Surat-Surat untuk Ibu Bu, ternyata aku senang dengan pekerjaan baruku. Aku cukup ya- kin akan bertahan lama di sini. Kuharap Ibu tak perlu memikirkan aku lagi, sekarang aku sudah kembali mandiri. Salam sayang, Anakmu *** Ibu tercinta, Kemarin Mbak Tari melahirkan bayi pertamanya. Perempuan. Dibe- ri nama Ratih, katanya biar seperti Ibu. Cantik seperti Ibu. Kuat seperti Ibu. Punya rasa humor seperti Ibu. Katanya, lusa mereka bisa pulang dari rumah sakit. Aku akan mengirimkan fotonya untuk Ibu. Ratih ke- cil ini lucu sekali, warna kulitnya masih memerah, matanya bulat dan bibirnya mungil muncu-muncu. Rambutnya masih sedikit, tapi tam- paknya akan keriting seperti rambutku. Ratih kecil membuat kami semua berkumpul lagi, Bu. Aku, Mbak Tari, Mas Yoga, dan Anjar. Hari ini kami semua berkumpul di Yogya. Bahkan Mas Yoga yang jarang pulang saat hari raya pun kali ini bisa datang. Tentu saja aku senang. Bukan lantaran oleh-olehnya yang ka- tanya hasil rekap tidak pulang selama tiga tahun, tapi karena aku rin- du padanya. Pada candaannya yang tak pernah habis, pada gayanya yang selalu santai seolah hidup ini tak ada beban, pada pelukan di pundakku yang memberiku semangat. Sekarang ini kami semua sedang berkumpul di kantin rumah sa- kit, tanpa Mbak Tari tentunya. Kami bernostalgia, mengenang waktu kecil dulu, saat rumah kita di Jalan Godean. Ketika itu Anjar masih ba- lita dan sering kami jadikan mainan karena gendut dan selalu manut pada kakak-kakaknya. Kadang Anjar kami lilit pakai tisu seperti mumi, lalu kami naikkan gerobak-gerobakan keliling kampung. Dan kalau 40 www.boxnovel.blogspot.com
Wanita Terindah peminum ramuan tersebut pasti akan berjalan dalam gelap. Se- lamanya! Lagi pula, Christy tidak perlu mata untuk melihatku lalu mem- banding-bandingkanku dengan ketampanan pria lain. Malam itu, beribu waktu lalu, aku langsung menyimpan botol kecil itu baik-baik dalam saku celanaku. Christy langsung histeris mengetahui kenyataan tersebut. Ketika ia tahu, tidak ada yang bisa diperbuat untuk menyelamatkan peng- lihatannya. Nasi sudah jadi bubur. Polisi, sahabat-sahabatnya, berbisik-bisik menyesali Christy ka- rena ia tidak bisa mengontrol minuman keras yang diteguknya. Aku berhasil membuat diriku terlihat tak bersalah. Bahkan aku berhasil membuat diriku tampak sebagai sang penyelamat, yang membawa Christy pulang pada kedua orangtuanya yang langsung histeris dan menyalahkan anak mereka karena terlibat pesta liar. Christy hanya menangis. Saat itu, aku memeluknya lembut, meminangnya. Aku bisa merasakan tubuhnya menegang mendengar lamaranku. Tapi seperti kutahu, ia tidak bisa menolak di hadapan kedua orangtuanya yang langsung menyetujui pinanganku dengan sukacita. *** Kami menikah tiga bulan kemudian. Mariane menangis tersedu. Dia mencintaiku. Dia juga selalu merasa aku sayang padanya. Tapi, tentu saja itu tidak benar. Sejak dulu hanya ada Christy di hatiku. Aku dekat dengan Mariane hanya supaya aku bisa mendapat tiket untuk masuk pergaulan mereka Tidak hanya Mariane, selama itu tidak henti-hentinya Christy menangis. Tapi aku lebih tahu daripada dia. Aku tahu dia akan bahagia. Saat Christy akhirnya berbaring di sebelahku, tidak dapat melihat untuk selamanya, saat itu aku tahu semua akan baik-baik saja. 314 www.boxnovel.blogspot.com
Download File ✓✓✓ https://shurll.com/2zG1D8