zainal wrote:
>
> nah setuju mas untuk menampung ide dari semua temen2, tapi mari kita
> satukan ide itu dalam satu wadah pasti hasilnya akan sempurna dan
> maksimal memang sih ego harus di kesampingkan mungkin untuk ini yang
> agak susah artinya apa kalo satu di kerjain rame2 pasti hasil nya maksimal
>
Maaf, saya kok mulai gemes dengan diskusi ini.
Sebaiknya kita kembali memahami konsep Sistem Operasi, Linux, Distro,
Windows, dan ketergantungan software dulu.
Sedikit berbicara mengenai Windows, seharusnya kita malah lebih yakin
memilih suatu sistem operasi jika kita mengetahui bagaimana sejarah
Windows dari 0 (yaitu DOS) sampai sekarang ini. Bagaimana sepak terjang
Om Bill dalam mengembangkan Windows tersebut, saya yakin banyak yang
sudah mengetahuinya.
Aceh Tengah merupakan Pilot Project migrasi di indonesia, disamping
Yogyakarta. Dimana migrasi ke software legal dan opensource untuk
pertama kali di indonesia di fokuskan kepada kedua kota tersebut, distro
yang digunakan untuk migrasi adalah Blankon karena produk asli
Indonesia. Kenapa tidak memakai PCLinuxOS, DamnSmallLinux, dll? Karena
kita membawa semangat untuk mencintai produk dalam negeri, buatan tangan
anak Indonesia. Apakah developer blankon tidak mendengar dan tidak tahu
kebutuhan masyarakat Indonesia? Mereka mendengar, mereka tahu. Tetapi
mendengarkah masyarakat yang komplain mengenai ini itu tentang bagaimana
nasib developer Blankon itu sendiri, tahu kah masyarakat tentang
perjuangan dan keluh kesah developer Blankon? Adakah yang berterimakasih
kepada orang-orang yang sekuat tenaga berusaha untuk merubah nasib
bangsa Indonesia ini menjadi lebih baik?
JAWABANNYA TIDAK ADA!!!
Kecuali orang-orang yang dekat dengan mereka dan tahu apa yang mereka
kerjakan.
Indonesia, jika memakai software berbayar jelas akan menjadi bangsa yang
ketergantungan dengan perusahaan software berbayar tersebut. Jika
ketergantungan ini dibelah maka banyak isinya, beberapa diantaranya :
1. Indonesia akan selalu membayar sekian juta dolar per tahun kepada
perusahaan tersebut.
2. Bangsa Indonesia akan tetap menjadi USER END, orang yang ahli
mengoperasikan autocad termasuk USER END. Kenapa? Karena hanya
menggunakan, bukan mengetahui dan mempelajari bagaimana autocad itu
dibangun.
3. Bangsa Indonesia akan tetap tidak merdeka, karena harus menjadi anak
baik dan patuh dengan membayar secara rutin kepada perusahaan tersebut.
Lalu apa maknanya proklamasi 17 Agustus 1945?
4. Bangsa Indonesia akan tetap menjadi bangsa pengecut karena tidak
berani mendobrak kebatilan(kata kerennya), kenapa? karena bangsa
Indonesia dididik orang luar menjadi konsumen, dididik untuk patuh jika
hidupnya mau tenteram meski menyengsarakan anak cucunya dan orang lain.
5. Dan masih banyak yang lainnya.
Melalui jalan migrasi ke software legal dan opensource, kita berusaha
untuk tidak ketergantungan lagi.
Dana yang digunakan untuk membayar lisensi software dan lain-lainnya
agar bisa dialihkan untuk pendidikan, agar teknologi dan informasi tidak
menjadi hal yang mahal di masyarakat.
Aceh Tengah menjadi tolok ukur proses migrasi di daerah-daerah lain,
segala keluh kesah dan kesulitan selama proses migrasi di Aceh Tengah
seharusnya dituangkan menjadi satu agar diperoleh solusi terbaik untuk
daerah-daerah yang lain dan Aceh Tengah sendiri khususnya.
Melalui Blankon, diharapkan kesulitan-kesulitan yang terjadi selama
proses migrasi terselesaikan. Kenapa harus Blankon? karena Blankon
merupakan distro khas Indonesia, di develop oleh orang-orang dekat kita,
distro yang sudah jadi dan terus dikembangkan, di support oleh banyak
kalangan, jika ada kesulitan kita tinggal mengirim email kepada
developer blankon, dan Blankon dikembangkan untuk mendukung Indonesia Go
Open Source. Dengan tidak menge-nyampingkan distro-distro lain buatan
anak negeri.
Jika para user menyatukan ide dan menyampaikan kesulitan ke dalam wadah
Blankon, insyaAllah Indonesia akan benar-benar Go Open Source.
Support selalu untuk Aceh Tengah.