Re: [greenlifestyle] Pilih buku atau IPAD?

1 view
Skip to first unread message

eppel eve

unread,
Oct 5, 2011, 1:26:10 AM10/5/11
to greenli...@googlegroups.com
Dear Mbak Shanty,

maaf, ngusul sedikit, mendengar komen Bu Yuyun, daripada nyari perusahaan pendaur ulang, kalo mau mungkin GL bisa:
1. nyari institusi pendidikan yang membutuhkan sampah e-waste u belajar
(e.g. smk, stm mungkin, atau pesantren yang ada pelajaran entrepreneurship servis hape dan komputer. ICT Watch di Pasar Minggu atau Pak Onno Purbo mungkin bisa dikunjungi...)
2. atau mempublish tukang servis HP yang dan jual beli menerima bangke HP, dan mengajak mereka kerjasama menampung e-waste. bisa pake sistem bank sampah dengan memberi voucher diskon setelah poin pengumpulan tertentu...

Untuk komponen yang gbisa diapa-apain dan jadi e-waste, barangkali satu-satunya pemecahan saat ini adalah tempat pembuangan limbah B3 tea?? (whatever happened there...)

Untuk Bu Yuyun, apakah memang di negara yang mengimpor sampah e-waste g ada model social business daur ulang seperti di atas ya? 

My 2 cents again 

eppel
baru nanya dan usul doang  




From: "greenli...@googlegroups.com" <greenli...@googlegroups.com>
To: Penerima Intisari <greenli...@googlegroups.com>
Sent: Tuesday, October 4, 2011 7:27 PM
Subject: [greenlifestyle] Intisari untuk greenli...@googlegroups.com - 7 Pesan pada 4 Topik

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenli...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyl...@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id


yuyun ismawati

unread,
Oct 5, 2011, 4:49:41 AM10/5/11
to greenli...@googlegroups.com
Soal fasilitas daur ulang e-waste yang baik dan benar (Environmentally Sound Management) di Indonesia kayaknya belum ada. Yang ada paling fasilitas pemretelan e-gadget amatir yang pasti dikerjakan seadanya (bakar2, celup2 chemicals, tak berijin khusus, dll).

Yang di Taiwan itu pakai pakem ESM, pegawenya pake baju kayak astronot.. :-p

Yang paling dekat bisa di push adalah EPR supaya take back center mereka bisa menyalurkan e-waste kita secara ESM seperti policy di head quarter mereka yang sudah commit ikut E-Stewardship.

Dikasihkan ke bank sampah dan pemulung tidak menyelesaikan masalah kalau mereka tidak dibekaloi pengetahuan tentang bagaimana cara mengelola e-waste.

Kalau bisa ada kuliah lapang dari ahlinya akan menarik tuh.. Sok atuh GL bikin field trip e-waste..

Salam,
Y


From: eppel eve <eppe...@yahoo.com>
Date: Tue, 4 Oct 2011 22:26:10 -0700 (PDT)
Subject: Re: [greenlifestyle] Pilih buku atau IPAD?

Shanty Syahril

unread,
Oct 5, 2011, 10:40:51 AM10/5/11
to greenli...@googlegroups.com
Malam Eppel dkk GL....

Sepakat untuk yang masih laik pakai bisa ke lembaga/perorangan lain yg membutuhkan.

Selama ini nggak terpikir untuk memberikan yg rusak ke lembaga pendidikan. Tapi info Eppel menarik nih. Apalagi kalau Eppel bisa sharing daftar institusi pendidikan yg terima e-waste untuk belajar. Tapi kepikiran juga sih kalau ternyata nggak berhasil diperbaiki, trus mereka buang kemana?

Salah satu yg terpikir sejak lama adalah batere. Ini termasuk kategori e-waste nggak ya? Batere bekas kan banyak banget. Selama ini kalau kita beli sepertinya produsen belum memasukan biaya lingkungan di harganya. Sempet random aja nanya bbrp konsumen, kayaknya ada sebagian konsumen yg bersedia bayar ke pihak yg bisa mengolah sampah batere ini dgn pakem ESM. Katakanlah misalnya dgn memanfaatkan jejaring GL bisa terbentuk sistem pengumpulan konsumen.  

Tapi problemnya sampah saat ini belum ketemu perusahaan yang setidaknya bisa kasih info berapa harganya sekiranya konsumen mau bayar. Barangkali Eppel, mbak Yuyun dkk lainnya punya info ttg hal ini.

Mbak Yuyun, kalo boleh kasih gambaran lebih kumplit kunjungan lapangannya dong. Apakah maksudnya berkunjung ke tempat yg mengelola e-waste dgn pakem ESM atau liat gimana e-waste ditangani sembarangan atau bagaimana?

Trims ya...

salam,
shanty



2011/10/5 eppel eve <eppe...@yahoo.com>

eppel eve

unread,
Oct 7, 2011, 9:54:01 AM10/7/11
to greenli...@googlegroups.com

Dear Mbak Shanty dkk GLers,

djustru saya belum tahu institusi pendidikan mana aja yang nerima... logikanya STM dan SMK mestinya nerima aja ya? cuman kalo ICT Watch sih dulu rasanya punya program refurbish komputer (g tau hp termasuk juga nggak) u bikin workshop net literacy komunitas... selengkapnya bisa ditanya ke Pak Donny B.U.di http://donnybu.com/ atau @donnybu. Pak Tuan Guru Hasanain di Lombok juga punya program serupa di pesantren putri...

kalo ke toko, selain untuk dikanibal, biasanya paling hp bekas ditawar untuk display...  tapi intinya memang upaya-upaya ini 'sekedar' mengulur waktu penggunaan si barang elektronik yang udah gak kepake... 

soal pretel-mreteli amatir apakah bisa dibikin upaya agar supaya mereka yang amatir ini diberi sertifikasi dan pendidikan khusus tentang K3 dan e-waste management ya? daripada nokia cape2 ngumpulin sampah trus disia-siakan... Bu Yuyun, dilobi k KLH program kayak gini bisa gak ya? idealnya kan produknya ntar bisa juga jadi 'certified refurbished product' trus bisa dipasarkan dengan model bisnis HP Grameen atau disumbangkan untuk tukang becak dan pedagang kecil yang memerlukan... 


another 2 cents,

eppel
mauu ikuut kalo kulap (haha, waktu kuliah gak ikutan sih...) tapi kayanya bukan kulap deh judulnya, melainkan investigasi... ;) atau minimal yang sempet ikutan kulap atau kunjungan 'studi banding' ngerekam dan nyeritain...



Sent: Thursday, October 6, 2011 7:15 PM
Subject: [greenlifestyle] Intisari untuk greenli...@googlegroups.com - 3 Pesan pada 3 Topik


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages