Indonesia Peringkat 28 Korban Malware Di Dunia

0 views
Skip to first unread message
Message has been deleted

Carla Wykes

unread,
Jul 14, 2024, 3:28:14 AM7/14/24
to thyoustanundo

Pada akhirnya, dia bisa mengakses akun bank dan mencuri semua saldo korban. Yang berbahaya, malware ini tak membutuhkan kontrol tersentralisasi untuk menyelesaikan transaksi, yang biasanya merupakan kelemahan malware lain.

Indonesia Peringkat 28 Korban Malware di Dunia


Download Zip > https://lpoms.com/2yX7P5



Indonesia bukan peserta Perang Dunia Kedua, namun dari sekitar 62,5 juta jiwa yang tewas di seluruh dunia akibat perang itu, Indonesia menduduki peringkat keempat dengan korban jiwa total sekitar 4 juta orang atau sekitar 6 persen dari total penduduk di tahun 1939. Indonesia hanya kalah dari Uni Soviet (hampir 24 juta), China (lebih dari 19 juta) dan Polandia (sekitar 5 juta jiwa). Sekitar 2,5 juta orang Indonesia itu tewas akibat kelaparan, dan sekitar satu juta orang tewas akibat kerja paksa. Generasi milenial di Indonesia tampaknya tidak bisa membayangkan kekejian bala tentara Jepang itu. Jika China dan Korea (Utara maupun Selatan) sampai kini terus mewaspadai kemungkinan bangkitnya militerisme Jepang, mereka memang punya alasan kuat untuk itu.

Prajurit dari berbagai jenjang kian banyak tewas. Sampai hari ini sudah 55 orang meninggal dunia. Untuk pertama kali, tambahan pasukan Indoenesia yang terjangkit menembus 100 orang hari ini, persisnya 107 orang. Tak ada tambahan satu pun yang pulih atau sembuh. Korban terjangkit coronavirus (confirmed cases) di Indonesia mencapai 686 orang, mendekati jumlah korban di beberapa negara Eropa yang sudah menjadi pusat pandemik seperti Yunani, Finlandia, Polandia, dan Luksemburg. Yang masih terbaring di rumah sakit (active cases) sebanyak 601 orang.

Dengan tambahan 21 pasien, maka jumlah pasien corona di Indonesia pun sama dengan Filipina, menjadikan posisi Indonesia naik ke peringkat 35 dunia. Sebelumnya, Indonesia berada di peringkat ke-42, dari total 142 negara di dunia yang mengonfirmasi adanya infeksi virus ini di wilayahnya.

Salah satu jenis malware yang banyak digunakan oleh penjahat siber saat ini adalah ransomware. Jenis malware ini merupakan perangkat lunak berbahaya yang mengancam korbannya dengan memblokir atau menghancurkan akses data maupun sistem penting hingga korban harus membayarkan tebusan.

Sedangkan dalam skala regional, Indonesia menempati peringkat ke-5 setelah Filipina. Adapun, Malaysia menjadi negara dengan skor keamanan siber tertinggi di Asia Tenggara, yakni 79,22 poin. Dengan skor tersebut, Malaysia menduduki peringkat ke-22 di dunia.

Ini menjadikan LockBit menempati peringkat ke-4 sebagai grup pelaku serangan ransomware terbesar di dunia, sejajar dengan BlackCat. Adapun, REvil menempati peringkat satu dalam daftar dengan proporsi serangan ransomware mencapai 11,5%.

Di dunia modern, HIV menjadi salah satu virus mematikan yang dijuluki sebagai 'Pembunuh Terbesar.' Virus ini sebenarnya sudah dikenali sejak tahun 1980-an. Menurut Amesh Adalja, seorang dokter penyakit menular dan juru bicara Masyarakat Penyakit Menular Amerika, penyakit menular yang memakan korban terbesar adalah HIV karena diperkirakan sudah sekitar 32 juta orang yang telah meninggal sejak virus ini pertama kali dikenali.

Cybercrime dapat dilakukan lintas benua sebab internet dapat menghubungkan komputer-komputer di berbagai belahan dunia. Hal ini tentu menyebabkan pelaku dan korban kejahatan dapat berasal dari seluruh dunia.

Ransomware adalah malware yang disusupkan untuk menginfeksi komputer dan mengambil data korban. Kemudian, pelaku meminta uang tebusan dengan mengancam korban karena telah mengambil data penting korban.

Secara keseluruhan, 22,1% pengguna diserang oleh ancaman yang ditularkan melalui web selama periode Q3 2023. Hal ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-93 di dunia dalam hal bahaya yang terkait dengan penjelajahan web.

Jakarta, Beritasatu.com - Dari hari ke hari, korban meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona terus meningkat. Sampai saat ini tercatat 191 orang meninggal dari 2.092 yang terinfeksi corona (9,13 persen). Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 dokter ikut meninggal atau mencapai 8,42 persen.

Setelah Italia, Inggris menempati peringkat kedua dengan 10,29 persen, disusul Belanda 9,93 persen dan Spanyol 9,42 persen. Sampai saat ini, jumlah korban meninggal di seluruh dunia mencapai 61.649 orang dan jumlah yang terinfeksi 1.153.047 atau 5,35 persen.

