[assunnah] >>Malang Nian Nasib Sang Koruptor<<

4 views
Skip to first unread message

past...@cbn.net.id

unread,
Feb 15, 2013, 11:52:43 PM2/15/13
to itt79, tex79, ITT_STTT


MEWASPADAI BAHAYA KORUPSI
http://almanhaj.or.id/content/2673/slash/0/mewaspadai-bahaya-korupsi/

MALANG NIAN NASIB SANG KORUPTOR

Oleh
Ustadz Abu Ihsan al-Atsary
http://almanhaj.or.id/content/3520/slash/0/malang-nian-nasib-sang-koruptor/

Sungguh malang nasib para koruptor itu. Kekayaan hasil korupsi yang
mereka kumpulkan ternyata tidak membawa manfaat apapun bagi mereka.
Harta tidak berkah itu justeru menjadi sumber malapetaka. Di dunia
mereka mendapat kehinaan dan ancaman hukuman yang berat. Di akhirat
kelak telah menunggu siksa yang keras bagi mereka.

Coba lihat akibat buruk perbuatannya, semua manusia mengutuknya dan
mendoakan keburukan atas dirinya. Harta yang diperolehnya juga tidak
membawa berkah. Berapa banyak koruptor yang mati secara tersiksa
karena penyakit yang dideritanya, harta hasil kejahatannya itu habis
terkuras sedikit demi sedikit untuk biaya pengobatan.

Sebagian orang yang silau dengan harta yang menumpuk mengira para
koruptor itu benar-benar bahagia. Mereka mengira para koruptor itu
bisa mendapatkan apa saja dengan harta yang melimpah. Ini adalah
penilaian yang keliru. Siapa bilang hidup para koruptor itu enak!?
Hidup mereka diliputi rasa takut dan khawatir. Takut dan khawatir
kejahatan mereka terbongkar. Hati mereka galau dan senantiasa dalam
kekalutan. Itulah hakikat dosa, yaitu sesuatu yang mengganjal dalam
hatimu dan engkau khawatir orang lain mengetahuinya.
Rasûlullâh Shallallahu ?alaihi wa sallam bersabda:

???????? ??? ????? ??? ???????? ?? ???????? ???? ???????? ???????? ???????

Dosa adalah segala yang mengganjal dalam dadamu dan engkau tidak suka
orang lain mengetahuinya.[1]

Bahkan untuk menutupinya mereka rela melakukan apa saja walaupun harus
berbuat kezhaliman. Begitulah tabi'at kejahatan, bila pelakunya tidak
segera bertaubat, maka kejahatannya itu akan melahirkan kejahatan yang
lain pula.

Begitulah kalau sudah memakan hasil korupsi, bukan kepuasan yang
dirasakan jiwanya namun justru sebaliknya, ia akan semakin rakus dan
tamak layaknya orang kesurupan. Sehingga yang menjadi mottonya adalah
?tiada hari tanpa korupsi? . Seperti pemakan riba yang diumpamakan
oleh Allâh Azza wa Jalla seperti orang yang kerasukan setan.

Tabiat para koruptor ini pun menjadi liar dan ganas, tak pandang bulu
siapa dan apa yang akan menjadi santapannya. Sampai-sampai dana
pembangunan tempat ibadahpun tega ditilep. Sungguh keterlaluan. Rasa
malu berbuat jahat sudah sirna dari hatinya. Akibatnya, dia berbuat
semena-mena. Mata hatinya tertutup bahkan buta, sehingga tidak bisa
membedakan antara yang baik dan yang buruk. Tolok ukurnya serba
terbalik, yang jahat dianggap baik dan yang baik di anggap jahat.

Para koruptor ini sebagaimana para penjahat lain jika tidak bertaubat
sampai matinya maka mereka akan menyandang predikat buruk di dunia, di
alam barzakh dan di akhirat. Ketika para malaikat yang membawa ruhnya
melewati rombongan para malaikat di langit dan ditanya, "Ruh siapakah
yang buruk ini ?" Para malaikat yang membawa ruh ini menjawab, "Ini
adalah ruh fulan bin fulan." Dengan menyebut nama paling buruk yang
pernah disandangnya di dunia[2] .

Tidakkah para koruptor itu merasa kasihan dan iba melihat anak-anaknya
yang bakal menyandang sebutan buruk sepeninggal dirinya? Akan melekat
pada anaknya sebutan ?anak koruptor?!

Para koruptor itu jika mengangkat tangannya tinggi-tinggi berdoa
kepada Allâh bahkan sampai meraung dan menangis, namun do'anya tidak
dikabulkan oleh Allâh Azza wa Jalla . Bagaimana do'anya bisa
dikabulkan, sementara makanan, minuman dan pakaian yang dikenakannya
diperoleh dengan cara yang diharamkan yaitu dengan cara korupsi.
Bagaimana mungkin doanya dikabulkan ? Perhatikanlah sabda Rasûlullah
Shallalahu ?alaihi wa sallam :

... ????? ?????? ????????? ???????? ????????, ??????? ??????? ???????
???????? ???? ????????? ??? ????? ! ??? ????? ! ???????????? ???????
???????????? ??????? ?? ?????? ??????????? ??????? ???????????
????????

? Kemudian Rasûlullâh Shallallahu ?alaihi wa sallam mengisahkan
tentang seorang yang sedang melakukan perjalan jauh, rambutnya kusut
dan kakinya berdebu, ia menadahkan tangannya ke langit, dia berdo?a :
"Ya Rabb? Ya Rabb.., Padahal makanannya haram, minumannya haram,
pakaiannya haram, dan ia tumbuh dengan sesuatu yang haram, maka
bagaimana mungkin do?anya akan dikabulkan ?! [HR. Muslim, no.1015]

Bagaimana hidupnya bisa berkah, anak-anaknya bisa shalih dan shalihah,
bila rongga perut mereka diisi dengan hasil korupsi ? Tumbuh besar dan
berkembang fisiknya dari hasil korupsi ? Bukankah tidak akan masuk
surga daging yang tumbuh dari usaha yang haram ? Begitulah sabda Nabi
kita Shallallahu ?alaihi wa sallam :

??????? ??? ???????? ?????????? ?????? ?????? ???? ?????? ????????
??????? ????

Sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari harta yang
haram. Neraka lebih pantas untuknya.[3]

Tidakkah para koruptor itu takut akan hari kiamat. Saat itu asal-usul
harta akan ditanyakan. Apa jawaban yang bakal diberikan ketika ia
ditanya tentang hartanya, darimanakah ia memperolehnya ? Bisakah ia
mengelak dari peradilan Allâh Yang Maha Adil, Yang Maha Mengetahui
segala hal, baik disembunikan ataupun dinampakkan?

Rasûlullâh Shallallahu ?alaihi wa sallam bersabda :

??? ??????? ??????? ?????? ?????? ???????????? ?????? ???????? ????
???????? ???? ???????? ?????? ????????? ?????? ???????? ??????
????????? ?????? ??????? ???? ?????? ??????????? ???????? ????????
?????? ???????? ?????? ?????? ?????

Tidak akan bergeser tapak kaki seorang hamba pada hari Kiamat sehingga
ditanya tentang empat perkara : Tentang umurnya, untuk apa ia habiskan
? Tentang jasadnya, untuk apa ia gunakan ? Tentang hartanya, darimana
ia mendapatkannya dan kemanakah ia menafkahkannya ? Dan tentang
ilmunya, apakah yang telah ia amalkan.[4]

Di dunia dia mungkin masih bisa menyembunyikan dan menutup-nutupi
kejahatannya dengan berbagai cara. Tapi, pada hari Kiamat nanti, ia
tidak akan mampu menyembunyikannya lagi. Karena pada hari itu, segala
sesuatu akan ditampakkan oleh Allâh Azza wa Jalla . Itulah hari
taghaabun ! Allâh Azza wa Jalla berfirman:

?????? ???????????? ???????? ????????? ? ??????? ?????? ????????????

(Ingatlah) hari (dimana) Allâh mengumpulkan kamu pada hari
pengumpulan, Itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan. (Qs
at-Taghâbun/64:9)

Kemanakah kalian akan menyelamatkan diri, wahai para koruptor ?
Sungguh, tidak ada tempat melarikan diri, tidak ada lagi tempat
bersembunyi seperti dalam kehidupan dunia sekarang ini !

Apakah mereka mengira akan bisa dilepas begitu saja? Sekali-kali tidak
! Satu rupiahpun yang mereka korupsi akan dimintai
pertanggungjawabannya di akhirat!

???????? ?????????? ??????? ?????????????? ??????????? ?????? ?????
???????????? ??? ??????????? ????? ?????? ?????????? ??? ?????????
????????? ????? ????????? ?????? ?????????? ? ?????????? ??? ????????
???????? ? ????? ???????? ??????? ???????

Dan diletakkanlah Kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah
ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka
berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan
perkara kecil dan tidak (pula) perkara besar, melainkan ia mencatat
semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada
(tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang pun. [al-Kahfi/18:49]

Jangan kira, keberhasilan kalian lari dan berkelit dari jeratan hukum
buatan manusia di dunia akan terulang lagi di akhirat ! Kalian tidak
akan pernah bisa lolos. Uang haram hasil kejahatan tindak pidana
korupsi mungkin masih sedikit berguna di dunia, tapi di kehidupan
akhirat. Simaklah firman Allâh Azza wa Jalla:

?????? ??? ???????? ????? ????? ??????? ?????? ???? ????? ???????
???????? ???????

(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali
orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, (Qs
as-Syu'ara'/26:88-89)

Alangkah malunya sang koruptor itu pada hari kiamat nanti, kedoknya
akan tersingkap bak matahari di siang bolong. Manusia akhirnya
mengetahui kecurangannya! Pada hari kiamat nanti akan dikibarkan
bendera untuk menandakan ia adalah sang koruptor!

Nabi Shallalahu ?alaihi wa sallam bersabda :

?????? ??????? ??????? ?????? ??????????? ???????? ???? ?????? ????????

Setiap pengkhianat memiliki bendera tanda pengenal di bagian duburnya
pada hari Kiamat.[5]

Barangkali terlintas dalam benak para koruptor itu, aku kumpulkan
harta sebanyak-banyaknya meski harus korupsi, nanti harta korupsi itu
disedekahkan untuk kebaikan, sehingga impas! Begitu pikirnya! Anggapan
seperti ini jelas salah. Sebab Allâh Maha Baik dan tidak akan menerima
kecuali yang baik-baik.

Rasûlullâh Shallallahu ?alaihi wa sallam bersabda:

??? ???????? ??????? ???????? ??????? ????? ???????? ???? ???????

Shalat tanpa bersuci tidak akan diterima dan sedekah dari hasil
korupsi juga tidak diterima[6].

Bahkan dosa tetap dosa ! Rasûlullâh Shallalahu ?alaihi wa sallam bersabda :

???? ?????? ?????? ???????? ????? ????????? ???? ???? ?????? ????
?????? ?????? ?? ????? ???????? ????????

Barangsiapa mengumpulkan harta haram kemudian ia menyedekahkannya maka
ia tidak memperoleh pahala darinya dan dosanya terbeban atas
dirinya.[7]

Sedekahnya itu tidak bernilai apa-apa di sisi Allâh Azza wa Jalla ,
sementara ia tetap terbebani dosa korupsinya. Jadi, sebenarnya tidak
ada alasan baginya untuk melakukan tindak korupsi. Itu hanyalah waswas
dan bisikan setan yang dianggap baik oleh manusia! Setanlah yang
menakut-nakutinya dengan kemiskinan lalu menyuruhnya melakukan dosa,
yakni korupsi!

Allâh Azza wa Jalla berfirman :

???????????? ?????????? ????????? ?????????????? ??????????????

Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan
menyuruh kamu berbuat kejahatan. [al-Baqarah/2:268].

Namun aneh bin ajaib, para koruptor itu masih bisa tersenyum di
hadapan manusia, seolah tidak berbuat dosa ?

Benarlah sabda Nabi Shallalahu ?alaihi wa sallam :

????? ???? ???????? ????????? ??? ??????

Jika engkau tidak punya malu maka lakukanlah sesukamu ![8]

Apakah budaya malu sudah tidak ada lagi di sini ? Para pembaca lebih
tahu jawabannya !

Demikian sedikit bahan renungan bagi kita semuanya. Semoga tulisan
singkat bisa menggugak kesadaran kita sehingga tidak terjebak dalam
ajak setan yang selalu mengintai celah demi menyesatkan anak manusia.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun XIV/1431/2010M.
Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8
Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
_______
Footnote
[1]. Silakan lihat Shahîhul Jâmi? no. 2880.
[2]. HR Imam Ahmad t dan dishahihkan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah
[3]. HR Ahmad dan ad-Dârimi, serta dishahihkan oleh al-Albâni dalam
Shahîhut Targhîb , no. 1728.
[4]. HR at-Tirmidzi dan ad-Dârimi, dan dishahihkan oleh al-Albâni
dalam Shahîhul Jâmi? , no. 7300.
[5]. Silakan lihat as-Silsilatus Shahîhah, karya al-Albâni, no. 1690.
[6]. Diriwayatkan oleh Muslim (224).
[7]. Hadits riwayat Ibnu Hibban (3367) dan dihasankan oleh al-Albaani
dalam Shahih at-Targhib (880).
[8]. Silakan lihat Silsilah Hadits Shahih (684).


----- End forwarded message -----

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages