Pada umumnya orang masih melihat film secara terpisah. Film biasanya dinilai dari cerita atau tema, akting pemain, dan mungkin sedikit sinematografinya. Kedalaman memahami seni film masih sangat terbatas. Pengetahuan tentang film sebagai karya seni masih berada pada ruang-ruang kuliah, padahal film bukanlah milik para akademisi saja, melainkan milik semua orang yang hobi menonton film. Buku ini mencoba membuka dan menyebarkan rahasia memahami sebuah film. Memahami sebuah film berarti tahu dan mengerti unsur-unsur pembentuk film, yaitu aspek naratif dan aspek sinematik.
Buku ini adalah versi ulang dari Buku Memahami Film Edisi Pertama yang terbit pada tahun 2008. Buku ini tidak melainkan perubahan isi, selain hanya dikemas dengan tampilan baru. Bersama edisi kedua, diharapkan buku ini dapat saling mengisi karena keduanya memiliki studi kasus dan contoh film yang berbeda.
Himawan Pratista lahir di Yogyakarta pada 3 Maret 1974. Sejak usia balita sudah mulai menonton film. Mengenyam pendidikan di Jurusan Arsitektur Universitas Atmajaya, namun selama kuliah tetap intens menonton film. Setelah lulus menjadi Sarjana Arsitektur, di sela-sela pekerjaannya, penulis mulai lebih serius mengamati film dari era klasik hingga kini.
Dalam perkembangannya, oleh karena pengetahuan serta referensi filmnya yang luas, penulis ditarik menjadi dosen film yang mengampu mata kuliah Sejarah Film, Pengantar Seni Film, dan Teori Film di Akademi Komunikasi Indonesia, Yogyakarta, sejak tahun 2003 - 2019. Pada tahun 2008, ia menulis buku film berjudul Memahami Film yang memilah seni film menjadi unsur naratif dan sinematik. Buku ini menjadi acuan referensi literatur film bagi SMK hingga Program Studi TV, Film, dan Komunikasi di seluruh Indonesia. Buku ini telah terjual lebih dari 2000 eks, sejak dua tahun rilis cetaknya.