Rumus Kimia (juga disebut rumus molekul) adalah cara ringkas memberikan informasi mengenai perbandingan atom-atom yang menyusun suatu senyawa kimia tertentu, menggunakan sebaris simbol zat kimia, nomor, dan kadang-kadang simbol yang lain juga, seperti tanda kurung, kurung siku, dan tanda plus (+) dan minus (-). Jenis paling sederhana dari rumus kimia adalah rumus empiris, yang hanya menggunakan huruf dan angka. senyawa molekular, rumus ini mengidentifikasikan setiap unsur kimia penyusun dengan simbol kimianya dan menunjukkan jumlah atom dari setiap unsur yang ditemukan pada masing-masing molekul diskrit dari senyawa tersebut. Jika suatu molekul mengandung lebih dari satu atom unsur tertentu, kuantitas ini ditandai dengan subskrip setelah simbol kimia (walaupun buku-buku abad ke-19 kadang menggunakan superskrip). Untuk senyawa ionik dan zat non-molekular lain, subskrip tersebut menandai rasio unsur-unsur dalam rumus empiris.
Konektivitas dari sebuah molekul akan sangat berpengaruh pada sifat-sifat fisik dan kimianya. 2 molekul yang tersusun atas atom yang sama dengan jumlah yang sama (misalnya sepasang isomer) dapat memiliki sifat yang sama sekali berbeda jika atom-atomnya tersambung berbeda atau posisinya berpindah. Dalam beberapa kasus, rumus struktur cukup berguna karena dapat menggambarkan atom mana yang tersambung pada atom mana.
Rumus kimia dapat menjelaskan informasi tentang tipe dan susunan ikatan dalam senyawa tersebut. Misalnya, etana terdiri dari 2 atom karbon yang berikatan tunggal satu sama lain, dengan tiap atom karbon juga berikatan dengan 3 atom hidrogen. Rumus kimianya dapat dituliskan CH3CH3. Contoh lainnya, etena mempunyai ikatan rangkap dua di antara atom karbonnya (sehingga tiap atom karbon hanya berikatan dengan 2 atom hidrogen). Rumus kimia etena adalah: CH2CH2, dapat juga dituliskan H2C=CH2 atau H2C::CH2. Gambar 2 garis atau 2 pasang titik dua menunjukkan ikatan rangkap. Untuk ikatan rangkap tiga, dapat dilambangkan dengan tiga garis atau tiga titik dua (:::). Setiap garis atau titik dua melambangkan satu ikatan.
Apakah Anda familiar dengan senyawa sulfur atau belerang? Ya, keduanya adalah hal yang sama. Sulfur memiliki peran penting bagi keberlanjutan seluruh makhluk hidup yang ada di dunia. Bahkan, dalam tubuh manusia sendiri terdapat sekitar 140 gram darinya.
Jika Anda pernah bepergian ke pemandian air panas, mungkin Anda sempat mencium bau aneh yang khas. Bau tersebut berasal dari belerang. Senyawa ini juga menjadi penyebab aroma menyengat pada bawang putih, telur busuk, dan urin manusia. Meskipun begitu, unsur pembentuk aslinya tidak berbau.
Sulfur adalah unsur kimia non-logam yang diidentifikasi dengan huruf S. Istilah ini berasal dari bahasa Latin yaitu sulpur. Namun, orang Indonesia lebih mengenalnya dengan sebutan belerang. Warnanya berupa kuning terang dan baunya khas layaknya telur busuk.
Walaupun begitu, wujud murni dari sulfur adalah padatan rapuh yang tidak berasa, tidak berbau, dan berwarna kuning pucat. Senyawa ini bereaksi dengan semua jenis logam, kecuali emas dan platinum. Sifatnya tidak larut dalam air dan bukan konduktor listrik yang baik.
Belerang dapat dengan mudah Anda temukan di dekat sumber air panas atau gunung berapi. Jutaan ton belerang diproduksi setiap tahun, sebagian besar untuk pembuatan asam sulfat, yang banyak digunakan dalam industri.
Senyawa ini kini dijadikan sebagai komoditas berharga untuk memproduksi berbagai produk termasuk pupuk dan bahan kimia lainnya. Ia juga merupakan nutrisi penting bagi tanaman, hewan dan manusia karena mengandung protein yang melimpah.
Namun, sulfur menurunkan gas yang bernama sulfur dioksida atau SO2. Sulfur dioksida dihasilkan melalui proses pembakaran bahan bakar fosil. Contohnya antara lain minyak mentah, batu bara, dan bijih logam. Gas ini mudah larut dalam air dan memiliki bau yang tajam.
SO2 berfungsi sebagai pembangkit listrik dalam kegiatan industri. Walaupun begitu, dampaknya cukup berbahaya bagi lingkungan di sekitar. Ia mengakibatkan iritasi pernafasan, hujan asam, kerusakan tanaman, hingga pengaratan.
Senyawa ini memiliki lambang S dalam tabel periodik. Tiga asam amino (sistein, sistin, dan metionin) dan dua vitamin (biotin dan tiamin) adalah senyawa organosulfur. Banyak kofaktor juga mengandung sulfur termasuk glutathione dan thioredoxin dan besi-sulfur protein. Berikut ringkasan rumus kimianya:
Terdapat beberapa jenis siklus unsur dalam biogeokimia, salah satunya adalah siklus atau daur sulfur. Singkatnya, proses ini mengubah hidrogen sulfida menjadi sulfur dioksida lalu menjadi sulfat dan kembali menjadi hidrogen sulfida lagi. Berikut penjelasannya:
Sulfur pada atmosfer kebanyakan berasal dari hasil erupsi gunung vulkanik, pabrik, ataupun pelapukan batuan. Senyawa ini bersentuhan dengan udara sehingga berubah menjadi sulfat atau SO2. Terdapat pula bentuk lain seperti gas H2S atau hidrogen sulfida. Gas ini berasal dari penguraian hewan dan tumbuhan yang mati oleh mikroorganisme seperti bakteri dan jamur.
Di udara, senyawa yang ada terbawa oleh presipitasi. Mereka akan bereaksi dengan oksigen dan air sehingga membentuk asam sulfat atau H2SO4. Unsur ini akan jatuh ke permukaan bumi dan nantinya kita kenal sebagai hujan asam. Penyebab utama terjadinya hujan asam adalah polusi udara dari pabrik atau pembakaran kendaraan bermotor. Namun, fenomena ini akan menyebabkan korosi batu-batuan dan logam.
H2SO4 yang jatuh kedalam tanah oleh bakteri dipecah lagi menjadi ion sulfat yang kembali diserap oleh makhluk hidup. Senyawa ini diambil oleh tanaman dan mikroba hingga berubah bentuk menjadi organik. Lalu, bentuk organik ini dikonsumsi oleh hewan melalui makanan mereka. Dengan demikian, belerang bergerak dalam rantai makanan.
Ketika hewan mati, beberapa belerang terlepas melalui dekomposisi. Sementara, beberapa akan masuk ke dalam jaringan mikroba. Mereka diuraikan oleh bakteri menghasilkan sulfur kembali. begitu seterusnya. Proses siklus ini tidak akan pernah terhenti selama salah satu komponen penting penting seperti tumbuhan, hewan, dan manusia masih ada di permukaan bumi ini.
Belerang amat banyak dimanfaatkan dalam aktivitas industri sehingga penggunaannya sering dianggap sebagai indikator yang paling menentukan keadaan ekonomi nasional. Hampir semua belerang yang dikumpulkan diolah menjadi asam sulfat. Umumnya ia menjadi bahan utama dalam pembuatan pupuk, yakni fosfat dan amonium sulfat.
Kegunaan penting lainnya antara lain produksi pigmen, deterjen, serat, minyak bumi, lembaran logam, bahan peledak, dan baterai. Di samping itu, sulfur yang tidak diolah menjadi asam sulfat digunakan dalam pembuatan kertas, insektisida, fungisida, zat warna, dan produk lainnya.
Daur sulfur memiliki dampak positif bagi lingkungan. Ia dapat memperbaiki aroma, warna, serta struktur tembakau, umbi-umbian, dan bawang merah. Hal ini termasuk bentuk dan ukurannya. Sehingga, jumlah belerang dalam tanah juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
Senyawa ini bermanfaat untuk mengatasi berbagai penyakit kulit seperti jerawat, scabies, kudis, alergi, rosacea, dan ketombe. Ia juga dapat berfungsi sebagai obat sesak nafas dan radang tenggorokan. Maka dari itu, orang-orang percaya bahwa mandi di mata air belerang sangat berguna bagi kesehatan.
Sulfur adalah senyawa yang memiliki banyak keunikan. Unsur aslinya yang tidak berbau dan cenderung berwarna pucat akan berubah ketika bereaksi dengan unsur lainnya. Walaupun turunannya berbahaya bagi lingkungan atau udara, ia tetap memiliki segudang manfaat bagi sekitar.
Solar Industri menyediakan produk pembelian Bio Solar B30 Non-Subsidi resmi Pertamina, dan membuka jasa bunker service untuk bahan bakar Marine fuel oil dan solar. Jika anda tertarik, segera kirim penawaran kepada kami.
Tahukah kamu kalau ada banyak sekali atom-atom dalam kimia? Atom-atom kimia ini dapat bereaksi membentuk senyawa tertentu. Misalnya, atom hidrogen dan dua atom oksigen bereaksi membentuk senyawa H2O (uap air).
Persamaan reaksi kimia adalah persamaan dalam kimia yang menyatakan kesetaraan jumlah zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia dengan menggunakan rumus kimia. Zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia ini terdiri dari zat pereaksi (reaktan) dan hasil reaksi (produk). Selain itu, digunakan juga lambang dalam reaksi kimia.
Nah, banyaknya zat dan lambang yang digunakan dalam reaksi kimia ini akan membuat orang lain bingung dan sulit memahaminya. Oleh karena itu, agar sebuah reaksi kimia dapat dipahami dan diinformasikan kepada orang lain, maka ditulis dalam bentuk persamaan reaksi kimia.
Perlu diketahui, dalam membuat persamaan reaksi kimia agar setara, kamu boleh mengubah jumlah rumus kimianya, yaitu jumlah molekul atau satuan rumus, tetapi tidak boleh mengubah rumus kimia zat-zat yang terlibat dalam persamaan reaksi karena akan mengubah hasil reaksi atau produk yang dihasilkan.
Sebuah persamaan reaksi kimia yang sempurna tidak hanya menunjukkan rumus kimia saja, tapi juga wujud zat yang terlibat di dalam reaksi tersebut. Setiap wujud zat dalam persamaan reaksi disingkat dengan:
Setidaknya, ada lima simbol yang harus terdapat di dalam reaksi kimia, yaitu rumus kimia, wujud zat, koefisien reaksi, angka indeks, dan tanda panah.Supaya kelima simbol ini lebih jelas, simak penjelasan lebih lanjutnya di bawah ini.
Rumus kimia adalah rumus yang terdiri dari pereaksi (reaktan) dan hasil reaksi (produk). Pereaksi atau reaktan biasanya terletak di sebelah kiri dari persamaan reaksi, sedangkan hasil reaksi atau produk terletak di sebelah kanan dari persamaan reaksi.
Sebuah persamaan reaksi kimia tidak boleh ditulis secara sembarangan karena akan menghasilkan pemahaman yang berbeda. Maka dari itu, kamu harus benar-benar memahami cara menuliskan persamaan reaksi kimia.
Letakkan reaktan di sebelah kiri dan produk di sebelah kanan. Jangan lupa tambahkan tanda panah di antara keduanya sebagai penghubung. Dengan begitu, persamaan reaksinya akan terlihat seperti berikut ini.
c80f0f1006