Kayuadalah sebagai material utama dalam bangunan rumah tempat tinggal dan bangunan gedung lainnya. kayu merupakan sumber daya alam yang dapat diperbarui, tetapi apabila penggunaannya tidak diimbangi dengan pemeliharaan yang baik, maka lama-kelamaan ketersediaan kayu akan habis. harganya kayu yang terus melambung ditambah ketersediaannya kayu kualitas baik yang kian terbatas membuat kita seharusnya berfikir ulang untuk mencari material alternatif pengganti bahan alam ini seperti baja ringan.
penggunaan baja ringan dalam dunia konstruksi tidaklah sama dengan penggunaan kayu atau material lain. tidak hanya karena proses pembuatan bahan yang berlangsung di dalam pabrik, tetapi juga dalam hal pembuatan rancangan dan pemasangannya dalam bangunan itu sendiri. dengan kata lain, hampir seluruh proses pembuatan rumah yang memanfaatkan material baja ringan berlangsung di pabrik, sebelum material tersebut didirikan di suatu lokasi. teknik ini dikenal dengan nama rumah prefabrikasi atau rumah prefab.
Dengan berkembangnya inovasi, dimana banyak bangunan yang didesain dengan skala yang cukup besar baik dari bentangan hingga tinggi bangunan. Bangunan yang memiliki ciri bentangan panjang, pastinya memerlukan konstruksi atap dengan bentangan panjang pula. Sebagai salah satu alternatif, material baja dapat digunakan. Namun baja sendiri memiliki massa besar yang berpengaruh pada beban yang akan disalurkan ke bawah. Sehingga untuk mengurangi massa pada bangunan, sebaiknya dilakukan pemilihan material yang lebih ringan, maka Baja Ringan lah solusinya. Perancangan ini bertujuan menentukan jenis profil Channel atau Double Channel yang dapat digunakan pada setiap elemen rangka kuda-kuda berdasarkan nilai gaya dalam yang dihasilkan juga mengetahui stabilitas elemen rangka atas kelemahan yang terjadi sekaligus menentukan bentuk struktur rangka atap yang dapat diaplikasikan yang bermanfaat sebagai rekomendasi dalam mendisain struktur rangka atap baja ringan untuk bentang yang panjang. Untuk ketepatan, menghindari kegagalan dan mempermudah dalam Perancangan, perancangan dianalisis dengan program SAP2000 dan studi-studi pustaka yang mendukung. Perancangan ini menggunakan tipe truss double fink dengan rentang teoritis 16 m pada sudut 25 dengan Komponen yang digunakan adalah profil Channel C75.100. Hasil yang diperoleh dari analisa program SAP2000 adalah diketahuinya batas nilai gaya batang pada setiap elemen sehingga setiap elemen batang dapat ditentukan profil yang tepat untuk diaplikasikan didalamnya.
Besar kecil nya budget yang dikeluarkan untuk renovasi atap tergantung peilihan bentuk atap dan rancangan nya. saat ini, bentuk atap kian beragam mulai dari atap limas, atap pelana, atap standar dan masih banyak lagi. pilihlah jenis bentuk atap sesuai dengan konsep hunian Sobat Builders.
Selanjutnya, hal yang harus diperhatikan adalah material atap yang digunakan. Pilihlah material atap dengan harga terjangkau yang berkualitas dan awet untuk jangka panjang hingga puluhan tahun sehingga meminimalisir kerusakan dan meringankan biaya perawatan.
Dalam renovasi atap, tukang yang ahli sangat diperlukan demi kelancaran renovasi. Jika tukang yang dipilih asal atau tidak berpengalaman, maka siap-siap dalam waktu dekat atap Sobat Builders akan direnovasi kembali.
Proses pemasangan rangka rumah dari baja ringan ternyata memiliki proses yang lebih cepat karena menggunakan beberapa metode, yaitu metode pre-fabrikasi dan semi-fabrikasi, dimana keduanya melibatkan proses pembentukan baja ringan sebelum digunakan. Metode pertama yaitu pre-fabrikasi, di mana baja ringan sudah diukur dan dibentuk di pabrik. Ukurannya sudah diperhitungkan secara komputerisasi, sesuai dengan kebutuhan masing-masing ruangan, Jadi di lokasi pembangunan para tukang bisa langsung memasang rangka baja, tanpa perlu melakukan pengukuran dan pemotongan. . Sementara metode semi-fabrikasi adalah metode yang bersifat manual tanpa bantuan komputerisasi. Dimana sebagian baja diukur dan dipotong di lokasi bangunan. Agar bisa dipastikan pas dengan kebutuhan rancangan.
Walaupun harga baja ringan lebih mahal dibandingkan material lainnya, tapi baja ringan unggul dalam waktu pengerjaan yang kebih cepat dibandingkan material yang lain, sehingga dengan waktu yang singkat, biaya yang dikeluarkan tidak besar.
Proses pembuatan baja ringan tidak menggunakan panas, sehingga menghasilkan baja yang ringan, tipis, dan memiliki nilai tegangan tarik yang tinggi. Tegangan tarik berbanding lurus dengan kekuatan baja ringan untuk menopang beban. Baja ringan setebal 1 mm memiliki memiliki kekuatan yang sebanding dengan baja konvensional dengan ketebalan 3 mm lebih. Sifat baja yang ringan ini akan mempermudah proses distribusi material selama pembangunan di lapangan, tidak memerlukan alat berat untuk proses distribusi tersebut.
Bila proyek rumah berada pada lokasi yang rawan gempa, maka baja ringan cocok untuk digunakan daripada material kayu dan batu. Hal ini dikarenakan konstruksi baja ringan tahan terhadap guncangan, strukturnya yang fleksibel memungkinkan baja ringan untuk bergerak mengikuti guncangan, sehingga material ini tidak mudah roboh atau rusak saat terjadi gempa. Selain itu, baja Ringan memiliki sifat yang jauh lebih baik dibandingkan kayu saat menghadapi panas. Tetapi harus diperhatikan saat memilih baja ringan untuk memilih baja ringan berkualitas tinggi, dikarenakan jika tidak baja ringan mempunyai ketahanan yang kurang kuat.
Jika rangka rumah dibuat dari beton, maka proses renovasi akan lebih sulit, dikarenakan proses perombakan akan semakin sulit. Kemudian sisa-sisa beton yang dirombak harus dibuang, tidak dapat digunakan kembali. Sementara baja ringan, memiliki proses rombak yang lebih mudah, jikalau terdapat baja ringan yang tersisa, harga jualnya tetap tinggi.
Padahal selalu ada kisah penebangan pohon yang bisa jadi sadis di balik banyaknya pemasaran kayu yang besar. Karena mau tidak mau ada pengrusakan lingkungan bila tidak dilakukan pelestarian lebih lanjut. Sementara itu, jika penggunaan bahan kayu dilanjutkan terus menerus seiring dengan bertambahnya manusia dan kebutuhan bangunan rumah, lingkungan akan perlahan rusak dengan sendirinya.
Memang, kayu belum bisa ditinggalkan sama sekali dari pembuatan konstruksi rumah. Namun harganya yang terus melambung dan ketersediaanya yang semakin berkurang membuat kita harus mencari alternatif penggantinya, yakni dengan baja ringan.
Atap adalah mahkota dari sebuah bangunan. Bukan saja dari segi estetis, atap sangat krusial dipikirkan dalam sisi fungsinya. Dalam perencanaannya, atap harus ditentukan sejak awal. Apakah bentuknya cocok dengan bentuk bangunannya, apakah atap bisa melindungi bangunan Anda dari panas, hujan, dan badai? Perencanaan atap rumah harus ditentukan secara matang agar dapat memberi rasa nyaman bagi penghuninya. Berikut bentuk-bentuk atap yang bisa membantu Anda dalam merencanakan konstruksi baja ringan.
Atap pelana dapat dikatakan sebagai atap yang paling sederhana. Anda akan mendapati sisinya hanya dua sisi miring dan sisi lainnya berupa gunungan. Namun demikian bentuk atap ini cukup banyak digemari sejak lama, bahkan sampai sekarang. Untuk atap pelana, dibutuhkan kemiringan kurang lebih 35 derajat.
Bentuk atap ini adalah pengembangan dari atap pelana. Sisi atapnya yang panjang berbentuk trapesium, dan gunungan yang di bagian pelana diganti dengan bentuk miring segitiga. Sehingga keempat sisinya terlihat 4 sisi bidang miring.
Setelah membahas bentuk-bentuk atap, mari kita menyelam lebih dalam pada karakteristik baja ringan yang akan Anda gunakan sebagai atap bangunan. Baja ringan merupakan istilah yang digunakan untuk mendefinisikan material dari baja yang tipis. Baja ringan bisa dikatakan mirip dengan besi karena unsur utamanya mengandung besi (Fe), hanya kadar karbonnya saja yang berbeda.
Karena itulah baja memiliki sifat daya tahan yang baik pada panas, karat, dan goresan atau gesekan. Menurut ahli, baja memiliki kekuatan yang besar dengan masa yang kecil. Baja juga tahan pada oksidasi dan densitas yang besar.
Namun meskipun ringan, baja ringan memiliki kompensasi ketipisan tersendiri. Bentuk tipis baja ringan berkisar antara 0,3 milimeter sampai dengan 1 millimeter. Nah, dengan demikian untuk penggunaan atap, dibutuhkan baja ringan bermutu tinggi atau yang biasanya berstandar G550 (5500 kg/cm2) atau biasa disebut High Tension Steel.
Ketika memilih baja ringan, maka jangan pernah lupakan tentang bracing. Bracing merupakan pengaku dari keseluruhan struktur. Sebab, meskipun baja ringan memiliki komponen dasar baja bermutu tinggi, bila tanpa bracing, struktur rangka atap bisa gagal. Hal ini dikarenakan kekuatan baja ringan lebih lemah dibandingkan balok kayu.
Ada sejumlah bracing yang wajib diketahui, diantaranya adalah bottom chord bracing atau pengaku batang bawah, top chord bracing atau pengaku batang atas yang biasanya berupa reng, Lateral Tie, dan diagonal Web Tie dan Strap Brace yang berupa pita baja untuk menahan gaya angin ataupun gempa yang bekerja pada sistem kuda-kuda.
Peraturan bangunan di negara yang berstandar baik seperti Jepang, Amerika, Australia, maupun Malaysia pun sudah mewajibkan pemasangan bracing secara lengkap. Sebab ketidaklengkapan struktur bracing dapat membuat struktur menjadi timpang dan bisa berakibat fatal pada bangunan.
Dari tabel di atas sedikit banyak membuktikan bahwa menggunakan baja ringan memiliki keunggulan dibandingkan dengan menggunakan kayu. Namun tetap saja dalam mengaplikasikan perencanaan konstruksi atap baja ringan, dibutuhkan keahlian khusus agar terselesaikan dengan sempurna. Sehingga dalam melancarkan rencana pembangunan, Anda cukup menyerahkan desain arsitektur dari bangunan tersebut, atau Anda mengundang aplikator tersebut untuk mensurvei bangunan anda dan mereka akan membuat rancangan atap dengan menggunakan software khusus yang hasilnya lebih akurat.
Untuk menghitung keperluan baja ringan sendiri, Anda harus menghitung volume yang dibutuhkan sesuai dengan ukuran rumah. Jika ukuran rumah 610 dengan overstek atap dengan panjang 1 meter sekitar 35 derajat.
3a8082e126