Kalau pun mau seharusnya Bang Momod tentan...@googlegroups.com dong...beliau lebih banyak berkontribusi untuk masyarakat Indonesia di Qatar.. :)
2011/10/17 Tony Gustiar <tony.g...@gmail.com>
udah ada 2 kandidat kuat buat ketua permiqa..:1 Kang Diday2 Bang Taufiq....
2011/10/17 Diday Tea <dida...@gmail.com>
Maksudnya Kang Taufiq kan...?
2011/10/17 Daeng Igo <igo.map...@gmail.com>
Cocok jadi calon ketua Permiqa periode berikutnya nih :)
2011/10/17 Taufiq <mtf...@gmail.com>
berarti sae kang mengundang polemik....cocok jadi politikus hehehe...
2011/10/17 Diday Tea <dida...@gmail.com>
Saya harus konfirmasi lagi nih.. :)Saya membahas tentang sudut pandang dan pemikiran dan mungkin, sedikit melibatkan perasaan pribadi saya.Saya sama sekali tidak bermaksud untuk menilai atau menghakimi orang lain.Saya selalu melibatkan diri saya sendiri dahulu, kalau pun toh ada pembaca yang memiliki kesamaan jalan hidup dan sudut pandang, ya itu tidak menjadi masalah.Tentu saja pemikiran dan sudut pandang dan perasaan akan selalu ada di dalam pikiran dan hati setiap individu, bukan berdasarkan penilaian orang lain.Sekali lagi saya mohon maaf jika mengundang polemik. :)2011/10/17 Ayu Erlina Wibisono <erlinaw...@gmail.com>Saya jadi penasaran krn topik ini dibahas berulang kali... Kalau di Indonesia seperti masalah reshuffle kabinet, dibilang basi, tp diomongin terus...
Yg membuat saya menjadi curious adalah : Apa perlunya kita menilai orang lain sebagai pemenang atau pecundang...
Kecuali kalau saya yg menggaji mereka dan perlu melakukan appraisal untuk work performance...
Tp karena bukan, yaaah menurut saya hanya akan menimbulkan pro-kontra dan debat tidak berkesudahan...
As long as they do their job accordingly, do their responsibility to their environment and do no harm to us... It's not our bussines to judge other people's life...
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel
From: Taufiq <mtf...@gmail.com>Sender: tentan...@googlegroups.comDate: Mon, 17 Oct 2011 08:37:02 +0300ReplyTo: tentan...@googlegroups.comSubject: Re: [tentangqatar] Bekerja di Luar Negeri: Pecundang atau Pemenang?menurut saya mah ga bisa di bilang pecundang atau pemenang, karena tiap orang punya strategi dan sudut pandang yg berbeda....ada yg punya strategi kalah untuk menang, artinya ke LN jadi pecundang dulu untuk mendapat hasil yg jauh lebih baik di masa mendatang (sebagai batu loncatan)...ada juga yg dianggap sebagai pemenang, karena dilihat dari sudut penghasilan & hasil yg di dapat jauh lebih baik dari waktu kerja di DN...contoh sederhana ya....1) seorang yg sudah bekerja di indonesia dengan pendapatan yg jauh lebih cukup, tapi ingin anaknya sekolah di LN biar bahasa inggrisnya native agar anak2nya bisa berkompetisi dengan western (misal), karena di indonesia walaupun sekolah di internasional school, inggrisnya tetep berlogat kedaerahan :) ... lalu bekerja di LN dengan pendapatan yg lebih kecil dari di Indonesia tapi anak2nya sekolah di british stream & tujuan-nya tercapai..orang tersebut berfikir strategis & berkorban dimasa sekarang...untuk meraih harapan - mungkin 20 th mendatang...2) seorg kerja di BUMN lalu di terima kerja di LN dengan gaji berlipat-lipat, padahal dia punya prestasi di BUMN tsb bagus banget...tapi karena ga sabar karena gajinya kecil dia pindah ke LN...20 th kemudian, di LN posisinya paling naik 2-3 level, sedangkan kalo dia tetap bertahan di BUMN tsb dia mungkin sudah menjadi salah satu top mgt di BUMN tsb.....3) contoh paling banyak adalah warga sebelah yg merubah paspornya ke paspor Western..untuk dapet pasport western, warga tersebut mau lho kerja kasar & dibayar murah di negara tsb...lalu berbekal kewarganeagaraan baru tersebut pergi ke middle east dengan gaji standar Western....coba mana yg disebut pecundang & mana yg pemenang? menurut saya ketiga2nya pecundang & dua2nya pemenang, tergantung dari sudut pandang serta waktu menilainya....
2011/10/16 seto bayu <seto.b...@gmail.com>
Bagi saya pribadi, diluar konteks agama, bekerja diluar negeri adalah strategi dalam berkarier..Saya tidak punya muatan agama dalam memilih lokasi kerja, namun lokasi saya saat ini merupakan strategi saya dalam berkarier dibidang yg emang sudah saya bidik sejak jaman kuliah...Pecundang bagi saya hanyalah orang2 sudah mencapai luar negeri karna prestasinya saat masih didalam negeri namun malah memilih utk pulang ke Indonesia bukan karna mendapatkan pekerjaan yg lebih hebat melainkan karna alasan cengeng ga kuat cuaca, kangen suasana kampung, rindu tak tertahankan pada sanak keluarga, makan ga makan asal kumpul dan ga cocok dengan lingkungan serta makanannya.. Maaf, itu yg looser bagi saya.. Sedangkan pemenang bagi saya adalah yg bisa stabil diluar negeri, mengalami peningkatan yg pesat dalam kariernya dan saat dia pulang ke Indonesia bukanlah utk alasan yg diatas tapi karna ingin mencoba utk mandiri dan berusaha..Pada 16 Oktober 2011 08:20, Diday Tea <dida...@gmail.com> menulis:
Assalaamuálaikum.
Selama milis ini ada, mungkin kebanyakan orang berfikir bahwa bisa bekerja ke luar negeri adalah suatu prestasi yang luar biasa. Sehingga ada orang- orang yang berusaha dengan sangat mati-matian untuk menggapai impian bekerja di luar negeri. Urusan finansial menjadi alasan utama, karena tentu saja gaji yang akan diterima pasti akan lebih besar dibanding standar gaji di tanah air tercinta Indonesia. Ada yang naik pangkat, dan naik gaji. Ada juga yang turun pangkat tapi naik gaji juga. Ada yang memilih untuk menjadi "ekor macan"di negeri orang dari pada menjadi "kepala kucing"di negeri orang (jabatan rendah, gaji besar vs jabatan tinggi gaji kecil).
Tapi ternyata tidak semuanya seperti itu, di semua tingkatan dan bidang pekerjaan, dari yang paling rendah dan paling tinggi, ternyata tidak semuanya adalah orang yang bisa menggapai mimpi. Ada yang ternyata pergi ke luar negeri semata- mata karena keterpaksaan, karena tidak ada pilihan hidup yang lain di tanah air.Ah, itu semua memang warna dalam kehidupan kita yang tidak selalu mulus. Selalu ada noda- noda yang mewarnai.
Semoga tulisan saya bermanfaat.
Bekerja di Luar Negeri: Pecundang atau Pemenang?
“Do What You Love, and Love What You Do!”
(Penyiar Sebuah Stasiun Radio di Bandung)
Pernahkan anda menyesal telah memilih sesuatu?
Saya rasa kita semua pernah mengalami penyesalan dan menyesali sesuatu. Atau menyesali pilihan yang sudah kita ambil.
Menyesal karena salah memilih pekerjaan.
Menyesal karena salah memilih sekolahan.
Menyesal karena salah memilih kendaraan.
Menyesal karena salah memilih karyawan.
Menyesal karena telah salah memilih rumah, atau secara global, karena salah memilih langkah hidup.
Bahkan, mungkin ada yang sampai menyesal, karena telah salah memilih pasangan hidup.
Sama sekali tidak salah sih, karena itu wajar dan sangat manusiawi. Akan tetapi wajar hanya untuk kesan pertama saja, dan jika tidak sampai terlarut dengan penyesalan yang sangat dramatis sehingga mengganggu pikiran kita.
Jika sampai terlarut, biasanya sih akan membuat kinerja kita sebagai manusia yang berhubungan dengan hal yang kita sesali tersebut akan menjadi buruk.
Kinerja kita di tempat kerja, sekolah akan asal- asalan. Asal dapet gaji, asal lulus. Kita akan menjalani hidup yang membosankan dan tanpa tantangan. Karena kita menganggap sudah tidak ada nilai tambah lagi yang bisa kita dapatkan.
Kita akan memperlakukan pilihan yang kita sesali ini dengan sangat buruk.
Kalau kata orang Prancis bilang, eh, orang Sunda bilang, “Nya dipoyok,nya dilebok”, Artinya kurang lebih: “Ya diejek, tapi tetep dimakan juga”. Selalu mengeluhkan kondisi (yang dianggap) buruk yang dialami walau pun itu terjadi semata- mata karena pilihannya sendiri.
Ada yang merasa pindah ke luar negeri ini sebagai pecundang, orang buangan, orang yang gagal, orang yang kalah bersaing dengan tenaga kerja di dalam negeri, sehingga ada semacam "have-to" atau keterpaksaan selama bekerja di luar negeri. Tidak salah sih, karena memang banyak yang seperti itu. Akan menjadi salah jika keterpaksaan itu membuat kita tidak bekerja dengan baik, dan tidak membuat kita manusia yang lebih baik.
Tetapi, ada juga yang menjadikan kerja di luar negeri sebagai sebuah impian besar, dengan iming-iming gaji puluhan kali lipat dan puluhan kemudahan dan hal- hal yang belum tentu bisa didapat di tanah air. Rumah,mobil, modal usaha, hutang dengan bunga kecil, haji lebih mudah, umroh bisa dua kali setahun, bisa beramal lebih banyak, dll.
Adalah sebuah kebanggaan yang sangat luar biasa ketika berhasil mengeliminasi puluhan, ratusan, bahkan ribuan saingan dari seluruh Indonesia untuk mendapatkan sebuah status sosial baru: “Bekerja di Luar Negeri”.
Untuk kondisi pertama, tidak ada pilihan lain lagi untuk kita untuk menikmati saja apa- pun yang kita alami sekarang. Karena itu adalah pilihan kita, walaupun sekedar terpaksa. Setidaknya kita bisa menjalani dengan wajar, dan perlahan- lahan mulai menghilangkan penyesalan yang mungkin masih tersisa di dalam hati dan pikiran.
Untuk kondisi yang kedua, sih saya rasa tidak akan ada isu yang negatif dengan masalah, karena ya itu memang impian mereka. Mereka adalah juara dari kompetisi yang super ketat untuk bisa menyisihkan puluhan, ratusan, bahkan ribuan orang yang melamar kerja ke luar negeri. Mereka adalah pemenang.
Sejujurnya, pada awalnya saya terpaksa harus memilih untuk ke luar negeri, saya sudah tidak punya pilihan lain lagi untuk bisa survive secara finansial. Saya sama sekali tidak berminat untuk bekerja di luar negeri,karena sering mendengar cerita tidak enak. Saya terpaksa harus mengambil resiko untuk pulang dengan status pengangguran jika gagal di tes kesehatan tahap ke dua. Karena ketika itu saya langsung resign dari perusahaan yang lama, bukan mengambil cuti.
Tapi pada pada akhirnya, saya merasa sungguh beruntung karena telah ditakdirkan untuk bisa bekerja di luar negeri seperti sekarang. Sehingga saya bisa meraih banyak hal yang sebelumnya tidak pernah saya mimpikan. Saya bisa menjadi jalan untuk membantu banyak orang di sekitar saya.
Kembali ke masalah pilih memilih, sejak bangun tidur hingga tidur lagi, hidup kita ini kan selalu dihadapkan pada pilihan- pilihan. Bangun atau tidak, mandi atau tidak, sarapan atau tidak, mau pake baju yang mana, celana yang mana, naik mobil atau jalan kaki, sarapan nasi atau roti, minumnya susu atau air putih. Hampir setiap langkah kehidupan kita adalah piilihan- pilihan.
Kalau misalnya anda ternyata merasa salah memilih jalan hidup, yaa tinggal memilih lagi jalan lain. Kalau pun belum ada jalan lain, ya kita tinggal menyesuaikan diri kita dengan jalan yang kita pilih. Coba untuk menikmati, atau setidaknya memproduksi hormon kenyamanan dalam melakukan peran yang kita jalani sekarang.
Selama membuat kita mendekat ke arah kebaikan, sekarang dan nanti, bekerja dan tinggal di mana pun akan selalu menjadi pilihan yang baik.
Kata penyiar salah satu stasiun radio di Bandung sih: “Do What You Love, and Love What You Do!”
021020111109
--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kami menerima segala macam tulisan yang berhubungan dengan Qatar untuk dipasang di website TentangQatar.com. Email: tentangqatar at tentangqatar dot com
Kirim email ke milis : tentan...@googlegroups.com
Mendaftar ke milis : tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti berlangganan milis kirim email ke : tentangqatar...@googlegroups.com lalu repply pada saat menerima email konfirmasi--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kami menerima segala macam tulisan yang berhubungan dengan Qatar untuk dipasang di website TentangQatar.com. Email: tentangqatar at tentangqatar dot com
Kirim email ke milis : tentan...@googlegroups.com
Mendaftar ke milis : tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti berlangganan milis kirim email ke : tentangqatar...@googlegroups.com lalu repply pada saat menerima email konfirmasi
--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kami menerima segala macam tulisan yang berhubungan dengan Qatar untuk dipasang di website TentangQatar.com. Email: tentangqatar at tentangqatar dot com
Kirim email ke milis : tentan...@googlegroups.com
Mendaftar ke milis : tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti berlangganan milis kirim email ke : tentangqatar...@googlegroups.com lalu repply pada saat menerima email konfirmasi
--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kami menerima segala macam tulisan yang berhubungan dengan Qatar untuk dipasang di website TentangQatar.com. Email: tentangqatar at tentangqatar dot com
Kirim email ke milis : tentan...@googlegroups.com
Mendaftar ke milis : tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti berlangganan milis kirim email ke : tentangqatar...@googlegroups.com lalu repply pada saat menerima email konfirmasi--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kami menerima segala macam tulisan yang berhubungan dengan Qatar untuk dipasang di website TentangQatar.com. Email: tentangqatar at tentangqatar dot com
Kirim email ke milis : tentan...@googlegroups.com
Mendaftar ke milis : tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti berlangganan milis kirim email ke : tentangqatar...@googlegroups.com lalu repply pada saat menerima email konfirmasi
--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kami menerima segala macam tulisan yang berhubungan dengan Qatar untuk dipasang di website TentangQatar.com. Email: tentangqatar at tentangqatar dot com
Kirim email ke milis : tentan...@googlegroups.com
Mendaftar ke milis : tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti berlangganan milis kirim email ke : tentangqatar...@googlegroups.com lalu repply pada saat menerima email konfirmasi--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kami menerima segala macam tulisan yang berhubungan dengan Qatar untuk dipasang di website TentangQatar.com. Email: tentangqatar at tentangqatar dot com
Kirim email ke milis : tentan...@googlegroups.com
Mendaftar ke milis : tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti berlangganan milis kirim email ke : tentangqatar...@googlegroups.com lalu repply pada saat menerima email konfirmasi--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kami menerima segala macam tulisan yang berhubungan dengan Qatar untuk dipasang di website TentangQatar.com. Email: tentangqatar at tentangqatar dot com
Kirim email ke milis : tentan...@googlegroups.com
Mendaftar ke milis : tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti berlangganan milis kirim email ke : tentangqatar...@googlegroups.com lalu repply pada saat menerima email konfirmasi--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kami menerima segala macam tulisan yang berhubungan dengan Qatar untuk dipasang di website TentangQatar.com. Email: tentangqatar at tentangqatar dot com
Kirim email ke milis : tentan...@googlegroups.com
Mendaftar ke milis : tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti berlangganan milis kirim email ke : tentangqatar...@googlegroups.com lalu repply pada saat menerima email konfirmasi--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kami menerima segala macam tulisan yang berhubungan dengan Qatar untuk dipasang di website TentangQatar.com. Email: tentangqatar at tentangqatar dot com
Kirim email ke milis : tentan...@googlegroups.com
Mendaftar ke milis : tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti berlangganan milis kirim email ke : tentangqatar...@googlegroups.com lalu repply pada saat menerima email konfirmasi
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel
Harus nyari yang lebih muda lagi nih... :DTolong acungkan tangan yang lahir setelah 1982..
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel