PerpustakaanTerpadu Kampus Pemuda merupakan bagian dari unit perpustakaan pusat kampus Cilolohan yang melayani kegiatan kepustakaan dan peminjaman koleksi buku-buku yang menunjang proses pendidikan tenaga kesehatan khususnya bagi prodi di kampus wilayah Cirebon (Kampus Pemuda dan K.S Tubun).
Puji syukur peneliti ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat-Nya yang telah dilimpahkan kepada peneliti sehingga buku yang
berjudul Kepuasan Pasien Rawat Jalan Geriatri Ditinjau dari Mutu Pelayanan,
Persepsi, dan Response Time di Puskesmas dapat diselesaikan. Buku ini merupakan
buku karangan pertama dari penulis yang mana isinya berasal dari hasil
penelitian penulis saat menempuh pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat.
Terima kasih disampaikan kepada Dr. Nurwijayanti, S.Pd., M.Kes., Dr. dr.
Sentot Imam Suprapto, M.M., dan semua pihak yang telah ikut membantu dalam
penyelesaian buku ini.
Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam buku ini. Untuk itu, kritik
dan saran terhadap penyempurnaan buku ini sangat diharapkan. Semoga buku
ini dapat memberi maanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.
Geriatri.id - Tidak semua kegiatan santai tidak memiliki manfaat di kemudian hari. Bermain game, catur dan membaca buku bisa mengurangi risiko demensia saat memasuki lanjut usia (lansia).
Darzi menekankan, pola makan sehat, olahraga, dan melatih otak secara rutin harus dilakukan sejak usia muda. Dia mengungkapkan ada bukti penurunan mental mulai terjadi ketika memasuki usia 40 tahun.***
Diabetes melitus merupakan kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Perawatan pasien lanjut usia dengan diabetes sulit karena heterogenitas status klinis, mental, dan fungsionalnya. Skrining gangguan kognitif dan risiko hipoglikemia direkomendasikan pada pasien lansia. Direkomendasikan simplifikasi rejimen pengobatan dan penggunaan obat dengan efek hipoglikemia minimal.
Diabetes mellitus is a group of metabolic disorder with characteristics of hyperglycemia due to abnormalities of insulin secretion, insulin action, or both. Treatment of diabetes in geriatrics was complicated because of the heterogeneity of clinical, mental, and functional status. Screening for cognitive disorders and risk of hypoglycemia is recommended in geriatric patients. Simplification of treatment regimens and use of medication with low risk of hypoglycemia are recommended
Decubitus ulcer or pressure sore is a serious morbidity in elderly patients. The incidence of pressure sores in geriatric patients is 11%. Population at 70-75 of their aged had a two-fold risk higher for suffering decubitus ulcers compared with 55-69 years of aged people. The highest incidence is in group of 80-84 years old peole. Studies has found 95% of cases are preventable. Prevention efforts have already proven to be more effective and cost effective than treatment. Prevention efforts include mobilization, skin care, fulfillment of fluids and adequate nutrition, the use of tools / aids for body movement, environmental regulation of health care and education. Treatment of decubitus ulcers by administering topical material, systemic drugs or surgery should be done as early as possible.
Menurut Kamus Besar Bahasa, definisi waktu adalah seluruh rangkaian saat
ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung. Hingga saat ini,
belum ada yang dapat menghentikan proses berjalannya waktu. Setiap makhluk hidup
di dunia akan mengalami proses penuaan seiring berjalannya waktu. Penuaan
dirasakan oleh manusia selama proses hidupnya mulai dari pembuahan hingga
meninggal. Sama dengan konsep waktu, hingga saat ini belum ada yang dapat
menghentikan proses penuaan. Walaupun proses ini tidak dapat dihentikan, tetapi
dengan ilmu pengetahuan yang terus berkembang, terutama dalam bidang
kedokteran, proses penuaan dapat dikelola sehingga kualitas hidup seseorang terus
terjaga baik sepanjang hidupnya.
Sebagai upaya untuk menangani penuaan dengan baik, diperlukan pembagian
kelompok usia dari bayi hingga lanjut usia (lansia) agar penanganan yang diberikan
sesuai kondisi kesehatan fisik dan mental seseorang. Kelompok lansia dianggap
sebagai kelompok yang rentan karena semasa hidupnya telah mengalami proses
degeneratif akibat penuaan. Seseorang dikatakan memasuki kategori lansia apabila
berusia lebih dari 60 tahun. Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2020, persentase
lansia di Indonesia sebesar 9,78% dari total populasi. Angka ini meningkat dari 7,59%
pada Sensus Penduduk tahun 2010. Jumlah populasi lansia diperkirakan terus
meningkat seiring dengan Angka Harapan Hidup yang meningkat dari tahun ke tahun.
Penyusunan Buku Ajar Akupunktur pada Kasus Geriatri ditujukan sebagai
bahan pembelajaran bagi mahasiswa program pendidikan dokter spesialis
Akupunktur Medik, dan sebagai pedoman bagi tenaga kesehatan yang berminat dalam
bidang akupunktur agar dapat menyelenggarakan pelayanan akupunktur medik pada
berbagai kasus geriatri. Buku ini memberikan informasi tentang masalah kesehatan
lansia dan sindroma geriatri, peran akupunktur pada berbagai penyakit pada pasien
lansia, rekomendasi tata laksana akupunktur, dan edukasi akupresur mandiri pada
berbagai keluhan dan penyakit di bidang geriatri.
Background: Increasing number of the older adults population results in increasing sarcopenia, a geriatric problem that may lead to poor quality of life, susceptibility to disease, malnutrition, and even death. Muscle mass is an important sarcopenia parameter that can be measured by Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Detection of decreased muscle mass can be done by measuring calf circumference, it is expected to provide an early diagnose of sarcopenia so that early intervention can be given and improve the quality of life of the older adults.
Methods: This study involved 126 older adults, consisted of 57 men and 69 women aged 60-80 years in the community who met the inclusion criteria. Criteria of sarcopenia were defined based on the Asian Working Group for Sarcopenia (AWGS) Consensus, consisted of three components; muscle mass, handgrip strength, and walking speed. This study analyze the diagnostic accuracy of calf circumference for decreased muscle mass measured by single- frequency BIA and calf circumference was measured using a measuring tape. The analysis was carried out according to the receiver operating characteristic (ROC) curve to determine the cut-off point along with the sensitivity (Se) and specificity (Sp) values, positive and negative predictive values (PPV and NPV) of calf circumference as an indicator for low muscle mass.
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Journal of Biomedicine and Translational Research Diponegoro University as publisher of the journal.
Copyright encompasses non-exclusive rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms and any other similar reproductions, as well as translations.
Journal of Biomedicine and Translational Research Diponegoro University, the Editors and the Advisory International Editorial Board make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal. In any way, the contents of the articles and advertisements published in the Journal of Biomedicine and Translational Research Diponegoro University (JBTR) are sole and exclusive responsibility of their respective authors and advertisers.
Terdapat penambahan topik pada buku ini yaitu mengenai sinkop, dizziness (gangguan terkait keseimbangan) dan imobilitas.
Isi buku ini meliputi: Beberapa aspek gerontologi dan pengantar geriatri. Sindroma geriatri. Penampilan berbagai penyakit pada usia lanjut. Berbagai pelayanan pada usia lanjut
Geriatri 2 ini merupakan buku kesehatan khususnya pembaca yang mempelajari bidang ilmu keperawatan dan Fisioterapi. Buku Geriatri 2 ini berisi tentang Konsep lansia, pemenuhan kebutuhan nutrisi pada lansia, perawatan lansia di rumah/Nursing Home, komunikasi pada lansia, kejadian jatuh pada lansia, pengukuran fungsional pada lansia, dan aktivitas/latihan mandiri yang dapat dilakukan oleh lansia yang mengalami masalah fisik. Selain konsep dan teori, Geriatri 2 ini juga dilengkapi dengan soal latihan beserta jawabannya di mana soal-soal tersebut dapat mengukur tingat pemahaman terkait teori yang dipelajari. Ditambah lagi untuk lebih bisa membantu dalam mengimplementasikan tindakan kepada lansia, di dalam buku ini juga disertakan link video tutorial untuk mengatasi masalah nyeri kepala yang sering dialami oleh lansia.
Semua orang akan mengalami proses penuaan yang ditandai dengan adanya perubahan yang berhubungan dengan waktu. Proses dimulai sejak lahir dan terus berlanjut sepanjang siklus kehidupan manusia.
Dalam buku ini penulis akan menggunakan konsep proses perubahan permasalahan pada kasus geriatric, menjadi tua merupakan proses ketidakmampuan sel untuk mempertahankan fungsi normalnya dan memperbaiki diri sehingga tidak bisa menangani infeksi dan tidak dapat memperbaiki kerusakan yang terjadi.
Decubitus ulcers are a serious matter with high morbidity and mortality in the elderly and will be a burden on the family at high cost of care.1 Decubitus ulcers can occur at any age stage, but this is a particular problem in the elderly due to immobilization. The specialty lies in the incidence of events that are closely related to immobilization which is a major problem in geriatric patients.1,2,3
3a8082e126