Niat Dan Bacaan Sholat Subuh

0 views
Skip to first unread message

Tina Popielarczyk

unread,
Aug 5, 2024, 2:55:22 PM8/5/24
to tilisepfa
عَنْأَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - فَرَدَّ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - عَلَيْهِ السَّلاَمَ فَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ فَصَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ . ثَلاَثًا . فَقَالَ وَالَّذِى بَعَثَكَ بِالْحَقِّ فَمَا أُحْسِنُ غَيْرَهُ فَعَلِّمْنِى . قَالَ إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِى صَلاَتِكَ كُلِّهَا

Artinya: "Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika masuk masjid, maka masuklah seseorang lalu ia melaksanakan shalat. Setelah itu, ia datang dan memberi salam pada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau menjawab salamnya. Beliau berkata, "Ulangilah shalatmu karena sesungguhnya engkau tidaklah shalat." Lalu ia pun shalat dan datang lalu memberi salam pada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau tetap berkata yang sama seperti sebelumnya, "Ulangilah shalatmu karena sesungguhnya engkau tidaklah shalat." Sampai diulangi hingga tiga kali. Orang yang jelek shalatnya tersebut berkata, "Demi yang mengutusmu membawa kebenaran, aku tidak bisa melakukan shalat sebaik dari itu. Makanya ajarilah aku!" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lantas mengajarinya dan bersabda, "Jika engkau hendak shalat, maka bertakbirlah. Kemudian bacalah ayat Al Qur'an yang mudah bagimu. Lalu ruku'lah dan sertai thuma'ninah ketika ruku'. Lalu bangkitlah dan beri'tidallah sambil berdiri. Kemudian sujudlah sertai thuma'ninah ketika sujud. Kemudian bangkitlah dan duduk antara dua sujud sambil thuma'ninah. Kemudian sujud kembali sambil disertai thuma'ninah ketika sujud. Lakukan seperti itu dalam setiap shalatmu." (HR. Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397).


التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ


وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ


At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. as salaamu'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu'alaina wa'alaa ibaadillaahishaalihiin. asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammad rasuulullaah.


Allaahumma shalli'alaa muhammad, wa'alaa aali muhammad. kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. wabaarik'alaa muhammad wa alaa aali muhammad. kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil'aalamiina innaka hamiidum majiid.


Artinya: "Ya Allah, limpahi lah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahi lah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya, seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Engkau lah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam."


Sholat dilakukan harus berurutan dalam mengerjakan rukunnya, karena dalam hadits musii' sholatuhu terdapat kata "tsumma" ketika menjelaskan urutan rukun. Tsumma sendiri berarti kemudian yang menunjukkan makna berurutan.


إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَ جَالِسًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِى صَلاَتِكَ كُلِّهَا


Artinya: "Jika engkau hendak shalat, maka bertakbirlah. Kemudian bacalah ayat Al Qur'an yang mudah bagimu. Lalu ruku'lah dan sertai thuma'ninah ketika ruku'. Lalu bangkitlah dan beri'tidallah sambil berdiri. Kemudian sujudlah sertai thuma'ninah ketika sujud. Kemudian bangkitlah dan duduk antara dua sujud sambil thuma'ninah. Kemudian sujud kembali sambil disertai thuma'ninah ketika sujud. Lakukan seperti itu dalam setiap shalatmu." (HR. Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397).


Mengutip buku Fiqih Islam wa Adillatuhu karya Wahbah az-Zuhaili, menurut ulama mazhab Syafi'iyah, doa qunut subuh dibaca setelah ruku'. Namun, ulama Malikiyah berpandangan jika doa qunut subuh lebih afdhal dibaca sebelum ruku'.


Para ulama mazhab sepakat bahwa doa qunut subuh makruh hukumnya dibaca selain dalam salat subuh, menurut Malikiyah yang zhahir. Jika detikers tak ingin melaksanakan prosesi ini bisa dilewat karena tak membatalkan sholat. Namun, dalam sholat berjamaah jika imam melakukan qunut, makmum dianjurkan mengikuti.


Niat adalah yang mengawali setiap ibadah sholat, termasuk sholat Subuh. Hadirnya niat yang tulus akan memperkuat kesungguhan hati dan menjadikan setiap gerakan dalam sholat memiliki makna yang mendalam.


Niat Sholat Subuh bukan sekadar rangkaian kata yang diucapkan dengan lisan, melainkan sebuah komitmen batin yang membawa seseorang untuk bersujud di hadapan Allah SWT, membuka diri menerima limpahan rahmat dan maghfirah-Nya.


Dikutip dari buku Berkah Sholat Subuh Berjamaah oleh Ustad Mu'is, waktu melaksanakan sholat Subuh dimulai ketika munculnya fajar shiddiq, yaitu cahaya putih yang melintang di ufuk timur sampai ketika matahari terbit di timur.


Liputan6.com, Jakarta Bacaan niat sholat Subuh sendiri wajib dilafalkan sebelum melakukan sholat fardhu. Sholat subuh merupakan salah satu waktu sholat yang memiliki rakaat paling sedikit dari sholat wajib lainnya yakni dikerjakan dalam dua rakaat.


Sholat subuh juga memiliki hukum fardhu ain atau wajib, yang mana bila umat muslim tidak mengerjakan maka akan mendapat dosa, dan jika dikerjakan maka akan mendapatkan pahala. Sholat Subuh dikerjakan pada waktu terbit matahari sampai fajar menjelang terbit.


Bangun sholat subuh mungkin jadi tantangan bagi tiap orang. Bukan hal mudah bangun tiap pagi, yang artinya tiap muslim berpeluang bangun kesiangan untuk sholat subuh.


Bagi yang bangun kesiangan, apakah masih bisa sholat subuh? Bagaimana membaca niat sholat subuh kesiangan?


Ustadzah Lulung Mumtaza dalam program Islam Itu Indah yang ditayangkan melalui channel YouTube Trans TV Official menjelaskan, sholat subuh tetap harus dilakukan. Hal ini tak lagi bisa ditawar bagi seluruh muslim.


Artinya: "Aku niat melakukan sholat fardu Subuh 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta'ala."


Namun pelaksanaan sholat sedikit berbeda jika dilaksanakan setelah matahari terbit. Ustadzah Lulung menjelaskan sholat dilaksanakan dengan cara mengqodo ibadah tersebut.


"Lalai ini abai. Sudah jam 4 atau 5 dan udah adzan malah ntar-ntar aja. Ini namanya lalai," kata ustadzah dalam video berjudul Sering Kesiangan Sholat Subuh, Gimana Nih? Best Moment Islam Itu Indah (11/6/20).


Bagi yang terpaksa membaca niat sholat subuh kesiangan, ustadzah Lulung menyarankan mohon ampun pada Allah SWT saat melakukan ibadah. Hal ini sesuai dengan yang tercantum dalam surat Nuh ayat 10,


Shalat sunnah Subuh atau yang disebut qabliyah Subuh dilaksanakan sebelum shalat fardhu subuh. Shalat ini termasuk shalat sunnah rawatib yang dalam pelaksanaannya terdapat lafal niat shalat sunnah Subuh dan beberapa langkah-langkah mengerjakannya.


Anjuran untuk melakukan shalat sunnah rawatib berdasarkan pada sebuah hadits, Rasulullah Saw bersabda "Siapa yang sholat sunnah 12 rakaat sehari semalam, Allah dirikan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum Dzuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh." (HR Tirmidzi)


Bahkan lebih khususnya lagi, ada keutamaan shalat sunnah qabliyah Subuh dalam sebuah hadits riwayat Aisyah Ra yang mengatakan, "Nabi SAW tidaklah lebih menjaga suatu sholat sunnah melebihi dua rakaat sebelum sholat Subuh." (Muttafaq alaih)


Membaca Surah Al Fatihah, dan satu surah yang dianjurkan Nabi Saw dalam sebuah hadits berikut, diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata, "Rasulullah SAW membaca dalam dua rakaat shalat sunnah Subuh surah Al Kafirun dan surah Al Ikhlas." (HR Muslim)

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages