RumahKentang: The Beginning adalah film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 2019. Film ini merupakan instalemen kedua dari seri film Rumah Kentang yang dirilis tahun 2012. Film ini menceritakan tentang awal mula kemunculan mitos Rumah Kentang di Bandung. Film ini dibintangi oleh Luna Maya dan Christian Sugiono.
Adrian, seorang novelis bersama istrinya, Sophie kembali ke rumah masa kecil Sophie yang sudah lama tidak dikunjungi sejak kedua orangtua Sophie tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Kini ditemani Uwa-nya dan ketiga anaknya, Nina, Nala, dan Bayu. Sophie akhirnya menginjakkan kaki kembali di rumah tersebut. Gangguan demi gangguan segera menyerang mereka. Gangguan yang mereka hiraukan sampai saat Nina tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Mereka harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di rumah ini, sebuah rumah yang berdiri di perkebunan kentang. Seorang warga desa, Dadang, memberitahu bahwa tidak hanya Nina yang berada dalam bahaya, tapi mereka semua.
Sesampai di rumah tersebut, gangguan demi gangguan pun mulai muncul. Mulai dari tangisan anak-anak yang tak terlihat, bau kentang yang menyengat, hingga Nina tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Perlahan-lahan kisah novel horor mereka menjadi kenyataan.
Meski bertajuk mirip, Rumah Kentang: The Beginning bukanlah kelanjutan dari film Rumah Kentang yang pernah rilis pada 2012 lalu. Idenya sendiri masih sama, yaitu berasal dari urban legend yang ada di Bandung.
Rumah Kentang: The Beginning mengambil latar belakang dekade 80-an dan digarap oleh Rizal Mantovani. Film ini menampilkan aktor dan aktris lainnya seperti Jajang C. Noer, Davina Karamoy, Nicole Rossi, Rayhan Cornellis dan Oce Permatasari.
Rumah Kentang adalah film hantu Indonesia yang dirilis pada 4 Oktober 2012. Film ini disutradarai oleh Jose Poernomo. Film ini dibintangi oleh Shandy Aulia dan Tasya. Film ini merupakan film projek pertama Hitmaker Studios yang didirikan pada 1 Juli 2012.
Farah terpaksa kembali dari Melbourne ke Jakarta. Adiknya bernama Rika yang masih SMA sendirian di Jakarta karena ibunya meninggal.Sampai di Jakarta, Farah menemui dua hal yang membuatnya harus berpikir untuk tidak melanjutkan kuliahnya lagi: menjaga Rika dan keuangan keluarga mereka yang sudah mendekati angka nol. Farah sendiri tidak pernah benar-benar tahu masalah keluarganya. Semenjak ia lulus SMP, Farah melanjutkan SMA dan kuliah di Melbourne. Ibunya ternyata sudah menjual rumah mereka untuk kehidupan mereka dan biaya pendidikan Farah di Melbourne. Mereka terus tinggal di rumah kontrakan yang cukup besar namun sekarang akhirnya menyulitkan karena biaya sewa yang tidak murah.
Farah panik. Ini semua terlalu tiba-tiba untuknya. Tapi di surat wasiat ibunya ada berita. Mereka masih memiliki rumah pertama ibu mereka. Rumah yang ibunya pikir adalah investasi yang bagus kerena berada di daerah yang mewah. Tapi sampai sekarang, berulang kali rumah itu coba dijual namun tak pernah laku. Karena beritanya adalah bahwa itu rumah kentang, rumah yang penghuninya hantu anak kecil. Kerena tidak ada pilihan lain, Farah dan Rika terpaksa pindah. Tak mungkin meneruskan rumah kontrakan yang sekarang. Dengan sisa-sisa uang yang ada, Farah menata ulang rumah itu seadanya. Ia merawat Rika, adik yang tak benar-benar dekat dengannya. Rika, anak yang sudah kehilangan kedua orang tuanya menjadi pendiam. Farah merasa sendirian. Namun ia tak benar-benar sendirian. Farah merasa ada yang mengawasinya. Farah mulai terganggu. Rika ketakutan.[1]
Kota Bandung yang dikenal sebagai metropolitan di Jawa Barat, ternyata masih menyimpan misteri di setiap sudutnya. Salah satunya adalah Rumah Kentang yang berada di Jalan Aceh, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat.
Dari mitos yang beredar, konon warga kerap mencium bau kentang saat melintas ke rumah dengan gaya art deco tersebut. Bau kentang tersebut kerap dikaitkan dengan hal mistis. Bahkan, rumornya ada seorang anak kecil berkebangsaan Belanda yang masuk ke kuali kentang.
Anak kecil tersebut meninggal tanpa diketahui, pasalnya orang-orang Belanda tengah berpesta saat itu. Alhasil bau kentang pun menyeruak, sebagai tanda arwah anak kecil tersebut yang penasaran, mengerikan!
Hujan rintik-rintik mengiringi perjalanan detikcom saat melawat ke Rumah Kentang tersebut pada malam hari, belum lama ini. Kendaraan ramai lalu lalang melewati rumah yang dibangun pada tahun 1907 itu. Lokasinya memang berada di pusat kota.
Bersama dengan Komunitas Aleut, detikcom disambut oleh Pramutadi (60). Ia merupakan penjaga Rumah Kentang tersebut. Setiap harinya Pram, sapaannya, tinggal di sebelah rumah Belanda tersebut.
Beberapa masyarakat mengaitkan hal tersebut dengan kehadiran genderuwo. Bahkan, kisah tentang rumah kosong beraroma kentang rebus pernah diangkat ke layar lebar dengan judul 'Rumah Kentang: The Beginning'
Sejumlah orang mengaku pernah melihat penampakan noni Belanda di rumah tersebut. Beberapa warga juga pernah melihat sosok berwajah hancur. Kini, rumah dua lantai itu sudah beralih fungsi menjadi kantor Bank BTN.
Ia kemudian memasukkan anak tersebut ke dalam kuali yang digunakan untuk merebus kentang dan memutilasi jasadnya. Parahnya lagi, sang pengasuh menyajikan daging anak tersebut di pesta yang digelar majikannya.
Rumah satu lantai bergaya kolonial ini telah lama ditinggalkan penghuninya. Tak hanya aroma kentang, beberapa warga juga mengaku pernah melihat penampakan anak kecil dan seseorang dengan wajah hancur.
Kali ini, Kompas.com dan beberapa awak media lain diberi kesempatan untuk berkunjung ke salah satu lokasi syuting film garapan Rizal Mantovani itu di Kampung Cikole Dodik, Pengalengan, Jawa Barat, Kamis (22/8/2019).
"Karena judulnya rumah kentang, kami mendapatkan cerita di mana rumah itu terletak di sebuah perkebunan kentang dan untuk dapatkan set yang otentik, kami syuting di sini selama lima sampai enam hari," kata Rizal dalam wawancara di sela proses syuting.
Dokumentasi Hit Maker Studios Sutradara Rizal Mantovani saat berada di lokasi syuting film Rumah Kentang: The Beginning. "Sudah dikasih tahu (cuaca akan dingin), siang katanya panas. Kalau malam bisa 10 derajat. Makanya sudah disiapkan," timpal Christian.
3a8082e126