demokrasi a la Chinese capitalism

122 views
Skip to first unread message

Tatiana Lukman

unread,
Dec 17, 2021, 7:42:11 AM12/17/21
to 'Jonathan Goeij' via GELORA45

Di antara 15 orang yang dapat Franco-German Prize for Human rights, terdapat Chang Weiping, pengacara yang ditangkap sejak 22 Oktober 2020. Namun tidak semua orang/aktivis yang ditangkap/dihilangkan paksa oleh penguasa China mendapat penghargaan dari dunia Barat. Banyak yang namanya tidak dikenal di dunia luar Tiongkok

 

 

 

 

Chang Weiping is a Chinese human rights lawyer. He has been in detention once again since 22 October 2020. Chang has primarily worked to advocate LGBTI rights and fight discrimination against women and HIV‑positive people, which led to his losing his licence to practise. He was first detained in January 2020 in an operation known as the Xiamen crackdown. Following his release he publicly discussed the torture he had experienced, which led to a second arrest in October 2020. Despite having been formally arrested and charged in April 2021, he has not yet been granted direct access to lawyers.

Sent from Mail for Windows

 

Chan CT

unread,
Dec 17, 2021, 7:07:34 PM12/17/21
to Tatiana Lukman, GELORA45_In
Lalu, yang diangkat dan dipuja dunia barat adalah juga aktivis-aktivis penentang penguasa Tiongkok yang jadi pahlawan nenek yang satu itu,...! Hahahaa, ...
 
Setiap negara ada dan berlakukan HUKUM yang patut dan harus ditaati! Aparat keamanan PASTI akan menindak setiap orang dinegaranya yang berani melanggar HUKUM yang berlaku itu, ... Dan, tidak ada negara asing manapun yang berhak mencampuri HUKUM yang diberlakukan dinegara itu! Orang-orang yang ditangkap di Tiongkok, yang saya ikuti dan ketahui, BUKAN sekadar pejuang demokratis seperti diuar-uarkan dunia barat, tapi juga ada BANTUAN dan hubungan dengan asing! Bagi mereka yang tidak ada hubungan atau belum ditemukan bukti terjadi hubungan/bantuan asing, negara manapun juga, tentu TIDAK ditahan/ditangkap! Begitulah dengan Fang Fang, seorang ibu penulis buku “Harian Wuhan” yang juga sudah diterbitkan dalam berbagai bahasa diluarnegeri, negara-negara barat dengan fiktif memfitnah berbagai penanganan pemerintah Tiongkok mengatasi pandemi yang merebak di Wuhan itu...! Baru saja 12 Oktober kemarin ini ditangkap, setelah lebih setahun dibiarkan saja dia berteriak memfitnah pemerintah yang berkuasa! Itulah DEMOKRASI RAKYAT yang dijalankan di Tiongkok! Berani membiarkan siapa saja bersuara, mengeluarkan pendapat bahkan bernada menentang kebijakan pemerintah dan sementara pejabat tinggi, ... selama tidak terbukti ada hubungan, bantuan asing!
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/2118766092.81048.1639744929735%40yahoo.com.
82CBA3D4D8214704A5281D6FD423651C.png

Tatiana Lukman

unread,
Dec 18, 2021, 1:13:31 PM12/18/21
to Chan CT, GELORA45_In

Buat orang yang terus ngotot mau mencampurbaurkan, seolah-oleh  sosialisme dan kapitalisme yang secara hakiki bertolak belakang/berkontradiksi dapat “dikombinasi”.  “sosialisme a la China” hanyalah penipuan tak tahu malu dari  kaum penguasa revisionis-imperialis china.

 

Agen remo Chan sangat senang sekali mencatut sosialisme yang dibangun Mao. Meskipun selalu mengatakannya sebagai “perataan kemiskinan”, tapi kalua diperlukan, dia catut dan dimasukkan kedalam penilaian  tentang sejarah PKT dan Tiongkok sejak pembebasan sampai sekarang. Dengan sadar menghapus perbedaan mode of production/ sistim ekonomi yang berdominasi sekarang dengan yang dulu sebelum kudeta kaum revisionis 1976.

 

Kalau system ekonominya sudah berubah 180 derajat, sosialisme menjadi kapitalisme bahkan imperialisme, sudah tentu HUKUM juga berpihak kepada kaum kapitalis/revisionis yang berkuasa!! Pembelaan diri agen remo hanya PEPESAN KOSONG!!! SAMA SEPERTI REAKSI KAUM REAKSIONER INDONESIA YANG TERUS MENGHUJAT PKI, WALAUPUN BARU-BARU INI SUDAH DIDEKLASIFIKASI RIBUAN HALAMAN DOKUMEN AS!!!

 

 

Sent from Mail for Windows

 

82CBA3D4D8214704A5281D6FD423651C.png

Tatiana Lukman

unread,
Dec 18, 2021, 2:01:42 PM12/18/21
to Chan CT, GELORA45_In

Mengapa dihapuskan 4 kebebasan??? Adakah sekarang MILISIA RAKYAT, seperti dulu di zaman Mao, rakyat sipil bawa senjata?? DEMOKRASI RAKYAT DENGAN MENGONTROL RAKYATNYA SAMPAI,  KENTUTPUN BISA TERCIUM ???? Mengapa begitu takut kaum penguasa kepada rakyatnya sendiri sampai harus mengontrol begitu rupa???Sudah nonton belum video yang saya postingkan tentang kontrol sosial di China!!! Bayangin, wartawan yang tak bias beli tiket untuk perjalanan ke kota lain, karena dia sering menulis artikel yang mengkritik pemerintah… Itukah demokrasi rakyat???

 

Sent from Mail for Windows

 

From: Chan CT


Sent: Saturday, December 18, 2021 1:07 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In

82CBA3D4D8214704A5281D6FD423651C.png

Chan CT

unread,
Dec 19, 2021, 8:29:52 PM12/19/21
to Tatiana Lukman, GELORA45_In
DEMOKRASI yang diteriakkan dan dijalankan disetiap negara didunia ini akan dirasakan betul oleh rakyat dinegara bersangkutan! Jadi, sebetulnya yang berhak bicara bagaimana demokrasi adalah rakyat dinegara itu sendiri, ... Dan ingat, DEMOKRASI bisa saja beraneka ragam bentuk dengan lebih menitik beratkan pribadi perseorangan atau kepeentingan umum dan TIDAK ada negara atau siapapun didunia ini menepuk dada demokrasi yang dijalankan adalah demokrasi yang paling benar dan baik, yang berbeda adalah salah dan bukan demokrasi!
 
Yang paling menarik dan kurang mendapat perhatian banyak orang, adalah TRADISI BUDAYA Tionghoa seruan 天下為公 (= Dibawah Langit Ini Demi Kepentingan UMUM. Atau dengan bahasa umum yang digunakan PKT sekarang menjadi Mengabdi Rakyat!) yang sudah berlangsung ribuan tahun itu, ... Titik berat demokrasi dan kebebasan itu pada pribadi seseorang atau kepentingan umum, rakyat banyak! Menurut tradisi budaya Tionghoa bagaimanapun juga harus pentingkan dan utamakan kepentingan umum, kepentingan RAKYAT banyak. Tidak bisa dan tidak boleh kepentingan pribadi seseorang diatas kepentingan umum! Inilah PRINSIP DEMOKRASI yang dijalankan di Tiongkok. Yang kebalikan dari demokrasi barat, ... dimana lebih mementingkan dan utamakan kebebasan kepenetingan pribadi seseorang! Dan akhirnya menjadi anarkis semau-maunya sendiri yang lepas kontrol dan tidak tunduk pada HUKUM dan ketentuan Pemerintah!
 
Begitulah dunia barat mengutuk ketentuan ketat RRT “Menutup Wuhan” dan jalankan prokes ketat bagi seluruh warga di Wuhan ketika itu sebagai TINDAKAN mencabut kebebasan orang yang tidak demokratis dan tidak manusiawi! Tapi, tidak melihat justru kebebasan perseorangan yang dicabut itu untuk kepentingan dan keselamatan rakyat banyak!
 
Baik saya berikan kisah nyata bagaimana pemerintah Tiongkok saat menjalankan “MENUTUP WUHAN”, seorang pejabat Wuhan dipecat hanya karena keluar kota Wuhan pulang kampung merayakan Imlek dan sekalian Ulang-tahun bapaknya; Seorang pensiunan mantan pejabat Wuhan kena sanksi diturunkan setingkat uang-pensiun, karena tidak dapatkan kamar tersendiri di RS setelah terditeksi positif Corona dengan pulang mengkarantina diri di rumah sendiri! Begitu ketat mendisiplin setiap warga jalankan prokes yang ditentukan itulah, menjadikan hanya RRT satu-satunya negara didunia ini yang BERHASIL sekitar 70 hari mengatasi dan mengendalikan pandemi Covid-19, sedang negara-negara maju, terutama AS yang selalu banggakan sistem kesehatannya termaju didunia kewalahan menghadapi serangan pandemi, bahkan menjadi juara No.1 didunia baik dari jumlah warga terjangkit maupun angka kematian yang sudah lebih 800 ribu orang, ... dan sampai sekarang, setelah lewat hampir 2 tahun BELUM juga nampak terkendalikan!
 
Lalu, apakah rakyat Tiongkok merasa tidak DEMOKRASI pada diri mereka? Tentu saja TIDAK! Rakyat Tiongkok justru sekarang ini makin merasakan DEMOKRASI yang lebih luas dari tahun ketahun, ... Bagaimana tidak? Sejak tahun 50-70, begitu berani mengeritik politik kebijakan pemeriantah langsung saja dituduh “anti sosialisme”; “penempuh jalan kapitalis”, “penghianat bangsa” dsb. dsbnya, ... bahkan sekitar sejuta orang/kader dijebloskan dalam kamp konsentrasi kerja! Tapi kenyataan, lebih dari 98% dari mereka yang dijebloskan tahunan sampai belasan tahun dalam konstgrasi kerja itu, diawal tahun 1980 harus DIREHABILITASI! Diantara mereka termasuk Zhu Rongji yang kemudian kita kenal menjadi Perdana Menteri RRT itu!
 
Sebaliknya setelah tahun 1980, RRT menjalankan kebijakan reformasi dan keterbukaan, menempuh Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok, bukan saja membiarkan setiap warga bersuara, berbeda pendapat bahkan mengeritik kebijkan pemerintah, juga memberi kebebasan beropini dimedia massa dan, ... mengembangkan kemampuan sendiri untuk memperbaiki kemiskinan, berusaha dan berdagang, termasuk pergi keluar negeri untuk sekolah! Rakyat dibebaskan berkarya, berusaha dan sekolah, melancong, berusaha sampai keluarnegeri, ... Dimana KEBEBASAN pribadi seluas itu TIDAK pernah terjadi sebelumnya! Dan ingat, kamp konsentrasi kerja yang dimaksud untuk mendidik orang/kader melalui kerja, yang tidak manusiawi itu sudah dibubarkan oleh Xi Jinping di tahun 2014!
00ABC81141C24DA09293C80B21978F44.png

BILLY GUNADIE

unread,
Dec 19, 2021, 10:11:49 PM12/19/21
to sa...@netvigator.com, Tatiana Lukman, GELORA45_In
Kalau sejarah China sudah berjalan ribuan tahun kekaisaran...
 Dan behasil....bangunan..... monument...penemuan... Productivity pasar Dunia.....Marco Polo Terheran heran.......kenapa harus ganti metaphor  DEMOKRASI...DARI RAYAT UNTUK PEJABAT......Modren slavery....


....






On Sun., Dec. 19, 2021 at 8:29 p.m., Chan CT

Sunny ambon

unread,
Dec 19, 2021, 11:17:06 PM12/19/21
to BILLY GUNADIE, sa...@netvigator.com, Tatiana Lukman, GELORA45_In
Ada yang bilang demokrasi itu berkarakter kelas, jadi tergantung siapa yang berkuasa.

Tatiana Lukman

unread,
Dec 20, 2021, 12:49:16 PM12/20/21
to Sunny ambon, BILLY GUNADIE, sa...@netvigator.com, GELORA45_In

Jelas, seperti kata Mao, stempel kelas nempel di tiap pikiran, perbuatan dan sudah tentu semua peraturan dan Lembaga bangunan atas. Mereka yang mengikuti nasehat bung Karno untuk menggunakan pisau Marxisme dalam menganalisa soal-soal politik/sosial, mengakui hubungan dialektis antara struktur ekonomi (bangunan bawah) dengan bangunan atas. Maka itu bicara tentang demokrasi tanpa menghubungkannya dengan struktur ekonomi yang berdominasi di suatu negeri, sama dengan bohong. Soalnya, kaum revisionis tidak mau mengakui bahwa sistim ekonomi (sosialsme) pada zaman Mao sudah berubah total menjadi kapitalisme monopoli-imperialisme. Lihat saja kongkritnya siapa yang menikmati “demokrasi borjuis” di China. Bla…bla petantang petenteng bilang Demokrasi Rakyat, tapi nggak bisa jawab pertanyaan mengapa dihilangkan 4 Kebebasan Besar?? Soalnya yang masuk dalam kategori Rakyat adalah kaum bilyuner-kapitalis monopoli yang bersarang di PKT dan Negara, sedangkan kaum buruh dan kaum tani dianggap sampah dan dapat diperas/dihisap dan diengkuk-engkuk… Ah, sudah begitu banyak postingan diajukan selama bertahun-tahun yang memperlihatkan betapa buruh dan tani diperlakukan seperti “keset”, tapi kaum revisionis tak akan tergugah otak dan hatinya.

 

Sent from Mail for Windows

 

Chang Weiping is a Chinese human rights lawyer. He has been in detention once again since 22 October 2020. Chang has primarily worked to advocate LGBTI rights and fight discrimination against women and HIV‑positive people, which led to his losing his licence to practise. He was first detained in January 2020 in an operation known as the Xiamen crackdown. Following his release he publicly discussed the torture he had experienced, which led to a second arrest in October 2020. Despite having been formally arrested and charged in April 2021, he has not yet been granted direct access to lawyers.

00ABC81141C24DA09293C80B21978F44.png

Chan CT

unread,
Dec 20, 2021, 7:17:23 PM12/20/21
to Tatiana Lukman, GELORA45_In
Pemimpin Tiongkok sejak Mao samp Xi Jinping sekarang ini TIDAK seorangpun yang menyangkal adanya klas dan perjuangan klas! Yang jadi masalah kapan dan bagaimana klas kapitalis dihilangkan! Dan yang juga menjadi penekanan dan penegasan sejak Mao, bagaimanapun juga kapitalis adalah juga MANUSIA normal yang TETAP HARUS diperlakukan secara MANUSIAWI!
 
Sejak tahun 1945, dimana pemikiran Mao Revolusi Demokrasi Rakyat dimenangkan dan menjadi Garis PKT, sejak itu struktur ekonomi Tiongkok tidak hanya BUMN, milik negara (sebelum 1 Okt. 1949 milik Pemerintah Rakyat setiap daerah basis revolusioner), tapi juga mempertahankan berlakukan milik perseorangan kapitalis dan milik kolektif (koperasi). Struktur ekonomi macam inilah yang tetap diberlakukan setelah RRT didirikan 1 Oktober 1949 yang kemudian hanya berlakukan BUMN, milik negera sejak 1958. Dan, sejak tahun 1980 kembali berlakukan struktur ekonomi BUMN, milik kolektif dan milik kapitalis perseorangan! Dengan BUMN yang utama sebagai jaminan pemerintah tetap pertahakan pegang tali kendali ekonomi nasional.
 
Dimasa Mao sebenarnya juga ada kapitalis yang menjadi anggota PKT, contoh klasik yang diajukan Rong Yi Ren, kapitalis Shanghai yang berani dan banyak membantu PKT. Tentu tidak semua kapitalis bisa jadi anggota PKT, ... yang perlu diingat, sebagaimana manusia normal, diantara kapitalis kapitalis itu juga tidak sedikit yang peduli dan berani pertaruhkan jiwa mendukung gerakan revolusi rakyat! Bahkan Mao sendiri tidak segan-segan menyatakan, TANPA dukungan kapitalis revolusi Tiongkok tidak bisa menang! Lalu, apa dan dimana salahnya adanya kapitalis menjadi anggota PKT?
 
Tentu kalau saja kwalitas PKT berubah setelah banyak kapitalis rongsokan, menjadi tercocok hidung oleh klas kapitalis dan melupakan perjuangan RAKYAT sesungguhnya! Untuk itu, mudah saja kok, lihat saja gerak langkah yang dijalankan, lebih menguntungkan rakyat banyak atau segelintir kapitalis, ... Siapa bisa bilang DEMOKRASI RAKYAT Tiongkok hanya dinikmati borjuis? Bukankah kenyataan semua kapitalis TETAP bisa di disiplin dan TUNDUK melaksanakan kebijakan dan ketentuan pemerintah! Bukankah yang terjadi terakhir dengan Jack Mao, dimana pemerintah tetap saja berani membatalkan IPO Grup Semut dan dikenakan sanksi 2,7 milyar USdollar dengan keharusan TUNDUK lakasanakan ketentuan yang ada! Lalu, sikap ini membuktikan siapa tunduk pada siapa, dan ... membela, melindungi kepentingan rakyat banyak atau kepentingan segelintir kapitalis???

Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke mailto:gelora1945%2Bunsu...@googlegroups.com.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/01A0E82F261D44C289F7414932F37E98%40A10Live.

 

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1715451201.166975.1639851209621%40yahoo.com.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/B3AEA770F63146B888AB2594331400FC%40A10Live.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1109225002.2052778.1639969900903%40mail.yahoo.com.

Tatiana Lukman

unread,
Dec 21, 2021, 3:40:45 PM12/21/21
to Chan CT, 'Jonathan Goeij' via GELORA45

Ah, bla-bla-bla pepesan kosong agen remo!!!Masalah Revolusi Demokrasi Baru dan Pembangunan sosialis sudah saya bahas baik dalam tulisan di Sulindo maupun dalam perdebatan dengan agen remo Chan. Bahkan dulu pernah si Chan ini berdebat dengan bung Tan Sie tik. Sama sekali tidak bias membantah argumentasi yang diajukan. Jelas, pada tahap RDB, borjuasi nasional bukan musuh revolusi, maka itu mereka yang tidak menentang RDB, dianggap sekutu. Tapi perusahaannya disita negara, dan mereka masih mendapat dividen. Penghisapan dibatasi melalui peraturan dan UU yang melindungi kaum buruh. TAPI TAHAP INI ADA AKHIRNYA, DAN TIONGKOK MASUK DALAM TAHAP PEMBANGUNAN SOSIALISME DI MANA KONTRADIKSI POKOK ADALAH ANTARA RAKYAT DENGAN KAUM BORJUASI. DISINILAH KONTRADIKSI ANTARA MAO DENGAN KAUM REVISIONIS LIU-DENG YANG INGIN TERUS MEMPERTAHANKAN DAN MENGEMBANGKAN KEPEMILIKAN TANI ATAS TANAH DENGAN MENENTANG GERAKAN KOMUNE RAKYAT.

 

Maka itu si Chan remo ini berkali-kali menuduh Mao TERLALU PAGI MEMBABAT KAUM KAPITALIS, BAHKAN LENIN-STALIN PUN DIKRITIK KARENA MEMBABAT KAUM KAPITALIS. MAKA SAYA TANYA, KALAU LENIN, STALIN, MAO TIDAK MEMBABAT KAUM KAPITALIS, LANTAS DI MANA BEDANYA REVOLUSI SOSIALIS DENGAN REVOLUSI BORJUIS PERANCIS 1789?? TAK PERNAH DIJAWAB OLEH CHAN!!! AYO JAWAB DULU PERTANYAAN ITU!!!!

 

Dan baca baik-baik pendapat Mao tentang kontradiksi pokok antara kelas pekerja dan klas borjuasi adalah kontradiksi pokok di Tiongkok, ketika Revolusi Demokrasi Baru sudah dianggap SELESAI PADA POKOKNYA, MAKA KELAS BORJUASI SUDAH MENJADI MUSUH DALAM PEMBANGUNAN SOSIALISME.

 

Pada bulan Juni 1950, setelah kemenangan Revolusi Demokrasi Baru, Mao mengkarakterisasi situasi sebagai berikut:” Pada akhirnya kaum borjuasi na-sional tidak akan ada lagi, tetapi pada tahap saat ini kita harus mengumpulkan mereka di sekitar kita dan tidak mendorong mereka keluar. Di satu pihak, kita harus berjuang menentang mereka, di lain pihak kita harus bersatu dengan mereka.”  (”Jangan memukul ke semua arah” PT MTT V).

 

Dua tahun kemudian, situasi sudah begitu berubah sehingga Mao menggaris bawahi: ”Kontradiksi antara klas pekerja dan klas borjuasi adalah kontradiksi pokok di Tiongkok” (Ibid,  77).

 

JAWAB DULU PERTANYAAN DIATAS ITU CHAN!!!!

Tatiana Lukman

unread,
Dec 21, 2021, 4:02:34 PM12/21/21
to Chan CT, GELORA45_In

Jelas, Xi Jinping menjalankan perjuangan klas!! HANYA PERJUANGAN KLAS YANG DIJALANKAN MAO BERTOLAK BELAKANG DENGAN PERJUANGAN KELAS YANG DIJALANKAN XI JIN-PING!

 

Perjuangan kelas yang dijalankan Mao memobilisa massa rakyat untuk melawan kaum borjuasi dan kaum revisionis yang berkuasa dalam Partai dan Negara.

 

Nih, UNTUK KESEKIAN KALINYA SAYA AJUKAN LAGI PENDAPAT MAO:

Mao sendiri menjelaskan RBKP sebagai berikut:” Revolusi Besar Kebudayaan Proletar, pada dasarnya, adalah sebuah revolusi politik besar yang dipimpin oleh klas proletariat melawan klas burjuasi dan semua klas penghisap lainnya di bawah kondisi sosialisme, kelanjutan dari perjuangan panjang yang dilancar-kan oleh Partai Komunis Tiongkok dan massa rakyat revolusioner besar yang diorganisasinya, melawan Kuomintang, kelanjutan dari perjuangan klas antara proletariat dan borjuasi” (diambil dari artikel yang berjudul “Hibiscus Country in the sparkling morning” yang dimuat di koran resmi Ren Min Re Bao, 10 April, 1968).

 

 

Dalam dokumen ”Keputusan CCPKT tentang RBKP” yang diambil bulan Agustus 1966, jelas dinyatakan tujuan dari RBKP : Dewasa ini, tujuan kita adalah berjuang melawan dan menggulingkan orang-orang berkuasa yang mengambil jalan kapitalis, mengkritik dan menolak ”otoritas” kaum akademis borjuis reaksioner dan ideologi dari klas borjuasi dan semua klas penghisap lainnya, dan mengubah pendidikan, sastra dan seni dan semua bagian lain dari bangunan atas yang tidak sesuai dengan dasar ekonomi sosialis, sehingga memudahkan konsolidasi dan perkembangan dari sistim sosialis”.

 

JUSTRU KARENA ITULAH MAKA KAUM PENGUASA DENG SERTA PARA AGENNYA SEPERTI SI CHAN INI MENGUTUK RBKP DAN MENGANGGAPNYA SEBAGAI KESALAHAN BESAR MAO!!!!!

 

Sedangkan perjuangan kelas yang dijalankan Xi Jin ping adalah memobilisasi polisi dan kekuatan bersenjata untuk menindas kaum buruh yang menuntut upah, warga yang mempertahankan rumahnya dari penggusuran, hak membangun serikat buruh independen, menindas kaum Maois muda yang bersolidaritas dengan perjuangan buruh. ETC. Contohnya, penindasan dalam kasus Jasic di Shen Zhen yang sudah saya tulis di Sulindo.

 

Jadi perjuangan kelas Mao BERBEDA WATAK KELASNYA dengan perjuangan kelas Xi Jinping!!!

 

Chan CT

unread,
Dec 21, 2021, 7:17:59 PM12/21/21
to Tatiana Lukman, GELORA45_In
Iyaaa, ... BETUUUL, yang menjadi perbedaan pokok BUKAN penyangkalan klas dan perjuangan klas, tapi KAPAN dan BAGAIMANA melenyapkan klas! Deng menganggap kesalahan Lenin, Stalin dan Mao TERLALU PAGI/CEPAT MEMBABAT KAPITALIS! PERJUANGAN RAKYAT DITINGKAT SEKARANG, dimana masyarakat masih sangat miskin, tenaga-produksi masih sangat terbelakang, bahkan di NEGARA-NEGARA MAJU DIDUNIA SEKALIPUN, juga BELUM TIBA WAKTUNYA MEMBABAT KAPITALIS,...! Tingkat perjuangan rakyat sekarang ini, masih harus membiarkan kapitalis tumbuh dan berkembang, kapitalis tetap di ikut sertakan menodorong perkembangan ekonomi nasional lebih cepat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak lebih dahulu! Setiap pemerintah yang berkuasa harus menegakkan HUKUM sebaik mungkin, cukup membatasi PENGHISAPAN KAPITALIS-KAPITALIS berlebihan saja! Sebaik mungkin melakukan keseimbangan keuntungan kapitalis yang didapatkan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat banyak sesuai pertumbuhan ekonomi setiap tahun. CUKUP menindak tegas kapitalis nakal yang berani melanggar HUKUM termasuk penggelapan pajak saja, ...! Ini pertama;
 
Kedua, pertentangan klas-klas yang tajam dan antagonis tak terdamaikan itu TIDAK BERARTI boleh saja melupakan dan menginjak HAM seenak udelnya sendiri, ... menghakimi sendiri TANPA MELALUI PROSES HUKUM yang ADIL! Itulah KESALAHAN yang banyak terjadi dimasa “Maju MELOMPAT” setelah 1958 dan puncaknya kerusuhan 10 tahun RBKP, ... Akibatnya BANYAK JATUH KORBAN yang TIDAK DIPERLUKAN! Karena terjadi tindakan BRUTAL main menghakimi sendiri tanpa jalankan proses HUKUM dengan baik dan sebenarnya harus dihindari! Begitulah Marsekal Peng Dehuai jatuh korban, satu-satunya jenderal di Tiongkok yang sempat dipuji dalam puisi yang dibuat Mao sendiri, seorang jenderal yang ditugaskan memimpin Perang Korea dan berhasil mengalahkan jenderal Mc Arthur kebanggaan AS itu! Jatuh korban hanya karena mengajukan pendapat dan mengkritik kebijakan Komune Rakyat, lalu dituduh anti-sosialisme, anti-Mao dan, ... diperlakukan tidak manusia sampai merenggut jiwa kepahlawannya! Begitu juga dengan Liu Shaoqi dan termasuk 3 anaknya jadi korban yang tidak seharusnya terjadi!

Tatiana Lukman

unread,
Dec 22, 2021, 8:35:08 AM12/22/21
to Chan CT, GELORA45_In

Ha…ha… pepesan kosong , MASIH MAU NGOTOT, TANPA ARGUMENTASI DAN FAKTA,  TIDAK MENGAKUI PERBEDAAN POKOKNYA PADA WATAK KELAS PERJUANGAN KELAS MAO DAN  KAISAR XI JINPING!!! Mao sudah menjawab kaum revisionis DENGAN menertawakan mereka yang “ menyeret langkah seperti nenek-nenek yang diikat kakinya, sehingga jalannya terhuyung-huyung sambal mengeluh dan berteriak ‘hei kalian jalan terlalu cepat’’ !!  Alasan “terlalu cepat membabat kaum kapitalis adalah dalih untuk menutupi keinginan kaum revisionis untuk TIDAK MEMBANGUN SOSIALISME!!!

 

Belum juga menjawab berkaitan dengan tuduhan ngawur kepada Lenin dan Stalin terlalu pagi membabat kapitalisme, lantas dimana bedanya dengan Revolusi borjuis Perancis 1789?? Apakah Lenin harus melakukan revolusi borjuis, untuk mengembangkan kapitalisme??? Bener-bener otak orang yang gobloknya nggak ketulungan si Chan ini!! Kenapa orang bilang Revolusi sosialis??? Dengan bilang Lenin dan stalin terlalu pagi membabat kaum kapitalis artinya si remo yang gila ini ingin menegasi/memungkiri dan menghujat Revolusi Oktober !!?? Wow, sungguh HEBAT TIKUS REMO INI yang otaknya ditaruh di pantat!!

 

Masih petentengan bilang soal melenyapkan kelas???!!!Dengan reformasi kapitalis Deng Xiao-ping itu ingin melenyapkan kelas??? Wong kelas borjuis yang lari ke Hongkong dan Taiwan pada kembali lagi menanam modalnya di Tkk daratan untuk menghisap dan memeras buruh Tiongkok, dimana faktanya mau menghilangkan kelas??? Tuh lihat 6 juta penderita pneumopconiosis, hasil nyata dan fakta dari cara Deng Xiaoping mengembangkan tenaga produksi melalui pembunuhan pelan-pelan terhadap kaum buruh!! Buruh Foxcon loncat bunuh diri…Mengapa?? OO, karena bahagia dengan cara Deng mengembangkan tenaga produksi?? Caranya, ya itu, membuat buruh sampai putus asa, sehingga hanya melihat jalan keluarnya, loncat bunuh diri!!!

 

Buruh penderita pneumoconiosis, penyakit akibat kerja yang paling umum. Diperkirakan terdapat 6 juta penderita pneumoconiosis di Tiongkok

Buruh Foxconn protes kondisi kerja tak berperikemanusiaan dengan loncat dari gedung pabrik

 

Negara maju belum tiba waktunya membabat kapitalis?? Apa sih tahunya si Chan tentang gerakan buruh/progresif di negeri-negeri maju?? Tahu nggak sih bahwa KAUM KAPITALIS MONOPOLI BESAR  adalah KELAS PENGUASA YANG SESUNGGUHNYA DI NEGERI-NEGERI MAJU YANG TELAH MENGUBAHNYA MENJADI KEKUATAN IMPERIALIS!!!  Justru karena dunianya si agen remo ini hanya negeri leluhurnya yang dijunjung secara membabi buta, tidak mungkin dia tahu tentang apa yang dikerjakan oleh buruh dan orang progresif lainnya di negeri-negeri yang disebutnya “negeri maju” itu.

 

Seperti biasa, si remo chan ini selalu debat kusir. Bukannya menjawab SEMUA PERTANYAAN YANG SAYA AJUKAN, TAPI MENGAJUKAN MASALAH LAIN LAGI, SOAL Maju Besar Melompat Kedepan dan PENG TE HUAI!!!!Itu satu tema besar lain dan kalua mau jujur, justru menunjukkan kemunafikan Liu-Deng dan kawan-kawannya. Tapi tak mau saya mengikuti debat kusir agen remo ini… Jawab dulu SEMUA PERTANYAAN YANG SAYA AJUKAN DALAM POSTINGAN SAYA….

 

Mau tahu pendapat orang yang sangat dikenal oleh semua anggota keluarga Siauw tentang sosialisme dengan ciri Tkk, ketika saya kirimi fakta di Congo di mana orang-orang china lari tunggang langgang digebuk…??? Sangat betul sekali, kejahatan imperialisme Tkk mungkin melebihi kejahatan kolonialisme Belgie!!!!

 

“Ya, tingkah laku yang sama hakikinya dan malah mungkin melebihi kejahatan kolonialisme Belgie, neo kolonialisme Amerika , dan mencatut nama sosialisme yaitu Sisialisme dengan karakteristik Tiongkok”.

Chan CT

unread,
Dec 22, 2021, 8:22:58 PM12/22/21
to GELORA45_In, Tatiana Lukman
Ini nenek Tatiana BETUL-BETUL sudah menjadi ekstrimis-radikalis, ...! Didunia ini hanya ada satu jalan menuju SOSIALISME, tidak berani melihat kenyataan beraneka-ragam kondisi masyarakat dan negara-negara didunia ini, yang TIDAK MUNGKIN dipatok yang satu inilah model JALAN SOSIALISME yang benar! Jadi, yang berbeda adalah SALAH dan harus diganyang, ... bahkan disudutkan jadi satu dengan kapitalisme-monopoli dan imperialisme! Padahal dalam kenyataan juga SUDAH TIDAK mungkin didunia ini terjadi sekali lagi macam Revolusi Oktober yang dijalankan Lenin-Stalin, saat menggulingkan kekuasaan Tsar Rusia dan mendirikan Sovyet Uni, negara sosialis pertama didunia. Proletariat melancarkan pemberontakan di kota dan begitu merebut kemenangan membabat kapitalis! Model atau jalan macam begini TIDAK akan terulang dan terjadi lagi didunia, ... Dan, akhirnya roboh dengan sendirinya setelah lewat 70 tahun!
 
Bukankah kenyataan juga sudah membuktikan, berbeda dengan jalan yang ditempuh Rusia, Lenin-Stalin, Mao menemukan dan menempuh sendiri jalan menuju Sosialisme sesuai dengan KONDISI Tiongkok! Jalan yang ditempuh Mao di Tiongkok, bukan merebut kemenangan dari kota, tapi dari desa mengepung kota! Bukan dan tidak mungkin langsung membabat kapitalis, tapi tetap mengajak kapitalis-kapitalis untuk ikut serta membantu dan membangun ekonomi Tiongkok! Justru karena terjadi proses perjuangan membangun daerah-basis, kekuasaan rakyat didesa-desa dengan penuh kesulitan dan penderitaan dimasa perang melawan Jepang dan perang pembebasan itulah, kekuasaan Rakyat Tiongkok dibawah pimpinan PKT berhasil melestarikan kekuasaan dan lebih lanjut membangun Tiongkok lebih sejahtera dan jaya sampai sekarang ini! Disaat dunia dilanda pandemi Covid-19, negara-negara maju bahkan AS yang selalu membanggakan sistem kesehatan termaju didunia, sampai sekarang setelah lewat hampir 2 tahun dengan jatuh lebih 800 Ribu korbvan jiwa, BELUM juga berhasil mengatasi dan mengendalikan merebaknya pandemi Covid-19! TIONGOK, Republik Rakyat Tiongkok yang dimaki-maki nenek Tatiana ini, justru menjadi satu-satu negara didunia ini yang BERHASIL dalam 70 hari mengatasi dan mengendalikan wabah pandemi Covid-19, ... kembali berangsur-angsur kerja produksi dan hidup normal!
 
Bahwa dalam poerjalanan lebih 70 tahun, setelah Republik Rakyat Tiongkok ditegakkan, tidak ada yang perlu disangkal juga terjadi tidak sedikit riak-riak, kesalahan-kesalahan yang terjadi bahkan jatuh banyak KORBAN, ... Itulah proses pengenalan yang seringkali sulit dihindari! Disana-sinia terjadi kesalahan kebijakan sampai kebablasan sejak jalankan penyitaan tanah, penetapan tuan-tanah jahat, kapitalis-jahat, penipuan, perampokkan, perkosaan, ... bahkan muncul banyak pejabat daerah sampai pusat terjadi korupsi, TIDAK PERLU DISANGKAL. Adalah kenyataan yang terjadi ditengah masyarakat dalam proses kemajuan dan kesadaran yang tidak terhindarkan dan merupakan tantangan berat bagi PKT untuk mengatasi dan meneruskan tugas berat yang harus dipikul, ...!
 
Tapi, riak-riak dan kesalahan yang muncul seiring dengan setiap proses perkembangan itu, harus dilihat secara TEPAT sebagai yang pokok atau sekunder, ... setiap pemimpin harus objektif melihat kenyataan yang terjadi, tidak membesar-besarkan keberhasilan sesuai keinginan dan harapan subjektif, juga sebaliknya tidak mengecilkan bahkan meniadakan kesalahan, kegagalan yang muncul! Bahwa kenyataan terjadi penghisapan berlebih terhadap sementara buruh, baik pelanggaran polusi, kerusakan limbah yang merusak kesehatan buruh, sampai pada jam kerja lembur yang tidak dibayar semestinya bahkan terjadi bunuh-diri, ... Tapi, juga harus melihat dan mengakui kenyatan Pemerintah Tiongkok TIDAK MEMBIARKAN kesalahan2 begitu! Tetap masih bisa menangani dan mengatasi dengan baik, ... Begitulah kita semua bisa saksikan bersama RRT dibawah pimpinan PKT pandai secara objektif melihat keberhasilan dan kesalahan/kegagalan yang harus dikoreksi untuk majuuu terus lebih baik dan lebih cepat! Saya melihat inilah yang terjadi di Tiongkok, masih terus maju lebih baik, lebih sejahtera dan akan tumbuh menjadi negara kuat didunia!
 
Jadi, janganlah berprilaku seperti PREMAN yang dijalankan AS menjadi polisi dunia, lalu menggebuki negara-negara yang tidak sesuai jalankan “demokrasi”, “humanisme” dengan pemikirannya sendiri! Bukan saja menggebuki negara-negara Arab yang mengakibatkan penderitaan dan jatuh korban jutaan rakyat, ... Lalu, berusaha menghadang perkembangan RRT yang terus maju begitu cepat, menuduh RRT tidak demokratis dan melanggar HAM, tanpa segan-segan memfitnah RRT jalankan kerja-paksa dan genosida terhadap suku Uighur di Xinjiang!
 
Begitu juga pandangan nenek yang satu ini tidak beda dengan semua sikap dan tindak-tanduk AS membuktikan dirinya SANGAT TIDAK DEMOKRATIS bahkan KEJAHATAN HAM-BERAT!!! Bukan saja tidak bisa menerima dan menghormati perbedaan demokrasi yang dijalankan bangsa dan rakyat negara lain, tapi juga tidak berhasil melihat kenyataan KEMAJUAN pertumbuhan jumlah suku Uighur. Berdasarkan sensus 2020, penduduk Uighur mencapai 25,85 juta orang meningkat 4,04 juta orang dibanding tahun 2010, dan ditahun 2020 juga penduduk Uighur dinyatakan sepenuhnya bebas dari kemiskinan-absolut! Sebaliknya suku Indian di Amerika sendiri yang mengalami genosida, terus menurun dan nyaris musnah, ... sungguh sangat memprihatinkan dan menyedihkan!
651A4B789561499295A8AE406B88343C.png
6EF5505A01A149118A387CE5AE402720.jpg

Tatiana Lukman

unread,
Dec 23, 2021, 11:08:11 AM12/23/21
to Chan CT, GELORA45_In

Ha…ha… terus menghujat nenek, tapi sama sekali tidak bias mengajukan argumentasi untuk membantah  kata-kata Mao sendiri dan menjawab pertanyaan saya to the point!! Kalau sudah menyalahkan Mao terlalu cepat membabat kaum kapitalis, dan mau ambil jalannya Liu-Deng yang mewarisi jalan Khrushchov, ya itulah jalan revisionisme!!! Siapa bilang jalan menuju sosialisme hanya satu??? Jalan menuju sosialisme untuk negeri-negeri setengah jajahan setengah feudal tidak dapat disamakan dengan jalan yang ditempuh negeri yang sudah mencapai kapitalisme seperti eropa!!! Tapi kalau mengaku M-L seperti yang dulu engkau petantang petenteng umumkan, dasar teorinya satu!! Mau jalan lain, boleh, yaitu jalan revisionisme!! Logis dan gampang dimengerti, nggak perlu susah-susah berdebat. Engkau sudah menghujat sosialismenya Mao dan menganggapnya sebagai perataan kemiskinan, dan mencium pantat Liu-Deng kowtow sama kaum kapitalis besar untuk menghisap kaum buruh migran China…

 

RBKP yang oleh kaum remo Liu-Deng dianggap kesalahan Mao justru merupakan sumbangan besar Mao kepada Marxisme-Leninisme!! Jelas bertolak belakangnya orang remo dengan orang Marxis sejati..

 

SOSIALISME TIDAK GAGAL, BAIK DI UNI SOVIET MAUPUN DI TIONGKOK, TAPI DIKHIANATI DAN DIKALAHKAN OLEH KAUM REVISIONIS…LEBIH MUDAH JADI REVISIONIS DARI PADA JADI MARXIS-LENINIS!!!

Karena lebih mudah memelihara ideologi borjuisnya sendiri dari pada mengubahnya… Orang remo sudah tentu tak akan gai zao si xiang /melakukan pengubahan pikiran atau ideologi…

 

Ini pengertian yang diberikan Mao tentang revisionisme dan orang-orang rem:

 

” Revisionisme atau oportunisme kanan adalah satu aliran pikiran borjuis yang bahkan lebih berbahaya  dari pada dogmatisme. Kaum revisionis atau kaum o-portunis kanan memakai Marxisme hanya sebagai polesan di bibir dan mereka juga menyerang dogmatisme. Tetapi apa yang mereka serang sebenarnya ada-lah sari pati dari Marxisme”.

 

Jadi tidak mengherankan pepesan kosong si remo Chan tentang Sosialisme, REvolusi Oktober…

Sudah tentu orang remo tidak percaya akan terjadinya revolusi sosialis/proletar di Dunia…Lha wong sudah mengkhianati sari pati Marxisme, jelaslah yang dipercayai dan didukung adalah kapitalisme monopoli alias imperialisme China yang dipikirnya akan jaya terus…Logika orang remo bertolak belakang dengan logika orang marxis… Marxis sejati, bahkan di China sendiri, melihat tindakan fasis penguasa China , bahkan terhadap kaum kapitalisnya yang berani buka mulut dan menyaingi kaum kapitalis monopoli di PKT dan Negara penindasan dan kontrol semakin ketat terhadap rakyat, sebagai pencerminan betapa gugupnya penguasa melihat masalah-masalah social dan juga ekonomi semakin besar…Jelas hal-hal ini tidak ada dalam media masa propaganda penguasa yang diterompetkan oleh para anjing jaganya…

 

Saya extremis karena mendukung dan membela RBKPnya Mao dan ajaran-ajarannya?? Saya extremis radikalis karena menentang dedengkot LIU-DENG serta reforma kapitalisnya?? Saya extremis radikal karena anti-China imperialis yang sedang mempraktekkan kolonialisme di Afrika, yang bahkan kata seorang kawan, lebih jahat dari pada kolonialisme Belgia???  Itukah ciri-ciri orang extremis radikal menurut tikus remo Chan??? Wah, itu jadi kehormatan besar bagi saya!!! Kan saya juga sudah dihujat haus darah karena menolak setuju dengan pendapatnya yang memuji perwira tinggi AD… Tahu nggak, saya jadi melihat orang remo dan fanatik china yang mendukung kapitalisme-imperialisme China CENDERUNG LUNTUR DAN AKHIRNYA SECARA TAK LANGSUNG MENDUKUNG ORBA  DAN ANTI-PKI!!!!Contoh yang paling gamblang adalah pelana kuda , DAN SI CHAN INI TIDAK JAUH DARI POSISINYA PELANA KUDA!!!Dia lebih membenci saya yang katanya ‘ekstrim radikal’  dan “haus darah” ketimbang Soeharto dan orbanya. Betapa tidak! Saya “haus darah”, tapi sang perwira itu dipujinya setingg langit!!!

651A4B789561499295A8AE406B88343C.png
6EF5505A01A149118A387CE5AE402720.jpg

Chan CT

unread,
Dec 23, 2021, 8:40:07 PM12/23/21
to GELORA45_In, Tatiana Lukman
Bagaimana bisa dikatakan saya TIDAK menjawab pertanyaan dengan argumentasi, ...? Bukankah, sudah sekian puluh tahunan kita berdebat dengan masalah yang sama, hanya saja masing-masing mempertahankan pendapat dan pemikiran sendiri saja dan TIDAK juga bisa menerima dan mengerti pendapat lawan debat, ... inilah yang terjadi!
 
Liu-Deng mewarisi jalan Khruschov? Hehehee, ... nenek yang satu ini TIDAK mengikuti perjuangan faksi-faksi yang ada di Tiongkok dengan baik! Asal jeplak atau main fitnah saja. Bagaimana mungkin Deng yang menjadi KETUA grup teori mengeluarkan 9 Komentar dalam memblejeti kesalahan remo Khruschov justru mewarasi jalan Khruschov? Bukankah kenyataan Jalan Sosialisme Berkaraktrer Tiongkok yang diajukan Deng dengan tandas mempertahankan 4 prinsip (Yaitu: 1. Tetap Menempuh jalan sosialisme; 2. Mempertahankan Diktatur Proletariat; 3. Dibawah pimpinan PKT; 4. Menjunjung tinggi Marxisme-Leninisme dan Fikiran Mao Zedong), 4 prinsip inilah yang membedakan dengan jalan Khruchov!
 
Yang juga patut diperhatikan, sikap Deng justru membela dan melindungi KEWIBAWAAN dan KEBESARAN kepemimpinan Ketua Mao saat menghadapi serangan dan gempuran pengkritik ekstrimis yang hendak menimpakan semua KESALAHAN dan menjatuhkan Mao! Akhirnya PKT berhasil melestarikan kekuasaan Diktatur Proletariat dan mendapatkan dukungan kuat seluruh rakyat Tiongkok! Dunia barat, termasuk nenek yang satu ini sejak 20an tahun yl ikut-ikutan berteriak RRT akan bankrut, roboh, ...! Ternyata sampai sekarang RRT dengan pimpinan PKT masih saja tetap tumbuh berkembang makin jaya dan sejahtera! Sebaliknya Khruschov bukan hanya mengkritik kesalahan, tapi juga menghitamkan dan menghujat Stalin, ... Justru karena berpikiran ekstrim menyalahkan segalanya pada Stalin itulah akhirnya PKUS meluncur kejalan salah dan akhirnya ambruk dicampakan rakyatnya sendiri!
 
Sebenarnya saja, diawal mula menjalankan kebijakan Reformasi dan Keterbukaan (Gai Ge Gai Fang) kembali memperkenankan kapitalis tumbuh berkembang dan berlakukan ekonomi pasar, pemikiran Sosial Demokrat juga berhasil menangkan pemikirannya hendak secara menyeluruh berlakukan dan jalankan ekonomi pasar, bukan saja berkeras hendak lebih banyak dan menyeluruh merubah BUMN menjadi milik swasta, kapitalis perseorangan, tapi Deng bersama PKT tetap teguh dan berkeras mempertahankan BUMN utama yang menentukan kehidupan rakyat banyak, dan yang mutlak harus dipertahankan untuk peganga tali kendali ekonomi nasional!
 
Begitu juga kaum Sosial Demokrat ketika itu berhasil berlakukan ekonomi pasar dibidang pendidikan dan kesehatan. Artinya sekolah dan rumah sakit TIDAK lagi sepenuhnya ditunjang pemerintah, tapi diberlakukan HARUS menghidupi kebutuhan Sekolah dan RS nya sendiri, ... Yang akhirnya mengakibatkan banyak persoalan sosial ditengah masyarakat! Kesalahan-kesalahan yang terjadi, berangsur-angsur diperbaiki oleh PKT. Dan sekarang, pendidikan seluruh warga bukan hanya ditunjang penuh 12 tahun, tapi bagi pelajar terbaik juga bisa ditunjang penuh sampai menyelesaikan pelajaran di Universitas oleh negara dan koperasi-desa!
 
Yang agak menjadi sulit diseragamkan adalah masalah kesehatan, karena dilaksanakan berbeda-beda disetiap propvinsi, kota besar dan desa, ... Jadi, ada yang meneruskan gunakan jaringan asuransi-kesehatan, ada yang ditunjang oleh perusahaan dimana dia bekerja, ada yang ikut tergabung dengan jaminan penuh koperasi-desa yang sudah dibentuk! Dengan satu PRINSIP kemanusiaan, setiap warga sakit mutlak harus diobati lebih dahulu, ... Kepentingan dan keselamatan rakyat yang diutamakan! Begitulah saat pandemi Covid-19 menerpa Wuhan, seluruh biaya pengobatan yang dibutuhkan ditanggung pemerintah! Jadi sudah sepenuhnya melepaskan ketentuan pasar harus bayar lebih dahulu, baru diobati dan ditolong ...!
 
Segalanya harus bertolak dari kenyataan konkrit yang dihadapi, kebenaran ML-FMTT bagaimanapun juga harus ditrapkan sesuai dengan kondisi konkrit yang dihadapi dan menentukan bentuk perjuangan sesuai perubahan yang terjadi! Bentuk perjuangan konfrontasi melawan imperialisme AS dimasa Amerika jalankan politik blokade sejagad terhadap RRT, masa perang-dingin juga sudah berakhir dengan robohnya PKUS ditahun 1991, ... Berubah setelah Nixon terpaksa berkunjung ke Beijing diawal tahun 1972 dan bersalaman dengan Mao! Sepanduk dengan semboyan Ganyang Imperialisme AS harus ditrurunkan dan bentuk perjuangan berubah menjadi koeksistensi secara damai, ... Dan tentu dengan keteguhan PKT pegang 4 prinsip, bisa bertahan dan menangkan perjuangan mengembangkan dan memperkuat diri sendiri disegala bidang dengan mengalahkan monopoli dan hegemoni imperialisme AS didunia! Begitu juga kiranya yang dijalankan Lenin, dengan penuh keyakinan memenangkan perjuangan berkoeksistensi dan berlomba secara damai dengan perusahaan kapitalis raksasa didunia, ...
 
Nah, ... pada saat AS jalankan perang dagang 4-5 tahun terakhir ini, bukankah RRT juga menghadapinya dengan lincah dan kita semua bisa menyaksikan sendiri bagaimana RRT tetap lebih mengutamakan dan mempertahankan kepentingan rakyat Tiongkok sebaik mungkin! Jangan sampai rakyat dirugikan apalagi dicelakakan! PKT memimpin 1,4 milyar rakyat Tiongkok meneruskan perjuangan melawan imperialisme AS dan,... PASTI MENANG!

Tatiana Lukman

unread,
Dec 31, 2021, 7:46:30 AM12/31/21
to Chan CT, GELORA45_In

Dengan Lusi saja jelas ada pertanyaan yang si agen remo dengan sadar tidak bias menjawabnya. Dengan saya, uih banyak sekali pertanyaan yang engkau lewati dan tak dijawab… Misalnya, mengapa 4 Besar dihapuskan oleh Deng Xiaoping? Apa mode of production yang berdominasi di China? Mengapa dihapuskan status kerja tetap? Mengapa dibubarkan Komune Rakyat?

Kaum revisionis selalu bilang sekarang di china adalah tahap awal dari sosialisme, lantas Revolusi Nasional Demokratis itu tahap apa? Dengan menyalahkan Mao terlalu cepat membabat kaum kapitalis, dihidupkan dan didorong perkembangan kaum kapitalis. Dalih yang dipakai si Chan, seolah-olah sekarang ini tahap Revolusi Demokrasi baru di mana kaum kapitalis merupakan sekutu. Saya pernah tanya, kalua sekrang tahap RDB, siapa musuh2 revolusinya? Di zaman Mao, ketika memimpin RDB, musuhnya adalah kaum tuan tanah feudal, kapitalisme birokrat dan imperialisme. Apakah rezim Deng melawan tuan tanah feudal, kapitalisme birokrat dan imperialisme?? Ini tak pernah dijawab dari dulu. Sifat kontradiksi China sekarang dengan imperialisme AS TIDAK SAMA dengan kontradiksi Tiongkok dulu dengan imperialisme AS. Dulu, Tkk melawan imperialisme AS melalui dukungan kongkrit kepada perjuangan pembebasan nasional rakyat sedunia. Sekarang China melawan imp. AS karena rebutan pasar, bahan baku, ruang untuk penanaman modal dan pengaruh politik untuk mendapat bagian dalam dalam mendominasi dunia.

Pertanyaan; mengapa diubah konstitusi PKT dengan mengijinkan kaum kapitalis/penghisap menjadi anggota PKT? Sedangkan dulu kaum kapitalis harus meninggalkan praktek penghisapannya, baru bias jadi anggota PKT.. Dengan begitu, apakah tidak merevisi watak kelas PKT sebagai pelopor kelas buruh??

 

Sekarang agen remo menggunakan dalih MENGEMBANGKAN TENAGA PRODUKSI. APAKAH TIDAK TAHU BAHWA JUTAAN BURUH KEHILANGAN PEKERJAANNYA KETIKA PERUSAHAAN NEGARA DITUTUP/DIJUAL DENGAN HARGA MURAH?? APAKAH  MENGEMBANGKAN TENAGA PRODUKSI MELALUI PENGANGGURAN??? APAKAH 6 JUTA PENDERITA PENYAKIT PNEUMOCONIOSIS ITU HASIL DARI PENGEMBANGAN TENAGA PRODUKSI???

 

JAWAB DULU PERTANYAAN DIATAS…TO THE POINT!! JANGAN DEBAT KUSIR!!!

Chan CT

unread,
Jan 5, 2022, 9:58:39 PM1/5/22
to GELORA45_In, Tatiana Lukman
Ini nenek seperti mbok pemakan sirih, kesukaannya mengunyah-ngunyah teori-teori sampai ludah berbuih merah lalu diludahkan keluar, ...! Menjijikkan, sangat menjijikkan! Bersukurlah dijaman modern sekarang ini sudah nyaris tidak ada lagi mbok pemakan sirih, ... Sudah seharusnyalah ditinggalkan jauh-jauh!
 
Tidak disadari dbahwa teori diangkat dari praktek dan dibuktikan kebenaran teori itu melalui praktek, bukan dan tidak selalu bisa diselesaikan ditengah diskusi perdebatan saja. Jadi, ... kenapa tidak berani atau tidak mau melihat haris praktek yang dijalankan saja!
 
Apa yang belum saya jawab? Lha jelas-jelas 4 besar masa RBKP itu adalah KESALAHAN yang terjadi, kebablasan menggerakkan massa Garda Merah bangkit melancarkan pemberontakkan terhadap yang dituduh markas komando Penempuh Jalan Kapitalisme, ...! Merupakan KESALAHAN anarkisme dan tanpa dasar fakta autentik, sudah merupakan fitnah terhadap PRIBADI pejabat-pejabat tinggi yang hendak dijatuhkan itu. Tanpa bukti akurat sudah meneriakkan penempuh jalan kapitalis, penghianat bangsa dan mata-mata dalam selimut! Memperlakukan Presiden RRT, Liu Shaoqi sebagai musuh yang boleh saja dianiaya secara fisik dan tidak diperlakukan sebagai manusia. SEMUA SIKAP BRUTAL yang terjadi demikian tidak manusiawi itu jelas-jelas BERTENTANGAN dengan FMTT dan menampar mulut Mao Zedong! Begitulah Kongres 11 PKT akhirnya BERHASIL membuat kesimpulan kesalahan-kesalahan serius RBKP secara menyeluruh.
 
Gerakan Maju Melompat dan membubarkan Komune Rakyat juga sudah ada pelurusan melalui Kongres PKT, yang dianggap telah melampaui tingkat kesadaran masyarakat ketika itu, dianggap terlalu cepat BELUM tiba saatnya untuk meningkatkan revolusi sosialisme dimana tenaga produktif masih terbelakang dan sangat lemah, ... kapitalis dan hak milik perseorangan atas alat produksi masih harus diberi kesempatan hidup dan dikembangkan untuk mendoron maju pertumbuhan industri dan ekonomi nasional. Begitulah Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok disamping hak-milik NEGARA yang UTAMA dan menentukan, tetap memperkenankan hak-milik kolektif dengan utamanya koperasi-desa, juga tetap mengembangkan hak-milik perseorangan atas alat produksi, ...
 
Dan dengan jalankan ekonomi pasar sosialis yang menjalankan keseimbangan antara Ekonomi Pasar dan Ekonomi Perencanaan, disamping tetap menjalankan perencanaan lima tahun juga diimbangi dengan jalankan hukum ekonomi pasar yang berlaku. Bukankah setelah dipraktekkan dalam 40 tahun terakhir ini, ... terjadi kemajuan dahsyat yang menakjubkan dunia, baik dibidang ekonomi, teknologi maupun militer!
Bukankah KEBERHASILAN RRT itu telah memaksa AS menjadikan RRT ANCAMAN TERBERAT!
Bukankah RRT ditahun 2020 telah memproklamasikan BERHASIL membeb askan lebih 700 juta rakyatnya dari kemiskinan-absolut!
Bukankah RRT ditahun 2019 telah membuktikan kemampuan dan keberhasilan menangani dan mengendalikan pandemi COVID-19 dalam 70-an hari, sedang negara-negara maju, khususnya AS yang selama ini berteriak mempunyai sistem kesehatan termaju didunia keok, setelah kewalahan lebih setahun, sampai kemarin ini diberitakan hampir 1 juta warga terjangkit perhari dan ribuan yang meninggal setiap harinya,...!

Tatiana Lukman

unread,
Jan 6, 2022, 8:40:50 AM1/6/22
to Chan CT, GELORA45_In

Ha…ha… Jelas, orang remo memang menentang dan mengubah teori revolusioner dengan dalih tidak sesuai dengan zaman modern!! Justru karena itulah mereka menyandang nama revisionis: dengan ideologi borjuisnya mereka  merevisi Marxisme-Leninisme…Kalau tidak merevisi teori revolusioner, ya bukan kaum revisionis namanya!! Logis,  ideologi borjuis reaksionernya telah membuat  agen remo chan membeo pada tuan-tuan remo tanah leluhurnya dalam menganggap salah 4 besar yang justru memberi kebebasan kepada massa luas untuk mengemukakan pendapatnya, mengadakan diskusi dengan bebas, menulis pendapatnya melalui koran dinding. Ya jelas, salah bagi orang-orang revisionis yang berkuasa, karena dengan 4 besar kebebasan itu, mereka diganyang massa!!!  Masak, bebas berekspresi, bebas berdiskusi, bebas menulis dianggap salah?? Lantas ngapain orang-roang progresif menuntut kebebasan berekspresi etc, kepada pemerintah otoriter di dunia ini???Kaum borjuis dan kaum imperialis selalu menghujat sosialisme sebagai sistim di mana tidak ada demokrasi. Justru dengan 4 besar yang dilahirkan oleh RBKP itulah Mao menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa HANYA DALAM SOSIALISME SEJATI, DEMOKRASI RAKYAT SELUAS-LUASNYA DIJAMIN OLEH KEDIDKTATURAN PROLETAR!! ITU DIBUKTIKAN DALAM RBKP!! JUSTRU DEMOKRASI RAKYAT SEBESAR-BESARNYA ITULAH YANG DIHANCURKAN OLEH KAUM PENGUASA REVISIONIS!!! BAHKAN SAMPAI KE HONGKONG, DEMOKRASI BORJUISPUN SUDAH HANCUR OLEH SECURITY LAW DARI PEKING!!! BLA…BLANYA SANG NYONYA ANTEK PEKING DI HONGKONG, YANG MEMCOBA MEMBELA DIRI TENTANG HAPUSNYA KEBEBASAN BEREKSPRESI, JUGA HANYA PEPESAN KOSONG!!!!

 

Jadi jawaban agen remo terhadap pertanyaan mengapa 4 besar dihapuskan adalah karena itu salah…Baru sekarang dia menjawab pertanyaan yang sudah saya ajukan di masa lalu. Masih segudang pertanyaan yang belum dia jawab. Dan gampang sekali memang jawabannya.. Pokoknya RBKP SALAH!! Mengapa status buruh tetap dihapuskan oleh deng xiaoping?? Juga SALAH, MEMBERI BURUH STATUS KERJA TETAP???MENGGANTIKANNYA DENGAN UU YANG MEMBOLEHKAN MAJIKAN MEMECAT SEENAK WUDELNYA SENDIRI, ADALAH BETUL??? Ha..ha.. kalau begitu, SALAH LAH SERIKAT-SERIKAT BURUH DI DUNIA INI YANG MENUNTUT SUPAYA BURUHNYA MENDAPAT STATUS SEBAGAI PEKERJA TETAP!!! JADI JELAS DI MANA POSISI KAUM REVISIONIS, BUKAN?? DI PIHAK KAUM REAKSIONER!! SELALU MEMBELA MAJIKAN ALIAS KAUM KAPITALIS!!! JAWAB INI!!!

 

Logis, agen remo Chan mencurahkan semua kebenciannya kepada mereka yang membela Mao dan ajarannya…Kurang ajarnya dan munafiknya si Chan ini, masih punya tampang (tampang yang sudah busuk karena pengkhianatannya), menggunakan Mao untuk menghujat Mao!! Persis seperti kaum remo China yang mengibarkan bendera merah untuk melawan bendera merah. TINDAKAN BRUTAL JUSTRU BANYAK DILAKUKAN OLEH KAUM REVISIONIS TERHADAP KAUM MAOIS…JANGAN LUPA KAUM REVISIONIS BANYAK MENGUASAI ORGANISASI PARTAI, NEGARA DAN TENTARA. Simak saja kata-kata Mao: “ You are making the socialist revolution, and yet you don’t know where the bourgeoisie is. It is right inside the Communist Party -those in power taking the capitalist road. The capitalist roaders are still on the capitalis road.”

 

Agen remo bolak balik membelejeti dirinya sebagai anti-Mao, bukan?? Betapa tidak! Wong, Mao dengan jelas menunjukkan di mana kaum borjuis berada.. Ya di dalam Partai Komunis sendiri!! Yaitu orang-orang yang mengambil jalan kapitalis!!!

 

Hanya orang revisionis yang bilang RBKP bertentangan dengan FMTT.  Wong jelas-jelas, Mao yang memobilisasi massa dan menggerakan RBKP, dan menunjuk kaum borjuasi di dalam Partai yang mengambil jalan kapitalis sebagai musuh RBKP,  kok dibilang itu menampar mulut Mao!! Apa namanya itu kalau bukan ocehan orang gila dan pepesan kosong!!!

Kaum Marxis-Leninis justru menganggap RBKP sebagai sumbangan Mao kepada marxisme-Leninisme!!!

 

 

 

Apapun ocehan dan dalih yang diajukan si agen busuk remo untuk membela kaum revisionis di dalam PKT, tetap saja pepesan kosong!! Mau minta argumentasi yang bagaimana lagi??Mao sudah menunjuk hidung belang dedengkot borjuis/revisionis Liu-Deng!!! Ya, jelas kongres PKT yang diadakan kaum revisionis sesudah kaum  Maois ditangkap dan dipecatin dan dibunuh, mengambil keputusan yang  menyalahkan RBKP. Persis seperti Suharto dan Nasution melalui MPRS yang anggota komunis dan kiri lainnya sudah dibunuhi, ditangkap dan dipenjara, mengambil keputusan untuk memecat bung Karno!! Logislah!!!

 

 

Bagi kaum revisionis, yang paling ideal adalah massa yang menurut apa kata penguasa, tertib menerima penghisapan, penindasan,  upah yang sering tak dibayar atau lambat pembayarannya, menerima  penyakit yang ditimbulkan karena pekerjaan yang tidak terlindungi dari bahan-bahan kimia yang digunakan dan kondisi kerja buruk tanpa perlawanan. Apa tidak menjijikkan  kaum revisionis yang mengorbankan solidaritas internasional untuk mencium pantat Suharto!!!!! Yang menjijikan dan memuakkan lagi adalah agen Chan yang telah mendeklarasikan diri sebagai M-L, menuntut pulang segera untuk bangun basis, tahu-tahu sekarang mengkhianatinya… apa hukuman bagi pengkhianat???

 

Masih mau bukti bagaimana Mao bertentangan dengan Deng Xiao-ping? Tahun 1975, Deng mengedarkan tiga dokumen yang berisi usulan untuk haluan perkembangan yang harus diambil Tiongkok. Usulan itu betul-betul bersifat revisionis. Inilah jawaban Mao:
“What! Take the three directives as the key link. Stability and unity do not mean writing off class struggle; class struggle is the key link and everything else hinges on it.”  Mao menambahkan: “This person does not grasp class struggle; he has never referred to this key link. Still his theme of ‘white cat, black cat’, making no distinction between imperialism and Marxism”.

 

Jelas, bagi Mao, mata rantai pokok adalah perjuangan kelas, bukan tiga dokumen yang dijajakan Deng! Sebaliknya, kita tahu bagi Deng, pembangunan ekonomi adalah yang pokok; perjuangan kelas yang memobilisasi massa luas untuk meneruskan revolusi di bawah kondisi kediktaturan proletar, sudah selesai ; yang belum selesai adalah perjuangan membabat kaum Maois.

 

Bagi Mao jelas, stabilitas dan persatuan tidak berarti MENGHAPUS PERJUANGAN KELAS. Bagi Deng, nomer satu adalah stabilitas dan persatuan yang dicapai dengan menindas dan membungkam kaum Maois….Dengan stabilitas dan persatuan, Deng ingin menjamin kaum kapitalis besar asing supaya merasa aman menanam modalnya untuk membangun kapitalisme dan melahirkan orang-orang kaya di China,

 

Apa masih kurang jelas pendapat Mao tentang Deng yang dianggap tidak mencengkam perjuangan kelas; TIDAK PERNAH MENGACU PADA MATA RANTAI PERJUANGAN KELAS. Mao menganggap “kucing putih, kucing hitam”nya Deng sebagai teori yang tidak membedakan imperialisme dengan Marxisme.

 

Masalahnya sangat jelas!! Engkau Bersama Mao atau Bersama Deng!! Munafiknya si Chan, jelas, yaitu bersama dengan Deng tapi dengan muka tembok masih terus menggunakan Mao untuk menghantam Mao!!!

 

Mau melihat praktek??? Si antek remo selalu menuduh saya seoleh-olah saya tidak melihat praktek ..Dasar matanya yang picek dan otaknya yang sudah tidak mampu menampung semua berita dan argumentasi yang dimuat dalam semua postingan saya.

 

Baca berita ini:

Extortion, pay-cuts and public humiliation: Chinese provinces are imploding spectacularly

Akshay Narang by Akshay Narang

 December 30, 2021

in China

Reading Time: 4 mins read

 

China, Xi jinping, Chinese, government

Do you want to see what a failed State looks like? Well, just look at China. The coffers of local governments are running empty, public officers are being denied their wages, celebrities and businessmen are being extorted, and the commoners are being publicly humiliated over a disease outbreak that the government can’t control.

China going bankrupt

 

Ever heard of Chanakya? He was an ancient Indian political and economist— arguably the greatest one to have existed in recorded human history. He propounded what is called the Saptang Theory of State. Chanakya said that there are seven elements of Statehood and without them a nation cannot exist— one of them being Kosha (The Treasury).

 

Well, we don’t know about the other six elements, but China does lack Kosha for sure. China’s local government debts have been rising to staggering levels and the official numbers don’t matter, it is the so-called hidden local government debt that matters.

 

Provincial authorities raise money through bonds sold by local government financing vehicles, or LGFVs. The debts don’t show up on balance sheets but they do exist. At the end of 2020, local government hidden debts in China stood at US$7 trillion. This is equal to 44 percent of China’s gross domestic product (GDP).

 

And to make it worse, Chinese provinces are no longer able to raise money through land sales that had got them going till now. There is a property sector slump in China, and well, no one wants to invest in land plots.

 

Local governments resorting to extortion

 

What do brutal governments do when they don’t have money? Well, they loot the citizens. You may call it extortion or daylight robbery, and this is exactly what is happening in China.

Bazhou, a troubled county-level city in China’s Hebei province, for example, used “bogus tax” to ramp up its revenues. It has been hunting businesses with a tax allegedly covering “procedural costs,” violating regulations. In Hangzhou, local tax authorities decided to raise some money by imposing a fine on “livestreaming queen” Huang Wei, known as Viya. The celebrity has been asked to cough up $210 million for tax evasion.

Pay cuts

 

Many provinces in China are refusing to extort their citizens. They have a simpler solution— don’t pay your employees and save money.

A social media post written by a Hangzhou municipal government employee has gone viral in China. She wrote, “My annual pay is going to be slashed by around 25%. That’s 50,000 yuan ($7,850) less. How can I live?”

But on the brighter side, this woman employee in Hangzhou is not the only one seeing a quarter of her salary vanish all of a sudden.

Pay cuts in Tianjin are around 20%. Shanghai has reported a case with a 30% reduction. The salary of a police station chief is expected to be cut significantly from the present 350,000 yuan. And significant pay cuts were also observed in Guangdong and Jiangsu.

 

Chinese government employees are facing what every employee hates. And the Chinese Communist Party (CCP) is trying to be a smart employer. It announced pay cuts without any official announcement and suddenly the employees came to know that they have to make do in lesser money. The Communist Party also maintains a tight grip over its officials and will crack down if there is much resistance to the drastic pay cuts.

Public humiliation for COVID-19 rules violators

 

The Chinese economy is definitely in a bad state. And it is getting even worse because the CCP is failing to effectuate its ‘zero Covid’ policy.

Armed riot police in southern China publicly shamed and paraded four alleged violators of COVID-19 rules through the streets. Public shaming as a mode of punishment is banned in China. In fact, it has been banned all across the world except under the reign of some brutal and conservative governments. But Chinese local governments are increasingly using public shaming as a mode of censuring violators of COVID regulations.

 

To an outsider, there might not be a relationship between the bogus taxes, pay cuts, fines on celebrities and public humiliation. But the Professor thinks otherwise, and no I am not talking about the Money Heist guy. I am talking about a Chinese professor, Sun Liping, at the Tsinghua University, which is Chinese President Xi Jinping’s alma mater.

Liping has written a series of articles tying together the Viya tax fine, cuts in public servants’ pay, the issue of property taxes and the “bogus tax” of Bazhou. He compares China’s situation with 19th century Peru, where the replacement of bird droppings by synthetic fertiliser in European agriculture led to an economic crisis.

 

So, the property sector slump in China is its 21st-century Peruvian bird droppings. Now, as the source of revenues in land sales dry up, Chinese provinces are moving into bankruptcy, and all the events point at just one finding— China is becoming a failed State

Chan CT

unread,
Jan 7, 2022, 3:27:10 AM1/7/22
to GELORA45_In, Tatiana Lukman
SETUJUUUU, ...! Tidak ada teori-teori revolusioner yang mandeg, beku mati tidak berubah dan berkembang, ... Selalu maju teruuus sesuai perkembangan dan perubahan jaman! Dan setiap orang boleh-boleh saja beda pendapat bahkan menentang perubahan yang terjadi, tapi TETAP TIDAK ADA yang bisa menyangkal KEBENARAN TEORI itu dibuktikan dalam PRAKTEK! Secara OBJEKTIF Melihat dan mengakui HASIL pelaksanaan TEORI itu, BERHASIL atau TIDAK?! Melihat keberhasilan sesuai kenyataan yang ada, perbaiki saja kekurangan dan kesalahan yang ada untuk teruuuus maju lebih baik dan cepat! TIDAK PERLU perdebatkan dari teori ke teori, mengadu kebenaran dari siapa mengatakan begini siapa mengatakan begitu, dahulu mengatakan begini sekarang begitu dsb. dll, ... dimana diantara kita sudah terjadi berpuluh tahun tiada habis dan akhirnya sampai berbuih-buih! Untuk apa menghabiskan waktu dan energi saja! CUKUP dan LEBIH BAIK lihat hasil praktek dan kenyataan yang terjadi saja!
 
Lhaaa, ... 4 BESAR yang mengakibatkan begitu buuuaaanyak kader/tokoh/rakyat terbaik Tiongkok menderita, teraniaya, tersiksa bahkan jatuh korban TANPA kejelasan HUKUM, ... Dan KESALAHAN SERIUS yang sangat TIDAk manusiawi pernah terjadi sudah dikoreksi dan menjadi KESIMPULAN Kongres PKT masih juga hendak dibela mati-matian! Kalau saja SATU PERISTIWA dengan sasaran begitu besar dan luas, tidak hanya menyasar kader utama PKT, dari 33 anggota Politbiro (Kongres ke-VIII PKT) ada 20 yang diganyang dan dijatuhkan, bahkan TANPA BUKTI kesalahan politik ratusan ribu intelektual jadi sasaran yang dihujat sebagai Si-BUSUK ke-9! (臭老九) Lalu, apa yang dan siapa yang hendak dibela? KEJADIAN yang MENYALAHI PRINSIP Perjuangan Mao sendiri, keharusan memperkecil dan memusatkan sasaran pada segelintir tokoh yang menentukan saja, dan, .... menghadapi kawan yang berbuat kesalahan KEHARUSAN menitik beratkan pada PENDIDIKAN, bukan pada sasaran pribadi seseorang, apalagi menggunakan kekerasan secara tidak manusiawi!
 
Bukankah gejala-gejala yang nyata terjadi selama RBKP itu membuktikan KEBABLASAN DEMOKRASI yang dijalankan dan sudah berubah menjadi ANARKIS yang tidak terkendalikan! Semua orang yang sedikit saja beda pendapat, berani mengeritik pelaksanaan kebijakan “Maju Melompat”, “Komune Rakyat” sudah dituduh “penempuh jalan kapiatalis”, “ANTI-Sosialisme” yang patut diganyang, ... TANPA BUKTI AKURAT boleh saja menuduh “PENGHIANAT”, “Mata-mata, MUSUH dalam selimut” yang boleh saja disiksa secara kejam sampai meninggalpun harus dibakar TANPA dijalankan pemakaman secara manusiawi dengan menyangdang nama sebenarnya dan memberitahu keluarga, ...!
 
Lalu, ... pernah tidak perhatikan bagaimana gembong-gembong UTAMA yang membawa Garda Merah begitu GARANG nya mengganyang pejabat dan tokoh-tokoh yang dituduh “Penempuh Jalan Kapiatalis” itu? BENAR begitu BIADAB naruni mereka sesungguhnya? Bagaimana pemikiran mereka dikemudian hari, ...? Tentu saya tidak melakukan penelitian berapa persen diantara mereka yang akhirnya MENGAKUI KESALAHAN kekejaman kemanusiaan yang mereka lakukan, sekadar mengangkat beberapa diantara mereka yang ketika itu sangat terkenal radikalis dengan berteriak keras sangat ekstrim dan bisa saya ingat saja. Tapi, yang PASTI, diantara tokoh utama aktivis Garda Merah itu TIDAK SEORANG pun yang pantas ditampilkan menjadi TELADAN dan PELOPOR anggota PKT apalagi menjadi pemimpin rakyat Tiongkok yang baik!
 
Entah nenek Tatiana ingat tidak dengan nama Chen XiaoLu, putranya Marsekal Chen Yi yang ketika itu Menlu dan Song Binbin, putrinya Jenderal Song Renqiong, seorang gadis remaja yang mendapat kehormatan mengalungkan ban “Garda Merah” dilengan Ketua Mao saat rapat akbar Garda Merah di Lapangan Tian An Men. Sementara ada tulisan Song Binbin dimasa RBKP yang ketika itu ramai di perbincangkan, saat mengalungkan ban “Garda Merah” dilengan ketua Mao, ada pembicaraan Binbin dengan Ketua Mao yang tanya kenapa masih menyandang nama Song Binbin yang berbau feodal? Lalu, lebih lanjut ketua Mao menyatakan: “Bukankah wanita Tiongkok modern tidak lagi suka gincu berhias tapi lebih suka senjata! Dan anda menjadi pelopor Barisan Berontak Revolusioner dengan kekerasan senjata? Ganti saja menjadi Song YaoWu (= Mau Senjata)!” 
文革惡之花宋彬彬:我決定不再沉默* 阿波羅新聞網 Song Binbin diatas podium Tian An Men mengalungkan ban “Garda Merah” dilengan Ketua Mao
 
Song Binbin ditahun 1972 termasuk pemuda angkatan pertama kembali meneruskan sekolah di Akademi Geologi dan tahun 1975 S1 tamat, kemudian 1980 tamat S2 dan  melanjutkan ke AS di Boston Univ. 1983 selesaikan S3 jurusan Kimia. Kemudian menjadi WNAmerika dan 1989-2003 Pejabat Analisis Lingkungan, Badan Perlindungan Lingkungan Massachusetts.  
 
Sept. 2007 bersama Chen XiaoLu dan beberapa anak kader lainnya, mengatas namakan mantan Garda Merah sekitar 90an orang, saat memperingati 90 Tahun Sekolah Menengah mereka di Beijing, membuat PERNYATAAN MINTA MAAF BERSAMA! Minta dimaafkan atas Penempelan Surat Dinding Besar (Da Zhi Bao) yang mendobrak rusak ketertiban sekolah dan mengakibatkan banyak kerusuhan disekolah dan masyarakat, mengakibatkan penderitaan begitu banyak guru bahkan beberapa guru meninggal akibat penyiksaan, penganiayaan saat rapat pengganyangan! Kalau sekarang kami yang terlibat langsung TIDAK MINTA DIMAAFKAN semua kesalahan berat itu mungkin tidak ada kesempatan lagi, ...
 
Ini pelaku keganasan kekerasan dilapangan yang terjadi, lalu bagaimana dengan tokoh, kader diatas yang lebih tinggi? Ambil saja tokoh tenar dimasa RBKP itu, seperti Qi BenYu, anggota Grup RBKP Sentral, yang juga menjadi sekretaris Mao dan Jiang Qing dimasa RBKP, salah seorang yang terlibat dalam merumuskan Pengumuman 516 (Pengumuman 16 Mei yang terkenal itu), menjadi salah seorang penggerak bentrok senjata yang dikenal Peristiwa 720 (20 Juli 1967 di Wuhan terjadi betrok senjata antar Garda Merah bersenjata). Ketua Mao yang kebetulan berada di Wuhan jadi harus menyingkir dan Qi BenYu bersama Wang Li dan Guan Feng menjadi kader penanggungjawab yang dikorbankan. Sejak itu dinonaktifkan, ... Dan setelah Gang Of Four dijatuhkan, Qi Benyi juga termasuk kader yang harus bertanggungjawab atas kebrutalan RBKP yang terjadi dan dipenjarakan. Tahun 1986, dibebaskan setelah mengakui KESALAHAN yang dilakukan dimasa RBKP itu! Dan menulis buku “Tokoh Besar Yang Psikologi abnormal”.
 
Tentu masih ingat dengan nama Kuai Dafu,  salah seorang pimpinan utama Garda Merah dari Tsing Hua Univ. biasa dipanggil “Komandan Kuai!” dimasa RBKP itu, ... Begitu beringasnya mengganyang Liu-Deng yang dituduh penempuh jalan kapitalis, dalam rapat pengganyangan itu juga tidak segan-segan melancarkan pertarungan dengan Barisan Berontak Revolusioner yang berbeda, ... sampai Mei 1968 di Beijing Univ dan Tsing Hua Univ. sudah 18 orang jatuh korban dan diantara lebih seribu orang luka-luka itu 30-an jadi cacad. Akibatnya, 28 Juli 1968 Ketua Mao memanggil 5 tokoh Garda Merah, dimana komandan Kuai DaFu, dan mengkritik kekerasan yang telah mereka lakukan! Dan menuntut utamakan pendidikan terhadap orang yang bersalah dan hentikan kekerasan apalagi kekerasan senjata! Desember 1968, Kuai dipekerjakan di Pabrik Metal Aluminium Ning Xia untuk mendapatkan pendidikan Buruh! Tahun 1978 dipenjarakan dengan kesalahan kekejaman yang dilakukan dimasa RBKP dan setelah mengakui KESALAHAN Kekejaman kekerasan yang dilakukan dengan mengakibvatkan belasan mahasiswa meninggal dan 30an cacad, Kuai yang divonis 17 tahun bisa bebas penuh ditahun 1983, kembali meneruskan bekerja di pabrik Metal Aluminium Ning Xia.
 
Diawal 1990 bertemu dengan kawan lama, bersama-sama menjadi pengusaha, menjadi KAPITALIS di Shen Zhen. Iyaaa, Kuai yang begitu getol dan keras menentang Liu-Deng dengan menuduh “penempuh Jalan Kapitalis”, justru setelah bertobat atas kesalahan dimasa RBKP justru menjadi kapitalis cukup berhasil! Sekalipun diberitakan juga, Kuai dikenal sebagai kapitalis yang cukup sosial, dan disenangi seluruh buruh dan karyawannya, ... Lalu, siapa lagi diantara TOKOH-UTAMA RBKP itu yang lebih keras dan heibat bisa menjadi pemimpin Rakyat Tiongkok yang baik didalam benak nenek Tatiana ini??? Dasar hanya bermimpi dalam tempurung saja, .... Hahahaa!
962E0DB631A14F58A3B0F8EAC59C3675.jpg
FDDBF98E403B4B34BF9C6D7B0C3DDBCA.jpg

Tatiana Lukman

unread,
Jan 7, 2022, 2:12:50 PM1/7/22
to Chan CT, GELORA45_In

Ha…ha… inilah pemutar balikkan yang dilakukan antek  remo:  menentang dan merevisi teori revolusioner sama sekali tidak sama dengan mengembangkan teori revolusioner sesuai dengan kondisi kongkrit satu negeri. Mao mengembangkan Marxisme-Leninisme dengan teori dan praktek melancarkan revolusi di bawah kondisi kediktaturan proletar yaitu RBKP untuk melawan kaum borjuis yang bersarang dan berkuasa dalam partai komunis!!!

 

Yang si chan bilang kader terbaik adalah kader2 revisionis, seperti Liu-Deng dan kliknya!!! Ya logislah,sedangkan the gang of four, bagi kaum revisionis, adalah musuh-musuhnya!!

 

Bantahlah petunjuk Mao ini!!!

: “ You are making the socialist revolution, and yet you don’t know where the bourgeoisie is. It is right inside the Communist Party -those in power taking the capitalist road. The capitalist roaders are still on the capitalis road.”

 

Jelas antek remo chan membela Deng dengan teorinya kucing putih kucing hitam!!

 

: “This person does not grasp class struggle; he has never referred to this key link. Still his theme of ‘white cat, black cat’, making no distinction between imperialism and

Marxism”.

 

Jawab kata-katanya Mao di atas itu!!!

 

Koar-koar tentang hal ihwal yang tidak ada hubungannya dengan tema ini hanyalah pepesan kosong dan debat kusir!!

 

Katanya mau praktek. Kenapa tidak jawab praktek tentang pemerasan pemerintah provinsi untuk cari uang dan perdagangan seks yang dikelola orang-orang china!!! Ah, bagi agen remo., itu bukan praktek!!!

962E0DB631A14F58A3B0F8EAC59C3675.jpg
FDDBF98E403B4B34BF9C6D7B0C3DDBCA.jpg

Tatiana Lukman

unread,
Jan 7, 2022, 3:12:06 PM1/7/22
to Chan CT, GELORA45_In

Di bawah ini tercermin bagaimana seorang Maois memperingati 100 tahun Partai Komunis Tiongkok. Secara singkat diungkapkan bagaimana lahir dan berkembangnya perjuangan rakyat Tkk dibawah pimpinan PKT dan Mao memenangkan Revolusi Demokrasi Baru dan mengusir agresi Jepang dan KMT.

 

Tak lupa ia menjelaskan peran dedengkot revisionis Liu-Deng yang tidak mau membangun sosialisme. Dan sudah tentu ia juga mengungkap RBKP yang bertujuan menghancurkan kaum revisionis yang bersarang dalam Partai. Maois Tkk ini mendukung garis RBKP Mao dan mengerti apa tujuan RBKP. Ia konsekwen dalam mendukung Mao dan ajarannya. Kemudian dia juga melihat KENYATAAN DAN PRAKTEK DENG YANG MEREBUT KEKUASAAN DAN MEMBAWA TIONGKOK KE JALAN IMPERIALIS!!!

 

Prakteknya si anjing jaga budukan remo Chan hanyalah pembangunan kapitalisme yang dibiayai oleh modal kapitalis besar dunia/IMF-Bank Dunia dan semua proyek neo-kolonial di negeri-negeri AAA yang didorong oleh Kaisar Xi seperti OBOR. Tapi perampasan nilai lebih yang diciptakan buruh tiongkok dan buruh asing yang bekerja di pabrik2 China di negeri AAA, BUAT ANJING JAGA BUDUKAN CHAN, BUKAN PRAKTEK ATAU KENYATAAN!!! Ya, memang munafik wataknya, mau diapain ??!!!

 

Apa yang diutarakan oleh Maois Tkk JELAS BERTOLAK BELAKANG DENGAN PEPESAN KOSONG YANG SELALU DISAJIKAN OLEH ANJING JAGA REMO CHAN, YANG SUKA “MENYANJUNG MAO” UNTUK KEMUDIAN MENGHUJATNYA KARENA RBKP DAN GERAKAN MELOMPAT MAJU!!!

 

Bagi kaum Maois sedunia, suara kaum Maois di Tiongkok adalah penting, karena itu sangat membesarkan hati. Walaupun penindasan dan pembungkaman Kaisar Xi dengan segala apaarat yang canggih teknologi semakin besar, tapi itu tidak dapat membendung berkembangnya kaum Maois di tanah airnya sendiri, walaupun harus bekerja di bawah tanah. Dengarkan slogan mereka “Bersatulah seluruh kaum Maois di Tiongkok dan lancarkan perjuangan yang teguh melawan revisionisme Tiongkok!!!!

Biarkan anjing jaga berkudis remo Chan menggonggong, kaum Maois sedunia terus berjuang untuk persatuan dan perlawanan teguh melawan imperialisme dan revisionisme!!!!

Hello comrades in the United States

I am a Maoist from China, and I have been following you since last year. Some articles on your website are widely circulated among some Maoist groups in China.

This year is the 100th anniversary of the birth of a former socialist party, the Communist Party of China. I wrote a commemorative article in my own, hoping to spread it among Marxist-Leninist-Maoists all over the world through you:

July 1, 2021, this is a day to commemorate the centennial birthday of the Communist Party of China, a political party that has influenced the process of the socialist movement around the world. After the May Fourth Movement in 1919, the idea of communism began to take root in China, and Marxism became the trend of progressive youth in China at that time. The convening of the First National Congress of the Communist Party of China in 1921 marked the birth of this party. The vanguard of the Chinese proletariat led the Chinese proletariat through thorns and smashed its chains and finally liberated themselves.

The Chinese Communist Party has led many labor movements in China, the strikes of Longhai Railway workers, the strikes of Jinghan Railway workers, the Canton-Hong Kong strike, and the Anyuan Road and Mine strikes. The Chinese Communists have always been at the forefront of the labor movement, defending the interests of Chinese workers.

The Communist Party of China was not only at the forefront of the Chinese labor movement, but also immediately formed the anti-Japanese national united front to resist foreign aggression. On September 18, 1931, Northeast China fell, and the Communist Party of China quickly established the Northeast Anti-Japanese United Army to carry out guerrilla operations. In 1937, the full-scale war of resistance broke out; “Rise up, people who do not want to be slaves, the Chinese nation has reached the most dangerous time, everyone is forced to give out the last roar.” This is the beginning of the national anthem of the People’s Republic of China, and there is something behind this. It is the history of the Chinese Communist Party leading the Chinese people to fully resist Japanese aggression.

In 1945, the Japanese aggression ended and China achieved a short-term peace, but Chiang Kai-shek broke the hard-won peace and launched a civil war. Chiang Kai-shek led the Kuomintang to retreat to Taiwan, and the People’s Republic of China was proclaimed in Beijing on October 1, 1949. However, the US imperialists did not want to see the establishment of a socialist China, so they formed a “United Nations Army” to join the Korean War. The final result was obvious. The Chinese Volunteer Army and the Korean soldiers and civilians won victory. [this paragraph was shortened for clarity – Ed.]

Then, the Chinese people finally really stood up. Under the leadership of Chairman Mao and the Communist Party of China, China’s socialist construction proceeded in full swing. However, some revisionists did not want China to become a socialist country, so they undertook secret sabotage. Some people, headed by Liu Shaoqi and Deng Xiaoping, deliberately misinterpreted Mao Zedong‘s construction policy and undermined China’s socialist construction.

In 1966, the Great Proletarian Cultural Revolution (GPCR) began. The purpose of this revolution was to wipe out revisionists within the Communist Party of China. Not only that, but the GPCR has also affected the socialist movement around the world. In Japan, students took to the streets. Holding high the banner of socialism in Peru, Chairman Gonzalo proposed Maoism through the synthesis of Chairman Mao‘s thoughts and theories; in India, the Naxalbari uprising ignited the spark, and the Communist Party of India (Maoist) would become the political force of India to begin a protracted people’s war; in Turkey, Ibrahim Kaypakkaya formed TKP/ML to start a revolutionary struggle.

Deng Xiaoping ultimately seized power, and China took the road of revisionism and imperialism. However, the spirit of the Chinese Communist Party and the Chinese Revolution has not gone away, and it still inspires the current global Marxist-Leninist-Maoist movement. In India, in Turkey, in Peru, and in the Philippines, the Marxist-Leninist-Maoist people‘s armed forces are still continuing the protracted People’s Wars; other Marxist-Leninist-Maoist parties and organizations are also preparing to participate in their own People‘s Wars. Marxism-Leninism-Maoism, protracted people’s war, this is the legacy of the Communist Party of China before it became revisionist, and it should now be inherited by Marxism-Leninism-Maoists worldwide.

Long live Marxism-Leninism-Maoism!

Long live the centenary birthday of the Communist Party of China!

All Maoists in China unite and wage the most resolute struggle against Chinese revisionism!

Maoists from all over the world unite and join in the struggle against imperialism and revisionism!

962E0DB631A14F58A3B0F8EAC59C3675.jpg
FDDBF98E403B4B34BF9C6D7B0C3DDBCA.jpg

Chan CT

unread,
Jan 7, 2022, 7:10:45 PM1/7/22
to GELORA45_In, Tatiana Lukman
Lenin dibilang telah mengembangkan Marxisme sesuai kondisi Rusia , Mao juga diangkat telah mengembangkan Marxisme-Leninisme sesuai kondisi konkrit Tiongkok, bahkan FMTT sempat dinobatkan sebagai pengembangan ML sampai puncaknya, ...! Deng tidak mengangkat dirinya sebagai pengembang ML-FMTT, tapi mengoreksi dan meluruskan kebijakan yang dianggap salah saja. Deng juga tidak mengangkat pemikirannya sebagai isme yang merupakan pedoman pembimbing, ... cukup pertahankan dan pegang teguh 4 prinsip Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok yang diajukan saja! Yaitu: 1. Menempuh jalan soisalisme; 2. Pertahankan diktatur Proletariat; 3. Dibawah pimpinan PKT dan 4. Dengan ideologi pembimbing Marxisme-Leninisme-Fikiran Mao Zedong.
 
Berpikirlah secara rasional dan berani melihat kenyataan yang terjadi saja, ... jangan gunakan kaca mata kuda dan hanya melihat hitam-putih secara ekstrim. Karena dalam kenyataan segala hal-ihwal yang kita hadapi tidak ada kemurnian mutlak, didalam lingkaran hitam ada setitik putih, begitu juga didalam lingkaran putih ada setitik hitam. Menggunakan kata-kata Mao, segala hal-ihwal satu pecah menjadi dua, ... Ada baik juga ada jelek, ada benar juga ada salah, jangan dianggap mutlak benar dan mutlak salah, cukup lihat saja 70% baik vs 30% jelek; 70% benar vs 30% salah; ... atau sebaliknya saja. Begitu melihat masalah, begitu juga dalam menilai seorang tokoh, ... Betapapun genius Marx, Lenin, Mao bukan dewa-dewa yang tidak berbuat kesalahan, harus tetap dilihat sebagai manusia-manusia NORMAL yang bisa berbuat kesalahan! Saat mengkritik kesalahan Stalin, jangan dihujat habis tanpa melihat jasa, keheibatan dan keberhasilan membawa Soviet maju! Pertahankan yang BENAR dan kritik yang salah saja. Beegitu juga saat mengkritik kesalahan Mao, jangan lakukan menghitamkan dan menimpakan segala kesalahan pada diri Mao sendiri! Kesalahan-kesalahan yang terjadi adalah keputusan kolektif dan menjadi garis PKT ketika itu! Termasuk Deng juga harus bertanggung jawab atas kesalahan-kesalahan yang terjadi, ... Tidak bisa lolos dan lepas tangan!
 
Jadi, pernyataan Borjuis penempuh jalan kapitalis berada dalam PKT juga jangan dimutlakkan benar atau mutlak salah. Ada benarnmya juga ada salahnya! Benar, karena kenyatan pemikiran setiap orang berbeda-beda dan baru diketahui jelas setelah dia jalan melangkah, ... Begitulah pertarungan faksi-faksi dalam PKT terus berlangsung sepanjang 100 tahun ini, ...! Siapa bisa sangka Marsekal Lin Piao yang begitu tinggi menyangjung puja Ketua Mao, lalu bukan hanya dinobatkan sebagai penerus Mao, tapi juga dipakukan dalam konstitusi PKT, justru seorang yang hendak bunuh ketua Mao dan mampus saat minggat ke Soviet dan pesawatnya meledak jatuh di Mongolia!
 
Begitu juga dengan Gang of Four, ... dimulutnya saja menyanjung tinggi ketua Mao dan FMTT, tapi dalam banyak praktek yang dijalankan justru kebalikkan! Itulah pertarungan didalam PKT yang selalu terjadi, ... dan biasa saja! Bagaimana kita melihatnya saja, dengan sumber berita yang nyata atau fiktif dan fitnah! Tapi, yang PASTI dan jelas terjadi, pemikiran Mao dalam perjuangan yang dijalankan selalu berprinsip memusatkan dan memperkecil sasaran, selalu menghindari jatuh korban yang tidak diperlukan, terhadap kesalahan harus utamakan pendidikan bukan melakukan serangan pribadi dengan kekerasan, melakukan penyiksaan dan penganiayaan fishik secara tidak manusiawi. Dan, itulah kenyataan yang terjadi selama RBKP dan jelas tidak luput dari tangan-tangan Gang of Four, juga sudah dibuktikan didepan pengadilan, ...!
 
Tentu perjuangan intern PKT, faksi-faksi pemikiran sosial-demokrat, yang dibilang Maois gadungan juga akan terus berlangsung, ...! Dilihat saja nanti bagaimana dan faksi mana yang menang!

Chan CT

unread,
Jan 7, 2022, 7:39:24 PM1/7/22
to GELORA45_In, Tatiana Lukman
Ini tulisan siapa dan darimana sumber yang tidak jelas, ... untuk apa dibaca apalagi dibahas! Biarlah mereka-mereka yang merasa dirinya paling ML-FMTT bersatu padu berjuang memenangkan perjuangannya baik di Tiongkok maupun didunia! Baguuuus dan bersyurkurlah kalau mereka berhasil mewujudkan masyarakat sosialisme sebagaimana dimimpikan menjadi kenyataan, ...!!!
 
Tapi, ... dalam kenyataan mereka bukan saja harus menghadapi PKT yang nampak terus tumbuh makin jaya dengan lebih 90 juta anggota yang berdisiplin baja itu, juga harus menghadapi kepungan masyrakat kapitalis didunia dengan gembong imperialisme AS itu, ... ENTAH bagaimana memperkirakan kemungkinan yang menamakan diri “MAOIS-MAOIS” itu bisa memenangkan perjuangannya! Lhaa, ... yang dikatakan pengikut Leninis dengan disiplin baja Bolsyewiek dan tergembleng puluhan tahaun itu ternyata sampai sekarang belum juga bisa bangkit menangkan perjuangan menegakkan kembali Soviet yang sudah roboh, bagaimana bisa dibayangkan “Maois” bermimpi menangkan perjuangan mereka???
 
Selamat berjuang, ....!!!
 
 
Sent: Saturday, January 8, 2022 4:01 AM
Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism
 

Di bawah ini tercermin bagaimana seorang Maois memperingati 100 tahun Partai Komunis Tiongkok. Secara singkat diungkapkan bagaimana lahir dan berkembangnya perjuangan rakyat Tkk dibawah pimpinan PKT dan Mao memenangkan Revolusi Demokrasi Baru dan mengusir agresi Jepang dan KMT.

 

Tak lupa ia menjelaskan peran dedengkot revisionis Liu-Deng yang tidak mau membangun sosialisme. Dan sudah tentu ia juga mengungkap RBKP yang bertujuan menghancurkan kaum revisionis yang bersarang dalam Partai. Maois Tkk ini mendukung garis RBKP Mao dan mengerti apa tujuan RBKP. Ia konsekwen dalam mendukung Mao dan ajarannya. Kemudian dia juga melihat KENYATAAN DAN PRAKTEK DENG YANG MEREBUT KEKUASAAN DAN MEMBAWA TIONGKOK KE JALAN IMPERIALIS!!!

 

Prakteknya si anjing jaga budukan remo Chan hanyalah pembangunan kapitalisme yang dibiayai oleh modal kapitalis besar dunia/IMF-Bank Dunia dan semua proyek neo-kolonial di negeri-negeri AAA yang didorong oleh Kaisar Xi seperti OBOR. Tapi perampasan nilai lebih yang diciptakan buruh tiongkok dan buruh asing yang bekerja di pabrik2 China di negeri AAA, BUAT ANJING JAGA BUDUKAN CHAN, BUKAN PRAKTEK ATAU KENYATAAN!!! Ya, memang munafik wataknya, mau diapain ??!!!

 

Apa yang diutarakan oleh Maois Tkk JELAS BERTOLAK BELAKANG DENGAN PEPESAN KOSONG YANG SELALU DISAJIKAN OLEH ANJING JAGA REMO CHAN, YANG SUKA “MENYANJUNG MAO” UNTUK KEMUDIAN MENGHUJATNYA KARENA RBKP DAN GERAKAN MELOMPAT MAJU!!!

 

Bagi kaum Maois sedunia, suara kaum Maois di Tiongkok adalah penting, karena itu sangat membesarkan hati. Walaupun penindasan dan pembungkaman Kaisar Xi dengan segala apaarat yang canggih teknologi semakin besar, tapi itu tidak dapat membendung berkembangnya kaum Maois di tanah airnya sendiri, walaupun harus bekerja di bawah tanah. Dengarkan slogan mereka “Bersatulah seluruh kaum Maois di Tiongkok dan lancarkan perjuangan yang teguh melawan revisionisme Tiongkok!!!!

