KomikKindaichi sendiri mengisahkan perjalanan tokoh utama, yaitu Hajime Kindaichi yang merupakan murid SMA Fudou dengan nilai matematikanya selalu di bawah rata-rata. Akan tetapi, dirinya memiliki kemampuan yang luar biasa dalam memecahkan kasus-kasus rumit. Kakeknya yang bernama Kosuke Kindaichi dahulu adalah detektif terkenal di Jepang. Ia didampingi oleh teman masa kecilnya Miyuki Nanase Ryuuji Saki yang setia memegang handycam. Hajime Kindaichi dipercaya oleh inspektur Kenmochi dan memiliki seorang rival alias saingan dalam hal detektif, yaitu inspektur Akechi Kengo yang memiliki tampan rupawan.
Shin Kibayashi, Fumiya Sato, dan Yozaburo Kanari merupakan sosok penulis yang mampu memberikan alur cerita menarik pada komik Kindaichi. Cerita manga alias komik Jepang yang memiliki cerita detektif ini mulai terbit di Weekly Shonen Magazine mulai tahun 1984 hingga tahun 2000. Komik Jepang yang cukup populer ini pun memiliki versi novel yang lebih ditujukan untuk pembaca dewasa dengan kasus yang lebih berat. Seri pertama manga Kindaichi ini diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada tahun 1999.
Komik Kindaichi mampu membuat kamu jatuh hati dan semakin penasaran untuk mengikuti setiap seri ceritanya. Selain judul komik tersebut, kamu juga bisa membaca judul lainnya yang tak kalah seru dan menarik, seperti komik Edens Zero, komik Spy X Family, dan komik Final Fantasy yang sudah tidak asing lagi bagi penggemar manga alias komik Jepang. Yuk, segera tentukan judul komik favoritmu dan lakukan pemesanan dengan metode pembayaran fleksibel sesuai yang kamu punya. Jangan lewatkan Promo Bebas Ongkir, Cashback GoPay, Diskon Belanja, dan tawaran menarik lainnya. Pilih dan checkout komik Kindaichi favoritmu di Tokopedia. Nikmati berbagai kemudahan berbelanja hanya dalam genggaman melalui aplikasi Tokopedia yang cepat, aman, dan terpercaya!
Bagi para penggemar manga atau anime bertemakan cerita detektif, nama Conan Edogawa tentu tidak asing lagi. Bocah detektif paling terkenal asal Negeri Samurai itu memang mempunyai fans yang terbilang cukup banyak, beberapa bahkan mengaku die-hard fans, setidaknya di Indonesia. Conan yang merupakan penyamaran dari sosok murid SMA berotak encer, Shinichi Kudo, terhitung telah lebih dari 20 tahun menemani penikmat komik ciptaan Aoyama Gosho tersebut. Bagaimana ending dari ribuan chapter serial detektif tersebut, hanya Aoyama sensei yang tahu.
Berangkat dari latar belakang yang sama sebagai siswa SMA, gaung Kindaichi di tanah air tak senyaring Detektif Conan. Padahal, Hajime Kindaichi yang diakui memiliki IQ 180 tidaklah kalah cerdas dalam menyusun kepingan kasus dari Shinichi Kudo. Bahkan, boleh dibilang, kasus yang dipecahkan oleh detektif berambut gondrong tersebut lebih rumit dan melelahkan. Jika kasus yang dihadapi Conan cenderung singkat, Kindaichi justru kerap berhadapan dengan serial killer yang pelik serta membutuhkan waktu lama untuk diungkap. Namun demikian, toh, kepopuleran Detektif Conan tetap saja melampaui Kindaichi. Kira-kira kenapa bisa begitu, ya?
Dulu sekali, antara tahun 2002 sampai 2003, animasi Detektif Kindaichi pernah mengudara di layar kaca Indonesia, tepatnya di TV7 yang sekarang berubah nama menjadi Trans7. Di Jepang sendiri, seri animenya ditayangkan sebanyak 148 episode sekitar tahun 1997 hingga 2000. Jika dibandingkan dengan masa penayangan Detektif Conan, jelas, jatah Kindaichi kalah jauh. Hal ini dipengaruhi pula oleh jumlah kasus yang dipecahkan antara Conan dan Kindaichi di mana angka kasus yang dibongkar dalam serial Conan lebih tinggi.
Di Indonesia pun, jam tayang Detektif Kindaichi cenderung singkat. Oleh sebab itu, agak sulit untuk membangun awareness publik terhadap keberadaan cucu detektif terkenal itu. Kemungkinan besar, penonton anime Kindaichi adalah fans yang berasal dari pembaca manga serial detektif tersebut.
Di Indonesia, baik manga Detektif Kindaichi maupun Detektif Conan, diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo. Saat ini, penerbit menyertakan usia minimal pembaca bagi buku cetakan mereka. Detektif Conan, seri regularnya, dilabeli dengan minimal usia pembaca 12 tahun. Sedangkan untuk komik Detektif Kindaichi, usia yang disarankan setidaknya adalah 15 tahun.
Bisa dimengerti, meskipun aslinya Conan adalah remaja usia 17 tahun, tapi berada dalam tubuh anak-anak bisa dianggap bahwa bacaan maupun animasinya ditujukan untuk pasar anak SD juga. Belum lagi, dalam serial Detektif Conan, tak jarang pula Conan beserta kelompok detektif anak yang beranggotakan teman-teman sekelasnya, memecahkan kasus yang terkait dengan lingkungan sekolah.
Sedangkan serial Kindaichi, selalu mengangkat kasus orang dewasa. Terlebih, manga terbarunya, Detektif Kindaichi volume 37,membawakan kasus yang lebih gelap terkait usia Kindaichi yang makin dewasa, 37 tahun. Mau tak mau, hal ini juga akan membatasi segmen pasar Detektif Kindaichi.
Seperti yang sudah sedikit disinggung sebelumnya, tidak semua kasus dalam serial Detektif Conan merupakan kasus yang berat. Beberapa kasus bahkan terhitung ringan, apalagi yang tidak melibatkan perburuan organisasi hitam, musuh utama Conan. Oleh sebab itu, sejumlah kasus Conan bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
Pada beberapa kasus di awal kemunculannya, Conan memang kerap menghadapi problematika yang berat, termasuk pembunuhan sadis dan berantai. Namun, semakin ke sini, sepertinya mangaka anime populer tersebut berniat menjamah pasar yang lebih luas, tidak terbatas pada pembaca remaja dan dewasa saja.
Di sisi lain, kasus yang dibawakan oleh Detektif Kindaichi cenderung gelap. Hampir seluruh kasusnya merupakan pembunuhan berantai yang sadis. Bahkan, beberapa melibatkan mutilasi, hubungan terlarang, nudity, dan darah yang berceceran di mana-mana. Oleh karenanya, kisah pembantaian ini tidak layak dijadikan bacaan untuk anak usia sekolah dasar maupun yang masih pra-remaja. Pun, tidak semua orang dewasa sanggup mengikuti cerita mengerikan tersebut. Hal ini pula yang menjadikan penggemar Kindaichi terbatas pada kalangan tertentu.
Secara kasus non-organisasi hitam dan penyusunan deduksi, masalah yang dihadapi Conan lebih terhubung dengan kehidupan sehari-hari pembaca. Maksudnya, beberapa hal sepele dalam kehidupan individu mampu mendorongnya menjadi seorang pelaku kejahatan. Tidak melulu pembunuhan, kasus yang ditangani Conan cukup beragam. Mulai dari penculikan, perampokan, bahkan perselingkuhan pernah diungkap oleh Conan walaupun dalam beberapa kesempatan ia harus menggunakan Kogoro Mouri sebagai pionnya dalam pertunjukan analisis.
Sebaliknya, secara personal, Kindaichi justru lebih memiliki kedekatan dengan para penggemarnya. Ia bertumbuh mengikuti usia fansnya yang dibuktikan dengan kemunculan kembali saat Kindaichi berusia 37 tahun dan berprofesi sebagai manajer sebuah perusahaan event organizer kelas menengah. Bukankah pengembangan karakter ini relate sekali dengan kehidupan para medioker di dunia nyata? Berbeda sekali dengan Conan, di mana ada anak kecil yang bisa mempunyai hubungan sedekat itu dengan pihak kepolisian serta agen rahasia?
Terlebih, sisi manusiawi Kindaichi ditunjukkan dengan keengganan dia untuk kembali bersinggungan dengan kasus di usia matangnya. Lagian, siapa sih yang suka berurusan dengan pembunuh dan genangan darah? Di sisi lain, darah muda Conan akan bergejolak ketika menemukan misteri yang dianggapnya seperti teka-teki.
Akan tetapi, menilik kasusnya, Detektif Kindaichi mungkin terlalu jauh dari kenyataan. Kasus yang dipecahkan oleh Kindaichi tidak pernah murni bermotifkan uang. Kalaupun menyangkut dengan hal finansial, dibaliknya pasti akan ada motif atau dalang yang lebih kejam. Kebanyakan, motif sesungguhnya adalah kehilangan orang yang berarti dalam hidup si pelaku. Tak jarang, Kindaichi dan pembaca pun pada akhirnya berempati pada pelaku kejahatan karena kisah hidupnya yang memilukan.
Begitulah kira-kira analisa sederhana mengapa popularitas Kindaichi tak setinggi Conan. Membandingkan keduanya memang tampak kekanakan. Namun, dengan adanya poin-poin di atas, setidaknya penggemar manga bisa memberikan sedikit kesempatan bagi Kindaichi untuk beraksi menemani hari-hari mereka lewat komik, animasi, atau live action-nya.
3a8082e126