Tiongkok sebagai negara pertama yang mencatat korban meninggal di dunia tercatat memiliki persentase kematian 4,07 persen. Jumlah korban meninggal di Tiongkok tercatat 3.326 dari jumlah korban terinfeksi 81.639 dan kini berada di peringkat ketujuh dunia. Korban meninggal di Italia, Spanyol, Amerika, Prancis, Inggris, dan Iran, telah melampaui Tiongkok.

Sementara itu, hingga semester I-2022, aktivitas serangan dunia maya di Indonesia telah mencapai 714.170.967, dengan aktivitas terbesar serangan dunia maya terjadi pada bulan Januari, yakni 272.962.734 kali.[5] Kaspersky juga mendeteksi serangan dunia maya di Indonesia selama Januari-Maret 2022 mencapai 11.802.558. Hal ini membuat Indonesia menjadi negara di Asia Tenggara yang paling berisiko terkena ancaman serangan internet, sedangkan di dunia, Indonesia berada di peringkat ke-60.[6]

Serangan dunia maya menyasar pada sistem cloud, jaringan, dengan tujuan mencuri data dan membajak lalu lintas layanan. Alat yang digunakan berupa malware, injeksi Structured Query Language, Phishing, Man-in-the-middle, Denial of service, DDos, serangan terhadap domain name system (DNS), dan Drive-by.

Injeksi bahasa kueri terstruktur (SQL) melibatkan penyuntikan kode berbahaya ke dalam aplikasi berbasis data melalui kueri SQL untuk mendapatkan informasi pribadi. Phishing melibatkan permintaan informasi pribadi sensitif melalui email resmi perusahaan. Man-in-the-middle adalah praktik menyadap komunikasi antara dua individu untuk mendapatkan data, sering kali dilakukan melalui jaringan WiFi yang rentan atau dipertanyakan. Penolakan layanan adalah serangan di Internet yang dimaksudkan untuk mengganggu atau mencegah pengguna lain mengakses layanan sistem yang terkena dampak serangan tersebut..[9] Kemudian DDos berupa serangan massif dengan memborbardir permintaan data secara simultan ke server yang menjadi target sasaran. Serangan dunia maya juga bisa terjadi dengan membangun terowongan dan menggunakan akses yang tersedia secara terus-menerus. Terakhir adalah Drive-by, ketika seseorang mengunjungi laman tertentu dan mengunduh informasi tertentu sehingga komputer terinfeksi malware.[1]

Tanpa solusi anti-ransomware, malware akan menyebar ke sistem rentan lainnya dengan cepat, terkadang hanya dalam beberapa menit. NGAF dengan Endpoint Secure dapat dengan cepat mengisolasi sistem yang terinfeksi dari jaringan untuk mencegah hal ini terjadi. Dalam beberapa kasus, sistem yang terinfeksi mungkin perlu beroperasi untuk keperluan bisnis dan tidak dapat diisolasi. NGAF Sangfor dapat mengidentifikasi koneksi yang tidak biasa atau tidak sah yang melewati titik akhir di seluruh segmen jaringan. Koneksi tersebut dapat diakhiri untuk mencegah penyebaran malware di seluruh segmen jaringan. Dan Sangfor NGAF adalah satu-satunya firewall yang secara grafis dapat menampilkan koneksi yang diizinkan, mencurigakan, dan berbahaya secara real-time, meningkatkan statusnya sebagai solusi keamanan dunia maya terdepan dalam proses pembasmian melawan malware dan ransomware.

Tidak ada target khusus terkait serangan ransomware karena semua bisnis - dari perusahaan kecil dan menengah hingga perusahaan besar - mungkin berada di garis bidik. Sebanyak 236,1 juta serangan ransomware di seluruh dunia dilaporkan selama paruh pertama tahun 2022 saja dan penelitian menyatakan bahwa 54% responden mengindikasikan penggunaan penipuan phishing sebagai penyebab paling umum dari pelanggaran ransomware. Siapa pun bisa menjadi korban serangan ransomware - itulah sebabnya penerapan langkah-langkah keamanan siber yang tepat sangat penting bagi Anda dan organisasi Anda.

Sebagai informasi, penyakit mematikan ini telah menyebar ke 510 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia. Pemerintah masih memantau 82.156 orang berstatus suspek Covid-19. Berdasarkan data statistik Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, kasus Covid-19 Indonesia kini berada di peringkat 19 dunia.

Ditemukan juga bahwa bidang bisnis manufaktur, perdagangan grosir dan eceran, serta jasa profesional dan hukum adalah tiga sektor yang paling terpengaruh oleh serangan ransomware di Indonesia. Dari laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa ransomware-ransomware telah menjadi masalah bagi bisnis di seluruh dunia selama setahun terakhir. Khususnya, jumlah pembayaran dalam kasus yang ditemukan oleh Unit 42 adalah $7 juta. Selain itu, laporan tersebut juga menyatakan bahwa kelompok ransomware menggunakan teknik ransomware dengan lebih efektif. Tujuannya adalah untuk menekan organisasi untuk membayar uang tebusan. Taktik ini termasuk enkripsi, pencurian data, layanan siaran, dan pelecehan terhadap korban. Pencurian data, sering dikaitkan dengan situs kebocoran web gelap, adalah taktik pemerasan yang paling umum. Dalam hal taktik pencurian data, mereka digunakan oleh 70 persen grup ransomware pada akhir tahun 2022, naik 30 poin persentase dari tahun sebelumnya. Perluas keamanan siber, kejahatan dunia maya, dan citra malware.

aa06259810
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages