Sedangkan istilah agenda dalam KBBI merupakan buku catatan yang bertanggal untuk satu tahun atau catatan-catatan yang akan dibicarakan ke dalam rapat. Secara garis besar agenda dapat menentukan topik apa saja yang akan dibahas.
Selain itu, agenda dianggap penting karena sebagai acuan untuk mengatur waktu, menentukan target yang ingin dicapai, mengetahui proses pemahaman peserta didik, dan yang terpenting agenda berfungsi sebagai ingatan ganda ketika lupa dengan kegiatan yang akan dilakukan.
Apa itu agenda harian guru? Agenda atau jurnal guru adalah catatan atau dokumen rencana kegiatan pembelajaran yang berisikan semua materi pelajaran serta komponen-komponen lainnya yang akan digunakan sebagai salah satu indikator penilaian akhir.
Di dalam Kurikulum Merdeka, agenda guru harian masuk dalam lingkup administrasi yang melengkapi perangkat pembelajaran guru. Fungsi agenda di sini sebagai arahan atau pedoman yang harus dilakukan setiap harinya.
Kita tengok agenda pembangunan global sebagai kelanjutan Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) yaitu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) pada tujuan ketujuhbelas sasaran kedelapanbelas. Di situ disebutkan bahwa pada 2020, seluruh negara berkembang ditargetkan dapat meningkatkan secara signifikan ketersediaan data berkualitas tinggi, andal, dan tepat waktu. Target ini kiranya berlaku pula bagi Indonesia, walaupun secara ekonomi kita sudah beranjak meninggalkan kelas negara berkembang. Data pangan adalah salah satu contoh mengapa Indonesia perlu secara khusus melakukan usaha peningkatan kualitas penyelenggaraan data.
Penerapan satu standar produksi data, satu rujukan format metadata, dan satu skema rilis data yang dikawal oleh pusdatin akan menghasilkan data berkualitas yang kompatibel untuk dipakai lintas sektoral. BAPPENAS menetapkan jenis dan satuan data pembangunan apa saja yang minimal diperlukan. BPS dan BIG menetapkan standar produksi dan format metadata. Pusdatin kementerian menjaga dan memastikan kualitas data serta merilisnya ke publik atau pihak ketiga yang memerlukan.
Jika Presiden Joko Widodo menekankan perlunya kebijakan Satu Peta untuk sinkronisasi peta, maka Satu Data juga tidak kalah pentingnya.