Biarkan anjing jaga berkudis remo Chan menggonggong, kaum Maois sedunia terus berjuang untuk persatuan dan perlawanan teguh melawan imperialisme dan revisionisme!!!!

Hello comrades in the United States

I am a Maoist from China, and I have been following you since last year. Some articles on your website are widely circulated among some Maoist groups in China.

This year is the 100th anniversary of the birth of a former socialist party, the Communist Party of China. I wrote a commemorative article in my own, hoping to spread it among Marxist-Leninist-Maoists all over the world through you:

July 1, 2021, this is a day to commemorate the centennial birthday of the Communist Party of China, a political party that has influenced the process of the socialist movement around the world. After the May Fourth Movement in 1919, the idea of communism began to take root in China, and Marxism became the trend of progressive youth in China at that time. The convening of the First National Congress of the Communist Party of China in 1921 marked the birth of this party. The vanguard of the Chinese proletariat led the Chinese proletariat through thorns and smashed its chains and finally liberated themselves.

The Chinese Communist Party has led many labor movements in China, the strikes of Longhai Railway workers, the strikes of Jinghan Railway workers, the Canton-Hong Kong strike, and the Anyuan Road and Mine strikes. The Chinese Communists have always been at the forefront of the labor movement, defending the interests of Chinese workers.

The Communist Party of China was not only at the forefront of the Chinese labor movement, but also immediately formed the anti-Japanese national united front to resist foreign aggression. On September 18, 1931, Northeast China fell, and the Communist Party of China quickly established the Northeast Anti-Japanese United Army to carry out guerrilla operations. In 1937, the full-scale war of resistance broke out; “Rise up, people who do not want to be slaves, the Chinese nation has reached the most dangerous time, everyone is forced to give out the last roar.” This is the beginning of the national anthem of the People’s Republic of China, and there is something behind this. It is the history of the Chinese Communist Party leading the Chinese people to fully resist Japanese aggression.

In 1945, the Japanese aggression ended and China achieved a short-term peace, but Chiang Kai-shek broke the hard-won peace and launched a civil war. Chiang Kai-shek led the Kuomintang to retreat to Taiwan, and the People’s Republic of China was proclaimed in Beijing on October 1, 1949. However, the US imperialists did not want to see the establishment of a socialist China, so they formed a “United Nations Army” to join the Korean War. The final result was obvious. The Chinese Volunteer Army and the Korean soldiers and civilians won victory. [this paragraph was shortened for clarity – Ed.]

Then, the Chinese people finally really stood up. Under the leadership of Chairman Mao and the Communist Party of China, China’s socialist construction proceeded in full swing. However, some revisionists did not want China to become a socialist country, so they undertook secret sabotage. Some people, headed by Liu Shaoqi and Deng Xiaoping, deliberately misinterpreted Mao Zedong‘s construction policy and undermined China’s socialist construction.

In 1966, the Great Proletarian Cultural Revolution (GPCR) began. The purpose of this revolution was to wipe out revisionists within the Communist Party of China. Not only that, but the GPCR has also affected the socialist movement around the world. In Japan, students took to the streets. Holding high the banner of socialism in Peru, Chairman Gonzalo proposed Maoism through the synthesis of Chairman Mao‘s thoughts and theories; in India, the Naxalbari uprising ignited the spark, and the Communist Party of India (Maoist) would become the political force of India to begin a protracted people’s war; in Turkey, Ibrahim Kaypakkaya formed TKP/ML to start a revolutionary struggle.

Deng Xiaoping ultimately seized power, and China took the road of revisionism and imperialism. However, the spirit of the Chinese Communist Party and the Chinese Revolution has not gone away, and it still inspires the current global Marxist-Leninist-Maoist movement. In India, in Turkey, in Peru, and in the Philippines, the Marxist-Leninist-Maoist people‘s armed forces are still continuing the protracted People’s Wars; other Marxist-Leninist-Maoist parties and organizations are also preparing to participate in their own People‘s Wars. Marxism-Leninism-Maoism, protracted people’s war, this is the legacy of the Communist Party of China before it became revisionist, and it should now be inherited by Marxism-Leninism-Maoists worldwide.

Long live Marxism-Leninism-Maoism!

Long live the centenary birthday of the Communist Party of China!

All Maoists in China unite and wage the most resolute struggle against Chinese revisionism!

Maoists from all over the world unite and join in the struggle against imperialism and revisionism!

 

 

Sent from Mail for Windows

Tatiana Lukman

unread,
Jan 8, 2022, 6:59:11 AM1/8/22
to Chan CT, GELORA45_In

Ha…ha… siapa yang mau kasih tahu sama anjing budukan penjaga revisionis sumber dan orang yang menulis artikel itu!! Emangnya gue goblok seperti dirinya!! Justru karena tidak bisa menjawab isi tulisan orang Maois, maka dipakailah dalih “sumber nggak jelas”…. Begitulah cara anjing jaga budukan remo yang sudah lama KO, tidak bisa berdiskusi tanpa debat kusir dan menghindari diskusi to the point!!

Seperti Noroyono dan B(urhanudin) H(arahap), karena nggak punya argumentasi untuk menyanggah postingan saya, selalu mereka menuduh seenak perutnya sendiri, menyerang sumber dan debat kusir!!!

 

Jelas, Nesare adalah orang yang fair dan jujur dalam berdiskusi dengan saya, tidak berdebat kusir, selalu to the point, walaupun kamipun berbeda pandangan banyak sekali. Tapi Nesare otaknya jalan, masih bisa objektif, jujur, dan tidak munafik!!!

 

Anjing bulukan remo ini, karena memang sudah mengkhianati M-L-Maoisme, hidup dalam mimpi seolah-olah Partai Kapitalis Tiongkok sedang berkembang JAYA!! JAYA, NENEKLU!!! Dia lupa bahwa ajaran Mao tentang perjuangan dua garis dalam partai tetap berlaku dalam KENYATAAN DAN PRAKTEKNYA. PKT perlahan-lahan berubah menjadi Partai Kapitalis Tiongkok alias partai revisionis. Di dalamnya terdapat anggota Partai yang melawan kebijakan pimpinan revisionis, artinya masih tersisa dalam otak mereka ajaran M-L-Maoisme. Dalam periode awal reformasi kapitalis Deng, lebih banyak lagi perlawanan. Hanya ini ditutupi oleh penguasa, sehingga tidak banyak diketahui umum. Salah satu suara perlawanan yang berhasil diketahui umum adalah surat 170 kader dan anggota kepada Hu Jintao.

 

Chen Yun, salah satu pimpinan senior PKT, satu generasi dengan Mao, tapi berpihak kepada kaum revisionis, begitu dia melihat bagaimana reformasi kapitalis dijalankan dan sadar akan dampaknya, akhirnya terpaksa berkata:

 

: “Begitu diumumkan keterbukaan terhadap dunia luar dan dijalankannya politik yang lebih luwes, beberapa kader dalam partai , Pemerintah dan militer, bersama dengan anak-anaknya, langsung dengan tergesa-gesa terjun kedalam dunia usaha. Menurut sejumlah survei (lebih dari 12) yang dilakukan terhadap kota dan provinsi, sejak kwartal keempat tahun lalu telah didirikan lebih dari 20 ribu usaha. Mayoritas dari 20 ribu usaha itu didirikan melalui koneksi antara pejabat-pejabat ini dengan bisnis ilegal baik dalam negeri maupun luar negeri. Mereka menggunakan lubang-lubang di reformasi untuk melakukan segala macam transaksi ilegal termasuk pembelian dan penjualan ilegal, penyuapan dan penerimaan suapan, pembayaran dibawah meja, pemalsuan fakta-fakta, penghindaran pembayaran pajak, pembuatan dan penjualan obat palsu, anggur palsu, pembunuhan, penjualan dan pertunjukan pornografi dan menarik wanita kedunia pelacuran. Semua hal yang busuk dan buruk ini telah terjadi. Ideologi kapitalis hina “Hanya uang yang penting” sedang dengan serius mengikis Partai dan masyarakat kita. Kita ingin membangun sosialisme dan kita harus dengan teguh memblokir dan mencabut sampai keakar-akarnya pikiran dan kelakuan yang jahat dan jelek ini. Kita harus memobilisasi dan mengorganisasi Partai kita dan semua kekuatan sosial untuk berjuang dengan amat teguh melawan gejala ini.” ( Pilihan Karya Chen Yun, Jilid iii, hal. 355, 356)

 

Praktek kejahatan kader serta anak-anaknya yang dibelejeti Chen Yun itulah yang telah melahirkan kelas kapitalis monopoli besar yang bersarang di PKT dan Negara serta kaum bilyuner yang merangkap menjadi anggota Partai atau Kongres Rakyat!!!

 

Kasihan sekali si Chen Yun ini!!Tak berdaya dia menghadapi kapitalisme brutal yang berangsur-angsur menguasai ekonomi dan masyarakat Tiongkok.

 

Anjing jaga budukan remo Chan , betapapun  petantang petenteng membela tuannya, praktek dan kenyataan yang dia tidak mau melihatnya, akan terus memperlihatkan dan membelejeti watak neo-kolonial-imperialis dari Kekaisaran Xi....

Chan CT

unread,
Jan 8, 2022, 7:14:38 PM1/8/22
to GELORA45_In, Tatiana Lukman
Hahahaa, ... ini nenek begitu senangnya melihat tulisan/berita yang sepaham dengan pemikirannya sendiri saja, tanpa peduli siapa penulis dan sumber beritanya! Tapi, di GELORA45 jadi sepi setelah Nesare lama tidak muncul-muncul, ... Mudah2an bung Nesare yang hidup di AS bisa TETAP baik-baik dan sehat-sehat saja, ya! Cukup menggelisahkan dan sangat menakutkan melihat kondisi pandemi Covid-19 di AS yang masih terus meledak, bisa ketambahan sejuta/hari dan yang meninggal ribuan/hari! Sistem kesehatan AS sudah kewalahan tidak berdaya menangani, membiarkannya muncul dan terjadi imunitas-masyarakat, yang cukup kuat (fishik dan keuangan) bisa bertahan hidup, yang lemah dibiarkan saja mati, ....!!! Sangat TIDAK MANUSIAWI, ...
 
Adalah kenyataan, diantara ekstrimis yang mengaku “MAOIS” itu ada yang terpental keluar ke HK, negara2 barat termasuk Amerika! Dan tentunya terpental keluar dari PKT! Tanpa disadari sikap dan tindakan mereka begitu menyalahi prinsip perjuangan intern PKT, bahkan bertentangan dengan pendirian Mao! Tidak pandai menangkap bagaimana Mao Zedong memperjuangkan dan menangkan pemikiran yang BENAR didalam PKT! Kenyataan dan praktek mereka itu sungguh TIDAK PANTAS disebut “Maois”! Sadar atau tidak, mereka melangkah sejalan dengan penghianat Zhang Guotao itu!
 
Apa yang diajukan Chen Yun adalah kenyataan yang terjadi, khususnya diawal kebijakan Reformasi dan Keterbukaan di tahun 1980 itu dijalankan, ... Tapi, itulah proses perkembangan maju yang harus dilalui dan sulit dihindari. Namanya juga kesadaran manusia NORMAL umumnya egoistis yaa begitulah! Begitu diberi kebebasan ada saja yang jadi menggila kejar keuntungan tanpa peduli merugikan orang banyak! Terjadi penipuan, pemalsuan, pembajakan karya orang, penyuapan dan setelah menjadi kaya muncul pemikiran maksiat borjuis, dari pemabok, penjudi sampai pelacuran, ... Semua gejala kejahatan ditengah masyarakat yang terjadi itu menjadi TANTANGAN berat PKT dan pemerintah yang berkuasa, mampu tidak mengatasi dan mengendalikan! Tentu PKT juga akan ambruk dengan sendirinya kalau tidak mampu mengatasi gejala-gejala busuk itu! Tapi dipihak lain, hendaknya juga masih bisa melihat kenyataan lain, ditengah kemajuan masyarakat itu PASTI ada bahkan juga cukup banyak yang jalankan usaha dengan jalan yang baik-baik, ...!
 
Kenapa nenek Tatiana tidak juga berhasil melihat kenyataan selanjutnya, bagaimana PKT berhasil menggerakkan lebih 30 ribu pengusaha atau kapitalis perseorangan besar dan kecil, terlibat menanamkan modal didesa-desa terbelakang yang sangat miskin untuk membantu membebaskan kemiskinan-absolut di Tiongkok! Kenapa tidak juga melihat kenyataan kesejahteraan masyarakat Tiongkok tetap maju dan lebih baik dari tahun ketahun, ...?
 
Atau masih saja lebih percaya dengan tulisan/berita yang menyatakan PKT segera akan bankrut? Sudahlah, tidur saja dalam tempurungmu meneruskan mimpi indah yang diharapkan itu! Hehehee, ...

Tatiana Lukman

unread,
Jan 9, 2022, 6:04:05 AM1/9/22
to Chan CT, GELORA45_In

Logislah, anjing jaga budukan remo Chan mengatakan orang-orang Maois tidak pantas disebut Maois!! Bagaimana mungkin anjing budukan remo  memuji orang-orang Maois, bukan?? Tak bisa dan memang tak mungkin membantah pendapat Chen Yun, satu-satunya alasan, seperti biasa, seolah-olah kejahatan para kader itu HANYA TERJADI PADA AWAL REFORMASI, DAN SEKARANG SUDAH TIDAK ADA LAGI KEJAHATAN ITU!! Padahal berbagai macam kejahatan dan penyakit sosial yang memang merupakan ciri umum masyarakat kapitalis, tak perduli betapa Kaisar Xi memeranginya dengan menembak mati koruptor, TAK MUNGKIN DILENYAPKAN KARENA AKARNYA TAK DISENTUH… Sekarang kejahatan itu bahkan sudah dibawa ke luar negeri!!! PRAKTEK PENYUAPAN KEPADA PARA BIROKRAT NEGERI DUNIA KETIGA UNTUK MELOLOSKAN PROYEK2 KAUM KAPITALIS BESAR CHINA SUDAH MENJADI PENGETAHUAN UMU.

 

Tak mungkin dan tak mampu membantah isi tulisan orang Maois Tkk, maka dipakailah dalih “sumber”. Karena isi tulisan itu sendiri membelejeti kemunafikan anjing jaga budukan Chan!!!

 

Sudah saya postingkan banyak berita yang membuktikan praktek kolonial China dan kegiatan perjudian, perdagangan seks, penipuan, pembunuhan dan kejahatan lain di Laos, Kamboja, Filipina dan negeri-negeri Afrika seperti Zambia.

 

Cakar imperialis China terus merangsak…. Baca sendiri bagaimana Filipina berangsur-angsur dijadikan koloni china!!!

 

How the Philippines is turning into a Chinese colony

Sanbeer Singh Ranhotra by Sanbeer Singh Ranhotra

 December 28, 2021

in Indo-Pacific

Reading Time: 3 mins read

 

What is the Philippines up to? I’m serious! What on earth is going on in this country? Has it surrendered to China completely? Manila is really prostrating before China in the final months of Rodrigo Duterte’s presidency like no other country ever has, apart from China’s client state — Pakistan. Which brings us to an even more important concern. Is China turning the Philippines into its latest client state? The indications are all out there. The Philippines is being systematically turned into a Chinese colony, and as Duterte prepares to leave office in the next few months, the danger to this southeast Asian country is at an all-time high.

 

As Duterte approaches the end of his term as president, he really has nothing to lose and nothing to fear. So, he is paving the way for China to colonise the Philippines. The Philippines had a telecom sector not long ago ridden with a duopoly. And how do you think the government tried and increased competition in the country’s telecom sector? By roping in a Chinese state-owned telecom company to acquire 40% stake in a major Filipino network provider!

China’s gradual takeover of the Philippines

The Philippines’ China Telecom-backed mobile challenger has started to gain ground. According to Nikkei Asia, Dito Telecommunity’s local owner, DITO CME Holdings, kicked off an 8 billion-peso ($160 million) stock rights offering. Dito this month hit 5 million subscribers. According to chief administrative officer Adel Tamano, revenue reached 2 billion pesos. Dito’s subscriber market share stands at 3.1%, which is slightly higher than the 2.9% share which its rival, Sun Cellular clocked in 2003 — its first year of operation.

Also read: Rodrigo Duterte is losing Philippines and only his love for China is to be blamed for it

But here comes the interesting part. Dito is 60% controlled by the group of Dennis Uy, a business owner and campaign donor to President Rodrigo Duterte, while state-backed China Telecom owns 40%. Essentially. Duterte and the CCP are in bed together, and they don’t really seem to care about what the public thinks of them any longer.

But here’s what’s most shocking about China’s colonisation of the Philippines — It is legally mandated! That’s right. According to the commitments which Dito made in its 2018 telecom license auction, the Chinese-controlled company is required to cover at least 70% of the country’s roughly 110 million people in 2022. In line with the same, the telecom provider plans to take its presence from 500 municipalities and cities which it currently caters to, to 800.

 

Therefore, Rodrigo Duterte paved the way for Dito’s rise as a formidable player in the telecom sector of the Philippines in 2018 itself.

China should have been nowhere near Philippines’ telecom sector

Telecommunications companies possess the technology necessary for communication through the internet, phone, airwaves, cables, wires, or wirelessly. They have built the infrastructure necessary for passing voice, words, video, and audio through these means across the world. And it just so happens that the Philippines, under Rodrigo Duterte, has flanked open the doors of the country’s telecom sector for China.

Tatiana Lukman

unread,
Jan 9, 2022, 6:19:28 AM1/9/22
to Chan CT, GELORA45_In

Sudah tentu orang senang menampilkan tulisan yang sepaham dengan dirinya!!! Itu adalah hal yang normal dalam perdebatan.. Masalahnya adalah bagaimana membantah ISI DAN HAKEKAT TULISAN ITU dengan argumentasi dan fakta JUGA. Apakah anjing jaga bulukan remo chan tidak akan senang kalua bias menampilkan tulisan atau fakta yang dapat dihadapkan kepada kata-katanya Mao sendiri, misalnya?? Soalnya, anjing budukan ini TIDAK MAU TERANG-TERANGAN MENENTANG KATA-KATA MAO, DAN JUGA TIDAK DAPAT MENEMUKAN BAHAN UNTUK MENENTANGNYA, KECUALI PEPESAN KOSONG YANG DIA DAPAT DARI PARA PENGUASA REVISIONIS SEPERTI KONGRES PKT YANG DIADAKAN SETELAH SEMUA KAUM PENDUKUNG MAO DITANGKAP, DIPENJARA DAN DITENDANG KELUAR!!!  PRAKTEK  REZIM SUHARTOLAH YANG DIPRAKTEKKAN OLEH KAUM PENGUASA REVISIONIS CHINA!!

 

konco-konconya kadang-kadang muncul untuk membantunya menyerang saya…Sayangnya konco2nya itu tak mampu membantah argumentasi dan fakta yang saya tampilkan, akhirnya hanya bisa menuduh seenak perutnya sendiri dan debat kusir!!! Betul-betul sama watak mereka itu!! Maka jadilah saya, nenek dalam tempurung, haus darah, agen CIA etc.

Chan CT

unread,
Jan 9, 2022, 9:24:38 PM1/9/22
to GELORA45_In, Tatiana Lukman
Sudah CUKUUUP, ...! Tidak perlu lebih lanjut melayani “Maois-Moais” gadungan berteriak-keras menghujat keberhasilan PKT memimpin perjuangan dan kerja-keras 1,4 milyar Rakyat Tiongkok selama 100 tahun terakhir ini, ...!
 
Boleh-boleh saja berteriak menuduh Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok adalah jalan kapitalis, hanyalah pepesan kosong, ... dll, dsb.! Tapi, itulah kenyataan pertarungan RRT, SATU-SATU nya yang mengaku negara sosialis didunia ini yang berkemampuan menghadapi dan menantang imperialisme AS! Dan, itulah perjuangan konkrit PKT menghadapi persaingan HIDUP-MATI disegala bidang dengan negara-negara kapitalis maju, khususnya imperialisme AS!
 
Bagaimanapun juga, adalah kenyataan TIDAK ADA jalan sosialisme yang paling benar dan bisa dijalankan contoh itulah satu-satunya jalan yang harus dituruti! Setiap negara, bangsa dan rakyat didunia ini, sepenuhnya boleh dan berhak menentukan sendiri JALAN SOSIALIS yang mereka anggap BENAR!
 
Jadi, selama kita masih hidup didunia, termasuk saya tentu TIDAK MENUTUP MATA, akan tetap mengikuti dan menyaksikan bagaimana orang-orang dan kelompok yang mengaku dirinya “Maois-Maois” BERHASIL mempraktekkan teori-teori yang dianggap paling benar dan paling ML-FMTT itu sesuai kondisi yang mereka hadapi, dan sungguh bersyukur seandainya apa yang menjadi mimpinya selama ini, mewujudkan masyarakat adil dan makmur menjadi kenyataan dimasing-masing negaranya sendiri, ...!
 
Hasil nyata perjuangan dan praktek yang dijalankan itulah bukti KEBENARAN teori-teori yang diteriakkan itu, ...!
FF2E6909FED242A4B7D23B362F841164.jpg

Jaya Suprana

unread,
Jan 10, 2022, 8:05:46 PM1/10/22
to Chan CT, GELORA45_In, Tatiana Lukman
LOYALITAS ABSOLUT PAK CHAN TERHADAP PKT SUNGGUH MENGAGUMKAN MAKA LAYAK MENJADI SURI TELADAN BAGI SETIAP INSAN MANUSIA ALIRAN RIGHT OR WRONG MY PARTY DI PLANET BUMI INI. 🙏🙏🙏🙏

Chan CT

unread,
Jan 11, 2022, 7:03:52 PM1/11/22
to Jaya Suprana, GELORA45_In, Tatiana Lukman
Hahahaa, ... bung Jaya, kenapa harus diangkat begitu tinggi, sudah loyalitas ditambah absolut pula! Padahal apa yang saya ajukan bukan apa-apa dan tidak menunjukkan loyalitas saya pada siapa, kecuali hanya menunjukkan KEBERHASILAN nyata perjuangan dan kerja keras rakyat Tiongkok dibawah pimpinan PKT saja! Itulah Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok yang dipilih rakyat Tiongkok sendiri dan dianggap yang jalan yang benar, ....
 
 
Salam,
ChanCT
FF2E6909FED242A4B7D23B362F841164.jpg

nesare hotmail

unread,
Jan 13, 2022, 3:48:12 PM1/13/22
to Chan CT, GELORA45_In, Tatiana Lukman
hehehe bung Tatiana dan bung Chan sudah kangen sama saya ya?
Saya baek2 saja. Covid belum suka sama saya seperti bung berdua suka saya. Ini berkah bagi saya.
Saya pikir diskusi nya sudah bagus. Malahan bagus sekali. Banyak sekali informasi dan informasi ini sangat berguna apalagi bagi mereka2 yg sedang belajar.

Saya melihat suatu ideologi itu selalu dinamis artinya berubah sesuai dengan waktu, aktor dan lokasi sehingga perubahan ideologi itu akan selalu bergejolak sesuai dengan keperluan dari ketiga unsur itu. Komunisme dan komunisme internasional itu kan beda. Yang sedang didiskusikan bung berdua yg berkaitan dgn Mao dan Lenin itu kan jamannya Communist International (Comintern) yg berbeda dgn communism jamannya Marx, Engel dll. Sebelumnya kan sudah dikenal christian communism, begitu juga di Yunani itu sebelum Yesus lahir itu sudah ada ide komunal dlm parodi/drama lucu2an. Diabad 18 jamannya Renaisance itu dimana science muncul menghantam dominasi agama Katholik melahirkan banyak tokoh2 yg berfaham komunisme (dulu disebut liberal). Motornya itu ya para pastur katholik yg liberal. Lalu jamannya Marx dan Engel itu ya dengan nyata melihat penderitaan akibat revolusi industri menelorkan istilah komunisme yg kita kenal sekarang ini.

Maksud saya ya ideologi komunisme spt juga ideologi kapitalisme itu berubah sesuai dgn dinamika masyarakat pada saat tertentu. Kapitalisme di USA itu banyak berubah kekiri. Walaupun terlambat dibandingkan dgn kapitalisme di eropa barat, ya memang pergerakan kekiri itu memang kenyataan masyarakatnya. Sekolah2 itu ya pencetak orang2 yg liberal. Mana ada sekolah konservatif? Tidak ada lagi atau jarang kalaupun ada.

Saya lebih menikmati diskusi kalian berdua dari informasi2 baru yg saya tidak ketahui sebelumnya. Tetapi kalau mengatakan harus bagaimana apalagi mana yg benar dan salah itu ya susah, wong Marx, Engel, Mao, Lenin, Stalin, Aidit, Nyoto, Lukman itu kan semua hasil produk di jamannya masing2. Yang bisa kritisi, setujui, salahin itu adalah tindakan2nya tetapi bukan ideologinya. Dengan kata lain ya manusia itu berprilaku dan bertindak itu berdasarkan ideologi. Jadi dimanapun politisi, pejabat negara non politis itu harus jelas ideologinya shg rakyat tahu siapa yg mereka pilih sbg wakil rakyat. Repotnya kalau dibawa ke Indonesia, para pejabat dan politikus itu bak bunglon bisa pindah2 ideologinya hehehehe. Wong figurnya saja tidak ketahuan, bagaimana bisa dipercaya.

Salam selalu,
nesare


________________________________
From: gelor...@googlegroups.com <gelor...@googlegroups.com> on behalf of Chan CT <sa...@netvigator.com>
Sent: Saturday, January 8, 2022 4:14 PM
To: GELORA45_In <Gelor...@googlegroups.com>; Tatiana Lukman <jetaim...@yahoo.com>
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism

Hahahaa, ... ini nenek begitu senangnya melihat tulisan/berita yang sepaham dengan pemikirannya sendiri saja, tanpa peduli siapa penulis dan sumber beritanya! Tapi, di GELORA45 jadi sepi setelah Nesare lama tidak muncul-muncul, ... Mudah2an bung Nesare yang hidup di AS bisa TETAP baik-baik dan sehat-sehat saja, ya! Cukup menggelisahkan dan sangat menakutkan melihat kondisi pandemi Covid-19 di AS yang masih terus meledak, bisa ketambahan sejuta/hari dan yang meninggal ribuan/hari! Sistem kesehatan AS sudah kewalahan tidak berdaya menangani, membiarkannya muncul dan terjadi imunitas-masyarakat, yang cukup kuat (fishik dan keuangan) bisa bertahan hidup, yang lemah dibiarkan saja mati, ....!!! Sangat TIDAK MANUSIAWI, ...

Adalah kenyataan, diantara ekstrimis yang mengaku “MAOIS” itu ada yang terpental keluar ke HK, negara2 barat termasuk Amerika! Dan tentunya terpental keluar dari PKT! Tanpa disadari sikap dan tindakan mereka begitu menyalahi prinsip perjuangan intern PKT, bahkan bertentangan dengan pendirian Mao! Tidak pandai menangkap bagaimana Mao Zedong memperjuangkan dan menangkan pemikiran yang BENAR didalam PKT! Kenyataan dan praktek mereka itu sungguh TIDAK PANTAS disebut “Maois”! Sadar atau tidak, mereka melangkah sejalan dengan penghianat Zhang Guotao itu!

Apa yang diajukan Chen Yun adalah kenyataan yang terjadi, khususnya diawal kebijakan Reformasi dan Keterbukaan di tahun 1980 itu dijalankan, ... Tapi, itulah proses perkembangan maju yang harus dilalui dan sulit dihindari. Namanya juga kesadaran manusia NORMAL umumnya egoistis yaa begitulah! Begitu diberi kebebasan ada saja yang jadi menggila kejar keuntungan tanpa peduli merugikan orang banyak! Terjadi penipuan, pemalsuan, pembajakan karya orang, penyuapan dan setelah menjadi kaya muncul pemikiran maksiat borjuis, dari pemabok, penjudi sampai pelacuran, ... Semua gejala kejahatan ditengah masyarakat yang terjadi itu menjadi TANTANGAN berat PKT dan pemerintah yang berkuasa, mampu tidak mengatasi dan mengendalikan! Tentu PKT juga akan ambruk dengan sendirinya kalau tidak mampu mengatasi gejala-gejala busuk itu! Tapi dipihak lain, hendaknya juga masih bisa melihat kenyataan lain, ditengah kemajuan masyarakat itu PASTI ada bahkan juga cukup banyak yang jalankan usaha dengan jalan yang baik-baik, ...!

Kenapa nenek Tatiana tidak juga berhasil melihat kenyataan selanjutnya, bagaimana PKT berhasil menggerakkan lebih 30 ribu pengusaha atau kapitalis perseorangan besar dan kecil, terlibat menanamkan modal didesa-desa terbelakang yang sangat miskin untuk membantu membebaskan kemiskinan-absolut di Tiongkok! Kenapa tidak juga melihat kenyataan kesejahteraan masyarakat Tiongkok tetap maju dan lebih baik dari tahun ketahun, ...?

Atau masih saja lebih percaya dengan tulisan/berita yang menyatakan PKT segera akan bankrut? Sudahlah, tidur saja dalam tempurungmu meneruskan mimpi indah yang diharapkan itu! Hehehee, ...



From: Tatiana Lukman
Sent: Saturday, January 8, 2022 7:59 PM
To: Chan CT ; GELORA45_In
Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism


Ha…ha… siapa yang mau kasih tahu sama anjing budukan penjaga revisionis sumber dan orang yang menulis artikel itu!! Emangnya gue goblok seperti dirinya!! Justru karena tidak bisa menjawab isi tulisan orang Maois, maka dipakailah dalih “sumber nggak jelas”…. Begitulah cara anjing jaga budukan remo yang sudah lama KO, tidak bisa berdiskusi tanpa debat kusir dan menghindari diskusi to the point!!

Seperti Noroyono dan B(urhanudin) H(arahap), karena nggak punya argumentasi untuk menyanggah postingan saya, selalu mereka menuduh seenak perutnya sendiri, menyerang sumber dan debat kusir!!!



Jelas, Nesare adalah orang yang fair dan jujur dalam berdiskusi dengan saya, tidak berdebat kusir, selalu to the point, walaupun kamipun berbeda pandangan banyak sekali. Tapi Nesare otaknya jalan, masih bisa objektif, jujur, dan tidak munafik!!!



Anjing bulukan remo ini, karena memang sudah mengkhianati M-L-Maoisme, hidup dalam mimpi seolah-olah Partai Kapitalis Tiongkok sedang berkembang JAYA!! JAYA, NENEKLU!!! Dia lupa bahwa ajaran Mao tentang perjuangan dua garis dalam partai tetap berlaku dalam KENYATAAN DAN PRAKTEKNYA. PKT perlahan-lahan berubah menjadi Partai Kapitalis Tiongkok alias partai revisionis. Di dalamnya terdapat anggota Partai yang melawan kebijakan pimpinan revisionis, artinya masih tersisa dalam otak mereka ajaran M-L-Maoisme. Dalam periode awal reformasi kapitalis Deng, lebih banyak lagi perlawanan. Hanya ini ditutupi oleh penguasa, sehingga tidak banyak diketahui umum. Salah satu suara perlawanan yang berhasil diketahui umum adalah surat 170 kader dan anggota kepada Hu Jintao.



Chen Yun, salah satu pimpinan senior PKT, satu generasi dengan Mao, tapi berpihak kepada kaum revisionis, begitu dia melihat bagaimana reformasi kapitalis dijalankan dan sadar akan dampaknya, akhirnya terpaksa berkata:



: “Begitu diumumkan keterbukaan terhadap dunia luar dan dijalankannya politik yang lebih luwes, beberapa kader dalam partai , Pemerintah dan militer, bersama dengan anak-anaknya, langsung dengan tergesa-gesa terjun kedalam dunia usaha. Menurut sejumlah survei (lebih dari 12) yang dilakukan terhadap kota dan provinsi, sejak kwartal keempat tahun lalu telah didirikan lebih dari 20 ribu usaha. Mayoritas dari 20 ribu usaha itu didirikan melalui koneksi antara pejabat-pejabat ini dengan bisnis ilegal baik dalam negeri maupun luar negeri. Mereka menggunakan lubang-lubang di reformasi untuk melakukan segala macam transaksi ilegal termasuk pembelian dan penjualan ilegal, penyuapan dan penerimaan suapan, pembayaran dibawah meja, pemalsuan fakta-fakta, penghindaran pembayaran pajak, pembuatan dan penjualan obat palsu, anggur palsu, pembunuhan, penjualan dan pertunjukan pornografi dan menarik wanita kedunia pelacuran. Semua hal yang busuk dan buruk ini telah terjadi. Ideologi kapitalis hina “Hanya uang yang penting” sedang dengan serius mengikis Partai dan masyarakat kita. Kita ingin membangun sosialisme dan kita harus dengan teguh memblokir dan mencabut sampai keakar-akarnya pikiran dan kelakuan yang jahat dan jelek ini. Kita harus memobilisasi dan mengorganisasi Partai kita dan semua kekuatan sosial untuk berjuang dengan amat teguh melawan gejala ini.” ( Pilihan Karya Chen Yun, Jilid iii, hal. 355, 356)



Praktek kejahatan kader serta anak-anaknya yang dibelejeti Chen Yun itulah yang telah melahirkan kelas kapitalis monopoli besar yang bersarang di PKT dan Negara serta kaum bilyuner yang merangkap menjadi anggota Partai atau Kongres Rakyat!!!



Kasihan sekali si Chen Yun ini!!Tak berdaya dia menghadapi kapitalisme brutal yang berangsur-angsur menguasai ekonomi dan masyarakat Tiongkok.



Anjing jaga budukan remo Chan , betapapun petantang petenteng membela tuannya, praktek dan kenyataan yang dia tidak mau melihatnya, akan terus memperlihatkan dan membelejeti watak neo-kolonial-imperialis dari Kekaisaran Xi....







Sent from Mail<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows
Sent from Mail<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows



From: Chan CT
Sent: Friday, January 7, 2022 9:27 AM
To: GELORA45_In; Tatiana Lukman
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



SETUJUUUU, ...! Tidak ada teori-teori revolusioner yang mandeg, beku mati tidak berubah dan berkembang, ... Selalu maju teruuus sesuai perkembangan dan perubahan jaman! Dan setiap orang boleh-boleh saja beda pendapat bahkan menentang perubahan yang terjadi, tapi TETAP TIDAK ADA yang bisa menyangkal KEBENARAN TEORI itu dibuktikan dalam PRAKTEK! Secara OBJEKTIF Melihat dan mengakui HASIL pelaksanaan TEORI itu, BERHASIL atau TIDAK?! Melihat keberhasilan sesuai kenyataan yang ada, perbaiki saja kekurangan dan kesalahan yang ada untuk teruuuus maju lebih baik dan cepat! TIDAK PERLU perdebatkan dari teori ke teori, mengadu kebenaran dari siapa mengatakan begini siapa mengatakan begitu, dahulu mengatakan begini sekarang begitu dsb. dll, ... dimana diantara kita sudah terjadi berpuluh tahun tiada habis dan akhirnya sampai berbuih-buih! Untuk apa menghabiskan waktu dan energi saja! CUKUP dan LEBIH BAIK lihat hasil praktek dan kenyataan yang terjadi saja!



Lhaaa, ... 4 BESAR yang mengakibatkan begitu buuuaaanyak kader/tokoh/rakyat terbaik Tiongkok menderita, teraniaya, tersiksa bahkan jatuh korban TANPA kejelasan HUKUM, ... Dan KESALAHAN SERIUS yang sangat TIDAk manusiawi pernah terjadi sudah dikoreksi dan menjadi KESIMPULAN Kongres PKT masih juga hendak dibela mati-matian! Kalau saja SATU PERISTIWA dengan sasaran begitu besar dan luas, tidak hanya menyasar kader utama PKT, dari 33 anggota Politbiro (Kongres ke-VIII PKT) ada 20 yang diganyang dan dijatuhkan, bahkan TANPA BUKTI kesalahan politik ratusan ribu intelektual jadi sasaran yang dihujat sebagai Si-BUSUK ke-9! (臭老九) Lalu, apa yang dan siapa yang hendak dibela? KEJADIAN yang MENYALAHI PRINSIP Perjuangan Mao sendiri, keharusan memperkecil dan memusatkan sasaran pada segelintir tokoh yang menentukan saja, dan, .... menghadapi kawan yang berbuat kesalahan KEHARUSAN menitik beratkan pada PENDIDIKAN, bukan pada sasaran pribadi seseorang, apalagi menggunakan kekerasan secara tidak manusiawi!



Bukankah gejala-gejala yang nyata terjadi selama RBKP itu membuktikan KEBABLASAN DEMOKRASI yang dijalankan dan sudah berubah menjadi ANARKIS yang tidak terkendalikan! Semua orang yang sedikit saja beda pendapat, berani mengeritik pelaksanaan kebijakan “Maju Melompat”, “Komune Rakyat” sudah dituduh “penempuh jalan kapiatalis”, “ANTI-Sosialisme” yang patut diganyang, ... TANPA BUKTI AKURAT boleh saja menuduh “PENGHIANAT”, “Mata-mata, MUSUH dalam selimut” yang boleh saja disiksa secara kejam sampai meninggalpun harus dibakar TANPA dijalankan pemakaman secara manusiawi dengan menyangdang nama sebenarnya dan memberitahu keluarga, ...!



Lalu, ... pernah tidak perhatikan bagaimana gembong-gembong UTAMA yang membawa Garda Merah begitu GARANG nya mengganyang pejabat dan tokoh-tokoh yang dituduh “Penempuh Jalan Kapiatalis” itu? BENAR begitu BIADAB naruni mereka sesungguhnya? Bagaimana pemikiran mereka dikemudian hari, ...? Tentu saya tidak melakukan penelitian berapa persen diantara mereka yang akhirnya MENGAKUI KESALAHAN kekejaman kemanusiaan yang mereka lakukan, sekadar mengangkat beberapa diantara mereka yang ketika itu sangat terkenal radikalis dengan berteriak keras sangat ekstrim dan bisa saya ingat saja. Tapi, yang PASTI, diantara tokoh utama aktivis Garda Merah itu TIDAK SEORANG pun yang pantas ditampilkan menjadi TELADAN dan PELOPOR anggota PKT apalagi menjadi pemimpin rakyat Tiongkok yang baik!



Entah nenek Tatiana ingat tidak dengan nama Chen XiaoLu, putranya Marsekal Chen Yi yang ketika itu Menlu dan Song Binbin, putrinya Jenderal Song Renqiong, seorang gadis remaja yang mendapat kehormatan mengalungkan ban “Garda Merah” dilengan Ketua Mao saat rapat akbar Garda Merah di Lapangan Tian An Men. Sementara ada tulisan Song Binbin dimasa RBKP yang ketika itu ramai di perbincangkan, saat mengalungkan ban “Garda Merah” dilengan ketua Mao, ada pembicaraan Binbin dengan Ketua Mao yang tanya kenapa masih menyandang nama Song Binbin yang berbau feodal? Lalu, lebih lanjut ketua Mao menyatakan: “Bukankah wanita Tiongkok modern tidak lagi suka gincu berhias tapi lebih suka senjata! Dan anda menjadi pelopor Barisan Berontak Revolusioner dengan kekerasan senjata? Ganti saja menjadi Song YaoWu (= Mau Senjata)!”

[文革惡之花宋彬彬:我決定不再沉默* 阿波羅新聞網]Song Binbin diatas podium Tian An Men mengalungkan ban “Garda Merah” dilengan Ketua Mao
[Akshay Narang] by Akshay Narang<https://tfiglobalnews.com/author/akshay-narang/>

December 30, 2021<https://tfiglobalnews.com/2021/12/30/extortion-pay-cuts-and-public-humiliation-chinese-provinces-are-imploding-spectacularly/>

in China<https://tfiglobalnews.com/category/asiapacific/china/>

Reading Time: 4 mins read



[China, Xi jinping, Chinese, government]

Do you want to see what a failed State looks like? Well, just look at China. The coffers of local governments are running empty, public officers are being denied their wages, celebrities and businessmen are being extorted, and the commoners are being publicly humiliated over a disease outbreak that the government can’t control.

China going bankrupt



Ever heard of Chanakya? He was an ancient Indian political and economist— arguably the greatest one to have existed in recorded human history. He propounded what is called the Saptang Theory of State. Chanakya<https://aspirantforum.com/2014/10/21/kautilyas-theory-of-the-state/> said that there are seven elements of Statehood and without them a nation cannot exist— one of them being Kosha (The Treasury).



Well, we don’t know about the other six elements, but China does lack Kosha for sure. China’s local government debts have been rising to staggering levels and the official numbers don’t matter, it is the so-called hidden local government debt that matters.



Provincial authorities raise money through bonds sold by local government financing vehicles, or LGFVs. The debts don’t show up on balance sheets but they do exist. At the end of 2020, local government hidden debts in China stood at US$7 trillion<https://www.scmp.com/economy/china-economy/article/3154549/chinas-local-government-debt-concern-and-what-role-do-lgfvs>. This is equal to 44 percent of China’s gross domestic product (GDP).



And to make it worse, Chinese provinces are no longer able to raise<https://tfiglobalnews.com/2021/12/30/chinas-hegang-city-was-once-bustling-with-coal-now-it-is-bankrupt/> money through land<https://tfiglobalnews.com/2021/10/08/china-is-losing-its-foreign-reserves-faster-than-its-credibility/> sales that had got them going till now. There is a property sector slump<https://tfiglobalnews.com/2021/12/20/chinas-strong-100-are-now-drowning-and-it-will-cost-china-almost-30-of-its-gdp/> in China, and well, no one wants to invest in land plots.



Local governments resorting to extortion



What do brutal governments do when they don’t have money? Well, they loot the citizens. You may call it extortion or daylight robbery, and this is exactly what is happening in China.

Bazhou, a troubled county-level city in China’s Hebei province, for example, used “bogus tax” to ramp up its revenues. It has been hunting businesses with a tax allegedly covering “procedural costs,” violating regulations. In Hangzhou, local tax authorities decided to raise some money by imposing a fine on “livestreaming queen” Huang Wei, known as Viya. The celebrity has been asked to cough up $210 million for tax evasion.

Pay cuts



Many provinces in China are refusing to extort their citizens. They have a simpler solution— don’t pay your employees and save money.

A social media post written by a Hangzhou municipal government employee has gone viral in China. She wrote, “My annual pay is going to be slashed by around 25%. That’s 50,000 yuan ($7,850) less. How can I live?”

But on the brighter side, this woman employee in Hangzhou is not the only one seeing a quarter of her salary vanish all of a sudden.

Pay cuts in Tianjin are around 20%. Shanghai has reported a case with a 30% reduction. The salary of a police station chief is expected to be cut significantly<https://asia.nikkei.com/Editor-s-Picks/China-up-close/Analysis-China-s-mandarins-face-25-pay-cut-as-alchemy-fades> from the present 350,000 yuan. And significant pay cuts were also observed in Guangdong and Jiangsu.



Chinese government employees are facing what every employee hates. And the Chinese Communist Party (CCP) is trying to be a smart employer. It announced pay cuts without any official announcement and suddenly the employees came to know that they have to make do in lesser money. The Communist Party also maintains a tight grip over its officials and will crack down if there is much resistance to the drastic pay cuts.

Public humiliation for COVID-19 rules violators



The Chinese economy is definitely in a bad state. And it is getting even worse because the CCP is failing to effectuate its ‘zero Covid’ policy.

Armed riot police in southern China publicly shamed and paraded four alleged violators of COVID-19 rules through the streets. Public shaming as a mode of punishment is banned in China. In fact, it has been banned all across the world except under the reign of some brutal and conservative governments. But Chinese local governments are increasingly using<https://www.abc.net.au/news/2021-12-30/china-public-shaming-covid-rule-breakers-people-smugglers/100731450> public shaming as a mode of censuring violators of COVID regulations.



To an outsider, there might not be a relationship between the bogus taxes, pay cuts, fines on celebrities and public humiliation. But the Professor thinks otherwise, and no I am not talking about the Money Heist guy. I am talking about a Chinese professor, Sun Liping, at the Tsinghua University, which is Chinese President Xi Jinping’s alma mater.

Liping has written a series of articles tying together the Viya tax fine, cuts in public servants’ pay, the issue of property taxes and the “bogus tax” of Bazhou. He compares China’s situation with 19th century Peru, where the replacement of bird droppings by synthetic fertiliser in European agriculture led to an economic crisis.



So, the property sector slump in China is its 21st-century Peruvian bird droppings. Now, as the source of revenues in land sales dry up, Chinese provinces are moving into bankruptcy, and all the events point at just one finding— China is becoming a failed State









Sent from Mail<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows



From: Chan CT
Sent: Thursday, January 6, 2022 3:58 AM
To: GELORA45_In; Tatiana Lukman
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Ini nenek seperti mbok pemakan sirih, kesukaannya mengunyah-ngunyah teori-teori sampai ludah berbuih merah lalu diludahkan keluar, ...! Menjijikkan, sangat menjijikkan! Bersukurlah dijaman modern sekarang ini sudah nyaris tidak ada lagi mbok pemakan sirih, ... Sudah seharusnyalah ditinggalkan jauh-jauh!



Tidak disadari dbahwa teori diangkat dari praktek dan dibuktikan kebenaran teori itu melalui praktek, bukan dan tidak selalu bisa diselesaikan ditengah diskusi perdebatan saja. Jadi, ... kenapa tidak berani atau tidak mau melihat haris praktek yang dijalankan saja!



Apa yang belum saya jawab? Lha jelas-jelas 4 besar masa RBKP itu adalah KESALAHAN yang terjadi, kebablasan menggerakkan massa Garda Merah bangkit melancarkan pemberontakkan terhadap yang dituduh markas komando Penempuh Jalan Kapitalisme, ...! Merupakan KESALAHAN anarkisme dan tanpa dasar fakta autentik, sudah merupakan fitnah terhadap PRIBADI pejabat-pejabat tinggi yang hendak dijatuhkan itu. Tanpa bukti akurat sudah meneriakkan penempuh jalan kapitalis, penghianat bangsa dan mata-mata dalam selimut! Memperlakukan Presiden RRT, Liu Shaoqi sebagai musuh yang boleh saja dianiaya secara fisik dan tidak diperlakukan sebagai manusia. SEMUA SIKAP BRUTAL yang terjadi demikian tidak manusiawi itu jelas-jelas BERTENTANGAN dengan FMTT dan menampar mulut Mao Zedong! Begitulah Kongres 11 PKT akhirnya BERHASIL membuat kesimpulan kesalahan-kesalahan serius RBKP secara menyeluruh.



Gerakan Maju Melompat dan membubarkan Komune Rakyat juga sudah ada pelurusan melalui Kongres PKT, yang dianggap telah melampaui tingkat kesadaran masyarakat ketika itu, dianggap terlalu cepat BELUM tiba saatnya untuk meningkatkan revolusi sosialisme dimana tenaga produktif masih terbelakang dan sangat lemah, ... kapitalis dan hak milik perseorangan atas alat produksi masih harus diberi kesempatan hidup dan dikembangkan untuk mendoron maju pertumbuhan industri dan ekonomi nasional. Begitulah Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok disamping hak-milik NEGARA yang UTAMA dan menentukan, tetap memperkenankan hak-milik kolektif dengan utamanya koperasi-desa, juga tetap mengembangkan hak-milik perseorangan atas alat produksi, ...



Dan dengan jalankan ekonomi pasar sosialis yang menjalankan keseimbangan antara Ekonomi Pasar dan Ekonomi Perencanaan, disamping tetap menjalankan perencanaan lima tahun juga diimbangi dengan jalankan hukum ekonomi pasar yang berlaku. Bukankah setelah dipraktekkan dalam 40 tahun terakhir ini, ... terjadi kemajuan dahsyat yang menakjubkan dunia, baik dibidang ekonomi, teknologi maupun militer!

Bukankah KEBERHASILAN RRT itu telah memaksa AS menjadikan RRT ANCAMAN TERBERAT!

Bukankah RRT ditahun 2020 telah memproklamasikan BERHASIL membeb askan lebih 700 juta rakyatnya dari kemiskinan-absolut!

Bukankah RRT ditahun 2019 telah membuktikan kemampuan dan keberhasilan menangani dan mengendalikan pandemi COVID-19 dalam 70-an hari, sedang negara-negara maju, khususnya AS yang selama ini berteriak mempunyai sistem kesehatan termaju didunia keok, setelah kewalahan lebih setahun, sampai kemarin ini diberitakan hampir 1 juta warga terjangkit perhari dan ribuan yang meninggal setiap harinya,...!







From: Tatiana Lukman

Sent: Friday, December 31, 2021 8:46 PM

To: Chan CT ; GELORA45_In

Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Dengan Lusi saja jelas ada pertanyaan yang si agen remo dengan sadar tidak bias menjawabnya. Dengan saya, uih banyak sekali pertanyaan yang engkau lewati dan tak dijawab… Misalnya, mengapa 4 Besar dihapuskan oleh Deng Xiaoping? Apa mode of production yang berdominasi di China? Mengapa dihapuskan status kerja tetap? Mengapa dibubarkan Komune Rakyat?

Kaum revisionis selalu bilang sekarang di china adalah tahap awal dari sosialisme, lantas Revolusi Nasional Demokratis itu tahap apa? Dengan menyalahkan Mao terlalu cepat membabat kaum kapitalis, dihidupkan dan didorong perkembangan kaum kapitalis. Dalih yang dipakai si Chan, seolah-olah sekarang ini tahap Revolusi Demokrasi baru di mana kaum kapitalis merupakan sekutu. Saya pernah tanya, kalua sekrang tahap RDB, siapa musuh2 revolusinya? Di zaman Mao, ketika memimpin RDB, musuhnya adalah kaum tuan tanah feudal, kapitalisme birokrat dan imperialisme. Apakah rezim Deng melawan tuan tanah feudal, kapitalisme birokrat dan imperialisme?? Ini tak pernah dijawab dari dulu. Sifat kontradiksi China sekarang dengan imperialisme AS TIDAK SAMA dengan kontradiksi Tiongkok dulu dengan imperialisme AS. Dulu, Tkk melawan imperialisme AS melalui dukungan kongkrit kepada perjuangan pembebasan nasional rakyat sedunia. Sekarang China melawan imp. AS karena rebutan pasar, bahan baku, ruang untuk penanaman modal dan pengaruh politik untuk mendapat bagian dalam dalam mendominasi dunia.

Pertanyaan; mengapa diubah konstitusi PKT dengan mengijinkan kaum kapitalis/penghisap menjadi anggota PKT? Sedangkan dulu kaum kapitalis harus meninggalkan praktek penghisapannya, baru bias jadi anggota PKT.. Dengan begitu, apakah tidak merevisi watak kelas PKT sebagai pelopor kelas buruh??



Sekarang agen remo menggunakan dalih MENGEMBANGKAN TENAGA PRODUKSI. APAKAH TIDAK TAHU BAHWA JUTAAN BURUH KEHILANGAN PEKERJAANNYA KETIKA PERUSAHAAN NEGARA DITUTUP/DIJUAL DENGAN HARGA MURAH?? APAKAH MENGEMBANGKAN TENAGA PRODUKSI MELALUI PENGANGGURAN??? APAKAH 6 JUTA PENDERITA PENYAKIT PNEUMOCONIOSIS ITU HASIL DARI PENGEMBANGAN TENAGA PRODUKSI???



JAWAB DULU PERTANYAAN DIATAS…TO THE POINT!! JANGAN DEBAT KUSIR!!!

Sent from Mail<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows
Sent from Mail<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows



From: Chan CT
Sent: Thursday, December 23, 2021 2:28 AM
To: GELORA45_In; Tatiana Lukman
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Ini nenek Tatiana BETUL-BETUL sudah menjadi ekstrimis-radikalis, ...! Didunia ini hanya ada satu jalan menuju SOSIALISME, tidak berani melihat kenyataan beraneka-ragam kondisi masyarakat dan negara-negara didunia ini, yang TIDAK MUNGKIN dipatok yang satu inilah model JALAN SOSIALISME yang benar! Jadi, yang berbeda adalah SALAH dan harus diganyang, ... bahkan disudutkan jadi satu dengan kapitalisme-monopoli dan imperialisme! Padahal dalam kenyataan juga SUDAH TIDAK mungkin didunia ini terjadi sekali lagi macam Revolusi Oktober yang dijalankan Lenin-Stalin, saat menggulingkan kekuasaan Tsar Rusia dan mendirikan Sovyet Uni, negara sosialis pertama didunia. Proletariat melancarkan pemberontakan di kota dan begitu merebut kemenangan membabat kapitalis! Model atau jalan macam begini TIDAK akan terulang dan terjadi lagi didunia, ... Dan, akhirnya roboh dengan sendirinya setelah lewat 70 tahun!



Bukankah kenyataan juga sudah membuktikan, berbeda dengan jalan yang ditempuh Rusia, Lenin-Stalin, Mao menemukan dan menempuh sendiri jalan menuju Sosialisme sesuai dengan KONDISI Tiongkok! Jalan yang ditempuh Mao di Tiongkok, bukan merebut kemenangan dari kota, tapi dari desa mengepung kota! Bukan dan tidak mungkin langsung membabat kapitalis, tapi tetap mengajak kapitalis-kapitalis untuk ikut serta membantu dan membangun ekonomi Tiongkok! Justru karena terjadi proses perjuangan membangun daerah-basis, kekuasaan rakyat didesa-desa dengan penuh kesulitan dan penderitaan dimasa perang melawan Jepang dan perang pembebasan itulah, kekuasaan Rakyat Tiongkok dibawah pimpinan PKT berhasil melestarikan kekuasaan dan lebih lanjut membangun Tiongkok lebih sejahtera dan jaya sampai sekarang ini! Disaat dunia dilanda pandemi Covid-19, negara-negara maju bahkan AS yang selalu membanggakan sistem kesehatan termaju didunia, sampai sekarang setelah lewat hampir 2 tahun dengan jatuh lebih 800 Ribu korbvan jiwa, BELUM juga berhasil mengatasi dan mengendalikan merebaknya pandemi Covid-19! TIONGOK, Republik Rakyat Tiongkok yang dimaki-maki nenek Tatiana ini, justru menjadi satu-satu negara didunia ini yang BERHASIL dalam 70 hari mengatasi dan mengendalikan wabah pandemi Covid-19, ... kembali berangsur-angsur kerja produksi dan hidup normal!



Bahwa dalam poerjalanan lebih 70 tahun, setelah Republik Rakyat Tiongkok ditegakkan, tidak ada yang perlu disangkal juga terjadi tidak sedikit riak-riak, kesalahan-kesalahan yang terjadi bahkan jatuh banyak KORBAN, ... Itulah proses pengenalan yang seringkali sulit dihindari! Disana-sinia terjadi kesalahan kebijakan sampai kebablasan sejak jalankan penyitaan tanah, penetapan tuan-tanah jahat, kapitalis-jahat, penipuan, perampokkan, perkosaan, ... bahkan muncul banyak pejabat daerah sampai pusat terjadi korupsi, TIDAK PERLU DISANGKAL. Adalah kenyataan yang terjadi ditengah masyarakat dalam proses kemajuan dan kesadaran yang tidak terhindarkan dan merupakan tantangan berat bagi PKT untuk mengatasi dan meneruskan tugas berat yang harus dipikul, ...!



Tapi, riak-riak dan kesalahan yang muncul seiring dengan setiap proses perkembangan itu, harus dilihat secara TEPAT sebagai yang pokok atau sekunder, ... setiap pemimpin harus objektif melihat kenyataan yang terjadi, tidak membesar-besarkan keberhasilan sesuai keinginan dan harapan subjektif, juga sebaliknya tidak mengecilkan bahkan meniadakan kesalahan, kegagalan yang muncul! Bahwa kenyataan terjadi penghisapan berlebih terhadap sementara buruh, baik pelanggaran polusi, kerusakan limbah yang merusak kesehatan buruh, sampai pada jam kerja lembur yang tidak dibayar semestinya bahkan terjadi bunuh-diri, ... Tapi, juga harus melihat dan mengakui kenyatan Pemerintah Tiongkok TIDAK MEMBIARKAN kesalahan2 begitu! Tetap masih bisa menangani dan mengatasi dengan baik, ... Begitulah kita semua bisa saksikan bersama RRT dibawah pimpinan PKT pandai secara objektif melihat keberhasilan dan kesalahan/kegagalan yang harus dikoreksi untuk majuuu terus lebih baik dan lebih cepat! Saya melihat inilah yang terjadi di Tiongkok, masih terus maju lebih baik, lebih sejahtera dan akan tumbuh menjadi negara kuat didunia!



Jadi, janganlah berprilaku seperti PREMAN yang dijalankan AS menjadi polisi dunia, lalu menggebuki negara-negara yang tidak sesuai jalankan “demokrasi”, “humanisme” dengan pemikirannya sendiri! Bukan saja menggebuki negara-negara Arab yang mengakibatkan penderitaan dan jatuh korban jutaan rakyat, ... Lalu, berusaha menghadang perkembangan RRT yang terus maju begitu cepat, menuduh RRT tidak demokratis dan melanggar HAM, tanpa segan-segan memfitnah RRT jalankan kerja-paksa dan genosida terhadap suku Uighur di Xinjiang!



Begitu juga pandangan nenek yang satu ini tidak beda dengan semua sikap dan tindak-tanduk AS membuktikan dirinya SANGAT TIDAK DEMOKRATIS bahkan KEJAHATAN HAM-BERAT!!! Bukan saja tidak bisa menerima dan menghormati perbedaan demokrasi yang dijalankan bangsa dan rakyat negara lain, tapi juga tidak berhasil melihat kenyataan KEMAJUAN pertumbuhan jumlah suku Uighur. Berdasarkan sensus 2020, penduduk Uighur mencapai 25,85 juta orang meningkat 4,04 juta orang dibanding tahun 2010, dan ditahun 2020 juga penduduk Uighur dinyatakan sepenuhnya bebas dari kemiskinan-absolut! Sebaliknya suku Indian di Amerika sendiri yang mengalami genosida, terus menurun dan nyaris musnah, ... sungguh sangat memprihatinkan dan menyedihkan!





From: Tatiana Lukman

Sent: Wednesday, December 22, 2021 9:35 PM

To: Chan CT ; GELORA45_In

Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Ha…ha… pepesan kosong , MASIH MAU NGOTOT, TANPA ARGUMENTASI DAN FAKTA, TIDAK MENGAKUI PERBEDAAN POKOKNYA PADA WATAK KELAS PERJUANGAN KELAS MAO DAN KAISAR XI JINPING!!! Mao sudah menjawab kaum revisionis DENGAN menertawakan mereka yang “ menyeret langkah seperti nenek-nenek yang diikat kakinya, sehingga jalannya terhuyung-huyung sambal mengeluh dan berteriak ‘hei kalian jalan terlalu cepat’’ !! Alasan “terlalu cepat membabat kaum kapitalis adalah dalih untuk menutupi keinginan kaum revisionis untuk TIDAK MEMBANGUN SOSIALISME!!!



Belum juga menjawab berkaitan dengan tuduhan ngawur kepada Lenin dan Stalin terlalu pagi membabat kapitalisme, lantas dimana bedanya dengan Revolusi borjuis Perancis 1789?? Apakah Lenin harus melakukan revolusi borjuis, untuk mengembangkan kapitalisme??? Bener-bener otak orang yang gobloknya nggak ketulungan si Chan ini!! Kenapa orang bilang Revolusi sosialis??? Dengan bilang Lenin dan stalin terlalu pagi membabat kaum kapitalis artinya si remo yang gila ini ingin menegasi/memungkiri dan menghujat Revolusi Oktober !!?? Wow, sungguh HEBAT TIKUS REMO INI yang otaknya ditaruh di pantat!!



Masih petentengan bilang soal melenyapkan kelas???!!!Dengan reformasi kapitalis Deng Xiao-ping itu ingin melenyapkan kelas??? Wong kelas borjuis yang lari ke Hongkong dan Taiwan pada kembali lagi menanam modalnya di Tkk daratan untuk menghisap dan memeras buruh Tiongkok, dimana faktanya mau menghilangkan kelas??? Tuh lihat 6 juta penderita pneumopconiosis, hasil nyata dan fakta dari cara Deng Xiaoping mengembangkan tenaga produksi melalui pembunuhan pelan-pelan terhadap kaum buruh!! Buruh Foxcon loncat bunuh diri…Mengapa?? OO, karena bahagia dengan cara Deng mengembangkan tenaga produksi?? Caranya, ya itu, membuat buruh sampai putus asa, sehingga hanya melihat jalan keluarnya, loncat bunuh diri!!!



[X]

Buruh penderita pneumoconiosis, penyakit akibat kerja yang paling umum. Diperkirakan terdapat 6 juta penderita pneumoconiosis di Tiongkok

[X]

Buruh Foxconn protes kondisi kerja tak berperikemanusiaan dengan loncat dari gedung pabrik



Negara maju belum tiba waktunya membabat kapitalis?? Apa sih tahunya si Chan tentang gerakan buruh/progresif di negeri-negeri maju?? Tahu nggak sih bahwa KAUM KAPITALIS MONOPOLI BESAR adalah KELAS PENGUASA YANG SESUNGGUHNYA DI NEGERI-NEGERI MAJU YANG TELAH MENGUBAHNYA MENJADI KEKUATAN IMPERIALIS!!! Justru karena dunianya si agen remo ini hanya negeri leluhurnya yang dijunjung secara membabi buta, tidak mungkin dia tahu tentang apa yang dikerjakan oleh buruh dan orang progresif lainnya di negeri-negeri yang disebutnya “negeri maju” itu.



Seperti biasa, si remo chan ini selalu debat kusir. Bukannya menjawab SEMUA PERTANYAAN YANG SAYA AJUKAN, TAPI MENGAJUKAN MASALAH LAIN LAGI, SOAL Maju Besar Melompat Kedepan dan PENG TE HUAI!!!!Itu satu tema besar lain dan kalua mau jujur, justru menunjukkan kemunafikan Liu-Deng dan kawan-kawannya. Tapi tak mau saya mengikuti debat kusir agen remo ini… Jawab dulu SEMUA PERTANYAAN YANG SAYA AJUKAN DALAM POSTINGAN SAYA….



Mau tahu pendapat orang yang sangat dikenal oleh semua anggota keluarga Siauw tentang sosialisme dengan ciri Tkk, ketika saya kirimi fakta di Congo di mana orang-orang china lari tunggang langgang digebuk…??? Sangat betul sekali, kejahatan imperialisme Tkk mungkin melebihi kejahatan kolonialisme Belgie!!!!



“Ya, tingkah laku yang sama hakikinya dan malah mungkin melebihi kejahatan kolonialisme Belgie, neo kolonialisme Amerika , dan mencatut nama sosialisme yaitu Sisialisme dengan karakteristik Tiongkok”.









Sent from Mail<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows



From: Chan CT
Sent: Wednesday, December 22, 2021 1:18 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Iyaaa, ... BETUUUL, yang menjadi perbedaan pokok BUKAN penyangkalan klas dan perjuangan klas, tapi KAPAN dan BAGAIMANA melenyapkan klas! Deng menganggap kesalahan Lenin, Stalin dan Mao TERLALU PAGI/CEPAT MEMBABAT KAPITALIS! PERJUANGAN RAKYAT DITINGKAT SEKARANG, dimana masyarakat masih sangat miskin, tenaga-produksi masih sangat terbelakang, bahkan di NEGARA-NEGARA MAJU DIDUNIA SEKALIPUN, juga BELUM TIBA WAKTUNYA MEMBABAT KAPITALIS,...! Tingkat perjuangan rakyat sekarang ini, masih harus membiarkan kapitalis tumbuh dan berkembang, kapitalis tetap di ikut sertakan menodorong perkembangan ekonomi nasional lebih cepat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak lebih dahulu! Setiap pemerintah yang berkuasa harus menegakkan HUKUM sebaik mungkin, cukup membatasi PENGHISAPAN KAPITALIS-KAPITALIS berlebihan saja! Sebaik mungkin melakukan keseimbangan keuntungan kapitalis yang didapatkan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat banyak sesuai pertumbuhan ekonomi setiap tahun. CUKUP menindak tegas kapitalis nakal yang berani melanggar HUKUM termasuk penggelapan pajak saja, ...! Ini pertama;



Kedua, pertentangan klas-klas yang tajam dan antagonis tak terdamaikan itu TIDAK BERARTI boleh saja melupakan dan menginjak HAM seenak udelnya sendiri, ... menghakimi sendiri TANPA MELALUI PROSES HUKUM yang ADIL! Itulah KESALAHAN yang banyak terjadi dimasa “Maju MELOMPAT” setelah 1958 dan puncaknya kerusuhan 10 tahun RBKP, ... Akibatnya BANYAK JATUH KORBAN yang TIDAK DIPERLUKAN! Karena terjadi tindakan BRUTAL main menghakimi sendiri tanpa jalankan proses HUKUM dengan baik dan sebenarnya harus dihindari! Begitulah Marsekal Peng Dehuai jatuh korban, satu-satunya jenderal di Tiongkok yang sempat dipuji dalam puisi yang dibuat Mao sendiri, seorang jenderal yang ditugaskan memimpin Perang Korea dan berhasil mengalahkan jenderal Mc Arthur kebanggaan AS itu! Jatuh korban hanya karena mengajukan pendapat dan mengkritik kebijakan Komune Rakyat, lalu dituduh anti-sosialisme, anti-Mao dan, ... diperlakukan tidak manusia sampai merenggut jiwa kepahlawannya! Begitu juga dengan Liu Shaoqi dan termasuk 3 anaknya jadi korban yang tidak seharusnya terjadi!







From: Tatiana Lukman

Sent: Wednesday, December 22, 2021 4:40 AM

To: Chan CT ; 'Jonathan Goeij' via GELORA45

Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Ah, bla-bla-bla pepesan kosong agen remo!!!Masalah Revolusi Demokrasi Baru dan Pembangunan sosialis sudah saya bahas baik dalam tulisan di Sulindo maupun dalam perdebatan dengan agen remo Chan. Bahkan dulu pernah si Chan ini berdebat dengan bung Tan Sie tik. Sama sekali tidak bias membantah argumentasi yang diajukan. Jelas, pada tahap RDB, borjuasi nasional bukan musuh revolusi, maka itu mereka yang tidak menentang RDB, dianggap sekutu. Tapi perusahaannya disita negara, dan mereka masih mendapat dividen. Penghisapan dibatasi melalui peraturan dan UU yang melindungi kaum buruh. TAPI TAHAP INI ADA AKHIRNYA, DAN TIONGKOK MASUK DALAM TAHAP PEMBANGUNAN SOSIALISME DI MANA KONTRADIKSI POKOK ADALAH ANTARA RAKYAT DENGAN KAUM BORJUASI. DISINILAH KONTRADIKSI ANTARA MAO DENGAN KAUM REVISIONIS LIU-DENG YANG INGIN TERUS MEMPERTAHANKAN DAN MENGEMBANGKAN KEPEMILIKAN TANI ATAS TANAH DENGAN MENENTANG GERAKAN KOMUNE RAKYAT.



Maka itu si Chan remo ini berkali-kali menuduh Mao TERLALU PAGI MEMBABAT KAUM KAPITALIS, BAHKAN LENIN-STALIN PUN DIKRITIK KARENA MEMBABAT KAUM KAPITALIS. MAKA SAYA TANYA, KALAU LENIN, STALIN, MAO TIDAK MEMBABAT KAUM KAPITALIS, LANTAS DI MANA BEDANYA REVOLUSI SOSIALIS DENGAN REVOLUSI BORJUIS PERANCIS 1789?? TAK PERNAH DIJAWAB OLEH CHAN!!! AYO JAWAB DULU PERTANYAAN ITU!!!!



Dan baca baik-baik pendapat Mao tentang kontradiksi pokok antara kelas pekerja dan klas borjuasi adalah kontradiksi pokok di Tiongkok, ketika Revolusi Demokrasi Baru sudah dianggap SELESAI PADA POKOKNYA, MAKA KELAS BORJUASI SUDAH MENJADI MUSUH DALAM PEMBANGUNAN SOSIALISME.



Pada bulan Juni 1950, setelah kemenangan Revolusi Demokrasi Baru, Mao mengkarakterisasi situasi sebagai berikut:” Pada akhirnya kaum borjuasi na-sional tidak akan ada lagi, tetapi pada tahap saat ini kita harus mengumpulkan mereka di sekitar kita dan tidak mendorong mereka keluar. Di satu pihak, kita harus berjuang menentang mereka, di lain pihak kita harus bersatu dengan mereka.” (”Jangan memukul ke semua arah” PT MTT V).



Dua tahun kemudian, situasi sudah begitu berubah sehingga Mao menggaris bawahi: ”Kontradiksi antara klas pekerja dan klas borjuasi adalah kontradiksi pokok di Tiongkok” (Ibid, 77).



JAWAB DULU PERTANYAAN DIATAS ITU CHAN!!!!





Sent from Mail<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows



From: Chan CT
Sent: Tuesday, December 21, 2021 1:17 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Pemimpin Tiongkok sejak Mao samp Xi Jinping sekarang ini TIDAK seorangpun yang menyangkal adanya klas dan perjuangan klas! Yang jadi masalah kapan dan bagaimana klas kapitalis dihilangkan! Dan yang juga menjadi penekanan dan penegasan sejak Mao, bagaimanapun juga kapitalis adalah juga MANUSIA normal yang TETAP HARUS diperlakukan secara MANUSIAWI!



Sejak tahun 1945, dimana pemikiran Mao Revolusi Demokrasi Rakyat dimenangkan dan menjadi Garis PKT, sejak itu struktur ekonomi Tiongkok tidak hanya BUMN, milik negara (sebelum 1 Okt. 1949 milik Pemerintah Rakyat setiap daerah basis revolusioner), tapi juga mempertahankan berlakukan milik perseorangan kapitalis dan milik kolektif (koperasi). Struktur ekonomi macam inilah yang tetap diberlakukan setelah RRT didirikan 1 Oktober 1949 yang kemudian hanya berlakukan BUMN, milik negera sejak 1958. Dan, sejak tahun 1980 kembali berlakukan struktur ekonomi BUMN, milik kolektif dan milik kapitalis perseorangan! Dengan BUMN yang utama sebagai jaminan pemerintah tetap pertahakan pegang tali kendali ekonomi nasional.



Dimasa Mao sebenarnya juga ada kapitalis yang menjadi anggota PKT, contoh klasik yang diajukan Rong Yi Ren, kapitalis Shanghai yang berani dan banyak membantu PKT. Tentu tidak semua kapitalis bisa jadi anggota PKT, ... yang perlu diingat, sebagaimana manusia normal, diantara kapitalis kapitalis itu juga tidak sedikit yang peduli dan berani pertaruhkan jiwa mendukung gerakan revolusi rakyat! Bahkan Mao sendiri tidak segan-segan menyatakan, TANPA dukungan kapitalis revolusi Tiongkok tidak bisa menang! Lalu, apa dan dimana salahnya adanya kapitalis menjadi anggota PKT?



Tentu kalau saja kwalitas PKT berubah setelah banyak kapitalis rongsokan, menjadi tercocok hidung oleh klas kapitalis dan melupakan perjuangan RAKYAT sesungguhnya! Untuk itu, mudah saja kok, lihat saja gerak langkah yang dijalankan, lebih menguntungkan rakyat banyak atau segelintir kapitalis, ... Siapa bisa bilang DEMOKRASI RAKYAT Tiongkok hanya dinikmati borjuis? Bukankah kenyataan semua kapitalis TETAP bisa di disiplin dan TUNDUK melaksanakan kebijakan dan ketentuan pemerintah! Bukankah yang terjadi terakhir dengan Jack Mao, dimana pemerintah tetap saja berani membatalkan IPO Grup Semut dan dikenakan sanksi 2,7 milyar USdollar dengan keharusan TUNDUK lakasanakan ketentuan yang ada! Lalu, sikap ini membuktikan siapa tunduk pada siapa, dan ... membela, melindungi kepentingan rakyat banyak atau kepentingan segelintir kapitalis???



From: Tatiana Lukman

Sent: Tuesday, December 21, 2021 1:49 AM

To: Sunny ambon ; BILLY GUNADIE

Cc: sa...@netvigator.com ; GELORA45_In

Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Jelas, seperti kata Mao, stempel kelas nempel di tiap pikiran, perbuatan dan sudah tentu semua peraturan dan Lembaga bangunan atas. Mereka yang mengikuti nasehat bung Karno untuk menggunakan pisau Marxisme dalam menganalisa soal-soal politik/sosial, mengakui hubungan dialektis antara struktur ekonomi (bangunan bawah) dengan bangunan atas. Maka itu bicara tentang demokrasi tanpa menghubungkannya dengan struktur ekonomi yang berdominasi di suatu negeri, sama dengan bohong. Soalnya, kaum revisionis tidak mau mengakui bahwa sistim ekonomi (sosialsme) pada zaman Mao sudah berubah total menjadi kapitalisme monopoli-imperialisme. Lihat saja kongkritnya siapa yang menikmati “demokrasi borjuis” di China. Bla…bla petantang petenteng bilang Demokrasi Rakyat, tapi nggak bisa jawab pertanyaan mengapa dihilangkan 4 Kebebasan Besar?? Soalnya yang masuk dalam kategori Rakyat adalah kaum bilyuner-kapitalis monopoli yang bersarang di PKT dan Negara, sedangkan kaum buruh dan kaum tani dianggap sampah dan dapat diperas/dihisap dan diengkuk-engkuk… Ah, sudah begitu banyak postingan diajukan selama bertahun-tahun yang memperlihatkan betapa buruh dan tani diperlakukan seperti “keset”, tapi kaum revisionis tak akan tergugah otak dan hatinya.



Sent from Mail<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows



From: Sunny ambon
Sent: Monday, December 20, 2021 5:17 AM
To: BILLY GUNADIE
Cc: sa...@netvigator.com; Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Ada yang bilang demokrasi itu berkarakter kelas, jadi tergantung siapa yang berkuasa.



On Mon, Dec 20, 2021 at 4:11 AM BILLY GUNADIE <billyg...@rogers.com> wrote:

Kalau sejarah China sudah berjalan ribuan tahun kekaisaran...

Dan behasil....bangunan..... monument...penemuan... Productivity pasar Dunia.....Marco Polo Terheran heran.......kenapa harus ganti metaphor DEMOKRASI...DARI RAYAT UNTUK PEJABAT......Modren slavery....





....











Sent from Rogers Yahoo Mail on Android<https://go.onelink.me/107872968?pid=InProduct&c=Global_Internal_YGrowth_AndroidEmailSig__AndroidUsers&af_wl=ym&af_sub1=Internal&af_sub2=Global_YGrowth&af_sub3=EmailSignature>



On Sun., Dec. 19, 2021 at 8:29 p.m., Chan CT

<sa...@netvigator.com> wrote:

DEMOKRASI yang diteriakkan dan dijalankan disetiap negara didunia ini akan dirasakan betul oleh rakyat dinegara bersangkutan! Jadi, sebetulnya yang berhak bicara bagaimana demokrasi adalah rakyat dinegara itu sendiri, ... Dan ingat, DEMOKRASI bisa saja beraneka ragam bentuk dengan lebih menitik beratkan pribadi perseorangan atau kepeentingan umum dan TIDAK ada negara atau siapapun didunia ini menepuk dada demokrasi yang dijalankan adalah demokrasi yang paling benar dan baik, yang berbeda adalah salah dan bukan demokrasi!



Yang paling menarik dan kurang mendapat perhatian banyak orang, adalah TRADISI BUDAYA Tionghoa seruan 天下為公 (= Dibawah Langit Ini Demi Kepentingan UMUM. Atau dengan bahasa umum yang digunakan PKT sekarang menjadi Mengabdi Rakyat!) yang sudah berlangsung ribuan tahun itu, ... Titik berat demokrasi dan kebebasan itu pada pribadi seseorang atau kepentingan umum, rakyat banyak! Menurut tradisi budaya Tionghoa bagaimanapun juga harus pentingkan dan utamakan kepentingan umum, kepentingan RAKYAT banyak. Tidak bisa dan tidak boleh kepentingan pribadi seseorang diatas kepentingan umum! Inilah PRINSIP DEMOKRASI yang dijalankan di Tiongkok. Yang kebalikan dari demokrasi barat, ... dimana lebih mementingkan dan utamakan kebebasan kepenetingan pribadi seseorang! Dan akhirnya menjadi anarkis semau-maunya sendiri yang lepas kontrol dan tidak tunduk pada HUKUM dan ketentuan Pemerintah!



Begitulah dunia barat mengutuk ketentuan ketat RRT “Menutup Wuhan” dan jalankan prokes ketat bagi seluruh warga di Wuhan ketika itu sebagai TINDAKAN mencabut kebebasan orang yang tidak demokratis dan tidak manusiawi! Tapi, tidak melihat justru kebebasan perseorangan yang dicabut itu untuk kepentingan dan keselamatan rakyat banyak!



Baik saya berikan kisah nyata bagaimana pemerintah Tiongkok saat menjalankan “MENUTUP WUHAN”, seorang pejabat Wuhan dipecat hanya karena keluar kota Wuhan pulang kampung merayakan Imlek dan sekalian Ulang-tahun bapaknya; Seorang pensiunan mantan pejabat Wuhan kena sanksi diturunkan setingkat uang-pensiun, karena tidak dapatkan kamar tersendiri di RS setelah terditeksi positif Corona dengan pulang mengkarantina diri di rumah sendiri! Begitu ketat mendisiplin setiap warga jalankan prokes yang ditentukan itulah, menjadikan hanya RRT satu-satunya negara didunia ini yang BERHASIL sekitar 70 hari mengatasi dan mengendalikan pandemi Covid-19, sedang negara-negara maju, terutama AS yang selalu banggakan sistem kesehatannya termaju didunia kewalahan menghadapi serangan pandemi, bahkan menjadi juara No.1 didunia baik dari jumlah warga terjangkit maupun angka kematian yang sudah lebih 800 ribu orang, ... dan sampai sekarang, setelah lewat hampir 2 tahun BELUM juga nampak terkendalikan!



Lalu, apakah rakyat Tiongkok merasa tidak DEMOKRASI pada diri mereka? Tentu saja TIDAK! Rakyat Tiongkok justru sekarang ini makin merasakan DEMOKRASI yang lebih luas dari tahun ketahun, ... Bagaimana tidak? Sejak tahun 50-70, begitu berani mengeritik politik kebijakan pemeriantah langsung saja dituduh “anti sosialisme”; “penempuh jalan kapitalis”, “penghianat bangsa” dsb. dsbnya, ... bahkan sekitar sejuta orang/kader dijebloskan dalam kamp konsentrasi kerja! Tapi kenyataan, lebih dari 98% dari mereka yang dijebloskan tahunan sampai belasan tahun dalam konstgrasi kerja itu, diawal tahun 1980 harus DIREHABILITASI! Diantara mereka termasuk Zhu Rongji yang kemudian kita kenal menjadi Perdana Menteri RRT itu!



Sebaliknya setelah tahun 1980, RRT menjalankan kebijakan reformasi dan keterbukaan, menempuh Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok, bukan saja membiarkan setiap warga bersuara, berbeda pendapat bahkan mengeritik kebijkan pemerintah, juga memberi kebebasan beropini dimedia massa dan, ... mengembangkan kemampuan sendiri untuk memperbaiki kemiskinan, berusaha dan berdagang, termasuk pergi keluar negeri untuk sekolah! Rakyat dibebaskan berkarya, berusaha dan sekolah, melancong, berusaha sampai keluarnegeri, ... Dimana KEBEBASAN pribadi seluas itu TIDAK pernah terjadi sebelumnya! Dan ingat, kamp konsentrasi kerja yang dimaksud untuk mendidik orang/kader melalui kerja, yang tidak manusiawi itu sudah dibubarkan oleh Xi Jinping di tahun 2014!







From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45

Sent: Sunday, December 19, 2021 2:13 AM

To: Chan CT ; GELORA45_In

Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Buat orang yang terus ngotot mau mencampurbaurkan, seolah-oleh sosialisme dan kapitalisme yang secara hakiki bertolak belakang/berkontradiksi dapat “dikombinasi”. “sosialisme a la China” hanyalah penipuan tak tahu malu dari kaum penguasa revisionis-imperialis china.



[X]

Agen remo Chan sangat senang sekali mencatut sosialisme yang dibangun Mao. Meskipun selalu mengatakannya sebagai “perataan kemiskinan”, tapi kalua diperlukan, dia catut dan dimasukkan kedalam penilaian tentang sejarah PKT dan Tiongkok sejak pembebasan sampai sekarang. Dengan sadar menghapus perbedaan mode of production/ sistim ekonomi yang berdominasi sekarang dengan yang dulu sebelum kudeta kaum revisionis 1976.



Kalau system ekonominya sudah berubah 180 derajat, sosialisme menjadi kapitalisme bahkan imperialisme, sudah tentu HUKUM juga berpihak kepada kaum kapitalis/revisionis yang berkuasa!! Pembelaan diri agen remo hanya PEPESAN KOSONG!!! SAMA SEPERTI REAKSI KAUM REAKSIONER INDONESIA YANG TERUS MENGHUJAT PKI, WALAUPUN BARU-BARU INI SUDAH DIDEKLASIFIKASI RIBUAN HALAMAN DOKUMEN AS!!!





Sent from Mail<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows



From: Chan CT
Sent: Saturday, December 18, 2021 1:07 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Lalu, yang diangkat dan dipuja dunia barat adalah juga aktivis-aktivis penentang penguasa Tiongkok yang jadi pahlawan nenek yang satu itu,...! Hahahaa, ...



Setiap negara ada dan berlakukan HUKUM yang patut dan harus ditaati! Aparat keamanan PASTI akan menindak setiap orang dinegaranya yang berani melanggar HUKUM yang berlaku itu, ... Dan, tidak ada negara asing manapun yang berhak mencampuri HUKUM yang diberlakukan dinegara itu! Orang-orang yang ditangkap di Tiongkok, yang saya ikuti dan ketahui, BUKAN sekadar pejuang demokratis seperti diuar-uarkan dunia barat, tapi juga ada BANTUAN dan hubungan dengan asing! Bagi mereka yang tidak ada hubungan atau belum ditemukan bukti terjadi hubungan/bantuan asing, negara manapun juga, tentu TIDAK ditahan/ditangkap! Begitulah dengan Fang Fang, seorang ibu penulis buku “Harian Wuhan” yang juga sudah diterbitkan dalam berbagai bahasa diluarnegeri, negara-negara barat dengan fiktif memfitnah berbagai penanganan pemerintah Tiongkok mengatasi pandemi yang merebak di Wuhan itu...! Baru saja 12 Oktober kemarin ini ditangkap, setelah lebih setahun dibiarkan saja dia berteriak memfitnah pemerintah yang berkuasa! Itulah DEMOKRASI RAKYAT yang dijalankan di Tiongkok! Berani membiarkan siapa saja bersuara, mengeluarkan pendapat bahkan bernada menentang kebijakan pemerintah dan sementara pejabat tinggi, ... selama tidak terbukti ada hubungan, bantuan asing!





From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45

Sent: Friday, December 17, 2021 8:42 PM

To: 'Jonathan Goeij' via GELORA45

Subject: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Di antara 15 orang yang dapat Franco-German Prize for Human rights, terdapat Chang Weiping, pengacara yang ditangkap sejak 22 Oktober 2020. Namun tidak semua orang/aktivis yang ditangkap/dihilangkan paksa oleh penguasa China mendapat penghargaan dari dunia Barat. Banyak yang namanya tidak dikenal di dunia luar Tiongkok











Chang Weiping is a Chinese human rights lawyer. He has been in detention once again since 22 October 2020. Chang has primarily worked to advocate LGBTI rights and fight discrimination against women and HIV-positive people, which led to his losing his licence to practise. He was first detained in January 2020 in an operation known as the Xiamen crackdown. Following his release he publicly discussed the torture he had experienced, which led to a second arrest in October 2020. Despite having been formally arrested and charged in April 2021, he has not yet been granted direct access to lawyers.

Sent from Mail<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke mailto:gelora1945%2Bunsu...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/2118766092.81048.1639744929735%40yahoo.com<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/2118766092.81048.1639744929735%40yahoo.com?utm_medium=email&utm_source=footer>.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/01A0E82F261D44C289F7414932F37E98%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/01A0E82F261D44C289F7414932F37E98%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1715451201.166975.1639851209621%40yahoo.com<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1715451201.166975.1639851209621%40yahoo.com?utm_medium=email&utm_source=footer>.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/B3AEA770F63146B888AB2594331400FC%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/B3AEA770F63146B888AB2594331400FC%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1109225002.2052778.1639969900903%40mail.yahoo.com<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1109225002.2052778.1639969900903%40mail.yahoo.com?utm_medium=email&utm_source=footer>.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CBARpwYEvVR8wzi36Eo1M0ba7mb%2BPF-%2BxHTDEAcsOQRw%40mail.gmail.com<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CBARpwYEvVR8wzi36Eo1M0ba7mb%2BPF-%2BxHTDEAcsOQRw%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer>.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/15A9F86D800B43BCB85A32C3F3CFD9B4%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/15A9F86D800B43BCB85A32C3F3CFD9B4%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/A399BCCDC0F54942B292451E14E103FD%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/A399BCCDC0F54942B292451E14E103FD%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/09DD36A9692C48778E0FC4BF77D7DAF4%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/09DD36A9692C48778E0FC4BF77D7DAF4%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/789D0591559E494DB11CA7B51020C390%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/789D0591559E494DB11CA7B51020C390%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/56A3454E783F4BB69EF6A8CAC1085F1B%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/56A3454E783F4BB69EF6A8CAC1085F1B%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D8F24049E9D9458F9A983E1134C667F0%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D8F24049E9D9458F9A983E1134C667F0%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/9B255A4170E44DB3B060916C8397DF63%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/9B255A4170E44DB3B060916C8397DF63%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com<mailto:gelora1945+...@googlegroups.com>.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D456FD7B995E42F48EF735BC6E114823%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D456FD7B995E42F48EF735BC6E114823%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.

Chan CT

unread,
Jan 14, 2022, 3:02:03 AM1/14/22
to nesare hotmail, GELORA45_In, Tatiana Lukman
Iyaaa, ... bung lama tidak muncul membuat kami kehilangan dan kangen mendengarkan suaranya, ...! Bersyukurlah kalau ternyata bung selama ini tetap baik-baik dan sehat-sehat saja!

Tapi bung Nesare, bukankah perdebatan saya dengan nenek Tatiana selama ini lebih banyak memperbincangkan kebijakan dan praktek nyata yang terjadi, bukan ideologinya! Bukankah itu perbedaan dalam melihat dan mengangkat kenyataan yang terjadi! Perbedaan dalam melihat segala hal-ihwal didunia ini satu pecah menjadi dua. Dalam proses perkembangan menempuh Jalan Sosialisme Tiongkok selama 40 tahun terakhir ini, titik HITAM yang terjadi seiring dengan keberhasilan (lingkaran PUTIH) yang utama, oleh nenek Tatiana diangkat sebagai lingkaran HITAM yang utama dan pokok dengan setitik PUTIH saja. Jadi dia selalu menyatakan keberhasilan yang dicapai Tiongkok hanyalah pepesan kosong, ... Gambar filsafat I Ching dibawah mungkin memudahkan melihat persoalan, dimana hal-ihwal selalu terbelah dua, ditengah lingkaran putih pasti ada setitik hitam, juga sebaliknya ditengah lingkaran hitam selalu akan ada setitik putih!


Salam,
ChanCT


From: nesare hotmail
Sent: Friday, January 14, 2022 4:45 AM
To: Chan CT ; GELORA45_In ; Tatiana Lukman
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism

hehehe bung Tatiana dan bung Chan sudah kangen sama saya ya?
Saya baek2 saja. Covid belum suka sama saya seperti bung berdua suka saya. Ini berkah bagi saya.
Saya pikir diskusi nya sudah bagus. Malahan bagus sekali. Banyak sekali informasi dan informasi ini sangat berguna apalagi bagi mereka2 yg sedang belajar.

Saya melihat suatu ideologi itu selalu dinamis artinya berubah sesuai dengan waktu, aktor dan lokasi sehingga perubahan ideologi itu akan selalu bergejolak sesuai dengan keperluan dari ketiga unsur itu. Komunisme dan komunisme internasional itu kan beda. Yang sedang didiskusikan bung berdua yg berkaitan dgn Mao dan Lenin itu kan jamannya Communist International (Comintern) yg berbeda dgn communism jamannya Marx, Engel dll. Sebelumnya kan sudah dikenal christian communism, begitu juga di Yunani itu sebelum Yesus lahir itu sudah ada ide komunal dlm parodi/drama lucu2an. Diabad 18 jamannya Renaisance itu dimana science muncul menghantam dominasi agama Katholik melahirkan banyak tokoh2 yg berfaham komunisme (dulu disebut liberal). Motornya itu ya para pastur katholik yg liberal. Lalu jamannya Marx dan Engel itu ya dengan nyata melihat penderitaan akibat revolusi industri menelorkan istilah komunisme yg kita kenal sekarang ini.

Maksud saya ya ideologi komunisme spt juga ideologi kapitalisme itu berubah sesuai dgn dinamika masyarakat pada saat tertentu. Kapitalisme di USA itu banyak berubah kekiri. Walaupun terlambat dibandingkan dgn kapitalisme di eropa barat, ya memang pergerakan kekiri itu memang kenyataan masyarakatnya. Sekolah2 itu ya pencetak orang2 yg liberal. Mana ada sekolah konservatif? Tidak ada lagi atau jarang kalaupun ada.

Saya lebih menikmati diskusi kalian berdua dari informasi2 baru yg saya tidak ketahui sebelumnya. Tetapi kalau mengatakan harus bagaimana apalagi mana yg benar dan salah itu ya susah, wong Marx, Engel, Mao, Lenin, Stalin, Aidit, Nyoto, Lukman itu kan semua hasil produk di jamannya masing2. Yang bisa kritisi, setujui, salahin itu adalah tindakan2nya tetapi bukan ideologinya. Dengan kata lain ya manusia itu berprilaku dan bertindak itu berdasarkan ideologi. Jadi dimanapun politisi, pejabat negara non politis itu harus jelas ideologinya shg rakyat tahu siapa yg mereka pilih sbg wakil rakyat. Repotnya kalau dibawa ke Indonesia, para pejabat dan politikus itu bak bunglon bisa pindah2 ideologinya hehehehe. Wong figurnya saja tidak ketahuan, bagaimana bisa dipercaya.

Salam selalu,
nesare



--------------------------------------------------------------------------------

From: gelor...@googlegroups.com <gelor...@googlegroups.com> on behalf of Chan CT <sa...@netvigator.com>
Sent: Saturday, January 8, 2022 4:14 PM
To: GELORA45_In <Gelor...@googlegroups.com>; Tatiana Lukman <jetaim...@yahoo.com>
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism

Hahahaa, ... ini nenek begitu senangnya melihat tulisan/berita yang sepaham dengan pemikirannya sendiri saja, tanpa peduli siapa penulis dan sumber beritanya! Tapi, di GELORA45 jadi sepi setelah Nesare lama tidak muncul-muncul, ... Mudah2an bung Nesare yang hidup di AS bisa TETAP baik-baik dan sehat-sehat saja, ya! Cukup menggelisahkan dan sangat menakutkan melihat kondisi pandemi Covid-19 di AS yang masih terus meledak, bisa ketambahan sejuta/hari dan yang meninggal ribuan/hari! Sistem kesehatan AS sudah kewalahan tidak berdaya menangani, membiarkannya muncul dan terjadi imunitas-masyarakat, yang cukup kuat (fishik dan keuangan) bisa bertahan hidup, yang lemah dibiarkan saja mati, ....!!! Sangat TIDAK MANUSIAWI, ...

Adalah kenyataan, diantara ekstrimis yang mengaku “MAOIS” itu ada yang terpental keluar ke HK, negara2 barat termasuk Amerika! Dan tentunya terpental keluar dari PKT! Tanpa disadari sikap dan tindakan mereka begitu menyalahi prinsip perjuangan intern PKT, bahkan bertentangan dengan pendirian Mao! Tidak pandai menangkap bagaimana Mao Zedong memperjuangkan dan menangkan pemikiran yang BENAR didalam PKT! Kenyataan dan praktek mereka itu sungguh TIDAK PANTAS disebut “Maois”! Sadar atau tidak, mereka melangkah sejalan dengan penghianat Zhang Guotao itu!

Apa yang diajukan Chen Yun adalah kenyataan yang terjadi, khususnya diawal kebijakan Reformasi dan Keterbukaan di tahun 1980 itu dijalankan, ... Tapi, itulah proses perkembangan maju yang harus dilalui dan sulit dihindari. Namanya juga kesadaran manusia NORMAL umumnya egoistis yaa begitulah! Begitu diberi kebebasan ada saja yang jadi menggila kejar keuntungan tanpa peduli merugikan orang banyak! Terjadi penipuan, pemalsuan, pembajakan karya orang, penyuapan dan setelah menjadi kaya muncul pemikiran maksiat borjuis, dari pemabok, penjudi sampai pelacuran, ... Semua gejala kejahatan ditengah masyarakat yang terjadi itu menjadi TANTANGAN berat PKT dan pemerintah yang berkuasa, mampu tidak mengatasi dan mengendalikan! Tentu PKT juga akan ambruk dengan sendirinya kalau tidak mampu mengatasi gejala-gejala busuk itu! Tapi dipihak lain, hendaknya juga masih bisa melihat kenyataan lain, ditengah kemajuan masyarakat itu PASTI ada bahkan juga cukup banyak yang jalankan usaha dengan jalan yang baik-baik, ...!

Kenapa nenek Tatiana tidak juga berhasil melihat kenyataan selanjutnya, bagaimana PKT berhasil menggerakkan lebih 30 ribu pengusaha atau kapitalis perseorangan besar dan kecil, terlibat menanamkan modal didesa-desa terbelakang yang sangat miskin untuk membantu membebaskan kemiskinan-absolut di Tiongkok! Kenapa tidak juga melihat kenyataan kesejahteraan masyarakat Tiongkok tetap maju dan lebih baik dari tahun ketahun, ...?

Atau masih saja lebih percaya dengan tulisan/berita yang menyatakan PKT segera akan bankrut? Sudahlah, tidur saja dalam tempurungmu meneruskan mimpi indah yang diharapkan itu! Hehehee, ...



From: Tatiana Lukman
Sent: Saturday, January 8, 2022 7:59 PM
To: Chan CT ; GELORA45_In
Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism

Ha…ha… siapa yang mau kasih tahu sama anjing budukan penjaga revisionis sumber dan orang yang menulis artikel itu!! Emangnya gue goblok seperti dirinya!! Justru karena tidak bisa menjawab isi tulisan orang Maois, maka dipakailah dalih “sumber nggak jelas”…. Begitulah cara anjing jaga budukan remo yang sudah lama KO, tidak bisa berdiskusi tanpa debat kusir dan menghindari diskusi to the point!!

Seperti Noroyono dan B(urhanudin) H(arahap), karena nggak punya argumentasi untuk menyanggah postingan saya, selalu mereka menuduh seenak perutnya sendiri, menyerang sumber dan debat kusir!!!



Jelas, Nesare adalah orang yang fair dan jujur dalam berdiskusi dengan saya, tidak berdebat kusir, selalu to the point, walaupun kamipun berbeda pandangan banyak sekali. Tapi Nesare otaknya jalan, masih bisa objektif, jujur, dan tidak munafik!!!



Anjing bulukan remo ini, karena memang sudah mengkhianati M-L-Maoisme, hidup dalam mimpi seolah-olah Partai Kapitalis Tiongkok sedang berkembang JAYA!! JAYA, NENEKLU!!! Dia lupa bahwa ajaran Mao tentang perjuangan dua garis dalam partai tetap berlaku dalam KENYATAAN DAN PRAKTEKNYA. PKT perlahan-lahan berubah menjadi Partai Kapitalis Tiongkok alias partai revisionis. Di dalamnya terdapat anggota Partai yang melawan kebijakan pimpinan revisionis, artinya masih tersisa dalam otak mereka ajaran M-L-Maoisme. Dalam periode awal reformasi kapitalis Deng, lebih banyak lagi perlawanan. Hanya ini ditutupi oleh penguasa, sehingga tidak banyak diketahui umum. Salah satu suara perlawanan yang berhasil diketahui umum adalah surat 170 kader dan anggota kepada Hu Jintao.



Chen Yun, salah satu pimpinan senior PKT, satu generasi dengan Mao, tapi berpihak kepada kaum revisionis, begitu dia melihat bagaimana reformasi kapitalis dijalankan dan sadar akan dampaknya, akhirnya terpaksa berkata:



: “Begitu diumumkan keterbukaan terhadap dunia luar dan dijalankannya politik yang lebih luwes, beberapa kader dalam partai , Pemerintah dan militer, bersama dengan anak-anaknya, langsung dengan tergesa-gesa terjun kedalam dunia usaha. Menurut sejumlah survei (lebih dari 12) yang dilakukan terhadap kota dan provinsi, sejak kwartal keempat tahun lalu telah didirikan lebih dari 20 ribu usaha. Mayoritas dari 20 ribu usaha itu didirikan melalui koneksi antara pejabat-pejabat ini dengan bisnis ilegal baik dalam negeri maupun luar negeri. Mereka menggunakan lubang-lubang di reformasi untuk melakukan segala macam transaksi ilegal termasuk pembelian dan penjualan ilegal, penyuapan dan penerimaan suapan, pembayaran dibawah meja, pemalsuan fakta-fakta, penghindaran pembayaran pajak, pembuatan dan penjualan obat palsu, anggur palsu, pembunuhan, penjualan dan pertunjukan pornografi dan menarik wanita kedunia pelacuran. Semua hal yang busuk dan buruk ini telah terjadi. Ideologi kapitalis hina “Hanya uang yang penting” sedang dengan serius mengikis Partai dan masyarakat kita. Kita ingin membangun sosialisme dan kita harus dengan teguh memblokir dan mencabut sampai keakar-akarnya pikiran dan kelakuan yang jahat dan jelek ini. Kita harus memobilisasi dan mengorganisasi Partai kita dan semua kekuatan sosial untuk berjuang dengan amat teguh melawan gejala ini.” ( Pilihan Karya Chen Yun, Jilid iii, hal. 355, 356)



Praktek kejahatan kader serta anak-anaknya yang dibelejeti Chen Yun itulah yang telah melahirkan kelas kapitalis monopoli besar yang bersarang di PKT dan Negara serta kaum bilyuner yang merangkap menjadi anggota Partai atau Kongres Rakyat!!!



Kasihan sekali si Chen Yun ini!!Tak berdaya dia menghadapi kapitalisme brutal yang berangsur-angsur menguasai ekonomi dan masyarakat Tiongkok.



Anjing jaga budukan remo Chan , betapapun petantang petenteng membela tuannya, praktek dan kenyataan yang dia tidak mau melihatnya, akan terus memperlihatkan dan membelejeti watak neo-kolonial-imperialis dari Kekaisaran Xi....







Sent from Mail for Windows
Sent from Mail for Windows



From: Chan CT
Sent: Friday, January 7, 2022 9:27 AM
To: GELORA45_In; Tatiana Lukman
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



SETUJUUUU, ...! Tidak ada teori-teori revolusioner yang mandeg, beku mati tidak berubah dan berkembang, ... Selalu maju teruuus sesuai perkembangan dan perubahan jaman! Dan setiap orang boleh-boleh saja beda pendapat bahkan menentang perubahan yang terjadi, tapi TETAP TIDAK ADA yang bisa menyangkal KEBENARAN TEORI itu dibuktikan dalam PRAKTEK! Secara OBJEKTIF Melihat dan mengakui HASIL pelaksanaan TEORI itu, BERHASIL atau TIDAK?! Melihat keberhasilan sesuai kenyataan yang ada, perbaiki saja kekurangan dan kesalahan yang ada untuk teruuuus maju lebih baik dan cepat! TIDAK PERLU perdebatkan dari teori ke teori, mengadu kebenaran dari siapa mengatakan begini siapa mengatakan begitu, dahulu mengatakan begini sekarang begitu dsb. dll, ... dimana diantara kita sudah terjadi berpuluh tahun tiada habis dan akhirnya sampai berbuih-buih! Untuk apa menghabiskan waktu dan energi saja! CUKUP dan LEBIH BAIK lihat hasil praktek dan kenyataan yang terjadi saja!



Lhaaa, ... 4 BESAR yang mengakibatkan begitu buuuaaanyak kader/tokoh/rakyat terbaik Tiongkok menderita, teraniaya, tersiksa bahkan jatuh korban TANPA kejelasan HUKUM, ... Dan KESALAHAN SERIUS yang sangat TIDAk manusiawi pernah terjadi sudah dikoreksi dan menjadi KESIMPULAN Kongres PKT masih juga hendak dibela mati-matian! Kalau saja SATU PERISTIWA dengan sasaran begitu besar dan luas, tidak hanya menyasar kader utama PKT, dari 33 anggota Politbiro (Kongres ke-VIII PKT) ada 20 yang diganyang dan dijatuhkan, bahkan TANPA BUKTI kesalahan politik ratusan ribu intelektual jadi sasaran yang dihujat sebagai Si-BUSUK ke-9! (臭老九) Lalu, apa yang dan siapa yang hendak dibela? KEJADIAN yang MENYALAHI PRINSIP Perjuangan Mao sendiri, keharusan memperkecil dan memusatkan sasaran pada segelintir tokoh yang menentukan saja, dan, .... menghadapi kawan yang berbuat kesalahan KEHARUSAN menitik beratkan pada PENDIDIKAN, bukan pada sasaran pribadi seseorang, apalagi menggunakan kekerasan secara tidak manusiawi!



Bukankah gejala-gejala yang nyata terjadi selama RBKP itu membuktikan KEBABLASAN DEMOKRASI yang dijalankan dan sudah berubah menjadi ANARKIS yang tidak terkendalikan! Semua orang yang sedikit saja beda pendapat, berani mengeritik pelaksanaan kebijakan “Maju Melompat”, “Komune Rakyat” sudah dituduh “penempuh jalan kapiatalis”, “ANTI-Sosialisme” yang patut diganyang, ... TANPA BUKTI AKURAT boleh saja menuduh “PENGHIANAT”, “Mata-mata, MUSUH dalam selimut” yang boleh saja disiksa secara kejam sampai meninggalpun harus dibakar TANPA dijalankan pemakaman secara manusiawi dengan menyangdang nama sebenarnya dan memberitahu keluarga, ...!



Lalu, ... pernah tidak perhatikan bagaimana gembong-gembong UTAMA yang membawa Garda Merah begitu GARANG nya mengganyang pejabat dan tokoh-tokoh yang dituduh “Penempuh Jalan Kapiatalis” itu? BENAR begitu BIADAB naruni mereka sesungguhnya? Bagaimana pemikiran mereka dikemudian hari, ...? Tentu saya tidak melakukan penelitian berapa persen diantara mereka yang akhirnya MENGAKUI KESALAHAN kekejaman kemanusiaan yang mereka lakukan, sekadar mengangkat beberapa diantara mereka yang ketika itu sangat terkenal radikalis dengan berteriak keras sangat ekstrim dan bisa saya ingat saja. Tapi, yang PASTI, diantara tokoh utama aktivis Garda Merah itu TIDAK SEORANG pun yang pantas ditampilkan menjadi TELADAN dan PELOPOR anggota PKT apalagi menjadi pemimpin rakyat Tiongkok yang baik!



Entah nenek Tatiana ingat tidak dengan nama Chen XiaoLu, putranya Marsekal Chen Yi yang ketika itu Menlu dan Song Binbin, putrinya Jenderal Song Renqiong, seorang gadis remaja yang mendapat kehormatan mengalungkan ban “Garda Merah” dilengan Ketua Mao saat rapat akbar Garda Merah di Lapangan Tian An Men. Sementara ada tulisan Song Binbin dimasa RBKP yang ketika itu ramai di perbincangkan, saat mengalungkan ban “Garda Merah” dilengan ketua Mao, ada pembicaraan Binbin dengan Ketua Mao yang tanya kenapa masih menyandang nama Song Binbin yang berbau feodal? Lalu, lebih lanjut ketua Mao menyatakan: “Bukankah wanita Tiongkok modern tidak lagi suka gincu berhias tapi lebih suka senjata! Dan anda menjadi pelopor Barisan Berontak Revolusioner dengan kekerasan senjata? Ganti saja menjadi Song YaoWu (= Mau Senjata)!”

by Akshay Narang

December 30, 2021

in China

Reading Time: 4 mins read





Do you want to see what a failed State looks like? Well, just look at China. The coffers of local governments are running empty, public officers are being denied their wages, celebrities and businessmen are being extorted, and the commoners are being publicly humiliated over a disease outbreak that the government can’t control.

China going bankrupt



Ever heard of Chanakya? He was an ancient Indian political and economist— arguably the greatest one to have existed in recorded human history. He propounded what is called the Saptang Theory of State. Chanakya said that there are seven elements of Statehood and without them a nation cannot exist— one of them being Kosha (The Treasury).



Well, we don’t know about the other six elements, but China does lack Kosha for sure. China’s local government debts have been rising to staggering levels and the official numbers don’t matter, it is the so-called hidden local government debt that matters.



Provincial authorities raise money through bonds sold by local government financing vehicles, or LGFVs. The debts don’t show up on balance sheets but they do exist. At the end of 2020, local government hidden debts in China stood at US$7 trillion. This is equal to 44 percent of China’s gross domestic product (GDP).



And to make it worse, Chinese provinces are no longer able to raise money through land sales that had got them going till now. There is a property sector slump in China, and well, no one wants to invest in land plots.



Local governments resorting to extortion



What do brutal governments do when they don’t have money? Well, they loot the citizens. You may call it extortion or daylight robbery, and this is exactly what is happening in China.

Bazhou, a troubled county-level city in China’s Hebei province, for example, used “bogus tax” to ramp up its revenues. It has been hunting businesses with a tax allegedly covering “procedural costs,” violating regulations. In Hangzhou, local tax authorities decided to raise some money by imposing a fine on “livestreaming queen” Huang Wei, known as Viya. The celebrity has been asked to cough up $210 million for tax evasion.

Pay cuts



Many provinces in China are refusing to extort their citizens. They have a simpler solution— don’t pay your employees and save money.

A social media post written by a Hangzhou municipal government employee has gone viral in China. She wrote, “My annual pay is going to be slashed by around 25%. That’s 50,000 yuan ($7,850) less. How can I live?”

But on the brighter side, this woman employee in Hangzhou is not the only one seeing a quarter of her salary vanish all of a sudden.

Pay cuts in Tianjin are around 20%. Shanghai has reported a case with a 30% reduction. The salary of a police station chief is expected to be cut significantly from the present 350,000 yuan. And significant pay cuts were also observed in Guangdong and Jiangsu.



Chinese government employees are facing what every employee hates. And the Chinese Communist Party (CCP) is trying to be a smart employer. It announced pay cuts without any official announcement and suddenly the employees came to know that they have to make do in lesser money. The Communist Party also maintains a tight grip over its officials and will crack down if there is much resistance to the drastic pay cuts.

Public humiliation for COVID-19 rules violators



The Chinese economy is definitely in a bad state. And it is getting even worse because the CCP is failing to effectuate its ‘zero Covid’ policy.

Armed riot police in southern China publicly shamed and paraded four alleged violators of COVID-19 rules through the streets. Public shaming as a mode of punishment is banned in China. In fact, it has been banned all across the world except under the reign of some brutal and conservative governments. But Chinese local governments are increasingly using public shaming as a mode of censuring violators of COVID regulations.



To an outsider, there might not be a relationship between the bogus taxes, pay cuts, fines on celebrities and public humiliation. But the Professor thinks otherwise, and no I am not talking about the Money Heist guy. I am talking about a Chinese professor, Sun Liping, at the Tsinghua University, which is Chinese President Xi Jinping’s alma mater.

Liping has written a series of articles tying together the Viya tax fine, cuts in public servants’ pay, the issue of property taxes and the “bogus tax” of Bazhou. He compares China’s situation with 19th century Peru, where the replacement of bird droppings by synthetic fertiliser in European agriculture led to an economic crisis.



So, the property sector slump in China is its 21st-century Peruvian bird droppings. Now, as the source of revenues in land sales dry up, Chinese provinces are moving into bankruptcy, and all the events point at just one finding— China is becoming a failed State









Sent from Mail for Windows



From: Chan CT
Sent: Thursday, January 6, 2022 3:58 AM
To: GELORA45_In; Tatiana Lukman
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Ini nenek seperti mbok pemakan sirih, kesukaannya mengunyah-ngunyah teori-teori sampai ludah berbuih merah lalu diludahkan keluar, ...! Menjijikkan, sangat menjijikkan! Bersukurlah dijaman modern sekarang ini sudah nyaris tidak ada lagi mbok pemakan sirih, ... Sudah seharusnyalah ditinggalkan jauh-jauh!



Tidak disadari dbahwa teori diangkat dari praktek dan dibuktikan kebenaran teori itu melalui praktek, bukan dan tidak selalu bisa diselesaikan ditengah diskusi perdebatan saja. Jadi, ... kenapa tidak berani atau tidak mau melihat haris praktek yang dijalankan saja!



Apa yang belum saya jawab? Lha jelas-jelas 4 besar masa RBKP itu adalah KESALAHAN yang terjadi, kebablasan menggerakkan massa Garda Merah bangkit melancarkan pemberontakkan terhadap yang dituduh markas komando Penempuh Jalan Kapitalisme, ...! Merupakan KESALAHAN anarkisme dan tanpa dasar fakta autentik, sudah merupakan fitnah terhadap PRIBADI pejabat-pejabat tinggi yang hendak dijatuhkan itu. Tanpa bukti akurat sudah meneriakkan penempuh jalan kapitalis, penghianat bangsa dan mata-mata dalam selimut! Memperlakukan Presiden RRT, Liu Shaoqi sebagai musuh yang boleh saja dianiaya secara fisik dan tidak diperlakukan sebagai manusia. SEMUA SIKAP BRUTAL yang terjadi demikian tidak manusiawi itu jelas-jelas BERTENTANGAN dengan FMTT dan menampar mulut Mao Zedong! Begitulah Kongres 11 PKT akhirnya BERHASIL membuat kesimpulan kesalahan-kesalahan serius RBKP secara menyeluruh.



Gerakan Maju Melompat dan membubarkan Komune Rakyat juga sudah ada pelurusan melalui Kongres PKT, yang dianggap telah melampaui tingkat kesadaran masyarakat ketika itu, dianggap terlalu cepat BELUM tiba saatnya untuk meningkatkan revolusi sosialisme dimana tenaga produktif masih terbelakang dan sangat lemah, ... kapitalis dan hak milik perseorangan atas alat produksi masih harus diberi kesempatan hidup dan dikembangkan untuk mendoron maju pertumbuhan industri dan ekonomi nasional. Begitulah Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok disamping hak-milik NEGARA yang UTAMA dan menentukan, tetap memperkenankan hak-milik kolektif dengan utamanya koperasi-desa, juga tetap mengembangkan hak-milik perseorangan atas alat produksi, ...



Dan dengan jalankan ekonomi pasar sosialis yang menjalankan keseimbangan antara Ekonomi Pasar dan Ekonomi Perencanaan, disamping tetap menjalankan perencanaan lima tahun juga diimbangi dengan jalankan hukum ekonomi pasar yang berlaku. Bukankah setelah dipraktekkan dalam 40 tahun terakhir ini, ... terjadi kemajuan dahsyat yang menakjubkan dunia, baik dibidang ekonomi, teknologi maupun militer!

Bukankah KEBERHASILAN RRT itu telah memaksa AS menjadikan RRT ANCAMAN TERBERAT!

Bukankah RRT ditahun 2020 telah memproklamasikan BERHASIL membeb askan lebih 700 juta rakyatnya dari kemiskinan-absolut!

Bukankah RRT ditahun 2019 telah membuktikan kemampuan dan keberhasilan menangani dan mengendalikan pandemi COVID-19 dalam 70-an hari, sedang negara-negara maju, khususnya AS yang selama ini berteriak mempunyai sistem kesehatan termaju didunia keok, setelah kewalahan lebih setahun, sampai kemarin ini diberitakan hampir 1 juta warga terjangkit perhari dan ribuan yang meninggal setiap harinya,...!







From: Tatiana Lukman

Sent: Friday, December 31, 2021 8:46 PM

To: Chan CT ; GELORA45_In

Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Dengan Lusi saja jelas ada pertanyaan yang si agen remo dengan sadar tidak bias menjawabnya. Dengan saya, uih banyak sekali pertanyaan yang engkau lewati dan tak dijawab… Misalnya, mengapa 4 Besar dihapuskan oleh Deng Xiaoping? Apa mode of production yang berdominasi di China? Mengapa dihapuskan status kerja tetap? Mengapa dibubarkan Komune Rakyat?

Kaum revisionis selalu bilang sekarang di china adalah tahap awal dari sosialisme, lantas Revolusi Nasional Demokratis itu tahap apa? Dengan menyalahkan Mao terlalu cepat membabat kaum kapitalis, dihidupkan dan didorong perkembangan kaum kapitalis. Dalih yang dipakai si Chan, seolah-olah sekarang ini tahap Revolusi Demokrasi baru di mana kaum kapitalis merupakan sekutu. Saya pernah tanya, kalua sekrang tahap RDB, siapa musuh2 revolusinya? Di zaman Mao, ketika memimpin RDB, musuhnya adalah kaum tuan tanah feudal, kapitalisme birokrat dan imperialisme. Apakah rezim Deng melawan tuan tanah feudal, kapitalisme birokrat dan imperialisme?? Ini tak pernah dijawab dari dulu. Sifat kontradiksi China sekarang dengan imperialisme AS TIDAK SAMA dengan kontradiksi Tiongkok dulu dengan imperialisme AS. Dulu, Tkk melawan imperialisme AS melalui dukungan kongkrit kepada perjuangan pembebasan nasional rakyat sedunia. Sekarang China melawan imp. AS karena rebutan pasar, bahan baku, ruang untuk penanaman modal dan pengaruh politik untuk mendapat bagian dalam dalam mendominasi dunia.

Pertanyaan; mengapa diubah konstitusi PKT dengan mengijinkan kaum kapitalis/penghisap menjadi anggota PKT? Sedangkan dulu kaum kapitalis harus meninggalkan praktek penghisapannya, baru bias jadi anggota PKT.. Dengan begitu, apakah tidak merevisi watak kelas PKT sebagai pelopor kelas buruh??



Sekarang agen remo menggunakan dalih MENGEMBANGKAN TENAGA PRODUKSI. APAKAH TIDAK TAHU BAHWA JUTAAN BURUH KEHILANGAN PEKERJAANNYA KETIKA PERUSAHAAN NEGARA DITUTUP/DIJUAL DENGAN HARGA MURAH?? APAKAH MENGEMBANGKAN TENAGA PRODUKSI MELALUI PENGANGGURAN??? APAKAH 6 JUTA PENDERITA PENYAKIT PNEUMOCONIOSIS ITU HASIL DARI PENGEMBANGAN TENAGA PRODUKSI???



JAWAB DULU PERTANYAAN DIATAS…TO THE POINT!! JANGAN DEBAT KUSIR!!!

Sent from Mail for Windows
Sent from Mail for Windows



From: Chan CT
Sent: Thursday, December 23, 2021 2:28 AM
To: GELORA45_In; Tatiana Lukman
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Ini nenek Tatiana BETUL-BETUL sudah menjadi ekstrimis-radikalis, ...! Didunia ini hanya ada satu jalan menuju SOSIALISME, tidak berani melihat kenyataan beraneka-ragam kondisi masyarakat dan negara-negara didunia ini, yang TIDAK MUNGKIN dipatok yang satu inilah model JALAN SOSIALISME yang benar! Jadi, yang berbeda adalah SALAH dan harus diganyang, ... bahkan disudutkan jadi satu dengan kapitalisme-monopoli dan imperialisme! Padahal dalam kenyataan juga SUDAH TIDAK mungkin didunia ini terjadi sekali lagi macam Revolusi Oktober yang dijalankan Lenin-Stalin, saat menggulingkan kekuasaan Tsar Rusia dan mendirikan Sovyet Uni, negara sosialis pertama didunia. Proletariat melancarkan pemberontakan di kota dan begitu merebut kemenangan membabat kapitalis! Model atau jalan macam begini TIDAK akan terulang dan terjadi lagi didunia, ... Dan, akhirnya roboh dengan sendirinya setelah lewat 70 tahun!



Bukankah kenyataan juga sudah membuktikan, berbeda dengan jalan yang ditempuh Rusia, Lenin-Stalin, Mao menemukan dan menempuh sendiri jalan menuju Sosialisme sesuai dengan KONDISI Tiongkok! Jalan yang ditempuh Mao di Tiongkok, bukan merebut kemenangan dari kota, tapi dari desa mengepung kota! Bukan dan tidak mungkin langsung membabat kapitalis, tapi tetap mengajak kapitalis-kapitalis untuk ikut serta membantu dan membangun ekonomi Tiongkok! Justru karena terjadi proses perjuangan membangun daerah-basis, kekuasaan rakyat didesa-desa dengan penuh kesulitan dan penderitaan dimasa perang melawan Jepang dan perang pembebasan itulah, kekuasaan Rakyat Tiongkok dibawah pimpinan PKT berhasil melestarikan kekuasaan dan lebih lanjut membangun Tiongkok lebih sejahtera dan jaya sampai sekarang ini! Disaat dunia dilanda pandemi Covid-19, negara-negara maju bahkan AS yang selalu membanggakan sistem kesehatan termaju didunia, sampai sekarang setelah lewat hampir 2 tahun dengan jatuh lebih 800 Ribu korbvan jiwa, BELUM juga berhasil mengatasi dan mengendalikan merebaknya pandemi Covid-19! TIONGOK, Republik Rakyat Tiongkok yang dimaki-maki nenek Tatiana ini, justru menjadi satu-satu negara didunia ini yang BERHASIL dalam 70 hari mengatasi dan mengendalikan wabah pandemi Covid-19, ... kembali berangsur-angsur kerja produksi dan hidup normal!



Bahwa dalam poerjalanan lebih 70 tahun, setelah Republik Rakyat Tiongkok ditegakkan, tidak ada yang perlu disangkal juga terjadi tidak sedikit riak-riak, kesalahan-kesalahan yang terjadi bahkan jatuh banyak KORBAN, ... Itulah proses pengenalan yang seringkali sulit dihindari! Disana-sinia terjadi kesalahan kebijakan sampai kebablasan sejak jalankan penyitaan tanah, penetapan tuan-tanah jahat, kapitalis-jahat, penipuan, perampokkan, perkosaan, ... bahkan muncul banyak pejabat daerah sampai pusat terjadi korupsi, TIDAK PERLU DISANGKAL. Adalah kenyataan yang terjadi ditengah masyarakat dalam proses kemajuan dan kesadaran yang tidak terhindarkan dan merupakan tantangan berat bagi PKT untuk mengatasi dan meneruskan tugas berat yang harus dipikul, ...!



Tapi, riak-riak dan kesalahan yang muncul seiring dengan setiap proses perkembangan itu, harus dilihat secara TEPAT sebagai yang pokok atau sekunder, ... setiap pemimpin harus objektif melihat kenyataan yang terjadi, tidak membesar-besarkan keberhasilan sesuai keinginan dan harapan subjektif, juga sebaliknya tidak mengecilkan bahkan meniadakan kesalahan, kegagalan yang muncul! Bahwa kenyataan terjadi penghisapan berlebih terhadap sementara buruh, baik pelanggaran polusi, kerusakan limbah yang merusak kesehatan buruh, sampai pada jam kerja lembur yang tidak dibayar semestinya bahkan terjadi bunuh-diri, ... Tapi, juga harus melihat dan mengakui kenyatan Pemerintah Tiongkok TIDAK MEMBIARKAN kesalahan2 begitu! Tetap masih bisa menangani dan mengatasi dengan baik, ... Begitulah kita semua bisa saksikan bersama RRT dibawah pimpinan PKT pandai secara objektif melihat keberhasilan dan kesalahan/kegagalan yang harus dikoreksi untuk majuuu terus lebih baik dan lebih cepat! Saya melihat inilah yang terjadi di Tiongkok, masih terus maju lebih baik, lebih sejahtera dan akan tumbuh menjadi negara kuat didunia!



Jadi, janganlah berprilaku seperti PREMAN yang dijalankan AS menjadi polisi dunia, lalu menggebuki negara-negara yang tidak sesuai jalankan “demokrasi”, “humanisme” dengan pemikirannya sendiri! Bukan saja menggebuki negara-negara Arab yang mengakibatkan penderitaan dan jatuh korban jutaan rakyat, ... Lalu, berusaha menghadang perkembangan RRT yang terus maju begitu cepat, menuduh RRT tidak demokratis dan melanggar HAM, tanpa segan-segan memfitnah RRT jalankan kerja-paksa dan genosida terhadap suku Uighur di Xinjiang!



Begitu juga pandangan nenek yang satu ini tidak beda dengan semua sikap dan tindak-tanduk AS membuktikan dirinya SANGAT TIDAK DEMOKRATIS bahkan KEJAHATAN HAM-BERAT!!! Bukan saja tidak bisa menerima dan menghormati perbedaan demokrasi yang dijalankan bangsa dan rakyat negara lain, tapi juga tidak berhasil melihat kenyataan KEMAJUAN pertumbuhan jumlah suku Uighur. Berdasarkan sensus 2020, penduduk Uighur mencapai 25,85 juta orang meningkat 4,04 juta orang dibanding tahun 2010, dan ditahun 2020 juga penduduk Uighur dinyatakan sepenuhnya bebas dari kemiskinan-absolut! Sebaliknya suku Indian di Amerika sendiri yang mengalami genosida, terus menurun dan nyaris musnah, ... sungguh sangat memprihatinkan dan menyedihkan!





From: Tatiana Lukman

Sent: Wednesday, December 22, 2021 9:35 PM

To: Chan CT ; GELORA45_In

Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Ha…ha… pepesan kosong , MASIH MAU NGOTOT, TANPA ARGUMENTASI DAN FAKTA, TIDAK MENGAKUI PERBEDAAN POKOKNYA PADA WATAK KELAS PERJUANGAN KELAS MAO DAN KAISAR XI JINPING!!! Mao sudah menjawab kaum revisionis DENGAN menertawakan mereka yang “ menyeret langkah seperti nenek-nenek yang diikat kakinya, sehingga jalannya terhuyung-huyung sambal mengeluh dan berteriak ‘hei kalian jalan terlalu cepat’’ !! Alasan “terlalu cepat membabat kaum kapitalis adalah dalih untuk menutupi keinginan kaum revisionis untuk TIDAK MEMBANGUN SOSIALISME!!!



Belum juga menjawab berkaitan dengan tuduhan ngawur kepada Lenin dan Stalin terlalu pagi membabat kapitalisme, lantas dimana bedanya dengan Revolusi borjuis Perancis 1789?? Apakah Lenin harus melakukan revolusi borjuis, untuk mengembangkan kapitalisme??? Bener-bener otak orang yang gobloknya nggak ketulungan si Chan ini!! Kenapa orang bilang Revolusi sosialis??? Dengan bilang Lenin dan stalin terlalu pagi membabat kaum kapitalis artinya si remo yang gila ini ingin menegasi/memungkiri dan menghujat Revolusi Oktober !!?? Wow, sungguh HEBAT TIKUS REMO INI yang otaknya ditaruh di pantat!!



Masih petentengan bilang soal melenyapkan kelas???!!!Dengan reformasi kapitalis Deng Xiao-ping itu ingin melenyapkan kelas??? Wong kelas borjuis yang lari ke Hongkong dan Taiwan pada kembali lagi menanam modalnya di Tkk daratan untuk menghisap dan memeras buruh Tiongkok, dimana faktanya mau menghilangkan kelas??? Tuh lihat 6 juta penderita pneumopconiosis, hasil nyata dan fakta dari cara Deng Xiaoping mengembangkan tenaga produksi melalui pembunuhan pelan-pelan terhadap kaum buruh!! Buruh Foxcon loncat bunuh diri…Mengapa?? OO, karena bahagia dengan cara Deng mengembangkan tenaga produksi?? Caranya, ya itu, membuat buruh sampai putus asa, sehingga hanya melihat jalan keluarnya, loncat bunuh diri!!!





Buruh penderita pneumoconiosis, penyakit akibat kerja yang paling umum. Diperkirakan terdapat 6 juta penderita pneumoconiosis di Tiongkok



Buruh Foxconn protes kondisi kerja tak berperikemanusiaan dengan loncat dari gedung pabrik



Negara maju belum tiba waktunya membabat kapitalis?? Apa sih tahunya si Chan tentang gerakan buruh/progresif di negeri-negeri maju?? Tahu nggak sih bahwa KAUM KAPITALIS MONOPOLI BESAR adalah KELAS PENGUASA YANG SESUNGGUHNYA DI NEGERI-NEGERI MAJU YANG TELAH MENGUBAHNYA MENJADI KEKUATAN IMPERIALIS!!! Justru karena dunianya si agen remo ini hanya negeri leluhurnya yang dijunjung secara membabi buta, tidak mungkin dia tahu tentang apa yang dikerjakan oleh buruh dan orang progresif lainnya di negeri-negeri yang disebutnya “negeri maju” itu.



Seperti biasa, si remo chan ini selalu debat kusir. Bukannya menjawab SEMUA PERTANYAAN YANG SAYA AJUKAN, TAPI MENGAJUKAN MASALAH LAIN LAGI, SOAL Maju Besar Melompat Kedepan dan PENG TE HUAI!!!!Itu satu tema besar lain dan kalua mau jujur, justru menunjukkan kemunafikan Liu-Deng dan kawan-kawannya. Tapi tak mau saya mengikuti debat kusir agen remo ini… Jawab dulu SEMUA PERTANYAAN YANG SAYA AJUKAN DALAM POSTINGAN SAYA….



Mau tahu pendapat orang yang sangat dikenal oleh semua anggota keluarga Siauw tentang sosialisme dengan ciri Tkk, ketika saya kirimi fakta di Congo di mana orang-orang china lari tunggang langgang digebuk…??? Sangat betul sekali, kejahatan imperialisme Tkk mungkin melebihi kejahatan kolonialisme Belgie!!!!



“Ya, tingkah laku yang sama hakikinya dan malah mungkin melebihi kejahatan kolonialisme Belgie, neo kolonialisme Amerika , dan mencatut nama sosialisme yaitu Sisialisme dengan karakteristik Tiongkok”.









Sent from Mail for Windows



From: Chan CT
Sent: Wednesday, December 22, 2021 1:18 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Iyaaa, ... BETUUUL, yang menjadi perbedaan pokok BUKAN penyangkalan klas dan perjuangan klas, tapi KAPAN dan BAGAIMANA melenyapkan klas! Deng menganggap kesalahan Lenin, Stalin dan Mao TERLALU PAGI/CEPAT MEMBABAT KAPITALIS! PERJUANGAN RAKYAT DITINGKAT SEKARANG, dimana masyarakat masih sangat miskin, tenaga-produksi masih sangat terbelakang, bahkan di NEGARA-NEGARA MAJU DIDUNIA SEKALIPUN, juga BELUM TIBA WAKTUNYA MEMBABAT KAPITALIS,...! Tingkat perjuangan rakyat sekarang ini, masih harus membiarkan kapitalis tumbuh dan berkembang, kapitalis tetap di ikut sertakan menodorong perkembangan ekonomi nasional lebih cepat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak lebih dahulu! Setiap pemerintah yang berkuasa harus menegakkan HUKUM sebaik mungkin, cukup membatasi PENGHISAPAN KAPITALIS-KAPITALIS berlebihan saja! Sebaik mungkin melakukan keseimbangan keuntungan kapitalis yang didapatkan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat banyak sesuai pertumbuhan ekonomi setiap tahun. CUKUP menindak tegas kapitalis nakal yang berani melanggar HUKUM termasuk penggelapan pajak saja, ...! Ini pertama;



Kedua, pertentangan klas-klas yang tajam dan antagonis tak terdamaikan itu TIDAK BERARTI boleh saja melupakan dan menginjak HAM seenak udelnya sendiri, ... menghakimi sendiri TANPA MELALUI PROSES HUKUM yang ADIL! Itulah KESALAHAN yang banyak terjadi dimasa “Maju MELOMPAT” setelah 1958 dan puncaknya kerusuhan 10 tahun RBKP, ... Akibatnya BANYAK JATUH KORBAN yang TIDAK DIPERLUKAN! Karena terjadi tindakan BRUTAL main menghakimi sendiri tanpa jalankan proses HUKUM dengan baik dan sebenarnya harus dihindari! Begitulah Marsekal Peng Dehuai jatuh korban, satu-satunya jenderal di Tiongkok yang sempat dipuji dalam puisi yang dibuat Mao sendiri, seorang jenderal yang ditugaskan memimpin Perang Korea dan berhasil mengalahkan jenderal Mc Arthur kebanggaan AS itu! Jatuh korban hanya karena mengajukan pendapat dan mengkritik kebijakan Komune Rakyat, lalu dituduh anti-sosialisme, anti-Mao dan, ... diperlakukan tidak manusia sampai merenggut jiwa kepahlawannya! Begitu juga dengan Liu Shaoqi dan termasuk 3 anaknya jadi korban yang tidak seharusnya terjadi!







From: Tatiana Lukman

Sent: Wednesday, December 22, 2021 4:40 AM

To: Chan CT ; 'Jonathan Goeij' via GELORA45

Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Ah, bla-bla-bla pepesan kosong agen remo!!!Masalah Revolusi Demokrasi Baru dan Pembangunan sosialis sudah saya bahas baik dalam tulisan di Sulindo maupun dalam perdebatan dengan agen remo Chan. Bahkan dulu pernah si Chan ini berdebat dengan bung Tan Sie tik. Sama sekali tidak bias membantah argumentasi yang diajukan. Jelas, pada tahap RDB, borjuasi nasional bukan musuh revolusi, maka itu mereka yang tidak menentang RDB, dianggap sekutu. Tapi perusahaannya disita negara, dan mereka masih mendapat dividen. Penghisapan dibatasi melalui peraturan dan UU yang melindungi kaum buruh. TAPI TAHAP INI ADA AKHIRNYA, DAN TIONGKOK MASUK DALAM TAHAP PEMBANGUNAN SOSIALISME DI MANA KONTRADIKSI POKOK ADALAH ANTARA RAKYAT DENGAN KAUM BORJUASI. DISINILAH KONTRADIKSI ANTARA MAO DENGAN KAUM REVISIONIS LIU-DENG YANG INGIN TERUS MEMPERTAHANKAN DAN MENGEMBANGKAN KEPEMILIKAN TANI ATAS TANAH DENGAN MENENTANG GERAKAN KOMUNE RAKYAT.



Maka itu si Chan remo ini berkali-kali menuduh Mao TERLALU PAGI MEMBABAT KAUM KAPITALIS, BAHKAN LENIN-STALIN PUN DIKRITIK KARENA MEMBABAT KAUM KAPITALIS. MAKA SAYA TANYA, KALAU LENIN, STALIN, MAO TIDAK MEMBABAT KAUM KAPITALIS, LANTAS DI MANA BEDANYA REVOLUSI SOSIALIS DENGAN REVOLUSI BORJUIS PERANCIS 1789?? TAK PERNAH DIJAWAB OLEH CHAN!!! AYO JAWAB DULU PERTANYAAN ITU!!!!



Dan baca baik-baik pendapat Mao tentang kontradiksi pokok antara kelas pekerja dan klas borjuasi adalah kontradiksi pokok di Tiongkok, ketika Revolusi Demokrasi Baru sudah dianggap SELESAI PADA POKOKNYA, MAKA KELAS BORJUASI SUDAH MENJADI MUSUH DALAM PEMBANGUNAN SOSIALISME.



Pada bulan Juni 1950, setelah kemenangan Revolusi Demokrasi Baru, Mao mengkarakterisasi situasi sebagai berikut:” Pada akhirnya kaum borjuasi na-sional tidak akan ada lagi, tetapi pada tahap saat ini kita harus mengumpulkan mereka di sekitar kita dan tidak mendorong mereka keluar. Di satu pihak, kita harus berjuang menentang mereka, di lain pihak kita harus bersatu dengan mereka.” (”Jangan memukul ke semua arah” PT MTT V).



Dua tahun kemudian, situasi sudah begitu berubah sehingga Mao menggaris bawahi: ”Kontradiksi antara klas pekerja dan klas borjuasi adalah kontradiksi pokok di Tiongkok” (Ibid, 77).



JAWAB DULU PERTANYAAN DIATAS ITU CHAN!!!!





Sent from Mail for Windows



From: Chan CT
Sent: Tuesday, December 21, 2021 1:17 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Pemimpin Tiongkok sejak Mao samp Xi Jinping sekarang ini TIDAK seorangpun yang menyangkal adanya klas dan perjuangan klas! Yang jadi masalah kapan dan bagaimana klas kapitalis dihilangkan! Dan yang juga menjadi penekanan dan penegasan sejak Mao, bagaimanapun juga kapitalis adalah juga MANUSIA normal yang TETAP HARUS diperlakukan secara MANUSIAWI!



Sejak tahun 1945, dimana pemikiran Mao Revolusi Demokrasi Rakyat dimenangkan dan menjadi Garis PKT, sejak itu struktur ekonomi Tiongkok tidak hanya BUMN, milik negara (sebelum 1 Okt. 1949 milik Pemerintah Rakyat setiap daerah basis revolusioner), tapi juga mempertahankan berlakukan milik perseorangan kapitalis dan milik kolektif (koperasi). Struktur ekonomi macam inilah yang tetap diberlakukan setelah RRT didirikan 1 Oktober 1949 yang kemudian hanya berlakukan BUMN, milik negera sejak 1958. Dan, sejak tahun 1980 kembali berlakukan struktur ekonomi BUMN, milik kolektif dan milik kapitalis perseorangan! Dengan BUMN yang utama sebagai jaminan pemerintah tetap pertahakan pegang tali kendali ekonomi nasional.



Dimasa Mao sebenarnya juga ada kapitalis yang menjadi anggota PKT, contoh klasik yang diajukan Rong Yi Ren, kapitalis Shanghai yang berani dan banyak membantu PKT. Tentu tidak semua kapitalis bisa jadi anggota PKT, ... yang perlu diingat, sebagaimana manusia normal, diantara kapitalis kapitalis itu juga tidak sedikit yang peduli dan berani pertaruhkan jiwa mendukung gerakan revolusi rakyat! Bahkan Mao sendiri tidak segan-segan menyatakan, TANPA dukungan kapitalis revolusi Tiongkok tidak bisa menang! Lalu, apa dan dimana salahnya adanya kapitalis menjadi anggota PKT?



Tentu kalau saja kwalitas PKT berubah setelah banyak kapitalis rongsokan, menjadi tercocok hidung oleh klas kapitalis dan melupakan perjuangan RAKYAT sesungguhnya! Untuk itu, mudah saja kok, lihat saja gerak langkah yang dijalankan, lebih menguntungkan rakyat banyak atau segelintir kapitalis, ... Siapa bisa bilang DEMOKRASI RAKYAT Tiongkok hanya dinikmati borjuis? Bukankah kenyataan semua kapitalis TETAP bisa di disiplin dan TUNDUK melaksanakan kebijakan dan ketentuan pemerintah! Bukankah yang terjadi terakhir dengan Jack Mao, dimana pemerintah tetap saja berani membatalkan IPO Grup Semut dan dikenakan sanksi 2,7 milyar USdollar dengan keharusan TUNDUK lakasanakan ketentuan yang ada! Lalu, sikap ini membuktikan siapa tunduk pada siapa, dan ... membela, melindungi kepentingan rakyat banyak atau kepentingan segelintir kapitalis???



From: Tatiana Lukman

Sent: Tuesday, December 21, 2021 1:49 AM

To: Sunny ambon ; BILLY GUNADIE

Cc: sa...@netvigator.com ; GELORA45_In

Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Jelas, seperti kata Mao, stempel kelas nempel di tiap pikiran, perbuatan dan sudah tentu semua peraturan dan Lembaga bangunan atas. Mereka yang mengikuti nasehat bung Karno untuk menggunakan pisau Marxisme dalam menganalisa soal-soal politik/sosial, mengakui hubungan dialektis antara struktur ekonomi (bangunan bawah) dengan bangunan atas. Maka itu bicara tentang demokrasi tanpa menghubungkannya dengan struktur ekonomi yang berdominasi di suatu negeri, sama dengan bohong. Soalnya, kaum revisionis tidak mau mengakui bahwa sistim ekonomi (sosialsme) pada zaman Mao sudah berubah total menjadi kapitalisme monopoli-imperialisme. Lihat saja kongkritnya siapa yang menikmati “demokrasi borjuis” di China. Bla…bla petantang petenteng bilang Demokrasi Rakyat, tapi nggak bisa jawab pertanyaan mengapa dihilangkan 4 Kebebasan Besar?? Soalnya yang masuk dalam kategori Rakyat adalah kaum bilyuner-kapitalis monopoli yang bersarang di PKT dan Negara, sedangkan kaum buruh dan kaum tani dianggap sampah dan dapat diperas/dihisap dan diengkuk-engkuk… Ah, sudah begitu banyak postingan diajukan selama bertahun-tahun yang memperlihatkan betapa buruh dan tani diperlakukan seperti “keset”, tapi kaum revisionis tak akan tergugah otak dan hatinya.



Sent from Mail for Windows



From: Sunny ambon
Sent: Monday, December 20, 2021 5:17 AM
To: BILLY GUNADIE
Cc: sa...@netvigator.com; Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Ada yang bilang demokrasi itu berkarakter kelas, jadi tergantung siapa yang berkuasa.



On Mon, Dec 20, 2021 at 4:11 AM BILLY GUNADIE <billyg...@rogers.com> wrote:

Kalau sejarah China sudah berjalan ribuan tahun kekaisaran...

Dan behasil....bangunan..... monument...penemuan... Productivity pasar Dunia.....Marco Polo Terheran heran.......kenapa harus ganti metaphor DEMOKRASI...DARI RAYAT UNTUK PEJABAT......Modren slavery....





....











Sent from Rogers Yahoo Mail on Android



On Sun., Dec. 19, 2021 at 8:29 p.m., Chan CT

<sa...@netvigator.com> wrote:

DEMOKRASI yang diteriakkan dan dijalankan disetiap negara didunia ini akan dirasakan betul oleh rakyat dinegara bersangkutan! Jadi, sebetulnya yang berhak bicara bagaimana demokrasi adalah rakyat dinegara itu sendiri, ... Dan ingat, DEMOKRASI bisa saja beraneka ragam bentuk dengan lebih menitik beratkan pribadi perseorangan atau kepeentingan umum dan TIDAK ada negara atau siapapun didunia ini menepuk dada demokrasi yang dijalankan adalah demokrasi yang paling benar dan baik, yang berbeda adalah salah dan bukan demokrasi!



Yang paling menarik dan kurang mendapat perhatian banyak orang, adalah TRADISI BUDAYA Tionghoa seruan 天下為公 (= Dibawah Langit Ini Demi Kepentingan UMUM. Atau dengan bahasa umum yang digunakan PKT sekarang menjadi Mengabdi Rakyat!) yang sudah berlangsung ribuan tahun itu, ... Titik berat demokrasi dan kebebasan itu pada pribadi seseorang atau kepentingan umum, rakyat banyak! Menurut tradisi budaya Tionghoa bagaimanapun juga harus pentingkan dan utamakan kepentingan umum, kepentingan RAKYAT banyak. Tidak bisa dan tidak boleh kepentingan pribadi seseorang diatas kepentingan umum! Inilah PRINSIP DEMOKRASI yang dijalankan di Tiongkok. Yang kebalikan dari demokrasi barat, ... dimana lebih mementingkan dan utamakan kebebasan kepenetingan pribadi seseorang! Dan akhirnya menjadi anarkis semau-maunya sendiri yang lepas kontrol dan tidak tunduk pada HUKUM dan ketentuan Pemerintah!



Begitulah dunia barat mengutuk ketentuan ketat RRT “Menutup Wuhan” dan jalankan prokes ketat bagi seluruh warga di Wuhan ketika itu sebagai TINDAKAN mencabut kebebasan orang yang tidak demokratis dan tidak manusiawi! Tapi, tidak melihat justru kebebasan perseorangan yang dicabut itu untuk kepentingan dan keselamatan rakyat banyak!



Baik saya berikan kisah nyata bagaimana pemerintah Tiongkok saat menjalankan “MENUTUP WUHAN”, seorang pejabat Wuhan dipecat hanya karena keluar kota Wuhan pulang kampung merayakan Imlek dan sekalian Ulang-tahun bapaknya; Seorang pensiunan mantan pejabat Wuhan kena sanksi diturunkan setingkat uang-pensiun, karena tidak dapatkan kamar tersendiri di RS setelah terditeksi positif Corona dengan pulang mengkarantina diri di rumah sendiri! Begitu ketat mendisiplin setiap warga jalankan prokes yang ditentukan itulah, menjadikan hanya RRT satu-satunya negara didunia ini yang BERHASIL sekitar 70 hari mengatasi dan mengendalikan pandemi Covid-19, sedang negara-negara maju, terutama AS yang selalu banggakan sistem kesehatannya termaju didunia kewalahan menghadapi serangan pandemi, bahkan menjadi juara No.1 didunia baik dari jumlah warga terjangkit maupun angka kematian yang sudah lebih 800 ribu orang, ... dan sampai sekarang, setelah lewat hampir 2 tahun BELUM juga nampak terkendalikan!



Lalu, apakah rakyat Tiongkok merasa tidak DEMOKRASI pada diri mereka? Tentu saja TIDAK! Rakyat Tiongkok justru sekarang ini makin merasakan DEMOKRASI yang lebih luas dari tahun ketahun, ... Bagaimana tidak? Sejak tahun 50-70, begitu berani mengeritik politik kebijakan pemeriantah langsung saja dituduh “anti sosialisme”; “penempuh jalan kapitalis”, “penghianat bangsa” dsb. dsbnya, ... bahkan sekitar sejuta orang/kader dijebloskan dalam kamp konsentrasi kerja! Tapi kenyataan, lebih dari 98% dari mereka yang dijebloskan tahunan sampai belasan tahun dalam konstgrasi kerja itu, diawal tahun 1980 harus DIREHABILITASI! Diantara mereka termasuk Zhu Rongji yang kemudian kita kenal menjadi Perdana Menteri RRT itu!



Sebaliknya setelah tahun 1980, RRT menjalankan kebijakan reformasi dan keterbukaan, menempuh Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok, bukan saja membiarkan setiap warga bersuara, berbeda pendapat bahkan mengeritik kebijkan pemerintah, juga memberi kebebasan beropini dimedia massa dan, ... mengembangkan kemampuan sendiri untuk memperbaiki kemiskinan, berusaha dan berdagang, termasuk pergi keluar negeri untuk sekolah! Rakyat dibebaskan berkarya, berusaha dan sekolah, melancong, berusaha sampai keluarnegeri, ... Dimana KEBEBASAN pribadi seluas itu TIDAK pernah terjadi sebelumnya! Dan ingat, kamp konsentrasi kerja yang dimaksud untuk mendidik orang/kader melalui kerja, yang tidak manusiawi itu sudah dibubarkan oleh Xi Jinping di tahun 2014!







From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45

Sent: Sunday, December 19, 2021 2:13 AM

To: Chan CT ; GELORA45_In

Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Buat orang yang terus ngotot mau mencampurbaurkan, seolah-oleh sosialisme dan kapitalisme yang secara hakiki bertolak belakang/berkontradiksi dapat “dikombinasi”. “sosialisme a la China” hanyalah penipuan tak tahu malu dari kaum penguasa revisionis-imperialis china.





Agen remo Chan sangat senang sekali mencatut sosialisme yang dibangun Mao. Meskipun selalu mengatakannya sebagai “perataan kemiskinan”, tapi kalua diperlukan, dia catut dan dimasukkan kedalam penilaian tentang sejarah PKT dan Tiongkok sejak pembebasan sampai sekarang. Dengan sadar menghapus perbedaan mode of production/ sistim ekonomi yang berdominasi sekarang dengan yang dulu sebelum kudeta kaum revisionis 1976.



Kalau system ekonominya sudah berubah 180 derajat, sosialisme menjadi kapitalisme bahkan imperialisme, sudah tentu HUKUM juga berpihak kepada kaum kapitalis/revisionis yang berkuasa!! Pembelaan diri agen remo hanya PEPESAN KOSONG!!! SAMA SEPERTI REAKSI KAUM REAKSIONER INDONESIA YANG TERUS MENGHUJAT PKI, WALAUPUN BARU-BARU INI SUDAH DIDEKLASIFIKASI RIBUAN HALAMAN DOKUMEN AS!!!





Sent from Mail for Windows



From: Chan CT
Sent: Saturday, December 18, 2021 1:07 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Lalu, yang diangkat dan dipuja dunia barat adalah juga aktivis-aktivis penentang penguasa Tiongkok yang jadi pahlawan nenek yang satu itu,...! Hahahaa, ...



Setiap negara ada dan berlakukan HUKUM yang patut dan harus ditaati! Aparat keamanan PASTI akan menindak setiap orang dinegaranya yang berani melanggar HUKUM yang berlaku itu, ... Dan, tidak ada negara asing manapun yang berhak mencampuri HUKUM yang diberlakukan dinegara itu! Orang-orang yang ditangkap di Tiongkok, yang saya ikuti dan ketahui, BUKAN sekadar pejuang demokratis seperti diuar-uarkan dunia barat, tapi juga ada BANTUAN dan hubungan dengan asing! Bagi mereka yang tidak ada hubungan atau belum ditemukan bukti terjadi hubungan/bantuan asing, negara manapun juga, tentu TIDAK ditahan/ditangkap! Begitulah dengan Fang Fang, seorang ibu penulis buku “Harian Wuhan” yang juga sudah diterbitkan dalam berbagai bahasa diluarnegeri, negara-negara barat dengan fiktif memfitnah berbagai penanganan pemerintah Tiongkok mengatasi pandemi yang merebak di Wuhan itu...! Baru saja 12 Oktober kemarin ini ditangkap, setelah lebih setahun dibiarkan saja dia berteriak memfitnah pemerintah yang berkuasa! Itulah DEMOKRASI RAKYAT yang dijalankan di Tiongkok! Berani membiarkan siapa saja bersuara, mengeluarkan pendapat bahkan bernada menentang kebijakan pemerintah dan sementara pejabat tinggi, ... selama tidak terbukti ada hubungan, bantuan asing!





From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45

Sent: Friday, December 17, 2021 8:42 PM

To: 'Jonathan Goeij' via GELORA45

Subject: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Di antara 15 orang yang dapat Franco-German Prize for Human rights, terdapat Chang Weiping, pengacara yang ditangkap sejak 22 Oktober 2020. Namun tidak semua orang/aktivis yang ditangkap/dihilangkan paksa oleh penguasa China mendapat penghargaan dari dunia Barat. Banyak yang namanya tidak dikenal di dunia luar Tiongkok











Chang Weiping is a Chinese human rights lawyer. He has been in detention once again since 22 October 2020. Chang has primarily worked to advocate LGBTI rights and fight discrimination against women and HIV‑positive people, which led to his losing his licence to practise. He was first detained in January 2020 in an operation known as the Xiamen crackdown. Following his release he publicly discussed the torture he had experienced, which led to a second arrest in October 2020. Despite having been formally arrested and charged in April 2021, he has not yet been granted direct access to lawyers.

Sent from Mail for Windows



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke mailto:gelora1945%2Bunsu...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/2118766092.81048.1639744929735%40yahoo.com.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/01A0E82F261D44C289F7414932F37E98%40A10Live.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1715451201.166975.1639851209621%40yahoo.com.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/B3AEA770F63146B888AB2594331400FC%40A10Live.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1109225002.2052778.1639969900903%40mail.yahoo.com.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CBARpwYEvVR8wzi36Eo1M0ba7mb%2BPF-%2BxHTDEAcsOQRw%40mail.gmail.com.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/15A9F86D800B43BCB85A32C3F3CFD9B4%40A10Live.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/A399BCCDC0F54942B292451E14E103FD%40A10Live.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/09DD36A9692C48778E0FC4BF77D7DAF4%40A10Live.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/789D0591559E494DB11CA7B51020C390%40A10Live.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/56A3454E783F4BB69EF6A8CAC1085F1B%40A10Live.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D8F24049E9D9458F9A983E1134C667F0%40A10Live.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/9B255A4170E44DB3B060916C8397DF63%40A10Live.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D456FD7B995E42F48EF735BC6E114823%40A10Live.
Bagua[3].jpg

nesare hotmail

unread,
Jan 14, 2022, 10:16:26 AM1/14/22
to Chan CT, GELORA45_In, Tatiana Lukman
Bung chan lebih ke hasil sekarangnya, bung Tatiana mengkritiknya dgn istilah: Remo - ini ideologi yg dipermasalahkannya. Keduanya tidak salah. Berdiskusi itu beropini. Ada alur jalur pikirannya yg bisa dilihat dari argumen2nya. Tetapi tetap setiap opini itu mempunyai dasar ideologi dibelakangnya. Disinilah orang2 yg beropini itu bisa setuju dan tidak setuju, tetapi bukan saling menyalahkan. Opininya tidak boleh disalahkan krn setipa orang berhak beropini. Yang bisa disalahkan itu alur pikirannya yg ngaco dgn argumen2nya.

Teruslah berdiskusi. Memang demanding/menguras tenaga dan pikiran tetapi kalau kita positive thinking, bagi pembaca2 semua diskusi itu sangat berfaedah. Milis2 spt Gelora 45 ini kan adalah media alternatif hasil pembredelan Orba. Walaupun skrg sdh banyak medsos lain spt youtube, potcast dll yg semarak, kan masih ada segelintir orang seperti kita2 ini yg msh tetap setia di milis ini.

Saya baru mendapat kabar Fico Fachriza, seorang komiko cucu Murad Aidit ditangkap karena kasus narkoba.

Salam,
nesare


________________________________
From: Chan CT <sa...@netvigator.com>
Sent: Friday, January 14, 2022 12:01 AM
To: nesare hotmail <nes...@hotmail.com>; GELORA45_In <Gelor...@googlegroups.com>; Tatiana Lukman <jetaim...@yahoo.com>
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism

Iyaaa, ... bung lama tidak muncul membuat kami kehilangan dan kangen mendengarkan suaranya, ...! Bersyukurlah kalau ternyata bung selama ini tetap baik-baik dan sehat-sehat saja!

Tapi bung Nesare, bukankah perdebatan saya dengan nenek Tatiana selama ini lebih banyak memperbincangkan kebijakan dan praktek nyata yang terjadi, bukan ideologinya! Bukankah itu perbedaan dalam melihat dan mengangkat kenyataan yang terjadi! Perbedaan dalam melihat segala hal-ihwal didunia ini satu pecah menjadi dua. Dalam proses perkembangan menempuh Jalan Sosialisme Tiongkok selama 40 tahun terakhir ini, titik HITAM yang terjadi seiring dengan keberhasilan (lingkaran PUTIH) yang utama, oleh nenek Tatiana diangkat sebagai lingkaran HITAM yang utama dan pokok dengan setitik PUTIH saja. Jadi dia selalu menyatakan keberhasilan yang dicapai Tiongkok hanyalah pepesan kosong, ... Gambar filsafat I Ching dibawah mungkin memudahkan melihat persoalan, dimana hal-ihwal selalu terbelah dua, ditengah lingkaran putih pasti ada setitik hitam, juga sebaliknya ditengah lingkaran hitam selalu akan ada setitik putih!
[Bagua]

Salam,
ChanCT


From: nesare hotmail
Sent: Friday, January 14, 2022 4:45 AM
To: Chan CT ; GELORA45_In ; Tatiana Lukman
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism

hehehe bung Tatiana dan bung Chan sudah kangen sama saya ya?
Saya baek2 saja. Covid belum suka sama saya seperti bung berdua suka saya. Ini berkah bagi saya.
Saya pikir diskusi nya sudah bagus. Malahan bagus sekali. Banyak sekali informasi dan informasi ini sangat berguna apalagi bagi mereka2 yg sedang belajar.

Saya melihat suatu ideologi itu selalu dinamis artinya berubah sesuai dengan waktu, aktor dan lokasi sehingga perubahan ideologi itu akan selalu bergejolak sesuai dengan keperluan dari ketiga unsur itu. Komunisme dan komunisme internasional itu kan beda. Yang sedang didiskusikan bung berdua yg berkaitan dgn Mao dan Lenin itu kan jamannya Communist International (Comintern) yg berbeda dgn communism jamannya Marx, Engel dll. Sebelumnya kan sudah dikenal christian communism, begitu juga di Yunani itu sebelum Yesus lahir itu sudah ada ide komunal dlm parodi/drama lucu2an. Diabad 18 jamannya Renaisance itu dimana science muncul menghantam dominasi agama Katholik melahirkan banyak tokoh2 yg berfaham komunisme (dulu disebut liberal). Motornya itu ya para pastur katholik yg liberal. Lalu jamannya Marx dan Engel itu ya dengan nyata melihat penderitaan akibat revolusi industri menelorkan istilah komunisme yg kita kenal sekarang ini.

Maksud saya ya ideologi komunisme spt juga ideologi kapitalisme itu berubah sesuai dgn dinamika masyarakat pada saat tertentu. Kapitalisme di USA itu banyak berubah kekiri. Walaupun terlambat dibandingkan dgn kapitalisme di eropa barat, ya memang pergerakan kekiri itu memang kenyataan masyarakatnya. Sekolah2 itu ya pencetak orang2 yg liberal. Mana ada sekolah konservatif? Tidak ada lagi atau jarang kalaupun ada.

Saya lebih menikmati diskusi kalian berdua dari informasi2 baru yg saya tidak ketahui sebelumnya. Tetapi kalau mengatakan harus bagaimana apalagi mana yg benar dan salah itu ya susah, wong Marx, Engel, Mao, Lenin, Stalin, Aidit, Nyoto, Lukman itu kan semua hasil produk di jamannya masing2. Yang bisa kritisi, setujui, salahin itu adalah tindakan2nya tetapi bukan ideologinya. Dengan kata lain ya manusia itu berprilaku dan bertindak itu berdasarkan ideologi. Jadi dimanapun politisi, pejabat negara non politis itu harus jelas ideologinya shg rakyat tahu siapa yg mereka pilih sbg wakil rakyat. Repotnya kalau dibawa ke Indonesia, para pejabat dan politikus itu bak bunglon bisa pindah2 ideologinya hehehehe. Wong figurnya saja tidak ketahuan, bagaimana bisa dipercaya.

Salam selalu,
nesare


________________________________
From: gelor...@googlegroups.com <gelor...@googlegroups.com> on behalf of Chan CT <sa...@netvigator.com>
Sent: Saturday, January 8, 2022 4:14 PM
To: GELORA45_In <Gelor...@googlegroups.com>; Tatiana Lukman <jetaim...@yahoo.com>
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism

Hahahaa, ... ini nenek begitu senangnya melihat tulisan/berita yang sepaham dengan pemikirannya sendiri saja, tanpa peduli siapa penulis dan sumber beritanya! Tapi, di GELORA45 jadi sepi setelah Nesare lama tidak muncul-muncul, ... Mudah2an bung Nesare yang hidup di AS bisa TETAP baik-baik dan sehat-sehat saja, ya! Cukup menggelisahkan dan sangat menakutkan melihat kondisi pandemi Covid-19 di AS yang masih terus meledak, bisa ketambahan sejuta/hari dan yang meninggal ribuan/hari! Sistem kesehatan AS sudah kewalahan tidak berdaya menangani, membiarkannya muncul dan terjadi imunitas-masyarakat, yang cukup kuat (fishik dan keuangan) bisa bertahan hidup, yang lemah dibiarkan saja mati, ....!!! Sangat TIDAK MANUSIAWI, ...

Adalah kenyataan, diantara ekstrimis yang mengaku “MAOIS” itu ada yang terpental keluar ke HK, negara2 barat termasuk Amerika! Dan tentunya terpental keluar dari PKT! Tanpa disadari sikap dan tindakan mereka begitu menyalahi prinsip perjuangan intern PKT, bahkan bertentangan dengan pendirian Mao! Tidak pandai menangkap bagaimana Mao Zedong memperjuangkan dan menangkan pemikiran yang BENAR didalam PKT! Kenyataan dan praktek mereka itu sungguh TIDAK PANTAS disebut “Maois”! Sadar atau tidak, mereka melangkah sejalan dengan penghianat Zhang Guotao itu!

Apa yang diajukan Chen Yun adalah kenyataan yang terjadi, khususnya diawal kebijakan Reformasi dan Keterbukaan di tahun 1980 itu dijalankan, ... Tapi, itulah proses perkembangan maju yang harus dilalui dan sulit dihindari. Namanya juga kesadaran manusia NORMAL umumnya egoistis yaa begitulah! Begitu diberi kebebasan ada saja yang jadi menggila kejar keuntungan tanpa peduli merugikan orang banyak! Terjadi penipuan, pemalsuan, pembajakan karya orang, penyuapan dan setelah menjadi kaya muncul pemikiran maksiat borjuis, dari pemabok, penjudi sampai pelacuran, ... Semua gejala kejahatan ditengah masyarakat yang terjadi itu menjadi TANTANGAN berat PKT dan pemerintah yang berkuasa, mampu tidak mengatasi dan mengendalikan! Tentu PKT juga akan ambruk dengan sendirinya kalau tidak mampu mengatasi gejala-gejala busuk itu! Tapi dipihak lain, hendaknya juga masih bisa melihat kenyataan lain, ditengah kemajuan masyarakat itu PASTI ada bahkan juga cukup banyak yang jalankan usaha dengan jalan yang baik-baik, ...!

Kenapa nenek Tatiana tidak juga berhasil melihat kenyataan selanjutnya, bagaimana PKT berhasil menggerakkan lebih 30 ribu pengusaha atau kapitalis perseorangan besar dan kecil, terlibat menanamkan modal didesa-desa terbelakang yang sangat miskin untuk membantu membebaskan kemiskinan-absolut di Tiongkok! Kenapa tidak juga melihat kenyataan kesejahteraan masyarakat Tiongkok tetap maju dan lebih baik dari tahun ketahun, ...?

Atau masih saja lebih percaya dengan tulisan/berita yang menyatakan PKT segera akan bankrut? Sudahlah, tidur saja dalam tempurungmu meneruskan mimpi indah yang diharapkan itu! Hehehee, ...



From: Tatiana Lukman
Sent: Saturday, January 8, 2022 7:59 PM
To: Chan CT ; GELORA45_In
Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism


Ha…ha… siapa yang mau kasih tahu sama anjing budukan penjaga revisionis sumber dan orang yang menulis artikel itu!! Emangnya gue goblok seperti dirinya!! Justru karena tidak bisa menjawab isi tulisan orang Maois, maka dipakailah dalih “sumber nggak jelas”…. Begitulah cara anjing jaga budukan remo yang sudah lama KO, tidak bisa berdiskusi tanpa debat kusir dan menghindari diskusi to the point!!

Seperti Noroyono dan B(urhanudin) H(arahap), karena nggak punya argumentasi untuk menyanggah postingan saya, selalu mereka menuduh seenak perutnya sendiri, menyerang sumber dan debat kusir!!!



Jelas, Nesare adalah orang yang fair dan jujur dalam berdiskusi dengan saya, tidak berdebat kusir, selalu to the point, walaupun kamipun berbeda pandangan banyak sekali. Tapi Nesare otaknya jalan, masih bisa objektif, jujur, dan tidak munafik!!!



Anjing bulukan remo ini, karena memang sudah mengkhianati M-L-Maoisme, hidup dalam mimpi seolah-olah Partai Kapitalis Tiongkok sedang berkembang JAYA!! JAYA, NENEKLU!!! Dia lupa bahwa ajaran Mao tentang perjuangan dua garis dalam partai tetap berlaku dalam KENYATAAN DAN PRAKTEKNYA. PKT perlahan-lahan berubah menjadi Partai Kapitalis Tiongkok alias partai revisionis. Di dalamnya terdapat anggota Partai yang melawan kebijakan pimpinan revisionis, artinya masih tersisa dalam otak mereka ajaran M-L-Maoisme. Dalam periode awal reformasi kapitalis Deng, lebih banyak lagi perlawanan. Hanya ini ditutupi oleh penguasa, sehingga tidak banyak diketahui umum. Salah satu suara perlawanan yang berhasil diketahui umum adalah surat 170 kader dan anggota kepada Hu Jintao.



Chen Yun, salah satu pimpinan senior PKT, satu generasi dengan Mao, tapi berpihak kepada kaum revisionis, begitu dia melihat bagaimana reformasi kapitalis dijalankan dan sadar akan dampaknya, akhirnya terpaksa berkata:



: “Begitu diumumkan keterbukaan terhadap dunia luar dan dijalankannya politik yang lebih luwes, beberapa kader dalam partai , Pemerintah dan militer, bersama dengan anak-anaknya, langsung dengan tergesa-gesa terjun kedalam dunia usaha. Menurut sejumlah survei (lebih dari 12) yang dilakukan terhadap kota dan provinsi, sejak kwartal keempat tahun lalu telah didirikan lebih dari 20 ribu usaha. Mayoritas dari 20 ribu usaha itu didirikan melalui koneksi antara pejabat-pejabat ini dengan bisnis ilegal baik dalam negeri maupun luar negeri. Mereka menggunakan lubang-lubang di reformasi untuk melakukan segala macam transaksi ilegal termasuk pembelian dan penjualan ilegal, penyuapan dan penerimaan suapan, pembayaran dibawah meja, pemalsuan fakta-fakta, penghindaran pembayaran pajak, pembuatan dan penjualan obat palsu, anggur palsu, pembunuhan, penjualan dan pertunjukan pornografi dan menarik wanita kedunia pelacuran. Semua hal yang busuk dan buruk ini telah terjadi. Ideologi kapitalis hina “Hanya uang yang penting” sedang dengan serius mengikis Partai dan masyarakat kita. Kita ingin membangun sosialisme dan kita harus dengan teguh memblokir dan mencabut sampai keakar-akarnya pikiran dan kelakuan yang jahat dan jelek ini. Kita harus memobilisasi dan mengorganisasi Partai kita dan semua kekuatan sosial untuk berjuang dengan amat teguh melawan gejala ini.” ( Pilihan Karya Chen Yun, Jilid iii, hal. 355, 356)



Praktek kejahatan kader serta anak-anaknya yang dibelejeti Chen Yun itulah yang telah melahirkan kelas kapitalis monopoli besar yang bersarang di PKT dan Negara serta kaum bilyuner yang merangkap menjadi anggota Partai atau Kongres Rakyat!!!



Kasihan sekali si Chen Yun ini!!Tak berdaya dia menghadapi kapitalisme brutal yang berangsur-angsur menguasai ekonomi dan masyarakat Tiongkok.



Anjing jaga budukan remo Chan , betapapun petantang petenteng membela tuannya, praktek dan kenyataan yang dia tidak mau melihatnya, akan terus memperlihatkan dan membelejeti watak neo-kolonial-imperialis dari Kekaisaran Xi....







Sent from Mail<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows
Sent from Mail<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows



From: Chan CT
Sent: Friday, January 7, 2022 9:27 AM
To: GELORA45_In; Tatiana Lukman
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



SETUJUUUU, ...! Tidak ada teori-teori revolusioner yang mandeg, beku mati tidak berubah dan berkembang, ... Selalu maju teruuus sesuai perkembangan dan perubahan jaman! Dan setiap orang boleh-boleh saja beda pendapat bahkan menentang perubahan yang terjadi, tapi TETAP TIDAK ADA yang bisa menyangkal KEBENARAN TEORI itu dibuktikan dalam PRAKTEK! Secara OBJEKTIF Melihat dan mengakui HASIL pelaksanaan TEORI itu, BERHASIL atau TIDAK?! Melihat keberhasilan sesuai kenyataan yang ada, perbaiki saja kekurangan dan kesalahan yang ada untuk teruuuus maju lebih baik dan cepat! TIDAK PERLU perdebatkan dari teori ke teori, mengadu kebenaran dari siapa mengatakan begini siapa mengatakan begitu, dahulu mengatakan begini sekarang begitu dsb. dll, ... dimana diantara kita sudah terjadi berpuluh tahun tiada habis dan akhirnya sampai berbuih-buih! Untuk apa menghabiskan waktu dan energi saja! CUKUP dan LEBIH BAIK lihat hasil praktek dan kenyataan yang terjadi saja!



Lhaaa, ... 4 BESAR yang mengakibatkan begitu buuuaaanyak kader/tokoh/rakyat terbaik Tiongkok menderita, teraniaya, tersiksa bahkan jatuh korban TANPA kejelasan HUKUM, ... Dan KESALAHAN SERIUS yang sangat TIDAk manusiawi pernah terjadi sudah dikoreksi dan menjadi KESIMPULAN Kongres PKT masih juga hendak dibela mati-matian! Kalau saja SATU PERISTIWA dengan sasaran begitu besar dan luas, tidak hanya menyasar kader utama PKT, dari 33 anggota Politbiro (Kongres ke-VIII PKT) ada 20 yang diganyang dan dijatuhkan, bahkan TANPA BUKTI kesalahan politik ratusan ribu intelektual jadi sasaran yang dihujat sebagai Si-BUSUK ke-9! (臭老九) Lalu, apa yang dan siapa yang hendak dibela? KEJADIAN yang MENYALAHI PRINSIP Perjuangan Mao sendiri, keharusan memperkecil dan memusatkan sasaran pada segelintir tokoh yang menentukan saja, dan, .... menghadapi kawan yang berbuat kesalahan KEHARUSAN menitik beratkan pada PENDIDIKAN, bukan pada sasaran pribadi seseorang, apalagi menggunakan kekerasan secara tidak manusiawi!



Bukankah gejala-gejala yang nyata terjadi selama RBKP itu membuktikan KEBABLASAN DEMOKRASI yang dijalankan dan sudah berubah menjadi ANARKIS yang tidak terkendalikan! Semua orang yang sedikit saja beda pendapat, berani mengeritik pelaksanaan kebijakan “Maju Melompat”, “Komune Rakyat” sudah dituduh “penempuh jalan kapiatalis”, “ANTI-Sosialisme” yang patut diganyang, ... TANPA BUKTI AKURAT boleh saja menuduh “PENGHIANAT”, “Mata-mata, MUSUH dalam selimut” yang boleh saja disiksa secara kejam sampai meninggalpun harus dibakar TANPA dijalankan pemakaman secara manusiawi dengan menyangdang nama sebenarnya dan memberitahu keluarga, ...!



Lalu, ... pernah tidak perhatikan bagaimana gembong-gembong UTAMA yang membawa Garda Merah begitu GARANG nya mengganyang pejabat dan tokoh-tokoh yang dituduh “Penempuh Jalan Kapiatalis” itu? BENAR begitu BIADAB naruni mereka sesungguhnya? Bagaimana pemikiran mereka dikemudian hari, ...? Tentu saya tidak melakukan penelitian berapa persen diantara mereka yang akhirnya MENGAKUI KESALAHAN kekejaman kemanusiaan yang mereka lakukan, sekadar mengangkat beberapa diantara mereka yang ketika itu sangat terkenal radikalis dengan berteriak keras sangat ekstrim dan bisa saya ingat saja. Tapi, yang PASTI, diantara tokoh utama aktivis Garda Merah itu TIDAK SEORANG pun yang pantas ditampilkan menjadi TELADAN dan PELOPOR anggota PKT apalagi menjadi pemimpin rakyat Tiongkok yang baik!



Entah nenek Tatiana ingat tidak dengan nama Chen XiaoLu, putranya Marsekal Chen Yi yang ketika itu Menlu dan Song Binbin, putrinya Jenderal Song Renqiong, seorang gadis remaja yang mendapat kehormatan mengalungkan ban “Garda Merah” dilengan Ketua Mao saat rapat akbar Garda Merah di Lapangan Tian An Men. Sementara ada tulisan Song Binbin dimasa RBKP yang ketika itu ramai di perbincangkan, saat mengalungkan ban “Garda Merah” dilengan ketua Mao, ada pembicaraan Binbin dengan Ketua Mao yang tanya kenapa masih menyandang nama Song Binbin yang berbau feodal? Lalu, lebih lanjut ketua Mao menyatakan: “Bukankah wanita Tiongkok modern tidak lagi suka gincu berhias tapi lebih suka senjata! Dan anda menjadi pelopor Barisan Berontak Revolusioner dengan kekerasan senjata? Ganti saja menjadi Song YaoWu (= Mau Senjata)!”

[文革惡之花宋彬彬:我決定不再沉默* 阿波羅新聞網]Song Binbin diatas podium Tian An Men mengalungkan ban “Garda Merah” dilengan Ketua Mao
Reading Time: 4 mins read



[China, Xi jinping, Chinese, government]

Do you want to see what a failed State looks like? Well, just look at China. The coffers of local governments are running empty, public officers are being denied their wages, celebrities and businessmen are being extorted, and the commoners are being publicly humiliated over a disease outbreak that the government can’t control.

China going bankrupt



Ever heard of Chanakya? He was an ancient Indian political and economist— arguably the greatest one to have existed in recorded human history. He propounded what is called the Saptang Theory of State. Chanakya<https://aspirantforum.com/2014/10/21/kautilyas-theory-of-the-state/> said that there are seven elements of Statehood and without them a nation cannot exist— one of them being Kosha (The Treasury).



Well, we don’t know about the other six elements, but China does lack Kosha for sure. China’s local government debts have been rising to staggering levels and the official numbers don’t matter, it is the so-called hidden local government debt that matters.



Provincial authorities raise money through bonds sold by local government financing vehicles, or LGFVs. The debts don’t show up on balance sheets but they do exist. At the end of 2020, local government hidden debts in China stood at US$7 trillion<https://www.scmp.com/economy/china-economy/article/3154549/chinas-local-government-debt-concern-and-what-role-do-lgfvs>. This is equal to 44 percent of China’s gross domestic product (GDP).



And to make it worse, Chinese provinces are no longer able to raise<https://tfiglobalnews.com/2021/12/30/chinas-hegang-city-was-once-bustling-with-coal-now-it-is-bankrupt/> money through land<https://tfiglobalnews.com/2021/10/08/china-is-losing-its-foreign-reserves-faster-than-its-credibility/> sales that had got them going till now. There is a property sector slump<https://tfiglobalnews.com/2021/12/20/chinas-strong-100-are-now-drowning-and-it-will-cost-china-almost-30-of-its-gdp/> in China, and well, no one wants to invest in land plots.



Local governments resorting to extortion



What do brutal governments do when they don’t have money? Well, they loot the citizens. You may call it extortion or daylight robbery, and this is exactly what is happening in China.

Bazhou, a troubled county-level city in China’s Hebei province, for example, used “bogus tax” to ramp up its revenues. It has been hunting businesses with a tax allegedly covering “procedural costs,” violating regulations. In Hangzhou, local tax authorities decided to raise some money by imposing a fine on “livestreaming queen” Huang Wei, known as Viya. The celebrity has been asked to cough up $210 million for tax evasion.

Pay cuts



Many provinces in China are refusing to extort their citizens. They have a simpler solution— don’t pay your employees and save money.

A social media post written by a Hangzhou municipal government employee has gone viral in China. She wrote, “My annual pay is going to be slashed by around 25%. That’s 50,000 yuan ($7,850) less. How can I live?”

But on the brighter side, this woman employee in Hangzhou is not the only one seeing a quarter of her salary vanish all of a sudden.

Pay cuts in Tianjin are around 20%. Shanghai has reported a case with a 30% reduction. The salary of a police station chief is expected to be cut significantly<https://asia.nikkei.com/Editor-s-Picks/China-up-close/Analysis-China-s-mandarins-face-25-pay-cut-as-alchemy-fades> from the present 350,000 yuan. And significant pay cuts were also observed in Guangdong and Jiangsu.



Chinese government employees are facing what every employee hates. And the Chinese Communist Party (CCP) is trying to be a smart employer. It announced pay cuts without any official announcement and suddenly the employees came to know that they have to make do in lesser money. The Communist Party also maintains a tight grip over its officials and will crack down if there is much resistance to the drastic pay cuts.

Public humiliation for COVID-19 rules violators



The Chinese economy is definitely in a bad state. And it is getting even worse because the CCP is failing to effectuate its ‘zero Covid’ policy.

Armed riot police in southern China publicly shamed and paraded four alleged violators of COVID-19 rules through the streets. Public shaming as a mode of punishment is banned in China. In fact, it has been banned all across the world except under the reign of some brutal and conservative governments. But Chinese local governments are increasingly using<https://www.abc.net.au/news/2021-12-30/china-public-shaming-covid-rule-breakers-people-smugglers/100731450> public shaming as a mode of censuring violators of COVID regulations.



To an outsider, there might not be a relationship between the bogus taxes, pay cuts, fines on celebrities and public humiliation. But the Professor thinks otherwise, and no I am not talking about the Money Heist guy. I am talking about a Chinese professor, Sun Liping, at the Tsinghua University, which is Chinese President Xi Jinping’s alma mater.

Liping has written a series of articles tying together the Viya tax fine, cuts in public servants’ pay, the issue of property taxes and the “bogus tax” of Bazhou. He compares China’s situation with 19th century Peru, where the replacement of bird droppings by synthetic fertiliser in European agriculture led to an economic crisis.



So, the property sector slump in China is its 21st-century Peruvian bird droppings. Now, as the source of revenues in land sales dry up, Chinese provinces are moving into bankruptcy, and all the events point at just one finding— China is becoming a failed State









Sent from Mail<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows



From: Chan CT
Sent: Thursday, January 6, 2022 3:58 AM
To: GELORA45_In; Tatiana Lukman
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Ini nenek seperti mbok pemakan sirih, kesukaannya mengunyah-ngunyah teori-teori sampai ludah berbuih merah lalu diludahkan keluar, ...! Menjijikkan, sangat menjijikkan! Bersukurlah dijaman modern sekarang ini sudah nyaris tidak ada lagi mbok pemakan sirih, ... Sudah seharusnyalah ditinggalkan jauh-jauh!



Tidak disadari dbahwa teori diangkat dari praktek dan dibuktikan kebenaran teori itu melalui praktek, bukan dan tidak selalu bisa diselesaikan ditengah diskusi perdebatan saja. Jadi, ... kenapa tidak berani atau tidak mau melihat haris praktek yang dijalankan saja!



Apa yang belum saya jawab? Lha jelas-jelas 4 besar masa RBKP itu adalah KESALAHAN yang terjadi, kebablasan menggerakkan massa Garda Merah bangkit melancarkan pemberontakkan terhadap yang dituduh markas komando Penempuh Jalan Kapitalisme, ...! Merupakan KESALAHAN anarkisme dan tanpa dasar fakta autentik, sudah merupakan fitnah terhadap PRIBADI pejabat-pejabat tinggi yang hendak dijatuhkan itu. Tanpa bukti akurat sudah meneriakkan penempuh jalan kapitalis, penghianat bangsa dan mata-mata dalam selimut! Memperlakukan Presiden RRT, Liu Shaoqi sebagai musuh yang boleh saja dianiaya secara fisik dan tidak diperlakukan sebagai manusia. SEMUA SIKAP BRUTAL yang terjadi demikian tidak manusiawi itu jelas-jelas BERTENTANGAN dengan FMTT dan menampar mulut Mao Zedong! Begitulah Kongres 11 PKT akhirnya BERHASIL membuat kesimpulan kesalahan-kesalahan serius RBKP secara menyeluruh.



Gerakan Maju Melompat dan membubarkan Komune Rakyat juga sudah ada pelurusan melalui Kongres PKT, yang dianggap telah melampaui tingkat kesadaran masyarakat ketika itu, dianggap terlalu cepat BELUM tiba saatnya untuk meningkatkan revolusi sosialisme dimana tenaga produktif masih terbelakang dan sangat lemah, ... kapitalis dan hak milik perseorangan atas alat produksi masih harus diberi kesempatan hidup dan dikembangkan untuk mendoron maju pertumbuhan industri dan ekonomi nasional. Begitulah Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok disamping hak-milik NEGARA yang UTAMA dan menentukan, tetap memperkenankan hak-milik kolektif dengan utamanya koperasi-desa, juga tetap mengembangkan hak-milik perseorangan atas alat produksi, ...



Dan dengan jalankan ekonomi pasar sosialis yang menjalankan keseimbangan antara Ekonomi Pasar dan Ekonomi Perencanaan, disamping tetap menjalankan perencanaan lima tahun juga diimbangi dengan jalankan hukum ekonomi pasar yang berlaku. Bukankah setelah dipraktekkan dalam 40 tahun terakhir ini, ... terjadi kemajuan dahsyat yang menakjubkan dunia, baik dibidang ekonomi, teknologi maupun militer!

Bukankah KEBERHASILAN RRT itu telah memaksa AS menjadikan RRT ANCAMAN TERBERAT!

Bukankah RRT ditahun 2020 telah memproklamasikan BERHASIL membeb askan lebih 700 juta rakyatnya dari kemiskinan-absolut!

Bukankah RRT ditahun 2019 telah membuktikan kemampuan dan keberhasilan menangani dan mengendalikan pandemi COVID-19 dalam 70-an hari, sedang negara-negara maju, khususnya AS yang selama ini berteriak mempunyai sistem kesehatan termaju didunia keok, setelah kewalahan lebih setahun, sampai kemarin ini diberitakan hampir 1 juta warga terjangkit perhari dan ribuan yang meninggal setiap harinya,...!







From: Tatiana Lukman

Sent: Friday, December 31, 2021 8:46 PM

To: Chan CT ; GELORA45_In

Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Dengan Lusi saja jelas ada pertanyaan yang si agen remo dengan sadar tidak bias menjawabnya. Dengan saya, uih banyak sekali pertanyaan yang engkau lewati dan tak dijawab… Misalnya, mengapa 4 Besar dihapuskan oleh Deng Xiaoping? Apa mode of production yang berdominasi di China? Mengapa dihapuskan status kerja tetap? Mengapa dibubarkan Komune Rakyat?

Kaum revisionis selalu bilang sekarang di china adalah tahap awal dari sosialisme, lantas Revolusi Nasional Demokratis itu tahap apa? Dengan menyalahkan Mao terlalu cepat membabat kaum kapitalis, dihidupkan dan didorong perkembangan kaum kapitalis. Dalih yang dipakai si Chan, seolah-olah sekarang ini tahap Revolusi Demokrasi baru di mana kaum kapitalis merupakan sekutu. Saya pernah tanya, kalua sekrang tahap RDB, siapa musuh2 revolusinya? Di zaman Mao, ketika memimpin RDB, musuhnya adalah kaum tuan tanah feudal, kapitalisme birokrat dan imperialisme. Apakah rezim Deng melawan tuan tanah feudal, kapitalisme birokrat dan imperialisme?? Ini tak pernah dijawab dari dulu. Sifat kontradiksi China sekarang dengan imperialisme AS TIDAK SAMA dengan kontradiksi Tiongkok dulu dengan imperialisme AS. Dulu, Tkk melawan imperialisme AS melalui dukungan kongkrit kepada perjuangan pembebasan nasional rakyat sedunia. Sekarang China melawan imp. AS karena rebutan pasar, bahan baku, ruang untuk penanaman modal dan pengaruh politik untuk mendapat bagian dalam dalam mendominasi dunia.

Pertanyaan; mengapa diubah konstitusi PKT dengan mengijinkan kaum kapitalis/penghisap menjadi anggota PKT? Sedangkan dulu kaum kapitalis harus meninggalkan praktek penghisapannya, baru bias jadi anggota PKT.. Dengan begitu, apakah tidak merevisi watak kelas PKT sebagai pelopor kelas buruh??



Sekarang agen remo menggunakan dalih MENGEMBANGKAN TENAGA PRODUKSI. APAKAH TIDAK TAHU BAHWA JUTAAN BURUH KEHILANGAN PEKERJAANNYA KETIKA PERUSAHAAN NEGARA DITUTUP/DIJUAL DENGAN HARGA MURAH?? APAKAH MENGEMBANGKAN TENAGA PRODUKSI MELALUI PENGANGGURAN??? APAKAH 6 JUTA PENDERITA PENYAKIT PNEUMOCONIOSIS ITU HASIL DARI PENGEMBANGAN TENAGA PRODUKSI???



JAWAB DULU PERTANYAAN DIATAS…TO THE POINT!! JANGAN DEBAT KUSIR!!!

Sent from Mail<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows
Sent from Mail<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows



From: Chan CT
Sent: Thursday, December 23, 2021 2:28 AM
To: GELORA45_In; Tatiana Lukman
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Ini nenek Tatiana BETUL-BETUL sudah menjadi ekstrimis-radikalis, ...! Didunia ini hanya ada satu jalan menuju SOSIALISME, tidak berani melihat kenyataan beraneka-ragam kondisi masyarakat dan negara-negara didunia ini, yang TIDAK MUNGKIN dipatok yang satu inilah model JALAN SOSIALISME yang benar! Jadi, yang berbeda adalah SALAH dan harus diganyang, ... bahkan disudutkan jadi satu dengan kapitalisme-monopoli dan imperialisme! Padahal dalam kenyataan juga SUDAH TIDAK mungkin didunia ini terjadi sekali lagi macam Revolusi Oktober yang dijalankan Lenin-Stalin, saat menggulingkan kekuasaan Tsar Rusia dan mendirikan Sovyet Uni, negara sosialis pertama didunia. Proletariat melancarkan pemberontakan di kota dan begitu merebut kemenangan membabat kapitalis! Model atau jalan macam begini TIDAK akan terulang dan terjadi lagi didunia, ... Dan, akhirnya roboh dengan sendirinya setelah lewat 70 tahun!



Bukankah kenyataan juga sudah membuktikan, berbeda dengan jalan yang ditempuh Rusia, Lenin-Stalin, Mao menemukan dan menempuh sendiri jalan menuju Sosialisme sesuai dengan KONDISI Tiongkok! Jalan yang ditempuh Mao di Tiongkok, bukan merebut kemenangan dari kota, tapi dari desa mengepung kota! Bukan dan tidak mungkin langsung membabat kapitalis, tapi tetap mengajak kapitalis-kapitalis untuk ikut serta membantu dan membangun ekonomi Tiongkok! Justru karena terjadi proses perjuangan membangun daerah-basis, kekuasaan rakyat didesa-desa dengan penuh kesulitan dan penderitaan dimasa perang melawan Jepang dan perang pembebasan itulah, kekuasaan Rakyat Tiongkok dibawah pimpinan PKT berhasil melestarikan kekuasaan dan lebih lanjut membangun Tiongkok lebih sejahtera dan jaya sampai sekarang ini! Disaat dunia dilanda pandemi Covid-19, negara-negara maju bahkan AS yang selalu membanggakan sistem kesehatan termaju didunia, sampai sekarang setelah lewat hampir 2 tahun dengan jatuh lebih 800 Ribu korbvan jiwa, BELUM juga berhasil mengatasi dan mengendalikan merebaknya pandemi Covid-19! TIONGOK, Republik Rakyat Tiongkok yang dimaki-maki nenek Tatiana ini, justru menjadi satu-satu negara didunia ini yang BERHASIL dalam 70 hari mengatasi dan mengendalikan wabah pandemi Covid-19, ... kembali berangsur-angsur kerja produksi dan hidup normal!



Bahwa dalam poerjalanan lebih 70 tahun, setelah Republik Rakyat Tiongkok ditegakkan, tidak ada yang perlu disangkal juga terjadi tidak sedikit riak-riak, kesalahan-kesalahan yang terjadi bahkan jatuh banyak KORBAN, ... Itulah proses pengenalan yang seringkali sulit dihindari! Disana-sinia terjadi kesalahan kebijakan sampai kebablasan sejak jalankan penyitaan tanah, penetapan tuan-tanah jahat, kapitalis-jahat, penipuan, perampokkan, perkosaan, ... bahkan muncul banyak pejabat daerah sampai pusat terjadi korupsi, TIDAK PERLU DISANGKAL. Adalah kenyataan yang terjadi ditengah masyarakat dalam proses kemajuan dan kesadaran yang tidak terhindarkan dan merupakan tantangan berat bagi PKT untuk mengatasi dan meneruskan tugas berat yang harus dipikul, ...!



Tapi, riak-riak dan kesalahan yang muncul seiring dengan setiap proses perkembangan itu, harus dilihat secara TEPAT sebagai yang pokok atau sekunder, ... setiap pemimpin harus objektif melihat kenyataan yang terjadi, tidak membesar-besarkan keberhasilan sesuai keinginan dan harapan subjektif, juga sebaliknya tidak mengecilkan bahkan meniadakan kesalahan, kegagalan yang muncul! Bahwa kenyataan terjadi penghisapan berlebih terhadap sementara buruh, baik pelanggaran polusi, kerusakan limbah yang merusak kesehatan buruh, sampai pada jam kerja lembur yang tidak dibayar semestinya bahkan terjadi bunuh-diri, ... Tapi, juga harus melihat dan mengakui kenyatan Pemerintah Tiongkok TIDAK MEMBIARKAN kesalahan2 begitu! Tetap masih bisa menangani dan mengatasi dengan baik, ... Begitulah kita semua bisa saksikan bersama RRT dibawah pimpinan PKT pandai secara objektif melihat keberhasilan dan kesalahan/kegagalan yang harus dikoreksi untuk majuuu terus lebih baik dan lebih cepat! Saya melihat inilah yang terjadi di Tiongkok, masih terus maju lebih baik, lebih sejahtera dan akan tumbuh menjadi negara kuat didunia!



Jadi, janganlah berprilaku seperti PREMAN yang dijalankan AS menjadi polisi dunia, lalu menggebuki negara-negara yang tidak sesuai jalankan “demokrasi”, “humanisme” dengan pemikirannya sendiri! Bukan saja menggebuki negara-negara Arab yang mengakibatkan penderitaan dan jatuh korban jutaan rakyat, ... Lalu, berusaha menghadang perkembangan RRT yang terus maju begitu cepat, menuduh RRT tidak demokratis dan melanggar HAM, tanpa segan-segan memfitnah RRT jalankan kerja-paksa dan genosida terhadap suku Uighur di Xinjiang!



Begitu juga pandangan nenek yang satu ini tidak beda dengan semua sikap dan tindak-tanduk AS membuktikan dirinya SANGAT TIDAK DEMOKRATIS bahkan KEJAHATAN HAM-BERAT!!! Bukan saja tidak bisa menerima dan menghormati perbedaan demokrasi yang dijalankan bangsa dan rakyat negara lain, tapi juga tidak berhasil melihat kenyataan KEMAJUAN pertumbuhan jumlah suku Uighur. Berdasarkan sensus 2020, penduduk Uighur mencapai 25,85 juta orang meningkat 4,04 juta orang dibanding tahun 2010, dan ditahun 2020 juga penduduk Uighur dinyatakan sepenuhnya bebas dari kemiskinan-absolut! Sebaliknya suku Indian di Amerika sendiri yang mengalami genosida, terus menurun dan nyaris musnah, ... sungguh sangat memprihatinkan dan menyedihkan!





From: Tatiana Lukman

Sent: Wednesday, December 22, 2021 9:35 PM

To: Chan CT ; GELORA45_In

Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Ha…ha… pepesan kosong , MASIH MAU NGOTOT, TANPA ARGUMENTASI DAN FAKTA, TIDAK MENGAKUI PERBEDAAN POKOKNYA PADA WATAK KELAS PERJUANGAN KELAS MAO DAN KAISAR XI JINPING!!! Mao sudah menjawab kaum revisionis DENGAN menertawakan mereka yang “ menyeret langkah seperti nenek-nenek yang diikat kakinya, sehingga jalannya terhuyung-huyung sambal mengeluh dan berteriak ‘hei kalian jalan terlalu cepat’’ !! Alasan “terlalu cepat membabat kaum kapitalis adalah dalih untuk menutupi keinginan kaum revisionis untuk TIDAK MEMBANGUN SOSIALISME!!!



Belum juga menjawab berkaitan dengan tuduhan ngawur kepada Lenin dan Stalin terlalu pagi membabat kapitalisme, lantas dimana bedanya dengan Revolusi borjuis Perancis 1789?? Apakah Lenin harus melakukan revolusi borjuis, untuk mengembangkan kapitalisme??? Bener-bener otak orang yang gobloknya nggak ketulungan si Chan ini!! Kenapa orang bilang Revolusi sosialis??? Dengan bilang Lenin dan stalin terlalu pagi membabat kaum kapitalis artinya si remo yang gila ini ingin menegasi/memungkiri dan menghujat Revolusi Oktober !!?? Wow, sungguh HEBAT TIKUS REMO INI yang otaknya ditaruh di pantat!!



Masih petentengan bilang soal melenyapkan kelas???!!!Dengan reformasi kapitalis Deng Xiao-ping itu ingin melenyapkan kelas??? Wong kelas borjuis yang lari ke Hongkong dan Taiwan pada kembali lagi menanam modalnya di Tkk daratan untuk menghisap dan memeras buruh Tiongkok, dimana faktanya mau menghilangkan kelas??? Tuh lihat 6 juta penderita pneumopconiosis, hasil nyata dan fakta dari cara Deng Xiaoping mengembangkan tenaga produksi melalui pembunuhan pelan-pelan terhadap kaum buruh!! Buruh Foxcon loncat bunuh diri…Mengapa?? OO, karena bahagia dengan cara Deng mengembangkan tenaga produksi?? Caranya, ya itu, membuat buruh sampai putus asa, sehingga hanya melihat jalan keluarnya, loncat bunuh diri!!!



[X]

Buruh penderita pneumoconiosis, penyakit akibat kerja yang paling umum. Diperkirakan terdapat 6 juta penderita pneumoconiosis di Tiongkok

[X]

Buruh Foxconn protes kondisi kerja tak berperikemanusiaan dengan loncat dari gedung pabrik



Negara maju belum tiba waktunya membabat kapitalis?? Apa sih tahunya si Chan tentang gerakan buruh/progresif di negeri-negeri maju?? Tahu nggak sih bahwa KAUM KAPITALIS MONOPOLI BESAR adalah KELAS PENGUASA YANG SESUNGGUHNYA DI NEGERI-NEGERI MAJU YANG TELAH MENGUBAHNYA MENJADI KEKUATAN IMPERIALIS!!! Justru karena dunianya si agen remo ini hanya negeri leluhurnya yang dijunjung secara membabi buta, tidak mungkin dia tahu tentang apa yang dikerjakan oleh buruh dan orang progresif lainnya di negeri-negeri yang disebutnya “negeri maju” itu.



Seperti biasa, si remo chan ini selalu debat kusir. Bukannya menjawab SEMUA PERTANYAAN YANG SAYA AJUKAN, TAPI MENGAJUKAN MASALAH LAIN LAGI, SOAL Maju Besar Melompat Kedepan dan PENG TE HUAI!!!!Itu satu tema besar lain dan kalua mau jujur, justru menunjukkan kemunafikan Liu-Deng dan kawan-kawannya. Tapi tak mau saya mengikuti debat kusir agen remo ini… Jawab dulu SEMUA PERTANYAAN YANG SAYA AJUKAN DALAM POSTINGAN SAYA….



Mau tahu pendapat orang yang sangat dikenal oleh semua anggota keluarga Siauw tentang sosialisme dengan ciri Tkk, ketika saya kirimi fakta di Congo di mana orang-orang china lari tunggang langgang digebuk…??? Sangat betul sekali, kejahatan imperialisme Tkk mungkin melebihi kejahatan kolonialisme Belgie!!!!



“Ya, tingkah laku yang sama hakikinya dan malah mungkin melebihi kejahatan kolonialisme Belgie, neo kolonialisme Amerika , dan mencatut nama sosialisme yaitu Sisialisme dengan karakteristik Tiongkok”.









Sent from Mail<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows



From: Chan CT
Sent: Wednesday, December 22, 2021 1:18 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Iyaaa, ... BETUUUL, yang menjadi perbedaan pokok BUKAN penyangkalan klas dan perjuangan klas, tapi KAPAN dan BAGAIMANA melenyapkan klas! Deng menganggap kesalahan Lenin, Stalin dan Mao TERLALU PAGI/CEPAT MEMBABAT KAPITALIS! PERJUANGAN RAKYAT DITINGKAT SEKARANG, dimana masyarakat masih sangat miskin, tenaga-produksi masih sangat terbelakang, bahkan di NEGARA-NEGARA MAJU DIDUNIA SEKALIPUN, juga BELUM TIBA WAKTUNYA MEMBABAT KAPITALIS,...! Tingkat perjuangan rakyat sekarang ini, masih harus membiarkan kapitalis tumbuh dan berkembang, kapitalis tetap di ikut sertakan menodorong perkembangan ekonomi nasional lebih cepat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak lebih dahulu! Setiap pemerintah yang berkuasa harus menegakkan HUKUM sebaik mungkin, cukup membatasi PENGHISAPAN KAPITALIS-KAPITALIS berlebihan saja! Sebaik mungkin melakukan keseimbangan keuntungan kapitalis yang didapatkan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat banyak sesuai pertumbuhan ekonomi setiap tahun. CUKUP menindak tegas kapitalis nakal yang berani melanggar HUKUM termasuk penggelapan pajak saja, ...! Ini pertama;



Kedua, pertentangan klas-klas yang tajam dan antagonis tak terdamaikan itu TIDAK BERARTI boleh saja melupakan dan menginjak HAM seenak udelnya sendiri, ... menghakimi sendiri TANPA MELALUI PROSES HUKUM yang ADIL! Itulah KESALAHAN yang banyak terjadi dimasa “Maju MELOMPAT” setelah 1958 dan puncaknya kerusuhan 10 tahun RBKP, ... Akibatnya BANYAK JATUH KORBAN yang TIDAK DIPERLUKAN! Karena terjadi tindakan BRUTAL main menghakimi sendiri tanpa jalankan proses HUKUM dengan baik dan sebenarnya harus dihindari! Begitulah Marsekal Peng Dehuai jatuh korban, satu-satunya jenderal di Tiongkok yang sempat dipuji dalam puisi yang dibuat Mao sendiri, seorang jenderal yang ditugaskan memimpin Perang Korea dan berhasil mengalahkan jenderal Mc Arthur kebanggaan AS itu! Jatuh korban hanya karena mengajukan pendapat dan mengkritik kebijakan Komune Rakyat, lalu dituduh anti-sosialisme, anti-Mao dan, ... diperlakukan tidak manusia sampai merenggut jiwa kepahlawannya! Begitu juga dengan Liu Shaoqi dan termasuk 3 anaknya jadi korban yang tidak seharusnya terjadi!







From: Tatiana Lukman

Sent: Wednesday, December 22, 2021 4:40 AM

To: Chan CT ; 'Jonathan Goeij' via GELORA45

Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Ah, bla-bla-bla pepesan kosong agen remo!!!Masalah Revolusi Demokrasi Baru dan Pembangunan sosialis sudah saya bahas baik dalam tulisan di Sulindo maupun dalam perdebatan dengan agen remo Chan. Bahkan dulu pernah si Chan ini berdebat dengan bung Tan Sie tik. Sama sekali tidak bias membantah argumentasi yang diajukan. Jelas, pada tahap RDB, borjuasi nasional bukan musuh revolusi, maka itu mereka yang tidak menentang RDB, dianggap sekutu. Tapi perusahaannya disita negara, dan mereka masih mendapat dividen. Penghisapan dibatasi melalui peraturan dan UU yang melindungi kaum buruh. TAPI TAHAP INI ADA AKHIRNYA, DAN TIONGKOK MASUK DALAM TAHAP PEMBANGUNAN SOSIALISME DI MANA KONTRADIKSI POKOK ADALAH ANTARA RAKYAT DENGAN KAUM BORJUASI. DISINILAH KONTRADIKSI ANTARA MAO DENGAN KAUM REVISIONIS LIU-DENG YANG INGIN TERUS MEMPERTAHANKAN DAN MENGEMBANGKAN KEPEMILIKAN TANI ATAS TANAH DENGAN MENENTANG GERAKAN KOMUNE RAKYAT.



Maka itu si Chan remo ini berkali-kali menuduh Mao TERLALU PAGI MEMBABAT KAUM KAPITALIS, BAHKAN LENIN-STALIN PUN DIKRITIK KARENA MEMBABAT KAUM KAPITALIS. MAKA SAYA TANYA, KALAU LENIN, STALIN, MAO TIDAK MEMBABAT KAUM KAPITALIS, LANTAS DI MANA BEDANYA REVOLUSI SOSIALIS DENGAN REVOLUSI BORJUIS PERANCIS 1789?? TAK PERNAH DIJAWAB OLEH CHAN!!! AYO JAWAB DULU PERTANYAAN ITU!!!!



Dan baca baik-baik pendapat Mao tentang kontradiksi pokok antara kelas pekerja dan klas borjuasi adalah kontradiksi pokok di Tiongkok, ketika Revolusi Demokrasi Baru sudah dianggap SELESAI PADA POKOKNYA, MAKA KELAS BORJUASI SUDAH MENJADI MUSUH DALAM PEMBANGUNAN SOSIALISME.



Pada bulan Juni 1950, setelah kemenangan Revolusi Demokrasi Baru, Mao mengkarakterisasi situasi sebagai berikut:” Pada akhirnya kaum borjuasi na-sional tidak akan ada lagi, tetapi pada tahap saat ini kita harus mengumpulkan mereka di sekitar kita dan tidak mendorong mereka keluar. Di satu pihak, kita harus berjuang menentang mereka, di lain pihak kita harus bersatu dengan mereka.” (”Jangan memukul ke semua arah” PT MTT V).



Dua tahun kemudian, situasi sudah begitu berubah sehingga Mao menggaris bawahi: ”Kontradiksi antara klas pekerja dan klas borjuasi adalah kontradiksi pokok di Tiongkok” (Ibid, 77).



JAWAB DULU PERTANYAAN DIATAS ITU CHAN!!!!





Sent from Mail<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows



From: Chan CT
Sent: Tuesday, December 21, 2021 1:17 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Pemimpin Tiongkok sejak Mao samp Xi Jinping sekarang ini TIDAK seorangpun yang menyangkal adanya klas dan perjuangan klas! Yang jadi masalah kapan dan bagaimana klas kapitalis dihilangkan! Dan yang juga menjadi penekanan dan penegasan sejak Mao, bagaimanapun juga kapitalis adalah juga MANUSIA normal yang TETAP HARUS diperlakukan secara MANUSIAWI!



Sejak tahun 1945, dimana pemikiran Mao Revolusi Demokrasi Rakyat dimenangkan dan menjadi Garis PKT, sejak itu struktur ekonomi Tiongkok tidak hanya BUMN, milik negara (sebelum 1 Okt. 1949 milik Pemerintah Rakyat setiap daerah basis revolusioner), tapi juga mempertahankan berlakukan milik perseorangan kapitalis dan milik kolektif (koperasi). Struktur ekonomi macam inilah yang tetap diberlakukan setelah RRT didirikan 1 Oktober 1949 yang kemudian hanya berlakukan BUMN, milik negera sejak 1958. Dan, sejak tahun 1980 kembali berlakukan struktur ekonomi BUMN, milik kolektif dan milik kapitalis perseorangan! Dengan BUMN yang utama sebagai jaminan pemerintah tetap pertahakan pegang tali kendali ekonomi nasional.



Dimasa Mao sebenarnya juga ada kapitalis yang menjadi anggota PKT, contoh klasik yang diajukan Rong Yi Ren, kapitalis Shanghai yang berani dan banyak membantu PKT. Tentu tidak semua kapitalis bisa jadi anggota PKT, ... yang perlu diingat, sebagaimana manusia normal, diantara kapitalis kapitalis itu juga tidak sedikit yang peduli dan berani pertaruhkan jiwa mendukung gerakan revolusi rakyat! Bahkan Mao sendiri tidak segan-segan menyatakan, TANPA dukungan kapitalis revolusi Tiongkok tidak bisa menang! Lalu, apa dan dimana salahnya adanya kapitalis menjadi anggota PKT?



Tentu kalau saja kwalitas PKT berubah setelah banyak kapitalis rongsokan, menjadi tercocok hidung oleh klas kapitalis dan melupakan perjuangan RAKYAT sesungguhnya! Untuk itu, mudah saja kok, lihat saja gerak langkah yang dijalankan, lebih menguntungkan rakyat banyak atau segelintir kapitalis, ... Siapa bisa bilang DEMOKRASI RAKYAT Tiongkok hanya dinikmati borjuis? Bukankah kenyataan semua kapitalis TETAP bisa di disiplin dan TUNDUK melaksanakan kebijakan dan ketentuan pemerintah! Bukankah yang terjadi terakhir dengan Jack Mao, dimana pemerintah tetap saja berani membatalkan IPO Grup Semut dan dikenakan sanksi 2,7 milyar USdollar dengan keharusan TUNDUK lakasanakan ketentuan yang ada! Lalu, sikap ini membuktikan siapa tunduk pada siapa, dan ... membela, melindungi kepentingan rakyat banyak atau kepentingan segelintir kapitalis???



From: Tatiana Lukman

Sent: Tuesday, December 21, 2021 1:49 AM

To: Sunny ambon ; BILLY GUNADIE

Cc: sa...@netvigator.com ; GELORA45_In

Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Jelas, seperti kata Mao, stempel kelas nempel di tiap pikiran, perbuatan dan sudah tentu semua peraturan dan Lembaga bangunan atas. Mereka yang mengikuti nasehat bung Karno untuk menggunakan pisau Marxisme dalam menganalisa soal-soal politik/sosial, mengakui hubungan dialektis antara struktur ekonomi (bangunan bawah) dengan bangunan atas. Maka itu bicara tentang demokrasi tanpa menghubungkannya dengan struktur ekonomi yang berdominasi di suatu negeri, sama dengan bohong. Soalnya, kaum revisionis tidak mau mengakui bahwa sistim ekonomi (sosialsme) pada zaman Mao sudah berubah total menjadi kapitalisme monopoli-imperialisme. Lihat saja kongkritnya siapa yang menikmati “demokrasi borjuis” di China. Bla…bla petantang petenteng bilang Demokrasi Rakyat, tapi nggak bisa jawab pertanyaan mengapa dihilangkan 4 Kebebasan Besar?? Soalnya yang masuk dalam kategori Rakyat adalah kaum bilyuner-kapitalis monopoli yang bersarang di PKT dan Negara, sedangkan kaum buruh dan kaum tani dianggap sampah dan dapat diperas/dihisap dan diengkuk-engkuk… Ah, sudah begitu banyak postingan diajukan selama bertahun-tahun yang memperlihatkan betapa buruh dan tani diperlakukan seperti “keset”, tapi kaum revisionis tak akan tergugah otak dan hatinya.



Sent from Mail<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows



From: Sunny ambon
Sent: Monday, December 20, 2021 5:17 AM
To: BILLY GUNADIE
Cc: sa...@netvigator.com; Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Ada yang bilang demokrasi itu berkarakter kelas, jadi tergantung siapa yang berkuasa.



On Mon, Dec 20, 2021 at 4:11 AM BILLY GUNADIE <billyg...@rogers.com> wrote:

Kalau sejarah China sudah berjalan ribuan tahun kekaisaran...

Dan behasil....bangunan..... monument...penemuan... Productivity pasar Dunia.....Marco Polo Terheran heran.......kenapa harus ganti metaphor DEMOKRASI...DARI RAYAT UNTUK PEJABAT......Modren slavery....





....











Sent from Rogers Yahoo Mail on Android<https://go.onelink.me/107872968?pid=InProduct&c=Global_Internal_YGrowth_AndroidEmailSig__AndroidUsers&af_wl=ym&af_sub1=Internal&af_sub2=Global_YGrowth&af_sub3=EmailSignature>



On Sun., Dec. 19, 2021 at 8:29 p.m., Chan CT

<sa...@netvigator.com> wrote:

DEMOKRASI yang diteriakkan dan dijalankan disetiap negara didunia ini akan dirasakan betul oleh rakyat dinegara bersangkutan! Jadi, sebetulnya yang berhak bicara bagaimana demokrasi adalah rakyat dinegara itu sendiri, ... Dan ingat, DEMOKRASI bisa saja beraneka ragam bentuk dengan lebih menitik beratkan pribadi perseorangan atau kepeentingan umum dan TIDAK ada negara atau siapapun didunia ini menepuk dada demokrasi yang dijalankan adalah demokrasi yang paling benar dan baik, yang berbeda adalah salah dan bukan demokrasi!



Yang paling menarik dan kurang mendapat perhatian banyak orang, adalah TRADISI BUDAYA Tionghoa seruan 天下為公 (= Dibawah Langit Ini Demi Kepentingan UMUM. Atau dengan bahasa umum yang digunakan PKT sekarang menjadi Mengabdi Rakyat!) yang sudah berlangsung ribuan tahun itu, ... Titik berat demokrasi dan kebebasan itu pada pribadi seseorang atau kepentingan umum, rakyat banyak! Menurut tradisi budaya Tionghoa bagaimanapun juga harus pentingkan dan utamakan kepentingan umum, kepentingan RAKYAT banyak. Tidak bisa dan tidak boleh kepentingan pribadi seseorang diatas kepentingan umum! Inilah PRINSIP DEMOKRASI yang dijalankan di Tiongkok. Yang kebalikan dari demokrasi barat, ... dimana lebih mementingkan dan utamakan kebebasan kepenetingan pribadi seseorang! Dan akhirnya menjadi anarkis semau-maunya sendiri yang lepas kontrol dan tidak tunduk pada HUKUM dan ketentuan Pemerintah!



Begitulah dunia barat mengutuk ketentuan ketat RRT “Menutup Wuhan” dan jalankan prokes ketat bagi seluruh warga di Wuhan ketika itu sebagai TINDAKAN mencabut kebebasan orang yang tidak demokratis dan tidak manusiawi! Tapi, tidak melihat justru kebebasan perseorangan yang dicabut itu untuk kepentingan dan keselamatan rakyat banyak!



Baik saya berikan kisah nyata bagaimana pemerintah Tiongkok saat menjalankan “MENUTUP WUHAN”, seorang pejabat Wuhan dipecat hanya karena keluar kota Wuhan pulang kampung merayakan Imlek dan sekalian Ulang-tahun bapaknya; Seorang pensiunan mantan pejabat Wuhan kena sanksi diturunkan setingkat uang-pensiun, karena tidak dapatkan kamar tersendiri di RS setelah terditeksi positif Corona dengan pulang mengkarantina diri di rumah sendiri! Begitu ketat mendisiplin setiap warga jalankan prokes yang ditentukan itulah, menjadikan hanya RRT satu-satunya negara didunia ini yang BERHASIL sekitar 70 hari mengatasi dan mengendalikan pandemi Covid-19, sedang negara-negara maju, terutama AS yang selalu banggakan sistem kesehatannya termaju didunia kewalahan menghadapi serangan pandemi, bahkan menjadi juara No.1 didunia baik dari jumlah warga terjangkit maupun angka kematian yang sudah lebih 800 ribu orang, ... dan sampai sekarang, setelah lewat hampir 2 tahun BELUM juga nampak terkendalikan!



Lalu, apakah rakyat Tiongkok merasa tidak DEMOKRASI pada diri mereka? Tentu saja TIDAK! Rakyat Tiongkok justru sekarang ini makin merasakan DEMOKRASI yang lebih luas dari tahun ketahun, ... Bagaimana tidak? Sejak tahun 50-70, begitu berani mengeritik politik kebijakan pemeriantah langsung saja dituduh “anti sosialisme”; “penempuh jalan kapitalis”, “penghianat bangsa” dsb. dsbnya, ... bahkan sekitar sejuta orang/kader dijebloskan dalam kamp konsentrasi kerja! Tapi kenyataan, lebih dari 98% dari mereka yang dijebloskan tahunan sampai belasan tahun dalam konstgrasi kerja itu, diawal tahun 1980 harus DIREHABILITASI! Diantara mereka termasuk Zhu Rongji yang kemudian kita kenal menjadi Perdana Menteri RRT itu!



Sebaliknya setelah tahun 1980, RRT menjalankan kebijakan reformasi dan keterbukaan, menempuh Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok, bukan saja membiarkan setiap warga bersuara, berbeda pendapat bahkan mengeritik kebijkan pemerintah, juga memberi kebebasan beropini dimedia massa dan, ... mengembangkan kemampuan sendiri untuk memperbaiki kemiskinan, berusaha dan berdagang, termasuk pergi keluar negeri untuk sekolah! Rakyat dibebaskan berkarya, berusaha dan sekolah, melancong, berusaha sampai keluarnegeri, ... Dimana KEBEBASAN pribadi seluas itu TIDAK pernah terjadi sebelumnya! Dan ingat, kamp konsentrasi kerja yang dimaksud untuk mendidik orang/kader melalui kerja, yang tidak manusiawi itu sudah dibubarkan oleh Xi Jinping di tahun 2014!







From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45

Sent: Sunday, December 19, 2021 2:13 AM

To: Chan CT ; GELORA45_In

Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Buat orang yang terus ngotot mau mencampurbaurkan, seolah-oleh sosialisme dan kapitalisme yang secara hakiki bertolak belakang/berkontradiksi dapat “dikombinasi”. “sosialisme a la China” hanyalah penipuan tak tahu malu dari kaum penguasa revisionis-imperialis china.



[X]

Agen remo Chan sangat senang sekali mencatut sosialisme yang dibangun Mao. Meskipun selalu mengatakannya sebagai “perataan kemiskinan”, tapi kalua diperlukan, dia catut dan dimasukkan kedalam penilaian tentang sejarah PKT dan Tiongkok sejak pembebasan sampai sekarang. Dengan sadar menghapus perbedaan mode of production/ sistim ekonomi yang berdominasi sekarang dengan yang dulu sebelum kudeta kaum revisionis 1976.



Kalau system ekonominya sudah berubah 180 derajat, sosialisme menjadi kapitalisme bahkan imperialisme, sudah tentu HUKUM juga berpihak kepada kaum kapitalis/revisionis yang berkuasa!! Pembelaan diri agen remo hanya PEPESAN KOSONG!!! SAMA SEPERTI REAKSI KAUM REAKSIONER INDONESIA YANG TERUS MENGHUJAT PKI, WALAUPUN BARU-BARU INI SUDAH DIDEKLASIFIKASI RIBUAN HALAMAN DOKUMEN AS!!!





Sent from Mail<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows



From: Chan CT
Sent: Saturday, December 18, 2021 1:07 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Lalu, yang diangkat dan dipuja dunia barat adalah juga aktivis-aktivis penentang penguasa Tiongkok yang jadi pahlawan nenek yang satu itu,...! Hahahaa, ...



Setiap negara ada dan berlakukan HUKUM yang patut dan harus ditaati! Aparat keamanan PASTI akan menindak setiap orang dinegaranya yang berani melanggar HUKUM yang berlaku itu, ... Dan, tidak ada negara asing manapun yang berhak mencampuri HUKUM yang diberlakukan dinegara itu! Orang-orang yang ditangkap di Tiongkok, yang saya ikuti dan ketahui, BUKAN sekadar pejuang demokratis seperti diuar-uarkan dunia barat, tapi juga ada BANTUAN dan hubungan dengan asing! Bagi mereka yang tidak ada hubungan atau belum ditemukan bukti terjadi hubungan/bantuan asing, negara manapun juga, tentu TIDAK ditahan/ditangkap! Begitulah dengan Fang Fang, seorang ibu penulis buku “Harian Wuhan” yang juga sudah diterbitkan dalam berbagai bahasa diluarnegeri, negara-negara barat dengan fiktif memfitnah berbagai penanganan pemerintah Tiongkok mengatasi pandemi yang merebak di Wuhan itu...! Baru saja 12 Oktober kemarin ini ditangkap, setelah lebih setahun dibiarkan saja dia berteriak memfitnah pemerintah yang berkuasa! Itulah DEMOKRASI RAKYAT yang dijalankan di Tiongkok! Berani membiarkan siapa saja bersuara, mengeluarkan pendapat bahkan bernada menentang kebijakan pemerintah dan sementara pejabat tinggi, ... selama tidak terbukti ada hubungan, bantuan asing!





From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45

Sent: Friday, December 17, 2021 8:42 PM

To: 'Jonathan Goeij' via GELORA45

Subject: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Di antara 15 orang yang dapat Franco-German Prize for Human rights, terdapat Chang Weiping, pengacara yang ditangkap sejak 22 Oktober 2020. Namun tidak semua orang/aktivis yang ditangkap/dihilangkan paksa oleh penguasa China mendapat penghargaan dari dunia Barat. Banyak yang namanya tidak dikenal di dunia luar Tiongkok











Chang Weiping is a Chinese human rights lawyer. He has been in detention once again since 22 October 2020. Chang has primarily worked to advocate LGBTI rights and fight discrimination against women and HIV-positive people, which led to his losing his licence to practise. He was first detained in January 2020 in an operation known as the Xiamen crackdown. Following his release he publicly discussed the torture he had experienced, which led to a second arrest in October 2020. Despite having been formally arrested and charged in April 2021, he has not yet been granted direct access to lawyers.

Sent from Mail<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke mailto:gelora1945%2Bunsu...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/2118766092.81048.1639744929735%40yahoo.com<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/2118766092.81048.1639744929735%40yahoo.com?utm_medium=email&utm_source=footer>.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/01A0E82F261D44C289F7414932F37E98%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/01A0E82F261D44C289F7414932F37E98%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1715451201.166975.1639851209621%40yahoo.com<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1715451201.166975.1639851209621%40yahoo.com?utm_medium=email&utm_source=footer>.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/B3AEA770F63146B888AB2594331400FC%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/B3AEA770F63146B888AB2594331400FC%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1109225002.2052778.1639969900903%40mail.yahoo.com<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1109225002.2052778.1639969900903%40mail.yahoo.com?utm_medium=email&utm_source=footer>.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CBARpwYEvVR8wzi36Eo1M0ba7mb%2BPF-%2BxHTDEAcsOQRw%40mail.gmail.com<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CBARpwYEvVR8wzi36Eo1M0ba7mb%2BPF-%2BxHTDEAcsOQRw%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer>.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/15A9F86D800B43BCB85A32C3F3CFD9B4%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/15A9F86D800B43BCB85A32C3F3CFD9B4%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/A399BCCDC0F54942B292451E14E103FD%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/A399BCCDC0F54942B292451E14E103FD%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/09DD36A9692C48778E0FC4BF77D7DAF4%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/09DD36A9692C48778E0FC4BF77D7DAF4%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/789D0591559E494DB11CA7B51020C390%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/789D0591559E494DB11CA7B51020C390%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/56A3454E783F4BB69EF6A8CAC1085F1B%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/56A3454E783F4BB69EF6A8CAC1085F1B%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D8F24049E9D9458F9A983E1134C667F0%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D8F24049E9D9458F9A983E1134C667F0%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/9B255A4170E44DB3B060916C8397DF63%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/9B255A4170E44DB3B060916C8397DF63%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D456FD7B995E42F48EF735BC6E114823%40A10Live<https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D456FD7B995E42F48EF735BC6E114823%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>.

Chan CT

unread,
Jan 14, 2022, 11:03:31 PM1/14/22
to nesare hotmail, GELORA45_In, Tatiana Lukman
Iyaaa, juga bung Nesare! Yang satu menekankan hasil praktek yang lain lebih utamakan ideologi, jadi tidak nyambung! Semua hasil kerja keras rakyat Tiongkok jadi dinegasi karena dianggap telah menyimpang dari “ideologi” sebagai “KEBENARAN” absolut itu!

Bagaimanpun juga KEBENARAN ideologi dengan teori dan politik dibuktikan melalui praktek, hasil konkrit dijalankan! Jadi, kalau saja melihat kenyataan PKUS ambruk dengan sendirinya setelah berkuasa sekitar 70-an tahun, mestinya berani melihat ada KESALAHAN serius disitu! Kesalahan yang harus dikoreksi untuk maju lebih lanjut, dan itulah yang dilakukan Deng dengan Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok, ... Dan, ... bukankah RRT lah yang berhasil tetap tegak berdiri makin jaya didunia ini dalam melawan dan bersaing menghadapi negara-negara kapitalis maju didunia, dan 10 tahun terakhir ini menjadi ancaman terkuat imperialisme AS yang hendak pertahankan hegemoni didunia.

Sekarang saya coba meninjau dari sudut pandang lain. Bagaimana Tiongkok tampil menghadapi persaingan di pasar bebas didunia internasional, dan itulah perasingan dan perjuangan melawan imperialisme AS yang harus dihadapi! Bukan dengan mengurung diri didalam tempurung, mengisolasi diri dalam rumah kaca yang steril dan bersih dari virus kapitalis, tapi justru menjalankan keterbukaan dan bersaing disegala bidang dengan negara-negara kapitalis didunia! Itulah JALAN yang jelas dirintis oleh ketua Mao, setelah BERHASIL menjebol blokade sejagadnya AS, dengan langkah keberhasilan RRT mendepak keluar Kuomintang dari PBB dan diakui RRT lah satu-satunya Tiongkok didunia! Kemudian diawal tahun 1972, memaksa presiden Nixon terbang ke Beijing dan bersalaman dengan ketua Mao, ...!

Dunia lebih tertarik dan memusat kan perhatian pada perusahaan kapitalis perseorangan seperti Huawei, Alibaba, Tencent, Baidu, ... Tapi tidak perhatikan peran 4 perusahaan, GRUP BUMN di Tiongkok selama 40 tahun ini sangat menentukan gerak ekonomi nasional Tiongkok sesungguhnya. 4 Grup BUMN yang menjadi andalan Tiongkok melawan dan menghadapi imperialisme AS, ... Sekalipun tidak banyak diperbincangkan di internet, ternyata belasan tahun terakhir ini sudah menjadi perhatian utama Amerika dan menuntut Tiongkok menghentikan keterlibatan negara dan pemerintah dalam perusahaan di pasar! Karena mereka kewalahan menghadapi BUMN Tiongkok yang tumbuh berkembang sangat cepat dan menjadi ancaman persaingan bebas di pasar, ...! Membuat tidak ada kapitalis didunia ini yang mampu menghadapi dan bersaing dengan 4 BUMN-BUMN di Tiongkok itu, baik dari besar jumlah modal, keuntungan setiap tahun maupun dari kemampuan managementnya. Bahkan ada pakar ekonom barat yang menyatakan GDB China Marchants Grup itu lebih BESAR ketimbang GDP Rusia, usahanya melampaui usaha satu negara!

Untuk informasi, saya sampaikan 4 Grup BUMN Tiongkok yang dijadikan kuda-tarik, tenaga penggerak utama ekonomi nasional Tiongkok dan keluar menghadapi persaingan bebas didunia internasional:

Keempat, Hua Ren Grup (华润集团有限公司 = China Resourses Grup) yang didirikan di Hongkong tahun 1938 dan tahun 1952 diambil alih menjadi milik negara dan Pada tahun 2003, diawasi langsung oleh Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara Dewan Negara dan terdaftar sebagai perusahaan milik negara yang penting.

Ketiga, Bao li Grup (中国保利集团有限公司 = China Poly Grup) yang didirikan 1993, ditahun 2019 sudah bisa merebak di lebih 100 kota di Tiongkok, dan puluhan negara didunia. Pendapatan operasional Poly Group sudah melebihi 390 miliar yuan, dan total labanya melebihi 50 miliar yuan.

Kedua, Zhong Xin Grup (中国中信集团有限公司 = China CITIC Grup) yang didirikan mantan wk. Presiden Rong Yi Ren ditahun 1979, ... September 2019, dari Top 100 List of Leading Enterprises in China's Strategic Emerging Industries 2019 yang dirilis di Jinan, China CITIC Group berada di peringkat ke-17;

Kesatu, ZhaoShang Ju Grup (招商局集團有限公司 = China Merchants Grup) perusahaan yang didirikan oleh Li Hong Zhang di Hongkong tahun 1872, dengan semula hanya bergerak di perkapalan. Di tahun 2020, berbagai indikator ekonomi China Merchants Group mencapai titik tertinggi baru: pendapatan operasional adalah 813,7 miliar yuan, peningkatan pertahun sebesar 13,9%, total keuntungan adalah 175,1 miliar yuan, peningkatan pertahun mencapai 7,4 %, dengan laba bersih 137,1 miliar yuan, meningkat 8,3% pertahun. Pada 2020 Pada akhir tahun, total aset mencapai 10,3 triliun yuan, di mana total aset dan laba bersih menempati peringkat pertama di antara badan Usaha Milik Negara.

Mudah2an saja bermanfaat, ... sebagai bahan pertimbangan.

Salam,
ChanCT


From: nesare hotmail
Sent: Friday, January 14, 2022 11:14 PM
To: Chan CT ; GELORA45_In ; Tatiana Lukman
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism

Bung chan lebih ke hasil sekarangnya, bung Tatiana mengkritiknya dgn istilah: Remo - ini ideologi yg dipermasalahkannya. Keduanya tidak salah. Berdiskusi itu beropini. Ada alur jalur pikirannya yg bisa dilihat dari argumen2nya. Tetapi tetap setiap opini itu mempunyai dasar ideologi dibelakangnya. Disinilah orang2 yg beropini itu bisa setuju dan tidak setuju, tetapi bukan saling menyalahkan. Opininya tidak boleh disalahkan krn setipa orang berhak beropini. Yang bisa disalahkan itu alur pikirannya yg ngaco dgn argumen2nya.

Teruslah berdiskusi. Memang demanding/menguras tenaga dan pikiran tetapi kalau kita positive thinking, bagi pembaca2 semua diskusi itu sangat berfaedah. Milis2 spt Gelora 45 ini kan adalah media alternatif hasil pembredelan Orba. Walaupun skrg sdh banyak medsos lain spt youtube, potcast dll yg semarak, kan masih ada segelintir orang seperti kita2 ini yg msh tetap setia di milis ini.

Saya baru mendapat kabar Fico Fachriza, seorang komiko cucu Murad Aidit ditangkap karena kasus narkoba.

Salam,
nesare



--------------------------------------------------------------------------------

From: Chan CT <sa...@netvigator.com>
Sent: Friday, January 14, 2022 12:01 AM
To: nesare hotmail <nes...@hotmail.com>; GELORA45_In <Gelor...@googlegroups.com>; Tatiana Lukman <jetaim...@yahoo.com>
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism

Iyaaa, ... bung lama tidak muncul membuat kami kehilangan dan kangen mendengarkan suaranya, ...! Bersyukurlah kalau ternyata bung selama ini tetap baik-baik dan sehat-sehat saja!

Tapi bung Nesare, bukankah perdebatan saya dengan nenek Tatiana selama ini lebih banyak memperbincangkan kebijakan dan praktek nyata yang terjadi, bukan ideologinya! Bukankah itu perbedaan dalam melihat dan mengangkat kenyataan yang terjadi! Perbedaan dalam melihat segala hal-ihwal didunia ini satu pecah menjadi dua. Dalam proses perkembangan menempuh Jalan Sosialisme Tiongkok selama 40 tahun terakhir ini, titik HITAM yang terjadi seiring dengan keberhasilan (lingkaran PUTIH) yang utama, oleh nenek Tatiana diangkat sebagai lingkaran HITAM yang utama dan pokok dengan setitik PUTIH saja. Jadi dia selalu menyatakan keberhasilan yang dicapai Tiongkok hanyalah pepesan kosong, ... Gambar filsafat I Ching dibawah mungkin memudahkan melihat persoalan, dimana hal-ihwal selalu terbelah dua, ditengah lingkaran putih pasti ada setitik hitam, juga sebaliknya ditengah lingkaran hitam selalu akan ada setitik putih!


Salam,
ChanCT


From: nesare hotmail
Sent: Friday, January 14, 2022 4:45 AM
To: Chan CT ; GELORA45_In ; Tatiana Lukman
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism

hehehe bung Tatiana dan bung Chan sudah kangen sama saya ya?
Saya baek2 saja. Covid belum suka sama saya seperti bung berdua suka saya. Ini berkah bagi saya.
Saya pikir diskusi nya sudah bagus. Malahan bagus sekali. Banyak sekali informasi dan informasi ini sangat berguna apalagi bagi mereka2 yg sedang belajar.

Saya melihat suatu ideologi itu selalu dinamis artinya berubah sesuai dengan waktu, aktor dan lokasi sehingga perubahan ideologi itu akan selalu bergejolak sesuai dengan keperluan dari ketiga unsur itu. Komunisme dan komunisme internasional itu kan beda. Yang sedang didiskusikan bung berdua yg berkaitan dgn Mao dan Lenin itu kan jamannya Communist International (Comintern) yg berbeda dgn communism jamannya Marx, Engel dll. Sebelumnya kan sudah dikenal christian communism, begitu juga di Yunani itu sebelum Yesus lahir itu sudah ada ide komunal dlm parodi/drama lucu2an. Diabad 18 jamannya Renaisance itu dimana science muncul menghantam dominasi agama Katholik melahirkan banyak tokoh2 yg berfaham komunisme (dulu disebut liberal). Motornya itu ya para pastur katholik yg liberal. Lalu jamannya Marx dan Engel itu ya dengan nyata melihat penderitaan akibat revolusi industri menelorkan istilah komunisme yg kita kenal sekarang ini.

Maksud saya ya ideologi komunisme spt juga ideologi kapitalisme itu berubah sesuai dgn dinamika masyarakat pada saat tertentu. Kapitalisme di USA itu banyak berubah kekiri. Walaupun terlambat dibandingkan dgn kapitalisme di eropa barat, ya memang pergerakan kekiri itu memang kenyataan masyarakatnya. Sekolah2 itu ya pencetak orang2 yg liberal. Mana ada sekolah konservatif? Tidak ada lagi atau jarang kalaupun ada.

Saya lebih menikmati diskusi kalian berdua dari informasi2 baru yg saya tidak ketahui sebelumnya. Tetapi kalau mengatakan harus bagaimana apalagi mana yg benar dan salah itu ya susah, wong Marx, Engel, Mao, Lenin, Stalin, Aidit, Nyoto, Lukman itu kan semua hasil produk di jamannya masing2. Yang bisa kritisi, setujui, salahin itu adalah tindakan2nya tetapi bukan ideologinya. Dengan kata lain ya manusia itu berprilaku dan bertindak itu berdasarkan ideologi. Jadi dimanapun politisi, pejabat negara non politis itu harus jelas ideologinya shg rakyat tahu siapa yg mereka pilih sbg wakil rakyat. Repotnya kalau dibawa ke Indonesia, para pejabat dan politikus itu bak bunglon bisa pindah2 ideologinya hehehehe. Wong figurnya saja tidak ketahuan, bagaimana bisa dipercaya.

Salam selalu,
nesare



--------------------------------------------------------------------------------

From: gelor...@googlegroups.com <gelor...@googlegroups.com> on behalf of Chan CT <sa...@netvigator.com>
Sent: Saturday, January 8, 2022 4:14 PM
To: GELORA45_In <Gelor...@googlegroups.com>; Tatiana Lukman <jetaim...@yahoo.com>
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism

Hahahaa, ... ini nenek begitu senangnya melihat tulisan/berita yang sepaham dengan pemikirannya sendiri saja, tanpa peduli siapa penulis dan sumber beritanya! Tapi, di GELORA45 jadi sepi setelah Nesare lama tidak muncul-muncul, ... Mudah2an bung Nesare yang hidup di AS bisa TETAP baik-baik dan sehat-sehat saja, ya! Cukup menggelisahkan dan sangat menakutkan melihat kondisi pandemi Covid-19 di AS yang masih terus meledak, bisa ketambahan sejuta/hari dan yang meninggal ribuan/hari! Sistem kesehatan AS sudah kewalahan tidak berdaya menangani, membiarkannya muncul dan terjadi imunitas-masyarakat, yang cukup kuat (fishik dan keuangan) bisa bertahan hidup, yang lemah dibiarkan saja mati, ....!!! Sangat TIDAK MANUSIAWI, ...

Adalah kenyataan, diantara ekstrimis yang mengaku “MAOIS” itu ada yang terpental keluar ke HK, negara2 barat termasuk Amerika! Dan tentunya terpental keluar dari PKT! Tanpa disadari sikap dan tindakan mereka begitu menyalahi prinsip perjuangan intern PKT, bahkan bertentangan dengan pendirian Mao! Tidak pandai menangkap bagaimana Mao Zedong memperjuangkan dan menangkan pemikiran yang BENAR didalam PKT! Kenyataan dan praktek mereka itu sungguh TIDAK PANTAS disebut “Maois”! Sadar atau tidak, mereka melangkah sejalan dengan penghianat Zhang Guotao itu!

Apa yang diajukan Chen Yun adalah kenyataan yang terjadi, khususnya diawal kebijakan Reformasi dan Keterbukaan di tahun 1980 itu dijalankan, ... Tapi, itulah proses perkembangan maju yang harus dilalui dan sulit dihindari. Namanya juga kesadaran manusia NORMAL umumnya egoistis yaa begitulah! Begitu diberi kebebasan ada saja yang jadi menggila kejar keuntungan tanpa peduli merugikan orang banyak! Terjadi penipuan, pemalsuan, pembajakan karya orang, penyuapan dan setelah menjadi kaya muncul pemikiran maksiat borjuis, dari pemabok, penjudi sampai pelacuran, ... Semua gejala kejahatan ditengah masyarakat yang terjadi itu menjadi TANTANGAN berat PKT dan pemerintah yang berkuasa, mampu tidak mengatasi dan mengendalikan! Tentu PKT juga akan ambruk dengan sendirinya kalau tidak mampu mengatasi gejala-gejala busuk itu! Tapi dipihak lain, hendaknya juga masih bisa melihat kenyataan lain, ditengah kemajuan masyarakat itu PASTI ada bahkan juga cukup banyak yang jalankan usaha dengan jalan yang baik-baik, ...!

Kenapa nenek Tatiana tidak juga berhasil melihat kenyataan selanjutnya, bagaimana PKT berhasil menggerakkan lebih 30 ribu pengusaha atau kapitalis perseorangan besar dan kecil, terlibat menanamkan modal didesa-desa terbelakang yang sangat miskin untuk membantu membebaskan kemiskinan-absolut di Tiongkok! Kenapa tidak juga melihat kenyataan kesejahteraan masyarakat Tiongkok tetap maju dan lebih baik dari tahun ketahun, ...?

Atau masih saja lebih percaya dengan tulisan/berita yang menyatakan PKT segera akan bankrut? Sudahlah, tidur saja dalam tempurungmu meneruskan mimpi indah yang diharapkan itu! Hehehee, ...



From: Tatiana Lukman
Sent: Saturday, January 8, 2022 7:59 PM
To: Chan CT ; GELORA45_In
Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism

Ha…ha… siapa yang mau kasih tahu sama anjing budukan penjaga revisionis sumber dan orang yang menulis artikel itu!! Emangnya gue goblok seperti dirinya!! Justru karena tidak bisa menjawab isi tulisan orang Maois, maka dipakailah dalih “sumber nggak jelas”…. Begitulah cara anjing jaga budukan remo yang sudah lama KO, tidak bisa berdiskusi tanpa debat kusir dan menghindari diskusi to the point!!

Seperti Noroyono dan B(urhanudin) H(arahap), karena nggak punya argumentasi untuk menyanggah postingan saya, selalu mereka menuduh seenak perutnya sendiri, menyerang sumber dan debat kusir!!!



Jelas, Nesare adalah orang yang fair dan jujur dalam berdiskusi dengan saya, tidak berdebat kusir, selalu to the point, walaupun kamipun berbeda pandangan banyak sekali. Tapi Nesare otaknya jalan, masih bisa objektif, jujur, dan tidak munafik!!!



Anjing bulukan remo ini, karena memang sudah mengkhianati M-L-Maoisme, hidup dalam mimpi seolah-olah Partai Kapitalis Tiongkok sedang berkembang JAYA!! JAYA, NENEKLU!!! Dia lupa bahwa ajaran Mao tentang perjuangan dua garis dalam partai tetap berlaku dalam KENYATAAN DAN PRAKTEKNYA. PKT perlahan-lahan berubah menjadi Partai Kapitalis Tiongkok alias partai revisionis. Di dalamnya terdapat anggota Partai yang melawan kebijakan pimpinan revisionis, artinya masih tersisa dalam otak mereka ajaran M-L-Maoisme. Dalam periode awal reformasi kapitalis Deng, lebih banyak lagi perlawanan. Hanya ini ditutupi oleh penguasa, sehingga tidak banyak diketahui umum. Salah satu suara perlawanan yang berhasil diketahui umum adalah surat 170 kader dan anggota kepada Hu Jintao.



Chen Yun, salah satu pimpinan senior PKT, satu generasi dengan Mao, tapi berpihak kepada kaum revisionis, begitu dia melihat bagaimana reformasi kapitalis dijalankan dan sadar akan dampaknya, akhirnya terpaksa berkata:



: “Begitu diumumkan keterbukaan terhadap dunia luar dan dijalankannya politik yang lebih luwes, beberapa kader dalam partai , Pemerintah dan militer, bersama dengan anak-anaknya, langsung dengan tergesa-gesa terjun kedalam dunia usaha. Menurut sejumlah survei (lebih dari 12) yang dilakukan terhadap kota dan provinsi, sejak kwartal keempat tahun lalu telah didirikan lebih dari 20 ribu usaha. Mayoritas dari 20 ribu usaha itu didirikan melalui koneksi antara pejabat-pejabat ini dengan bisnis ilegal baik dalam negeri maupun luar negeri. Mereka menggunakan lubang-lubang di reformasi untuk melakukan segala macam transaksi ilegal termasuk pembelian dan penjualan ilegal, penyuapan dan penerimaan suapan, pembayaran dibawah meja, pemalsuan fakta-fakta, penghindaran pembayaran pajak, pembuatan dan penjualan obat palsu, anggur palsu, pembunuhan, penjualan dan pertunjukan pornografi dan menarik wanita kedunia pelacuran. Semua hal yang busuk dan buruk ini telah terjadi. Ideologi kapitalis hina “Hanya uang yang penting” sedang dengan serius mengikis Partai dan masyarakat kita. Kita ingin membangun sosialisme dan kita harus dengan teguh memblokir dan mencabut sampai keakar-akarnya pikiran dan kelakuan yang jahat dan jelek ini. Kita harus memobilisasi dan mengorganisasi Partai kita dan semua kekuatan sosial untuk berjuang dengan amat teguh melawan gejala ini.” ( Pilihan Karya Chen Yun, Jilid iii, hal. 355, 356)



Praktek kejahatan kader serta anak-anaknya yang dibelejeti Chen Yun itulah yang telah melahirkan kelas kapitalis monopoli besar yang bersarang di PKT dan Negara serta kaum bilyuner yang merangkap menjadi anggota Partai atau Kongres Rakyat!!!



Kasihan sekali si Chen Yun ini!!Tak berdaya dia menghadapi kapitalisme brutal yang berangsur-angsur menguasai ekonomi dan masyarakat Tiongkok.



Anjing jaga budukan remo Chan , betapapun petantang petenteng membela tuannya, praktek dan kenyataan yang dia tidak mau melihatnya, akan terus memperlihatkan dan membelejeti watak neo-kolonial-imperialis dari Kekaisaran Xi....







Sent from Mail for Windows
Sent from Mail for Windows



From: Chan CT
Sent: Friday, January 7, 2022 9:27 AM
To: GELORA45_In; Tatiana Lukman
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



SETUJUUUU, ...! Tidak ada teori-teori revolusioner yang mandeg, beku mati tidak berubah dan berkembang, ... Selalu maju teruuus sesuai perkembangan dan perubahan jaman! Dan setiap orang boleh-boleh saja beda pendapat bahkan menentang perubahan yang terjadi, tapi TETAP TIDAK ADA yang bisa menyangkal KEBENARAN TEORI itu dibuktikan dalam PRAKTEK! Secara OBJEKTIF Melihat dan mengakui HASIL pelaksanaan TEORI itu, BERHASIL atau TIDAK?! Melihat keberhasilan sesuai kenyataan yang ada, perbaiki saja kekurangan dan kesalahan yang ada untuk teruuuus maju lebih baik dan cepat! TIDAK PERLU perdebatkan dari teori ke teori, mengadu kebenaran dari siapa mengatakan begini siapa mengatakan begitu, dahulu mengatakan begini sekarang begitu dsb. dll, ... dimana diantara kita sudah terjadi berpuluh tahun tiada habis dan akhirnya sampai berbuih-buih! Untuk apa menghabiskan waktu dan energi saja! CUKUP dan LEBIH BAIK lihat hasil praktek dan kenyataan yang terjadi saja!



Lhaaa, ... 4 BESAR yang mengakibatkan begitu buuuaaanyak kader/tokoh/rakyat terbaik Tiongkok menderita, teraniaya, tersiksa bahkan jatuh korban TANPA kejelasan HUKUM, ... Dan KESALAHAN SERIUS yang sangat TIDAk manusiawi pernah terjadi sudah dikoreksi dan menjadi KESIMPULAN Kongres PKT masih juga hendak dibela mati-matian! Kalau saja SATU PERISTIWA dengan sasaran begitu besar dan luas, tidak hanya menyasar kader utama PKT, dari 33 anggota Politbiro (Kongres ke-VIII PKT) ada 20 yang diganyang dan dijatuhkan, bahkan TANPA BUKTI kesalahan politik ratusan ribu intelektual jadi sasaran yang dihujat sebagai Si-BUSUK ke-9! (臭老九) Lalu, apa yang dan siapa yang hendak dibela? KEJADIAN yang MENYALAHI PRINSIP Perjuangan Mao sendiri, keharusan memperkecil dan memusatkan sasaran pada segelintir tokoh yang menentukan saja, dan, .... menghadapi kawan yang berbuat kesalahan KEHARUSAN menitik beratkan pada PENDIDIKAN, bukan pada sasaran pribadi seseorang, apalagi menggunakan kekerasan secara tidak manusiawi!



Bukankah gejala-gejala yang nyata terjadi selama RBKP itu membuktikan KEBABLASAN DEMOKRASI yang dijalankan dan sudah berubah menjadi ANARKIS yang tidak terkendalikan! Semua orang yang sedikit saja beda pendapat, berani mengeritik pelaksanaan kebijakan “Maju Melompat”, “Komune Rakyat” sudah dituduh “penempuh jalan kapiatalis”, “ANTI-Sosialisme” yang patut diganyang, ... TANPA BUKTI AKURAT boleh saja menuduh “PENGHIANAT”, “Mata-mata, MUSUH dalam selimut” yang boleh saja disiksa secara kejam sampai meninggalpun harus dibakar TANPA dijalankan pemakaman secara manusiawi dengan menyangdang nama sebenarnya dan memberitahu keluarga, ...!



Lalu, ... pernah tidak perhatikan bagaimana gembong-gembong UTAMA yang membawa Garda Merah begitu GARANG nya mengganyang pejabat dan tokoh-tokoh yang dituduh “Penempuh Jalan Kapiatalis” itu? BENAR begitu BIADAB naruni mereka sesungguhnya? Bagaimana pemikiran mereka dikemudian hari, ...? Tentu saya tidak melakukan penelitian berapa persen diantara mereka yang akhirnya MENGAKUI KESALAHAN kekejaman kemanusiaan yang mereka lakukan, sekadar mengangkat beberapa diantara mereka yang ketika itu sangat terkenal radikalis dengan berteriak keras sangat ekstrim dan bisa saya ingat saja. Tapi, yang PASTI, diantara tokoh utama aktivis Garda Merah itu TIDAK SEORANG pun yang pantas ditampilkan menjadi TELADAN dan PELOPOR anggota PKT apalagi menjadi pemimpin rakyat Tiongkok yang baik!



Entah nenek Tatiana ingat tidak dengan nama Chen XiaoLu, putranya Marsekal Chen Yi yang ketika itu Menlu dan Song Binbin, putrinya Jenderal Song Renqiong, seorang gadis remaja yang mendapat kehormatan mengalungkan ban “Garda Merah” dilengan Ketua Mao saat rapat akbar Garda Merah di Lapangan Tian An Men. Sementara ada tulisan Song Binbin dimasa RBKP yang ketika itu ramai di perbincangkan, saat mengalungkan ban “Garda Merah” dilengan ketua Mao, ada pembicaraan Binbin dengan Ketua Mao yang tanya kenapa masih menyandang nama Song Binbin yang berbau feodal? Lalu, lebih lanjut ketua Mao menyatakan: “Bukankah wanita Tiongkok modern tidak lagi suka gincu berhias tapi lebih suka senjata! Dan anda menjadi pelopor Barisan Berontak Revolusioner dengan kekerasan senjata? Ganti saja menjadi Song YaoWu (= Mau Senjata)!”

by Akshay Narang

December 30, 2021

in China

Reading Time: 4 mins read





Do you want to see what a failed State looks like? Well, just look at China. The coffers of local governments are running empty, public officers are being denied their wages, celebrities and businessmen are being extorted, and the commoners are being publicly humiliated over a disease outbreak that the government can’t control.

China going bankrupt



Ever heard of Chanakya? He was an ancient Indian political and economist— arguably the greatest one to have existed in recorded human history. He propounded what is called the Saptang Theory of State. Chanakya said that there are seven elements of Statehood and without them a nation cannot exist— one of them being Kosha (The Treasury).



Well, we don’t know about the other six elements, but China does lack Kosha for sure. China’s local government debts have been rising to staggering levels and the official numbers don’t matter, it is the so-called hidden local government debt that matters.



Provincial authorities raise money through bonds sold by local government financing vehicles, or LGFVs. The debts don’t show up on balance sheets but they do exist. At the end of 2020, local government hidden debts in China stood at US$7 trillion. This is equal to 44 percent of China’s gross domestic product (GDP).



And to make it worse, Chinese provinces are no longer able to raise money through land sales that had got them going till now. There is a property sector slump in China, and well, no one wants to invest in land plots.



Local governments resorting to extortion



What do brutal governments do when they don’t have money? Well, they loot the citizens. You may call it extortion or daylight robbery, and this is exactly what is happening in China.

Bazhou, a troubled county-level city in China’s Hebei province, for example, used “bogus tax” to ramp up its revenues. It has been hunting businesses with a tax allegedly covering “procedural costs,” violating regulations. In Hangzhou, local tax authorities decided to raise some money by imposing a fine on “livestreaming queen” Huang Wei, known as Viya. The celebrity has been asked to cough up $210 million for tax evasion.

Pay cuts



Many provinces in China are refusing to extort their citizens. They have a simpler solution— don’t pay your employees and save money.

A social media post written by a Hangzhou municipal government employee has gone viral in China. She wrote, “My annual pay is going to be slashed by around 25%. That’s 50,000 yuan ($7,850) less. How can I live?”

But on the brighter side, this woman employee in Hangzhou is not the only one seeing a quarter of her salary vanish all of a sudden.

Pay cuts in Tianjin are around 20%. Shanghai has reported a case with a 30% reduction. The salary of a police station chief is expected to be cut significantly from the present 350,000 yuan. And significant pay cuts were also observed in Guangdong and Jiangsu.



Chinese government employees are facing what every employee hates. And the Chinese Communist Party (CCP) is trying to be a smart employer. It announced pay cuts without any official announcement and suddenly the employees came to know that they have to make do in lesser money. The Communist Party also maintains a tight grip over its officials and will crack down if there is much resistance to the drastic pay cuts.

Public humiliation for COVID-19 rules violators



The Chinese economy is definitely in a bad state. And it is getting even worse because the CCP is failing to effectuate its ‘zero Covid’ policy.

Armed riot police in southern China publicly shamed and paraded four alleged violators of COVID-19 rules through the streets. Public shaming as a mode of punishment is banned in China. In fact, it has been banned all across the world except under the reign of some brutal and conservative governments. But Chinese local governments are increasingly using public shaming as a mode of censuring violators of COVID regulations.



To an outsider, there might not be a relationship between the bogus taxes, pay cuts, fines on celebrities and public humiliation. But the Professor thinks otherwise, and no I am not talking about the Money Heist guy. I am talking about a Chinese professor, Sun Liping, at the Tsinghua University, which is Chinese President Xi Jinping’s alma mater.

Liping has written a series of articles tying together the Viya tax fine, cuts in public servants’ pay, the issue of property taxes and the “bogus tax” of Bazhou. He compares China’s situation with 19th century Peru, where the replacement of bird droppings by synthetic fertiliser in European agriculture led to an economic crisis.



So, the property sector slump in China is its 21st-century Peruvian bird droppings. Now, as the source of revenues in land sales dry up, Chinese provinces are moving into bankruptcy, and all the events point at just one finding— China is becoming a failed State









Sent from Mail for Windows



From: Chan CT
Sent: Thursday, January 6, 2022 3:58 AM
To: GELORA45_In; Tatiana Lukman
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Ini nenek seperti mbok pemakan sirih, kesukaannya mengunyah-ngunyah teori-teori sampai ludah berbuih merah lalu diludahkan keluar, ...! Menjijikkan, sangat menjijikkan! Bersukurlah dijaman modern sekarang ini sudah nyaris tidak ada lagi mbok pemakan sirih, ... Sudah seharusnyalah ditinggalkan jauh-jauh!



Tidak disadari dbahwa teori diangkat dari praktek dan dibuktikan kebenaran teori itu melalui praktek, bukan dan tidak selalu bisa diselesaikan ditengah diskusi perdebatan saja. Jadi, ... kenapa tidak berani atau tidak mau melihat haris praktek yang dijalankan saja!



Apa yang belum saya jawab? Lha jelas-jelas 4 besar masa RBKP itu adalah KESALAHAN yang terjadi, kebablasan menggerakkan massa Garda Merah bangkit melancarkan pemberontakkan terhadap yang dituduh markas komando Penempuh Jalan Kapitalisme, ...! Merupakan KESALAHAN anarkisme dan tanpa dasar fakta autentik, sudah merupakan fitnah terhadap PRIBADI pejabat-pejabat tinggi yang hendak dijatuhkan itu. Tanpa bukti akurat sudah meneriakkan penempuh jalan kapitalis, penghianat bangsa dan mata-mata dalam selimut! Memperlakukan Presiden RRT, Liu Shaoqi sebagai musuh yang boleh saja dianiaya secara fisik dan tidak diperlakukan sebagai manusia. SEMUA SIKAP BRUTAL yang terjadi demikian tidak manusiawi itu jelas-jelas BERTENTANGAN dengan FMTT dan menampar mulut Mao Zedong! Begitulah Kongres 11 PKT akhirnya BERHASIL membuat kesimpulan kesalahan-kesalahan serius RBKP secara menyeluruh.



Gerakan Maju Melompat dan membubarkan Komune Rakyat juga sudah ada pelurusan melalui Kongres PKT, yang dianggap telah melampaui tingkat kesadaran masyarakat ketika itu, dianggap terlalu cepat BELUM tiba saatnya untuk meningkatkan revolusi sosialisme dimana tenaga produktif masih terbelakang dan sangat lemah, ... kapitalis dan hak milik perseorangan atas alat produksi masih harus diberi kesempatan hidup dan dikembangkan untuk mendoron maju pertumbuhan industri dan ekonomi nasional. Begitulah Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok disamping hak-milik NEGARA yang UTAMA dan menentukan, tetap memperkenankan hak-milik kolektif dengan utamanya koperasi-desa, juga tetap mengembangkan hak-milik perseorangan atas alat produksi, ...



Dan dengan jalankan ekonomi pasar sosialis yang menjalankan keseimbangan antara Ekonomi Pasar dan Ekonomi Perencanaan, disamping tetap menjalankan perencanaan lima tahun juga diimbangi dengan jalankan hukum ekonomi pasar yang berlaku. Bukankah setelah dipraktekkan dalam 40 tahun terakhir ini, ... terjadi kemajuan dahsyat yang menakjubkan dunia, baik dibidang ekonomi, teknologi maupun militer!

Bukankah KEBERHASILAN RRT itu telah memaksa AS menjadikan RRT ANCAMAN TERBERAT!

Bukankah RRT ditahun 2020 telah memproklamasikan BERHASIL membeb askan lebih 700 juta rakyatnya dari kemiskinan-absolut!

Bukankah RRT ditahun 2019 telah membuktikan kemampuan dan keberhasilan menangani dan mengendalikan pandemi COVID-19 dalam 70-an hari, sedang negara-negara maju, khususnya AS yang selama ini berteriak mempunyai sistem kesehatan termaju didunia keok, setelah kewalahan lebih setahun, sampai kemarin ini diberitakan hampir 1 juta warga terjangkit perhari dan ribuan yang meninggal setiap harinya,...!







From: Tatiana Lukman

Sent: Friday, December 31, 2021 8:46 PM

To: Chan CT ; GELORA45_In

Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Dengan Lusi saja jelas ada pertanyaan yang si agen remo dengan sadar tidak bias menjawabnya. Dengan saya, uih banyak sekali pertanyaan yang engkau lewati dan tak dijawab… Misalnya, mengapa 4 Besar dihapuskan oleh Deng Xiaoping? Apa mode of production yang berdominasi di China? Mengapa dihapuskan status kerja tetap? Mengapa dibubarkan Komune Rakyat?

Kaum revisionis selalu bilang sekarang di china adalah tahap awal dari sosialisme, lantas Revolusi Nasional Demokratis itu tahap apa? Dengan menyalahkan Mao terlalu cepat membabat kaum kapitalis, dihidupkan dan didorong perkembangan kaum kapitalis. Dalih yang dipakai si Chan, seolah-olah sekarang ini tahap Revolusi Demokrasi baru di mana kaum kapitalis merupakan sekutu. Saya pernah tanya, kalua sekrang tahap RDB, siapa musuh2 revolusinya? Di zaman Mao, ketika memimpin RDB, musuhnya adalah kaum tuan tanah feudal, kapitalisme birokrat dan imperialisme. Apakah rezim Deng melawan tuan tanah feudal, kapitalisme birokrat dan imperialisme?? Ini tak pernah dijawab dari dulu. Sifat kontradiksi China sekarang dengan imperialisme AS TIDAK SAMA dengan kontradiksi Tiongkok dulu dengan imperialisme AS. Dulu, Tkk melawan imperialisme AS melalui dukungan kongkrit kepada perjuangan pembebasan nasional rakyat sedunia. Sekarang China melawan imp. AS karena rebutan pasar, bahan baku, ruang untuk penanaman modal dan pengaruh politik untuk mendapat bagian dalam dalam mendominasi dunia.

Pertanyaan; mengapa diubah konstitusi PKT dengan mengijinkan kaum kapitalis/penghisap menjadi anggota PKT? Sedangkan dulu kaum kapitalis harus meninggalkan praktek penghisapannya, baru bias jadi anggota PKT.. Dengan begitu, apakah tidak merevisi watak kelas PKT sebagai pelopor kelas buruh??



Sekarang agen remo menggunakan dalih MENGEMBANGKAN TENAGA PRODUKSI. APAKAH TIDAK TAHU BAHWA JUTAAN BURUH KEHILANGAN PEKERJAANNYA KETIKA PERUSAHAAN NEGARA DITUTUP/DIJUAL DENGAN HARGA MURAH?? APAKAH MENGEMBANGKAN TENAGA PRODUKSI MELALUI PENGANGGURAN??? APAKAH 6 JUTA PENDERITA PENYAKIT PNEUMOCONIOSIS ITU HASIL DARI PENGEMBANGAN TENAGA PRODUKSI???



JAWAB DULU PERTANYAAN DIATAS…TO THE POINT!! JANGAN DEBAT KUSIR!!!

Sent from Mail for Windows
Sent from Mail for Windows



From: Chan CT
Sent: Thursday, December 23, 2021 2:28 AM
To: GELORA45_In; Tatiana Lukman
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Ini nenek Tatiana BETUL-BETUL sudah menjadi ekstrimis-radikalis, ...! Didunia ini hanya ada satu jalan menuju SOSIALISME, tidak berani melihat kenyataan beraneka-ragam kondisi masyarakat dan negara-negara didunia ini, yang TIDAK MUNGKIN dipatok yang satu inilah model JALAN SOSIALISME yang benar! Jadi, yang berbeda adalah SALAH dan harus diganyang, ... bahkan disudutkan jadi satu dengan kapitalisme-monopoli dan imperialisme! Padahal dalam kenyataan juga SUDAH TIDAK mungkin didunia ini terjadi sekali lagi macam Revolusi Oktober yang dijalankan Lenin-Stalin, saat menggulingkan kekuasaan Tsar Rusia dan mendirikan Sovyet Uni, negara sosialis pertama didunia. Proletariat melancarkan pemberontakan di kota dan begitu merebut kemenangan membabat kapitalis! Model atau jalan macam begini TIDAK akan terulang dan terjadi lagi didunia, ... Dan, akhirnya roboh dengan sendirinya setelah lewat 70 tahun!



Bukankah kenyataan juga sudah membuktikan, berbeda dengan jalan yang ditempuh Rusia, Lenin-Stalin, Mao menemukan dan menempuh sendiri jalan menuju Sosialisme sesuai dengan KONDISI Tiongkok! Jalan yang ditempuh Mao di Tiongkok, bukan merebut kemenangan dari kota, tapi dari desa mengepung kota! Bukan dan tidak mungkin langsung membabat kapitalis, tapi tetap mengajak kapitalis-kapitalis untuk ikut serta membantu dan membangun ekonomi Tiongkok! Justru karena terjadi proses perjuangan membangun daerah-basis, kekuasaan rakyat didesa-desa dengan penuh kesulitan dan penderitaan dimasa perang melawan Jepang dan perang pembebasan itulah, kekuasaan Rakyat Tiongkok dibawah pimpinan PKT berhasil melestarikan kekuasaan dan lebih lanjut membangun Tiongkok lebih sejahtera dan jaya sampai sekarang ini! Disaat dunia dilanda pandemi Covid-19, negara-negara maju bahkan AS yang selalu membanggakan sistem kesehatan termaju didunia, sampai sekarang setelah lewat hampir 2 tahun dengan jatuh lebih 800 Ribu korbvan jiwa, BELUM juga berhasil mengatasi dan mengendalikan merebaknya pandemi Covid-19! TIONGOK, Republik Rakyat Tiongkok yang dimaki-maki nenek Tatiana ini, justru menjadi satu-satu negara didunia ini yang BERHASIL dalam 70 hari mengatasi dan mengendalikan wabah pandemi Covid-19, ... kembali berangsur-angsur kerja produksi dan hidup normal!



Bahwa dalam poerjalanan lebih 70 tahun, setelah Republik Rakyat Tiongkok ditegakkan, tidak ada yang perlu disangkal juga terjadi tidak sedikit riak-riak, kesalahan-kesalahan yang terjadi bahkan jatuh banyak KORBAN, ... Itulah proses pengenalan yang seringkali sulit dihindari! Disana-sinia terjadi kesalahan kebijakan sampai kebablasan sejak jalankan penyitaan tanah, penetapan tuan-tanah jahat, kapitalis-jahat, penipuan, perampokkan, perkosaan, ... bahkan muncul banyak pejabat daerah sampai pusat terjadi korupsi, TIDAK PERLU DISANGKAL. Adalah kenyataan yang terjadi ditengah masyarakat dalam proses kemajuan dan kesadaran yang tidak terhindarkan dan merupakan tantangan berat bagi PKT untuk mengatasi dan meneruskan tugas berat yang harus dipikul, ...!



Tapi, riak-riak dan kesalahan yang muncul seiring dengan setiap proses perkembangan itu, harus dilihat secara TEPAT sebagai yang pokok atau sekunder, ... setiap pemimpin harus objektif melihat kenyataan yang terjadi, tidak membesar-besarkan keberhasilan sesuai keinginan dan harapan subjektif, juga sebaliknya tidak mengecilkan bahkan meniadakan kesalahan, kegagalan yang muncul! Bahwa kenyataan terjadi penghisapan berlebih terhadap sementara buruh, baik pelanggaran polusi, kerusakan limbah yang merusak kesehatan buruh, sampai pada jam kerja lembur yang tidak dibayar semestinya bahkan terjadi bunuh-diri, ... Tapi, juga harus melihat dan mengakui kenyatan Pemerintah Tiongkok TIDAK MEMBIARKAN kesalahan2 begitu! Tetap masih bisa menangani dan mengatasi dengan baik, ... Begitulah kita semua bisa saksikan bersama RRT dibawah pimpinan PKT pandai secara objektif melihat keberhasilan dan kesalahan/kegagalan yang harus dikoreksi untuk majuuu terus lebih baik dan lebih cepat! Saya melihat inilah yang terjadi di Tiongkok, masih terus maju lebih baik, lebih sejahtera dan akan tumbuh menjadi negara kuat didunia!



Jadi, janganlah berprilaku seperti PREMAN yang dijalankan AS menjadi polisi dunia, lalu menggebuki negara-negara yang tidak sesuai jalankan “demokrasi”, “humanisme” dengan pemikirannya sendiri! Bukan saja menggebuki negara-negara Arab yang mengakibatkan penderitaan dan jatuh korban jutaan rakyat, ... Lalu, berusaha menghadang perkembangan RRT yang terus maju begitu cepat, menuduh RRT tidak demokratis dan melanggar HAM, tanpa segan-segan memfitnah RRT jalankan kerja-paksa dan genosida terhadap suku Uighur di Xinjiang!



Begitu juga pandangan nenek yang satu ini tidak beda dengan semua sikap dan tindak-tanduk AS membuktikan dirinya SANGAT TIDAK DEMOKRATIS bahkan KEJAHATAN HAM-BERAT!!! Bukan saja tidak bisa menerima dan menghormati perbedaan demokrasi yang dijalankan bangsa dan rakyat negara lain, tapi juga tidak berhasil melihat kenyataan KEMAJUAN pertumbuhan jumlah suku Uighur. Berdasarkan sensus 2020, penduduk Uighur mencapai 25,85 juta orang meningkat 4,04 juta orang dibanding tahun 2010, dan ditahun 2020 juga penduduk Uighur dinyatakan sepenuhnya bebas dari kemiskinan-absolut! Sebaliknya suku Indian di Amerika sendiri yang mengalami genosida, terus menurun dan nyaris musnah, ... sungguh sangat memprihatinkan dan menyedihkan!





From: Tatiana Lukman

Sent: Wednesday, December 22, 2021 9:35 PM

To: Chan CT ; GELORA45_In

Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Ha…ha… pepesan kosong , MASIH MAU NGOTOT, TANPA ARGUMENTASI DAN FAKTA, TIDAK MENGAKUI PERBEDAAN POKOKNYA PADA WATAK KELAS PERJUANGAN KELAS MAO DAN KAISAR XI JINPING!!! Mao sudah menjawab kaum revisionis DENGAN menertawakan mereka yang “ menyeret langkah seperti nenek-nenek yang diikat kakinya, sehingga jalannya terhuyung-huyung sambal mengeluh dan berteriak ‘hei kalian jalan terlalu cepat’’ !! Alasan “terlalu cepat membabat kaum kapitalis adalah dalih untuk menutupi keinginan kaum revisionis untuk TIDAK MEMBANGUN SOSIALISME!!!



Belum juga menjawab berkaitan dengan tuduhan ngawur kepada Lenin dan Stalin terlalu pagi membabat kapitalisme, lantas dimana bedanya dengan Revolusi borjuis Perancis 1789?? Apakah Lenin harus melakukan revolusi borjuis, untuk mengembangkan kapitalisme??? Bener-bener otak orang yang gobloknya nggak ketulungan si Chan ini!! Kenapa orang bilang Revolusi sosialis??? Dengan bilang Lenin dan stalin terlalu pagi membabat kaum kapitalis artinya si remo yang gila ini ingin menegasi/memungkiri dan menghujat Revolusi Oktober !!?? Wow, sungguh HEBAT TIKUS REMO INI yang otaknya ditaruh di pantat!!



Masih petentengan bilang soal melenyapkan kelas???!!!Dengan reformasi kapitalis Deng Xiao-ping itu ingin melenyapkan kelas??? Wong kelas borjuis yang lari ke Hongkong dan Taiwan pada kembali lagi menanam modalnya di Tkk daratan untuk menghisap dan memeras buruh Tiongkok, dimana faktanya mau menghilangkan kelas??? Tuh lihat 6 juta penderita pneumopconiosis, hasil nyata dan fakta dari cara Deng Xiaoping mengembangkan tenaga produksi melalui pembunuhan pelan-pelan terhadap kaum buruh!! Buruh Foxcon loncat bunuh diri…Mengapa?? OO, karena bahagia dengan cara Deng mengembangkan tenaga produksi?? Caranya, ya itu, membuat buruh sampai putus asa, sehingga hanya melihat jalan keluarnya, loncat bunuh diri!!!





Buruh penderita pneumoconiosis, penyakit akibat kerja yang paling umum. Diperkirakan terdapat 6 juta penderita pneumoconiosis di Tiongkok



Buruh Foxconn protes kondisi kerja tak berperikemanusiaan dengan loncat dari gedung pabrik



Negara maju belum tiba waktunya membabat kapitalis?? Apa sih tahunya si Chan tentang gerakan buruh/progresif di negeri-negeri maju?? Tahu nggak sih bahwa KAUM KAPITALIS MONOPOLI BESAR adalah KELAS PENGUASA YANG SESUNGGUHNYA DI NEGERI-NEGERI MAJU YANG TELAH MENGUBAHNYA MENJADI KEKUATAN IMPERIALIS!!! Justru karena dunianya si agen remo ini hanya negeri leluhurnya yang dijunjung secara membabi buta, tidak mungkin dia tahu tentang apa yang dikerjakan oleh buruh dan orang progresif lainnya di negeri-negeri yang disebutnya “negeri maju” itu.



Seperti biasa, si remo chan ini selalu debat kusir. Bukannya menjawab SEMUA PERTANYAAN YANG SAYA AJUKAN, TAPI MENGAJUKAN MASALAH LAIN LAGI, SOAL Maju Besar Melompat Kedepan dan PENG TE HUAI!!!!Itu satu tema besar lain dan kalua mau jujur, justru menunjukkan kemunafikan Liu-Deng dan kawan-kawannya. Tapi tak mau saya mengikuti debat kusir agen remo ini… Jawab dulu SEMUA PERTANYAAN YANG SAYA AJUKAN DALAM POSTINGAN SAYA….



Mau tahu pendapat orang yang sangat dikenal oleh semua anggota keluarga Siauw tentang sosialisme dengan ciri Tkk, ketika saya kirimi fakta di Congo di mana orang-orang china lari tunggang langgang digebuk…??? Sangat betul sekali, kejahatan imperialisme Tkk mungkin melebihi kejahatan kolonialisme Belgie!!!!



“Ya, tingkah laku yang sama hakikinya dan malah mungkin melebihi kejahatan kolonialisme Belgie, neo kolonialisme Amerika , dan mencatut nama sosialisme yaitu Sisialisme dengan karakteristik Tiongkok”.









Sent from Mail for Windows



From: Chan CT
Sent: Wednesday, December 22, 2021 1:18 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Iyaaa, ... BETUUUL, yang menjadi perbedaan pokok BUKAN penyangkalan klas dan perjuangan klas, tapi KAPAN dan BAGAIMANA melenyapkan klas! Deng menganggap kesalahan Lenin, Stalin dan Mao TERLALU PAGI/CEPAT MEMBABAT KAPITALIS! PERJUANGAN RAKYAT DITINGKAT SEKARANG, dimana masyarakat masih sangat miskin, tenaga-produksi masih sangat terbelakang, bahkan di NEGARA-NEGARA MAJU DIDUNIA SEKALIPUN, juga BELUM TIBA WAKTUNYA MEMBABAT KAPITALIS,...! Tingkat perjuangan rakyat sekarang ini, masih harus membiarkan kapitalis tumbuh dan berkembang, kapitalis tetap di ikut sertakan menodorong perkembangan ekonomi nasional lebih cepat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak lebih dahulu! Setiap pemerintah yang berkuasa harus menegakkan HUKUM sebaik mungkin, cukup membatasi PENGHISAPAN KAPITALIS-KAPITALIS berlebihan saja! Sebaik mungkin melakukan keseimbangan keuntungan kapitalis yang didapatkan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat banyak sesuai pertumbuhan ekonomi setiap tahun. CUKUP menindak tegas kapitalis nakal yang berani melanggar HUKUM termasuk penggelapan pajak saja, ...! Ini pertama;



Kedua, pertentangan klas-klas yang tajam dan antagonis tak terdamaikan itu TIDAK BERARTI boleh saja melupakan dan menginjak HAM seenak udelnya sendiri, ... menghakimi sendiri TANPA MELALUI PROSES HUKUM yang ADIL! Itulah KESALAHAN yang banyak terjadi dimasa “Maju MELOMPAT” setelah 1958 dan puncaknya kerusuhan 10 tahun RBKP, ... Akibatnya BANYAK JATUH KORBAN yang TIDAK DIPERLUKAN! Karena terjadi tindakan BRUTAL main menghakimi sendiri tanpa jalankan proses HUKUM dengan baik dan sebenarnya harus dihindari! Begitulah Marsekal Peng Dehuai jatuh korban, satu-satunya jenderal di Tiongkok yang sempat dipuji dalam puisi yang dibuat Mao sendiri, seorang jenderal yang ditugaskan memimpin Perang Korea dan berhasil mengalahkan jenderal Mc Arthur kebanggaan AS itu! Jatuh korban hanya karena mengajukan pendapat dan mengkritik kebijakan Komune Rakyat, lalu dituduh anti-sosialisme, anti-Mao dan, ... diperlakukan tidak manusia sampai merenggut jiwa kepahlawannya! Begitu juga dengan Liu Shaoqi dan termasuk 3 anaknya jadi korban yang tidak seharusnya terjadi!







From: Tatiana Lukman

Sent: Wednesday, December 22, 2021 4:40 AM

To: Chan CT ; 'Jonathan Goeij' via GELORA45

Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Ah, bla-bla-bla pepesan kosong agen remo!!!Masalah Revolusi Demokrasi Baru dan Pembangunan sosialis sudah saya bahas baik dalam tulisan di Sulindo maupun dalam perdebatan dengan agen remo Chan. Bahkan dulu pernah si Chan ini berdebat dengan bung Tan Sie tik. Sama sekali tidak bias membantah argumentasi yang diajukan. Jelas, pada tahap RDB, borjuasi nasional bukan musuh revolusi, maka itu mereka yang tidak menentang RDB, dianggap sekutu. Tapi perusahaannya disita negara, dan mereka masih mendapat dividen. Penghisapan dibatasi melalui peraturan dan UU yang melindungi kaum buruh. TAPI TAHAP INI ADA AKHIRNYA, DAN TIONGKOK MASUK DALAM TAHAP PEMBANGUNAN SOSIALISME DI MANA KONTRADIKSI POKOK ADALAH ANTARA RAKYAT DENGAN KAUM BORJUASI. DISINILAH KONTRADIKSI ANTARA MAO DENGAN KAUM REVISIONIS LIU-DENG YANG INGIN TERUS MEMPERTAHANKAN DAN MENGEMBANGKAN KEPEMILIKAN TANI ATAS TANAH DENGAN MENENTANG GERAKAN KOMUNE RAKYAT.



Maka itu si Chan remo ini berkali-kali menuduh Mao TERLALU PAGI MEMBABAT KAUM KAPITALIS, BAHKAN LENIN-STALIN PUN DIKRITIK KARENA MEMBABAT KAUM KAPITALIS. MAKA SAYA TANYA, KALAU LENIN, STALIN, MAO TIDAK MEMBABAT KAUM KAPITALIS, LANTAS DI MANA BEDANYA REVOLUSI SOSIALIS DENGAN REVOLUSI BORJUIS PERANCIS 1789?? TAK PERNAH DIJAWAB OLEH CHAN!!! AYO JAWAB DULU PERTANYAAN ITU!!!!



Dan baca baik-baik pendapat Mao tentang kontradiksi pokok antara kelas pekerja dan klas borjuasi adalah kontradiksi pokok di Tiongkok, ketika Revolusi Demokrasi Baru sudah dianggap SELESAI PADA POKOKNYA, MAKA KELAS BORJUASI SUDAH MENJADI MUSUH DALAM PEMBANGUNAN SOSIALISME.



Pada bulan Juni 1950, setelah kemenangan Revolusi Demokrasi Baru, Mao mengkarakterisasi situasi sebagai berikut:” Pada akhirnya kaum borjuasi na-sional tidak akan ada lagi, tetapi pada tahap saat ini kita harus mengumpulkan mereka di sekitar kita dan tidak mendorong mereka keluar. Di satu pihak, kita harus berjuang menentang mereka, di lain pihak kita harus bersatu dengan mereka.” (”Jangan memukul ke semua arah” PT MTT V).



Dua tahun kemudian, situasi sudah begitu berubah sehingga Mao menggaris bawahi: ”Kontradiksi antara klas pekerja dan klas borjuasi adalah kontradiksi pokok di Tiongkok” (Ibid, 77).



JAWAB DULU PERTANYAAN DIATAS ITU CHAN!!!!





Sent from Mail for Windows



From: Chan CT
Sent: Tuesday, December 21, 2021 1:17 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Pemimpin Tiongkok sejak Mao samp Xi Jinping sekarang ini TIDAK seorangpun yang menyangkal adanya klas dan perjuangan klas! Yang jadi masalah kapan dan bagaimana klas kapitalis dihilangkan! Dan yang juga menjadi penekanan dan penegasan sejak Mao, bagaimanapun juga kapitalis adalah juga MANUSIA normal yang TETAP HARUS diperlakukan secara MANUSIAWI!



Sejak tahun 1945, dimana pemikiran Mao Revolusi Demokrasi Rakyat dimenangkan dan menjadi Garis PKT, sejak itu struktur ekonomi Tiongkok tidak hanya BUMN, milik negara (sebelum 1 Okt. 1949 milik Pemerintah Rakyat setiap daerah basis revolusioner), tapi juga mempertahankan berlakukan milik perseorangan kapitalis dan milik kolektif (koperasi). Struktur ekonomi macam inilah yang tetap diberlakukan setelah RRT didirikan 1 Oktober 1949 yang kemudian hanya berlakukan BUMN, milik negera sejak 1958. Dan, sejak tahun 1980 kembali berlakukan struktur ekonomi BUMN, milik kolektif dan milik kapitalis perseorangan! Dengan BUMN yang utama sebagai jaminan pemerintah tetap pertahakan pegang tali kendali ekonomi nasional.



Dimasa Mao sebenarnya juga ada kapitalis yang menjadi anggota PKT, contoh klasik yang diajukan Rong Yi Ren, kapitalis Shanghai yang berani dan banyak membantu PKT. Tentu tidak semua kapitalis bisa jadi anggota PKT, ... yang perlu diingat, sebagaimana manusia normal, diantara kapitalis kapitalis itu juga tidak sedikit yang peduli dan berani pertaruhkan jiwa mendukung gerakan revolusi rakyat! Bahkan Mao sendiri tidak segan-segan menyatakan, TANPA dukungan kapitalis revolusi Tiongkok tidak bisa menang! Lalu, apa dan dimana salahnya adanya kapitalis menjadi anggota PKT?



Tentu kalau saja kwalitas PKT berubah setelah banyak kapitalis rongsokan, menjadi tercocok hidung oleh klas kapitalis dan melupakan perjuangan RAKYAT sesungguhnya! Untuk itu, mudah saja kok, lihat saja gerak langkah yang dijalankan, lebih menguntungkan rakyat banyak atau segelintir kapitalis, ... Siapa bisa bilang DEMOKRASI RAKYAT Tiongkok hanya dinikmati borjuis? Bukankah kenyataan semua kapitalis TETAP bisa di disiplin dan TUNDUK melaksanakan kebijakan dan ketentuan pemerintah! Bukankah yang terjadi terakhir dengan Jack Mao, dimana pemerintah tetap saja berani membatalkan IPO Grup Semut dan dikenakan sanksi 2,7 milyar USdollar dengan keharusan TUNDUK lakasanakan ketentuan yang ada! Lalu, sikap ini membuktikan siapa tunduk pada siapa, dan ... membela, melindungi kepentingan rakyat banyak atau kepentingan segelintir kapitalis???



From: Tatiana Lukman

Sent: Tuesday, December 21, 2021 1:49 AM

To: Sunny ambon ; BILLY GUNADIE

Cc: sa...@netvigator.com ; GELORA45_In

Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Jelas, seperti kata Mao, stempel kelas nempel di tiap pikiran, perbuatan dan sudah tentu semua peraturan dan Lembaga bangunan atas. Mereka yang mengikuti nasehat bung Karno untuk menggunakan pisau Marxisme dalam menganalisa soal-soal politik/sosial, mengakui hubungan dialektis antara struktur ekonomi (bangunan bawah) dengan bangunan atas. Maka itu bicara tentang demokrasi tanpa menghubungkannya dengan struktur ekonomi yang berdominasi di suatu negeri, sama dengan bohong. Soalnya, kaum revisionis tidak mau mengakui bahwa sistim ekonomi (sosialsme) pada zaman Mao sudah berubah total menjadi kapitalisme monopoli-imperialisme. Lihat saja kongkritnya siapa yang menikmati “demokrasi borjuis” di China. Bla…bla petantang petenteng bilang Demokrasi Rakyat, tapi nggak bisa jawab pertanyaan mengapa dihilangkan 4 Kebebasan Besar?? Soalnya yang masuk dalam kategori Rakyat adalah kaum bilyuner-kapitalis monopoli yang bersarang di PKT dan Negara, sedangkan kaum buruh dan kaum tani dianggap sampah dan dapat diperas/dihisap dan diengkuk-engkuk… Ah, sudah begitu banyak postingan diajukan selama bertahun-tahun yang memperlihatkan betapa buruh dan tani diperlakukan seperti “keset”, tapi kaum revisionis tak akan tergugah otak dan hatinya.



Sent from Mail for Windows



From: Sunny ambon
Sent: Monday, December 20, 2021 5:17 AM
To: BILLY GUNADIE
Cc: sa...@netvigator.com; Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Ada yang bilang demokrasi itu berkarakter kelas, jadi tergantung siapa yang berkuasa.



On Mon, Dec 20, 2021 at 4:11 AM BILLY GUNADIE <billyg...@rogers.com> wrote:

Kalau sejarah China sudah berjalan ribuan tahun kekaisaran...

Dan behasil....bangunan..... monument...penemuan... Productivity pasar Dunia.....Marco Polo Terheran heran.......kenapa harus ganti metaphor DEMOKRASI...DARI RAYAT UNTUK PEJABAT......Modren slavery....





....











Sent from Rogers Yahoo Mail on Android



On Sun., Dec. 19, 2021 at 8:29 p.m., Chan CT

<sa...@netvigator.com> wrote:

DEMOKRASI yang diteriakkan dan dijalankan disetiap negara didunia ini akan dirasakan betul oleh rakyat dinegara bersangkutan! Jadi, sebetulnya yang berhak bicara bagaimana demokrasi adalah rakyat dinegara itu sendiri, ... Dan ingat, DEMOKRASI bisa saja beraneka ragam bentuk dengan lebih menitik beratkan pribadi perseorangan atau kepeentingan umum dan TIDAK ada negara atau siapapun didunia ini menepuk dada demokrasi yang dijalankan adalah demokrasi yang paling benar dan baik, yang berbeda adalah salah dan bukan demokrasi!



Yang paling menarik dan kurang mendapat perhatian banyak orang, adalah TRADISI BUDAYA Tionghoa seruan 天下為公 (= Dibawah Langit Ini Demi Kepentingan UMUM. Atau dengan bahasa umum yang digunakan PKT sekarang menjadi Mengabdi Rakyat!) yang sudah berlangsung ribuan tahun itu, ... Titik berat demokrasi dan kebebasan itu pada pribadi seseorang atau kepentingan umum, rakyat banyak! Menurut tradisi budaya Tionghoa bagaimanapun juga harus pentingkan dan utamakan kepentingan umum, kepentingan RAKYAT banyak. Tidak bisa dan tidak boleh kepentingan pribadi seseorang diatas kepentingan umum! Inilah PRINSIP DEMOKRASI yang dijalankan di Tiongkok. Yang kebalikan dari demokrasi barat, ... dimana lebih mementingkan dan utamakan kebebasan kepenetingan pribadi seseorang! Dan akhirnya menjadi anarkis semau-maunya sendiri yang lepas kontrol dan tidak tunduk pada HUKUM dan ketentuan Pemerintah!



Begitulah dunia barat mengutuk ketentuan ketat RRT “Menutup Wuhan” dan jalankan prokes ketat bagi seluruh warga di Wuhan ketika itu sebagai TINDAKAN mencabut kebebasan orang yang tidak demokratis dan tidak manusiawi! Tapi, tidak melihat justru kebebasan perseorangan yang dicabut itu untuk kepentingan dan keselamatan rakyat banyak!



Baik saya berikan kisah nyata bagaimana pemerintah Tiongkok saat menjalankan “MENUTUP WUHAN”, seorang pejabat Wuhan dipecat hanya karena keluar kota Wuhan pulang kampung merayakan Imlek dan sekalian Ulang-tahun bapaknya; Seorang pensiunan mantan pejabat Wuhan kena sanksi diturunkan setingkat uang-pensiun, karena tidak dapatkan kamar tersendiri di RS setelah terditeksi positif Corona dengan pulang mengkarantina diri di rumah sendiri! Begitu ketat mendisiplin setiap warga jalankan prokes yang ditentukan itulah, menjadikan hanya RRT satu-satunya negara didunia ini yang BERHASIL sekitar 70 hari mengatasi dan mengendalikan pandemi Covid-19, sedang negara-negara maju, terutama AS yang selalu banggakan sistem kesehatannya termaju didunia kewalahan menghadapi serangan pandemi, bahkan menjadi juara No.1 didunia baik dari jumlah warga terjangkit maupun angka kematian yang sudah lebih 800 ribu orang, ... dan sampai sekarang, setelah lewat hampir 2 tahun BELUM juga nampak terkendalikan!



Lalu, apakah rakyat Tiongkok merasa tidak DEMOKRASI pada diri mereka? Tentu saja TIDAK! Rakyat Tiongkok justru sekarang ini makin merasakan DEMOKRASI yang lebih luas dari tahun ketahun, ... Bagaimana tidak? Sejak tahun 50-70, begitu berani mengeritik politik kebijakan pemeriantah langsung saja dituduh “anti sosialisme”; “penempuh jalan kapitalis”, “penghianat bangsa” dsb. dsbnya, ... bahkan sekitar sejuta orang/kader dijebloskan dalam kamp konsentrasi kerja! Tapi kenyataan, lebih dari 98% dari mereka yang dijebloskan tahunan sampai belasan tahun dalam konstgrasi kerja itu, diawal tahun 1980 harus DIREHABILITASI! Diantara mereka termasuk Zhu Rongji yang kemudian kita kenal menjadi Perdana Menteri RRT itu!



Sebaliknya setelah tahun 1980, RRT menjalankan kebijakan reformasi dan keterbukaan, menempuh Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok, bukan saja membiarkan setiap warga bersuara, berbeda pendapat bahkan mengeritik kebijkan pemerintah, juga memberi kebebasan beropini dimedia massa dan, ... mengembangkan kemampuan sendiri untuk memperbaiki kemiskinan, berusaha dan berdagang, termasuk pergi keluar negeri untuk sekolah! Rakyat dibebaskan berkarya, berusaha dan sekolah, melancong, berusaha sampai keluarnegeri, ... Dimana KEBEBASAN pribadi seluas itu TIDAK pernah terjadi sebelumnya! Dan ingat, kamp konsentrasi kerja yang dimaksud untuk mendidik orang/kader melalui kerja, yang tidak manusiawi itu sudah dibubarkan oleh Xi Jinping di tahun 2014!







From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45

Sent: Sunday, December 19, 2021 2:13 AM

To: Chan CT ; GELORA45_In

Subject: RE: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Buat orang yang terus ngotot mau mencampurbaurkan, seolah-oleh sosialisme dan kapitalisme yang secara hakiki bertolak belakang/berkontradiksi dapat “dikombinasi”. “sosialisme a la China” hanyalah penipuan tak tahu malu dari kaum penguasa revisionis-imperialis china.





Agen remo Chan sangat senang sekali mencatut sosialisme yang dibangun Mao. Meskipun selalu mengatakannya sebagai “perataan kemiskinan”, tapi kalua diperlukan, dia catut dan dimasukkan kedalam penilaian tentang sejarah PKT dan Tiongkok sejak pembebasan sampai sekarang. Dengan sadar menghapus perbedaan mode of production/ sistim ekonomi yang berdominasi sekarang dengan yang dulu sebelum kudeta kaum revisionis 1976.



Kalau system ekonominya sudah berubah 180 derajat, sosialisme menjadi kapitalisme bahkan imperialisme, sudah tentu HUKUM juga berpihak kepada kaum kapitalis/revisionis yang berkuasa!! Pembelaan diri agen remo hanya PEPESAN KOSONG!!! SAMA SEPERTI REAKSI KAUM REAKSIONER INDONESIA YANG TERUS MENGHUJAT PKI, WALAUPUN BARU-BARU INI SUDAH DIDEKLASIFIKASI RIBUAN HALAMAN DOKUMEN AS!!!





Sent from Mail for Windows



From: Chan CT
Sent: Saturday, December 18, 2021 1:07 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Lalu, yang diangkat dan dipuja dunia barat adalah juga aktivis-aktivis penentang penguasa Tiongkok yang jadi pahlawan nenek yang satu itu,...! Hahahaa, ...



Setiap negara ada dan berlakukan HUKUM yang patut dan harus ditaati! Aparat keamanan PASTI akan menindak setiap orang dinegaranya yang berani melanggar HUKUM yang berlaku itu, ... Dan, tidak ada negara asing manapun yang berhak mencampuri HUKUM yang diberlakukan dinegara itu! Orang-orang yang ditangkap di Tiongkok, yang saya ikuti dan ketahui, BUKAN sekadar pejuang demokratis seperti diuar-uarkan dunia barat, tapi juga ada BANTUAN dan hubungan dengan asing! Bagi mereka yang tidak ada hubungan atau belum ditemukan bukti terjadi hubungan/bantuan asing, negara manapun juga, tentu TIDAK ditahan/ditangkap! Begitulah dengan Fang Fang, seorang ibu penulis buku “Harian Wuhan” yang juga sudah diterbitkan dalam berbagai bahasa diluarnegeri, negara-negara barat dengan fiktif memfitnah berbagai penanganan pemerintah Tiongkok mengatasi pandemi yang merebak di Wuhan itu...! Baru saja 12 Oktober kemarin ini ditangkap, setelah lebih setahun dibiarkan saja dia berteriak memfitnah pemerintah yang berkuasa! Itulah DEMOKRASI RAKYAT yang dijalankan di Tiongkok! Berani membiarkan siapa saja bersuara, mengeluarkan pendapat bahkan bernada menentang kebijakan pemerintah dan sementara pejabat tinggi, ... selama tidak terbukti ada hubungan, bantuan asing!





From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45

Sent: Friday, December 17, 2021 8:42 PM

To: 'Jonathan Goeij' via GELORA45

Subject: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism



Di antara 15 orang yang dapat Franco-German Prize for Human rights, terdapat Chang Weiping, pengacara yang ditangkap sejak 22 Oktober 2020. Namun tidak semua orang/aktivis yang ditangkap/dihilangkan paksa oleh penguasa China mendapat penghargaan dari dunia Barat. Banyak yang namanya tidak dikenal di dunia luar Tiongkok











Chang Weiping is a Chinese human rights lawyer. He has been in detention once again since 22 October 2020. Chang has primarily worked to advocate LGBTI rights and fight discrimination against women and HIV‑positive people, which led to his losing his licence to practise. He was first detained in January 2020 in an operation known as the Xiamen crackdown. Following his release he publicly discussed the torture he had experienced, which led to a second arrest in October 2020. Despite having been formally arrested and charged in April 2021, he has not yet been granted direct access to lawyers.

Sent from Mail for Windows



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke mailto:gelora1945%2Bunsu...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/2118766092.81048.1639744929735%40yahoo.com.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/01A0E82F261D44C289F7414932F37E98%40A10Live.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1715451201.166975.1639851209621%40yahoo.com.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/B3AEA770F63146B888AB2594331400FC%40A10Live.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1109225002.2052778.1639969900903%40mail.yahoo.com.

--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CBARpwYEvVR8wzi36Eo1M0ba7mb%2BPF-%2BxHTDEAcsOQRw%40mail.gmail.com.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/15A9F86D800B43BCB85A32C3F3CFD9B4%40A10Live.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/A399BCCDC0F54942B292451E14E103FD%40A10Live.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/09DD36A9692C48778E0FC4BF77D7DAF4%40A10Live.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/789D0591559E494DB11CA7B51020C390%40A10Live.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/56A3454E783F4BB69EF6A8CAC1085F1B%40A10Live.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D8F24049E9D9458F9A983E1134C667F0%40A10Live.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/9B255A4170E44DB3B060916C8397DF63%40A10Live.



--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D456FD7B995E42F48EF735BC6E114823%40A10Live.
Bagua[3].jpg

Tatiana Lukman

unread,
Jan 18, 2022, 6:27:52 AM1/18/22
to Chan CT, nesare hotmail, GELORA45_In

Apa yang disebut “ideologi” sebagai kebenaran absolut itu?Semua orang yang mengakui Marxisme-Leninisme-Maoisme sudah tentu menganggap MDH (Materialisme, Dialektis, Historis) sebagai kebenaran. Prinsip-prinsip dasarnya MASIH TERUS DIBUKTIKAN KEBENARANNYA SAMAPI ZAMAN SEKARANG. Anjing jaga budukan yang menambah kata “absolut”. Kalau tidak menganggap M-L-Maoisme sebagai kebenaran yang sudah dibuktikan dalam praktek, orang tidak akan menamakan mereka Marxis-Leninis-Maois!! Siapa yang tidak mengakuinya sebagai kebenaran, dan oleh karena itu MENGUBAHNYA ATAU MEREVISINYA, mereka itulah yang namanya REVISIONIS!!

 

Bagi anjing jaga budukan remo ini, PRAKTEK hanyalah semua “kejayaan semu” China yang diciptakan setelah reformasi kapitalis melalui penghisapan dan penindasan terhadap kaum buruh Tiongkok dan juga buruh di luar Tiongkok. HANYA HASIL PENGHISAPANNYA YANG KERLAP KERLIP YANG DIPUJA DAN DIBANGGAKAN OLEH ANJING JAGA REMO SERTA KONCO2NYA YANG DIANGGAP PRAKTEK. TAPI PENGHISAPAN DAN PENINDASAN YANG MERUPAKAN SUMBER DARI “KEJAYAAN SEMU”ITU TIDAK DIANGGAP PRAKTEK OLEH SI ANJING JAGA REMO CHAN INI!! BEGITU JUGA PERAMPASAN KEKAYAAN ALAM NEGERI-ENGERI KETIGA TERMASUK INDONESIA MELALUI PENANAMAN MODALNYA, TIDAK DIANGGAP PRKATEK OLEH ANJING BUDUKAN INI!!!

 

From: Chan CT <sa...@netvigator.com>
Sent: Friday, January 14, 2022 12:01 AM
To: nesare hotmail <nes...@hotmail.com>; GELORA45_In <Gelor...@googlegroups.com>; Tatiana Lukman <jetaim...@yahoo.com>
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism

 

Iyaaa, ... bung lama tidak muncul membuat kami kehilangan dan kangen mendengarkan suaranya, ...! Bersyukurlah kalau ternyata bung selama ini tetap baik-baik dan sehat-sehat saja!

 

Tapi bung Nesare, bukankah perdebatan saya dengan nenek Tatiana selama ini lebih banyak memperbincangkan kebijakan dan praktek nyata yang terjadi, bukan ideologinya! Bukankah itu perbedaan dalam melihat dan mengangkat kenyataan yang terjadi! Perbedaan dalam melihat segala hal-ihwal didunia ini satu pecah menjadi dua. Dalam proses perkembangan menempuh Jalan Sosialisme Tiongkok selama 40 tahun terakhir ini, titik HITAM yang terjadi seiring dengan keberhasilan (lingkaran PUTIH) yang utama, oleh nenek Tatiana diangkat sebagai lingkaran HITAM yang utama dan pokok dengan setitik PUTIH saja. Jadi dia selalu menyatakan keberhasilan yang dicapai Tiongkok hanyalah pepesan kosong, ... Gambar filsafat I Ching dibawah mungkin memudahkan melihat persoalan, dimana hal-ihwal selalu terbelah dua, ditengah lingkaran putih pasti ada setitik hitam, juga sebaliknya ditengah lingkaran hitam selalu akan ada setitik putih!

Bagua

 

Salam,

ChanCT

 

 

From: nesare hotmail

Sent: Friday, January 14, 2022 4:45 AM

To: Chan CT ; GELORA45_In ; Tatiana Lukman

Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism

 

hehehe bung Tatiana dan bung Chan sudah kangen sama saya ya?

Saya baek2 saja. Covid belum suka sama saya seperti bung berdua suka saya. Ini berkah bagi saya.

Saya pikir diskusi nya sudah bagus. Malahan bagus sekali. Banyak sekali informasi dan informasi ini sangat berguna apalagi bagi mereka2 yg sedang belajar.

 

Saya melihat suatu ideologi itu selalu dinamis artinya berubah sesuai dengan waktu, aktor dan lokasi sehingga perubahan ideologi itu akan selalu bergejolak sesuai dengan keperluan dari ketiga unsur itu. Komunisme dan komunisme internasional itu kan beda. Yang sedang didiskusikan bung berdua yg berkaitan dgn Mao dan Lenin itu kan jamannya Communist International (Comintern) yg berbeda dgn communism jamannya Marx, Engel dll. Sebelumnya kan sudah dikenal christian communism, begitu juga di Yunani itu sebelum Yesus lahir itu sudah ada ide komunal dlm parodi/drama lucu2an. Diabad 18 jamannya Renaisance itu dimana science muncul menghantam dominasi agama Katholik melahirkan banyak tokoh2 yg berfaham komunisme (dulu disebut liberal). Motornya itu ya para pastur katholik yg liberal. Lalu jamannya Marx dan Engel itu ya dengan nyata melihat penderitaan akibat revolusi industri menelorkan istilah komunisme yg kita kenal sekarang ini.

 

Maksud saya ya ideologi komunisme spt juga ideologi kapitalisme itu berubah sesuai dgn dinamika masyarakat pada saat tertentu. Kapitalisme di USA itu banyak berubah kekiri. Walaupun terlambat dibandingkan dgn kapitalisme di eropa barat, ya memang pergerakan kekiri itu memang kenyataan masyarakatnya. Sekolah2 itu ya pencetak orang2 yg liberal. Mana ada sekolah konservatif? Tidak ada lagi atau jarang kalaupun ada.

 

Saya lebih menikmati diskusi kalian berdua dari informasi2 baru yg saya tidak ketahui sebelumnya. Tetapi kalau mengatakan harus bagaimana apalagi mana yg benar dan salah itu ya susah, wong Marx, Engel, Mao, Lenin, Stalin, Aidit, Nyoto, Lukman itu kan semua hasil produk di jamannya masing2. Yang bisa kritisi, setujui, salahin itu adalah tindakan2nya tetapi bukan ideologinya. Dengan kata lain ya manusia itu berprilaku dan bertindak itu berdasarkan ideologi. Jadi dimanapun politisi, pejabat negara non politis itu harus jelas ideologinya shg rakyat tahu siapa yg mereka pilih sbg wakil rakyat. Repotnya kalau dibawa ke Indonesia, para pejabat dan politikus itu bak bunglon bisa pindah2 ideologinya hehehehe. Wong figurnya saja tidak ketahuan, bagaimana bisa dipercaya.

 

Salam selalu,

nesare

 

 

文革惡之花宋彬彬:我決定不再沉默* 阿波羅新聞網Song Binbin diatas podium Tian An Men mengalungkan ban “Garda Merah” dilengan Ketua Mao

 December 30, 2021

in China

Reading Time: 4 mins read

 

China, Xi jinping, Chinese, government

Buruh penderita pneumoconiosis, penyakit akibat kerja yang paling umum. Diperkirakan terdapat 6 juta penderita pneumoconiosis di Tiongkok

Bagua[3].jpg
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages