[Lagu Indonesia 2018

0 views
Skip to first unread message

Amancio Mccrae

unread,
Jun 10, 2024, 4:32:54 PM6/10/24
to tudyspparte

Hal senada juga diungkapkan oleh Nadzib Ketua KKM 1 MI Kota Semarang, ia mengatakan selalu mengawali kegiatan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kami, disetiap kegiatan selalu mengajak hadirin untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Hal itu dilakukan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan menjadi penyemangat dalam menjalankan tanggung jawab dan tugas kami selaku Kepala Madrasah.(SAW/NBAbd)

Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober setiap tahunnya. Sebuah peristiwa penting yang menjadi tonggak dalam sejarah kemerdekaan Indonesia ini, dipelopori oleh para tokoh PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia) serta para cendekiawan yang mengemukakan idenya mengenai masalah untuk menyatukan seluruh organisasi berbasis pemuda yang ada di Indonesia.

Lagu Indonesia 2018


Download Ziphttps://t.co/00xOOCfonp



Sejarah lahirnya sumpah pemuda tahun 1928 dilanjutkan dengan penyusunan panitia kongres pada bulan Agustus, dimana semua organisasi pemuda juga ikut terlibat didalamnya. Organisasi lain yang terlibat selain dari PPPI, adalah Jong Java, Jong Celebes, Jong Soemantranen Bond, serta organisasi lainnya. Kemudian tokoh-tokoh yang ikut terlibat dalam peristiwa lahirnya sumpah pemuda, yaitu J. Leimana, Muhammad Yamin, dan Sugondo Djojopuspito.

Lalu tepat pada Kongres Pemuda II yang dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 27 hingga 28 Oktober 1928, untuk pertama kalinya Lagu Indonesia Raya ciptaan W.R Supratman dikumandangkan. Yang kemudian lagu ini digunakan sebagai lagu kebangsaan untuk Indonesia.

Lagu Indonesia Raya dikumandangkan pada saat penutupan rapat pada acara Kongres Pemuda II. Lagu tersebut dimainkan tanpa lirik dan hanya menggunakan iringan biola saja. Hal tersebut dilakukan, karena pada waktu itu Kongres Pemuda II diawasi oleh aparat kolonial Hindia Belanda, yang melarang mengucapkan kata-kata yang mengandung unsur kemerdekaan.

Kemudian dari hasil kongres tersebut akhirnya dihasilkan sebuah rumusan Sumpah Pemuda, dengan Muhammad Yamin sebagai penulis teks Sumpah Pemuda. Lalu peristiwa lahirnya Sumpah Pemuda inilah yang kemudian diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda, dan diperingati setiap tanggal 28 Oktober setiap tahunnya.

Sumpah Pemuda merupakan awal dari kelahiran bangsa Indonesia, setelah tertindas oleh penjajah selama ratusan tahun lamanya. Dari Sumpah Pemuda dapat kita pahami bahwa bagi bangsa Indonesia, peristiwa ini merupakan suatu komitmen bersama untuk bersatu melawan penjajah, memerangi kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan dibidang pendidikan. Momen inilah yang kemudian membuak pintu bagi para pejuang hingga bisa mencapai Kemerdekaan Republik Indonesia.

Makna yang bisa kita ambil dari momen peristiwa Sumpah Pemuda, yaitu memiliki jiwa semangat patriotisme dan nasionalisme yang bisa kita gunakan untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi. Mari, lagukan dan kumandangkan lagu-lagu nasional sebagai salah satu upaya menghargai jasa-jasa para pahlawan!

Sejak beberapa waktu lalu, para wakil rakyat ini mengajak semua elemen masyarakat agar setiap pukul 10.00 WIB menyanyikan atau mendengarkan lagu Indonesia Raya. Ketika jarum jam sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB, maka semua aktivitas harus dihentikan. Seperti di perkantoran maupun di tempat lain yang kemudian berdiri tegak dan mengambil sikap sempurna sekitar 10 menit. Bagi yang sedang sakit bisa dengan duduk, namun tetap mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika pada Senin (21/6/2021) mengatakan bahwa, pihaknya ingin membangun kesadaran bersama untuk selalu menguatkan jiwa nasionalisme. Dengan mengingatkan masyarakat dari hal-hal kecil, kata dia, maka nantinya akan terlahir generasi masa depan yang berkarakter.

Meski dalam pelaksanaan program ini tidak diatur oleh sebuah aturan khusus dan juga tidak ada sanksi, kata dia, namun pelaksanaannya akan dipantau terutama di lingkungan ekskutif serta legislatif. Akan tetapi bagi instansi yang terbukti tidak menjalankan, terang Made, akan dikenakan sanksi berupa teguran.

Fakta sejarah mencatat, jika lagu yang dikumandangkan baik saat Upacara Bendera maupun dalam setiap kegiatan kenegaraan tersebut mulanya muncul dari para pejuang bangsa pada tahun 1918 yang kemudian gagasan tersebut ditanggapi oleh W.R Soepratman dan mulai menciptakan lagu yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia tersebut pada tahun 1924. Lagu Indonesia Raya diputar dalam upacara Proklamasi setelah mengalami beberapa perubahan.

Lagu Indonesia pertama kali direkam oleh Yo Kim Tjan setelah dimintai bantuan oleh W.R Soepratman berupa alunan music tanpa lirik. Kemudian pada tahun 1950, RRI Jakarta meminta Jos Cleber (Kebangsaan Belanda) untuk menyusun aransemen baru sekaligus menyempurnakan versi awalnya setelah menerima masukan dari Presiden Soekarno.

Proses perekaman dilakukan oleh RRI Jakarta dan setelah Lokananta didirikan oleh negera, maka materi-materi lagu kebangsaan dan lagu daerah yang mulai diproduksi oleh RRI pun kemudian dikirim ke Lokananta untuk dicetak dan disebarluaskan dalam bentuk piringan hitam.

Pada tahun 2017 tepatnya Bulan Mei lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan merekam ulang Lagu Indonesia Raya selama kurang lebih 3 hari di Studio Rekaman Lokananta, Surakarta, Jawa Tengah. Proses rekaman tersebut melibatkan kelompok orkestra Gita Bahana Nusantara dan kelompok vokal di bawah pimpinan Purwacaraka. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya direkam kedalam beberapa versi, termasuk versi 3 stanza dengan lirik yang lebih panjang dibandingkan lagu serupa.

Rekaman ini nantinya akan didistribusikan secara meluas di masyarakat dan digunakan sebagai tutorial lagu Kebangsaan sehingga masyarakat memiliki standar baku dalam tata cara memainkan serta menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Berpindah dari gedung Java Oost Bioscoop ke gedungIndonesische Glubsgebouw pada Minggu malam, 28 Oktober 1928, para pesertaKongres Pemuda Kedua diperkenankan duduk beristirahat usai mendengar pidatoSunario dan Ramelan Djojoadigoeno mengenai kepanduan, sembari menunggu putusan yangsedang dirumuskan oleh Mohammad Yamin.

Sementara itu tidak demikian dengan pimpinan kongres, Sugondo Djojopuspito. Ia justru sedang diliputi keresahan, membaca secarik kertas yang diperlihatkan seorang kawan dekat bernama W.R. Supratman, seorang jurnalis Sin Po yang mempunyai nyali besar memperkenalkan sebuah lagu kebangsaan ciptaannya sendiri. Mengamati satu demi satu bait lirik lagu yang penuh akan semangat nasionalisme, Sugondo tak yakin mempersilakan W.R. Supratman begitu saja. Polisi Rahasia Belanda masih berkeliaran mengawasi jalannya Kongres Pemuda Kedua. Sugondo mencemaskan kongres lantas akan dihentikan seketika andai W.R. Supratman diberi kesempatan.

W.R. Supratman berdiri di hadapan para peserta kongres, mengeluarkan biola dan menaruh kotaknya di lantai. Ratusan pasang mata menatap W.R. Supratman yang mulai menggesek alat musik dawai tersebut dengan penuh semangat. Hadirin pun antusias dan bangkit berdiri. Mereka mendengarkan dengan penuh khidmat. Lantunan merdu lagu yang diperkenalkan W.R. Supratman membuat para peserta kongres terpukau, terkagum-kagum dengan melodi yang dimainkan. Setelah selesai diperdengarkan, W.R. Soepratman menunduk-nunduk. Sebagian peserta kongres mencoba merangkul W.R. Supratman dengan mata berkaca-kaca. Ada yang bertepuk tangan. Adapula yang bersorak meminta lagu dimainkan ulang. Sebaliknya, perwakilan pemerintah kolonial beserta polisi rahasia Belanda terbengong-bengong. Mereka tak mengerti apa yang baru saja terjadi.

Demikian laporan tertulis van der Plas kepada Gubernur Jenderal, DeGraeff pada 18 Januari1929.van Der Plas adalah salah satu pejabat pemerintah kolonial yang menghadiriKongres Pemuda Kedua 27-28 Oktober 1928, khususnya ketika lagu Indonesia Rayadiperdengarkan pertama kali oleh W.R. Supratman. van der Plas sejatinya juga mengungkapkan dalamlaporan tersebut bahwa tidak ada keberatan dari pihak kepolisian saat lagu itu diperdengarkanpada Kongres Pemuda Kedua. Selain van der Plas terdapat pejabatpemerintah kolonial lainnya, yakni perwakilan urusan umum (Algemeene Zaken), H. J. Kiewiet deJonge, Patih Batavia, Wirahadikoesoema, dan Komisaris Polisi der Vlugt. Merekatidak menyadari makna lagu tersebut, terlepas dari W.R. Supratmanmemperdengarkanya dengan biola saja.

Setelah Kongres Pemuda Kedua, Lagu Indonesia Raya semakin dikenal oleh seluruh kalangan. Partai Nasional Indonesia (PNI) pada kongres kedua di Batavia, 18-20 Mei 1929 tak hanya berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya, bahkan menjadikan lagu Indonesia Raya sebagai sebuah lagu kebangsaan. Begitu pula yang terjadi pada Kongres PNI di Bandung, 15 September 1929, para peserta kongres berdiri lalu bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh semangat. Bahkan para pelajar di Kepoetraan School, Yogyakarta disebut-sebut menyukai lagu Indonesia Raya, malah dikatakan lagu tersebut merupakan ciptaan PNI.

Pemerintah kolonial tampaknya baru menyadari bahaya dan kekuatan lagu Indonesia Raya. Gubernur Jenderal sampai harus menegaskan bahwa lagu Indonesia Raya adalah lagu perkumpulan dan bukan lagu kebangsaan. Selanjutnya, pemerintah kolonial tegas melarang para pegawainya untuk menghormati atau bangkit berdiri sekalipun saat Indonesia Raya diperdengarkan di sebuah acara/pesta.

Puncaknya, pada1930, pemerintah kolonial yang sudah kepalang pusing mengambil tindakan represif.Lagu Indonesia Raya dinyatakan berbahaya karena telah mengganggu ketertiban danketentraman umum. Pemerintah kolonial juga melarang lagu Indonesia Rayadinyanyikan dan diperdengarkan di hadapan umum. Selain itu, dilarang pulamengedarkan notasi dan lirik lagu Indonesia Raya dalam bentuk apapun, sepertibuku, pamflet, surat kabar, dan piringan hitam.

Bagi W.R.Supratman, Polisi Belanda bukanlah hal yang baru. Terjun sebagai jurnalis danakrab meliput kaum pergerakan adalah risiko yang sudah diketahuinya. Terlebih,pergerakan W.R. Supratman sudah diikuti oleh intel Belanda semenjak tinggal diMakassar. Oleh karena itu, lagu Indonesia Raya yang diperkenalkannya padaKongres Pemuda Kedua sudah dipikir matang-matang oleh W.R. Supratman apaakibatnya. Apalagi Ia turut berperan menyiarkan lagu Indonesia Raya kepadaseluruh khalayak, baik melalui media surat kabar maupun piringan hitam.

795a8134c1
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages