Ingin Diakui, Teknisi Ponsel akan Bentuk Asosiasi

22 views
Skip to first unread message

Ilham Rizqi Sasmita

unread,
Jul 2, 2013, 3:20:44 AM7/2/13
to sand...@googlegroups.com, vou...@googlegroups.com, pu...@yahoogroups.com
Ingin Diakui, Teknisi Ponsel akan Bentuk Asosiasi
Penulis: Hito Handoko   
Monday, 01 July 2013 19:31

53392f5b5de74f5d8d9b613e8844c66bsiraturahmi teknisi ponsel indonesia

Teknisi ponsel Indonesia sepakat ingin membentuk satu asosiasi agar eksistensinya diakui oleh Pemerintah. Hal ini terungkap di acara Sirahturahmi Akbar Teknisi Ponsel Indonesia yang diprakarsai oleh Ikatan Teknisi Bandung pada Sabtu (29/6).

Potensi di bidang usaha teknisi ponsel sangat besar, tapi sampai saat ini belum diakui secara layak sebagai salah-satu bentuk usaha kecil mandiri (UKM) yang dapat membantu pertumbuhan ekonomi di daerah.

Berbagai kendala dihadapai oleh para teknisi termasuk dalam hal mengakses sumber dana pinjaman yang berasal dari bank-bank umum. Mereka umumnya mengeluhkan karena belum dianggap mumpuni sebagai sebuah profesi.  Padahal, seorang teknisi bisa menghasilkan minimal Rp200 ribu per hari bagi mereka yang sudah eksis lebih dari satu tahun, kata salah satu peserta.

Bentuk asosiasi ini juga diperlukan untuk membuat standar atau sertifikasi profesi teknisi. Ichal, salah satu pembicara yang berasal dari Kalimantan menyampaikan bahwa keberadaan asosiasi menjadi penting tapi tidak mudah untuk membentuknya. “Masih perlu dibenahi soal semangatnya, ada beberapa kepentingan yang hingga saat ini kami belum bisa membentuk asosiasi,” kata Ichal.

Sementara Kuncoro, perwakilan dari komunitas Forum Djawir menyampaikan hal yang sama. “Tergantung keputusannya apakah teman-teman bisa kompak,” kata dia saat ditemui PULSA di tengah-tengah acara.

Teknisi Ponsel Indonesia Tak Kalah dengan Luar

Selain membahas semangat membentuk asosiasi, para teknisi dari berbagai komunitas yang tersebar di tanah air berkumpul di Bandung dalam rangka membahas berbagai perangkat pendukung terbaru untuk perbaikan hardware maupun software.

Menurut Ichal, dari sisi keahlian teknisi ponsel Indonesia tidak kalah dengan luar negeri. Banyak teknisi Indonesia yang menyumbangkan beberapa solusi lewat forum-forum internet untuk para teknisi luar negeri.

Ichal yang memiliki pusat pelatihan Borneo Flasher mengakui pernah menerima murid yang berasal dari Malaysia dan Pakistan. Ichal juga sempat diundang ke Malaysia untuk mengajarkan ilmunya. “Di Malaysia kami malah dihargai, diberi fasilitas yang baik dan penghargaan yang luar biasa,” kata Ichal.

Borneo Flasher bahkan memiliki kelas khusus online untuk memudahkan pengajaran bagi murid yang berada jauh di luar daerah. “Sekarang kami punya system belajar online disamping tempat kursus regular yang jumlahnya ada 22 dan tersebar di berbagai daerah,” tambahnya.  (*)

http://www.tabloidpulsa.co.id/news/8899-ingin-diakui-teknisi-ponsel-akan-bentuk-asosiasi


--
"I seek not to know all the answers, but to understand the question."

Ilham Rizqi Sasmita
Mobile: 085862011111
PIN: 22B67513

PT. Sandiloka
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages