Apakah perusahaan anda
membutuhkan mitra sebagai investor?
Apakah perusahaan anda membutuhkan mitra sebagai investor mau un untuk
strategic alliance. agar bisa mendapat tambahan revenue. Ini bukan berarti kami
selalu harus membeli 100%, karena boleh ada beberapa opsi dan ini tergantung
pada latar belakang kebutuhan/masalah yang berbeda tiap-tiap perusahaan yang
menjadi target kami.
Misal:
Case 1
- Perusahaan sedang membutuhkan dana untuk memperluas usaha atau bisa
juga untuk cash flow, namun perusahaan Andai sudah berhutang banyak pada bank.
Jadi mereka mencari investor dari luar yang non bank, untuk membeli sebagian
saham (secara minoritas 49% atau lebih kecil, atau mayoritas 51% atau lebih
besar).
Case 2 - Perusahaan yang bisnisnya berkembang
pesat dan kemudian kebingungan karena tidak bisa mengelola, akhirnya mencari
perusahaan lain untuk membeli bisnisnya (ini seperti case Kecap Bango yang
kemudian dijual ke Unilever).
Case 3 - Perusahaan yang
tadinya bertumbuh pesat, tiba-tiba mengalami penurunan - biasanya karena tidak
mampu menghadapi para pesaing. Contohnya perusahaan X, yang termasuk pelopor
produk lulur mandi. Begitu produk lulur mandi semakin popular, para pesaing pun
mulai bermunculan dan akhirnya sales PT. X terus menurun. Dalam case ini PT. X
tidak bisa IPO (karena ratio debt juga jelek) dan dilema penurunan sales.
Perusahaan seperti PT. X ini juga target kami, karena kami bisa memperkuat untuk
menghadapi persaingan.
Ada juga case-case lain, dan kami bisa flexible
antara lain bisa dengan joint venture, atau bisa dengan cara mengakuisisi
sebagian (min. 51%), atau bisa juga dengan strategic alliance; co-marketing,
co-branding, dlsb.
Sebaiknya consumer goods, atau kosmetik,
personal care, toiletries, jamu, minuman, suplemen dlsb.
Bagi yang berminat silahkan email:
Salam Perubahan
Hari Subagya
NB:(Berikan gambaran awal kondisi
perusahaan)