Sumatera Barat Kehilangan 600 Kamar Hotel

13 views
Skip to first unread message

Indra Jaya Piliang

unread,
Dec 31, 2009, 8:44:24 AM12/31/09
to Rant...@googlegroups.com
Sumatera Barat Kehilangan 600 Kamar Hotel
Hotel bintang empat di Padang yang kembali beroperasi secara normal hanya Pangeran Beach.
Rabu, 30 Desember 2009, 11:09 WIB
Umi Kalsum


VIVAnews - Sepanjang tahun 2009, Sumatera Barat kehilangan 600 kamar hotel. Berkurangnya kamar hotel ini akibat gempa 7,9 Skala Richter yang mengguncang Sumatera Barat akhir September lalu.

Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Sumbar Maulana Yusran, kamar yang hilang itu mencapai 50 persen dari total kamar hotel berbintang yang beroperasi sebelum gempa. "Secara keseluruhan Sumbar memiliki sekitar 1.200 kamar," kata Maulana pada VIVAnews, Rabu 30 Desember 2009.

Menurutnya, sekitar 12 hotel tidak berfungsi akibat bencana gempa. Kerusakan hotel terbanyak terjadi di Kota Padang yang terkena dampak besar. Kondisi ini, ujar Maulana, memengaruhi daya tampung wisatawan yang berkunjung ke Sumbar.

Sejauh ini, sejumlah hotel telah beroperasi normal untuk melayani tamu. Hotel bintang empat di Padang yang kembali beroperasi secara normal hanya Pangeran Beach.

Sedangkan sejumlah hotel lainnya seperti Bumiminang, Ambacang, masih dalam proses perobohan. Hotel Ambacang saat ini telah rata dengan tanah. Sedangkan hotel Bumiminang belum terlihat aktivitas perbaikan yang dilakukan pengelola.

"Saat ini hotel-hotel di Bukittinggi masih beroperasi normal dan biasanya menjadi lokasi favorit wisatawan yang berkunjung ke Sumbar
selain Padang," katanya. Selama libur tahun baru, hotel-hotel di Padang dan Bukittinggi biasanya diserbu pelancong.

Wisatawan dari provinsi tetangga seperti Pekanbaru, Medan, Jambil, menghabiskan waktu liburannya di Sumbar. Para wisatawan lokal ini biasanya menginap di Padang dan Bukittinggi. Tak beroperasinya sejumlah hotel di Padang, tentunya akan mempersulit tamu untuk mendapatkan penginapan.

Laporan: Eri Naldi | Padang
• VIVAnews



sjamsir_sjarif

unread,
Dec 31, 2009, 8:56:52 AM12/31/09
to rant...@googlegroups.com
Barangkali sudah waktunya menyiapkan Hotel Berbintang di Kota lain, barangkali di Payakumbuh dengn fasilsitas yang baik untuk seminar-seminar dan konperensi baik tingkat Nasional maupun Internasional. Lereng Gunung Sago sekikta Batang Tabik dan Padang Menggatas barangkali dapat diidamkan.

Satu lagi adalah di daerah 10 Koto Diateh, Solok, di sekitar Katialo, Labuah Panjang, dan Sibarambang.

Salam,
--MakNgah

asfari...@yahoo.com

unread,
Dec 30, 2009, 9:07:25 PM12/30/09
to rant...@googlegroups.com
Akhir tahun ini akan ada hotel yg respresentatif di Sawahlunto. Saat ini dlm tahp perencanaan dan rencananya maret peletakan batu pertamanya.

Nanang, jkt
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Darul M

unread,
Dec 31, 2009, 9:47:28 AM12/31/09
to rant...@googlegroups.com
Selamat menggeliat pariwisata Minangkabau. Sawahlunto, terima kasih atas
inisiatif mendahului dalam berkiprah nyata pda pariwisata ini.

Selain hotel, yang perlu dibenahi adalah ketersediaan transportasi. Teringat
saat menghadiri peresmian mak itam pulang kampuang kemaren dulu. Saya tidak
mendapat transportasi untuk pulang ke Bukittinggi. Pulang melihat kampuang
diwaktu yang sempit adalah sangat diperlukan. Masak jam 15:00 sudah tidak
ada transportasi keluar di Sawahlunto ?????????/

Salam
St.P 57 jkt

-----Original Message-----
From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On
Behalf Of asfari...@yahoo.com
Sent: Thursday, December 31, 2009 9:07 AM
To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Sumatera Barat Kehilangan 600 Kamar Hotel

Akhir tahun ini akan ada hotel yg respresentatif di Sawahlunto. Saat ini dlm
tahp perencanaan dan rencananya maret peletakan batu pertamanya.

Nanang, jkt
Sent from my BlackBerryR

asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang

unread,
Jan 1, 2010, 8:28:19 AM1/1/10
to rant...@googlegroups.com
saat iko memang kota sawahlunto sedang mengeliat. Banyak pembenahan yg sedang dilakukan. selain dari hotel saat ini sudah ada art shop, dimana nantinya para tamu dg mudah mendapatkan souvenir. Utk hotel nantinya akan dilengkapi oleh eksekutif l0nge, lobby longe yg respresentatif, meeting room, businnes center, restoran  dan beberapa kelengkapan hotel lainnya.
Untuk angkutan tentunya masukan dari Mak Darul  sangat berarti dan masukan2 ini semoga didengar oleh aparat pemko Sawahlunto.
Dan yg pasti bila tinggakt kunjungan sudah melampaui target otomatis kendaraan akan dg sendirinya menyesuaikan, mudah2an

Nanang, jkt 


Dari: Darul M <dar...@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Kam, 31 Desember, 2009 21:47:28
Judul: RE: [R@ntau-Net] Sumatera Barat Kehilangan 600 Kamar Hotel
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe


Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini!

Darul M

unread,
Jan 1, 2010, 8:47:05 AM1/1/10
to rant...@googlegroups.com

asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang manulih:

Untuk angkutan tentunya masukan dari Mak Darul  sangat berarti dan masukan2 ini semoga didengar oleh aparat pemko Sawahlunto.

Dan yg pasti bila tinggakt kunjungan sudah melampaui target otomatis kendaraan akan dg sendirinya menyesuaikan, mudah2an”

 

Daku komen:

Sabalaun secara ekonomi mengntungkan, alias sablaun ado nan manggaleh jaso angkutanko, harusno ado angkutan perintis nan diinisiatif dek Pemko. Cubo bayangkan, mungkinkah seorang wisatawan berjalan kaki ke Bukittinggi dari Sawahlunto, atau tapaso lalok di musajik, dek penginapan indak adolo. Masa disaat rami-ramino urang di Sawahlunto tu, nan namono oto sewaan atau charteran indak ado. Takana saat itu alah kadinginan dek hujan, sadang bapakaian “zaman doeloe” lo lai. Untuang ado malaikat JP nan lai paibo dan dibelokanno otono ka Ka Kiktenggi.

 

Salam

St.P

 

Bot S Piliang

unread,
Jan 1, 2010, 10:52:22 PM1/1/10
to rant...@googlegroups.com
Two Thumbs Up For Sawahlunto
Tahun lalu saya dan beberapa kawan kuliah dulu ikut menikmati Sawahlunto. Kotanya apik, mungil dan asri, kami sempat jalan kaki menelususri lorong2 kota Sawahlunto pada malam hari. Turun ke Lubang Mbah Suro. Saya yang besar di Padang aja sangat tekesan dan tidak percaya kalao di Sumatera Barat ada objek wisata yang dikelola sangat profesional.
Mudah2an Sawahlunto bisa jadi pilot project percontohan pengelolaan wisata kota di Sumatera Barat.
Kalau dilihat dari lokasi, Sawahlunto bisa menjadi Starting Point untuk pariwisata di sekitarnya, seperti Kabupaten Muaro Sijunjung, Dharmasyaraya dan Mungkin...wisata sejarah Muara Takus di Kuansing. Saya ga tahu apakah candi muara takus itu lebih dekatke Sawahlunto atau ke Jambi. Kalau memang dekat, saya rasa pelaku wisata di Sawahlunto dapat memasukkan site tersebut dalam 'Things to Do di Sawahlunto".

Seperti Borobudur, meskipundi Jawa Tengah, namun Jogja lebih mendapat keuntungan karena starting point turis lebih banyak ke Jogja ketimbang ke Semarang untuk mengunjungi Borobudur. Skema yang sama juga bisa diterpkan untuk Solok Selatan, dengan memasukkan Kerinci dalam paket wisatanya.
Salam


Bot Sosani Piliang
Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream
www.botsosani.wordpress.com
Hp. 08123885300

--- On Fri, 1/1/10, asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang <asfari...@yahoo.com> wrote:

asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang

unread,
Jan 2, 2010, 1:37:52 AM1/2/10
to rant...@googlegroups.com
Semua bisa dimulai dari Sawahlunto, karena pergerakan dan pengakuan tinggkat nasional pun sudah menjadi amunisi utk bergerak. Sawahlunto saat ini terutama walikotanya dipercaya menjadi ketu Jaringan Kota Pusaka Indonesia, berarti pengakuan ini tidak datang dg sendirinya dan tentu ada parameter dari walikota2 terutama beberapa kota besar seperti Aceh, Medan , Jakarta Barat, timur dan pusat, surabaya, makasar dan beberapa kota lainnya yg pasti lebih dari 30 kota yg ikut didalam wadah JKPI memilih walikota Sawahlunto menjadi ketuanya. Kalo daerah sekitar mau duduk bersama, kan bisa dibuat seperti kawasan tripartit seperti SEJORI (Sing, Johor dan Indo) cuma apakah raja2 kecil ini mau duduk bersama dan berbesar hati......................ini yg sulit. 

Apakah daerah tetangga kena getahnya? Tentu, catatannya sederhana, mari kerja profesional dan pangkas birokrasi yg berbelit dan mau duduk bersama membahas planing kedepan. 
secara pribadi saya tidak terlalu memahami potensi kekayaan yg ada di ranah tercinta ini. Apalagi Sawahlunto, saya bukan orang Sawahlunto, tetapi ada yg menarik, yaitu lidershipnya.....apakah daerah tetangga punya kepemimpinan yg berorientasi kepada pengembangan potensi dan inovative dlm membaca perkembangan jaman. Saya mendengan ada nya jalur kereta di Sijunjung dan ditemukan juga bangkai mak Itam, dhamas raya saya tidak mengenal daerah tersebut, tetapi mari kita petakan bersama dan membahas bersama dan membuat planning serta objek mana yg menjadi lahkah strates supaya adanya keit berkait antar daerah dlm pengolahan potensi parawisata. 

Yg menarik sebenarnya dg Kab. Tanah Datar, sepanjang jalan kita disuguhi oleh pemandangan yg maha dasyatnya. Potensi ini blm tergarap dan masih masuk kedalam ranah retorika pengembangan potensi parawisata. Penguasa masih hanya sekedar menjalankan roda pemerintahan dan blm punya improfisasi dlm keberanian membuat sebuah terobosan dan ini hampir terjadi disemua lini pemerintahan yg ada disumatera barat...................entahlah dg pemimpin yg akan datang.

kembali ke masalah hotel................
Sumatera Barat belum punya hotel yg super mahal, kita masih berkutat hanya sebagai hotel atau lebih tepatnya penginapan transit saja. Keberanian berinvestasi cuma di tengah kota dan itupun banyak menawarkannya ke tamu pemerintah. Padahal kalo dibikin di tengah sawah saja hotel dibangun dan digarap oleh bule itu pasti berhasil, kasusnya sama dg pengelolaan pulau cubadak.........bandingkan dg sikuai, entah mana yg cantik pulau tersebut...........................apa yg salah?????
Saya barusan dikabarkan oleh ipar saya bahwa dia diterima sebagai oprasional manager di sebuah hotel super mahal di pulau sumba. Perjalanan pun pakai pesawat mereka dari Bali. Jumlah Kamarnya tidak banyak..............kenapa daerah kita tidak bisa????????????????kita punya pantai yg beragam, pemandangan sawah, danau dan gunung yg eksotik dan atau kita masih berpikiran bahwa hotel itu harus wah dan bangunan baru??


Nanang, jkt 

   


Dari: Bot S Piliang <bots...@yahoo.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Sab, 2 Januari, 2010 10:52:22
Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Sumatera Barat Kehilangan 600 Kamar Hotel


Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!

Bot S Piliang

unread,
Jan 2, 2010, 11:22:22 PM1/2/10
to rant...@googlegroups.com
Tks Da Nanang...

Bukannya saya skeptis dengan pemerintah, tapi kayaknya kita ga bisa berharap banyak dari Pemda. Selama kacamata Birokrat dengan prinsip "realisasi anggaran" masih belum diganti dengan kacamata "making money", enterpreneurship, maka bisnis pariwisata tidak akan jalan kemana-mana.
Menurut saya, dengan ada hotel dengan berbagai tipe (dari mulau kelas backpacker sampai berbintang), travel agent, shuttle transportation dari satu objek ke objek lain,  tentu turis akan prefer stay di Sawahlunto. Dan Sawahlunto bisa memulaimenawarkan objek2 seputaran Sawahlunto di situ.

Salam

Bot Sosani Piliang
Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream
www.botsosani.wordpress.com
Hp. 08123885300

dasrie...@yahoo.com

unread,
Jan 2, 2010, 11:48:39 PM1/2/10
to rant...@googlegroups.com
He I would like to share idea with all belove colleagues related to tourism likes in Sumatera West especially after earthquake stroke. Did the such an integrated tourism program still there since sport, view of mountain, lakes, cultures will much suffered by then? What is' next planning want to be? How hotel room be sold while scary feeling still in mind before landing in Minangkabau Airport? Difficlut indeed, but optimisticsm must be there also, we pray to tourism entrepreneur not to back-setting, such a brainstorming idea is to be brought forward. Good luck.

Sent from my BlackBerry®


powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Bot S Piliang <bots...@yahoo.com>
Date: Sat, 2 Jan 2010 20:22:22 -0800 (PST)
Subject: Re: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Sumatera Barat Kehilangan 600 Kamar Hotel

Riri Mairizal Chaidir

unread,
Jan 3, 2010, 12:07:09 AM1/3/10
to rant...@googlegroups.com

 

 

 

>>> …  Did the such an integrated tourism program still there since sport, view of mountain, lakes, cultures will much suffered by then?

 

Has the “integrated tourism program” been existed?

 

Rasonyo ndak pernah mandanga ambo do Da.

 

Nan ado salamo ko adalah “men sana in corpora sano (yang satu kesana, yang satu kesono, alias terserah padamu)

 

Tapi mungkin ini waktu yang tepat untuk memulai

 

 

Riri

Bekasi

 

dar...@gmail.com

unread,
Jan 3, 2010, 12:59:33 AM1/3/10
to rant...@googlegroups.com
Nanang, Bot dan sanak dipalanta Yth.

Dek Birokrat Sawahlunto punyo visi nan jaleh. Sawahlunto bisa manempatkan diri jadi central kegiatan wisata daearah sekitar bahkan Sumbar. Dengan tekat nan konsisten, sebab investor akan melihat kekonsistenan termasuk aturannya. Dengan dibangun hotel baru dan memanfaatkan kamar2 yang dapat disewakan. Membuat brosur objek wisata nan bisa dikoksi ke Sawahlunto. Kemudian ada angkutan langsung dari airport ke Sawahlunto.

Diharapkan visi Sawahlunto ini dapat dipertahankan konsisten. Kalau dapat jadikanm diri sebagai pemimpin pariwisata ranah. Saya percaya yang sekarang muinmgkin dianggap mimpi. Satu saat kemudian alkan jadi kenyataan. Perhatikan ketersediaan fasilitas transportasi, komunikasi dan tempat tinggal ini.

Tempat wisata di Bali hampir semuanya hasil rkayasa dan gembar-gmbor.


Salam
St.P

asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang

unread,
Jan 3, 2010, 2:17:36 AM1/3/10
to rant...@googlegroups.com
Mak Darul,
Ambo pernah berdiskusi jo Pak Wali masalah transportasi nan dibandara ko. Wakatu itu Pemko Sawahlunto namuah mambuek dan maurus trayek angguan bandara ke swahlunto langsuang atau kalo ndak bulieh mereka nio mambuek utk urang mudah mandapeakan informasi, sayangnyo bandarako milik Angkasa pura dan posisinyo ditanah kab. Pariaman serta nan seharusnyo mandudui kasus ko kan pemda tk I. Komunikasi2 sarupo iko nan ndak jalan, apo lai gensi jabatan ko nan tambah memperparah.
Selain gempa ko mambaok sansaro ado juo untuangnyo (urang awak ko salalu liek untuangnyo he...he...) jalan nan disitinjau lauik dilarang oto2 prah gadang lewaik karano akan mambahayokan kondisi jalan itu sendiri (walaupun masih ado juo oto prah gadang yg lolos lewaik disitu walaupun ditangah jalan lah dibuek pangumuman, kali sopirnyo buto huruf). Kini ko kalo lewat sitinjau lauik awak ndak was2 takah dulu lai doh. Jalan relatif rancak dan awak bisa menikmati pesona alam (walau sesekali ado juo lonsor kalo hari hujan). 

Ado kabar gembiranyo............
kalo jalur kereta lah bisa dioptimalkan antaro padang-padangpanjang dan sawahlunto, iko potensi yg mambuek peluang parawisata tambah nyato. Tingga ma olahnyo, apolai ambo danga KAI akan mambuek anak perusahaan nan fokus maurus parawisata. Kini tingga awak duduak samo randah dan badiri samo tinggi utk kamajuan kito basamo. Ndak tabayang Padang Pnajang dg wisata kuliner, Singkarak manjadi rest area dan sawahlunto dg heritagenya.


Nanang, jkt   


Dari: "dar...@gmail.com" <dar...@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Ming, 3 Januari, 2010 12:59:33
Judul: Re: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Sumatera Barat Kehilangan 600 Kamar Hotel
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe


Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages