Pengembangan bahan ajar matematika berbasis penggunaan aplikasi GeoGebra, bertujuan untuk memudahkan siswa dalam mempelajari materi Geometri pada tingkat SMP. Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan siswa untuk mempelajari materi Geometri seperti bangun ruang, dimana siswa bisa mengamati secara langsung bentuk bangun ruang secara nyata, melihat unsur-unsur pembentukan bangun ruang, menghitung luas permukaan dan volumenya. Hasil keluaran dari penelitian ini adalah suatu bahan ajar matematika berbasis penggunaan aplikasi GeoGebra. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau lebih dikenal dengan R&D (Research and Development), yang dilakukan melalui langkah-langkah penelitian dan pengembangan level 4 yaitu meneliti dan menguji dalam menciptakan produk baru. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jayapura sebagai subjek penelitian pada uji coba bahan ajar untuk materi bangun ruang sisi datar Kubus dan Balok. Data dikumpulkan menggunakan wawancara analisis kebutuhan, Lembar Kerja Kelompok (LKK), tes awal/tes akhir yang berbentuk tes tulis uraian, dan lembar pengamatan terhadap guru dalam proses pembelajaran menggunakan bahan ajar. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis. Hasil validasi menunjukkan bahwa bahan ajar matematika yang dikembangkan berada pada kategori layak untuk digunakan. Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan, diperoleh bahwa penggunaan aplikasi GeoGebra dapat memudahkan siswa dalam memahami materi geometri yang dipelajari dan dapat mendukung hasil belajar siswa.
Lumbantobing, Happy. 2018. The Effect of Interactive Computer Program on Student Accomplishment in Teaching Trigonometry. International Journal of Sciences: Basic and Applied Research (IJSBAR), Volume 42, No. 3, Hal. 33-48.
Tatar, E. 2012. The Effect of Dynamic Mathematics Software on Achievement in Mathematics: The Case of Trigonometry. Energy Education Science and Technology Part B: Social and Educational Studies. 4 (1), 459-468
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan bahan ajar komputasi matematika yang dikembangkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Reseach And Development), dengan model pengembangan yang dipilih adalah model pengembangan yang dipilih mengikuti prosedur sederhana yang disarankan oleh Sivasailam Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I. Semmel yaitu model pengembangan perangkat Four-D Model. Model ini terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate atau diadaptasikan menjadi model 4-D, yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Bahan Ajar yang akan dikembangkan telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli modul. Skor rata-rata untuk materi 4,68 dan masuk dalam kriteria sangat baik. Sedangkan skor rata-rata untuk modul 4,84 dan masuk dalam kriteria sangat baik.
Penelitian ini bertujuan untuk Mengembangkan produk berupa bahan ajar IPA SD I di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Lambung Mangkurat. Adapun subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa PGSD Universitas Lambung Mangkurat. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan. Sedangkan model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Research & Development (R&D) dari Borg dan Gall. Sedangkan Teknik pengumpulan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan analisa data yang digunakan model Miles and Huberman yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/ verification. Hasil penelitian dari tim ahli uji validitas, dari uji ahli materi memperoleh 78,5% dengan kategori valid, uji ahli media memperoleh 80% dengan kategori sangat valid, dan uji ahli bahasa sebesar 75% dengan kategori valid. Pada uji coba kelompok kecil diperoleh rata-rata respon sebesar 87,89 % dengan kategori sangat baik, dan uji kelompok besar diperoleh rerata respon sebesar 88,56% dengan kategori sangat baik. Hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan yang signifikan, pada uji coba kecil rerata hasil belajar siswa sebesar 86,7%, dan pada uji coba kelompok besar memperoleh 90%. Hal ini menunjukkan bahwa modul IPA Sekolah Dasar dinyatakan layak untuk dikembangkan dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
This study is aimed to develop teaching materials of basic electrical and electrical measurement, and to find out the feasibility of the teaching materials that have been developed in SMK Negeri 1 Koba Bangka. This study used the method of Research and Development (R & D) that begins with the preliminary study followed by the development phase and the product assessment. The subjects that consisted of three experts and 28 students of the Department of Electrical Installation Engineering were determined using purposive sampling technique. The data collection technique used documentation, interviews and questionnaires. The procedure of this study is the process of preparing the teaching materials through the following stages: (a) A preliminary study, by conducting interviews with the head of the program and the teachers. The analysis of the syllabus and core competencies. (b) Collecting learning resources and literature as well as the main points of the materials. (c) Preparing the draft of the materials. (d) The limited trial of the products (e) The extensive product testing. (f) The data analysis and evaluation. The results were the development of the teaching materials was based on the curriculum of 2013 and the syllabus of basic electrical and electrical measurement. The teaching materials were developed starting from the materials of electric current and electron current, electrical materials, passive elements, active elements, direct current resistive circuits, two poles theorem, power and efforts, switching circuits, the system of units of measurement, measuring instruments and electrical measurements, and the types of measuring devices.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar dasar dan pengukuran listrik, dan mengetahui kelayakan bahan ajar yang telah dikembangkan menurut expert judgment dan peserta didik di SMKN I Koba Bangka. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development (R & D) yang diawali dengan studi pendahuluan dilanjutkan tahap pengembangan dan penilaian produk. Subjek penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari tiga orang expert judgement dan 28 orang peserta didik teknik instalasi pemanfaatan tenaga listrik. Pengumpulan data dengan teknik studi dokumentasi, wawancara dan kuesioner berupa angket. Prosedur penelitian ini adalah proses penyusunan bahan ajar dasar dan pengukuran listrik melalui tahap-tahap sebagai berikut: (a) Studi pendahuluan, dengan melakukan wawancara terhadap ketua program dan guru. Studi analisis silabus dan menganalisa kompetensi dasar dalam penyusunan bahan ajar (b) Mengumpulkan sumber belajar dan literatur serta pokok-pokok materi yang akan disusun. (c) Penyusunan draft bahan ajar dasar dan pengukuran listrik. (d) Uji coba terbatas produk. (e) Uji coba lebih luas produk. (f) Pengolahan data dan evaluasi. Kesimpulan penelitian ini adalah pengembangan bahan ajar mata pelajaran dasar dan pengukuran listrik yaitu bahan dikembangkan dari kurikulum 2013 dan silabus mata pelajaran dasar dan pengukuran listrik. Materi bahan ajar dikembangkan mulai dari materi arus listrik dan arus elektron, bahanbahan listrik, elemen pasif, elemen aktif, rangkaian resistif arus searah, teorema dua kutub, daya dan usaha, peralihan rangkaian, sistem satuan pengukuran, alat ukur dan pengukuran listrik, dan jenis alat ukur.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar powerpoint dan Lembar Kerja Siswa (LKS) mata pelajaran matematika kelas 5 SDS Mawar Sharon Surabaya dengan menggunakan model ADDIE. Desain uji coba hasil pengembangan menggunakan Pretest Pos test Group. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai uji t hitung adalah 7.397, sementara nilai uji ttabel adalah 2.069, berarti nilai uji t hitung lebih besar dari nilai uji tabel. Maknanya ada perbedaan hasil belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen yang dilihat dari uji t nilai pos test kedua kelas. Nilai rata-rata kelas atau mean pada kelas eksperimen mengalami peningkatan dan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yaitu 31.6667 dibandingkan dengan 20.1250. Perbedaan tersebut terjadi karena adanya penggunaan bahan ajar pada siswa di kelas eksperimen sedangkan di kelas kontrol hanya menggunakan metode ceramah. Respon siswa terhadap penggunaan media powerpoint dan lembar kerja menunjukkan rata-rata sebesar 95.83 % menyatakan bahwa materi mudah dimengerti dan 87.5 % menyatakan bahwa pembelajaran menarik.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pengembangan bahan ajar (hand out) yang valid, praktis dan efektif. Metode R and D dilakukan di SMP N Maubeli, dengan objek penelitian bahan ajar (handout) materi system persamaan linier dua Variabel. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas VII SMP dan guru mata pelajaran matematika. Penelitian dilaksanakan denngan langkah penelitian Model 4D sebagai yaitu menganalisis pentingnya bahan ajar / handout (define), penetapan kriteria, pemilihan jenis bahan ajar dan pemilihan format, (Design), membuat draft bahan ajar (develop), diseminasi (disseminate). Bahan ajar handout yang telah dikembangkan berdasarkan prosedur R and D model 4D disimpulkan bahwa: Pengembangan bahan ajar dengan pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal materi sistem persamaan linear dua variabel dinyatakan valid, praktis dan efektif untuk digunakan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD Biologi berbasis creative problem solving pada materi pencemaran lingkungan dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas X SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Metode penelitian mengadopsi model Dick and Carey terdiri dari 8 tahapan, kemudian akan diuji kelayakan dan efektifitasnya menggunakan penelitian desain R&D menurut (Borg and Gall,1998) terdiri dari 4 tahapan. Subjek penelitian adalah 27 orang peserta didik kelas X MIPA 3 SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah. Terdapat 2 variabel yaitu variabel bebas adalah LKPD berbasis creative problem solving, dan variabel terikat adalah kemampuan berpikir kreatif. Instrument yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif berupa tes tertulis. Hasil dari pengembangan LKPD berbasis creative problem solving terdiri 5 unsur kerangka umum dan 8 unsur kerangka inti. Hasil penilaian validasi keseluruhan aspek bahan ajar LKPD yang dikembangkan memiliki kelayakan sangat baik dengan persentase 89,50%. Hasil posttest peserta didik setelah belajar menggunakan semua LKPD menunjukkan keberhasilan ditunjukkan oleh nilai rata-rata yaitu 81,25 dan telah mencapai KKM, dan perolehan ketuntasan kelas sebesar 85,18%. Dapat disimpulkan bahwa LKPD biologi berbasis creative problem solving layak dan efektif untuk digunakan pada pembelajaran di kelas X SMA.