Sanak palantan
ambo dikirimkan oleh Walinagari Tanjuang Sungayang kronologi kasus illegal logging yang merusak hutan nagari tersebut. Beliau mengizinkan untuk di sebarluaskan. Mungkin tekanan yang dapat sanak palanta lakukan secara pribadi, kelompok atau institusi dengan bernagai cara akan membantu upaya wali nagari Tanjuang ini untuk menyelamatkan hutan ulayatnya.
Salam
andiko
KRONOLOGIS
Nagari Tanjung adalah Nagari yang terletak diKecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar dengan ketinggian ±500 s/d 700 km dari permukaan laut dengan jumlah penduduk ± 2086 Jiwa dengan laus wilayah ±15 Km² yang tediri dari Perkampungan, Persawahan dan Perbukitan dengan batas-bats Nagari:
Sebelah Timur : Nagari Andaleh Baruh Bukit
Sebelah Barat : Nagari Sungayang
Sebelah Utara : Kab. 50 Kota
Sebelah Selatan : Nagari Tanjung Emas
Berdasarkan batas tersebut bagian utara dari Nagari Tanjung tepatnya Ngalau Soda merupakan perbukitan dan hutan ulayat rakyat yang dilindungi serta merupakan objek Pariwisata di Nagari Tanjung. Daerah ini merupakan kawasan ekosistem hutan serta daerah penghijauan di Nagari Tanjung.
Sesuai dengan Pernag Tanjung bahwa Penebangan Kayu di Nagari Tanjung tidak diperbolehkan, kecuali untuk dipakai sendiri (memperbaiki rumah) bagi masyarakat Nagari Tanjung.
Kami Pemerintah Nagari Tanjung mendapatkan laporan dari masyarakat telah terjadi Penebangan Liar didaerah Ulayat Nagari Tanjung oleh warga Andaleh Baruh Bukit, berdasarkan Laporan tersebut maka kami bersama ketua FKPM Nagari Tanjung pada hari Sabtu Tanggal 25 Desember 2010 melakukan peninjauan kelokasi tersebut dan ternyata Memang Tanah Ulayat Nagari Tanjung.
Untuk memperjelas dan memperkuat fakta maka kami bersama pemilik hutan ulayat (Syawal Johan dan Hendri) pergi kembali ke lokasi pada hari Senen tanggal 27 Desember 2010, sesampai dilokasi ternyata memang lahan dan kayu tersebut kepunyaan dari Warga Nagari Tanjung (nama tersebut diatas) dan diperkirakan telah ditebang sebanyak +/- 150 batang sejenis kayu modang dan bayur.
Indikasi penebang kayu adalah warga Andaleh Baruh Bukit secara illegal yang mestinya Alas Hak/Hak Milik Kayu dikeluarkan oleh Pemerintah Nagari Tanjung, tetapi kenapa izin tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah Andaleh baruh Bukit.
Berdasarkan keterangan yang kami dapatkan dari warga Andaleh baruh Bukit yang merupakan Pengolah Kayu itu sendiri (Man dan Doris) bahwa Pembeli Kayu tersebut adalah Oknum Polri atas nama Bripka Andrizal anggota Polri Polres Kab. Tanah Datar dan Brigadir Bona ZM anggota Satuan Intelkam Polres Tanah Datar.
Perlu kami jelaskan bahwa lokasi tersebut merupakan sumber air untuk pertanian di Nagari Tanjung serta merupakan Sumber Air untuk Program Sumber Air Bersih berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang merupakan program dari APBN Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kab. Tanah Datar, sehingga berdampak semakin berkurangnya kapasitas air di Nagari Tanjung, karena semakin berkurang kapisitas kayu di satu wilayah maka akan semakin berkurang pula kapasitas air di wilayah tersebut.
Semoga keterangan dan kronologis diatas dapat ditindak lanjuti oleh pihak yang berwenang dalam hal:
1. Pernetiban Penebangan kayu secara Ilegal.
2. Mendukung Program Pemerintah tentang Penyelamatan Hutan dan Penghijauan serta keseimbanagn Ekosistem.
Demikian keterangan kronologis ini disampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
NB : Photo Lokasi Terlampir
Tanjung, 28 Desember 2010 WALI NAGARI TANJUNG
(PAZE ANDRIF, SH) |
Tembusan Kepada Yth :
Bapak Bupati Tanah Datar di Pagaruyung
Bapak Kepala Dinas Kehutanan Kab. Tanah Datar di Bukit Gombak
Bapak Camat Sungayang di Sungayang
Bapak Kapolda Sumbar di Padang
Bapak Kepala Dinas Kehutanan Sumbar diPadang
Bapak Kejari Sumbar di Padang
LSM Qibar di Jakarta
LSM Huma di Jakarta
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
Saafroedin Bahar Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.
Assalamualaikum wr wb
Saluang pulo nan mangabakan, bahasonyo di Sungai Tarab ado minuman tuak niro nan dijua Rp. 3.000,- per liter, nan marupokan hasil ekstraksi minuman yang dihasilkan dari batang anau. Kok dipikia-pikia, baa kok taka iko bana masyarakat awak di luhak nan Tuo ko. Komunikasi tu bana nan indak bajalan, sibuk maurus diri surang-surang.
wasalamAZ-32 thPadang1-1 ..........
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Powered by Iuran Bulanan


Ambo copy kan kalimaik pa Armen.
"Ambo raso iko indak sabateh antaro masalah ilegal atau atau indak, sabab mandistribusikan tuak memang indak masuak ranah ABS SBK,...."
masuak pak Armen, baa lo ndak masuak ?.
Wassalam
|
Kalimaik pak Armen. |
|
Ambo raso iko indak sabateh antaro masalah ilegal atau atau indak, sabab mandistribusikan tuak memang indak masuak ranah ABS SBK,
|
Sorry pak Armen, ambo sangko arti kato "ranah" di situ "context".,
ruponyo "daerah". Ambo tarik pertanyaan ambo baliak. |
|
Wassalam
St. Sinaro
|
|
Nakan Tan Mancayo, Kanda Saaf sarato Sanak sa Palanta
Pertama-tama saya ingin menyampaikan apresiasi saya kepada kegigihan Tan Mancayo---di samping Armen---mengangkat isu-isu yang sangat penting untuk dibahas bagi masa depan kampung halaman kita. Sebelumnya, masalah konflik social yang berhubungan dengan perkebunan kepala sawit dan masalah apa yang ditengarai sebagai “hambatan kultural” dalam pengembangan pariwisata Sumbar.
Dan Alhamdulillah kehadiran dan mulai aktifnya kembali Kanda Saaf menanggapinya tentu sangat bagus sekali. Karena IMHO, saat ini hanya kanda Saaf yang sangat mungkin untuk ‘mengetuk pintu” eksekutif di Sumbar agar ‘care’ terhadap isu-isu tersebut..
Dari kanda Saaf pula saya memperoleh pengetahuan mengenai keberhasilan Kalimantan mengatasi maslah illegal loging ini. Namun secara umum kerusakan lingkungan yang disebabkan illegal dan legal loging yang dilakukan dengan cara yang sangat tidak bertanggung jawab sudah terjadi. Entah bagaimana dan berapa besar biaya yang diperlukan untuk melakukan recovery.
Seperti pernah saya tulis beberapa waktu yang lalu di sini, pada saat kemarau panjang dalam tahun 1991, intrusi air laut di muara sungai Kapuas sudah sampaia ke intake IPA utama PDAM Kota Pontianak, sehingga IPA tersebut tidak dapat lagi berproduksi. Penurunan debit, di samping penurunan kualitas sungai-sungai besar di Kalimantan lainnya tidak banyak berbeda. Beberapa waktu yang lalu saya juga membaca, Dam Manggar sumber air baku PDAM Balikpapan mengalami pencemaran berat dan sangat mungkin pendangkalan juga, sementara air tanahnya dari dulu disedot habis-habisan. Balikpapan sangat mungkin merupakan kota pesisir pertama di Indonesia yang akan memenuhi kebutuhan air bersihnya dengan filtrasi air laut, yang biayanya sangat mahal. Dulu Prof Sutiman (alm) pernah menghitungnya, yaitu sekitar US$ 2 atau Rp 18.000 per meter kubik, di luar biaya distribusi dan overhead.
Kembali ke pokok persoalan, pasti ada cara untuk mengatasi masalah ini, yaitu melalui pemberdayaan/penguatan modal sosial nagari. Kita tahu ini lebih mudah mengatakannya dari pada melaksanakannya. Seingat saya pembangunan berwawasan nagari merupakan salah satu agenda utama K(S)KM. Mudah-mudahan kanda Saaf bisa sharing mengenai simpulan-simpulan dan rekomendasi pokok SKM mengenai pembangunan berwawasan nagari. Karena IMHO, hal ini, perlu masuk ke dalam RPJP dan RPJM provinsi Sumbar yang draftnya tentunya waktu ini sedang disusun oleh Bappeda Sumbar.
Seperti diberitakan media masa beberapa waktu yang lalu, ada tawaran dari investor Malaysia untuk membangun jembatan Selat Malaka yang akan menghubungkan semenanjung Malaya dengan provinsi Riau dengan sistem BOT *]. Artnya pemerintah tidak perlu ke luar dana. Saya percaya cepat atau lambat jembatan Selat Malaka ini di samping jembatan Selat Sunda pasti akan dibangun, dan hampir dipastikan akan merupakan opportunites bagi provinsi-provinsi di bagian timur dan bisa merupakan threats bagi provinsi-provinsi di belahan Barat Sumatra.
Akhirulkalam, saya ingin mengutip sebagian posting Angku Bakhtiar Muin PhD di Palanta tanggal 23/11/10 yang lalu:
Kalau Sumbar tidak banting stir dalam waku2 yang akan datang Sumbar termasuk daerah tertinggal.
Jalan terbaik bagi Sumbar, salah satunya adalah menyadarkan masyarakat Sumbar yg minim resources, bersikap seperti orang2 singapura/Jepang.
Kalau masih ada yg terlena, Sumbar tanahnya subur, alam melimpah, jadilah Sumbar jadi nagari miskin, sehingga penduduknya harus merantau untuk bisa mendapatkan kehidupan yg lebih baik.
////
Wallahualam bissawab
Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 67+)
Asal Padangpanjang, suku Panyalai, tinggal di Depok, Jawa Barat
*] JEMBATAN SELAT MALAKA, Investor Meminta Konsesi 80 Tahun, Kompas, Selasa, 21 Desember 2010 | 03:46 WIB
http://cetak.kompas.com/read/2010/12/21/03461983/investor.meminta.konsesi.80.tahun
1l.
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
Aassalamualaikum Kanda Saaf
Terima kasih atas tanggapan Kanda, yang semakin memperjelas peta permaslahannya, dan sangat menarik mengenai pembangunan jejaring masyarakat sipil itu. Apalagi sebagai mana kita ketahui masyarakat sipil yang kuat merupakan prasyarat terselenggaranya good governance serta demokratisasi substansial.
Satantang ”IMHO” biasa digunakan untuk menyingkat ‘in my humble opinion’.
Mengenai Angku Gadang kita tu tadi malam ketika disorot kamera TV di VVIP GBK lai tetap tampak ‘kamek terkandali’ :) atau dalam bahasa anak saya “jaim banget” :).
Salam khidmat,
HDB St Bandaro Kayo (L, 67+)
Note: jaim = jaga image
Pak Saaf: "Btw apo tu IMHO ?"
Salain kepanjangan nan ditulih Pak Darwin: "In My Humble Opinion"
ado lo nan lain:
In My Honest Opinion
In My Holy Opinion
In My Hesitating Opinion
In My Highest Opinion
Ini Menurut Hasil Observasi
Salam,
ZulTan, L, 50, Bogor
Assalamu'alaikum. w.w.
Pak Armen, kalau ranah tu context, masuak la.
Tapi bukan suruhan, melainkan larangan.
Baa lo ABS SBK ndak ado larangan tuak ?.
Sarak mangato, Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi,
(berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah , adalah termasuk
perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat
keberuntungan.(QS:5:90)
Segala sesuatu yang memabukkan digolongkan ka khamar, maka "fajtanibuu"
Jauhilah. Jauhilah tu, mulai dari pembuatannyo, penyediaan nyo, pendistribusiannyo,
bahkan sampai serving atau malatakkan khamar ka urang nan nio minum di kadai juo
talarang.
Co itu larangan nyo pak Armen. Dalam context ko ABS SBK harus
mengatur samo jo larangan ko, supayo Sarak mangato adaik mamakai.
Jadi masuak ranah ABS SBK juo lah.
Ndak baitu pak Armen ?.
Di Malaysia larangan ko cukuik kareh,
tapi nan anehnyo di Japang, dalam sabulan sakali
ado razia urang nan minum khamar ko.
Ambo acok diambek dek Polisi, lalu mandakekkan
alat pandeteksi ka muncuang ambo.
Tantu sajo ambo lapeh,
"Sumimasen ne" kecek nyo lo,
cuma ambo caliak
bara urang nan kanai tahan untuak di baok ka pos Polisi. |
|
Wassalam
St. Sinaro
|
|
Assalamu'alaikum. w.w.
Pak Armen, dulu katiko di Padang,... eh kito aliah carito lai ko,
beko reply nyo tuka subjectnyo, beko bangih rang ka awak hehehe.
Ambo pernah mangontak pak Saaf, batanyo apo nan ka bisa di bantu..
oops... rancak ka Japri pak Armen. Sorry yo dunsanak... ambo aliah ka Japri.
Wassalam
St. Sinaro |
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
ZulTan, L, 50, Bogor
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT