Ilmu Dakwah Pdf

0 views
Skip to first unread message

Yi Pressimone

unread,
Aug 3, 2024, 3:52:43 PM8/3/24
to unrepdaso

Di tengah-tengah semakin berkurangnya peminat masyarakat memilih fakultas atau jurusan dakwah, ternyata di Pamekasan justru dibuka program studi itu. Pondok pesantren al Hamidy, yang diasuh oleh KH Mohammad Rofi'i Baidhawi membuka sekolah tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam. Pembukaan perguruan tinggi Islam swasta itu diresmikan di kampusnya, pada tanggal 29 Desember 2013 yang lalu.

Pada saat acara peresmian itu, saya diundang untuk memberi kuliah umum. Hadir pada kegiatan itu para kyai, ulama, tokoh masyarakat, dan undangan, tidak kurang dari 500 an orang. Banyaknya undangan yang hadir itu menggambarkan betapa besar pengaruh pesantren yang bersangkutan dan juga sambutan masyarakat terhadap berdirinya sekolah tinggi itu.

Disampaikan sendiri oleh pengasuh pesantren, yakni Kyai Muhammad Rofi'i Baidhawi, bahwa selama ini pesantren al Hamidy telah menyelenggarakan pendidikan calon da'i. Setiap tahun para alumninya menyebar ke berbagai daerah, seperti ke Kalimantan, Sulawesi, dan bahkan hingga ke Papua. Disebutkan pula bahwa, permintaan tenaga da'i dari masyarakat, terutamna dari luar Madura, setiap tahunnya cukup banyak. Para da'i alumni pesantren itu diharapkan bersedia menjadi khotib atau imam masjid, dan membina kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

Tugas-tugas sebagai imam masjid, khotib, dan pembina sosial keagamaan di tengah masyarakat, menurut kyai, sebenarnya tidak terlalu memerlukan ijazah formal yang diakui oleh pemerintah. Itulah sebabnya sebelum berdiri Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam, sudah banyak alumni pondok pesantren yang menyebar ke berbagai daerah untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Selama ini, para santri pesantren al Hamidy dibekali dengan pengetahuan agama secara cukup, bahasa Arab, dan bahkan tidak sedikit para alumninya yang hafal al Qur'an hingga 30 juz. Tanpa ijazah pun, menurut pandangan Kyai, manakala seseorang santri dikenal menguasai ilmu pengetahuan agama, ------di mana dan kapan saja, akan dicari oleh masyarakat. Masyarakat tidak terlalu mempersyaratkan ijazah, tetapi adalah kemampuan sebenarnya yang dimiliki oleh seseorang.

Namun demikian, untuk memenuhi tuntutan zaman, dengan disetujuinya pembukaan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikiasi Islam oleh Kementerian Agama, maka tuntutan itu akan secara lengkap berhasil terpenuhi, yaitu dari aspek formalnya para alumni akan memperoleh ijazah, sedangkan aspek substansi pendidikannya, sebagaimana yang telah dihasilkan selama ini, telah memenuhi tuntutan masyarakat.

Dalam kesempatan kuliah umum itu, saya memberikan pandangan bahwa hendaknya para da'i lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam, berhasil menangkap tanda-tanda zaman. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat seperti sekarang ini, menuntut para da'i mampu bersaing dengan lingkungan yang lebih luas dan bahkan juga semakin lebih keras. Dalam persaingan itu, siapapun yang lebih kuat, maka merekalah pemenangnya. Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam harus mampu menjadi pemenangnya.

Mendengar informasi, bahwa para santrinya tidak saja dibekali dengan kemampuan Bahasa Arab, tetapi juga Bahasa Inggris, dan juga ketrampilan tertentu, maka lulusannya tidak akan kehilangan relevansi di tengah-tengah masyarakat. Sebagai ciri khas pendidikan pesantren pada umumnya adalah lebih mengutamakan isi atau substansi daripada simbol-simbol formalitasnya. Di sinilah salah satu kekuatan pesantren, sehingga sekalipun lembaganya tidak terlalu memiliki kekuatan finansial atau sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, tetapi hasilnya tidak mengecewakan. Kesungguhan dan keikhlasan ternyata selalu menjadi kekuatan yang luar biasa. Wallahu a'lam.(Author)

Buku pengantar dakwah ini menghadirkan esensi dakwah sebagai sebuah ilmu yang terus berkembang mengiringi dinamika masyarakat. Pembahasannya menguraikan perkembangan dan berbagi teori yang berkaitan dengan ilmu dakwah dan implementasi riil keilmuan dakwah di lapangan kehidupan nyata dengan sorotan utama pada perubahan perilaku dan delik agama serta interaksi umat beragama di Indonesia.

Para ulama memiliki pendapat berbeda-beda mengenai pengertian dakwah ini. Menurut buku Pengantar Studi Ilmu Dakwah (2010) yang ditulis oleh Muhammad Abu Al-Fath Al Bayanuni, diterangkan bahwa beberapa orang memandang dakwah sebagai suatu penyampaian serta penjelasan ajaran agama Islam.

Setiap perkataan, perbuatan ataupun pemikiran yang hadir atau dilakukan secara eksplisit maupun implisit akan mengajak orang ke arah kebaikan (menurut perspektif Islam), perbuatan baik, amal sholeh atau menuju kebenaran di dalam bingkai ajaran Islam dapat disebut sebagai dakwah.

Pengertian dakwah menurut Amarullah Ahmad ialah suatu upaya dalam mengajak manusia agar masuk dalam jalan Allah secara menyeluruh atau kaffah, baik secara lisan, tulisan atau perbuatan sebagai suatu ikhtiar seorang muslim dalam mewujudkan agama Islam menjadi kenyataan dalam kehidupan pribadi, usrah atau kelompoknya, jamaah serta ummah.

Menurut Ibnu Taimiyah, seorang ulama asal Harran, Turki ia menjelaskan bahwa dakwah merupakan seruan beriman pada Allah SWT serta segala ajaran yang dibawa oleh para utusan-Nya. Dakwah juga membenarkan mengenai berita-berita yang disampaikan oleh utusan Allah SWT serta menaati perintah dari Allah SWT.

Syekh Ali Mahfudz merupakan seorang ulama Nusantara pada abad ke 14. Dalam buku berjudul Hidayah Al Mursyidin (1952), dijelaskan bahwa dakwah merupakan ajakan pada manusia pada kebaikan serta petunjuk Allah SWT. dakwah juga berupa seruan kepada manusia untuk melakukan kebiasaan baik serta melarang hal-hal buruk, agar beruntung di dunia maupun akhirat.

Dakwah dalam agama Islam hukumnya adalah fardhu kifayah. Meskipun hukum dari pelaksanaan dakwah masih memiliki perbedaan pendapat, sebagian menganggap bahwa hukum dakwah adalah fardhu ain. Salah satu anjuran untuk berdakwah telah dimuat dalam firman Allah SWT pada surat Al-Imran ayat 104, berikut artinya:

Sementara dakwah bi hal merupakan dakwah yang dilakukan oleh seorang dai dengan cara memberikan contoh perilaku baik pada jamaah atau umat. Contohnya adalah seperti fakir miskin, membantu para korban yang tertimpa musibah tertentu dan lain sebagainya.

Di samping itu, dalam buku berjudul Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (2017), Mustahdi dan Mustakim menjelaskan bahwa seorang dai juga harus memperhatikan beberapa ketentuan dalam melakukan berdakwah, sehingga seruan dakwahnya dapat berhasil.

Seorang dai diharuskan untuk memenuhi 4 syarat yang meliputi Islam, baligh, berakal serta mendalami ajaran agama Islam. Selain itu, seorang dai diharuskan untuk menerapkan etika dalam berdakwah sebagai berikut ini:

Hal ini karena kegiatan dakwah adalah untuk menyampaikan nilai yang akan mendatangkan kebahagiaan bagi orang-orang yang menyebarkannya, dikarenakan mereka dapat memperkuat agama Allah yang tentu saja dapat menghadirkan pahala dan kebahagiaan.

Cara Nabi Muhammad dalam melakukan dakwah telah menjadi contoh yang tentu saja layak bagi umat-Nya. Setelah diangkat menjadi Rasul, Nabi Muhammad terus menerus menyebarkan ajaran agama Islam baik secara tulisan, lisan ataupun melalui perbuatannya.

Al-Quran, kitab suci umat Islam adalah sumber hukum serta menjadi pedoman bagi umat Islam yang dijadikan sebagai landasan untuk berdakwah. Dikarenakan Al-Quran berisi penetapan syariah yang turun dari Allah pada Nabi dan hakikatnya ialah sebagai ajakan untuk menaati serta mengikuti ajaran agama Islam.

Dalam ajaran agama Islam, seorang dai dapat berdakwah atau menyerukan ajaran agama Islam dengan berbagai cara. Cara berdakwah dari seorang dai dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta keinginan sang dai. Cara-cara berdakwah tersebut, juga perlu disesuaikan dengan jenis dakwah. Berikut penjelasan mengenai jenis dakwah dalam agama Islam:

Jenis dakwah pertama adalah dakwah perorangan atau dakwah fardiyah. Jenis dakwah ini adalah suatu metode dakwah yang dilakukan oleh seorang dai atau pendakwah dengan penerima dakwah yang hanya perorangan saja, bukan kelompok.

Dakwah perorangan juga dapat dilakukan pada beberapa orang sekaligus, tetapi dalam jumlah sedikit serta terbatas. Dakwah perorangan ini umumnya dilaksanakan tanpa adanya persiapan, contohnya adalah seperti menasehati rekan kerja, memberi teguran atau menganjurkan dengan memberikan contoh.

Jenis dakwah yang kedua adalah dakwah ammah yaitu jenis dakwah yang dilaksanakan oleh seseorang dengan media lisan dan ditujukan pada orang banyak dengan maksud untuk menanamkan pengaruh pada sekelompok orang tersebut.

Media dakwah yang digunakan biasanya berupa khotbah atau pidato. Dakwah ammah, apabila ditinjau dari segi subjeknya, ada yang dilakukan oleh perorang dan ada pula yang dilakukan oleh organisasi tertentu yang berkecimpung dalam soal dakwah.

Jenis dakwah ketiga merupakan dakwah bil-lisan. Jenis dakwah ini merupakan penyampaian informasi maupun pesan dakwah melalui lisan seperti ceramah ataupun komunikasi secara langsung antara subjek serta objek dakwah.

Dakwah bil-lisan akan menjadi suatu metode yang efektif, jika disampaikan berkaitan dengan hari ibadah contohnya seperti khutbah setelah sholat Jumat atau khutbah pada hari Raya Islam, kajian yang disampaikan dengan dakwah bil-lisan menyangkut ibadah praktis, konteks dakwah dengan sajian terprogram , disampaikan dengan menggunakan metode dialog dengan para hadirin.

Tujuan menggunakan jenis dakwah ini adalah untuk meningkatkan harkat serta martabat dan kesejahteraan hidup masyarakat. Dakwah melalui amal dapat membuat para penerima dakwah mengikuti contoh amal yang telah dilakukan oleh pemberi dakwah.

Dakwah melalui amal ini memiliki pengaruh yang cukup besar pada diri penerima dakwah. Contohnya seperti ketika Nabi Muhammad pertama tiba di kota Madinah, Nabi saat itu memberikan contoh berdakwah melalui amal dengan cara mendirikan masih Quba, Nabi kemudian mempersatukan kaum Anshar serta Muhajirin dalam ikatan persaudaran Islam.

Memasuki zaman globalisasi seperti saat ini, pola dakwah dari bit-tadwin atau dakwah melalui tulisan semakin mudah dan efektif. Contohnya adalah dengan menerbitkan kitab, majalah, artikel di internet, koran ataupun tulisan yang memiliki pesan dakwah yang cukup penting serta efektif sebagai metode dakwah.

c80f0f1006
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages