Dengan Hormat,
Selamat Pagi dan salam sejahtera .
Terlebih dahulu kami ucapkan selamat tahun baru 2016 dan terimakasih yang
sebesar-besarnya atas dukungan dan partisipasi yang telah diberikan pada
program adopsi pohon, tanam dan pelihara - WaliPohon Masigit Kareumbi.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, kembali kami sampaikan sirkulasi
informasi perkembangan program tahun 2015, sebagai berikut:
1. STATISTIK DAN PETA TANAM 2015.
Sejak diluncurkan pada November 2009, saat ini terdata 199.915 pohon telah
memiliki orangtua asuh. Pengadopsi tercatat sejumlah 11.399 individu yang
tersebar di 10 negara dan semuanya ditanam pada 134 plot tanam seluas ±165
hektar.
(lihat
https://www.google.com/maps/d/u/0/embed?mid=zh8DDU36pqjE.klj4tET 2XjsI)
2. WALI POHON 2015.
Pada tahun 2015 ini, jumlah pohon yang telah diadopsi mencapai 4.859 pohon,
terdiri dari pohon atasnama komunitas sejumlah 9 plot dan 1 plot kumpulan
pengadopsi individu. Komunitas tersebut adalah:
1) Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) Bandung
2) SMA Madania, Jakarta
3) Serikat Karyawan (SEKAR) TELKOM
4) Fakultas Ilmu Teknologi Pertanian (FTIP) UNPAD 3
5) Motekar MTB Club
6) Paguyuban ITB 89
7) Perhimpunan Mahasiswa Bandung (PMB)
8) STIE Ekuitas Bandung
9) Kelompok Ibu Linda Goutama
Peta tanam untuk kelompok diatas ini akan tercantum pada peta tanam 2016
yang akan datang.
Sedangkan kelompok individu (Plot Wali 9) terdiri dari beberapa komunitas,
antara lain Grup Ertiga Tangerang, Grup Silva Riani, Grup
Indotravelers.com, Grup Land Rover Club Indonesia (LRCI), Grup Alo
Rochyana, Grup Badan Informasi Geospasial (BIG), Grup Sentanu, Komunitas
Matabumi, Kelompok Al Ma'Soem, Komunitas 4T Telkom, Grup DHL Indonesia dan
SOS Children's Village, Grup Fajar Prasetyo, Grup HIMAKA FIKOM UNPAD, Grup
Forum Anak, Grup Bidang KPA Jabar dan beberapa individu lain yang turut
berpartisipasi menjadi Wali Pohon.
Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas partisipasinya.
3. PEMELIHARAAN POHON.
Pemeliharaan rutin diantaranya pembersihan jaluran tanam, pendangiran dan
pengaplikasian mulsa telah berlangsung terus menerus pada 22 Mei 2015 s/d
20 Agustus 2015. Setiap hari (kecuali hari Jum'at) selama 3 bulan, kegiatan
ini melibatkan 50 s/d 120 orang warga sekitar hutan.
Bersamaan dengan kegiatan pemeliharaan, kami juga melakukan sensus rutin
dengan metoda hitung hidup yang kemudian nilai perhitungannya di bandingkan
dengan data populasi.
Sensus rutin tahun 2015 berlangsung pada bulan Mei s/d Sep 2015. Sensus
menghasilkan data jumlah pohon hidup adalah 143.299 pohon sehingga yang
mengalami kematian adalah sejumlah 37.089 pohon (20,6%). Cacah ini mencakup
gabungan jumlah pohon yang ditanam tahun pada tahun 2010 - 2015 dan tidak
mengikutsertakan pohon yang ditanam pada 2009 karena masa garansinya telah
habis. Dari sisi persentase, ternyata nilainya sama persis dengan tahun
lalu (2014).
4. KEBAKARAN HUTAN 2015.
Seperti telah di informasikan pada sirkulasi informasi yang lalu bahwa pada
awal Oktober 2015 s/d awal November 2015 telah terjadi kebakaran hutan di
kawasan TB. Masigit Kareumbi dimana kebakaran ini terhitung paling besar
dan luas dibandingkan kebakaran yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Dengan segala keterbatasan walau telah dibantu oleh banyak pihak
diantaranya para pecinta alam, BASARNAS, Yon Linud 330, Polsek setempat,
relawan dan tentunya masyarakat sekitar lokasi kebakaran, kami bersama
BBKSDA Jabar melakukan operasi penanggulangan kebakaran hutan selama 25
hari terhitung 10 Oktober s/d 5 November 2015.
Lokasi yang terbakar di seluruh TBMK tidak kurang dari 14 lokasi. Dari
ke-14 lokasi tersebut, 5 titik adalah lokasi yang ditanami oleh pohon-pohon
adopsi. Secara luasan, 5 lokasi tersebut merupakan jalaran dari 2 titik api
dan luas area yang terbakar akibat 2 titik api ini seluruhnya mencapai 230
hektar.
Vegetasi semakan yang sangat kering dan kelompok hutan pinus yang
mengandung minyak mempercepat jalaran api.
Terpantau sejak tanggal 5 November, api telah padam dan segera kami lakukan
sensus cepat.
Post-fire sensus menghasilkan data plot tanam yang terkena jalaran api dan
tingkat kematiannya adalah sbb:
1) IATMI ITB, populasi 200 pohon, kematian 75% (150)
2) BII MAYBANK, populasi 380 pohon, kematian 87% (330)
3) BANK Mandiri, populasi 250 pohon, kematian 57% (57)
4) FTIP UNPAD 1, populasi 400 pohon, kematian 77% (306)
5) BUKIT ITB 77, populasi 1977 pohon, kematian 100% (1.977)
6) PERTAMINA 4, populasi 12.020 pohon, kematian 63% (7.530)
7) PERTAMINA 6, populasi 9.000 pohon, kematian 76% (6.821)
8) PERTAMINA 7, populasi 6.000 pohon, kematian 96% (5.730)
9) FTIP UNPAD 2, populasi 280 pohon, kematian 84% (234)
10) PERTAMINA 8, populasi 20.000 pohon, kematian 89% (17.888)
11) PERTAMINA 9, populasi 15.000 pohon, kematian 50% (7.455)
12) PERTAMINA 11, populasi 10.700 pohon, kematian 98% (10.440)
13) PERTAMINA 13, populasi 7.500 pohon, kematian 62% (4.683)
14) PERTAMINA 14, populasi 9.000 pohon, kematian 98% (8.850)
Total kematian pohon di pada saat disensus mencapai 72.451 pohon. Sungguh
merupakan kehilangan yang sangat besar dan pelajaran yang amat berharga
bagi kami tim Walipohon.
Pemantauan sampai beberapa hari yang lalu ternyata memperlihatkan bahwa
beberapa jenis pohon, diantaranya jenis pohon keras umur panjang seperti
Puspa dan Rasamala mampu bertunas kembali. Hal ini membangkitkan harapan
dan sekaligus kejutan bahwa walaupun masih muda, namun ternyata beberapa
jenis pohon dapat survive dari terjangan api. Namun demikian, program tetap
memberlakukan jaminan untuk penyulaman tetap berpatokan pada hasil
post-fire sensus dan kami akan berusaha menyulam semua pohon tersebut
sesuai dengan garansi pemeliharaan selama 3 tahun setelah tanam. Mohon para
Wali tidak khawatir.
5. YANG SEDANG KAMI LAKUKAN.
Di lapangan saat ini sedang berlangsung beberapa jenis kegiatan yaitu
kegiatan Penyulaman dan Penanaman.
A. Penanaman
Terhitung 24 desember 2015, penanaman untuk pohon adopsi baru pada musim
tanam 2015-2016 sejumlah 4.859 pohon (lihat point 2 diatas; Wali Pohon
2015) telah selesai dilakukan. Selanjutnya kami akan fokus pada pekerjaan
penyulaman dengan tetap melakukan pemantauan pada pohon yang telah ditanam.
Saat ini kondisi cuaca di sekitar kareumbi tidak menentu dan kemungkinan
musim hujan agak bergeser setelah beberapa hari kemarin bahkan sampai hari
ini pun sempat terjadi panas terik yang tidak biasanya terjadi pada musim
hujan.
B. Penyulaman
Dengan adanya peristiwa kebakaran, penyulaman tahun ini menjadi pekerjaan
yang hampir 3x lebih berat dari seharusnya.
Pada musim tanam kali ini terhitung kami harus menyulam sejumlah 85.561
pohon. Jumlah ini sesungguhnya telah berada di luar kapasitas tim lapangan
yang biasanya hanya mampu menanam sekira 50.000 - 60.000 pohon per musim
tanam (Desember - Februari). Cuaca yang tidak menentu belakangan ini
semakin menambah berat beban pekerjaan di lapangan, karena kami hanya dapat
menanam apabila cuaca mendukung. Namun demikian kami akan berusaha
semampunya. Perkembangan selanjutnya akan kami update kembali.
Kebakaran juga telah mengajari kami bahwa di lapangan penting dibuat
diantaranya jalur-jalur sebagai akses dan sekat bakar yang dapat
memperlambat dan membatasi api kemudian titik-titik embung/ kolam sebagai
akses terhadap air. Beberapa plot tanam yang berukuran terlalu besar
(seperti plot tanam milik PT. Pertamina) juga rencananya kami pecah menjadi
2 atau 3 plot yang lebih kecil yang dibatasi oleh jaluran sekat bakar
sehingga diharapkan lebih manageable manakala terjadi kebakaran.
Seperti diketahui, penyulaman/ penanaman ulang pohon yang mati harus
didahului oleh pemeliharaan jaluran tanam, dan pekerjaan inilah yang sangat
memakan waktu dan tenaga (namun sekaligus menyerap tenaga kerja yang
banyak). Kondisi lahan bekas terbakar ternyata juga tidak memudahkan
penyulaman karena ranting dan kayu yang terbakar tetap harus dibereskan
terlebih dahulu agar lubang penanaman dapat diakses oleh pekerja.
6. KUNJUNGAN DAN BIBIT POHON.
Kami mengundang anda para Wali apabila ingin berkunjung ke lokasi basecamp
sambil hiking dan melihat-lihat lokasi penanaman adopsi pohon yang terbakar
dan apa yang sedang kami lakukan di lapangan. Apabila waktunya tepat, anda
juga dapat terlibat sebagai volunteer dalam beberapa pekerjaan di lokasi
tanam seperti pemeliharaan, penanaman dan persemaian.
Di instalasi persemaian, tersedia sekurangnya 50 jenis pohon rimba khas
Jawa Barat yang kami bibitkan dan dapat dimiliki oleh anda dengan biaya
terjangkau.
Untuk informasi selanjutnya dapat menghubungi
in...@tbmk.org.
7. Demikian sementara ini yang dapat kami sampaikan, mohon maaf apabila ada
kekurangan atau kesalahan. Apabila ada hal-hal lain yang ingin diketahui
dan disampaikan silahkan langsung menghubungi kami.
Terimakasih dan Salam Lestari,
--
ECHO
Manajemen Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi
Jl. Arumanis #25, Bandung, INDONESIA 40191
P/F:
+62 22 2502085 |
kareumbi.wordpress.com |
in...@tbmk.org
M:
+62 811 217 686 |
ec...@tbmk.org