Lagu Sunda Lawas Mp3 Download

0 views
Skip to first unread message

Custodio Groves

unread,
Aug 5, 2024, 2:25:58 AM8/5/24
to vecpaukelcall
Holasemuanya, pada kesempatan kali ini aku mau sharing 10 lagu Sunda lawas populer dan masih enak untuk didengarkan. Biasanya lagu-lagu daerah satu ini identik dengan suara gendang, suling sekaligus cengkoknya yang lembut

Irama pop merupakan salah satu genre musik yang cukup digemari oleh banyak kalangan. Genre pop sendiri terbagi dalam beberapa sub bagian, salah satunya pop Sunda. Di era lawas, kamu juga tentu sudah tidak asing dengan beberapa lagu pop Sunda yang sering diputar kakak atau paman kamu. Iramanya yang mengalun lembut, bersinergi dengan suara penyanyinya yang meneduhkan, siapa yang tidak terbuai?


Lagu Mojang Priangan menceritakan tentang seorang gadis asal Priangan yang menarik simpati dan hati banyak pria. Dengan dandanan sederhana, gadis Priangan yang biasanya memakai kebaya memancarkan pesona dan aura yang meneduhkan. Sudah cantik, manis, molek, dan membuat kagum banyak pria yang betah berlama-lama menatapnya.


Sama seperti lagu lainnya, lagu Kalangkang mengisahkan tentang keindahan cinta dan romansa antara sepasang kekasih. Perasaan saling menyayangi, membahagiakan dan mencintai menjadi sebuah hal terindah dalam hidup. Jika cinta belum didapat, maka kejarlah cinta dengan segenap kekuatan yang dimiliki. Dan ketika cinta sudah diraih, maka jangan lepaskan dan jadikan kisah cinta sebagai kenangan yang indah dalam kehidupan.


Dipopulerkan oleh Nining Meida dan Nia Daniati, lagu Ulah Jalir Jangji (artinya jangan ingkar janji) memiliki alunan yang lembut sekaligus merdu. Lagu ini menceritakan tentang sepasang kekasih yang akan melangsungkan pernikahan satu bulan lagi. Harapan hidup bahagia bersama di masa depan menjadi satu hal yang diimpikan keduanya. Sang kekasih mengingatkan pasangannya agar tidak ingkar janji dengan cinta yang pernah mereka ikrarkan berdua.


Versi asli lagu Es Lilin dipopulerkan oleh penyanyi Sunda Nining Meida yang kemudian dinyanyikan kembali oleh Siti Nurhaliza. Lagu Es Lilin merupakan kiasan dari seorang perempuan yang menyimpan hati kepada laki-laki namun malu untuk mengungkapkannya. Liriknya pun banyak mengandung kiasan dari es lilin, daerah asal, dan bahan pembuatannya. Cung, siapa yang masih malu-malu mengungkapkan rasa cinta kepada gebetannya?


Eits, jangan salah ya, berondong yang ini bukan laki-laki muda berwajah muda idola emak-emak lho. Berondong yang satu ini merupakan sejenis makanan dari jagung yang digoreng hingga mengembang dan garing untuk cemilan saat kumpul keluarga. Dalam lagu ini, Borondong Garing merupakan makanan lezat yang merupakan salah satu kekhasan dari daerah Majalaya, Soreang Banjaran, Bandung.


Tak hanya di daerah Sunda sendiri, lagu-lagu pop Sunda ini disukai oleh seluruh lapisan masyarakat di Tanah Air karena alunannya yang lembut dan meneduhkan. Apalagi sekarang musim hujan, iringan lagu-lagu Sunda sangat tepat dinikmati saat suasana dingin dan sejuk seperti ini kan?


Sunda adalah sebutan untuk suku yang tinggal di wilayah Tatar Pasundan, yaitu Jawa Barat dan Banten. Dari sekian banyak kesenian tersebut, disini kita akan membahas tentang musik tradisional atau lagu daerah yang menjadi ciri khas dari budaya Sunda. Sebelum ke lagu daerah adat sunda, mari kita bahas terlebih dahulu pengertian lagu daerah, fungsi, dan ciri-cirinya. Mari simak.


Apa itu lagu daerah? Tentu Anda semua tahu apa itu lagu daerah, namun secara spesifik pengertian lagu daerah adalah lagu yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer karena dinyanyikan baik oleh penduduk setempat maupun masyarakat yang tinggal di sana.


Lagu daerah sendiri sangat sederhana dengan menggunakan bahasa daerah atau bahasa lokal yang diturunkan secara turun-temurun. Tema-tema yang dimunculkan dalam lagu-lagu daerah seringkali menjadi topik sehari-hari, dapat dipahami dan diterima dalam kehidupan banyak orang. Lagu daerah sendiri penciptanya seringkali tidak dikenal atau anonim.


Lagu-lagu tradisional sering ditransmisikan secara lisan dan dikembangkan sesuai dengan kondisi alam dan sosial daerah, sehingga setiap daerah berbeda-beda. Lagu daerah dibangun di atas ritme, syair dan instrumen serta memiliki ciri puisi yang menceritakan tentang budaya lokal, tata kehidupan sehari-hari, dan adat istiadat suatu daerah.


Sebelum mengetahui contoh-contoh lagu daerah dari adat Sunda, kita harus mengetahui fungsi lagu daerah terlebih dahulu, apa saja fungsi-fungsinya. Sebagai sebuah produk budaya, lagu daerah umumnya memiliki beberapa fungsi.


Upacara adat dan musik tradisional selalu berkaitan. Di Indonesia, hal ini terlihat pada banyak budaya lokal di Indonesia. Ritual tradisional menggunakan iringan musik untuk menyampaikan rasa harmoni dan simpati dengan alam. Biasanya hal ini dilakukan untuk merayakan ritual atau festival tertentu.


Selain upacara adat, musik tradisional juga digunakan sebagai pengiring pertunjukan. Setiap daerah pasti memiliki tarian tradisional dan keterkaitan yang jelas dengan musik. Yang paling menarik adalah setiap kata dalam musik tradisional memiliki arti tersendiri. Filosofi dari setiap lirik juga sering dimasukkan ke dalam pertunjukan tertentu, seperti tarian.


Selain kegiatan yang sakral, produk budaya berupa lagu daerah juga dapat digunakan sebagai sarana bermain musik. Contoh yang sangat populer adalah lagu Rasa Sayang-Sayange dari Indonesia bagian timur yaitu Maluku. Lagu tersebut sering dijadikan sebagai background untuk diputar saat memainkan musik.


Dahulu lagu daerah sering digunakan sebagai alat komunikasi. Liriknya mengandung makna tertentu yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Mengenai makna lagu daerah, tidak heran jika banyak ahli juga percaya bahwa produk budaya ini digunakan sebagai pembawa pesan.


Seperti yang tadi saya sebutkan diatas, salah satu ciri lagu daerah adalah menggunakan bahasa daerahnya masing-masing. Lagu daerah harus ada penyesuaian asal usul dan perkembangan lagu itu sendiri. Namun tidak hanya itu, ternyata masih ada beberapa ciri-ciri lagu daerah, antara lain:


Yang paling jelas, kebanyakan lagu daerah harus menggunakan bahasa daerah, yang menjadi ciri khas suatu daerah. Misalnya lagu Ayam Den Lapeh dari Sumatera Barat, liriknya dalam bahasa Minangkabau atau lagu Yamko Rambe Yamko dari Papua, liriknya menggunakan bahasa Papua.


Lagu-lagu lokal sering tercipta sejak dahulu kala dan melayani berbagai tujuan, termasuk upacara tradisional, merayakan keberhasilan, panen besar, dan banyak lagi. Intinya, itu hanya akan disampaikan pada saat tertentu.


Kalau hari ini kita bisa menyaksikan betapa banyaknya jenis alat musik yang ada, seperti alat musik modern dan lain-lain, namun tidak untuk pengaplikasian lagu-lagu tradisional. Meskipun alat musik berkembang pesat, mereka masih menggunakan alat musik yang sederhana dan bersahaja saat memainkan lagu daerah.


Adapun genre musik yang digunakan seringkali disesuaikan dengan suku dan daerahnya masing-masing. Misalnya, lagu Zapin dari provinsi Riau berlatar belakang Melayu, begitu pula lagu Jawa Timur yang menggunakan bahasa Jawa dengan dialek Suroyo.


Lagu Sabilulungan sendiri ditulis oleh seniman Sunda Koko Koswara, atau lebih dikenal dengan Mang Koko. Melalui lirik lagu tersebut menyiratkan bahwa persatuan dan kesatuan yang telah menjadi lambang negara Indonesia adalah sesuatu yang harus dilindungi dan dilestarikan.


Tanah Sunda adalah lagu daerah Jawa Barat yang diciptakan oleh Mang Koko (Koko Koswara), juga berkembang di Kabupaten Majalengka. Inti dari lagu tersebut adalah tentang kekayaan tanah sunda, dan nasehat kepada masyarakat untuk selalu menjaganya dengan baik.


Lagu ini seolah memiliki banyak fungsi sekaligus, terbagi menjadi: fungsi pribadi, fungsi hiburan, dan fungsi pendidikan. Sebagai individu, Mang Koko Koswara ingin menyampaikan isi hatinya kepada masyarakat melalui lagu ini untuk selalu menjaga warisan Sunda ini.


Sebagai media hiburan, Tanah Sunda juga sering ditayangkan di banyak stasiun Sunda seperti Duta FM, Angkasa FM, Raka FM saat itu. Selain itu, lagu ini juga digunakan sebagai lagu selamat datang, agar para tamu dapat mengagumi kekayaan dan seni Sunda.


Panon Hideung adalah lagu daerah yang diciptakan oleh komposer negeri Betawi, Ismail Marzuki pada tahun 1936-1937. Oleh Marzuki, lagu tersebut diadaptasi dari lagu Ochi Chernye di Rusia dan menjadi tonggak kemunculan musik pop Sunda awal, meski lagu tersebut dipinjam dari lagu-lagu asing.


Panon Hideung sendiri menceritakan sosok Nona Eulis, ayah Parahiyangan berdarah Sunda-Arab, yang membuat Ismail Marzuki jatuh cinta. Dia menggambarkan sosok Miss Eulis dengan mata hitam yang indah, hidung runcing dan kulit putih.


Tokcang adalah salah satu lagu daerah Jawa Barat yang juga populer di kalangan masyarakat Sunda bahkan terkenal di luar masyarakat Sunda. Lagu tersebut juga dikoreografikan dengan musik pop beberapa kali agar lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.


Tokecang juga merupakan salah satu lagu daerah paling terkenal di Indonesia, bahkan pernah digunakan sebagai soundtrack sinetron anak-anak di TV. Banyak orang menyukai lagu ini, dari anak-anak hingga orang dewasa, karena liriknya yang ceria, cepat, dan jenaka.


Dalam tradisinya, tokecang termasuk dalam genre lagu lakon, biasanya dinyanyikan oleh anak-anak secara berpasangan, berhadap-hadapan dan bergandengan tangan. Saat lagu dinyanyikan, pasangan itu berbalik dan memutar tangan mereka sehingga mereka saling membelakangi.


Dangiang Sumedang tandang ngahudag galura juang Insun medal jati diri walagri pangeusi nagri Natar gelar nutur galur luluhur ti dayeuh luhur Tampomas cadas pangeran jadi tangtung kateguhan Sumedang tandang, tartib aman nyambuang dangian Sumedang tandang, torta gawe udagan nanjung gumilang Sumedang, Sumedang, Sumedang tandang


Tandang juang,galura juang Insun diri walagri pangeusi nagri Natar gelar nutur galur luluhur dayeuh luhur Luluhur dayeuh luhur ja..lan.. tangtung kateguhan,kateguhan tangtungan Sumedang tandang, a..man dangiangan sing nyambuang dangiang Sumedang tandang,la..na..man..jang.. Mangka lana mangka manjang mangka nanjung Mangkalangan, narawangan keur Sumedang tandang

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages