Nyi Roro Kidul Sejarah

0 views
Skip to first unread message

Jude Petkus

unread,
Aug 5, 2024, 5:29:09 AM8/5/24
to tuvanuaket
Dalammitologi Jawa, Kanjeng Ratu Kidul merupakan ciptaan dari Dewa Kaping Telu yang mengisi alam kehidupan sebagai dewi padi dan dewi alam yang lain. Sedangkan Nyi Roro Kidul mulanya merupakan putri Kerajaan Sunda yang diusir ayahnya karena ulah ibu tirinnya.

Nyi Roro Kidul juga dikenal dengan berbagai nama yang mencerminkan berbagai kisah berbeda dari asal-usulnya, legenda, mitologi, dan kisah turun-temurun. Ia lazim dipanggil dengan nama Ratu Laut Selatan dan Gusti Kanjeng Ratu Kidul.[2] Menurut adat-istiadat Jawa, penggunaan gelar seperti Nyai, Kanjeng, dan Gusti untuk menyebutnya sangat penting demi kesopanan.


Terkadang orang juga menyebut namanya sebagai Nyai Loro Kidul. Bahasa Jawa loro merupakan sebuah homograf untuk "dua - 2" dan "sakit, menderita". Sementara bahasa Jawa rara (atau roro) memiliki arti "gadis". Seorang ortografer Belanda memperkirakan terjadinya perubahan dari bahasa Jawa kuno roro menjadi bahasa Jawa baru loro, sehingga terjadi perubahan arti dari "gadis cantik" menjadi "orang sakit".[3]


Masyarakat Sunda mengenal legenda mengenai penguasa spiritual kawasan Laut Selatan yang berwujud perempuan cantik yang disebut Nyi Rara Kidul. Legenda yang berasal dari Kerajaan Sunda Pajajaran dari abad ke-15 berumur lebih tua daripada legenda Kerajaan Mataram Islam dari abad ke-18. Meskipun demikian, penelitian atropologi dan kultur masyarakat Jawa dan Sunda mengarahkan bahwa legenda Ratu Laut Selatan Jawa kemungkinan berasal dari kepercayaan animistik prasejarah yang jauh lebih tua lagi, dewi pra-Hindu-Buddha dari samudra selatan. Ombak Samudra Hindia yang ganas di pantai selatan Jawa, badai serta terkadang tsunami, kemungkinan telah membangkitkan rasa hormat serta takut terhadap kekuatan alam, yang kemudian dianggap sebagai alam spiritual para dewata serta lelembut yang menghuni lautan selatan yang dipimpin oleh ratu mereka, sesosok dewi, yang kemudian diidentifikasikan sebagai Ratu Kidul.


Salah satu cerita rakyat Sunda menceritakan Dewi Kadita, putri cantik dari kerajaan Sunda Pajajaran, yang melarikan diri ke lautan selatan setelah diguna-guna. Guna-guna tersebut dikeluarkan oleh seorang dukun atas perintah saingannya di istana (ibu tiri) , dan membuat putri tersebut menderita penyakit kulit yang menjijikkan. Ia mendapat bisikan gaib dari ibunya untuk melompat ke lautan yang berombak ganas dan kemudian ia menjadi sembuh serta kembali cantik. Para lelembut kemudian mengangkatnya menjadi Ratu Lelembut Laut Selatan yang legendaris.[4]


Versi yang serupa adalah Kandita, putri tunggal Raja Munding Wangi dari Galuh Pakuan. Karena kecantikannya, ia dijuluki Dewi Srngng ("Dewi Matahari"). Meskipun mempunyai seorang putri yang cantik, Raja Munding Wangi bersedih karena ia tak memiliki seorang putra yang dapat menggantikannya sebagai raja. Raja kemudian menikah dengan Dewi Mutiara dan mendapatkan putra dari pernikahan tersebut.


Dewi Mutiara ingin putranya dapat menjadi raja tanpa ada rintangan di kemudian hari, sehingga ia berusaha menyingkirkan Kandita. Dewi Mutiara menghadap Raja dan memintanya untuk menyuruh Kandita pergi dari istana. Raja berkata bahwa ia tidak akan membiarkan siapapun yang ingin bertindak kasar pada putrinya. Mendengar jawaban itu, Dewi Mutiara tersenyum dan berkata manis sampai Raja tidak marah lagi kepadanya.


Keesokan harinya, sebelum matahari terbit, Dewi Mutiara mengutus pembantunya untuk memanggil seorang tukang tenung. Dia menyuruh sang dukun untuk meneluh Kandita. Pada malam harinya, tubuh Kandita gatal-gatal dipenuhi kudis, berbau busuk dan penuh bisul. Ia menangis tak tahu harus berbuat apa. Raja mengundang banyak tabib untuk menyembuhkan Kandita serta sadar bahwa penyakit tersebut tidak wajar, pasti berasal dari guna-guna. Dewi Mutiara memaksa Sang Raja untuk mengusir putrinya karena dianggap akan mendatangkan kesialan bagi seluruh kerajaan. Karena Sang Raja tidak menginginkan putrinya menjadi gunjingan di seluruh kerajaan, ia terpaksa menyetujui usulan Dewi Mutiara untuk mengasingkan putrinya dari kerajaan.


Kandita pergi berkelana sendirian tanpa tujuan dan hampir tidak dapat menangis lagi. Ia tidak dendam kepada ibu tirinya, melainkan meminta agar Sanghyang Kersa mendampinginya dalam menanggung penderitaan. Hampir tujuh hari dan tujuh malam, akhirnya ia tiba di Samudra Selatan. Air samudra itu bersih dan jernih, tidak seperti samudra lain yang berwarna biru atau hijau. Tiba-tiba ia mendengar suara gaib yang menyuruhnya terjun ke dalam Laut Selatan. Ia melompat dan berenang, air Samudera Selatan melenyapkan bisulnya tanpa meninggalkan bekas, malah membuatnya semakin cantik. Ia memiliki kuasa atas Samudera Selatan dan menjadi seorang dewi yang disebut Nyi Roro Kidul yang hidup abadi. Kawasan Pantai Palabuhanratu secara khusus dikaitkan dengan legenda ini.


Dalam salah satu cerita rakyat Sunda, Banyu Bening ("Air Jernih") menjadi ratu dari kerajaan Joyo Kulon. Ia menderita lepra kemudian berkelana menuju selatan. Ia ditelan ombak yang besar dan menghilang ke dalam samudra.[5]


1 2 3Tag: Cerita Kisah Legenda nyi roro kidul SejarahEditor: Redaksi5 Resep Praktis Menu Masakan Sahur RamadhanPos TerkaitSejarahSejarah METALLICA, Band Cadas Asal Los Angeles-Amerika SerikatSejarahSejarah Kerajaan Pajajaran, Asal Muasal Kerajaan Sunda PakuanSejarahJugun Ianfu, Kecantikan yang Membawa PetakaTinggalkan Balasan Batalkan balasanAlamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Merdeka.com - Keberadaan Nyi Roro Kidul sebagai penguasa pantai selatan tidak bisa dilepaskan dari kerajaan Mataram. Bahkan saat Mataram terpecah menjadi dua, Surakarta dan Yogyakarta, mitos penguasa pantai selatan masih tumbuh subur di masyarakat pesisir selatan Jawa.


Kuatnya keyakinan masyarakat bahwa pendiri Kerajaan Mataram, yakni Panembahan Senapati, memiliki hubungan khusus dengan Nyi Roro Kidul membuat aura dan kewibawaan kerajaan ini senantiasa diliputi dimensi gaib. Tak hanya Panembahan Senopati, bahkan hubungan 'istimewa' ini terus berlanjut sampai ke keturunannya yang menjadi raja di Yogyakarta.


Hingga saat ini memang belum ada pembuktian yang bisa menjawab benar tidaknya keberadaan Ratu Pantai Selatan itu. Akan tetapi, sejarah menyatakan bahwa mitos Nyi Roro Kidul muncul pada masa berdirinya Kerajaan Mataram oleh Panembahan Senapati, yang memiliki nama asli Danang Sutawijaya.


Benar tidaknya mitos Nyi Roro Kidul, yang jelas hal tersebut membawa berkah atau keuntungan bagi pewaris tahta Mataram atau Yogyakarta. Mitos Nyi Roro Kidul yang digambarkan berwujud perempuan cantik ini justru memperkuat legitimasi raja Yogyakarta.


Cerita bahwa siapapun yang menjadi raja di Mataram atau Yogyakarta berarti juga menikahi Nyi Roro Kidul membuat raja tersebut mendapat legitimasi kuat. Rakyat pesisir yang tidak mau tunduk terhadap kekuasaan raja terpaksa tunduk dengan mitos, bahwa Nyi Roro kidul adalah istri gaib raja.


Bagi masyarakat pesisir, laut adalah tempat menggantungkan hidup. Dari laut mereka mendapatkan makan dan menghidupi keluarga. Laut pun kemudian diperlakukan tidak sembarangan dan mereka percaya bahwa ada kekuatan besar yang berada di dasar laut.


Kekuatan tak kasat mata tersebut tidak sekadar menentukan besar sedikitnya hasil laut mereka, tetapi juga keselamatan. Kekuatan gaib tersebut kemudian diwujudkan dalam sosok Nyi Roro Kidul, sang penguasa pantai selatan.


Dalam penjelasan Babad Tanah Jawi secara tegas menyiratkan bahwa Nyi Roro Kidul pernah berjanji kepada Panembahan Senapati bahwa akan menjaga Kerajaan Mataram, para sultan, keluarga kerajaan, dan masyarakat dari malapetaka. Hal inilah yang membuat kepercayaan masyarakat di pesisir pantai selatan semakin kuat terhadap sosok Nyi Roro Kidul.


Asal-usul Nyi Roro Kidul hingga kini juga masih banyak versi dan diperdebatkan. Ada yang berpendapat bahwa Nyi Roro Kidul aslinya bernama Putri Kadita, Ratna Suwida, dan Dewi Nawang Wulan, tetapi kisahnya tidak jauh berbeda, yaitu seseorang putri raja yang mempunyai paras wajah cantik yang terkena penyakit guna-guna oleh saudara tirinya yang menginginkan tahta ayahnya. Pada akhirnya, dia dibuang oleh ayahnya lantaran penyakit yang dimiliki meresahkan dan menular.


Versi lain menyebut bahwa Nyi Roro Kidul adalah jelmaan dari salah satu tujuh bidadari. Tetapi, menurut tradisi yang dipegang kuat Mataram, Nyi Roro Kidul adalah seorang putri dari kerajaan Padjajaran yang telah diusir dari istana karena dia menolak suatu perkawinan yang diatur oleh ayahnya. Raja Padjajaran lalu mengutuk putrinya, sehingga akhirnya dia dijadikan ratu kaum roh halus dengan istananya di bawah perairan Samudera Hindia.


Benarkah ada makhluk bernama Nyi Roro Kidul sang penguasa laut pantai selatan? Atau hal tersebut hanya sebatas cerita yang dikarang untuk melegitimasi kekuasaan Panembahan Senapati dan keturunannya? (mdk/lia) Baca Selengkapnya ATAU Geser ke atas Berita Selanjutnya Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,

lihat isinya

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages