Kepada Bapak Presiden, dari Kami TKI di Luar Negeri

2 views
Skip to first unread message

madi hakim

unread,
Sep 3, 2010, 2:17:55 AM9/3/10
to tentan...@googlegroups.com

Arie Eko Nugroho

unread,
Sep 3, 2010, 3:34:07 AM9/3/10
to tentan...@googlegroups.com, tentan...@googlegroups.com
Sayah sih belum baca dan entahlah mau baca atau tidak, lagipula suratnya buat presiden toh ...
Tapi sayah kok bingung ... Kok yah masih ada yang yakin bahwa yang beginian tuh nyampe ke "beliau" dan kalo pun nyampe, kok yah masih yakin "beliau" berkeinginan untuk mbaca (bukan baca loh yah, "berkeinginan mbaca) ...
Sayah sih hopeless dengan " beliau" yang nyata betul dikendalikan "white house".
Semoga benciku "karena Allah semata"

Maaf jika ada yang kurang berkenan.

Semoga diampuni.

Wassalam
AEN.

Sent from my iPhone

On Sep 3, 2010, at 9:17, madi hakim <madi....@gmail.com> wrote:

--
==============================================================
Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya: http://tentangqatar.com/content/pilih
==============================================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com

Zaldi

unread,
Sep 3, 2010, 3:37:03 AM9/3/10
to tentan...@googlegroups.com
wah judul sama ending nya kurang sinkron nih.. spt buat pekerja migas aja..:)

2010/9/3 Arie Eko Nugroho <aenu...@gmail.com>



--
Regards
Zaldi - Doha

Oki

unread,
Sep 3, 2010, 8:07:19 AM9/3/10
to tentangqatar
Kata para ulama, kalau anda menemukan suatu kedzholiman atau
ketidakberesan, silahkan mengkoreksinya dengan tangan, atau kalau
tidak mampu dengan lisan atau kalau masih tidakmampu juga lawanlah
dengan hati, yaitu dengan tidak merestuinya.....

Mungkin pak Madi maqomnya sudah mengkoreksi dengan lisan (alias
ngeblog) sedang kebanyakan yang lain baru sampai level dalam hati...


On Sep 3, 10:34 am, Arie Eko Nugroho <aenugr...@gmail.com> wrote:
> Sayah sih belum baca dan entahlah mau baca atau tidak, lagipula  
> suratnya buat presiden toh ...
> Tapi sayah kok bingung ... Kok yah masih ada yang yakin bahwa yang  
> beginian tuh nyampe ke "beliau" dan kalo pun nyampe, kok yah masih  
> yakin "beliau" berkeinginan untuk mbaca (bukan baca loh yah,  
> "berkeinginan mbaca) ...
> Sayah sih hopeless dengan " beliau" yang nyata betul dikendalikan  
> "white house".
> Semoga benciku "karena Allah semata"
>
> Maaf jika ada yang kurang berkenan.
>
> Semoga diampuni.
>
> Wassalam
> AEN.
>
> Sent from my iPhone
>
> On Sep 3, 2010, at 9:17, madi hakim <madi.ha...@gmail.com> wrote:
>
>
>
> >http://politik.kompasiana.com/2010/09/02/kepada-bapak-presiden-dari-k...

madi hakim

unread,
Sep 3, 2010, 6:35:29 AM9/3/10
to tentan...@googlegroups.com
hehe..thanks atas semua komennya, memang itu yang dicari, feedback. baarokallohu fiikum.

2010/9/3 Zaldi <zald...@gmail.com>

u-no (uyok haryono)

unread,
Sep 3, 2010, 5:02:46 PM9/3/10
to tentangqatar
salut buat p madi hakim, sedikit usulan, untuk kedepannya kalo nulis
lagi, kesannya jangan temen2 yg kerja di oil/gas company aja ya
pak, kita2 dari konstruksi disertakan juga donk, he3.

salam,



On Sep 3, 5:35 pm, madi hakim <madi.ha...@gmail.com> wrote:
> hehe..thanks atas semua komennya, memang itu yang dicari, feedback.
> baarokallohu fiikum.
>
> 2010/9/3 Zaldi <zaldi2...@gmail.com>
>
> > wah judul sama ending nya kurang sinkron nih.. spt buat pekerja migas
> > aja..:)
>
> > 2010/9/3 Arie Eko Nugroho <aenugr...@gmail.com>
>
> > Sayah sih belum baca dan entahlah mau baca atau tidak, lagipula suratnya
> >> buat presiden toh ...
> >> Tapi sayah kok bingung ... Kok yah masih ada yang yakin bahwa yang
> >> beginian tuh nyampe ke "beliau" dan kalo pun nyampe, kok yah masih yakin
> >> "beliau" berkeinginan untuk mbaca (bukan baca loh yah, "berkeinginan mbaca)
> >> ...
> >> Sayah sih hopeless dengan " beliau" yang nyata betul dikendalikan "white
> >> house".
> >> Semoga benciku "karena Allah semata"
>
> >> Maaf jika ada yang kurang berkenan.
>
> >> Semoga diampuni.
>
> >> Wassalam
> >> AEN.
>
> >> Sent from my iPhone
>
> >> On Sep 3, 2010, at 9:17, madi hakim <madi.ha...@gmail.com> wrote:
>
> >> <http://politik.kompasiana.com/2010/09/02/kepada-bapak-presiden-dari-k...>
> >>http://politik.kompasiana.com/2010/09/02/kepada-bapak-presiden-dari-k...
>
> >> --
> >> ==============================================================
> >> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> >> <http://tentangqatar.com/content/pilih>
> >>http://tentangqatar.com/content/pilih
> >> ==============================================================
> >> Website : <http://www.tentangqatar.com>http://www.tentangqatar.com
> >> Kirim email : <tentan...@googlegroups.com>
> >> tentan...@googlegroups.com
> >> Unsubscribe : <tentangqatar...@googlegroups.com>
> >> tentangqatar...@googlegroups.com
>
> >>  --
> >> ==============================================================
> >> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> >>http://tentangqatar.com/content/pilih
> >> ==============================================================
> >> Website :http://www.tentangqatar.com
> >> Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> >> Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com<tentangqatar%2Bunsu...@googlegroups.com>
>
> > --
> > Regards
> > Zaldi - Doha
>
> >  --
> > ==============================================================
> > Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> >http://tentangqatar.com/content/pilih
> > ==============================================================
> > Website :http://www.tentangqatar.com
> > Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> > Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com<tentangqatar%2Bunsu...@googlegroups.com>

madi hakim

unread,
Sep 3, 2010, 10:53:15 PM9/3/10
to tentan...@googlegroups.com
Insya Alloh Pak Uno, rencana saya edisi Surat kepada Presiden ini akan saya buat berseri, berikutnya teman2 konstruksi, perbankan dan lainnya kita sertakan. Ya, semoga menjadi semacam kapsul penjaga stamina, jangan sampai saudara-saudara kita ikut-ikutan loyo kaya nyang di sono-no..... :)

2010/9/4 u-no (uyok haryono) <uyk...@gmail.com>

Widodo Nugroho

unread,
Sep 3, 2010, 11:40:43 PM9/3/10
to tentan...@googlegroups.com
Berikut saya fwd-kan tulisan dari milis sebelah (ditulis Mas Rovicky
Dwi Putrohari: pemilik blog Dongeng Geologi) menanggapi tulisan Pak
Madi

Wassalam,
WiD
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tulisan ini aku buat sehubungan dengan artikel ini :

http://sosbud.kompasiana.com/2010/06/06/surat-dari-wni-di-luar-negeri-bagi-presiden-ri/

Ini bukan jawaban presiden tapi sapaan saya saja buat rekan-rekan
pekerja expat di Luar Negeri mapun rekan sekerja di Dalam Negeri.

Setelah meninggalkan negeri ini selama hampir 10 tahun dan kembali ke
Jakarta sini awal than ini. Saya berpikiran lain ttg Indonesia
terutama soal ketenaga kerjaan. Memang selama di LN saya berpikir
bahwa Indonesia "membutuhkan" saya, ternyata saya selama ini GR saja
bahwa saya diperlukan dan saya orang penting utk negeri ini. Ternyata
... tidaks (tidak yg jamak pakai s :).

Banyak yang mengatakan bahwa pengalaman tehnis di LN khususnya
perminyakan akan membantu negeri Indonesia. Tetapi bisa jadi malah
terbalik. Pengalaman dan penguasaan serta penerapan tehnologi di
Indonesia justru yang LAKU dipasaran di luar. Artinya pengalaman di
Indonesia ini yang meningkatkan "harga jual" tenaga kerja Indonesia.

Bukan berarti saya mutung dengan Indonesia, juga bkan berarti
Indonesia kebanyakan pekerja. Tetapi saya mulai terbuka bahwa sayalah
yang memerlukan Indonesia. Kepedulian berbangsa itu milik saya sebagai
warga negara ini, kepedulian itu bukan permintaan atau tuntutan rakyat
negeri ini.

Saya tdak menyalahkan siapapun atas situasi dan fenomena ini. Sebagai
pribadi, apapun yg kita lakukan baik didalam maupn di LN keduanya bisa
bedampak positip dan bisa juga negatip pada bangsa ini.
Kalau kita berpkir positip dan betindak positip di LN sekalipun,
dampaknya juga positip pada bangsa ini. Tidak hanya memasukkan devisa
tapi juga memasukkan "mental positip" pada rekan-rekan di dalam
negeri.

Speed of the train is depend on the slowest of the wagon.

Mengapa saya tidak bisa megatakan bahwa saya ini penting dan lebih
diperlukan di negeri ini ?
Ya, di Indonesia ini semua warga negara memiliki posisi dasar yang
sama, sederajat, egaliter. "One man one vote". Dan di Indonesia
demokrasinya jauh lebih baik dari negara maju sekalipun. Indonesia
sudah demokratis, Bung !!! Dan perubahan ini memang berbiaya besar dan
dibayar mahal pada masa reformasi kemarin. Thailand masih berkutet
dengan berdarah-darah bulan lalu. Malaysia sedang waswas menunggu
gelombang perubahan ini.

Saya tidak sedang mengatakan bahwa Indonesia sudah sempurna. Banyak yg
bisa dibenahi, banyak yg dapat diperbaiki dan masih saja ada yg belum
tertangani. Dan iu tugas bangsa ini, tugas warga negara ini.

Dan yang pasti, tulisan ini bukan jawaban presiden. Kalau anda
menyampaikan dengan 'kemarahan' tapi saya menyampaikan salam
"keramahan" buat anda warga expat di LN dan rekan sebangsa lainnya
yang di DN.

Dimanapun dampak positip selalu dapat kita ciptakan !
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

2010/9/4 madi hakim <madi....@gmail.com>:

Arie Eko Nugroho

unread,
Sep 4, 2010, 2:30:15 AM9/4/10
to tentan...@googlegroups.com
Disono-no tuh maksudnya piye mas ???

Sent from my iPhone

madi hakim

unread,
Sep 4, 2010, 9:46:23 AM9/4/10
to tentan...@googlegroups.com
kalo yang ini tunggu postingan selanjutnya, sabar

2010/9/4 Arie Eko Nugroho <aenu...@gmail.com>
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages