Film merupakan salah satu produk teknologi dan budaya manusia modern. Dengan film sebagai media pembelajaran tentang budaya, bahasa, teknologi, dan sejarah, peradaban manusia menjadi termudahkan dengan kehadirannya. Saya sering menggunakan film ketika belajar bahasa Inggris, Arab, dan sebagai media presentasi bermacam kebutuhan disiplin pengetahuan yang saya butuhkan.
Di hadapan anda adalah sebuah film yang bisa anda gunakan sebagai media pembelajaran sejarah dunia Islam, meski tidak utuh dan mewakili sejarah itu secara penuh, namun film bisa bisa dikatakan cukup memadai sebagai alat bantu untuk mengingat kembali bahwa peradaban kaum muslimin pernah gemilang. Beberapa tahun silam saya pernah memilki versi animasi 2d (kartun) film ini, berjudul muhammad al Fatih, kini teknologi film berkembang pesat, film yang akan anda baca resensinya kini telah dikemas dengan teknologi mutakhir, semoga bisa menambah koleksi media edukasi bagi anda dan keluarga, selamat membaca dan menyaksikan.
Salah satu sejarah besar dunia adalah takluknya Constantinople ke tangan Khilafah Islam (Khilafah Utsmaniyah) melalui Jihad yang dilakukan oleh Sultan Muhammad II atau yang terkenal dengan nama Muhammad the Conqueror (Muhammad al Fatih). Sebuah episode sejarah manusia, yang dikenang baik oleh kaum Mukmin dan mereka yang ada di Timur ataupun Barat. Pada masanya, dunia dapat melihat dengan jelas kebesaran Islam, kedahsyatan kekuatannya, kecanggihan teknologinya, dan keagungan peradabannya.
Banyak perusahaan kelas dunia yang mencoba melukiskan momen bersejarah tersebut melalui film layar lebar baik yang bersifat animasi 3D ataupun diperankan langsung oleh para aktor. Film-film tersebut antara lain Fetih 1453, The Fall of Constantinople, dan Conquest of Constantinople. Selain itu, perusahaan ternama Warner Bross (WB) juga membuat film dengan tema yang sama, Istanbul 1453.
Dalam trilernya, FETIH1453 menggunakan format 3D yang dikemas dengan detail yang sangat bagus, penggambaran kegagahan pasukan muslim sangat terasa. Nampaknya sayang kalau dilewatkan film ini.
Jika anda terkagum-kagum dengan penggambaran perang yang ketat antara Balian of Ibelin melawan Shalahudin Al-Ayyubi di film Kingdom of Heaven [resensi Priyadi], dan anda begitu kagum kepada sosok Leonidas raja sparta dengan pasukan 300 orang menghadang tentara persia dengan raja xerxes dalam film 300, maka perang antara Constantine XI Paleologus dengan Muhammad Al-Fatih jauh lebih ketat, tidak hanya dalam hitungan hari tapi berminggu-minggu.
Kekaisaran Romawi terpecah dua, Katholik Roma di Vatikan dan Yunani Orthodoks di Byzantium atau Constantinople yang kini menjadi Istanbul. Perpecahan tersebut sebagai akibat konflik gereja meskipun dunia masih tetap mengakui keduanya sebagai pusat peradaban. Constantine The Great memilih kota di selat Bosphorus tersebut sebagai ibukota, dengan alasan strategis di batas Eropa dan Asia, baik di darat sebagai salah satu Jalur Sutera maupun di laut antara Laut Tengah dengan Laut Hitam dan dianggap sebagai titik terbaik sebagai pusat kebudayaan dunia, setidaknya pada kondisi geopolitik saat itu.
Kelahirannya ada pertanda
Menjelang kelahirannya, Sultan Murad sebenarnya sedang mempersiapkan penyerbuan ke Konstantinopel (Constantinople) sekarang bernama Istanbul, ibu kota Kekaisaran Romawi Timur atau Byzantium. Setelah anaknya Muhammad lahir, datanglah seorang ulama besar Islam ke istana Sultan dan beliau mengatakan bahwa bayi itulah yang nantinya akan menaklukkan Konstantinopel seperti sabda Rasulullah SAW:
Nama Sultan Muhammad Al fatih tercatat dalam sejarah Islam. Al Fatih adalah raja atau sultan dari kerajaan Ottoman (sekarang Turki) yang telah berhasil menaklukkan Konstantinopel dan sebagian wilayah Eropa. Di bawah kepemimpinannya, Islam mengalami masa kejayaan selama puluhan tahun.
Namun tak banyak orang Indonesia yang mengetahui dan mengenal Sultan ini karena kurangnya literasi. Mereka yang betul betul mempelajari sejarah Islam yang tahu bagaimana sosok Al Fatih ini menjadi sosok yang sangat fenomenal. Bahkan mengguncang dominasi Eropa pada masa Romawi.
Rasulullah bersabda,"Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik baik pasukan," (Hadits riwayat Ahmad bin Hanbal)
Bagaimana Al fatih disebut sebaik baik pemimpin? Muhammad AL Fatih yang juga disebut Sultan Mehmed II ini baru berusia 21 tahun ketika berhasil menaklukkan Konstatinopel yang menjadi ikon kekaisaran Romawi Timur. Dia adalah sultan yang tidak pernah meninggalkan shalat Tahajud.
Literasi tentang AL Fatih tidak begitu banyak di Indonesia. Karena itu kehadiran film Fetih 1453 merupakan referensi yang cukup menarik agar masyarakat Indonesia mengenal kehebatan AL Fatih. Meskipun tidak menggambarkan secara keseluruhan kehidupan AL Fatih.
Al fatih mendapat julukan The Conqueror (sang penakluk), merupakan sultan ketujuh dalam bani Ustmaniyah. Lahir pada tanggal 30 Maret 1432 dan meninggal 3 Mei 1481. Boleh dibilang aia adalah sosok jenius, pakar sains, ahli matematika, ahli strategi dan menguasai enam bahasa.
Film Fetih 1453 dirilis secara serentak pada tanggal 16 Februari 2012 di seluruh dunia. Inilah film Turki yang sangat populer, membuat masyarakat internasional penasaran tentang pemimpin dari negeri Ottoman ini. Mereka ingin tahu siapa sultan yang berhasil merasuk ke jantung Eropa.
Dibintangi oleh Devrim Evin yang cukup menjadi gambaran sosok sultan yang tegas dan cerdas. Sepak terjangnya, cara berpikirnya dan kehidupannya sehari hari dapat divisualisasikan dengan cukup baik. Satu hal yang menarik, ketika akhirnya sultan menemukan cara untuk menyerang Konstatinopel.
Romawi mengira bahwa pasukan Al Fatih akan menyerang melalui laut sebagaimana beberapa kali sebelumnya yang selalu gagal. Ternyata AL Fatih menggerakkan pasukan melewati darat dengan kendaraan dan senjata yang diciptakan dengan cerdik.
c80f0f1006