Bisa dibilang menjadi seorang perawat bukanlah hal yang mudah, banyak proses yang harus dilalui untuk menjadi perawat yang profesional baik perawat vokasi atau ners. Salah satu proses untuk dilalui menjadi seorang perawat adalah melewati uji kompetensi (Ukom) yang mana ini merupakan salah satu syarat wajib bagi seorang perawat untuk bisa lulus dari perguruan tinggi.
Untuk itu mahasiswa keperawatan harus berusaha untuk dapat lulus dalam ukom. Salah satu upaya yang dilakukan adalah belajar mengerjakan soal-soal ukom, berikut ini soal yang sering keluar dalam uji kompetensi perawat.
Asuhan keperawatan (askep) adalah tugas utama seorang perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Sehingga 100% dijamin soal askep pasti akan ada dalam ukom. Bicara askep pasti menyangkut proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Sehigga mahasiswa harus menguasai salah metode untuk menentukan tahapan proses keperawatan. Mari kita perhatikan contoh penentuan soal-soal berikut ini:
menentukan diagnosa atau masalah keperawatan adalah soal yang bisa dipastikan ada dalam ukom. Jika kita betul-betul telah menguasai cara menentukan diagnosa keperawatan tentunya akan terasa mudah menjawab soal jenis ini. Perhatikan contoh soal dibawah ini
Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk menjawab soal diatas adalah melihat data dominan yang paling banyak muncul pada kasus diatas. Jika kita perhatikan keluhan pasien ke faskes adalah sesak nafas, namun ketika kita melihat deskripsi kasusnya mengarah ke masalah Nyeri dengan data nyeri dada kiri, nyeri hebat saat aktivitas, nyeri hilang timbul, skala nyeri 7 serta ada peningkatan nadi. Sehingga jawaban paling tepat pada kasus diatas adalah NYERI AKUT.
Menentukan intervensi/tindakan keperawatan yang tepat atau utama pasti akan ada dalam soal ukom perawat baik ners dan vokasi. Maka pelajarilah strategi yang tepat untuk menjawab soal-soal jenis intervensi. Perhatikan contoh soal dibawah ini:
Untuk menjawab soal jenis seperti ini, pastikan kita sudah membaca atau menguasai standar prosedural tindakan yang tepat. Jika kita melihat kasus diatas, urine yang keluar melalui kateter menunjukkan kateter baru sampai pada uretra, sehingga perlu kita lakukan pemasukan kateter hingga percabangan untuk memastikan kateter benar-benar sudah sampai pada kandung kemih, setelah itu kita lakukan fiksasi internal yakni dengan memasukan NaCl 0.9 agar terjadi pengembangan balon.
Soal terkait evaluasi atau kriteria yang diharapkan dari tindakan yang telah dilakukan oleh perawat pasti akan ada dalam soal ukom. Sehingga kita mengetahui cara menjawab jenis soal ini. Perhatikan contoh soal dibawah ini:
d. Membantu kebutuhan nutrisie. Merendahkan ekstremitas yang cidera29. Seorang perempuan berumur 35 tahun dirawat di RS kerena pingsan. Hasilpemeriksaan laboratorium Hb 6 gr%. Pasien akan mendapatkan tranfusi dengangolongan darah O sejumlah 350 mlsudah tersedia. Pasien sudah terpasang infus RL.Apakah tindakan keperawatan selanjutnya pada kasus tersebut?a. Mengobservasi tanda-tanda vitalb. Mencocokkan register pasienc. Mengambil sampe golongan darahd. Mengganti cairan dengan NaCl 0,9%e. Mengganti selang infus dengan tranfusi set30. Seorang perempuan berumur 25 tahun dirawat di RS dengan diagnosis DM. Pasienmengeluh lemas dan kulit terasa kering. Hasil GDS 400gr/dl. Kuku pasien panjangdan kotor. Perawat akan melakukan perawatan kuku. Alat-alat sudah didekatkan danpengalas sudah dipasang.Apakah tindakan keperawatan selanjutnya pada kasus tersebut?a. Memotong kuku dengan lembutb. Merendam kuku dengan air hangatc. Mengeluarkan kotoran kukud. Memberikan lotione. Memasase jemari31. Seorang laki-laki berumur 35 tahun dirawat di RS mengeluh nyeri pada luka di kakidengan skala nyeri 5 (1-10). Perawat akan memberikan terapi antibiotik melaluiintravena. Persiapan pasien dan alat-alat telah didekatnya. Jarum suntik laludimasukkan ke vena setelah area didesinfeksi.Apakah langkah prosedur berikutnya pada kasus tersebut?a. Membendung venab. Mengatur posisi tanganc. Memasukkan obat perlahand. Meminta mengepalkan tangane. Menganjurkan pasien menarik nafas32. Seorang laki-laki berumur 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis fraktur crurissinistra karena kecelakaan lalu lintas. Pasien saat ini post operasi ORIF hari ke 2luka bersih dan tertutup perban elastis. Pasien asih belum bisa bergerak karenamasih agak nyeri saat berdiri. Hasil pemeriksaan fisik TD 130/70 mmHg, frekuensinadi 90x/menit, frekkuensi nafas 24x/menit.Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?a. Resiko ciderab. Gangguan pola nafas
b. Mengompres area yang bengkakc. Memindahkan area penusukand. Menunda pelaksanaane. Menenangkan pasien37. Seorang perempuan berumur 45 tahun berobat ke poli mata dengan keluhan nyeri disekitar mata. Skala nyri 2 (1-10) mengalami mual, dan pandangan kabur. Hasilpemeriksaan fisik mata kanan teraba lebih keras dibandingkan mata sebelah kiri.hasil visus OD 6/30, OS 6/10. Pasien mengatakan khawatir menjadi buta.Apakah masalah keperawatan utama pada ksus tersebut?a. Cemasb. Nyeri akutc. Resiko ciderad. Perubahan sensori sensuale. Nutrisi kurang dari kebutuhan38. Seorang laki-laki berumur 40 tahun dirawat di ruang penyekit dalam penurunankesadaran. Perawat akan memandikan pasien. Perawat telah memberikan penjelasanpada keluarga tujuan tindakan dan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.Apakah tindakan perawat selanjutnya?a. Mengatur posisib. Membasuh mukac. Memasang handukd. Memasang sampirane. Memasang ....39. Seorang perempuan berumur 56 tahun dirawat di ruang penyakit dalam denganstroke. Hasil pengkajian pasien tidak dapat berbicara dan tidak dapat menelan. Hasilkolaborasi perawat memasang NGT. Perawat telah berhasil memasukkan selangNGT melalui lunang hidung..Apakah lankah tindakan selanjutnya berdasarkan kasus tersebut?a. Memasukkan obatb. Melakukan fiksasi NGTc. Memberi makanan caird. Memasukkan air ke selange. Mengecek NGT yang masuk40. Seorang laki-laki berumur 40 tahun di rawat di RS dengan keluhan nyeri pada lidah.Hasil pemeriksaan fisik terdapat pembesaran lidah. Perawat melakukan pemasanganNGT. Selang NGT sudah diukur.Apakah langah selanjutnya pada kasus tersebut?a. Atur posisis kepalab. Pengecekan selang NGT
c. Beri pelumas pada ujung selangd. Masukkan selang melalui hidunge. Berikan makanan dalam bentuk cair41. Seorang laki-laki berumur 42 tahun di rawat di ruang bedah mengeluh kandungkemih yang penuh dan kencing hanya menetes. Sesuai hasil kolaborasi, perawatmemasang kateter. Perawat mengoleskan jelly pada kateter dan memasukkan kateterthree way ke penis ...Apakah tindakan perawat selanjutnya?a. Memasang penampung urineb. Memasukkan aquabides untuk menguncic. Mengecek kateter dengan menarikknyad. Melepas kateter setelah urin keluar semuae. Memasang plester pada kateter di abdomen42. Seorang laki-laki berumur 55 tahun di rawat di RS dengan keluhan luka pada kakikanan. Diagnosis diabetes millitus. Nyeri tekan pada pangkal ibu jari kaki. Skalanyeri 3 (1-10). Luka dengan diameter 1x1 cm dengan luka berwarna hitam, berbau.Tekanan darah 120/90 mmHg, frekuensi nadi 90x/menit, frekuensi nafas 18x/menit,suhu 37,5oC.Apakah masalah keperawatan utama pada kasus diatas?a. Nyeri akutb. Hipertermic. Resiko infeksid. Kerusakan intergritas kulite. Gangguan perfusi jaringan perifer43. Seorang perempuan berumur 25 tahun dirawat dengan demam. Saat dikaji kondisipasien membaik. TD 110/80 mmHg, suhu 36,5oC, frekuensi nafas 18x/menit,frekuensi nadi 80x/menit. Perawat akan mencabut infus pasien. Alat-alat sudahdidekatkan dan memcuci tangan sudah dilakukan.Apakah langkah prosedur selanjutnya pada kasus tersebut?a. Menyiapkan area tusukanb. Memakai sarung tanganc. Membuka plester fiksasid. Mencabut jarum perlahane. Menghentikan tetesan infus44. Seorang laki-laki berumur 50 tahun dirawat di RS dengan keluhan tidak bisa BAKspontan. Pasien dipasang kateter. Setelah dilakukan bledder training dan rencanaselang akan dibuka. Perawat sudah menyiapkan alat-alat, memakai sarung tangan,dan mengatur posisi tidur.Apakah langkah prosedur selanjutnya pada kasus tersebut?
a. Mengkaji kondisi lukab. Mengompres dengan kassa lembabc. Mencuci luka dengan cairan ...d. Mengeringkan luka dengan kassa keringe. ......49. Seorang perempuan berumur 28 tahun, G3P2A0, berumur kehamilan 39 minggudirawat di ruang bersalin dengan keluhan mules-mules setiap 10 menit sekali dankeluar lendir darah. DJJ 130x/menit. Hasil pemeriksaan dalam didapatkan porsioluna, pembukaan 3 cm dan ketuban utuh.Apakah tindakan keperawatan selanjutnya yang tepat pada kasus diatas?a. Mengajarkan teknik distraksi dan relaksasib. Mmenganjurkan jalan-jalan sekitar ruanganc. Menganjurkan pasien istirahatd. Menganjurkan miring kanane. Menganjurkan miring kiri50. Seorang perempuan berumur 35 tahun P4A1, seminggu post partum menjadiakseptor KB mengatakan pernah gagal memakai alat kontrasepsi pil dan IUD.Saat ini tidak inginj memiliki anak lagi dan memiliki riwayat hipertensi. Hasilpemeriksaan tekanan darah 140/50 mmHg.Apakah jenis kontrasepsi yang tepat untuk kasus diatas?a. Implantb. Kondomc. Suntikd. Kalendere. Tubektomi51. Seorang perempuan berumur 28 tahun, P2A0, kala IV persalinan dirawat di ruangbersalin. Saat ini pasien mengeluh pusing, jumlah darah pervaginam kurang lebih200cc. TD 90/60 mmHg, frekuensi nadi 100x/menit.Apakah tindakan keperawatan selanjutnya yang tepat pada kasus di atas?a. Monitoring perdarahanb. Melakukan vulva hyginec. Mengukur tanda-tanda vitald. Memenuhi kebutuhan cairane. Mengukur tinggi fundus uteri52. Seorang perempuan berumur 20 tahun, diagnosa medik kista ovarium dandirencanakan tindakan operasi. Keluarga dan pasien mengungkapkan takut tidakmempunyai keturunan. Perawat memfasilitasi pasien berkonsultasi dengan dokter.Apakah prinsip etik yang diterapkan perawat pada kasus diatas?a. Hak memperoleh informasi
b. Hak mengambil keputusanc. Hak menolak tindakand. Kemandirian pasiene. Bebas dari bahaya53. Seorang perempuan berumur 27 tahun, G1P0A0, hamil 38 minggu datang ke rumahbersalin. Pasien mengeluh perut terasa tegang, mules, keluar lendir merah muda darikemaluannya. Hasil pemeriksaan palpasi leopold TFU 35 cm, punggung bayidisebelah kiri ibu, presentasi kepala dan kepala sudah masuk PAP.Apakah tindakan keperawatan selanjutnya yang tepat dilakukan pada kasus di atas?a. Menilai denyut jantung janinb. Melakukan manajemen nyeric. Mengatur posisi yang nyamand. Melakukan pemeriksaan dalame. Menganjurkan mobilisasi ringan54. Seorang perempuan berumur 28 tahun, P3A0, dirawat di kamar bersalin. Bayi lahirspontan 10 menit yang lalu. Kondisi saat ini didapatkan rahim membulat, tali pusatmemanjang saat diregang dan tidak ada tahana, darah keluar spontan.Apakah tindakan selanjutnya yang tepat dilakukan pada kasus diatas?a. Mengobservasi kontraksi uterusb. Memeriksa kandung kemihc. Memonitor tekanan darahd. Mengeluarkan plasentae. Mamberikan oksitosin55. Seorang perempuan berumur 23 tahun G1P0A0 diruang bersalin melahirkan secaraspontan. Plasenta telah lahir lengkap , rahim teraba lembek dan tidak ada kontraksi,perdarahan 300cc. Telah dilakukan pengukuran tekanan darah.Apakah intervensi keperawatan selanjutnya?a. Kolaborasi pemberian tranfusi darahb. Lakukan masase pada uterusc. Lakukan pemasangan infusd. Berikan minum banyake. Beri oxytocin drips56. Seorang perempuan berumur 20 tahun diantar oleh suami ke poliklinik untukkonsultasi tentang kontrasepsi. Pasien baru menikah 2 bulan dan sepakat untukmenunda kehamilan. Klien mengatakan saat ini sedang mentruasi.Apakah metode kontrasepsi yang tepat pada kasus tersebut?a. Pilb. IUDc. Suntik
dd2b598166