Kopi Susu Seduhan Ibu

2 views
Skip to first unread message

Hendri Bun

unread,
Aug 1, 2012, 11:40:41 PM8/1/12
to alumn...@googlegroups.com
Kopi Susu Seduhan Ibu
Oleh: Clesia Margaretha
http://pembelajar.com/writingschool/?p=706

Hari ini teman-temanku berkumpul di kantin sekolah membawa termos berisi air panas. Di sisi termos, satu kantung plastik tergeletak. Kulirik isinya. Ternyata bungkusan kopi instan. Di sekelilingku, anak-anak berkerumun dan mengobrol ramai. Sepintas mirip dengungan lebah. Tiba-tiba seseorang berteriak: awas, anak-anak, air panas! Di tangannya tergenggam kong* stainless dengan awan putih di atasnya.

Zat panas yang mengepul dengan aroma kopi itu tiba-tiba membesar, mengurung dan membawaku kembali ke masa lalu. Kira-kira seperempat abad silam…

Kala itu aku masih kanak-kanak. Aku selalu terbangun setiap sore. Tidur siang yang lelap hanya bisa diusir dengan wangi kopi susu bercampur dengan aroma magrib. Itu tandanya sebentar lagi aku bisa harus mandi sore, makan, dan yihhaa aku bisa minum kopi susu buatan ibu.

Buatku kopi susu ibu paling enak sedunia. Aku sudah pernah minum kopi di kedai-kedai Itali, Perancis, dan kota-kota lain di Eropa. Tapi tidak ada kopi susu seenak buatan ibuku. Aku juga pernah membeli kopi kemasan dengan merek seperti yang dipakai ibuku dulu (Ibuku tidak pernah menggiling atau membuat kopi sendiri. Ia hanya membeli kopi kemasan, menyeduhnya, membuat dua kali putaran dengan melingkarkan kaleng susu kental manis yang telah dibolongi salah satu ujungnya di atas kong kopi).

Dan aku melakukan persis seperti yang dilakukan ibu. Tapi rasanya tidak pernah sama. Pada saat itu aku berpikir, bahwa ibuku harusnya membuka kedai kopi. Tapi kemudian pikiran itu aku tepis jauh-jauh. Karena sudah pasti pelanggannya hanya aku saja dan kakak-kakakku, berhubung setiap orang punya ibu dan pasti mereka juga hanya menyukai kopi buatan ibu mereka masing-masing.

Ritual tiap sore itu berlangsung sama. Aroma kopi, aku bangun tidur, berkumpul bersama kakakku mengelilingi meja makan, saling beradu supaya bisa paling dekat untuk mencium aroma kopi wangi seduhan ibu. Dan biasanya ibu selalu berteriak: awas, anak-anak, air panas!

Dan di tengah kepulan asap itu pula, aku bisa dengan mudah menceritakan teman yang sering membully aku di kelas dengan tenang, tanpa emosi. Rasanya aroma kopi susu itu menghapus dengan sukses semua kekesalanku tanpa bekas.

Begitu setiap sore selama bertahun-tahun. Dengan kopi susu buatan ibu, aku berhasil melalui kekesalan ketika aku tersiram satu botol tinta temanku, kesedihan saat teman baikku pindah ke luar kota, kekecewaan karena tidak dapat membeli buku akibat uangku hilang.

Dengan kopi susu ibu pula, aku melatih kesabaran saat harus belajar ditemani sebatang lilin saat mati lampu, kerelaan menyalin kembali satu buku catatan tebal yang hilang entah ke mana, keuletan ketika harus menghafal banyaknya pelajaran menjelang ujian.

Ibuku telah lama tiada. Namun ketika mencium wangi kopi, aku akan selalu mengenangnya. Dan…kopi susu seduhan ibu adalah yang terbaik. Awas, anak-anak, air panas!

*Kong: Cangkir yang terbuat dari bahan alumunium atau stainless steel, biasanya digunakan untuk wadah minuman panas.

*) Clesia Margaretha, alumni Menulis Buku Best-Seller Writing School ini dapat dihubungi di: layc...@gmail.com

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages