JAKARTA, iNews.id - Berikut ini bacaan tahlil ziarah kubur jelang Ramadhan lengkap dengan doanya. Salah satu tradisi baik jelang Bulan Ramadhan adalah melakukan ziarah kubur atau nyekar baik ke makam orang tua maupun kerabat.
Secara bahasa ziarah artinya berkunjung. Sedangkan secara istilah, ziarah adalah mengunjungi makam orang yang sudah meninggal untuk mendoakannya, bertabaruk ataupun mengingat untuk kematian dan hari akhirat.
عَنْ بَرِيْدَةَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: قَدْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِىْ زِيَارَةِ قَبْرِ اُمَّةِ فَزُوْرُوْهَا فَاِنَّهَا تُذَكِّرُ اْلآخِرَةِ.(رواه الترمذي.٩٧٠)
Dari Buraidah, ia berkata Rasulullah SAW bersabda Saya pernah melarang kamu berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang berziarahlah! Karena perbuatan itu dapat mengingatkan kamu pada akhirat.
Pada dasarnya ziarah kubur tidak dibatasi oleh hari maupun waktu, termasuk saat menjelang Ramadhan. Namun, sebaiknya dilakukan di hari-hari yang dianjurkan untuk berziarah di antaranya hari Kamis setelah 'asar dan Jumat.
فَقَدْ رَوَى اْلحَاكِمُ عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ مَنْ زَارَ قَبْرَ اَبَوَيْهِ اوَ ْاَحَدَهُمَا فِيْ كُلِّ جُمْعَةٍ مَرَّةً غَفَّرَ اللهُ لَهُ وَكَانَ بَارًّا بِوَالِدَيْهِ.
Hadist riwayat hakim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: Siapa ziarah ke makam orang tuanya setiap hari Jumat, Allah pasti akan mengampuni dosa-dosanya dan mencatatnya sebagai bukti baktinya kepada orang tua".
اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ. اَللهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ. وَلَمْ يَكٌنْ لَهُ كُفُوًا
اَحَدٌ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَاثاتِ فِى الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Atau mungkin Grameds juga sering mengikuti acara tahlilan yang diadakan di sekitar tempat tinggalmu? Jika demikian, maka hal tersebut wajar saja sebab memang acara tahlilan sudah dianggap sebagai bagian dari budaya termasuk masyarakat Jawa yang beragama Islam.
Biasanya, dalam acara tahlilan itu akan diadakan saat malam hari, tetapi juga dapat dilakukan pada saat kapan saja bergantung si empunya acara. Acara tahlilan umumnya berfokus pada sebuah kegiatan mendoakan hari meninggalnya seseorang, mulai dari hari ketujuh, hari ke-40, hari ke-100, hingga hari ke-1000.
Nah, jika acara tahlilan itu adalah kegiatan berdoa, maka tahlil itu sendiri adalah bacaan yang dibaca saat acara tersebut. Kebanyakan memang acara tahlilan diadakan dengan tujuan untuk mengirimkan doa kepada orang yang telah meninggal.
Lantas, bagaimana sih bacaan tahlil singkat yang biasanya selalu dibaca saat acara tahlilan berlangsung? Bagaimana pula urutan bacaan tahlil ketika di sebuah acara tahlilan? Yuk, segera simak ulasannya berikut ini!
Pada dasarnya, bacaan tahlil adalah rangkaian doa tahlil yang dibacakan saat acara tahlilan berlangsung. Tujuan pembacaan bacaan tahlil ini adalah untuk mendoakan arwah orang yang telah meninggal, baik saat hari ke-7, hari ke-40, hari ke-100, maupun hari ke-1000.
Perlu diketahui juga bahwa di beberapa tempat, bacaan tahlil tidak hanya diperuntukkan bagi arwah orang yang telah meninggal saja, tetapi juga dapat dijadikan doa rasa syukur terutama di acara tasyakuran.
Perbedaan ini tentunya tidak perlu didebatkan lagi sebab tujuan utama membaca bacaan tahlil adalah untuk mendoakan segalanya sekaligus wujud dari rasa syukur yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada para hamba-Nya.
Bacaan tahlil singkat biasanya akan berisikan surat Yasin dan beberapa surat pendek yang ada di Al-Quran. Itulah mengapa, saat ada acara tahlilan yang diadakan di suatu tempat, akan ada hadirin yang membawa sebuah buku Yasin sebab mereka belum hafal sepenuhnya. Namun, ada juga yang datang dengan tangan kosong karena mereka sudah hafal surat Yasin dari awal hingga akhir.
Sedikit trivia saja nih, ternyata bacaan tahlil singkat yang dibacakan saat acara tahlilan itu hanya ada di Indonesia dan Malaysia, lho! Di Indonesia sendiri, acara tahlilan ini seolah sudah mendarah daging dengan kebudayaan setempat.
Adapun setelah bacaan tahlil ini berakhir ditandai dengan bacaan Al-Fatihah, maka setelah itu baru membaca bacaan doa arwah. Jika Grameds belum hafal dengan urutan bacaan tahlil singkat ini karena baru beberapa kali mengikuti acara tahlilan, tidak apa-apa kok, sebab nantinya juga akan hafal dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.
Artinya: Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan Mentadbirkan Alam. Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Yang Menguasai pemerintahan hari Pembalasan (hari Akhirat).
Demikian pembahasan tentang bacaan tahlil singkat. Semoga semua pembahasan di atas bermanfaat untuk kamu, Grameds. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.
Dalam buku ini juga disertai dengan berbagai doa-doa pilihan seperti doa wirid setelah sholat dan doa yang selaras dengan tahlil yang tentunya memudahkan anda yang ingin belajar doa-doa utama, terdapat juga penjelasan mengenai keutamaan surah al-ikhlas seperti: mencapai segala keinginan dan dijauhkan dari marabahaya, diselamatkan dari maksud orang jahat dan aniaya, bisa menyembuhkan rasa sakit pada tubuh, tidak digoda oleh syaitan, membuka pintu rezeki dari berbagai arah serta yang lainnya.
Buku ini hadir dengan panduan lengkap ibadah sehari-hari yang berkaitan dengan Yaasiin, tahlil, talqin, dan ziarah kubur dengan tata urutan bacaan sehingga memudahkan pembaca dalam menghafal dan mengamalkannya
Buku ini disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan kita semua terhadap panduan ibadah sehari-hari, terutama berkaitan dengan bacaan surat Yaasiin, tahlil, talqin, dan ziarah kubur. Sebab, hal yang kerap menjadi kendala adalah sulitnya mendapatkan panduan ibadah yang praktis dan mudah dipahami serta diamalkan.
Sementara itu kalimat tahlil yang berbunyi laa ilaaha illallah (tiada Tuhan selain Allah) merupakan penegasan seorang Muslim bahwa Allah Maha Esa dan tidak ada satupun yang menandinginya. Karenanya, kalimat ini banyak digunakan sebagai dzikir untuk mengagungkan Allah SWT. Rasulullah menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak membaca Yasin dan tahlil bukan tanpa sebab. Keduanya memiliki keutamaan luar biasa.
Buku ini disusun untuk memudahkan pembaca dalam memahami tuntunan pengurusan jenazah yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad saw. Buku ini juga dilengkapi dengan panduan ziarah kubur, takziah, shalawat, surah Yasin dan tahlil, serta pemulasaran jenazah covid 19. Semoga buku ini dapat membantu para pembaca dalam mempelajari ibadah dan kewajiban yang merupakan fardhu kifayah ini, dan semoga kehadiran buku ini bukan hanya sekadar memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga benar-benar membawa manfaat bagi siapa saja yang membutuhkan dan mengamalkannya.
Mengurus jenazah dari mulai memandikan hingga menguburkan merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang muslim. Mengurus jenazah tidak boleh dilakukan sembarangan karena proses ini harus dilakukan sesuai dengan sunah yang telah ditentukan. Namun, masih banyak orang tidak mengetahui cara untuk memandikan, mengafani, dan menyalatkan jenazah.
Menurut para ulama, hukum mengurus jenazah adalah fardhu kifayah. Artinya, jika sebagian muslimin telah melakukannya, kewajiban itu gugur untuk muslim lainnya. Namun, jika tidak ada yang mengerjakannya, semua kaum muslimin di wilayah tersebut akan berdosa.
c80f0f1006