Di antara 15 orang yang dapat Franco-German Prize for Human rights, terdapat Chang Weiping, pengacara yang ditangkap sejak 22 Oktober 2020. Namun tidak semua orang/aktivis yang ditangkap/dihilangkan paksa oleh penguasa China mendapat penghargaan dari dunia Barat. Banyak yang namanya tidak dikenal di dunia luar Tiongkok

Chang Weiping is a Chinese human rights lawyer. He has been in detention once again since 22 October 2020. Chang has primarily worked to advocate LGBTI rights and fight discrimination against women and HIV‑positive people, which led to his losing his licence to practise. He was first detained in January 2020 in an operation known as the Xiamen crackdown. Following his release he publicly discussed the torture he had experienced, which led to a second arrest in October 2020. Despite having been formally arrested and charged in April 2021, he has not yet been granted direct access to lawyers.
Sent from Mail for Windows
Buat orang yang terus ngotot mau mencampurbaurkan, seolah-oleh sosialisme dan kapitalisme yang secara hakiki bertolak belakang/berkontradiksi dapat “dikombinasi”. “sosialisme a la China” hanyalah penipuan tak tahu malu dari kaum penguasa revisionis-imperialis china.

Agen remo Chan sangat senang sekali mencatut sosialisme yang dibangun Mao. Meskipun selalu mengatakannya sebagai “perataan kemiskinan”, tapi kalua diperlukan, dia catut dan dimasukkan kedalam penilaian tentang sejarah PKT dan Tiongkok sejak pembebasan sampai sekarang. Dengan sadar menghapus perbedaan mode of production/ sistim ekonomi yang berdominasi sekarang dengan yang dulu sebelum kudeta kaum revisionis 1976.
Kalau system ekonominya sudah berubah 180 derajat, sosialisme menjadi kapitalisme bahkan imperialisme, sudah tentu HUKUM juga berpihak kepada kaum kapitalis/revisionis yang berkuasa!! Pembelaan diri agen remo hanya PEPESAN KOSONG!!! SAMA SEPERTI REAKSI KAUM REAKSIONER INDONESIA YANG TERUS MENGHUJAT PKI, WALAUPUN BARU-BARU INI SUDAH DIDEKLASIFIKASI RIBUAN HALAMAN DOKUMEN AS!!!
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/01A0E82F261D44C289F7414932F37E98%40A10Live.
Mengapa dihapuskan 4 kebebasan??? Adakah sekarang MILISIA RAKYAT, seperti dulu di zaman Mao, rakyat sipil bawa senjata?? DEMOKRASI RAKYAT DENGAN MENGONTROL RAKYATNYA SAMPAI, KENTUTPUN BISA TERCIUM ???? Mengapa begitu takut kaum penguasa kepada rakyatnya sendiri sampai harus mengontrol begitu rupa???Sudah nonton belum video yang saya postingkan tentang kontrol sosial di China!!! Bayangin, wartawan yang tak bias beli tiket untuk perjalanan ke kota lain, karena dia sering menulis artikel yang mengkritik pemerintah… Itukah demokrasi rakyat???
From: Chan CT
Sent: Saturday, December 18, 2021 1:07 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/01A0E82F261D44C289F7414932F37E98%40A10Live.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/B3AEA770F63146B888AB2594331400FC%40A10Live.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1109225002.2052778.1639969900903%40mail.yahoo.com.
Jelas, seperti kata Mao, stempel kelas nempel di tiap pikiran, perbuatan dan sudah tentu semua peraturan dan Lembaga bangunan atas. Mereka yang mengikuti nasehat bung Karno untuk menggunakan pisau Marxisme dalam menganalisa soal-soal politik/sosial, mengakui hubungan dialektis antara struktur ekonomi (bangunan bawah) dengan bangunan atas. Maka itu bicara tentang demokrasi tanpa menghubungkannya dengan struktur ekonomi yang berdominasi di suatu negeri, sama dengan bohong. Soalnya, kaum revisionis tidak mau mengakui bahwa sistim ekonomi (sosialsme) pada zaman Mao sudah berubah total menjadi kapitalisme monopoli-imperialisme. Lihat saja kongkritnya siapa yang menikmati “demokrasi borjuis” di China. Bla…bla petantang petenteng bilang Demokrasi Rakyat, tapi nggak bisa jawab pertanyaan mengapa dihilangkan 4 Kebebasan Besar?? Soalnya yang masuk dalam kategori Rakyat adalah kaum bilyuner-kapitalis monopoli yang bersarang di PKT dan Negara, sedangkan kaum buruh dan kaum tani dianggap sampah dan dapat diperas/dihisap dan diengkuk-engkuk… Ah, sudah begitu banyak postingan diajukan selama bertahun-tahun yang memperlihatkan betapa buruh dan tani diperlakukan seperti “keset”, tapi kaum revisionis tak akan tergugah otak dan hatinya.
Chang Weiping is a Chinese human rights lawyer. He has been in detention once again since 22 October 2020. Chang has primarily worked to advocate LGBTI rights and fight discrimination against women and HIV‑positive people, which led to his losing his licence to practise. He was first detained in January 2020 in an operation known as the Xiamen crackdown. Following his release he publicly discussed the torture he had experienced, which led to a second arrest in October 2020. Despite having been formally arrested and charged in April 2021, he has not yet been granted direct access to lawyers.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CBARpwYEvVR8wzi36Eo1M0ba7mb%2BPF-%2BxHTDEAcsOQRw%40mail.gmail.com.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke mailto:gelora1945%2Bunsu...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/2118766092.81048.1639744929735%40yahoo.com.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/01A0E82F261D44C289F7414932F37E98%40A10Live.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1715451201.166975.1639851209621%40yahoo.com.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/B3AEA770F63146B888AB2594331400FC%40A10Live.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke gelora1945+...@googlegroups.com.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1109225002.2052778.1639969900903%40mail.yahoo.com.
Ah, bla-bla-bla pepesan kosong agen remo!!!Masalah Revolusi Demokrasi Baru dan Pembangunan sosialis sudah saya bahas baik dalam tulisan di Sulindo maupun dalam perdebatan dengan agen remo Chan. Bahkan dulu pernah si Chan ini berdebat dengan bung Tan Sie tik. Sama sekali tidak bias membantah argumentasi yang diajukan. Jelas, pada tahap RDB, borjuasi nasional bukan musuh revolusi, maka itu mereka yang tidak menentang RDB, dianggap sekutu. Tapi perusahaannya disita negara, dan mereka masih mendapat dividen. Penghisapan dibatasi melalui peraturan dan UU yang melindungi kaum buruh. TAPI TAHAP INI ADA AKHIRNYA, DAN TIONGKOK MASUK DALAM TAHAP PEMBANGUNAN SOSIALISME DI MANA KONTRADIKSI POKOK ADALAH ANTARA RAKYAT DENGAN KAUM BORJUASI. DISINILAH KONTRADIKSI ANTARA MAO DENGAN KAUM REVISIONIS LIU-DENG YANG INGIN TERUS MEMPERTAHANKAN DAN MENGEMBANGKAN KEPEMILIKAN TANI ATAS TANAH DENGAN MENENTANG GERAKAN KOMUNE RAKYAT.
Maka itu si Chan remo ini berkali-kali menuduh Mao TERLALU PAGI MEMBABAT KAUM KAPITALIS, BAHKAN LENIN-STALIN PUN DIKRITIK KARENA MEMBABAT KAUM KAPITALIS. MAKA SAYA TANYA, KALAU LENIN, STALIN, MAO TIDAK MEMBABAT KAUM KAPITALIS, LANTAS DI MANA BEDANYA REVOLUSI SOSIALIS DENGAN REVOLUSI BORJUIS PERANCIS 1789?? TAK PERNAH DIJAWAB OLEH CHAN!!! AYO JAWAB DULU PERTANYAAN ITU!!!!
Dan baca baik-baik pendapat Mao tentang kontradiksi pokok antara kelas pekerja dan klas borjuasi adalah kontradiksi pokok di Tiongkok, ketika Revolusi Demokrasi Baru sudah dianggap SELESAI PADA POKOKNYA, MAKA KELAS BORJUASI SUDAH MENJADI MUSUH DALAM PEMBANGUNAN SOSIALISME.
Pada bulan Juni 1950, setelah kemenangan Revolusi Demokrasi Baru, Mao mengkarakterisasi situasi sebagai berikut:” Pada akhirnya kaum borjuasi na-sional tidak akan ada lagi, tetapi pada tahap saat ini kita harus mengumpulkan mereka di sekitar kita dan tidak mendorong mereka keluar. Di satu pihak, kita harus berjuang menentang mereka, di lain pihak kita harus bersatu dengan mereka.” (”Jangan memukul ke semua arah” PT MTT V).
Dua tahun kemudian, situasi sudah begitu berubah sehingga Mao menggaris bawahi: ”Kontradiksi antara klas pekerja dan klas borjuasi adalah kontradiksi pokok di Tiongkok” (Ibid, 77).
JAWAB DULU PERTANYAAN DIATAS ITU CHAN!!!!
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/15A9F86D800B43BCB85A32C3F3CFD9B4%40A10Live.
Jelas, Xi Jinping menjalankan perjuangan klas!! HANYA PERJUANGAN KLAS YANG DIJALANKAN MAO BERTOLAK BELAKANG DENGAN PERJUANGAN KELAS YANG DIJALANKAN XI JIN-PING!
Perjuangan kelas yang dijalankan Mao memobilisa massa rakyat untuk melawan kaum borjuasi dan kaum revisionis yang berkuasa dalam Partai dan Negara.
Nih, UNTUK KESEKIAN KALINYA SAYA AJUKAN LAGI PENDAPAT MAO:
Mao sendiri menjelaskan RBKP sebagai berikut:” Revolusi Besar Kebudayaan Proletar, pada dasarnya, adalah sebuah revolusi politik besar yang dipimpin oleh klas proletariat melawan klas burjuasi dan semua klas penghisap lainnya di bawah kondisi sosialisme, kelanjutan dari perjuangan panjang yang dilancar-kan oleh Partai Komunis Tiongkok dan massa rakyat revolusioner besar yang diorganisasinya, melawan Kuomintang, kelanjutan dari perjuangan klas antara proletariat dan borjuasi” (diambil dari artikel yang berjudul “Hibiscus Country in the sparkling morning” yang dimuat di koran resmi Ren Min Re Bao, 10 April, 1968).
Dalam dokumen ”Keputusan CCPKT tentang RBKP” yang diambil bulan Agustus 1966, jelas dinyatakan tujuan dari RBKP : ”Dewasa ini, tujuan kita adalah berjuang melawan dan menggulingkan orang-orang berkuasa yang mengambil jalan kapitalis, mengkritik dan menolak ”otoritas” kaum akademis borjuis reaksioner dan ideologi dari klas borjuasi dan semua klas penghisap lainnya, dan mengubah pendidikan, sastra dan seni dan semua bagian lain dari bangunan atas yang tidak sesuai dengan dasar ekonomi sosialis, sehingga memudahkan konsolidasi dan perkembangan dari sistim sosialis”.
JUSTRU KARENA ITULAH MAKA KAUM PENGUASA DENG SERTA PARA AGENNYA SEPERTI SI CHAN INI MENGUTUK RBKP DAN MENGANGGAPNYA SEBAGAI KESALAHAN BESAR MAO!!!!!
Sedangkan perjuangan kelas yang dijalankan Xi Jin ping adalah memobilisasi polisi dan kekuatan bersenjata untuk menindas kaum buruh yang menuntut upah, warga yang mempertahankan rumahnya dari penggusuran, hak membangun serikat buruh independen, menindas kaum Maois muda yang bersolidaritas dengan perjuangan buruh. ETC. Contohnya, penindasan dalam kasus Jasic di Shen Zhen yang sudah saya tulis di Sulindo.
Jadi perjuangan kelas Mao BERBEDA WATAK KELASNYA dengan perjuangan kelas Xi Jinping!!!
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/15A9F86D800B43BCB85A32C3F3CFD9B4%40A10Live.
Ha…ha… pepesan kosong , MASIH MAU NGOTOT, TANPA ARGUMENTASI DAN FAKTA, TIDAK MENGAKUI PERBEDAAN POKOKNYA PADA WATAK KELAS PERJUANGAN KELAS MAO DAN KAISAR XI JINPING!!! Mao sudah menjawab kaum revisionis DENGAN menertawakan mereka yang “ menyeret langkah seperti nenek-nenek yang diikat kakinya, sehingga jalannya terhuyung-huyung sambal mengeluh dan berteriak ‘hei kalian jalan terlalu cepat’’ !! Alasan “terlalu cepat membabat kaum kapitalis adalah dalih untuk menutupi keinginan kaum revisionis untuk TIDAK MEMBANGUN SOSIALISME!!!
Belum juga menjawab berkaitan dengan tuduhan ngawur kepada Lenin dan Stalin terlalu pagi membabat kapitalisme, lantas dimana bedanya dengan Revolusi borjuis Perancis 1789?? Apakah Lenin harus melakukan revolusi borjuis, untuk mengembangkan kapitalisme??? Bener-bener otak orang yang gobloknya nggak ketulungan si Chan ini!! Kenapa orang bilang Revolusi sosialis??? Dengan bilang Lenin dan stalin terlalu pagi membabat kaum kapitalis artinya si remo yang gila ini ingin menegasi/memungkiri dan menghujat Revolusi Oktober !!?? Wow, sungguh HEBAT TIKUS REMO INI yang otaknya ditaruh di pantat!!
Masih petentengan bilang soal melenyapkan kelas???!!!Dengan reformasi kapitalis Deng Xiao-ping itu ingin melenyapkan kelas??? Wong kelas borjuis yang lari ke Hongkong dan Taiwan pada kembali lagi menanam modalnya di Tkk daratan untuk menghisap dan memeras buruh Tiongkok, dimana faktanya mau menghilangkan kelas??? Tuh lihat 6 juta penderita pneumopconiosis, hasil nyata dan fakta dari cara Deng Xiaoping mengembangkan tenaga produksi melalui pembunuhan pelan-pelan terhadap kaum buruh!! Buruh Foxcon loncat bunuh diri…Mengapa?? OO, karena bahagia dengan cara Deng mengembangkan tenaga produksi?? Caranya, ya itu, membuat buruh sampai putus asa, sehingga hanya melihat jalan keluarnya, loncat bunuh diri!!!

Buruh penderita pneumoconiosis, penyakit akibat kerja yang paling umum. Diperkirakan terdapat 6 juta penderita pneumoconiosis di Tiongkok

Buruh Foxconn protes kondisi kerja tak berperikemanusiaan dengan loncat dari gedung pabrik
Negara maju belum tiba waktunya membabat kapitalis?? Apa sih tahunya si Chan tentang gerakan buruh/progresif di negeri-negeri maju?? Tahu nggak sih bahwa KAUM KAPITALIS MONOPOLI BESAR adalah KELAS PENGUASA YANG SESUNGGUHNYA DI NEGERI-NEGERI MAJU YANG TELAH MENGUBAHNYA MENJADI KEKUATAN IMPERIALIS!!! Justru karena dunianya si agen remo ini hanya negeri leluhurnya yang dijunjung secara membabi buta, tidak mungkin dia tahu tentang apa yang dikerjakan oleh buruh dan orang progresif lainnya di negeri-negeri yang disebutnya “negeri maju” itu.
Seperti biasa, si remo chan ini selalu debat kusir. Bukannya menjawab SEMUA PERTANYAAN YANG SAYA AJUKAN, TAPI MENGAJUKAN MASALAH LAIN LAGI, SOAL Maju Besar Melompat Kedepan dan PENG TE HUAI!!!!Itu satu tema besar lain dan kalua mau jujur, justru menunjukkan kemunafikan Liu-Deng dan kawan-kawannya. Tapi tak mau saya mengikuti debat kusir agen remo ini… Jawab dulu SEMUA PERTANYAAN YANG SAYA AJUKAN DALAM POSTINGAN SAYA….
Mau tahu pendapat orang yang sangat dikenal oleh semua anggota keluarga Siauw tentang sosialisme dengan ciri Tkk, ketika saya kirimi fakta di Congo di mana orang-orang china lari tunggang langgang digebuk…??? Sangat betul sekali, kejahatan imperialisme Tkk mungkin melebihi kejahatan kolonialisme Belgie!!!!
“Ya, tingkah laku yang sama hakikinya dan malah mungkin melebihi kejahatan kolonialisme Belgie, neo kolonialisme Amerika , dan mencatut nama sosialisme yaitu Sisialisme dengan karakteristik Tiongkok”.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/A399BCCDC0F54942B292451E14E103FD%40A10Live.
Ha…ha… terus menghujat nenek, tapi sama sekali tidak bias mengajukan argumentasi untuk membantah kata-kata Mao sendiri dan menjawab pertanyaan saya to the point!! Kalau sudah menyalahkan Mao terlalu cepat membabat kaum kapitalis, dan mau ambil jalannya Liu-Deng yang mewarisi jalan Khrushchov, ya itulah jalan revisionisme!!! Siapa bilang jalan menuju sosialisme hanya satu??? Jalan menuju sosialisme untuk negeri-negeri setengah jajahan setengah feudal tidak dapat disamakan dengan jalan yang ditempuh negeri yang sudah mencapai kapitalisme seperti eropa!!! Tapi kalau mengaku M-L seperti yang dulu engkau petantang petenteng umumkan, dasar teorinya satu!! Mau jalan lain, boleh, yaitu jalan revisionisme!! Logis dan gampang dimengerti, nggak perlu susah-susah berdebat. Engkau sudah menghujat sosialismenya Mao dan menganggapnya sebagai perataan kemiskinan, dan mencium pantat Liu-Deng kowtow sama kaum kapitalis besar untuk menghisap kaum buruh migran China…
RBKP yang oleh kaum remo Liu-Deng dianggap kesalahan Mao justru merupakan sumbangan besar Mao kepada Marxisme-Leninisme!! Jelas bertolak belakangnya orang remo dengan orang Marxis sejati..
SOSIALISME TIDAK GAGAL, BAIK DI UNI SOVIET MAUPUN DI TIONGKOK, TAPI DIKHIANATI DAN DIKALAHKAN OLEH KAUM REVISIONIS…LEBIH MUDAH JADI REVISIONIS DARI PADA JADI MARXIS-LENINIS!!!
Karena lebih mudah memelihara ideologi borjuisnya sendiri dari pada mengubahnya… Orang remo sudah tentu tak akan gai zao si xiang /melakukan pengubahan pikiran atau ideologi…
Ini pengertian yang diberikan Mao tentang revisionisme dan orang-orang rem:
” Revisionisme atau oportunisme kanan adalah satu aliran pikiran borjuis yang bahkan lebih berbahaya dari pada dogmatisme. Kaum revisionis atau kaum o-portunis kanan memakai Marxisme hanya sebagai polesan di bibir dan mereka juga menyerang dogmatisme. Tetapi apa yang mereka serang sebenarnya ada-lah sari pati dari Marxisme”.
Jadi tidak mengherankan pepesan kosong si remo Chan tentang Sosialisme, REvolusi Oktober…
Sudah tentu orang remo tidak percaya akan terjadinya revolusi sosialis/proletar di Dunia…Lha wong sudah mengkhianati sari pati Marxisme, jelaslah yang dipercayai dan didukung adalah kapitalisme monopoli alias imperialisme China yang dipikirnya akan jaya terus…Logika orang remo bertolak belakang dengan logika orang marxis… Marxis sejati, bahkan di China sendiri, melihat tindakan fasis penguasa China , bahkan terhadap kaum kapitalisnya yang berani buka mulut dan menyaingi kaum kapitalis monopoli di PKT dan Negara penindasan dan kontrol semakin ketat terhadap rakyat, sebagai pencerminan betapa gugupnya penguasa melihat masalah-masalah social dan juga ekonomi semakin besar…Jelas hal-hal ini tidak ada dalam media masa propaganda penguasa yang diterompetkan oleh para anjing jaganya…
Saya extremis karena mendukung dan membela RBKPnya Mao dan ajaran-ajarannya?? Saya extremis radikalis karena menentang dedengkot LIU-DENG serta reforma kapitalisnya?? Saya extremis radikal karena anti-China imperialis yang sedang mempraktekkan kolonialisme di Afrika, yang bahkan kata seorang kawan, lebih jahat dari pada kolonialisme Belgia??? Itukah ciri-ciri orang extremis radikal menurut tikus remo Chan??? Wah, itu jadi kehormatan besar bagi saya!!! Kan saya juga sudah dihujat haus darah karena menolak setuju dengan pendapatnya yang memuji perwira tinggi AD… Tahu nggak, saya jadi melihat orang remo dan fanatik china yang mendukung kapitalisme-imperialisme China CENDERUNG LUNTUR DAN AKHIRNYA SECARA TAK LANGSUNG MENDUKUNG ORBA DAN ANTI-PKI!!!!Contoh yang paling gamblang adalah pelana kuda , DAN SI CHAN INI TIDAK JAUH DARI POSISINYA PELANA KUDA!!!Dia lebih membenci saya yang katanya ‘ekstrim radikal’ dan “haus darah” ketimbang Soeharto dan orbanya. Betapa tidak! Saya “haus darah”, tapi sang perwira itu dipujinya setingg langit!!!
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/09DD36A9692C48778E0FC4BF77D7DAF4%40A10Live.
Dengan Lusi saja jelas ada pertanyaan yang si agen remo dengan sadar tidak bias menjawabnya. Dengan saya, uih banyak sekali pertanyaan yang engkau lewati dan tak dijawab… Misalnya, mengapa 4 Besar dihapuskan oleh Deng Xiaoping? Apa mode of production yang berdominasi di China? Mengapa dihapuskan status kerja tetap? Mengapa dibubarkan Komune Rakyat?
Kaum revisionis selalu bilang sekarang di china adalah tahap awal dari sosialisme, lantas Revolusi Nasional Demokratis itu tahap apa? Dengan menyalahkan Mao terlalu cepat membabat kaum kapitalis, dihidupkan dan didorong perkembangan kaum kapitalis. Dalih yang dipakai si Chan, seolah-olah sekarang ini tahap Revolusi Demokrasi baru di mana kaum kapitalis merupakan sekutu. Saya pernah tanya, kalua sekrang tahap RDB, siapa musuh2 revolusinya? Di zaman Mao, ketika memimpin RDB, musuhnya adalah kaum tuan tanah feudal, kapitalisme birokrat dan imperialisme. Apakah rezim Deng melawan tuan tanah feudal, kapitalisme birokrat dan imperialisme?? Ini tak pernah dijawab dari dulu. Sifat kontradiksi China sekarang dengan imperialisme AS TIDAK SAMA dengan kontradiksi Tiongkok dulu dengan imperialisme AS. Dulu, Tkk melawan imperialisme AS melalui dukungan kongkrit kepada perjuangan pembebasan nasional rakyat sedunia. Sekarang China melawan imp. AS karena rebutan pasar, bahan baku, ruang untuk penanaman modal dan pengaruh politik untuk mendapat bagian dalam dalam mendominasi dunia.
Pertanyaan; mengapa diubah konstitusi PKT dengan mengijinkan kaum kapitalis/penghisap menjadi anggota PKT? Sedangkan dulu kaum kapitalis harus meninggalkan praktek penghisapannya, baru bias jadi anggota PKT.. Dengan begitu, apakah tidak merevisi watak kelas PKT sebagai pelopor kelas buruh??
Sekarang agen remo menggunakan dalih MENGEMBANGKAN TENAGA PRODUKSI. APAKAH TIDAK TAHU BAHWA JUTAAN BURUH KEHILANGAN PEKERJAANNYA KETIKA PERUSAHAAN NEGARA DITUTUP/DIJUAL DENGAN HARGA MURAH?? APAKAH MENGEMBANGKAN TENAGA PRODUKSI MELALUI PENGANGGURAN??? APAKAH 6 JUTA PENDERITA PENYAKIT PNEUMOCONIOSIS ITU HASIL DARI PENGEMBANGAN TENAGA PRODUKSI???
JAWAB DULU PERTANYAAN DIATAS…TO THE POINT!! JANGAN DEBAT KUSIR!!!
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/789D0591559E494DB11CA7B51020C390%40A10Live.
Ha…ha… Jelas, orang remo memang menentang dan mengubah teori revolusioner dengan dalih tidak sesuai dengan zaman modern!! Justru karena itulah mereka menyandang nama revisionis: dengan ideologi borjuisnya mereka merevisi Marxisme-Leninisme…Kalau tidak merevisi teori revolusioner, ya bukan kaum revisionis namanya!! Logis, ideologi borjuis reaksionernya telah membuat agen remo chan membeo pada tuan-tuan remo tanah leluhurnya dalam menganggap salah 4 besar yang justru memberi kebebasan kepada massa luas untuk mengemukakan pendapatnya, mengadakan diskusi dengan bebas, menulis pendapatnya melalui koran dinding. Ya jelas, salah bagi orang-orang revisionis yang berkuasa, karena dengan 4 besar kebebasan itu, mereka diganyang massa!!! Masak, bebas berekspresi, bebas berdiskusi, bebas menulis dianggap salah?? Lantas ngapain orang-roang progresif menuntut kebebasan berekspresi etc, kepada pemerintah otoriter di dunia ini???Kaum borjuis dan kaum imperialis selalu menghujat sosialisme sebagai sistim di mana tidak ada demokrasi. Justru dengan 4 besar yang dilahirkan oleh RBKP itulah Mao menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa HANYA DALAM SOSIALISME SEJATI, DEMOKRASI RAKYAT SELUAS-LUASNYA DIJAMIN OLEH KEDIDKTATURAN PROLETAR!! ITU DIBUKTIKAN DALAM RBKP!! JUSTRU DEMOKRASI RAKYAT SEBESAR-BESARNYA ITULAH YANG DIHANCURKAN OLEH KAUM PENGUASA REVISIONIS!!! BAHKAN SAMPAI KE HONGKONG, DEMOKRASI BORJUISPUN SUDAH HANCUR OLEH SECURITY LAW DARI PEKING!!! BLA…BLANYA SANG NYONYA ANTEK PEKING DI HONGKONG, YANG MEMCOBA MEMBELA DIRI TENTANG HAPUSNYA KEBEBASAN BEREKSPRESI, JUGA HANYA PEPESAN KOSONG!!!!
Jadi jawaban agen remo terhadap pertanyaan mengapa 4 besar dihapuskan adalah karena itu salah…Baru sekarang dia menjawab pertanyaan yang sudah saya ajukan di masa lalu. Masih segudang pertanyaan yang belum dia jawab. Dan gampang sekali memang jawabannya.. Pokoknya RBKP SALAH!! Mengapa status buruh tetap dihapuskan oleh deng xiaoping?? Juga SALAH, MEMBERI BURUH STATUS KERJA TETAP???MENGGANTIKANNYA DENGAN UU YANG MEMBOLEHKAN MAJIKAN MEMECAT SEENAK WUDELNYA SENDIRI, ADALAH BETUL??? Ha..ha.. kalau begitu, SALAH LAH SERIKAT-SERIKAT BURUH DI DUNIA INI YANG MENUNTUT SUPAYA BURUHNYA MENDAPAT STATUS SEBAGAI PEKERJA TETAP!!! JADI JELAS DI MANA POSISI KAUM REVISIONIS, BUKAN?? DI PIHAK KAUM REAKSIONER!! SELALU MEMBELA MAJIKAN ALIAS KAUM KAPITALIS!!! JAWAB INI!!!
Logis, agen remo Chan mencurahkan semua kebenciannya kepada mereka yang membela Mao dan ajarannya…Kurang ajarnya dan munafiknya si Chan ini, masih punya tampang (tampang yang sudah busuk karena pengkhianatannya), menggunakan Mao untuk menghujat Mao!! Persis seperti kaum remo China yang mengibarkan bendera merah untuk melawan bendera merah. TINDAKAN BRUTAL JUSTRU BANYAK DILAKUKAN OLEH KAUM REVISIONIS TERHADAP KAUM MAOIS…JANGAN LUPA KAUM REVISIONIS BANYAK MENGUASAI ORGANISASI PARTAI, NEGARA DAN TENTARA. Simak saja kata-kata Mao: “ You are making the socialist revolution, and yet you don’t know where the bourgeoisie is. It is right inside the Communist Party -those in power taking the capitalist road. The capitalist roaders are still on the capitalis road.”
Agen remo bolak balik membelejeti dirinya sebagai anti-Mao, bukan?? Betapa tidak! Wong, Mao dengan jelas menunjukkan di mana kaum borjuis berada.. Ya di dalam Partai Komunis sendiri!! Yaitu orang-orang yang mengambil jalan kapitalis!!!
Hanya orang revisionis yang bilang RBKP bertentangan dengan FMTT. Wong jelas-jelas, Mao yang memobilisasi massa dan menggerakan RBKP, dan menunjuk kaum borjuasi di dalam Partai yang mengambil jalan kapitalis sebagai musuh RBKP, kok dibilang itu menampar mulut Mao!! Apa namanya itu kalau bukan ocehan orang gila dan pepesan kosong!!!
Kaum Marxis-Leninis justru menganggap RBKP sebagai sumbangan Mao kepada marxisme-Leninisme!!!
Apapun ocehan dan dalih yang diajukan si agen busuk remo untuk membela kaum revisionis di dalam PKT, tetap saja pepesan kosong!! Mau minta argumentasi yang bagaimana lagi??Mao sudah menunjuk hidung belang dedengkot borjuis/revisionis Liu-Deng!!! Ya, jelas kongres PKT yang diadakan kaum revisionis sesudah kaum Maois ditangkap dan dipecatin dan dibunuh, mengambil keputusan yang menyalahkan RBKP. Persis seperti Suharto dan Nasution melalui MPRS yang anggota komunis dan kiri lainnya sudah dibunuhi, ditangkap dan dipenjara, mengambil keputusan untuk memecat bung Karno!! Logislah!!!
Bagi kaum revisionis, yang paling ideal adalah massa yang menurut apa kata penguasa, tertib menerima penghisapan, penindasan, upah yang sering tak dibayar atau lambat pembayarannya, menerima penyakit yang ditimbulkan karena pekerjaan yang tidak terlindungi dari bahan-bahan kimia yang digunakan dan kondisi kerja buruk tanpa perlawanan. Apa tidak menjijikkan kaum revisionis yang mengorbankan solidaritas internasional untuk mencium pantat Suharto!!!!! Yang menjijikan dan memuakkan lagi adalah agen Chan yang telah mendeklarasikan diri sebagai M-L, menuntut pulang segera untuk bangun basis, tahu-tahu sekarang mengkhianatinya… apa hukuman bagi pengkhianat???
Masih mau bukti bagaimana Mao bertentangan dengan Deng Xiao-ping? Tahun 1975, Deng mengedarkan tiga dokumen yang berisi usulan untuk haluan perkembangan yang harus diambil Tiongkok. Usulan itu betul-betul bersifat revisionis. Inilah jawaban Mao:
“What! Take the three directives as the key link. Stability and unity do not mean writing off class struggle; class struggle is the key link and everything else hinges on it.” Mao menambahkan: “This person does not grasp class struggle; he has never referred to this key link. Still his theme of ‘white cat, black cat’, making no distinction between imperialism and Marxism”.
Jelas, bagi Mao, mata rantai pokok adalah perjuangan kelas, bukan tiga dokumen yang dijajakan Deng! Sebaliknya, kita tahu bagi Deng, pembangunan ekonomi adalah yang pokok; perjuangan kelas yang memobilisasi massa luas untuk meneruskan revolusi di bawah kondisi kediktaturan proletar, sudah selesai ; yang belum selesai adalah perjuangan membabat kaum Maois.
Bagi Mao jelas, stabilitas dan persatuan tidak berarti MENGHAPUS PERJUANGAN KELAS. Bagi Deng, nomer satu adalah stabilitas dan persatuan yang dicapai dengan menindas dan membungkam kaum Maois….Dengan stabilitas dan persatuan, Deng ingin menjamin kaum kapitalis besar asing supaya merasa aman menanam modalnya untuk membangun kapitalisme dan melahirkan orang-orang kaya di China,
Apa masih kurang jelas pendapat Mao tentang Deng yang dianggap tidak mencengkam perjuangan kelas; TIDAK PERNAH MENGACU PADA MATA RANTAI PERJUANGAN KELAS. Mao menganggap “kucing putih, kucing hitam”nya Deng sebagai teori yang tidak membedakan imperialisme dengan Marxisme.
Masalahnya sangat jelas!! Engkau Bersama Mao atau Bersama Deng!! Munafiknya si Chan, jelas, yaitu bersama dengan Deng tapi dengan muka tembok masih terus menggunakan Mao untuk menghantam Mao!!!
Mau melihat praktek??? Si antek remo selalu menuduh saya seoleh-olah saya tidak melihat praktek ..Dasar matanya yang picek dan otaknya yang sudah tidak mampu menampung semua berita dan argumentasi yang dimuat dalam semua postingan saya.
Baca berita ini:
Extortion, pay-cuts and public humiliation: Chinese provinces are imploding spectacularly
in China
Reading Time: 4 mins read

Do you want to see what a failed State looks like? Well, just look at China. The coffers of local governments are running empty, public officers are being denied their wages, celebrities and businessmen are being extorted, and the commoners are being publicly humiliated over a disease outbreak that the government can’t control.
China going bankrupt
Ever heard of Chanakya? He was an ancient Indian political and economist— arguably the greatest one to have existed in recorded human history. He propounded what is called the Saptang Theory of State. Chanakya said that there are seven elements of Statehood and without them a nation cannot exist— one of them being Kosha (The Treasury).
Well, we don’t know about the other six elements, but China does lack Kosha for sure. China’s local government debts have been rising to staggering levels and the official numbers don’t matter, it is the so-called hidden local government debt that matters.
Provincial authorities raise money through bonds sold by local government financing vehicles, or LGFVs. The debts don’t show up on balance sheets but they do exist. At the end of 2020, local government hidden debts in China stood at US$7 trillion. This is equal to 44 percent of China’s gross domestic product (GDP).
And to make it worse, Chinese provinces are no longer able to raise money through land sales that had got them going till now. There is a property sector slump in China, and well, no one wants to invest in land plots.
Local governments resorting to extortion
What do brutal governments do when they don’t have money? Well, they loot the citizens. You may call it extortion or daylight robbery, and this is exactly what is happening in China.
Bazhou, a troubled county-level city in China’s Hebei province, for example, used “bogus tax” to ramp up its revenues. It has been hunting businesses with a tax allegedly covering “procedural costs,” violating regulations. In Hangzhou, local tax authorities decided to raise some money by imposing a fine on “livestreaming queen” Huang Wei, known as Viya. The celebrity has been asked to cough up $210 million for tax evasion.
Pay cuts
Many provinces in China are refusing to extort their citizens. They have a simpler solution— don’t pay your employees and save money.
A social media post written by a Hangzhou municipal government employee has gone viral in China. She wrote, “My annual pay is going to be slashed by around 25%. That’s 50,000 yuan ($7,850) less. How can I live?”
But on the brighter side, this woman employee in Hangzhou is not the only one seeing a quarter of her salary vanish all of a sudden.
Pay cuts in Tianjin are around 20%. Shanghai has reported a case with a 30% reduction. The salary of a police station chief is expected to be cut significantly from the present 350,000 yuan. And significant pay cuts were also observed in Guangdong and Jiangsu.
Chinese government employees are facing what every employee hates. And the Chinese Communist Party (CCP) is trying to be a smart employer. It announced pay cuts without any official announcement and suddenly the employees came to know that they have to make do in lesser money. The Communist Party also maintains a tight grip over its officials and will crack down if there is much resistance to the drastic pay cuts.
Public humiliation for COVID-19 rules violators
The Chinese economy is definitely in a bad state. And it is getting even worse because the CCP is failing to effectuate its ‘zero Covid’ policy.
Armed riot police in southern China publicly shamed and paraded four alleged violators of COVID-19 rules through the streets. Public shaming as a mode of punishment is banned in China. In fact, it has been banned all across the world except under the reign of some brutal and conservative governments. But Chinese local governments are increasingly using public shaming as a mode of censuring violators of COVID regulations.
To an outsider, there might not be a relationship between the bogus taxes, pay cuts, fines on celebrities and public humiliation. But the Professor thinks otherwise, and no I am not talking about the Money Heist guy. I am talking about a Chinese professor, Sun Liping, at the Tsinghua University, which is Chinese President Xi Jinping’s alma mater.
Liping has written a series of articles tying together the Viya tax fine, cuts in public servants’ pay, the issue of property taxes and the “bogus tax” of Bazhou. He compares China’s situation with 19th century Peru, where the replacement of bird droppings by synthetic fertiliser in European agriculture led to an economic crisis.
So, the property sector slump in China is its 21st-century Peruvian bird droppings. Now, as the source of revenues in land sales dry up, Chinese provinces are moving into bankruptcy, and all the events point at just one finding— China is becoming a failed State
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/56A3454E783F4BB69EF6A8CAC1085F1B%40A10Live.
Song Binbin diatas podium Tian An Men
mengalungkan ban “Garda Merah” dilengan Ketua MaoHa…ha… inilah pemutar balikkan yang dilakukan antek remo: menentang dan merevisi teori revolusioner sama sekali tidak sama dengan mengembangkan teori revolusioner sesuai dengan kondisi kongkrit satu negeri. Mao mengembangkan Marxisme-Leninisme dengan teori dan praktek melancarkan revolusi di bawah kondisi kediktaturan proletar yaitu RBKP untuk melawan kaum borjuis yang bersarang dan berkuasa dalam partai komunis!!!
Yang si chan bilang kader terbaik adalah kader2 revisionis, seperti Liu-Deng dan kliknya!!! Ya logislah,sedangkan the gang of four, bagi kaum revisionis, adalah musuh-musuhnya!!
Bantahlah petunjuk Mao ini!!!
: “ You are making the socialist revolution, and yet you don’t know where the bourgeoisie is. It is right inside the Communist Party -those in power taking the capitalist road. The capitalist roaders are still on the capitalis road.”
Jelas antek remo chan membela Deng dengan teorinya kucing putih kucing hitam!!
: “This person does not grasp class struggle; he has never referred to this key link. Still his theme of ‘white cat, black cat’, making no distinction between imperialism and
Marxism”.
Jawab kata-katanya Mao di atas itu!!!
Koar-koar tentang hal ihwal yang tidak ada hubungannya dengan tema ini hanyalah pepesan kosong dan debat kusir!!
Katanya mau praktek. Kenapa tidak jawab praktek tentang pemerasan pemerintah provinsi untuk cari uang dan perdagangan seks yang dikelola orang-orang china!!! Ah, bagi agen remo., itu bukan praktek!!!
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D8F24049E9D9458F9A983E1134C667F0%40A10Live.
Di bawah ini tercermin bagaimana seorang Maois memperingati 100 tahun Partai Komunis Tiongkok. Secara singkat diungkapkan bagaimana lahir dan berkembangnya perjuangan rakyat Tkk dibawah pimpinan PKT dan Mao memenangkan Revolusi Demokrasi Baru dan mengusir agresi Jepang dan KMT.
Tak lupa ia menjelaskan peran dedengkot revisionis Liu-Deng yang tidak mau membangun sosialisme. Dan sudah tentu ia juga mengungkap RBKP yang bertujuan menghancurkan kaum revisionis yang bersarang dalam Partai. Maois Tkk ini mendukung garis RBKP Mao dan mengerti apa tujuan RBKP. Ia konsekwen dalam mendukung Mao dan ajarannya. Kemudian dia juga melihat KENYATAAN DAN PRAKTEK DENG YANG MEREBUT KEKUASAAN DAN MEMBAWA TIONGKOK KE JALAN IMPERIALIS!!!
Prakteknya si anjing jaga budukan remo Chan hanyalah pembangunan kapitalisme yang dibiayai oleh modal kapitalis besar dunia/IMF-Bank Dunia dan semua proyek neo-kolonial di negeri-negeri AAA yang didorong oleh Kaisar Xi seperti OBOR. Tapi perampasan nilai lebih yang diciptakan buruh tiongkok dan buruh asing yang bekerja di pabrik2 China di negeri AAA, BUAT ANJING JAGA BUDUKAN CHAN, BUKAN PRAKTEK ATAU KENYATAAN!!! Ya, memang munafik wataknya, mau diapain ??!!!
Apa yang diutarakan oleh Maois Tkk JELAS BERTOLAK BELAKANG DENGAN PEPESAN KOSONG YANG SELALU DISAJIKAN OLEH ANJING JAGA REMO CHAN, YANG SUKA “MENYANJUNG MAO” UNTUK KEMUDIAN MENGHUJATNYA KARENA RBKP DAN GERAKAN MELOMPAT MAJU!!!
Bagi kaum Maois sedunia, suara kaum Maois di Tiongkok adalah penting, karena itu sangat membesarkan hati. Walaupun penindasan dan pembungkaman Kaisar Xi dengan segala apaarat yang canggih teknologi semakin besar, tapi itu tidak dapat membendung berkembangnya kaum Maois di tanah airnya sendiri, walaupun harus bekerja di bawah tanah. Dengarkan slogan mereka “Bersatulah seluruh kaum Maois di Tiongkok dan lancarkan perjuangan yang teguh melawan revisionisme Tiongkok!!!!
Biarkan anjing jaga berkudis remo Chan menggonggong, kaum Maois sedunia terus berjuang untuk persatuan dan perlawanan teguh melawan imperialisme dan revisionisme!!!!
Hello comrades in the United States,
I am a Maoist from China, and I have been following you since last year. Some articles on your website are widely circulated among some Maoist groups in China.
This year is the 100th anniversary of the birth of a former socialist party, the Communist Party of China. I wrote a commemorative article in my own, hoping to spread it among Marxist-Leninist-Maoists all over the world through you:
July 1, 2021, this is a day to commemorate the centennial birthday of the Communist Party of China, a political party that has influenced the process of the socialist movement around the world. After the May Fourth Movement in 1919, the idea of communism began to take root in China, and Marxism became the trend of progressive youth in China at that time. The convening of the First National Congress of the Communist Party of China in 1921 marked the birth of this party. The vanguard of the Chinese proletariat led the Chinese proletariat through thorns and smashed its chains and finally liberated themselves.
The Chinese Communist Party has led many labor movements in China, the strikes of Longhai Railway workers, the strikes of Jinghan Railway workers, the Canton-Hong Kong strike, and the Anyuan Road and Mine strikes. The Chinese Communists have always been at the forefront of the labor movement, defending the interests of Chinese workers.
The Communist Party of China was not only at the forefront of the Chinese labor movement, but also immediately formed the anti-Japanese national united front to resist foreign aggression. On September 18, 1931, Northeast China fell, and the Communist Party of China quickly established the Northeast Anti-Japanese United Army to carry out guerrilla operations. In 1937, the full-scale war of resistance broke out; “Rise up, people who do not want to be slaves, the Chinese nation has reached the most dangerous time, everyone is forced to give out the last roar.” This is the beginning of the national anthem of the People’s Republic of China, and there is something behind this. It is the history of the Chinese Communist Party leading the Chinese people to fully resist Japanese aggression.
In 1945, the Japanese aggression ended and China achieved a short-term peace, but Chiang Kai-shek broke the hard-won peace and launched a civil war. Chiang Kai-shek led the Kuomintang to retreat to Taiwan, and the People’s Republic of China was proclaimed in Beijing on October 1, 1949. However, the US imperialists did not want to see the establishment of a socialist China, so they formed a “United Nations Army” to join the Korean War. The final result was obvious. The Chinese Volunteer Army and the Korean soldiers and civilians won victory. [this paragraph was shortened for clarity – Ed.]
Then, the Chinese people finally really stood up. Under the leadership of Chairman Mao and the Communist Party of China, China’s socialist construction proceeded in full swing. However, some revisionists did not want China to become a socialist country, so they undertook secret sabotage. Some people, headed by Liu Shaoqi and Deng Xiaoping, deliberately misinterpreted Mao Zedong‘s construction policy and undermined China’s socialist construction.
In 1966, the Great Proletarian Cultural Revolution (GPCR) began. The purpose of this revolution was to wipe out revisionists within the Communist Party of China. Not only that, but the GPCR has also affected the socialist movement around the world. In Japan, students took to the streets. Holding high the banner of socialism in Peru, Chairman Gonzalo proposed Maoism through the synthesis of Chairman Mao‘s thoughts and theories; in India, the Naxalbari uprising ignited the spark, and the Communist Party of India (Maoist) would become the political force of India to begin a protracted people’s war; in Turkey, Ibrahim Kaypakkaya formed TKP/ML to start a revolutionary struggle.
Deng Xiaoping ultimately seized power, and China took the road of revisionism and imperialism. However, the spirit of the Chinese Communist Party and the Chinese Revolution has not gone away, and it still inspires the current global Marxist-Leninist-Maoist movement. In India, in Turkey, in Peru, and in the Philippines, the Marxist-Leninist-Maoist people‘s armed forces are still continuing the protracted People’s Wars; other Marxist-Leninist-Maoist parties and organizations are also preparing to participate in their own People‘s Wars. Marxism-Leninism-Maoism, protracted people’s war, this is the legacy of the Communist Party of China before it became revisionist, and it should now be inherited by Marxism-Leninism-Maoists worldwide.
Long live Marxism-Leninism-Maoism!
Long live the centenary birthday of the Communist Party of China!
All Maoists in China unite and wage the most resolute struggle against Chinese revisionism!
Maoists from all over the world unite and join in the struggle against imperialism and revisionism!
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D8F24049E9D9458F9A983E1134C667F0%40A10Live.
Di bawah ini tercermin bagaimana seorang Maois memperingati 100 tahun Partai Komunis Tiongkok. Secara singkat diungkapkan bagaimana lahir dan berkembangnya perjuangan rakyat Tkk dibawah pimpinan PKT dan Mao memenangkan Revolusi Demokrasi Baru dan mengusir agresi Jepang dan KMT.
Tak lupa ia menjelaskan peran dedengkot revisionis Liu-Deng yang tidak mau membangun sosialisme. Dan sudah tentu ia juga mengungkap RBKP yang bertujuan menghancurkan kaum revisionis yang bersarang dalam Partai. Maois Tkk ini mendukung garis RBKP Mao dan mengerti apa tujuan RBKP. Ia konsekwen dalam mendukung Mao dan ajarannya. Kemudian dia juga melihat KENYATAAN DAN PRAKTEK DENG YANG MEREBUT KEKUASAAN DAN MEMBAWA TIONGKOK KE JALAN IMPERIALIS!!!
Prakteknya si anjing jaga budukan remo Chan hanyalah pembangunan kapitalisme yang dibiayai oleh modal kapitalis besar dunia/IMF-Bank Dunia dan semua proyek neo-kolonial di negeri-negeri AAA yang didorong oleh Kaisar Xi seperti OBOR. Tapi perampasan nilai lebih yang diciptakan buruh tiongkok dan buruh asing yang bekerja di pabrik2 China di negeri AAA, BUAT ANJING JAGA BUDUKAN CHAN, BUKAN PRAKTEK ATAU KENYATAAN!!! Ya, memang munafik wataknya, mau diapain ??!!!
Apa yang diutarakan oleh Maois Tkk JELAS BERTOLAK BELAKANG DENGAN PEPESAN KOSONG YANG SELALU DISAJIKAN OLEH ANJING JAGA REMO CHAN, YANG SUKA “MENYANJUNG MAO” UNTUK KEMUDIAN MENGHUJATNYA KARENA RBKP DAN GERAKAN MELOMPAT MAJU!!!
Bagi kaum Maois sedunia, suara kaum Maois di Tiongkok adalah penting, karena itu sangat membesarkan hati. Walaupun penindasan dan pembungkaman Kaisar Xi dengan segala apaarat yang canggih teknologi semakin besar, tapi itu tidak dapat membendung berkembangnya kaum Maois di tanah airnya sendiri, walaupun harus bekerja di bawah tanah. Dengarkan slogan mereka “Bersatulah seluruh kaum Maois di Tiongkok dan lancarkan perjuangan yang teguh melawan revisionisme Tiongkok!!!!
Biarkan anjing jaga berkudis remo Chan menggonggong, kaum Maois sedunia terus berjuang untuk persatuan dan perlawanan teguh melawan imperialisme dan revisionisme!!!!
Hello comrades in the United States,
I am a Maoist from China, and I have been following you since last year. Some articles on your website are widely circulated among some Maoist groups in China.
This year is the 100th anniversary of the birth of a former socialist party, the Communist Party of China. I wrote a commemorative article in my own, hoping to spread it among Marxist-Leninist-Maoists all over the world through you:
July 1, 2021, this is a day to commemorate the centennial birthday of the Communist Party of China, a political party that has influenced the process of the socialist movement around the world. After the May Fourth Movement in 1919, the idea of communism began to take root in China, and Marxism became the trend of progressive youth in China at that time. The convening of the First National Congress of the Communist Party of China in 1921 marked the birth of this party. The vanguard of the Chinese proletariat led the Chinese proletariat through thorns and smashed its chains and finally liberated themselves.
The Chinese Communist Party has led many labor movements in China, the strikes of Longhai Railway workers, the strikes of Jinghan Railway workers, the Canton-Hong Kong strike, and the Anyuan Road and Mine strikes. The Chinese Communists have always been at the forefront of the labor movement, defending the interests of Chinese workers.
The Communist Party of China was not only at the forefront of the Chinese labor movement, but also immediately formed the anti-Japanese national united front to resist foreign aggression. On September 18, 1931, Northeast China fell, and the Communist Party of China quickly established the Northeast Anti-Japanese United Army to carry out guerrilla operations. In 1937, the full-scale war of resistance broke out; “Rise up, people who do not want to be slaves, the Chinese nation has reached the most dangerous time, everyone is forced to give out the last roar.” This is the beginning of the national anthem of the People’s Republic of China, and there is something behind this. It is the history of the Chinese Communist Party leading the Chinese people to fully resist Japanese aggression.
In 1945, the Japanese aggression ended and China achieved a short-term peace, but Chiang Kai-shek broke the hard-won peace and launched a civil war. Chiang Kai-shek led the Kuomintang to retreat to Taiwan, and the People’s Republic of China was proclaimed in Beijing on October 1, 1949. However, the US imperialists did not want to see the establishment of a socialist China, so they formed a “United Nations Army” to join the Korean War. The final result was obvious. The Chinese Volunteer Army and the Korean soldiers and civilians won victory. [this paragraph was shortened for clarity – Ed.]
Then, the Chinese people finally really stood up. Under the leadership of Chairman Mao and the Communist Party of China, China’s socialist construction proceeded in full swing. However, some revisionists did not want China to become a socialist country, so they undertook secret sabotage. Some people, headed by Liu Shaoqi and Deng Xiaoping, deliberately misinterpreted Mao Zedong‘s construction policy and undermined China’s socialist construction.
In 1966, the Great Proletarian Cultural Revolution (GPCR) began. The purpose of this revolution was to wipe out revisionists within the Communist Party of China. Not only that, but the GPCR has also affected the socialist movement around the world. In Japan, students took to the streets. Holding high the banner of socialism in Peru, Chairman Gonzalo proposed Maoism through the synthesis of Chairman Mao‘s thoughts and theories; in India, the Naxalbari uprising ignited the spark, and the Communist Party of India (Maoist) would become the political force of India to begin a protracted people’s war; in Turkey, Ibrahim Kaypakkaya formed TKP/ML to start a revolutionary struggle.
Deng Xiaoping ultimately seized power, and China took the road of revisionism and imperialism. However, the spirit of the Chinese Communist Party and the Chinese Revolution has not gone away, and it still inspires the current global Marxist-Leninist-Maoist movement. In India, in Turkey, in Peru, and in the Philippines, the Marxist-Leninist-Maoist people‘s armed forces are still continuing the protracted People’s Wars; other Marxist-Leninist-Maoist parties and organizations are also preparing to participate in their own People‘s Wars. Marxism-Leninism-Maoism, protracted people’s war, this is the legacy of the Communist Party of China before it became revisionist, and it should now be inherited by Marxism-Leninism-Maoists worldwide.
Long live Marxism-Leninism-Maoism!
Long live the centenary birthday of the Communist Party of China!
All Maoists in China unite and wage the most resolute struggle against Chinese revisionism!
Maoists from all over the world unite and join in the struggle against imperialism and revisionism!
Sent from Mail for Windows
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D8F24049E9D9458F9A983E1134C667F0%40A10Live.
Ha…ha… siapa yang mau kasih tahu sama anjing budukan penjaga revisionis sumber dan orang yang menulis artikel itu!! Emangnya gue goblok seperti dirinya!! Justru karena tidak bisa menjawab isi tulisan orang Maois, maka dipakailah dalih “sumber nggak jelas”…. Begitulah cara anjing jaga budukan remo yang sudah lama KO, tidak bisa berdiskusi tanpa debat kusir dan menghindari diskusi to the point!!
Seperti Noroyono dan B(urhanudin) H(arahap), karena nggak punya argumentasi untuk menyanggah postingan saya, selalu mereka menuduh seenak perutnya sendiri, menyerang sumber dan debat kusir!!!
Jelas, Nesare adalah orang yang fair dan jujur dalam berdiskusi dengan saya, tidak berdebat kusir, selalu to the point, walaupun kamipun berbeda pandangan banyak sekali. Tapi Nesare otaknya jalan, masih bisa objektif, jujur, dan tidak munafik!!!
Anjing bulukan remo ini, karena memang sudah mengkhianati M-L-Maoisme, hidup dalam mimpi seolah-olah Partai Kapitalis Tiongkok sedang berkembang JAYA!! JAYA, NENEKLU!!! Dia lupa bahwa ajaran Mao tentang perjuangan dua garis dalam partai tetap berlaku dalam KENYATAAN DAN PRAKTEKNYA. PKT perlahan-lahan berubah menjadi Partai Kapitalis Tiongkok alias partai revisionis. Di dalamnya terdapat anggota Partai yang melawan kebijakan pimpinan revisionis, artinya masih tersisa dalam otak mereka ajaran M-L-Maoisme. Dalam periode awal reformasi kapitalis Deng, lebih banyak lagi perlawanan. Hanya ini ditutupi oleh penguasa, sehingga tidak banyak diketahui umum. Salah satu suara perlawanan yang berhasil diketahui umum adalah surat 170 kader dan anggota kepada Hu Jintao.
Chen Yun, salah satu pimpinan senior PKT, satu generasi dengan Mao, tapi berpihak kepada kaum revisionis, begitu dia melihat bagaimana reformasi kapitalis dijalankan dan sadar akan dampaknya, akhirnya terpaksa berkata:
: “Begitu diumumkan keterbukaan terhadap dunia luar dan dijalankannya politik yang lebih luwes, beberapa kader dalam partai , Pemerintah dan militer, bersama dengan anak-anaknya, langsung dengan tergesa-gesa terjun kedalam dunia usaha. Menurut sejumlah survei (lebih dari 12) yang dilakukan terhadap kota dan provinsi, sejak kwartal keempat tahun lalu telah didirikan lebih dari 20 ribu usaha. Mayoritas dari 20 ribu usaha itu didirikan melalui koneksi antara pejabat-pejabat ini dengan bisnis ilegal baik dalam negeri maupun luar negeri. Mereka menggunakan lubang-lubang di reformasi untuk melakukan segala macam transaksi ilegal termasuk pembelian dan penjualan ilegal, penyuapan dan penerimaan suapan, pembayaran dibawah meja, pemalsuan fakta-fakta, penghindaran pembayaran pajak, pembuatan dan penjualan obat palsu, anggur palsu, pembunuhan, penjualan dan pertunjukan pornografi dan menarik wanita kedunia pelacuran. Semua hal yang busuk dan buruk ini telah terjadi. Ideologi kapitalis hina “Hanya uang yang penting” sedang dengan serius mengikis Partai dan masyarakat kita. Kita ingin membangun sosialisme dan kita harus dengan teguh memblokir dan mencabut sampai keakar-akarnya pikiran dan kelakuan yang jahat dan jelek ini. Kita harus memobilisasi dan mengorganisasi Partai kita dan semua kekuatan sosial untuk berjuang dengan amat teguh melawan gejala ini.” ( Pilihan Karya Chen Yun, Jilid iii, hal. 355, 356)
Praktek kejahatan kader serta anak-anaknya yang dibelejeti Chen Yun itulah yang telah melahirkan kelas kapitalis monopoli besar yang bersarang di PKT dan Negara serta kaum bilyuner yang merangkap menjadi anggota Partai atau Kongres Rakyat!!!
Kasihan sekali si Chen Yun ini!!Tak berdaya dia menghadapi kapitalisme brutal yang berangsur-angsur menguasai ekonomi dan masyarakat Tiongkok.
Anjing jaga budukan remo Chan , betapapun petantang petenteng membela tuannya, praktek dan kenyataan yang dia tidak mau melihatnya, akan terus memperlihatkan dan membelejeti watak neo-kolonial-imperialis dari Kekaisaran Xi....
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/9B255A4170E44DB3B060916C8397DF63%40A10Live.
Logislah, anjing jaga budukan remo Chan mengatakan orang-orang Maois tidak pantas disebut Maois!! Bagaimana mungkin anjing budukan remo memuji orang-orang Maois, bukan?? Tak bisa dan memang tak mungkin membantah pendapat Chen Yun, satu-satunya alasan, seperti biasa, seolah-olah kejahatan para kader itu HANYA TERJADI PADA AWAL REFORMASI, DAN SEKARANG SUDAH TIDAK ADA LAGI KEJAHATAN ITU!! Padahal berbagai macam kejahatan dan penyakit sosial yang memang merupakan ciri umum masyarakat kapitalis, tak perduli betapa Kaisar Xi memeranginya dengan menembak mati koruptor, TAK MUNGKIN DILENYAPKAN KARENA AKARNYA TAK DISENTUH… Sekarang kejahatan itu bahkan sudah dibawa ke luar negeri!!! PRAKTEK PENYUAPAN KEPADA PARA BIROKRAT NEGERI DUNIA KETIGA UNTUK MELOLOSKAN PROYEK2 KAUM KAPITALIS BESAR CHINA SUDAH MENJADI PENGETAHUAN UMU.
Tak mungkin dan tak mampu membantah isi tulisan orang Maois Tkk, maka dipakailah dalih “sumber”. Karena isi tulisan itu sendiri membelejeti kemunafikan anjing jaga budukan Chan!!!
Sudah saya postingkan banyak berita yang membuktikan praktek kolonial China dan kegiatan perjudian, perdagangan seks, penipuan, pembunuhan dan kejahatan lain di Laos, Kamboja, Filipina dan negeri-negeri Afrika seperti Zambia.
Cakar imperialis China terus merangsak…. Baca sendiri bagaimana Filipina berangsur-angsur dijadikan koloni china!!!
How the Philippines is turning into a Chinese colony
in Indo-Pacific
Reading Time: 3 mins read
What is the Philippines up to? I’m serious! What on earth is going on in this country? Has it surrendered to China completely? Manila is really prostrating before China in the final months of Rodrigo Duterte’s presidency like no other country ever has, apart from China’s client state — Pakistan. Which brings us to an even more important concern. Is China turning the Philippines into its latest client state? The indications are all out there. The Philippines is being systematically turned into a Chinese colony, and as Duterte prepares to leave office in the next few months, the danger to this southeast Asian country is at an all-time high.
As Duterte approaches the end of his term as president, he really has nothing to lose and nothing to fear. So, he is paving the way for China to colonise the Philippines. The Philippines had a telecom sector not long ago ridden with a duopoly. And how do you think the government tried and increased competition in the country’s telecom sector? By roping in a Chinese state-owned telecom company to acquire 40% stake in a major Filipino network provider!
China’s gradual takeover of the Philippines
The Philippines’ China Telecom-backed mobile challenger has started to gain ground. According to Nikkei Asia, Dito Telecommunity’s local owner, DITO CME Holdings, kicked off an 8 billion-peso ($160 million) stock rights offering. Dito this month hit 5 million subscribers. According to chief administrative officer Adel Tamano, revenue reached 2 billion pesos. Dito’s subscriber market share stands at 3.1%, which is slightly higher than the 2.9% share which its rival, Sun Cellular clocked in 2003 — its first year of operation.
Also read: Rodrigo Duterte is losing Philippines and only his love for China is to be blamed for it
But here comes the interesting part. Dito is 60% controlled by the group of Dennis Uy, a business owner and campaign donor to President Rodrigo Duterte, while state-backed China Telecom owns 40%. Essentially. Duterte and the CCP are in bed together, and they don’t really seem to care about what the public thinks of them any longer.
But here’s what’s most shocking about China’s colonisation of the Philippines — It is legally mandated! That’s right. According to the commitments which Dito made in its 2018 telecom license auction, the Chinese-controlled company is required to cover at least 70% of the country’s roughly 110 million people in 2022. In line with the same, the telecom provider plans to take its presence from 500 municipalities and cities which it currently caters to, to 800.
Therefore, Rodrigo Duterte paved the way for Dito’s rise as a formidable player in the telecom sector of the Philippines in 2018 itself.
China should have been nowhere near Philippines’ telecom sector
Telecommunications companies possess the technology necessary for communication through the internet, phone, airwaves, cables, wires, or wirelessly. They have built the infrastructure necessary for passing voice, words, video, and audio through these means across the world. And it just so happens that the Philippines, under Rodrigo Duterte, has flanked open the doors of the country’s telecom sector for China.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D456FD7B995E42F48EF735BC6E114823%40A10Live.
Sudah tentu orang senang menampilkan tulisan yang sepaham dengan dirinya!!! Itu adalah hal yang normal dalam perdebatan.. Masalahnya adalah bagaimana membantah ISI DAN HAKEKAT TULISAN ITU dengan argumentasi dan fakta JUGA. Apakah anjing jaga bulukan remo chan tidak akan senang kalua bias menampilkan tulisan atau fakta yang dapat dihadapkan kepada kata-katanya Mao sendiri, misalnya?? Soalnya, anjing budukan ini TIDAK MAU TERANG-TERANGAN MENENTANG KATA-KATA MAO, DAN JUGA TIDAK DAPAT MENEMUKAN BAHAN UNTUK MENENTANGNYA, KECUALI PEPESAN KOSONG YANG DIA DAPAT DARI PARA PENGUASA REVISIONIS SEPERTI KONGRES PKT YANG DIADAKAN SETELAH SEMUA KAUM PENDUKUNG MAO DITANGKAP, DIPENJARA DAN DITENDANG KELUAR!!! PRAKTEK REZIM SUHARTOLAH YANG DIPRAKTEKKAN OLEH KAUM PENGUASA REVISIONIS CHINA!!
konco-konconya kadang-kadang muncul untuk membantunya menyerang saya…Sayangnya konco2nya itu tak mampu membantah argumentasi dan fakta yang saya tampilkan, akhirnya hanya bisa menuduh seenak perutnya sendiri dan debat kusir!!! Betul-betul sama watak mereka itu!! Maka jadilah saya, nenek dalam tempurung, haus darah, agen CIA etc.
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D456FD7B995E42F48EF735BC6E114823%40A10Live.
Apa yang disebut “ideologi” sebagai kebenaran absolut itu?Semua orang yang mengakui Marxisme-Leninisme-Maoisme sudah tentu menganggap MDH (Materialisme, Dialektis, Historis) sebagai kebenaran. Prinsip-prinsip dasarnya MASIH TERUS DIBUKTIKAN KEBENARANNYA SAMAPI ZAMAN SEKARANG. Anjing jaga budukan yang menambah kata “absolut”. Kalau tidak menganggap M-L-Maoisme sebagai kebenaran yang sudah dibuktikan dalam praktek, orang tidak akan menamakan mereka Marxis-Leninis-Maois!! Siapa yang tidak mengakuinya sebagai kebenaran, dan oleh karena itu MENGUBAHNYA ATAU MEREVISINYA, mereka itulah yang namanya REVISIONIS!!
Bagi anjing jaga budukan remo ini, PRAKTEK hanyalah semua “kejayaan semu” China yang diciptakan setelah reformasi kapitalis melalui penghisapan dan penindasan terhadap kaum buruh Tiongkok dan juga buruh di luar Tiongkok. HANYA HASIL PENGHISAPANNYA YANG KERLAP KERLIP YANG DIPUJA DAN DIBANGGAKAN OLEH ANJING JAGA REMO SERTA KONCO2NYA YANG DIANGGAP PRAKTEK. TAPI PENGHISAPAN DAN PENINDASAN YANG MERUPAKAN SUMBER DARI “KEJAYAAN SEMU”ITU TIDAK DIANGGAP PRAKTEK OLEH SI ANJING JAGA REMO CHAN INI!! BEGITU JUGA PERAMPASAN KEKAYAAN ALAM NEGERI-ENGERI KETIGA TERMASUK INDONESIA MELALUI PENANAMAN MODALNYA, TIDAK DIANGGAP PRKATEK OLEH ANJING BUDUKAN INI!!!
![]()
From: Chan CT <sa...@netvigator.com>
Sent: Friday, January 14, 2022 12:01 AM
To: nesare hotmail <nes...@hotmail.com>; GELORA45_In <Gelor...@googlegroups.com>; Tatiana Lukman <jetaim...@yahoo.com>
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism
Iyaaa, ... bung lama tidak muncul membuat kami kehilangan dan kangen mendengarkan suaranya, ...! Bersyukurlah kalau ternyata bung selama ini tetap baik-baik dan sehat-sehat saja!
Tapi bung Nesare, bukankah perdebatan saya dengan nenek Tatiana selama ini lebih banyak memperbincangkan kebijakan dan praktek nyata yang terjadi, bukan ideologinya! Bukankah itu perbedaan dalam melihat dan mengangkat kenyataan yang terjadi! Perbedaan dalam melihat segala hal-ihwal didunia ini satu pecah menjadi dua. Dalam proses perkembangan menempuh Jalan Sosialisme Tiongkok selama 40 tahun terakhir ini, titik HITAM yang terjadi seiring dengan keberhasilan (lingkaran PUTIH) yang utama, oleh nenek Tatiana diangkat sebagai lingkaran HITAM yang utama dan pokok dengan setitik PUTIH saja. Jadi dia selalu menyatakan keberhasilan yang dicapai Tiongkok hanyalah pepesan kosong, ... Gambar filsafat I Ching dibawah mungkin memudahkan melihat persoalan, dimana hal-ihwal selalu terbelah dua, ditengah lingkaran putih pasti ada setitik hitam, juga sebaliknya ditengah lingkaran hitam selalu akan ada setitik putih!
Salam,
ChanCT
From: nesare hotmail
Sent: Friday, January 14, 2022 4:45 AM
To: Chan CT ; GELORA45_In ; Tatiana Lukman
Subject: Re: [GELORA45] demokrasi a la Chinese capitalism
hehehe bung Tatiana dan bung Chan sudah kangen sama saya ya?
Saya baek2 saja. Covid belum suka sama saya seperti bung berdua suka saya. Ini berkah bagi saya.
Saya pikir diskusi nya sudah bagus. Malahan bagus sekali. Banyak sekali informasi dan informasi ini sangat berguna apalagi bagi mereka2 yg sedang belajar.
Saya melihat suatu ideologi itu selalu dinamis artinya berubah sesuai dengan waktu, aktor dan lokasi sehingga perubahan ideologi itu akan selalu bergejolak sesuai dengan keperluan dari ketiga unsur itu. Komunisme dan komunisme internasional itu kan beda. Yang sedang didiskusikan bung berdua yg berkaitan dgn Mao dan Lenin itu kan jamannya Communist International (Comintern) yg berbeda dgn communism jamannya Marx, Engel dll. Sebelumnya kan sudah dikenal christian communism, begitu juga di Yunani itu sebelum Yesus lahir itu sudah ada ide komunal dlm parodi/drama lucu2an. Diabad 18 jamannya Renaisance itu dimana science muncul menghantam dominasi agama Katholik melahirkan banyak tokoh2 yg berfaham komunisme (dulu disebut liberal). Motornya itu ya para pastur katholik yg liberal. Lalu jamannya Marx dan Engel itu ya dengan nyata melihat penderitaan akibat revolusi industri menelorkan istilah komunisme yg kita kenal sekarang ini.
Maksud saya ya ideologi komunisme spt juga ideologi kapitalisme itu berubah sesuai dgn dinamika masyarakat pada saat tertentu. Kapitalisme di USA itu banyak berubah kekiri. Walaupun terlambat dibandingkan dgn kapitalisme di eropa barat, ya memang pergerakan kekiri itu memang kenyataan masyarakatnya. Sekolah2 itu ya pencetak orang2 yg liberal. Mana ada sekolah konservatif? Tidak ada lagi atau jarang kalaupun ada.
Saya lebih menikmati diskusi kalian berdua dari informasi2 baru yg saya tidak ketahui sebelumnya. Tetapi kalau mengatakan harus bagaimana apalagi mana yg benar dan salah itu ya susah, wong Marx, Engel, Mao, Lenin, Stalin, Aidit, Nyoto, Lukman itu kan semua hasil produk di jamannya masing2. Yang bisa kritisi, setujui, salahin itu adalah tindakan2nya tetapi bukan ideologinya. Dengan kata lain ya manusia itu berprilaku dan bertindak itu berdasarkan ideologi. Jadi dimanapun politisi, pejabat negara non politis itu harus jelas ideologinya shg rakyat tahu siapa yg mereka pilih sbg wakil rakyat. Repotnya kalau dibawa ke Indonesia, para pejabat dan politikus itu bak bunglon bisa pindah2 ideologinya hehehehe. Wong figurnya saja tidak ketahuan, bagaimana bisa dipercaya.
Salam selalu,
nesare
![]()
Song Binbin diatas podium Tian An Men mengalungkan ban “Garda Merah” dilengan Ketua Mao
Buruh penderita pneumoconiosis, penyakit akibat kerja yang paling umum. Diperkirakan terdapat 6 juta penderita pneumoconiosis di Tiongkok
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/5FABFE7256B049D1BD33109F5B59DF9B%40A10Live.