersandi Kitabullah (ABS-ABK) ke agamo lain. Data dibawahko dari Laporan Bapennas.
Jumlah Penduduk : Sumbar 4.248 rb ---------- Bali : 3.890 rb (Per 2012)
Pengangguran terbuka : Sumbar 147 rb ---------- Bali : 49 rb (per 2012)
Pertumbuhan ekonomi : Sumbar 6,35 % --------- Bali : 6,65 % (2012)
Investasi PMDN : Sumbar Rp.1.026 M ----- Bali : Rp.3.131 M (Tahun 2011)
Investasi PMA : Sumbar US$.239 jt -------- Bali : US$. 482 jt (Tahun 2011)
Dari data diateh , bisa diliek kalau investasi di Bali jauh labiah gadang dari investasi di Sumbar, itu akan berarti pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun tahun mendatang akan lebih tinggi daripado pertumbuhan ekonomi Sumbar. Artinya pertumbuhan kita akan semakin ketinggalan dibandingkan Bali. Pertanyaannyo , kito butuh investasi untuk mengembangkan daerah kito, untuk mengurangi pengangguran nan masih tinggi, alah ado pihak investor nan akan masuak , ikuik mambangun nagari , ikuik mampalanca roda ekonomi, apo iyo harus ditolak dek karano kito khawatir masyarakat kito bisa baraliah agamo dek karanonyo.??? .
Maaf kalau ado kato nan salah nan indak pado tampeknyo,
Wassalam ,
Dunil Zaid , Jakarta.
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan topik di grup "RantauNet" Google Groups.
Untuk berhenti berlangganan topik ini, kunjungi https://groups.google.com/d/topic/rantaunet/U5S5G0n-q9Y/unsubscribe?hl=id. Untuk berhenti berlangganan dari grup ini dan semua topiknya, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Wasiat salafush shålih untuk meninggalkan debat kusir
1. Nabi Muhammad shållallåhu ‘alayhi wa sallam
“Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.”
(HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167. Dihasankan oleh al-Albani dalam as-Shahihah [273] as-Syamilah)
2. Nabi Sulaiman ‘alaihissalam
Nabi Sulaiman ‘alaihissalam berkata kepada putranya:
“Tinggalkanlah mira’ (jidal, mendebat karena ragu-ragu dan menentang) itu, karena manfaatnya sedikit. Dan ia membangkitkan permusuhan di antara orang-orang yang bersaudara.”
[Ad-Darimi: 309, al Baihaqi, Syu’abul Iman: 1897]
--

2013/5/31 <rn.ami...@gmail.com>
From: Ambiar Lani <rang...@yahoo.com>Sender: rant...@googlegroups.comDate: Fri, 31 May 2013 20:25:43 +0800 (SGT)Cc: Sutan Sinaro<stsi...@yahoo.com>; mocht...@yahoo.com<mocht...@yahoo.com>; saaf...@yahoo.com<saaf...@yahoo.com>; sian...@yahoo.com<sian...@yahoo.com>; stlemba...@yahoo.com<stlemba...@yahoo.com>; gebumin...@gmail.com<gebumin...@gmail.com>; ambiar lani<rang...@yahoo.com>; farhan muin<farha...@ymail.com>
Subject: Re: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Re: Surat terbuka Prof Muchtar Naim.
Assalamu'alaikum wr wb. "Fauzi Bahar bahkan bersedia pasang badan. Jika di belakang hari RS Siloam bersama Lippo Group melancarkan misi misionaris dan kristenisasi di Kota Padang, dia sendiri yang akan turun ke lapangan untuk menyegel dan menutup RS Siloam tersebut." (copas)Jika benar seperti tersebut di atas pernyataan yang disampaikan oleh Fauzi Bahar Walikota Padang kepada , http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=23812:fauzi-bahar-tanggapi-surat-terbuka-mochtar-naim&catid=1:haluan-padang&Itemid=70, maka menurut hemat kami pernyataan yang demikian terlalu berlebihan, sebab masa jabatan Fauzi Bahar sendiri sebagai Walikota Padang akan selesai pada tahun 2014 yang akan datang. Selanjutnya sesudah jabatan Walikota Padang yang beliau emban seperti sekarang berakhir, jabatan kenegaraan apakah yang akan diemban oleh beliau....(?). Wallahu'alam bissawab, tidak ada yang dapat mengetahui. Seandainya Bung Fauzi Bahar, tidak lagi memiliki jabatan apa-apa lagi di pemerintahan, kemudian JTR dengan RS Siloamnya melakukan misi misionaris dan kristenisasi baik secara terbuka atau terselubung di kemudian hari, lantas pertanyaannya adalah; "Sebagai apa Bung Fauzi Bahar, (yang sekarang adalah Walikota Padang), pada waktunya nanti itu, turun sendiri ke lapangan untuk menyegel dan menutup RS Siloam tersebut....??? Sebagai Fauzi Bahar pribadi....???Oleh sebab itu menurut hemat kami janganlah terlalu emosional menanggapi pendapat dan pemikiran yang berbeda atau tidak sama dengan alur pemikiran kita sendiri. Letjen Marinir Ali Sadikin pernah berkata; "Lawan berdebat adalah teman berpikir" Terima kasih, Billahitaufiq walhidayah.Wassalam,Ambiar Lani61/L/Jakarta-Bekasi31/05/2013
From: Dr. Saafroedin Bahar <saafroed...@rantaunet.org>
To: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Cc: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>; Sutan Sinaro <stsi...@yahoo.com>
Sent: Friday, May 31, 2013 3:04 AM
Subject: Re: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Re: Surat terbuka Prof Muchtar Naim.
Astaghfirullah. Batambah maruyak masalah iko. Ma suaro pak Gubernur awaktu ? Alah lupo jo pasan urang tuo-tuo kito, ingek sabalun kanai ?Wassalam,SB.
Sent from my iPadOn May 30, 2013, at 12:28 PM, Sjamsir Sjarif <sjamsi...@gmail.com> wrote:
Dari Haluan Hari Jumat ko kito baco pulo:
Fauzi Bahar Tanggapi Surat Terbuka Mochtar Naim ![]()
![]()
![]()
Jumat, 31 May 2013 02:07 SOAL PENOLAKAN RS SILOAM
PADANG, HALUAN — Surat terbuka sebagai bentuk protes atas pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Kota Padang, yang dilayangkan mantan anggota DPD RI Mochtar Naim kepada Ketua DPD RI Irman Gusman pada tanggal 25 Mei 2013 lalu, dinilai oleh Walikota Padang Fauzi Bahar sebagai usaha untuk menjatuhkan Irman Gusman menuju orang nomor satu di Indonesia.Fauzi menganggap surat itu sebagai bentuk penggunjingan dan fitnah, baik kepada Irman Gusman maupun kepada Lippo Group. “Dalam surat yang dilayangkan oleh Bapak Mochtar Naim itu, tertera bahwa Pak Irman Gusman yang membawa Lippo Group ke Padang. Padahal tidak, saya lah yang membawanya.Dengan demikian, surat itu seharusnya diberikan kepada saya, dan tidak kepada Irman Gusman. Lagi pula Bapak Mochtar itu siapa? Komposisi dan bukti yang mengatakan Lippo Group dan James Riady sebagai pembawa misionaris itu apa? Dan kontribusi Mochtar Naim kepada Sumbar selama ini apa?” ujarnya. ................. dst baco sumber di Haluan:
Membangun negeri dimulai dengan membangun daerah. Daerah itu adalah Propinsi dan sub wilayah seperti Kota , Kabupaten , kecamatan dan seterusnya. Komandan pembangunan adalah Kepala Daerah. Kepala Daerah yang untuk tingkat propinsi disebut sebagai Gubernur bersama dengan aparatnya disebut sebagai Pemerintah Daerah Tk I. Diantara aparat Propinsi terdapat suatu Badan yang bertugas membuat Perencanaan Pembangunan Daerah yang disebut sebagai Badan Perencanaan Pembangunan Gaerah (Bappeda)Tk I . Bappeda Tk I ini lah yang membuat perencanaan bagi daerah , baik untuk jangka pendek , jangka menengah dan jangka panjang. Pada tingkat II juga terdapat Badan Perencanaan serupa. Visi Kepala Daerah , yang sebelum terpilih menjadi Gubernur /Walikota /Bupati biasanya sudah di pasarkan kepada Masyarakat dan sudah diketahui oleh masyarakat akan menjadi dasar bagi Bappeda dalam menyusun Pembangunan daerah. Didalam konsep konsep pembangunan yang dirancang oleh Bappeda itu selalu ada target pertumbuhan ekonomi regional daerah dan pertumbuhan ekonom itu merupakan resultante dari semua kegiatan yang dilaksanakan di daerah itu. Mulai dari pembangunan prasarana fisik , seperti jalan , jembatan , pelabuhan , jaringan konunikasi , listrik dan sebagainya sampai kegiatan yang berkaitan dengan berbagai sector ekonomi , seperti produksi barang dan jasa , perdagangan , transportasi , komunikasi dan sebagainya serta kegiatan non ekonomi terkait dengan pendidikan , kebudayaan , kesejahteraan dan sebagainya. Semua kegiatan itu , terutama yang bisa dinilai dengan uang tercermin dalam Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). Dari tahun ketahun PDRB itu dirancang supaya terus meningkat. Peningkatan produksi barang dan jasa , peningkatan perdagangan , termasuk eksport dan import , serta peningkatan kegiatan transpostasi dan komunikasi akan meningkatkan pertumbuhan dalam PDRB . Peningkatan PDRB ini pada suatu tahun dibandingkan dengan posisinya pada tahun sebelumnya disebut sebagai pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Sumbar pada tahun 2012 adalah 6,3 % artinya PDRB Sumbar pada tahun 2012 itu lebih tinggi 6,3 % dibandingkan dengan PDRB Sumbar tahun 2011.Apabila tidak ada investasi baru , maka pertumbuhan ekonomi itu hanya sebagai hasil dari peningkatan ekonomi berdasarkan prasarana dan sarana yang sudah ada. Dan bahkan pada banyak situasi sering malah tidak meningkat yang disebut sebagai pertumbuhan negatif. Sebabnya adalah karena prasarana dan sarana produksi yang semakin tua sehingga kapasitasnya semakin menurun. Kalau ekonomi tidak tumbuh , maka daerah itu tidak bisa terhindar dari proses pemiskinan. Ekonomi tidak tumbuh sedangkan penduduk tetap bertambah maka PDRB perkapita akan menurun (semakin kecil) maka proses pemiskinan masyarakan akan mulai terjadi Kalau penduduk tetap bertambah , terutama mereka yang memasuki angkatan kerja , maka pengangguran akan meningkat dan akibat pengangguran yang meningkat itu biasanya keamanan dan ketertiban masyarakat juga ikut terpengaruh. Jadi Kepala Daerah wajib hukumnya untuk senantiasa berusaha agar ekonomi daerah terus tumbuh. Hanya pertumbuhan ekonomi yang dapat menyerap dan mengurangi pengangguran Kalau pada suatu periode tertentu ada stagnasi atau ekonomi tidak tumbuh ,maka keadaan itu tidak boleh berlangsung lama. Bagaimana agar ekonomi tetap tumbuh. ? Jawab yang umum hanya satu , perlu investasi baru. Tanpa investasi , ekonomi akan sulit tumbuh dan idem ditto dengan kesejahteraan masyarakat. Tanpa investasi baru , pengangguran tidak bisa diatasi dan lazimnya dari tahun ketahun jumlah pengangguran itu akan semakin meningkat. Pada tahun 2012 angka pengangguran terbuka di SUMBAR 146.974 (data Bappenas) atau 6,25 % dari angkatan kerja. Jumlah ini cukup besar . Propinsi Bali , angka Penganggurannya hanya 48.592 atau 2,12 % dari angkatan kerja.
Akhir akhir ini kencang sekali suara yang ingin menolak rencana investasi suatu grup tertentu karena berbagai alasan dan kekhawatiran. Menolak investasi masuk ke suatu daerah yang tingkat penganggurannya amat tinggi hampir sama artinya dengan menyuruh masyarakat bersiap siap setahap demi setahap memasuki proses pemiskinan, karena pertumbuhan ekonomi akan semakin rendah dan pada saatnya ekonomi berhenti tumbuh dan malahan tumbuh negatif. Artinya ‘kue’ kita semakin kecil dan harus dibagi dengan anggota keluarga yang makin banyak, maka masing masing akan mendapat bagian yang lebih kecil.
Sebaliknya daerah lain bersaing secara ketat menarik investor ke daerahnya, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, karena pertumbuhan ekonomi bermakna (secara umum ) peningkatan kesejateraan bagi masyarakat daerah itu. Mereka berebutan untuk mendapatkan investor dengan segala tawaran kemudahan dan fasilitas. Daerah yang tidak berhasil memperoleh investasi baru semakin lama akan semakin tertinggal dari daerah lain dan akan semakin terbelakang . Daerah terbelakang selalu akan diikuti oleh kondisi , kemiskinan , gizi buruk , pengangguran yang semakin tinggi ketertinggalan dalam pendidikan dsb nya.
Saya menyampaikan nya sekedar sebagai renungan. Karena pilihan atas kebijakan tidak boleh hanya dari suatu segi tertentu saja, harus pula mempertimbangkan kepentingan masyarakat yang lebih luas.
Wssalam
Dunil Zaid , Jakarta.
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan topik di grup "RantauNet" Google Groups.
Untuk berhenti berlangganan topik ini, kunjungi https://groups.google.com/d/topic/rantaunet/U5S5G0n-q9Y/unsubscribe?hl=id. Untuk berhenti berlangganan dari grup ini dan semua topiknya, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Sent from my BlackBerry 10 smartphone.

Dari: sjamsir_sjarif <hamb...@yahoo.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Dikirim: Sabtu, 1 Juni 2013 13:15
Judul: Re: [R@ntau-Net] Dari Ambo untuak Palanta RN
Alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhuMaa Angku Boby Lukman Piliang, Walaupun ado tamukasuik iko adolah postiang terakhir Angku Boby Lukman namun syukurlah dalam kalimat partamu ado tasalek ciek kato ketek tapi gadang aratinyo, "mungkin". Memang MakNgah harapkan jan lah postiang nan tadi tu sabagai postiang terakhir. Jan sampai takuruang di lua bana.Samantaro suasana angin agak taraso kurang elok indak baa doh rasonyo kok duduak di suduik mandanga Ota Lapau. Atau kok paralu bajalan kuliliang indak baa pulo doh mancaliak-caliak tobek di bulakang Lapau atau kok ka mambari makan ikan tobek bagai. Tapi jan jauah-jauah ditinggakan Lapau karano sabagai urang nan lah lamo di Lapau ko akan lonely awak rasonyo indak maengong-engong mandanga urang bakucikak di Lapau. Masalah mambari isyarat ka sasaurang [nan kadang-kadang diinterpretasikan sabagai mangaritik atau labiah kareh dianggap manggurui sasaurang] rasonyo masalah beda umua indak ka marupokan isu tabu nan gadang bana doh. Dalam iduik ko kito samo-samo baraja dan kok dapek jo urang nan dakek samo-samo maingekkan. Alam Takambang jadikan Guru. Pokoknyo khusus dalam soal ko Pak MN iyo urang tuo kito, sesepuh nan lah baumua, dengan sagalo macam pengetahuan nan baliau raiah, dan baliau adolah Saurang Guru yang dihormati para murid beliau. Takana di MakNgah Pidato Guru MakNgah, Bapak Djaka Datuk Sati, alm., dalam upacara Malam "Tammat Belajar" kami [kini disabuik urang "Wisuda"] dari SGA-Negeri Payakumbuh 1955. Sesudah menarik nafas panjang dalam pidato beliau, kata emas untuk kami, pati kato nan bagi MakNgah bapaciak arek, kok siang dipatungkek malam dilatak di kalang ulu sampai kini. "Sebetulnya...," kata beliau, "seorang Guru itu tidaklah pernah tammat pelajarannya." Untuak variasi pangalaman Saurang Gaek baraja dari Saurang Mudo adolah carito nan mungkin lah acok didanga tantang "Kusia Bendi" jo "Grand Old Man Inyiak Hadji Agus Salim". Wakatu Inyiak Hadji Agus Salim sadang lamak-lamak duduak di Bendi sambia maota jo Kusia Bendi, tibo-tibo ... Kudo Takantuik...! Inyiak Agus Salim: "Masuak Angin kudo mah yo Kusia!"Kusia: "Indak Nyiak, Buang Angin!" ... :)Salam,-- MakNgahSjamsir SjarifDi Tapi Riak nan Badabua--- In Rant...@yahoogroups.com, Sidi Boby Lukman <belalang178@...> wrote: >> Yg terhormat Dunsanak kasado alah e...> > Maaf ambo sato juo baliak, tapi mungkin iko nan terakhir, sebab bagi ambo perdebatan iko ndak produktif lai. Sebab diantaro awak nan babeda pandapek, batahan di masiang masiang posisi. Itu bagus, aratinyo awak SEPAKAT UNTUK TIDAK SEPAKAT. Sah. itulah demokrasi minang. Namun ado suatu hal yang alun ambo sampaikan, yaitu soal Pak MN dan Irman, Pak MN iko adalah orang tuo, umuanyo alah sepuh, samantaro Uda Irman itu masih 50-an saumua jo anak dan minantu Pak MN sendiri. malah Antaro Uda Irman dan Uda Indra Jaya Januar itu pernah babisnis basamo. Labiah dari itu, Pak MN ko pernah pulo basamo samo jo Irman di MPR dan DPD. > > Bagi ambo nan cukuik disasai adalah, kenapa Pak MN mambuek surek terbuka iko, itu kan samo jo artinyo mampamalukan Irman ditangah balai rami. Sebagai orang tuo Pak MN bisa mamanggia Irman, atau bahkan mendatanginyo, tokh kalau Pak MN datang ka DPD itu beliau indak ka dipareso Satpam bagai do mah, sebab 10 tahun di Gedung Senayan, tantu lah hafal Satpam jo wajah orang tuo awak ko. Tapi kok hal itu tidak dilakukan Pak MN ?, beliau lebih memilih membuka ke ranah publik suatu hal yang (bagi ambo) belum sepatutnya disampaikan ka muko umum saat belum menjadi konsumsi umum. antah kok manuruik Pak MN babeda. > > Namun apo yang dilakukan Pak MN ?, manuruik ambo adalah memberi pukulan pada Irman ditangah orang rami. bagi ambo ndak arif hal itu dilakukan. Pak MN ko memang luruih, tapi tantu ndak etis pulo caro mode itu dilakukan thdp Irman. Ambo bicara dengan Irman itu lamo di ruangan beliau, ambo danga kalimat beliau soal Lippo ko, soal kehadiran di acara Ground Breaking itu. > > Orang Minangkabau adalah orang yang besar dari berdialektika, berdebat dan berseteru kalimat. Minangkabau terkenal sebagai gudangya intelektual dan juru runding andal. Hatta dan Syahril pernah berdebat, Natsir dan Aidit juga melukan itu. Namun keduanya tidak saling mempermalukan. Elegan cari yang mereka pakai, YANG TUA MENGHARGAI YANG MUDA, YANG MUDA MENGHORMATI YANG TUA, itu prinsip, kalau saling hormati dan menghargai itu yang tidak, ada itu artinyo alah NDAK BAPAMATANG SAWAH LAI. samo je kasado alah e... Kami nan mudo mudo ko kok salah, jan lah disorak an ditangah pasa rami, namun panggia, pilin pusek e sampai ta angkek tapak kaki e tu, labiah bisa kami tarimo daripado disorak i ditangah pasa, ilang lo parasan kami, ketek pulo jadinyo nan tuo tuo itu dek kami. Dewasalah bersikap. kalau istilah awak awak mudo kini, KOK KITA SEPERTI ORANG YANG KURANG PIKNIK YA...??? he he he> > Ambo minta maaf ka Pak MN babeda pandapek bagi ambo biaso, pun ka palanta ko ambo juo minta maaf, ambo kiro ikuiknyo ambo bakomentan di RN sudah membuka ruang dialog dan memberi wacana lain, semoga. > > Kapado Pak Syaaf Bahar, Mak Ajo Buyuang (ZB), Mak Uncu Dutamardin, Pak Sutan Sinaro, Uda Ibnu Kamang, Mak Ngah Syamsir Syarief, Uda Miko, Sutan Nofend, Sanak Reza dan kadaso alah e. ambo pamit kambali duduak di suduik lapau, bialah kami mandanga je, sato galak kalao ado nan lawak, atau taibo kalau ado ado nan sadang manangih. > > Salam hormat dari Ambo salam takzim untuak para orang tuo.> Billahitaufik wallhidayah> Wassalamualaikum Warrahmatullahiwabarakaatuh> > Boby Lukman Piliang> 37 Tahun / Jakarta > Asal Sikucue Selatan Kp Dalam> Pd. Pariaman. -- .* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. ===========================================================UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:- DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner.- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.===========================================================Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ ---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
-- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan topik di grup "RantauNet" Google Groups. Untuk berhenti berlangganan topik ini, kunjungi https://groups.google.com/d/topic/rantaunet/U5S5G0n-q9Y/unsubscribe?hl=id. Untuk berhenti berlangganan dari grup ini dan semua topiknya, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.