Fwd: [mumtaaz_yiscaa] inpoh silaturahim mumtaaz

1 view
Skip to first unread message

Jihan Deni

unread,
Jun 5, 2011, 5:44:56 AM6/5/11
to yisc_ju...@googlegroups.com


---------- Pesan terusan ----------
Dari: muhammad fadli <fadli_...@yahoo.com>
Tanggal: 3 Juni 2011 10:22
Subjek: [mumtaaz_yiscaa] inpoh silaturahim mumtaaz
Ke: mumtaaz...@yahoogroups.com


As.Wr.Wb
Sahabat mumtaaz, mengingatkan kembali untuk kegiatan silaturahim mumtaaz (wisuda), insyaAllah dilaksanakan ahad, 12 Juni 2011, jam 08.00-12.00. Infak minimal Rp 75.000 (undangan 2 orang, souvenir, buletin, dll). Transfer bisa ke rekening BSM 2217035421 a.n. Fidzalika Nanda, konfirmasi pembayaran ke ukhti Evi (08567106891) atau bisa dibayar ahad saat gladi bersih tgl 5 Juni 2011 pukul 09.00-10.00. Dinantikan keikutsertaannya

Nb: 
* bagi yg kira2 bakal terlambat transfer, mohon konfirmasi segera untuk persipan teknis di lapangan ke ukhti nina (085697711971)
* undangan 2 orang + wisudawan = 3 orang
* bagi yg tidak memiliki orang tua, atau karena sesuatu dan lain hal berhalangan datang, dapat diwakili oleh kakak, adik, keluarga dekat, atau seorang tokoh yg dihormati
* dresscode ikhwan koko putih, akhwat gamis
*jangan lupa mempersiapkan kado masing2 sebagai kejutan bagi keluarga/yg mewakili
*krn ini acara bersama, jadi jangan lupa juga buat bantuin jadi panitia terutama dekorasi H-1



“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al-Isra’ : 23-24).


Abdullah bin Mas’ud Ra. meriwayatkan. Aku bertanya kepada Rasulullah Saw., “Amalan apakah yang dicintai oleh Allah? Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Abu Usaid Malik Bin Rabi’ah As-Sa’idi Ra. meriwayatkan, “Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah Saw., tiba-tiba datang seorang laki-laki dari Bani Salamah lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada sesuatu yang dapat aku lakukan untuk berbakti kepada kedua orang tuaku setelah keduanya wafat?” Beliau menjawab, “Ya, yaitu mendoakan keduanya, memintakan ampun untuk keduanya, menunaikan janji keduanya setelah mereka tiada, menyambung persaudaraan yang tidak disambung kecuali karena keduanya, dan memuliakan kawan keduanya.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban di dalam shahihnya)


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages