Skenario Film Pendek Sekolah

0 views
Skip to first unread message

Annette Fazzari

unread,
Aug 4, 2024, 12:00:27 PM8/4/24
to therdockritab
Naskah drama merupakan perpaduan dua kata naskah dan drama. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V, naskah adalah karangan yang masih ditulis dengan tangan. Sementara drama merupakan cerita atau kisah, terutama yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater.
Endraswara (2011) mengemukakan bahwa naskah drama adalah kesatuan teks yang membuat kisah. Secara etimologis, kata drama berasal dari bahasa Yunani yakni draomai. Pada masa kolonialisme Belanda, drama juga disebut tonil yang kemudian berubah lagi menjadi sandiwara.
Andi: Hahaha, kau ini tahu saja. Aku memang mau menceritakan mimpiku. Namun, mimpiku kali ini bukan seaneh yang dulu. Kali ini, mimpi yang aku wujudkan ini lebih realistis. Aku ingin jadi penulis novel, Shan. Tepatnya menjadi penulis novel fantasi. Kamu tahu sendiri kan kalau ini tukang ngayal. Jadi, aku yang menjadi penulis novel fantasi adalah yang bisa aku wujudkan.
Shani: Yaelah, Ndi. Naskah kamu kan cuma disuruh direvisi; bukan ditolak. Jadi, naskah kamu masih punya peluang buat diterbitkan oleh penerbit. Lagian, jika tidak diterbitkan di penerbit yang kamu tuju itu, kamu masih bisa kirim ke penerbit lain. Iya, kan
Andi pun kembali merevisi naskah novelnya tersebut. Shani sebagai sahabatnya pun terus memberi dukungan dan memberi masukan kepada Andi. Cerita pendek, novel karangan fantasi Andi pun diterbitkan dan digemari oleh banyak pembaca.
Jono: Iya, kemarin saya mendengar kabar burung, tetapi saya tidak mengetahui siapa anak yang ditahan tersebut.
Nina: Katanya sih, kalau tidak salah dengar yang ditangkap polisi itu si Riko anak kelas sebelah.
Bayu: Katanya sih, dia tidak sampai dipenjarakan karena masih di bawah umur. Dia hanya akan melewati tahap rehabilitasi dan kedua orang tuanya perlu diselidiki lebih jauh terkait ketidaktahuan mereka tentang anaknya yang sudah berulang kali menggunakan obat terlarang tersebut.
Liyana: Semoga saja, perjalanan hidup kita masih panjang. Usia kita sekarang ini merupakan usia di mana kita menemukan jati diri dan merencanakan masa depan. Sangat disayangkan jika tindakan buruk yang kita perbuat sekarang dapat menghancurkan masa depan kita.
Jono: Mari kita bersama-sama saling mendukung dan mengingatkan supaya kita tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang akan merusak masa depan kita. Kuatkan iman dan terbuka kepada orang tua, keluarga, dan teman terdekat jika ada masalah agar kita tidak depresi dan memicu kita melakukan perbuatan terlarang seperti mencoba menggunakan narkotika!
Dita: Nanti kita kerjakan tugas di tempat biasa ya teman-teman.
Didit: Di balai desa atau di rumah Danu?
Dita: Di balai desa saja.
Diba: Baiklah teman-teman, kalau begitu saya pulang ganti baju dan makan dulu baru saya ke balai desa.
Setelah mereka semua pulang ke rumah masing-masing dan jam menunjukkan pukul empat sore, Diba, Dita, dan Didit segera berangkat menuju balai desa. Hanya Danu yang tidak berangkat karena sepulang sekolah ia tertidur pulas dan lupa jika sudah sepakat mengerjakan tugas.
Di Balai Desa
Mereka berempat mengerjakan tugas bersama terlebih dahulu sembari menunggu kedatangan Danu. Setelah jam tangan Dadang menunjukkan angka pukul 5:30 sore, terlihat dari jauh anak laki-laki terengah-engah berlari membawa tas.
Suatu hari lima sekawan sedang bermain bola di lapangan desa tempat mereka tinggal. Mereka memang sering bermain bola sore hari di lapangan tersebut. Saat ini, mereka sedang beristirahat di pinggir lapangan.
Anton: (tersenyum meringis) Aku tidak membawa bekal. Ibuku pagi-pagi sekali sudah bekerja karena abangku akan masuk SMA. Oleh karena itu, ayah dan ibu harus giat mencari uang. Jadi, ibuku tak sempat memasakkan aku dan membawakanku bekal (sedih).
Ehsan: Begini saja, bagaimana kalo kita memakan menggunakan daun pisang? Jadi, makanan kita nantinya dituang ke daun pisang itu. Biar kita semua bisa makan bareng-bareng.
Dodi: Ide bagus tuh. Ayo!
Setelah mengadakan Pelatihan Penulisan Skrip Dokumenter Pelajar pada akhir Januari 2023 silam, dengan proses yang masih merangkak pelan, Yayasan Gairah Sinema Muda dan Festival Film Purbalingga (FFP) giliran mengadakan Pelatihan Penulisan Skenario Film Pendek Pelajar SMA dan SMK Banyumas Raya.
Pelatihan yang seharunya diikuti sembilan undangan sekolah, pelajar dan guru pembina ekskul sinematografi, hanya tujuh sekolah yang hadir. Kegiatan ini digelar pagi hingga sore pada Sabtu, 25 Maret 2023 di Kebon Dalem Waroeng dan Wedangan Kalikajar Purbalingga.
Sekolah yang mengikuti antara lain, SMA Negeri 1 Kejobong Purbalingga, SMK Darul Abror Bukateja Purbalingga, SMK YPLP Perwira Purbalingga, SMA Negeri Kutasari Purbalingga, SMK HKTI 2 Purwareja Klampok Banjarnegara, SMK Negeri 1 Banyumas, dan SMA Negeri 3 Purwokerto.
Selain berteori, peserta pelajar dua anak masing-masing sekolah dan guru pembina ekskul sinematografi tersebut juga dipertontonkan beragam film-film pendek, dan dibekali puluhan tontonan film sebagai referensi.
Setelah teori dan pemutaran film-film pendek, ada sesi peserta menuliskan ide cerita kemudian mereka mempresentasikannya satu persatu. Masih terasa dangkal ide-ide cerita yang mereka tulis secara spontan, butuh proses dan waktu untuk mempertajam intuisi masing-masing.
Dunia sinematografi sudah menjadi bagian dari perjalanan karir seni kreatif Faizin (35), guru Bahasa Indonesia dan juga kepala perpustakaan di SMK NU Slawi yang telah menelurkan 49 karya film dari berbagai jenis dan berhasil menyabet 17 nominasi prestasi dari 13 judul filmnya.
Pria yang akrab disapa Faiz ini lebih banyak melibatkan peserta didiknya di SMK NU Slawi dalam proses penggarapan filmnya. Hal tersebut dimaksudkan agar murid-muridnya bisa memiliki tambahan bekal pengetahuan dan pengalaman pada proses pembuatan film yang tidak saja menuntut kreatifitas dan seni, tapi juga kerjasama yang baik sebagai sebuah tim kerja.
Ketertarikannya dalam pembuatan karya film ini berawal dari dunia seni teater yang ia lakoni selama duduk di bangku kuliah di Universitas Pancasakti (UPS) Tegal. Ia bahkan mendirikan komunitas teater di kampus tempatnya belajar yang ia beri nama Teater Akar untuk menuntaskan hasratnya sebagai pemain drama sekaligus penulis cerita.
Faizin lahir di Desa Tembok Luwung, 24 Desember 1986 dari pasangan Dulkodir dan Sanidah. Ia adalah anak terakhir dari enam bersaudara. Faizin bersama istrinya, Trisna Kusumaningtyas dan putri semata wayangnya Khansa Tsabita Faizin tinggal di Tembok Luwung RT40/RW08, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.
Adapun jenjang pendidikan menengah atas ia tuntaskan di SMK NU 1 Slawi pada tahun 2002-2005 yang kemudian dilanjutkan dengan menempuh pendidikan tinggi di Universitas Pancasakti (UPS) Tegal mengambil jurusan pendidikan Bahasa Indonesia pada tahun 2005-2009. Di UPS Tegal, Faiz dinobatkan sebagai wisudawan terbaik. Di tahun 2014-2017 Faizin berkesempatan melanjutkan pendidikan magisternya dengan mengambil jurusan pendidikan bahasa Indonesia di Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Pengalaman kerja pertamanya adalah sebagai guru di SMK NU 1 Suradadi tahun 2008-2009. Di tahun 2009-2011 ia beralih mengajar ke MTs Al Kamal Tarub. Adapun profesinya sebagai guru tetap ia peroleh di SMK NU Slawi sejak 2010 hingga sekarang.
Sebagai kader pemuda, Faiz aktif di berbagai kegiatan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, dari pengurus Masjid At-Taqwa Tembokluwung, Karang Taruna Desa Tembokluwung, hingga lembaga media PC Ansor Kabupaten Tegal.
Di usia remaja, Faiz sudah tertarik dengan dunia fotografi, termasuk saat aktif di dunia seni peran Teater Akar yang ia dirikan semasa kuliah. Kemampuannya menulis skenario film ia peroleh dari pengalamannya dalam membuat skenario pementasan teater.
Menurutnya, pembuatan naskah film tak ubahnya seperti penulisan naskah drama pada pementasan seni teater. Penulis naskah harus bisa menentukan dinamika yang akan diciptakan dalam setiap pembabakan dan kemudian bagaimana membangkitkan gairah atau kehidupan pada setiap plot tersebut dengan mendetailkan emosi agar bisa dirasakan penonton atau pemirsanya hingga membentuk satu rangkaian alur kisah yang utuh dan jelas.
Dan tahun 2010 menjadi debut awalnya membuat skenario film berjudul Aku Nyontek. Dari sini Faiz mulai tertarik dengan dunia sinematografi dan baru di tahun 2012, ia mulai menekuni dunia seni perfilman digital setelah menggarap film Cincin Cinta Amanah.
Berbeda dengan perannya sebagai pemain sekaligus penulis cerita di bidang seni teater, di sinematografi, Faiz lebih memilih berkarya dibalik layar sebagai penulis naskah sekaligus skrip film yang digarapnya.
Dari pengalamannya membuat dua judul film, di tahun 2014, berbekal peralatan kamera seadanya, Faizin mulai memberanikan diri terjun mengikuti Festival Film Tegal. Meskipun, keberuntungan saat itu belum berpihak kepadanya. Film yang ia garap tidak memenangkan satu pun nominasi yang dilombakan.
Berbekal saran masukan dan kritik dari dewan juri Festival Film Tegal serta belajar teknik perfilman dari berbagai sumber, Faiz terus berbenah, menyempurnakan karya filmnya agar layak masuk dalam ajang kompetisi perfilman.
Setahun kemudian, atau tepatnya pertengahan 2015, saat Pemerintah Kabupaten Tegal menyelenggarakan festival filmnya yang pertama, Faiz mengajukan tiga karya filmnya untuk dikompetisikan. Keberuntungan pun kali ini berpihak kepadanya, di mana salah satu film karyanya berjudul Gadis meraih penghargaan terbaik dengan memborong sejumlah nominasi yaitu sutradara terbaik, pemain terbaik, musik terbaik, dan editor terbaik.
Sebagai seorang pendidik muda bertalenta, Faiz selalu ingin menularkan pengetahuan serta keilmuannya di bidang seni teater, membaca puisi dan fotografi, sampai kemudian ia mendirikan komunitas Nol Koma di pertengahan 2014, sebuah wadah bagi pelajar SMK NU 1 Slawi untuk mengenal dan mendalami kegiatan kesenian yang diampunya.
Hanya berjalan enam bulan, Faiz kemudian merubah komunitas ini menjadi Skanu Film di awal 2015 karena setelah melalui proses penelusuran bakat dan minat, komunitas yang awalnya hanya beranggotakan 8 orang siswa ini lebih menyukai dunia seni peran dalam perfilman.
3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages