SUASANA HARI ARAFAH MENGINGATKAN HARI KIAMAT
Oleh
Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad
http://almanhaj.or.id/content/3414/slash/0/suasana-hari-arafah-mengingatkan-hari-kiamat/
Diantara pelajaran penting dan penuh makna dari pelaksanaan ibadah
haji adalah perkumpulanbanyak orang di tempat penuh berkah yang di
saksikan oleh semua jama'ah haji di hari Arafah.Mereka wukuf di Arafah
sambil mengucapkan talbiyah dan memohon kepada Allâh Azza wa Jalla ,
mengharap rahmat-Nya dan takut akan adzab-Nya, memohon karnunia-Nya
yang berlimpah di hari perkumpulan umatIslam terbesar yang pernah di
saksikan.
Wukuf (di Arafah) mengingatkan kaumMuslimin akan adanya perkumpulan
yang mahabesar nanti di hari kiamat. Kala itu, seluruh manusia dari
yang pertama sampai yang terakhir akan berkumpul untuk menunggu
keputusan Allâh Azza wa Jalla kemudian mereka akan berjalan menuju
tempatnya masing masing. Ada yang mendapatkan nikmat yang kekal dan
adapula yang tertimpa azab yang sangat pedih. Semoga Allah Azza wa
Jalla menjadikan kita termasuk golongan yang pertama.
Ibnul Qayyim rahimahullah dalam sya'ir mimiyyahnya mengatakan :
Sungguh agungnya hari perkumpulan itu
Seperti perkumpulan di hari kiamat, namun hari kiamat itu lebih dahsyat
Kedahsyatan hari kiamat itu sudah tidak diragukan lagi oleh kaum
Muslimin. Allâh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَعُرِضُوا عَلَىٰ رَبِّكَ صَفًّا
Dan mereka akan dibawa ke hadapan Rabbmu dengan berbaris. [al-Kahfi/18:48]
Allâh Azza wa Jalla juga berfirman:
يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَىٰ مِنْكُمْ خَافِيَةٌ
Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Rabbmu), tiada sesuatu pun dari
keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allâh). [al-Haqqah/69:18]
Pada hari kiamat itu, Allâh Azza wa Jalla mengumpulkan semua
hamba-Nya, sebagaimana firman-Nya:
لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ
Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada
keraguan terjadinya. [an-Nisa'/4:87]
Dan Allâh Azza wa Jalla berfirman:
يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ۖ ذَٰلِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِ
(Ingatlah) hari (yang di waktu itu), Allâh mengumpulkan kamu pada hari
pengumpulan (untuk dihisab), itulah hari (waktu itu) ditampakkan
kesalahan-kesalahan. [at-Taghâbun/64:9]
Dan Allâh Azza wa Jalla berfirman:
ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَجْمُوعٌ لَهُ النَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَشْهُودٌ
Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk
(menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh
semua makhluk). [Huud/11:103]
Pada hari perkumpulan itu tidak ada perbedaan antara ummat terdahulu
dan yang terakhir. Semua berkumpul di waktu yang sangat agung itu :
قُلْ إِنَّ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ لَمَجْمُوعُونَ إِلَىٰ مِيقَاتِ
يَوْمٍ مَعْلُومٍ
Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang
yang terkemudian, benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada
hari yang dikenal. [al-Waaqi'ah/56:49-50]
Tidak ada seorangpun yang tidak menghadiri perkumpulan ini, walupun
badannya hancur di ruang angkasa, dan hilang di telan bumi dan di
makan burung dan binatang buas. Semuanya akan di kumpulkan dan tidak
ada cara untuk menghindar. Allâh Azza wa Jalla berfirman:
وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا
Dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorang
pun dari mereka. [al-Kahfi/18:47]
Allah juga berfirman :
أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ
عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Di mana saja kamu berada pasti Allâh akan mengumpulkan kamu sekalian
(pada hari kiamat). Sesungguhnya Allâh Maha Kuasa atas segala sesuatu.
[al-Baqarah/2:148]
إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَٰنِ
عَبْدً الَقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا وَكُلُّهُمْ آتِيهِ
يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا
Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang
kepada Rabb Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allâh
telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan
yang teliti, Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allâh pada hari
kiamat dengan sendiri-sendiri. [Maryam/19:93-95]
Mereka akan di kumpulkan di bumi yang berbeda dengan bumi mereka di
dunia. Allâh Azza wa Jalla berfirman:
يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ
وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ
(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan
(demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang mahsyar)
berkumpul menghadap ke hadirat Allâh yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.
[Ibrahim/14:48]
Bumi yang menjadi tempat berkumpulnya manusia nanti di akhirat telah
dijelaskan oleh Rasûlullâhn. Dalam kitab Shahih Bukhâri dan Muslim
dari Sahal bin Sa'ad Radhiyallahu anhu, ia mengatakan, "Aku telah
mendengarkan Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى أَرْضٍ بَيْضَاءَ عَفْرَاءَ
كَقُرْصَةِ النَّقِيِّ لَيْسَ فِيهَا عَلَمٌ لِأَحَدٍ
Pada hari kiamat kelak, manusia akan dikumpulkan di bumi yang sangat
putih berbentuk bulat pipih dan datar tidak ada tanda (bangunan) milik
siapapun di atasnya. [HR. Bukhâri, no. 6521 dan Muslim, no. 2790]
Maksudnya (mereka di kumpulkan) di atas bumi yang datar, tidak ada
dataran yang tinggi ataupun rendah, tidak ada pegunungan dan bebatuan
dan tidak ada tanda tempat tinggal ataupun bangunan.
Mereka di kumpulkan dalam kadaan tidak mengenakan sandal, telanjang
tidak mengenakan pakaian, dalam keadaan tidak berkhitan. Dalam Shahîh
Bukhâri dan Muslim dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, ia menceritakan
bahwa Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّكُمْ مَحْشُورُونَ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا ثُمَّ قَرَأَ : كَمَا
بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَا ۚ إِنَّا كُنَّا
فَاعِلِين
Sesungguhnya kalian akan di kumpulkan dalam keadaan tidak beralas
kaki, telanjang dan belum dikhitan, lalu beliau Shallallahu 'alaihi wa
sallam membaca firman Allâh Azza wa Jalla : Sebagaimana Kami telah
memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah
suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami lah yang akan
melaksanakannya (al-Anbiya'/21:104). [HR. Bukhâri, no. 3349 dan
Muslim, no. 2860]
Di sebutkan dalam Shahîh Bukhâri dan Muslim dari A'isyah Radhiyallahu
anhuma, ketika Ia mendengarkan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
يُحْشَرُ النَّاسُيَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا قَالَتْ
عَائِشَةُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ
يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ فَقَالَ الْأَمْرُ أَشَدُّ مِنْ أَنْ
يُهِمَّهُمْ ذَاكِ
Manusia akan di kumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang
dan belum dikhitan. Aku bertanya, 'Wahai Rasûlullâh, wanita dan laki
laki semua akan saling melihat satu sama lain? Beliau Shallallahu
'alaihi wa sallam menjawab, 'Wahai 'Aisyah kondisinya mengalahkan
keinginan mereka untuk saling melihat satu sama lain."[HR. Bukhari,
no. 6527 dan Muslim, no. 2859]
Pada hari itu, letak matahari semakin dekat ke manusia sehingga
jaraknya hanya satu mil saja, sementara itu tidak ada tempat bernaung
kecuali naungan Arsy (singgasana Allâh). Diantara manusia, ada yang
mendapat naungan Arsy dan adapula yang terpangganng panasnya matahari.
Panas matahari itumenyengat dan menambah penderitaan serta semakin
menimbulkan kegilasahannya. Kala itu, manusia saling berdesakan dan
saling berhimpitan satu sama lain, sehingga terjadi saling dorong
mendorong, kaki-kaki saling menginjak dan tenggorokan kering karena
kehausan. Sungguh pada waktu itu, manusia mengalami tiga hal yang
sangat berat dalam waktu yang bersamaan yaitu panasnya sengatan
matahari, kerongkongan yang kering serta badan berdesakan. Sehingga
tak ayal lagi, keringat bercucuran dan tumpah ke tanah, sehingga
membasahi kaki kaki mereka sesuai dengan kedudukan dan kedekatan
mereka dengan Rabb mereka. Diantara manusia ada yang keringatnya
sampai ke bahu dan pinggangnya; Dan di antara mereka ada yang
keringatnya sampai ke telinga; Dan ada yang benar-benar tenggelam
dalam keringatnya sendiri.[1] Semoga Allâh Azza wa Jalla memelihara
dan menyelamatkan kita.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , ia berkata, Rasûlullâh
Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :
يَعْرَقُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَذْهَبَ عَرَقُهُمْ فِي
الْأَرْضِ سَبْعِينَ ذِرَاعًا وَيُلْجِمُهُمْ حَتَّى يَبْلُغَ آذَانَهُمْ
Pada hari kiamat, manusia berkeringat, sehingga keringat mengalir ke
bumi tujuh puluh hasta dan menenggelamkan mereka hingga telingga [HR.
Bukhâri, no. 6532]
Dari Miqdad bin al-Aswad , ia mengatakan bahwa Rasûlullâh Shallallahu
’alaihi wa sallam bersabda:
تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُونَ
مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيلٍ فَيَكُونُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ
أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى كَعْبَيْهِ
وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ
إِلَى حَقْوَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا قَالَ
وَأَشَارَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ
إِلَى فِيهِ
Pada hari kiamat, matahari di dekatkan ke manusia hingga kira-kira
sebatas satu mil. Lalu manusia berkeringat sesuai amal perbuatan
mereka, di antara mereka ada yang berkeringat hingga (merendam)
tumitnya; Diantara mereka, ada yang berkeringat sampai
(menenggelamkan) lutut ; Diantara mereka, ada yang berkeringat sampai
(merendam) pinggangnya ; Dan ada yang benar-benar di kendalikan oleh
keringatnya sendiri. (al-Miqdad Radhiyallahu anhu, shahabat yang
meriwayatkan hadits ini) mengatakan, "Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi
wa sallam memberikan isyarat dengan tangan ke arah mulut beliau."[HR.
Muslim, no. 2864]
Sehari mereka berdiri (di padang mahsyar) sama dengan lima puluh tahun
dunia ini.
Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ
مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari
yang kadarnya lima puluh ribu tahun. [al-Ma'arij/70:4]
Disebutkan dalam Shahîh Muslim, Rasûlullâh Shallallahu ’alaihi wa
sallam bersabda:
مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّةٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا
إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ
نَارٍ فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَيُكْوَى بِهَا
جَنْبُهُ وَجَبِينُهُ وَظَهْرُهُ كُلَّمَا بَرَدَتْ أُعِيدَتْ لَهُ فِي
يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ
الْعِبَادِ فَيَرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى
النَّارِ
Tidak ada seorang pun pemilik emas dan perak yang tidak mengeluarkan
zakatnya melainkan di hari kiamat akan di buatkan setrika dari api
yang di nyalakan dalam neraka. Lalu disetrikakan pada perut, dahi, dan
punggungnya, setiap kali setrika itu dingin maka akan di panaskan
kembali untuknya di hari yang setara dengan lima ribu tahun(di dunia)
hingga perkaranya di putuskan, barulah ia melihat jalan keluarnya
apakah akan ke surga atau ke neraka. [HR. Muslim, no. 987]
Namun kondisi ini akan diringankan oleh Allâh Azza wa Jalla bagi
orang-orang yang beriman. Kita memohon karunia kepada Allâh Azza wa
Jalla yang Maha Pemurah.Dalam kitab al-Mustadrak Hakim dari Abu
Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
يَوْمُ الْقِيَامَةِ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كَقَدْرِ مَا بَيْنَ
الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ
Lama hari kiamat bagi orang-orang beriman seperti waktu antara zhuhur
dan Ashar. [al- Mustadrak, 1/84] Dan di shahihkan al-Albâni dalam
Shahîhul Jâmi', no. 8193
Allâh Azza wa Jalla juga akan menaungi orang orang beriman dengan
naungan-Nya di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Allâh
berfirman dalam hadits qudsi :
أَيْنَ الْمُتَحَابُّونَ بِجَلَالِي الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ فِي ظِلِّي
يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلِّي
Dimana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada
hari ini Aku akan menaungi mereka saat tidak ada naungan pada hari ini
selain naungan-Ku.[HR. Muslim, no. 2566]
Pada hari itu, seluruh manusia meminta tolong kepada para Nabi. Mereka
meminta agar diberikan syafa'at di sisi Allâh Azza wa Jalla untuk
segera menentukan dan memutuskan perkara diantara para hamba. Namun
semua nabi menyampaikan alasan tidak bisa memberikan syafa'at kecuali
nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau Shallallahu
'alaihi wa sallam berkata, "Itu untuk saya." Kemudian beliau
Shallallahu 'alaihi wa sallam pergi dan sujud di bawah Arsy Rabbil
alamin, Allâh Azza wa Jalla mudahkan beliau untuk mengucapkan ucapan
syukur dan pujian-pujian yang baik yang sebelumnya tidak pernah di
mudahkan untuk seorangpun, kemudian Allâh Azza wa Jalla berfirman
kepada Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam, "Angkatlah kepalamu !
Mintalah niscaya engkau akan di berikan ! Dan berilah syafa'at niscaya
syafa'atmu (akan didengar) ! Dan di saat itulah Allâh Azza wa Jalla
datang untuk memberikan keputusan untuk para hamba-Nya.
Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ
بِجَهَنَّمَ ۚ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ وَأَنَّىٰ لَهُ
الذِّكْرَىٰ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي
Dan Rabbmu datang,sementara para malaikat berbaris-baris, dan pada
hari itu neraka Jahannam diperlihatkan; dan pada hari itu ingatlah
manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia
(manusia) mengatakan, "Alangkah baiknya kiranya Aku dahulu mengerjakan
(amal saleh) untuk hidupku ini." [al-Fajr/89:22-24]
Dalam sebuah bait syair disebutkan :
تَذَكَّرْ یَوْمَ تَأْتِي اللهَ فَرْدًا وَقَدْ نُصِبَتْ مَوَازِیْنُ الْقَضَاءِ
وَھُتِّكَتِ السُّتُوْرُ عَنِ الْمَعَاصِي وَجَاءَالذَّنْبُمُنْكَشِفَالْغِطَاءِ
Ingatlah ketika engkau datang menghadap Allâh seorang diri
Sementara timbangan untuk amalan telah di tegakkan
Segalayang menutupi maksiat telah dimusnahkan
Sementara dosa datang tanpa ada penutup[2]
Maka marilah kita merenungi hari yang sudah dijelaskan untuk kita;
Kita merenungi kondisi yang sudah diberitakan kepada kita; Hendaklah
kita mempersiapkan segala yang diperlukan dan hendaklahkita senantiasa
bertakwa kepada Allâh, karena sesungguhnya takwa adalah bekal terbaik.
Allâh Azza wa Jalla berfirman di akhir ayat-ayat tentang ibadah haji:
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Dan bertakwalah kepada Allâh, dan ketahuilah, bahwa kamu akan
dikumpulkan kepada-Nya. [al-Baqarah/2:203]
Semoga Allâh Azza wa Jalla menjadikan kita semua termasukpara
hamba-Nya yang senantiasa bertakwa, dan semoga Allâh Azza wa Jalla
melindungi kita semua dari kehinaan dihari kiamat dan kita memohon
dengan karunia dan kemurahan Allâh supaya kita termasuk orang-orang
yang selamat.
[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun XV/1432H/2011M, Penulis
Ustadz Muslim Al-Atsari. Penebit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta,
Jl. Solo –Purwodadi Km 8 Selokaton Gondangrejo – Solo 57183 Telp.
0271-858197 Fax 0271-858196]
_______
Footnote
[1]. Lihat at-Tadzkiratu lil Qurthubi, 1/357
[2]. Lihat kedua bait ini di Attadzkiratu lil Qurthubi(2/18)
----- End forwarded message -----