Observasi, proses praproduksi, pemilihan pemeran, sampai penulisan skenariopun dimulai sejak tahun 2008, yang artinya sudah berjalan selama lima tahun. Sunil menyatakan bahwa ia sempat ragu kalau film ini dapat diselesaikan karena cukup panjang prosesnya. Salah satu elemen tersulit adalah menemukan kapal yang menyerupai kapal Van der Wijck pada tahun 1930-an. Pada akhirnya, replika kapal dibuat ulang dengan memesan kapal dari Belanda, yang memang menjadi produsen asli kapal Van der Wijck.[9]
Kesulitan lainnya adalah sang sutradara juga harus mencari laut yang tidak memiliki ombak kencang, karena kapal Van der Wijck dikisahkan tenggelam bukan karena ombak besar. Sementara tempat syuting lautnya kencang sekali. Akhirnya tim produksi mendatangkan tenaga ahli dari luar untuk menampilkan efek tenggelam tanpa menggunakan animasi. Salah seorang penulis skenario, Donny Dhirgantoro menjelaskan skenario ditulis selama dua tahun dengan riset yang mendalam. Bersama dengan Imam Tantowi, keduanya menyusun skenario yang sesuai dengan era tersebut mengenai kapal hingga adat Minang untuk menjadi bahan bagi para pemain film.[7]
Tak hanya itu, kisah dari film ini juga sangat menarik untuk dinikmati. Bercerita tentang seorang pria bernama Zainuddin (Herjunot Ali) yang pergi berlayar ke kampung halamannya di Padang. Saat di kapal, ia bertemu dengan seorang wanita bernama Hayati (Pevita Pearce) yang sangat cantik.
Sebelum kapal tenggelam, Zainuddin mengetahui bahwa Hayati sebetulnya masih mencintainya. Lalu, bagaimana kisah lengkap Zainuddin dan Hayati? Anda dapat nonton film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck di layanan streaming Vidio.
Efek visual yang memikat. Karena bersetting lawas, tentu saja butuh usaha besar bagi sutradara Sunil Soraya untuk membangun setting film ini. Bahkan rumah produksi Soraya Intercine Films membuat kapal khusus untuk syuting film ini. Ditambah dengan CGI, film ini memberikan penampakan lawas yang cantik.
Dilansir victorynews.id dari berbagai sumber, Film Titanic memang sangat fenomenal dan terkenal bahkan hingga sekarang. Film yang diangkat dari kisah nyata tenggelamnya kapal Titanic itu rilis pada 1997.
Observasi, proses praproduksi, pamilihan pameran, sampai panulisan skenariopun dimulai sajak taun 2008, nan artinyo alah bajalan salamo limo taun. Sunil manyatokan bahwa inyo sempat ragu kalau film ko dapek disalasaikan karano cukuik panjang prosesnyo. Salah satu elemen tasulik adolah manamukan kapa nan manyarupoi kapal Van der Wijck pado taun 1930-an. Pado akhirnyo, replika kapa dibuek ulang jo mamasan kapa dari Belanda, nan memang manjadi produsen asli kapal Van der Wijck.[4]
Takhanya itu, Hamka membuat ketiga tokoh utamanya itu mati di akhircerita. Aziz bunuh diri dengan menelan pil di sebuah hotel. Hayatiyang diusir Zainuddin mati di atas geladak Kapal Van der Wijck yangtenggelam (tenggelamnya kapal ini sebenarnya kisah nyata). Lalu,Zainuddin pun mati karena terus memendam penyesalan telah menyebabkanHayati mati.
aa06259810