Sophie adalah karakter utama di sini. Ia punya 2 teman akrab yakni Brisha dan Amara di kampus. Masing-masing dari mereka punya pengalaman pahit yang secara tak langsung membuat Sophie tak ingin dekat dengan lelaki. Ada pula Gitta menjadi teman baru Sophie yang tinggal di kost depan rumahnya. Ia wanita yang sangat baik dan ramah. Siapa sangka ternyata dibalik penampilannya yang modis dan ceria itu ternyata Gitta menyimpan cerita pilu tentang masa lalunya. Sophie pun bersimpati pada hidup Gitta yang harus banting tulang dan jauh dari keluarganya.
Selama liburan semester selama 3 bulan, orangtua barunya itu menyarankan Sophie berlibur ke Eropa dengan biaya yang mereka tanggung sepenuhnya. Ke mana pilihan Sophie? Skandinavia, tepatnya ke Denmark. Tapi insiden tidak menyenangkan malah menghampiri Sophie saat sedang asyik memotret pemandangan indah di depannya. Seorang lelaki bermata hazel, Jamie Keegan, marah-marah dan menuduhnya penguntit.
Dari perkenalan tak mengenakkan itu, Jamie & Sophie malah sepakat menghabiskan libur bersama sebagai teman. Mereka pun mau saling cerita tentang hidup mereka masing-masing. Tapi Jamie tidak mau terlalu terbuka tentang dirinya. Tidak semua dia ceritakan terutama bagian terpenting siapa dirinya yang sebenarnya, sementara Sophie telah menganggap Jamie sebagai pendengar yang baik untuknya.
Tadinya saya sempat menerka-nerka mengapa sosok Gitta dihadirkan. Tapi, saat menjelang bab 7 baru didapat jawabannya mengapa. Penulis membangun benang merah yang tak terduga sebelumnya oleh saya. Meski Gitta bukan tokoh sentral di novel ini, tetapi kisah hidupnya menjadi bumbu tersendiri yang memberi rasa pada selingan cerita Sophie.
Latar belakang Jamie Keegan langsung dijelaskan dalam beberapa halaman. Itu cukup efektif karena pembaca memang tidak mengenal Jamie dari awal dan apa alasannya sampai berlaku seperti itu pada Sophie. Si penulis pun menggunakan case yang tidak terlalu pasaran untuk kasus Jamie. Quite a story itself but interesting. Chemistry dibangun dengan baik meski pun kebersamaan mereka tak terlalu lama saat liburan di Denmark.
Satu hal yang selalu menjadi nilai tambah dari karya Indah Hanaco adalah karena Mbak Indah Hanaco suka sekali exploring setting luar negeri dari berbagai negara di novel-novelnya. Penggambaran situasi serta pemilihan diksinya juga enak dibaca dan mudah dibayangkan.
Kisah Sophie tidak cuma bertumpu pada satu masalah dan bukan soal cinta saja. Mulai dari hubungannya dengan sang ayah, dengan Brisha, dan dengan Jamie. Tapi yang kurasakan di sini tidak begitu menonjolkan sisi romance. Apa mungkin karena ini genre young adult ya? Tapi buatku itu tidak masalah, karena itu tertutupi dengan pemanis lain seperti cerita Gitta dan rekan kerjanya, masa lalu dan profesi Jamie, serta tentu saja tempat-tempat wisata menarik di Skandinavia.
You can call her Aya. She has been through her teenage life. On her way into a woman completely. She loves to read any kind of books especially novel. She also loves to review those books. Very proud of her nationalism as a badminton lover. Click icons/link below to find all Aya's social accounts & contact person. If you want to propose a cooperation for job review or host blogtour and giveaway, contact her via email: ayamu...@gmail.com
c80f0f1006