Asma mengungkapkan bahwa frasa "di ujung sajadah" sudah melekat sangat erat dengan novel karyanya. Tak heran, nama Asma kerap dikaitkan dengan film Air Mata di Ujung Sajadah dalam berbagai pemberitaan di media.
Per Juli 2023, Asma mengungkapkan bahwa pihaknya telah mencoba menghubungi pihak produser film Air Mata di Ujung Sajadah. Secara kekeluargaan, Asma menjelaskan bahwa frasa "di ujung sajadah" sudah digunakan untuk judul novelnya. Frasa tersebut juga sudah sangat melekat dengan namanya.
Asma mengungkapkan bahwa penggunaan frasa "di ujung sajadah" pada judul film Air Mata di Ujung Sajadah juga merugikannya. Menurut Asma, Cinta di Ujung Sajadah merupakan salah satu novel karyanya yang banyak dilirik oleh produser film, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Sekalipun ada rumah produksi yang tertarik, film adaptasi dari novel Cinta di Ujung Sajadah mungkin harus menggunakan judul yang berbeda. Padahal, Asma merupakan penulis yang telah menelurkan dan mempopulerkan frasa "di ujung sajadah" sejak 2008.
Buku ini layak dibaca oleh semua kalangan yang mencari-cari arti sebuah cinta yang sebenarnya. Meski kebanyakan dalam novel ini mengisahkan tentang masa lalu Cinta saat berumur belasan tahun. Namun novel ini juga mengisahkan siapa sosok suami yang telah menikahi Cinta. Bukan hanya cinta antara laki-laki dan perempuan. Tapi juga cinta seorang anak terhadap ibunya.
"Bahkan pada 6 Juli 2023, dua bulan sebelum film rilis 7 September 2023, Saya mengatakan kepada produser film terkait bahwa frase 'di ujung sajadah' pada judul film tersebut adalah frase yang secara persis terdapat pada judul novel saya," katanya.
Terakhir dari resensi novel cinta di ujung sajadah yaitu pesan moralnya adalah di balik ketegaran seorang anak pasti ia membutuhkan kasih sayang dari ibunya dan kasih sayang ibu tak terhingga sepanjang masa.
dd2b598166