telahmenunjuk BSI untuk melakukan penilaian ulangan sertifikasi RSPO terhadap Pabrik Kelapa Sawit dan kebun kelapa sawit. Penilaian ulangan sertifikasi akan dilakukan di 1 (satu) Pabrik Kelapa Sawit dan 1 (satu) kebun kelapa sawit, dan 4 (Empat) KUD sebagai Kebun Plasma. Lokasi perusahaan berada di Kabupaten Bunut Langgam, Pelalawan, Propinsi Riau, Indonesia.
BSI adalah Badan Sertifikasi Management sistem yang terkemuka, dengan lebih dari 60.000 lokasi telah disertifikasi dan mempunyai pelanggan di lebih dari 100 negara. BSI adalah Badan Standar Nasional Inggris (UK) yang juga adalah Badan Sertifikasi Sistem Management yang independent. BSI memiliki kantor Wilayah untuk sertifikasi RSPO di Malaysia dan kantor afiliasi di Indonesia, Singapura, Thailand dan Australia.
Aryo Gustomo sebagai ketua tim penilai (Legal, Aspek Dampak Lingkungan, Praktik manufaktur terbaik untuk pabrik kelapa sawit, Praktik terbaik untuk perkebunan, Penilaian Plasma, Supply Chain di pabrik); Haeruddin sebagai Anggota Tim (Legal, Praktik terbaik untuk perkebunan, Supply Chain di pabrik); Pratama Agung Sedayu sebagai Anggota Tim (Praktik terbaik untuk perkebunan, Kesehatan dan Keselamatan kerja, Lingkungan, Konsultasi Stakeholder Internal, Penilaian Plasma); Nanang Mualib sebagai Anggota Tim (Lingkungan, HCV Management, Sosial, Legal, Penilaian Plasma and Konsultasi Stakeholder Internal dan Eksternal).
Komentar akan diterima dalam waktu 30 hari sejak surat ini dikeluarkan dan akan dipertimbangkan dalam penilaian. Mohon untuk mencantumkan informasi lengkap berikut sekiranya kami bisa melakukan klarifikasi atau tindak lanjut terhadap isu yang muncul dari saudara :
TANA PASER - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Paser Djoko Bawono mengatakan jumlah pemagang STDB ini terus ditingkatkan oleh pemerintah daerah dengan target ada 1.000 STDB baru tiap tahun. Pemkab mengalokasikan anggaran Rp 500 juta dari APBD.
Keberadaan STDB itu, kata Djoko, untuk sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) kepada perkebunan sawit petani di Paser. ISPO adalah program pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. "Manfaat dari ISPO ini sangat banyak buat petani," kata Djoko, Senin (31/7).
Dengan telah terdaftar dalam ISPO, berarti data kebun di Paser sudah semakin baik. Jika nantinya ada bantuan anggaran dari APBN, maka yang sudah ISPO menjadi prioritas karena lahannya telah terverifikasi.
ISPO adalah mandatory dari undang-undang. Permentan Nomor 11/2015 tentang ISPO merupakan regulasi yang wajib diterapkan oleh perusahaan kelapa sawit dalam upaya memelihara lingkungan, meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial, dan penegakan paraturan perundang-undangan di bidang perkelapasawitan.
Djoko menargetkan pada 2025 seluruh kebun masyarakat sudah selesai memiliki STDB dan ISPO. Bahkan dia berharap sebelum tahun 2025 sudah bisa selesai. Kendala pembuatan ISPO ini selain wajib memiliki STDB, biayanya cukup besar untuk mendapatkan label ISPO. Selain itu masih banyak lahan petani swadaya masuk dalam kawasan hutan dan masih banyak petani swadaya yang belum memiliki administrasi legal yaitu tergabung dalam koperasi atau kelembagaan yang terdaftar.
Bupati Paser Fahmi Fadli mengatakan pemerintah daerah terus memfasilitasi kebutuhan petani agar memiliki STDB dan berdampak pada kepemilikan sertifikasi ISPO. Pada 2023 ini juga dialokasikan Rp 90,3 miliar untuk 31 proyek peningkatan jalan usaha tani dan kebun (JUT).
Total ada 80.703 hektare kebun sawit swadaya di Paser. Untuk keseluruhan dengan kebun perusahaan ada 201.168 hektare. Ada 18 pabrik pengolah kelapa sawit, 16 di antaranya masih beroperasi dan dua tidak beroperasi. Total produksi CPO dari keseluruhan mencapai 519.458 ton per tahun. (jib/far)
Hampir sebagian besar tanaman kelapa sawit unggul untuk kepentingan komersial adalah berjenis TENERA. Dimana jenis tersebut dihasilkan dengan menyilangkan DURA dan PSIFERA. Sedangkan jenis sawit yang tidak unggul umumnya berjenis DURA atau PSIFERA.
Mengapa TENERA yang digunakan untuk kepentingan komersil? Karena jenis ini memiliki produksi dan rendeman tinggi, serta pengolahannya tidak merusak mesin. Sebaliknya untuk jenis DURA atau PSIFERA, produktivitas rendah, rendemen 16%, PKO tidak dapat dimanfaatkan karena cangkang tidak dapat dipecahkan dan dapat merusak mesin pabrik.
TENERA yang unggul tersebut hanya dihasilkan oleh sumber benih yang telah memiliki koleksi induk DURA dan PSIFERA terpilih. Sedangkan sawit asalan yang berjenis DURA atau PSIFERA umumnya dikumpulkan langsung dari kebun-kebun produksi (sumber: Dit. perbenihan dan Sarana Produksi).
3a8082e126