Tes kompetensi manajerial terdiri dari 25 soal. Setiap jawaban benar memiliki nilai antara 1 hingga 4, sedangkan jawaban yang salah tidak mendapatkan nilai. Durasi tes ini adalah 40 menit (atau 55 menit untuk peserta tunanetra).
Download >>> https://lpoms.com/2yVKkd
Sangat penting bagi para pelamar kerja untuk meriset, apa saja pertanyaan dan jawaban yang biasa muncul ketika wawancara kerja. Baik pertanyaan umum ataupun pertanyaan yang sifatnya khusus, dan berkaitan dengan perusahaan yang dituju.
Pertanyaan dan juga jawaban yang biasa diajukan saat wawancara kerja di bawah ini, bisa disesuaikan lagi dengan pengalaman bekerja, perusahaan yang dituju, posisi yang dilamar, dan sebagainya.
Jika ada pertanyaan seperti itu maka kamu bisa menjawab atau menjelaskan tentang profesional skill yang dimiliki. Tunjukkan bahwa apa yang kamu punya tersebut, sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Nah, kamu juga harus sudah menyiapkan pertanyaan tersebut yang menunjukkan bahwa kamu akan tumbuh bersama dengan perusahaan dalam waktu lima tahun mendatang. Beri jawaban yang spesifik dan hubungkan dengan goals dari perusahaan tersebut.
Leadership tidak hanya dikuasai oleh bos di suatu perusahaan. Skill kepemimpinan ini juga wajib dimiliki oleh seluruh karyawan. Sebab, kemampuan leadership meliputi tentang kemampuan pemecahan masalah, manajemen waktu, hingga manajemen emosi saat menghadapi deadline kerjaan.
Itulah mengapa ketika interview terdapat pertanyaan tentang kepemimpinan yang diajukan oleh HRD maupun user. Terlebih jika kamu adalah seorang fresh graduate dan sedang melamar untuk program manajemen trainee, maka pertanyaan tentang kepemimpinan harus kamu kuasai dengan baik.
Pertanyaan tentang kepemimpinan yang satu ini bisa dibilang adalah pertanyaan jebakan. Sebab, jika kamu memilih salah satu jenis cara kerja, kamu berarti akan lebih di jenis cara kerja lainnya. Maka, jawaban paling idealnya adalah:
Pertanyaan tentang kepemimpinan yang terakhir ini mungkin hanya akan ditanyakan kepada kandidat perempuan. Pendapat tersebut memang menjadi stereotip kepada setiap pemimpin perempuan. Nah, supaya kamu tidak terjebak dengan jawaban yang terkesan idealis dan kolot, kamu bisa mencoba menjawabnya seperti berikut.
Itulah beberapa contoh pertanyaan tentang kepemimpinan saat wawancara kerja beserta jawabannya. Kamu bisa mempelajarinya dan modifikasi lebih lanjut tentang jawabannya untuk disesuaikan dengan kondisi kamu.
Selain pertanyaan tentang kepemimpinan, ada banyak jenis pertanyaan saat interview kerja. KitaLulus memiliki banyak tips dan trik seputar kerja, mulai dari tips membuat surat lamaran, CV yang ATS friendly, hingga tips menghadiri job fair. Kamu bisa menyimaknya di laman web KitaLulus.
Dalam wawancara berbasis kompetensi, ada 12 hal yang sering muncul sebagai pertanyaan untuk menggali tingkat kompetensi dari orang yang dinilai, yang merupakan kombinasi dari kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik serta kristalisasi pengalamannya dalam menghadapi realitas pekerjaan, yakni:
Daftar pertanyaan-pertanyaan ini sangat penting untuk kamu yang sedang mempersiapkan esai atau latihan wawancara beasiswa master (S2)/doktoral, student exchange program (pertukaran pelajar), sampai leadership course (program kepemimpinan).
Saya telah mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang paling sering ditanyakan seputar esai dan wawancara beasiswa. Secara pribadi, meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini membantu saya merefleksikan tentang tujuan dan rencana saya, serta bagaimana hal-hal telah saya lakukan memiliki makna dan dampak untuk masyarakat luas. Indah membuat daftar ini berdasarkan pengalaman dan ulasan banyak beasiswa master, program pertukaran pelajar, sampai program penuh master.
Daftar ini tidak eksklusif, juga belum lengkap. Artinya, tidak semua pertanyaan akan ditanyakan serta merta pada suatu esai ataupun wawancara, juga pertanyaan ini masih terus berkembang sesuai dengan latar belakang pendaftar dan sponsor (pemberi beasiswa). Pikirkan beberapa pertanyaan contohnya:
Dari urat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI No. 652 Tahun 2023 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi PPPK untuk Jabatan Fungsional Tahun Anggaran 2023, terdapat tiga tes seleksi, yakni seleksi kompentensi teknis, manajerial, dan sosial kultural serta wawancara.
Tes kompetensi PPPK 2023 akan dilakukan menggunakan sistem computer assisted test (CAT). Adapun jumlah soal kompetensi teknis sebanyak 90 butir, kompetensi manajerial 25 butir dan sosial kultural 20 butir dan wawancara 10 butir.
Manajemen penjualan dan distribusi merupakan aspek penting dalam bisnis apa pun, karena mereka memastikan bahwa produk atau layanan mencapai target pasar dan menghasilkan pendapatan. Manajemen penjualan dan distribusi yang efektif membutuhkan kombinasi perencanaan strategis, eksekusi taktis, dan peningkatan berkelanjutan. Baik saat Anda merekrut manajer penjualan dan distribusi atau menilai kinerja tim Anda saat ini, mengajukan pertanyaan yang tepat dapat membantu Anda mendapatkan wawasan berharga tentang keterampilan, pengetahuan, dan pendekatan mereka.
Dalam artikel ini, kami akan membahas 15 pertanyaan manajemen penjualan dan distribusi yang dapat membantu Anda mengevaluasi kemampuan kandidat atau tim Anda dalam mendorong penjualan, mengelola saluran distribusi, dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan.
Mengajukan pertanyaan ini dapat membantu Anda memahami latar belakang kandidat dalam manajemen penjualan dan distribusi. Jawaban mereka dapat memberi tahu Anda tentang peran, tanggung jawab, dan pencapaian mereka sebelumnya dalam mengelola saluran penjualan dan distribusi.
Pada dasarnya, tim rekrutmen pada sebuah perusahaan memiliki beberapa pertanyaan yang hampir sama ketika melakukan wawancara kerja. Umumnya mereka akan menanyakan seputar curriculum vitae (CV) dan pengalaman kerja yang dimiliki oleh para pelamar.
Pertanyaan mengenai data pribadi seperti yang pelamar cantumkan di CV biasanya digunakan untuk membuka percakapan dan mencairkan suasana interview kerja. Meskipun pertanyaan ini terkadang dianggap oleh sebagian para jobseeker sebagai formalitas saja, namun para jobseeker tetap harus menjawabnya dengan antusias sehingga pewawancara tertarik kepada para pencari kerja.
Ceritakan pengalaman bekerja sebelumnya atau untuk kamu yang lulusan baru (fresh graduate), ceritakan pengalaman organisasi atau kepanitian di kampus yang kamu ikuti. Fokuslah menjawab pertanyaan dengan teliti dan jangan grogi supaya HRD yakin dengan kemampuan yang kamu miliki.
Sobat Gramedia, supaya kamu tidak lupa mengenai apa yang sudah kamu pelajari tentang perusahaan, sebaiknya kamu mencatat poin-poin penting tentang perusahaan. Selain dari website atau situs resmi perusahaan, apabila kamu memiliki rekan kerja yang bekerja di perusahaan yang sama, kamu bisa menanyakan informasi penting untuk persiapan interview kerja ke rekan tersebut. Informasi tersebut tentu bisa membantu proses kamu dalam menghadapi pertanyaan pewawancara.
Untuk kamu yang menghadapi pertanyaan pewawancara seperti ini, pastikan kamu menjawab kelebihan yang menjadi kekuatan kamu, jangan mengada-ada. Pastikan jawaban kamu relevan dengan memilih kelebihan yang paling berhubungan dengan jabatan atau posisi yang kamu lamar. Jawaban yang kamu sampaikan kepada pewawancara harus spesifik dan jangan generic. Kemudian beri contoh bagaimana kamu mengimplementasikan kelebihan kamu dalam konteks profesionalisme pekerjaan.
Melalui pertanyaan ini, pewawancara ingin mengetahui seberapa kenal kamu terhadap dirimu sendiri. Apabila kamu memiliki kekurangan tertentu, maka kamu bisa menjawabnya dengan jujur dengan ditambahi dengan penjelasan bahwa kamu akan membiasakan untuk selalu belajar supaya bisa.
Umumnya, setelah ditanya oleh HRD mengenai motivasi melamar pekerjaan, pertanyaan selanjutnya adalah tentang posisi yang dilamar. Apabila pengalaman bekerja kamu sebelumnya berada di posisi yang sama tentu ini tidak menjadi hal yang serius dan membuat pusing kepala.
Hal ini akan menunjukkan bahwa kamu antusias terhadap proses wawancara dan perusahaan tersebut. Ajukan pertanyaan yang spesifik dan berkaitan dengan pekerjaan agar pewawancara juga bisa memberikan jawaban dengan gamblang.
Ketika kamu dihadapkan dengan pertanyaan interview seperti ini, sebaiknya jawablah dengan jawaban yang berhubungan dengan culture perusahaan yang kamu lamar. Misalkan culture perusahaan yang kamu lamar sekarang memiliki lingkungan yang fleksibel, maka kamu bisa menjawab dengan jujur bahwa kamu menyukai lingkungan kerja yang fleksibel seperti perusahaan yang sedang kamu alamar makanya tertarik untuk bekerja di perusahaan tersebut.
aa06259810