Sosialisme Indonesia Pembangunan Pdf Download

0 views
Skip to first unread message
Message has been deleted

Teodolinda Mattson

unread,
Jul 9, 2024, 1:32:21 PM7/9/24
to unsynribold

Pada hari ini, kita merayakan hari ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan kita yang ke-16. Pada hari ini, Republik kita genap berusia dua windu. Pada hari ini, kita boleh menyebutkan angka keramat 17 dua kali. Dua kali! Sebab pada hari ini, kita mengalami tujuhbelas Agustus ketujuhbelas kalinya. Pada hari ini kita mengalami 17 x 17 Agustus! Dus pada hari ini, kita mengalami 17 Agustus tingkat maha-keramat!

Sosialisme Indonesia Pembangunan Pdf Download


DOWNLOAD https://shoxet.com/2yLw4B



Di sinilah letak keistimewaan Hari Proklamasi sekarang ini: dua windu Republik, dan 17 tingkat maha-keramat. Tetapi tidak hanya itu. Kita memasuki windu yang ketiga daripada Republik kita, dan kita memasuki tahun terakhir daripada Triprogram Kabinet Kerja. Karena itu, maka kita harus bersama-sama membikin balans, membikin neraca yang obyektif, daripada perjuangan kita seluruhnya, dan sambil lalu juga dari pelaksanaan Triprogram Pemerintah. Bukan dengan cara seorang boekhouder yang mengadakan "dubbel boekhouding", tetapi dengan terus-terang, dengan hati yang bergelora, dengan menunjukkan aktiva-aktivanya, tetapi juga mengakui passiva-passivanya. Perjuangan makin meningkat, makin menghebat, makin sengit, tugas makin berat, makin menggunung, dan ini hanya bisa ditanggulangi dengan semangat yang kritis, ya, bahkan semangat yang selfkritis.

Dan sinar suryanya! Pada waktu kita berjalan, Proklamasi menunjuk-kan arahnya jalan. Pada waktu kita lelah, Proklamasi memberikan tenaga-baru kepada kita. Pada waktu kita berputus-asa, Proklamasi membangun-kan lagi semangat kita. Pada waktu di antara kita ada yang nyelwng, Proklamasi memberikan alat kepada kita untuk memperingatknn si penyelwng itu bahwa mereka telah nyelwng. Pada waktu kita menang, Proklamasi mengajak kita untuk tegap berjalan terus, oleh karena tujuan terakhir memang belum tercapai.

Bahagialah Rakyat Indonesia yang mempunyai Proklamasi itu; bahagialah ia, karena ia mempunyai pengayoman, dan di atas kepalanya ada sinar surya yang cemerlang! Bahagialah ia, karena ia dengan adanya Proklamasi yang perkataan-perkataannya sederhana itu, tetapi yang pada hakekatnya ialah pencetusan daripada segala perasaan-perasaan yang dalam sedalam-dalamnya terbenam di dalam iapunya kalbu, sebenarnya telah membukakan-keluar iapunya Pandangan-Hidup, iapunya Tujuan-Hidup, iapunya Falsafah-Hidup, iapunya Rahasia-Hidup, sehingga selanjutnya dengan adanya Proklamasi beserta anak-kandungnya yang berupa Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 itu, ia mempunyai Pegangan Hidup yang boleh dibaca dan direnungkan setiap jam dan setiap menit. Tidak ada satu bangsa di dunia ini yang mempunyai Pegangan Hidup begitu jelas dan indah, seperti bangsa kita ini. Malah banyak bangsa di muka bumi ini, yang tak mempunyai pegangan hidup samasekali!

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Kemudian daripada itu, untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia".

Demikianlah bunyi Proklamasi beserta anak-kandungnya yang berupa Pembukaan Undang-Undang Dasar '45. Alangkah jelasnya! Alangkah sempurnanya ia melukiskan kita punya Pandangan-Hidup sebagai bangsa, kita punya Tujuan-Hidup, kita punya Falsafah-Hidup, kita punya Rahasia-Hidup, kita punya Pegangan-Hidup!

17 Agustus '45 mencetuskan-keluar satu Proklamasi Kemerdekaan beserta satu Dasar Kemerdekaan. Proklamasi 17 Agustus '45 adalah sebenarnya satu Proclamation of Independence dan satu Declaration of Independence. Bagi kita, maka naskah Proklamasi dan Pembukaan UndangUndang Dasar '45 adalah satu. Bagi kita, maka naskah Proklamasi dan Pembukaan Undang-Undang Dasar '45 tak dapat dipisahkan satu dari yang lain. Bagi kita, maka naskah Proklamasi dan Pembukaan Undang-Undang Dasar '45 adalah loro-loroning-atunggal. Bagi kita, maka Proclamation of Independence berisikan pula Declaration of Independence. Lain bangsa, hanya mempunyai Proclamation of Independence saja. Lain bangsa lagi, hanya mempunyai Declaration of Independence saja. Kita mempunyai Proclamation of Independence dan Declaration of Independence sekaligus!

Declaration of Independence kita, yaitu terlukis dalam Undang-Undang Dasar '45 serta Pembukaannya, mengikat Bangsa Indonesia kepada beberapa prinsip sendiri, dan memberi tahu kepada seluruh dunia apa prinsip-prinsip kita itu.

Declaration of Independence kita, yaitu Pembukaan Undang-Undang Dasar '45, memberikan pedoman-pedoman tertentu untuk mengisi kemerdekaan nasional kita, untuk melaksanakan ke Negaraan kita, untuk mengetahui tujuan dalam memperkembangkan kebangsaan kita, untuk setia kepada suara-batin yang hidup dalam kalbu rakyat kita.

"Proklamasi" tanpa "Declaration" berarti bahwa kemerdekaan kita tidak mempunyai falsafah. Tidak mempunyai Dasar Penghidupan Nasional, tidak mempunyai pedoman, tidak mempunyai arah, tidak mempunyai "raison d'tre," tidak mempunyai tujuan selain daripada mengusir kekuasaan asing dari bumi Ibu Pratiwi.

Sebaliknya, "Declaration" tanpa "Proklarnasi", tidak mempunyai arti. Sebab, tanpa kemerdekaan, maka segala falsafah, segala dasar-dan-tujuan, segala prinsip, segala "isme", akan merupakan khayalan belaka,- angan-angan kosong-melompong yang terapung-apung di angkasa raya.

Sebab, kesadaran inilah merupakan sumber utama daripada pelaksanaan Amanat Penderitaan Rakyat. Kesadaran inilah merupakan sumber maha-agung yang mendeburkan sosialisme Indonesia. Kesadaran inilah merupakan sumber Tirta-Kencana yang memancurkan Manipol-USDEK, yang sekarang sedang kita laksanakan dan pertumbuhkan.

Kesadaran inilah dapat kita pakai sebagai sumber untuk menghindari dan menghantam penyelwngan-penyelwngan secara besar-besaran, atau untuk mengkoreksi penyelwngan secara kecil-kecilan yang kadang-kadang terjadi di sana-sini.

Saya ulangi lagi: pada permulaan saya berkata bahwa Revolusi Indonesia adalah satu Revolusi yang "unik" dan lain-lain sebagainya, maka di luar-negeri dan di dalam-negeri ada golongan-golongan yang mengatakan yang bukan-bukan. Tetapi sekarang! Sekarang sesudah Revolusi kita ini berusia lebih dari 15 tahun, saya kira golongan-golongan di luar-negeri dan di dalam-negeri yang saya maksudkan tadi itu sudah banyak mulai insyaf tentang kebenaran tafsiran saya mengenai Revolusi Indonesia dibandingkan dengan revolusi-revolusi bangsa lain. Sekarang, dalam perjalanan saya ke berbagai negara baru-baru ini, nampaklah dengan jelas, bahwa Revolusi kita ini dipelajari dengan saksama oleh dunia-luar. Ada yang mempelajarinya sebagai satu fakta fenomen yang amat penting. Ada yang mengambilnya sebagai sumber-pengalaman positif bagi perjuangan mereka sendiri. Bahkan ada yang mengambil Revolusi Indonesia itu sebagai sumber inspirasi!

Bahagialah Rakyat Indonesia! Revolusinya yang meledak pada tanggal 17 Agustus 1945 itu bukan saja melahirkan kembali Kemerdekaan Nasional-nya, tetapi secara serentak juga menghidupkan kembali Kepribadiannya dalam arti yang seluas-luasnya! Undang-Undang Dasar '45 dengan Pembukaannya itu bukan sekadar hanya merupakan suatu piagam yang secara yuridis-tekhnis dan secara technis-rechtswetenschappelijk-staatswetenschappelijk hendak mengatur ketatanegaraan kita, bukan sekadar satu pengumpulan semata-mata daripada bagian-bagian Undang-Undang Amerika, atau Inggeris, atau Swiss, atau Code Napoleon, melainkan satu Declaration of the National Life of the Indonesian People, satu Falsafah Hidup daripada Bangsa Indonesia.

Banyak negara-negara lain yang baru sesudah memproklamirkan kemerdekaannya atau mencapai kemerdekaannya, baru memperhatikan penyusunan Undang-Undang Dasarnya, yang kadang-kadang memakan waktu beberapa tahun lamanya. Dan sering pula dalam penyusunan Undang-Undang Dasar mereka itu, mereka menjiplak banyak hal-hal dari Undang-Undang Dasar negara asing.

Sekarang saudara-saudara mengerti dan dapat menilai penyelwngan daripada beberapa anggota Konstituante dahulu, yang ingin merubah bendera merah-putih, ingin merubah lagu kebangsaan Indonesia Raya, ingin merubah dasar-dasar Negara.

Alangkah terharunya hati saya tatkala saya mengunjungi suatu museum di Mexico-city. Museum itu ialah museum Sejarah Perjuangan Nasional Mexico. Saya terharu, tidak hanya oleh karena tiap hal di museum itu tersusun amat rapih dan bermutu-kesenian tinggi, akan tetapi oleh karena saya, tatkala hendak ke luar dari museum itu, tertarik oleh kata-kata salam-perpisahan yang dituliskan pada gerbang-penutup daripada museum itu. Pada waktu itu, saya minta kepada anggota-anggota rombongan saya, supaya memperhatikan juga kata-kata yang indah dan berma'na-dalam itu.

"We leave the museum behind, but not history, because history continues with our life. The motherland is a continuity, and we are all labourers toiling for its greatness. Out of the past we receive the strength required for the present, out of the past we receive the purpose and the encouragement for the future. Let us then realise the responsibilities for freedom, in order to deserve more and more the honour of being Mexicans."

"Kita meninggalkan museum, akan tetapi tidak meninggalkan sejarah, oleh karena sejarah berjalan terus dengan penghidupan kita. Tanah tumpah darah merupakan suatu kelangsungan, dan kita semua adalah karyawan yang bekerja untuk kebesarannya. Dari zaman lampau kita menerima kekuatan yang dibutuhkan untuk zaman sekarang, dari zaman lampau kita menerima niat dan dorongan buat hari depan. Marilah kita menyadari rasa tanggungjawab yang bersangkutan dengan kemerdekaan, agar kita makin patut menerima kehormatan bernama warga bangsa Mexico."

7fc3f7cf58
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages