OOT : manjalang manjajak ranah bundo : sebuah Puisi
Salam
andiko
Tahukah kau, Waktu telah teronggok berdebu.
andiko sutan mancayo
Tahukah kau
waktu telah teronggok berdebu,
petromak tua itu tinggal berlelah
lelah menyisir hari
segumpalan jaring laba-laba
merajut segala kenang-kenangan
akan masa kecil yang telah berangkat jauh
kemana ibuku ?
perjalanan seperti mengukur
bidak-bidak catur yg tak terkira
demikian banyak kota di sedikit waktu
hingga wajah yg melintas
tak lagi ku kenal...
maafkan ketika rindu telah menjadi racun
hingga segala cinta membusuk
sendiri.
Ingatkah kau ada banyak kata
tercecer di sepanjang persimpangan itu
bahkan untuk mencomotnyapun aku tak mampu
barangkali ia telah mendebu
hingga terbang menyapu
segala kelu.
Dimanakah kau ketika masa
menculikmu jauh
hingga lambaianpun tak akan pernah selesai
dan sulitnya aku mengeja
menikam jejak
sebab ruang telah menghampa.
Telah mengering aku pada titik
menunggu, pada malam-malam
penuh gelak tawa
pada secangkir teh telor, yang buihnya menjilati
bibir gelas.
Ohhhh....segenap sesal
seperti duri
para pelintas yang lengang
angin pantai telah melenakan
masihkah sejumput rendang pakis
beserta lokan yang berenang di kanal
pokok-pokok sawit
ketika bertahun ulayat gegap gemuruh
masihkah para perawan terpaku bisu
ketika ia teriakkan segala sakit
pada demonstrasi itu
dan pada akhirnya...
kemana ibuku, ditengah rumah gadang
melompong,
bahkan tak kulihat termos
air panasnya,
kemanakah ibuku...selain
ngengat kayu, pada tiang tua
rumah kaumku.
Jakarta, 13 Maret 2014