Mohon informasi, waktu-waktu doa kita di Ijabah oleh Allah berdasarkan
hadis Shahih.
Jazakumullah khairon.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Allah memberikan keterangan waktu-waktu yang mustajabah, keadaan dan
kondisi yang baik serta tempat-tempat mulia, yang apabila digunakan
untuk berdoa akan menjadi sebab dikabulkan doa kita.
Waktu-waktu mustajabah itu di antaranya :
1. Untuk pertahunnya, yaitu do'a di hari Arafah, waktu-waktu di al
Masy'aril Haram bagi haji, malam lailatul qadar pada sepuluh hari
terakhir bulan Ramadhan.
2. Untuk perbulannya, yaitu bulan Ramadhan, terlebih pada sepuluh hari
terakhir.
3. Untuk perpekannya, yaitu hari Jum'at antara duduk imam di atas
mimbar sampai selesai shalat, satu waktu pada hari Jum'at dan ada yang
menyatakan pada akhir waktu Ashar hari Jum'at.
4. Untuk perharinya, yaitu pada waktu menjelang fajar, sepertiga akhir malam.
Adapun keadaan dan kondisi yang dianjurkan untuk berdoa, di antaranya
ialah : doa ketika para mujahidin bertempur di jalan Allah, ketika
turun hujan, setelah wudhu, ketika adzan, antara adzan dan iqamah,
ketika iqamah shalat wajib, keadaan sujud, ujung (akhir setiap shalat
wajib), saat sedang berpuasa, ketika berbuka, doa orang yang berhaji
sampai pulang, doa orang terzhalimi, doa imam yang adil, setelah
membaca al Qur`an, dalam majlis ilmu, dan lainnya.[1]
Ini semua dapat digunakan untuk mendoakan kedua orang tua, mendoakan
anak dan doa apa saja sesuai dengan kebutuhannya.
Sedangkan keadaan seorang hamba yang terdekat dengan Allah, yaitu
waktu sujud. Diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahih-nya dari hadits Abu
Hurairah, beliau berkata :
????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ????????
??? ??????? ????????? ???? ??????? ?????? ??????? ????????????
??????????
Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabb-nya adalah dalam keadaan
dia sujud, maka perbanyaklah doa.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan, keadaan tersebut
termasuk sarana dikabukan doa kita, seperti diriwayatkan Imam Muslim
dan an Nasa-i, dari hadits Abdullah bin Abbas, beliau berkata:
?????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????????????
?????????? ??????? ?????? ????? ?????? ?????? ??????? ?????? ???????
???????? ???????? ??????? ???? ?????? ???? ???????????? ????????????
?????? ?????????? ???????????? ???????? ??????????? ???? ????? ????
????? ????? ????? ?????? ??????? ???? ???????? ???????? ???? ????????
???????? ?????????? ??????????? ????? ???????? ???????? ??????????
????????????? ??? ?????????? ?????? ???? ??????????? ??????
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam membuka sitar dan orang-orang
berbaris di belakang Abu bakar. Lalu beliau Shallallahu 'alaihi wa
sallam berkata : "Wahai manusia, sungguh tidak sisa dari berita
kenabian kecuali mimpi yang bagus yang dilihat seorang muslim atau
terlihat," kemudian (beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam)
berkata,"Ketahuilah, aku dilarang membaca al Qur`an dalam keadaan
ruku' dan sujud. Adapun ruku', maka agungkanlah Rabb kalian; sedangkan
sujud, maka bersungguh-sungguhlah memperbanyak doa, karena pantas
untuk dikabulkan."
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun IX/1426H/2005M
Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo - Purwodadi
Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]
_______
Footnote
[1]. Diringkas dari kitab Tashhih ad Do'a, karya Bakar bin Abdillah Abu Zaid.
WAKTU ANTARA ADZAN DAN IQAMAT
Di antara waktu yang sering kita sia-siakan adalah waktu antara adzan
dan iqamat. Siapa pun yang menggunakan waktu antara adzan dan iqamat
untuk membaca Al-Qur-an, baik mengulang hafalannya maupun
menghafalkannya, niscaya ia akan banyak menghafalkan Al-Qur-an.
Gunakan juga waktu antara adzan dan iqamat untuk berdo'a, sebab do'a
pada waktu ini tidak ditolak. Sebagaimana sabda Nabi shallallaahu
'alaihi wa sallam:
??? ??????? ?????????? ?????? ?????????? ??????????????.
"Tidak ditolak do'a antara adzan dan iqamat." [1]
Seandainya kita menggunakan waktu antara keduanya, bukan saja karena
berharganya waktu ini, tetapi juga ingin mendapatkan pahala bersegera
menuju shalat, maka kita akan mendapatkan banyak manfaat berupa
ketenangan jiwa dan raga, selain manfaat mendapatkan ilmu.
Berusahalah dengan sungguh-sungguh, setelah mengikhlaskan niat karena
Allah Ta'ala, untuk menggunakan waktu dengan hal-hal yang bermanfaat
seperti membaca, menulis, muraja'ah, mudzakarah, dan lainnya.[2]
[Disalin dari buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga "Panduan Menuntut
Ilmu", Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa,
PO BOX 264 - Bogor 16001 Jawa Barat - Indonesia, Cetakan Pertama
Rabi'uts Tsani 1428H/April 2007M]
_______
Footnote
[1]. HR. At-Tirmidzi (no. 212, 3595), Ahmad (III/119, 155, 225),
an-Nasa-i dalam 'Amalul Yaum wal Lailah (no. 67, 68, 69), Ibnu
Khuzaimah (no. 425, 426, 427). Lihat penjelasan Imam Ibnul Qayyim
rahimahullaah tentang hal ini dalam Shahiih al-Waabilish Shayyib (hal.
182-185) dan Zaadul Ma'aad (II/391-392).
[2]. Dinukil dari Ma'aalim fii Thariiq Thalabil 'Ilmi (hal. 43-45),
secara ringkas dan sedikit tambahan.
Selengkapnya baca di
http://almanhaj.or.id/content/2050/slash/0/kapan-waktu-berdoa/
Silakan baca juga:
http://almanhaj.or.id/content/3550/slash/0/baik-dan-halal-adalah-syarat-diterimanya-doa/
http://almanhaj.or.id/content/3149/slash/0/ramadhan-bulan-berdoa/
Wallahu Ta'a A'lam
----- End forwarded message -----