Ini cara Australia menyadap Indonesia

39 views
Skip to first unread message

Ilham Rizqi Sasmita

unread,
Nov 21, 2013, 9:54:41 PM11/21/13
to sand...@googlegroups.com, vou...@googlegroups.com, pu...@yahoogroups.com
Mudah-mudahan rekan-rekan masih ingat posting saya di http://blog.pulsa.web.id (retired) tahun 2007. Mudah-mudahan rekan-rekan paham, mengapa saya tidak pernah pakai nomor Telkomsel, nomor XL juga saya tutup tahun 2012. Mudah-mudahan rekan-rekan paham, mengapa saya tidak pakai YM untuk komunikasi bisnis. Mudah-mudahan rekan-rekan paham, apa yang saya lihat namun tidak bisa saya sampaikan. Kita sudah mantap untuk tidak lagi menggunakan YM untuk support. Jangan pernah anggap enteng urusan security.


Ini cara Australia menyadap Indonesia

Reporter : Arif Pitoyo | Jumat, 22 November 2013 02:05


Merdeka.com - Komunikasi Indonesia selama ini disadap Singapore Telecom (SingTel), operator telekomunikasi milik pemerintah Singapura. Singtel yang memiliki 35 persen saham di Telkomsel ini disebut oleh Edward Snowden, intelijen AS yang menjadi whistleblower, memfasilitasi akses bagi badan-badan intelijen yang mencakup telepon dan lalu lintas internet.

Demikian informasi yang disampaikan Sydney Morning Herald, Jumat (22/11). Media Australia itu menyebutkan, apa yang dilakukan SingTel adalah bagian dari kemitraan antara badan-badan intelijen negara, yang meluas ke rekan Inggris dan Amerika, untuk memanfaatkan kabel serat optik bawah laut yang menghubungkan Asia, Timur Tengah dan Eropa (SEA-ME-WE). 

SEA-ME-WE-3 merupakan kabel serat optik telekomunikasi bawah laut yang selesai pada tahun 2000 dengan panjang 39.000 km.

Menurut SMH yang dikutip juga dari IndoICT, berdasarkan data dari intelijen Australia didapat informasi bahwa Singapura bekerja sama dalam mengakses dan berbagi komunikasi yang dibawa oleh kabel SEA-ME-WE-3 kabel. Badan nasional Australia juga mengakses lalu lintas kabel SEA-ME-WE-3 yang mendarat di Perth.

Dengan kabel yang melintasi Asia Tenggara, Timur Tengah dan Eropa Barat, maka hampir semua negara yang dilintasi dalam posisi tidak aman. Pasalnya, selain Singapura dan Australia, Inggris dan Amerika pun mendapat informasi penting hasil penyadapan. Praktik ini disebut-sebut sudah berjalan hingga 15 tahunan.

Program penyadapan yang dilakukan untuk memanen data dari email, pesan instan (instan messaging), telepon password dan sebagainya, yang dilakukan dari lalu lintas data melalui kabel serat optik bawah laut diketahui berkode sandi TEMPORA. TEMPORA merupakan program intersepsi yang dimotori Inggris melalui Government Communications Headquarters (GCHQ).

Selain itu, kabar mengejutkan mengenai penyadapan yang terjadi di Indonesia juga disampaikan harian The Australian. Media ini menuliskan bahwa pemerintah Australia juga menyadap satelit Palapa milik Indonesia. Pihak yang diduga menyadap adalah Australian Signals Directorate (ASD), salah satu direktorat di Kementerian Pertahanan Australia yang bertanggung jawab atas signals intelligence (SIGNIT).

Informasi mengenai penyadapan satelit ini diungkap Des Ball, professor dari Australian National University's Strategic and Defence Studies Centre. Dalam artikel itu, Satelit Palapa disebut-sebut sebagai sasaran kunci penyadapan yang dilakukan Australia.

Sebelum mencuat soal penyadapan satelit Palapa, surat kabar Australia Sidney Morning Herald pada 29 Oktober 2013 juga mengabarkan adanya penyadapan yang dilakukan pemerintah AS terhadap pemerintah Indonesia. Bahkan bukan hanya Jakarta, AS juga disebut-sebut menyadap semua negara di Asia Tenggara lainnya.

http://www.merdeka.com/peristiwa/ini-cara-australia-menyadap-indonesia.html

--
"I seek not to know all the answers, but to understand the question."

Ilham Rizqi Sasmita
Mobile: 085862011111
PIN: 22B67513

PT. Sandiloka
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages