Tidak hanya itu, lanjut Kiai Marzuki, makam-makam ulama Ahlussunnah wal Jamaah juga digusur dan kitab-kitabnya dibakar. Kemudian setelahnya, menerbitkan kembali kitab Shahih Bukhari, Muslim, atau pun kitab tafsir versi mereka yang telah dilakukan perubahan.