Ilyas Karim Pengibar Pertama Sang Saka Merah Putih adalah Urang Awak

0 kali dilihat
Langsung ke pesan pertama yang belum dibaca

ardian hamdani

belum dibaca,
12 Agu 2008, 22.45.5312/08/08
kepadarantau net, forahmi forahmi, ikasmantri padang, alumni hmi, ikasmantri 95
Mudah2 an berguna info ini..atau kita ulang lagi membacanya
Kesehatan beliau sedang terganggu..mungkin ada sumbangsih dari kita
 
Trims..
 
Dani
 
 
Ilyas Karim, Pengibar Pertama Sang Saka Merah Putih
Shohib Masykur - detikNews

 
Jakarta - Di usianya yang ke-81, pria sepuh itu masih tetap menikmati hidupnya di pinggir rel Kalibata, Jakarta Selatan. Pria yang kini menderita stroke mata itu seharusnya bisa hidup lebih layak. Sebab, pria bernama Ilyas Karim adalah pelaku sejarah penting. Dialah pengibar pertama Sang Saka Merah Putih pada 17 Agustus 1945 lalu.

Anda tentu pernah melihat foto upacara pengibaran Bendera Merah Putih pertama kali di Jalan Pegangsaan Timur Jakarta Pusat. Di foto itu tampak dua orang pengibar bendera yang dikelilingi oleh Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, Ibu Fatmawati, dan SK Trimurti. Pemuda pengibar bendera yang bercelana pendek itulah Ilyas Karim.

Saat ini Ilyas tinggal di sebuah rumah sederhana di Jl. Rawajati Barat, Kalibata, Jakarta Selatan, bersebelahan dengan rel kereta api. Saat ditemui detikcom, Selasa (12/8/2008) kemarin, Ilyas masih tampak bugar. Meski gerak badannya tidak segesit dulu, namun dia tidak tampak bungkuk ataupun tergopoh ketika berjalan.

Ilyas menceritakan pengalamannya sebagai pengibar bendera Merah Putih pertama di republik ini. Waktu itu, Ilyas adalah seorang murid di Asrama Pemuda Islam (API) yang bermarkas di Menteng Jakarta Pusat. Malam hari sebelum dibacakan proklamasi kemerdekaan RI, Ilyas beserta 50-an teman dari API diundang ke rumah Soekarno di Pegangsaan Timur No. 56.

"Katanya ada acara gitu," tutur Ilyas.

Saat berkumpul di rumah Soekarno itulah Sudanco (Komandan Peleton) Latief menunjuknya untuk menjadi pengibar bendera di acara proklamasi kemerdekaan keesokan harinya. Satu orang pengibar yang lain yang ditunjuk adalah Sudanco Singgih, seorang tentara PETA. "Saya ditunjuk karena paling muda. Umur saya waktu itu 18 tahun," kata Ilyas.

Ilyas menceritakan pengalaman itu dengan penuh semangat. Matanya yang harus diplester agar tidak terpejam tampak berbinar. Ilyas memang menderita stroke mata. Dokter menganjurkannya untuk memlester kelopak matanya agar tidak terpejam. Sudah berbagai upaya pengobatan ditempuhnya namun belum juga membuahkan hasil.

Meski dengan sakitnya itu, Ilyas tetap aktif beraktivitas. Sejak tahun 1996 dia menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Yayasan Pejuang Siliwangi Indonesia yang memiliki cabang di 14 propinsi, antara lain di Medan, Riau, Jambi, Palembang, Banten, dan Ambon.

"Saya akan diganti tahun 2009 nanti," kata Ilyas.

Yayasan itu sendiri bergerak di bidang sosial. Kegiatannya antara lain penyantunan anak yatim, pembangunan rutempat ibadah, dan penyantunan orang jompo.

Ilyas lahir di Padang, Sumbar. Dia sekeluarga baru menetap di Jakarta pada 1936. Ayahnya dulu seorang camat di Matraman. Di zaman penjajahan Jepang, ayahnya dibawa ke Tegal dan dieksekusi tentara Jepang. Sejak saat itu, Ilyas menjadi yatim.

Setelah pengibaran Sang Saka Merah Putih itu, Ilyas kemudian menjadi tentara. Pada 1948, Ilyas dan sejumlah pemuda di Jakarta diundang ke Bandung oleh Mr Kasman Singodimejo. Di Bandung, dibentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Kesatuan tentara ini kemudian ini nama Siliwangi. Nama Siliwangi merupakan usul dari Ilyas.

Sebagai tentara, Ilyas pernah diterjunkan di sejumlah medan pertempuran di berbagai daerah, termasuk ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di Libanon dan Vietnam. Pada 1979, Ilyas pensiun dengan pangkat letnan kolonel. Kehidupannya mulai suram, karena dua tahun kemudian dia diusir dari tempat tinggalnya di asrama tentara Siliwangi, di Lapangan Banteng, Jakpus. Sejak saat itu hingga saat ini dia tinggal di pinggir rel KA. (sho/asy)


Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!

Arnoldison

belum dibaca,
12 Agu 2008, 23.24.5612/08/08
kepadaardian hamdani

Ambo batanyo jo Pak Syaf, dan palanta

Mambaco pak Ilyas Karim terakhir pensiunan letkol dari kesatuan
Siliwangi pulo, tentu bukanlah pangkat yang rendah, baa nasibnyo
masih tapuruak ?

Arnoldison

Wednesday, August 13, 2008, 9:45:53 AM, you wrote:

ah> Mudah2 an berguna info ini..atau kita ulang lagi membacanya
ah> Kesehatan beliau sedang terganggu..mungkin ada sumbangsih dari kita
ah> Trims..
ah> Dani
ah> Ilyas Karim, Pengibar Pertama Sang Saka Merah Putih
ah> Shohib Masykur - detikNews

hambociek

belum dibaca,
13 Agu 2008, 11.42.1413/08/08
kepadaRant...@googlegroups.com
Sayang, "orang kecil" bersejarah ini tidak diindahkan, tidak
dihargai, dan diusir begitu saja dari Asrama "Siliwangi" (nama yang
dia berikan untuk satuan tentara ini)sekarang tidur dipinggir rel
kereta api...

Mudah-mudahan ada manusia Indonesia Merdeka yang memperhatikan
menghening cipta kehidupan partisipan proklamasi kirai-kiraian yang
bukan konglamerat ini!

Merdeka!

--Nyit Sungut

--- In Rant...@yahoogroups.com, ardian hamdani <ardian_hmdani@...>
wrote:


>
> Mudah2 an berguna info ini..atau kita ulang lagi membacanya
> Kesehatan beliau sedang terganggu..mungkin ada sumbangsih dari
kita
> Trims..
> Dani
> Ilyas Karim, Pengibar Pertama Sang Saka Merah Putih
> Shohib Masykur - detikNews
>

> ...

Balas ke semua
Balas ke penulis
Teruskan
0 pesan baru