Petugas cek in bandara Soekarno Hatta ceroboh...

189 views
Skip to first unread message

chamsana bachtarudin

unread,
Sep 28, 2010, 9:47:30 PM9/28/10
to Milis tentangqatar, c...@gapura.co.id, mark...@gapura.co.id, oper...@gapura.co.id, chamsana bachtarudin, chamsana bachtarudin
Pak Moderator, rekan2 TQers dan pejabat Gapura Angkasa ysh,

Pada tanggal 25 september 2010, kami sekeluarga hendak mengadakan perjalanan dari Jakarta ke Doha-Qatar. Di Indonesia, kami tinggal di satu perumahan sederhana di daerah Bandung.
Saya, istri dan 2 anak yg berumur 14 dan 8 tahun, menggunakan Etihad. Terbang dari Indonesia pada pukul 18.40 wib. Sedangkan 1 anak saya berumur 20 tahun, terbang menggunakan Qatar Air pada tg 26 september jam 01.00 wib.

Singkat cerita, saya dan anak istri sudah berada di dalam pesawat Etihad dari Jakarta-Abudhabi-Doha. Sedangkan anak saya tertahan di bagian cek in bandara Soekarno Hatta. Petugas cek in mengatakan bahwa anak saya tidak bisa terbang karena masa berlaku Visanya habis. Hal ini membuat anak saya panik dan berusaha menghubungi saya melalui telepon genggam. Yang mana tidak bisa dia lakukan, karena saya sedang berada di dalam pesawat Etihad. Karena sampai tengah malam dia berusaha menghubungi saya ternyata tidak berhasil, maka dia memutuskan mencari transportasi, akomodasi dan makan di Jakarta.

Saya baru mengetahui kejadian tersebut setelah saya tiba di Abudhabi, sekitar jam 24.00 waktu Abudhabi atau jam 03.00 wib. Saya kaget mendengar cerita anak saya itu. Dan meminta anak saya untuk sabar menunggu di Jakarta, mencari transportasi, akomodasi dan makanan seperlunya sampai mendapat berita dari saya.

Jam 03.00 waktu Doha atau jam 07.00 wib, kami tiba di Doha. Namun saya belum bisa keluar rumah karena hari masih gelap dan kantor masih tutup. Kami pergunakan waktu untuk membersihkan rumah, memperbaiki aliran air dan menyiapkan mobil yang accunya saya lepas... dan beristirahat barang sejenak...

Sekitar jam 07.30 saya mulai menanyakan hal tersebut ke travel agent dan imigrasi airport. Travel agent mengatakan, bahwa saya harus membayar denda sebesar 200 QR atau sekitar Rp. 500.000 karena No Show dan harus di arrange jadwal tiket yang baru. Namun saya ngotot bahwa ini bukan kesalahan kami. Namun mereka bilang, Qatar Air tidak mengetahui apa gerangan yang sedang terjadi di bandara Soekarno Hatta. Yang mereka tahu adalah ada penumpang tidak bisa ikut terbang sesuai jadwal. Sehingga harus dikenakan denda.
Dari Travel Agent saya langsung menuju Imigrasi Airport. Hari itu antrian panjang dan penuh sesak oleh manusia. Setelah mendapat giliran, saya menyatakan maksud kedatangan saya pada seorang Kapten untuk memperpanjang visa dan RP anak saya. Ketika sang Kapten menerima berkas yang saya ajukan dan di cek di database baik secara manual atau di komputer, Kapten bilang tidak ada masalah dengan visa dan RP anak saya. Semuanya masih berlaku....
Hali ini tentu saja membuat saya makin kaget dan emosi... Apa yang petugas cek ini bandara Soekarno Hatta inginkan? Menjadi tanda tanya besar bagi saya. Dan berkali-kali saya mendesak sang Kapten untuk mencek ulang datanya di komputer. Hasilnya masih tetap sama.
Akhirnya saya kembali ke Travel Agent dan memesan tiket yang baru pada tanggal 28 september 2010 jam 01.00. Setelah membayar denda 200 QR.
Serta merta saya menghubungi telepon genggam anak saya, memberitahukan kejadian tersebut dan mengirimi dia email yang berisi tiket dan selembaran validasi visa/RPnya.
Dan tanggal 28 september jam 01.00 wib anak saya sudah terbang dari Jakarta ke Doha memakai Qatar Air...

Melalui email ini, saya hendak mengadakan komplain kepada seluruh instansi yang terkait. Atas kecerobohan, kelalaian, unsur kesengajaan petugas cek in di bandara Soekarno Hatta. Untuk dilakukan pembenahan secara tuntas. Betapa kami telah dirugikan secara material dan immaterial. Saya harus membayar denda, pesan tiket lagi, saya harus ngurus ini ngurus itu, anak saya panik dan harus meninggalkah kuliahnya untuk hal yg tdk perlu, belum lagi harus mencari transportasi, akomodasi dan makan sejak tanggal 26 hingga 28 september...

Saya menunggu penyelesaian masalah tersebut dari bapak-bapak yang terkait...

Demikian dan terimakasih. Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan, atau kata-kata yang saya gunakan kurang baik atau kurang pantas...


Salam,
Chamsana Bachtarudin
E-mail : chams...@yahoo.com dan bacht...@qp.com.qa
Telepon : +97455284652 dan +97444372720

Zaldi

unread,
Sep 28, 2010, 10:02:22 PM9/28/10
to tentan...@googlegroups.com
Pernah kejadian dgn anak saya yg berumur 7 tahun, dikarenakan tgl
lahir di visa beda dgn pasport, sehingga tidak boleh terbang....oleh
pihak Etihad. intinya jgn panik.. Tanyakan apa masalah yg sebenarnya.
Tgl salah ketik atau expired.. Semoga menjadi pengalaman bagi kita
semua dimana, nama & tgl begitu penting.

> --
> ==============================================================
> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> http://tentangqatar.com/content/pilih
> ==============================================================
> Website : http://www.tentangqatar.com
> Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com
>


--
Regards
Zaldi - Doha

Widodo Nugroho

unread,
Sep 28, 2010, 10:04:27 PM9/28/10
to tentan...@googlegroups.com
Bapak Chamsana Yth, saya ikut prihatin dengan apa yang Bapak alami.
Siapapun akan merasakan emosi seperti yang Bapak rasakan apabila
mengalami kejadian yang serupa. Mungkin bisa membantu Bapak dalam
mencari keadilan/jawaban yang benar dengan mengajukan juga pertanyaan
ke perwakilan Qatar Airways Jakarta selain menanyakan masalah ini ke
pihak-pihak yang terkait spt yang dalam email Bapak, atau bisa juga
menuliskan komplain melalui situs resmi QA. karena pada saat itu
petugas di checkin counter merepresentasikan Qatar airways. Biasanya
di checkin counter selain petugas JAS ada juga perwakilan dari
maskapai yang bersangkutan. Klo misalnya ada keraguan petugas JAS
dalam mengambil keputusan mereka akan menanyakan kepada perwakilan QA
yang ada di checkin counter tersebut. Anggapan saya, pada saat itu
Qatar airways melalui perwakilan groundstaff-nya di Jakarta mengetahui
keputusan ini. Saya yakin maskapai besar selevel Qatar Airways akan
responsive dengan pertanyaan atau concern yang kita ajukan ke mereka.

Wassalam,
WiD

2010/9/29 chamsana bachtarudin <chams...@yahoo.com>:

Isham

unread,
Sep 28, 2010, 10:17:56 PM9/28/10
to tentan...@googlegroups.com, Milis tentangqatar, c...@gapura.co.id, mark...@gapura.co.id, oper...@gapura.co.id, chamsana bachtarudin, chamsana bachtarudin
Apa urusannya petugas imigrasi memeriksa visa negara tujuan????? Bukannya yang berwenang memeriksa visanya adalah petugas imigrasi negara yang dituju? Dasar petugas brengsek!!!!

Salam,
Isham

Widodo Nugroho

unread,
Sep 28, 2010, 10:25:11 PM9/28/10
to tentan...@googlegroups.com
Bukan seperti itu Pak Isham jalan ceritanya, tetapi petugas checkin
counter salah satu maskapai yang memeriksa. Semua seperti itu kok,
sudah menjadi SOP mereka yg sifatnya internasional ketika sedang
bertugas di checkin counter untuk memastikan dokumen2 perjalanannya
valid atau tidak. Di bandara manapun di negara manapun petugas checkin
counter juga akan mengecek, kalo memang tidak valid kita tidak
diijinkan terbang. Yang terjadi dengan keluarga Bapak Chamsana adalah
kesalahan membaca dokumen perjalanan putra Bapak Chamsana, yang
ternyata masih valid, tetapi mereka menginterpretasikan tidak valid
yang mengakibatkan putra beliau tidak bisa terbang pada saat itu.

Wassalam,
WiD

2010/9/29 Isham <isham.s...@gmail.com>:

yuni anto

unread,
Sep 28, 2010, 10:26:22 PM9/28/10
to tentan...@googlegroups.com, c...@gapura.co.id, mark...@gapura.co.id, oper...@gapura.co.id, chamsana bachtarudin, chamsana bachtarudin
Pak Cham ikut prihatin, pengalaman saya waktu bulan Maret th 2010 Anak+Istri ke Doha juga kena masalah visa utk expired passport beda dengan visa yg tertulis di visa, tp waktu itu saya langsung pergi ke imigrasi airport doha setelah di perbaiki ama kapten langsung saya kirim lagi ke Istri di JKT dan waktu itu sama Qatarairways tidak kena biaya lho cuma re-schedule aja...nah inilah oknum Qatarairways-Jakarta.

salam
yunianto


Dari: chamsana bachtarudin <chams...@yahoo.com>
Kepada: Milis tentangqatar <tentan...@googlegroups.com>; c...@gapura.co.id; mark...@gapura.co.id; oper...@gapura.co.id
Cc: chamsana bachtarudin <bacht...@qp.com.qa>; chamsana bachtarudin <chams...@yahoo.com>
Terkirim: Rab, 29 September, 2010 08:47:30
Judul: [tentangqatar] Petugas cek in bandara Soekarno Hatta ceroboh...

agus trianto

unread,
Sep 28, 2010, 10:35:01 PM9/28/10
to tentan...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum,
 
Pak Isham,
CMIIW , dari email Pak Chamsana bahwa complaint beliau di tujukan kepada petugas Check In , bukan petugas Imigrasi. Artinya anak beliau belum sampai ke petugas Imigrasi ( pengecekan passport )
Sebaiknya kita bisa lebih arif dalam menanggapi , apalagi dengan umpatan. Karena ini complaint resmi dari pak Chamsana. Jangan sampai malah kita ( sampeyan ) yang di permasalahkan.
 
Wassalamu'alaikum,
Agus

2010/9/29 Isham <isham.s...@gmail.com>

Budi Rahman

unread,
Sep 28, 2010, 11:01:05 PM9/28/10
to tentan...@googlegroups.com, c...@gapura.co.id, mark...@gapura.co.id, oper...@gapura.co.id, chamsana bachtarudin, chamsana bachtarudin
Terharu mendengarnya,

Saya tidak bisa membayangkan kalau yang di tinggalkan itu anak perempuan, 20 tahun pula, terlebih2 cantik, tengah malam di bandara soekarno hatta.. di Jakarta yang penuh dengan kejahatan, tidak menutup kemungkinan orang2 imigrasi juga yang menggoda... Ckckckckkk...

Mudah2an tidak di alami oleh anak Bapak yaa... Amien..


Salam



--- On Wed, 29/9/10, chamsana bachtarudin <chams...@yahoo.com> wrote:

Hanif

unread,
Sep 28, 2010, 10:34:13 PM9/28/10
to tentan...@googlegroups.com
salam,


saya pernah mengalami kejadian serupa ketika berangkat pertama kali ke luar negri (Paris). Namun, alhamdulillah tidak sampai ter-delay. Dan masalah yg terjadi adalah mengenai tiket. Kedubes Prancis hanya memberikan visa pelajar selama 3 bulan. Visa ini adalah visa sementara yg nantinya harus ditukar dg carte de sejour (residence card) begitu settle di Prancis. Ketika saya beli tiket di perwakilan maskapai, mereka memberikan return ticket setelah masa habisnya visa yg 3 bulan tsb. Bukan saya yg milih tgl-nya, tapi mereka. Saya cuman bilang "ya, ya, ya....". 

Ketika hari H terbang ke Prancis, pihak oknum maskapai di juanda-surabaya membuat masalah. Mereka bilang bahwa saya nggak bisa terbang krn kesalahan tgl di return ticket yg seharusnya tidak boleh melebihi tgl expired di visa. Saya sudah jelaskan dan buktikan dg kelengkapan dokumen bahwa saya pelajar S2 dan masa studi saya jelas lebih dari 3 bulan dan visa 3 bulan tsb hanya visa sementara. Terlebih lagi, bukan saya yg milih tgl di tiket, tapi pihak perwakilan maskapai sendiri, lha wong saya belum pernah ke luar negri dan belum pernah pula naik pesawat sebelumnya, jadi ya nurut saja. Pihak maskapai benar2 tidak mau tahu hal tsb, dan mereka menyarankan agar menunda keberangkatan utk re-scheduling ticket. Ayah saya benar2 marah besar, membentak2, menggebrak2 meja dan mengeraskan suara agar semua org tahu kelalaian pihak maskapai

Pihak maskapai ketakutan dan akhirnya mereka menelpon pihak perwakilannya di mana saya beli tiket. Alhamdulillah, akhirnya mereka mengijinkan saya terbang dan tiket bisa diganti di tempat dan saat itu juga. Lha tadi orangnya ngotot nggak bisa dan harus ditunda. Setelah dibentak2 dan dimarah2i + dipermalukan di hadapan khalayak baru bilang "bisa". Belajar dari pengalaman tsb, saya juga marah2 kepada pihak maskapai jika mereka mencoba2 mempermainkan saya sbg customer.

Semoga Allah mempermudah urusan Pak Chamsana. Allah al Musta'an


hanif


2010/9/29 yuni anto <yunia...@yahoo.co.id>

Widodo Nugroho

unread,
Sep 28, 2010, 11:11:39 PM9/28/10
to tentan...@googlegroups.com
Saya sangat setuju dengan pendapat Pak Agus utk selalu bersikap arif
dalam menganggapi apapun. Apalgi klo email kita di replay all yang
jangkauannya lebih luas ke semuamya, bukan kepada komunitas milist
kita sehari-hari. Klo misalnya ada pihak-pihak yang tersinggung dengan
apa yg kita tulis via email tsb dan ternyata tulisan kita tidak benar
, kalau tidak salah menurut UU ITE isi email ini bisa digunakan
sebagai bukti hukum oleh pihak-pihak yang merasa dirugikan. Pada
intinya ada atau tidaknya UU ITE ini, seperti dalam pergaulan
sehari-hari, untuk selalu arif dan bijak dalam melangkah, demikian
juga pergaulan di dunia maya, utk bersikap yang sama dalam menanggapi,
mengeluarkan pendapat, dan berekspresi. Kontrolnya ada di dalam diri
kita masing-masing.

Wassalam,
WiD

2010/9/29 agus trianto <agus.a...@gmail.com>:
> Assalamu'alaikum,

mysy...@gmail.com

unread,
Sep 28, 2010, 11:54:07 PM9/28/10
to tentan...@googlegroups.com, chamsana bachtarudin, chamsana bachtarudin
Pak Chamsana,

Kami turut prihatin dg apa yg anak Bapak alami. Terbayang bgmn bingungnya anak Bapak saat mengalami kejadian itu. Apalagi dia sendiri dan rumah Bapak yg di luar Jakarta.

Tentu saja, sulit jg buat dia mencari akomodasi, dan kebutuhan selama menunggu pswt selanjutnya.

Mungkin rekan2 anggota milis bisa membantu, harus kemana mengadukan hal ini. Mudah2an ada yg dr Qatar Airways bs memberikan informasi. Paling tidak agar pihak yg bersangkutan mendapatkan teguran dan kejadian ini tidak berulang. Sayang kalau image QR yg lg dibangun rusak krn satu dua orang.

Dr sisi di Indonesia juga, ada yg tahu kotak pengaduan check in bandara?

Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel


From: chamsana bachtarudin <chams...@yahoo.com>
Date: Tue, 28 Sep 2010 18:47:30 -0700 (PDT)
Cc: chamsana bachtarudin<bacht...@qp.com.qa>; chamsana bachtarudin<chams...@yahoo.com>
Subject: [tentangqatar] Petugas cek in bandara Soekarno Hatta ceroboh...

Isham

unread,
Sep 28, 2010, 11:28:23 PM9/28/10
to tentan...@googlegroups.com
Makasih ceramahnya.

Salam,
Isham

On Sep 29, 2010, at 6:11 AM, Widodo Nugroho <widodo....@gmail.com>
wrote:

febby wardhiansyah

unread,
Sep 29, 2010, 12:11:38 AM9/29/10
to tentan...@googlegroups.com
P Chamsana yg di rahmati Allah, saya ikut prihatin dg pengalaman yg terjadi pada anak Bapak. Saya pernah mengalami perihal yg hampir sama karena kecerobohan & kesalah fahaman orang ground staf QA di Jakarta (Soekanp-Hatta). Kemudian saya melaporkan kejadian tersebut ke QA office di Doha dan diarahkan supaya mengunjungi PR Qatar Airways Office di dekat Al Ahli stadion. Subhanallah, tadinya saya juga emosi karena perlakuan ground staf QA tsb tapi setelah saya complaint pada orang yg tepat & tahu permasalahannya akhirnya very clear dan mereka pun memohon maaf atas segala kecerobohan. 


From: chamsana bachtarudin <chams...@yahoo.com>
Cc: chamsana bachtarudin <bacht...@qp.com.qa>; chamsana bachtarudin <chams...@yahoo.com>
Sent: Wed, September 29, 2010 4:47:30 AM

Subject: [tentangqatar] Petugas cek in bandara Soekarno Hatta ceroboh...

Edi Siswanto

unread,
Sep 29, 2010, 12:53:51 AM9/29/10
to tentan...@googlegroups.com
pengalaman petugas chek in qatar airways di jakarta bisa disogok kalau bagasi kita over limit.
 
sedangkan petugas check in di doha lambat dan antrian tidak teratur, ada yg nyerobot melalui calo tukang dorong, petugas chek in-nya diam aja.
 
Etihad jauh lebih baik dari segi pelayanan check in..


From: Widodo Nugroho <widodo....@gmail.com>
To: tentan...@googlegroups.com
Sent: Wed, September 29, 2010 6:11:39 AM
Subject: Re: [tentangqatar] Petugas cek in bandara Soekarno Hatta ceroboh...
--
==============================================================
Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya: http://tentangqatar.com/content/pilih
==============================================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Unsubscribe : tentangqatar+unsub...@googlegroups.com

Ade Erniawati

unread,
Sep 30, 2010, 11:26:55 AM9/30/10
to tentan...@googlegroups.com, tentan...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Wr Wb

Turut prihatin atas kejadian yang menimpa pak Chamsana dan keluarga.
mungkin dapat menjadi alternatif pilihan dengan melakukan check in secara online. 
Berdasarkan pengalaman saya 1 bulan yang lalu, waktu saya menyusul suami yang sudah menetap di Doha, saya berangkat dari Jakarta sendiri dengan menggunakan QA, dan karena berdasarkan pengalaman sebelumnya sering mendapatkan banyak pertanyaaan dari petugas check in yang ujung-ujungnya suka beradu argumentasi, maka check in online pun menjadi pilihan, dan ke counter QA hanya untuk melakukan check in bagasi. Alhamdulillah hasilnya semua berjalan mulus dan mungkin rezeki saya over weight bagasi yang hampir 7 kilo pun tidak dikenakan biaya.

wassalamu'alaikum
Ade Erni 

Sent from my iPad

seto.b...@gmail.com

unread,
Sep 29, 2010, 2:06:01 AM9/29/10
to Tentang Qatar
Pak Chamsana.. Saya juga udh pernah bahas masalah ini di TQ sebelumnya. Oknum petugas Qatar Airways di Soekarno-Hatta emang byk yg ga beres.. Kasus ini udh santer Pak, petugas imigrasi ama beacukainya malah kooperatif dan ga pernah ada masalah, yg bikin perkara justru selalu petugas Qatar Airways dan JAS yg dikonternya. Keliatan bgt mereka 'kelaparan', jdi main hajar aja ke tiap penumpang cari sampingan.

Dulu saya pernah 2 kali dikerjain petugas konter check in-nya.. Yg pertama paspor ditahan berjam2 dgn alasan mereka akan memverifikasi kontrak kerja saya krn itu penerbangan saya yg pertama ke Qatar. Ga nyambung kan? Petugas konter airline kok mau verifikasi kontrak kerja kita ke kantor pusat kita.. Saat itu saya bilang dlm hati ga bakal mau brkt dari Jakarta lagi, mendingan dari Singapore aja. Tapi tahun berikutnya saya iseng nyoba brkt dari Jakarta lagi utk yg kedua kalinya krn kebetulan tiket dari Jakarta lebih murah. Ternyata saya sial krn ngelanggar janji saya sendiri. Saya dijebak dan dituduh nyelundupin barang yg berpotensi terorisme kedalam kabin, pdhl barangnya tuh sepatu rem. Saya ampe ribut besar dgn mereka krn mereka seperti sengaja mengulur2 ampe hanya saya yg tertinggal diluar pesawat, krn mrk terang2an minta 'uang titip' klo barangnya saya tinggalin. Untungnya temen saya dari QR Doha ada yg ngasih tau via sms klo barang itu bisa dititipin Pilot stlh dimasukin amplop putih, dan akhirnya barangnya bisa terbang dgn diiringi muka dongkol petugasnya yg gagal dpt ceperan.. Dan oknum petugasnya saat itu ya dari Qatar Airways plus JAS juga, dua2nya sama aja bangornya, bahkan jauh lebih jahat dari petugas imigrasi dan beacukai bandara..

Sejak kejadian itu saya bener2 trauma dan ga mau berangkat dari Jakarta lagi. Saya lbih milih brkt lewat Singapore, walaupun lebih mahal tpi petugasnya sangat kooperatif, ga ada pungli, dan tiap kelebihan bagasi selalu disarankan utk berbagi jatah bagasi dgn penumpang lain yg bawaannya lbih sedikit sehingga hampir ga pernah kena charge overweight meskipun bagasi saya overweight. Satu hal yg saya berkesan dari petugas QR Singapore, saat saya bawa helm motor baru dlm dus dan ingin saya masukan bagasi mereka tidak serta merta memasukkan dus berisi helm itu ke bagasi via conveyer bagasi, tapi mereka tenteng sendiri dus itu dari konter ke pesawatnya! Saat saya tanyakan kenapa ga lewat conveyer aja? Mereka bilang 'sayang helmnya msih baru, mendingan kita handcarry aja ke pesawat biar ga kebanting2 atau ketumpuk brg2 lainnya'. Hebat! Mantap kan jawabannya!! :) Padahal helm kan kuat kebanting atau ketumpuk benda2 berat.. Bandingin dgn Soekarno-Hatta, ampe kiamat ga bakal mau tuh petugas handcarry helm saya ke pesawat. Yg ada tuh helm di handcarry kerumahnya..

Konter QR Jakarta tuh sarang penyamun, mesti diganti semua tuh org2 JASnya termasuk org QRnya sendiri yg bertugas mengawasi konter..

Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel


From: chamsana bachtarudin <chams...@yahoo.com>
Date: Tue, 28 Sep 2010 18:47:30 -0700 (PDT)
Cc: chamsana bachtarudin<bacht...@qp.com.qa>; chamsana bachtarudin<chams...@yahoo.com>
Subject: [tentangqatar] Petugas cek in bandara Soekarno Hatta ceroboh...

mysy...@gmail.com

unread,
Sep 29, 2010, 4:55:08 AM9/29/10
to Chamsana Bachtarudin, tentan...@googlegroups.com, chamsana bachtarudin
Sama2, pak Chamsana. Sebenarnya yg lebih banyak membantu adalah rekan2 di milis ini. Alhamdulillah kita masih bisa saling tolong menolong dalam kebaikan dan kesabaran.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel


From: Chamsana Bachtarudin <bacht...@qp.com.qa>
Date: Wed, 29 Sep 2010 11:25:47 +0300
Cc: <tentan...@googlegroups.com>; chamsana bachtarudin<chams...@yahoo.com>
Subject: Re: [tentangqatar] Petugas cek in bandara Soekarno Hatta ceroboh...

Pak Syarif,
 
Terimakasih atas support dan bantuannya.
Saya sedang menunggu jawaban dari pihak terkait. Juga pihak Qatar Air, tentang masalah yang telah kami alami.
Semoga para pihak terkait dapat secepatnya memberikan jawaban.
 
Salam,
Chamsana


-----mysy...@gmail.com wrote: -----

To: tentan...@googlegroups.com
From: mysy...@gmail.com
Date: 09/29/2010 06:54AM
cc: "chamsana bachtarudin" <bacht...@qp.com.qa>, "chamsana bachtarudin" <chams...@yahoo.com>
Subject: Re: [tentangqatar] Petugas cek in bandara Soekarno Hatta ceroboh...



This e-mail and any attachments are confidential to the addressee and may also be privileged. If you are not the addressee of this e-mail, you may not copy, forward, disclose or otherwise use it in any way what so ever. If you have received this e-mail by mistake, please e-mail the sender by replying to this message, and delete the original and any print out thereof.









Isham

unread,
Sep 29, 2010, 5:50:43 AM9/29/10
to Chamsana Bachtarudin, Milis tentangqatar
Pak Chamsana, 
Kasus seperti ini, kalau ada beberapa orang pernah mengalami hal yang sama,
sudah bisa mengajukan class action lewat YLKI. Kalau mau, bisa saya bantu cari info,
kebetulan saya kenal sama salah seorang pengurusnya. 

Salam,
Isham

On Sep 29, 2010, at 11:05 AM, Chamsana Bachtarudin <bacht...@qp.com.qa> wrote:

Pak Isham...
 
Ini bukan lagi petugas imigrasi, tetapi petugas cek in atau semacam Ticketing Officer yang memeriksa Visa negara tujuan. Apa gak tambah parah tuh...?
 
Salam,
Chamsana

Subject: Re: [tentangqatar] Petugas cek in bandara Soekarno Hatta ceroboh...

yuni anto

unread,
Sep 29, 2010, 5:55:14 AM9/29/10
to tentan...@googlegroups.com
Kang Seto kalo pertama saya mabur ke Qatar juga ditanya kontrak kerjanya ya saya kasih aja, terus saya tanya utk apa anda nanya-in kontrak kerja..dia jawab kita membantu koreksi jika ada sesuatu dengan bapak disana kurang lebih seperti itu nah saya sambil jalan menuju imigrasi ini pasti cari2 kira -kira seperti itu, sy sambil berpikir ini pengalaman buat saya (intinya kita klo di cekareng harus pasang kuda2 baik pulang or balik lagi jadi tki).

Beda  waktu di malaysia saya beli tiket oneway terus ditanya begini kenapa oneways-ticket karena belum tau pastinya pulang yang penting tidak lebih dari 30 hari saya tinggal sampai2 orang AirAsia menayakan uang dengan bangga dan tidak tau maksud orang counter AirAsia sy tunjukin tuh duit dalam dompet kira2 1500 rm, baru orang counter AirAsia ya okeylah, maksud apa juga saya tidak menayakan.

Ya itu semua pengalaman dan sangat mahal, tapi yang jelas kalo dokumen Visa dan passport harus di cek bener karena, gimana sih orang pertama dapet kerja pasti senang, emosi dan campur jadi satu membuat kita tidak konsentrasi he he he

Semoga buat temen2 yang akan atau baru ke LN cek lebih dulu dukumen supaya tidak kena pertanyaan yang sifatnya akan membuat ke rugian pada kita2 yang kerja di LN.

Salam
yunianto


Dari: "seto.b...@gmail.com" <seto.b...@gmail.com>
Kepada: Tentang Qatar <tentan...@googlegroups.com>
Terkirim: Rab, 29 September, 2010 13:06:01
Judul: Re: [tentangqatar] Petugas cek in bandara Soekarno Hatta ceroboh...

Fauzul Arifin *

unread,
Sep 29, 2010, 6:03:09 AM9/29/10
to tentan...@googlegroups.com
Pak Isham,

Apakah lembaga tsb itu cukup bertaji dalam membela konsumennya ya pak ? Saya pingin tahu lebih jauh nih.. Kalau urusan mem-file laporan konsumen , saya yakin lembaga itu nomor wahid. Tapi untuk follow-upnya saya kurang tahu. Kelihatannya masih kalah dengan surat pembaca kompas. Hehehe.

Karena baca pengalaman-pengalaman di surat kabar seperti yang case "siapa yang tanggung jawab jika kendaraan dicuri di parkiran", justru konsumen menang setelah dia sendiri yang maju ke pengadilan.

Cmiiw.


~Ditenagai Oleh Beri Hitam Dari RIMnya KyuThel



From: Isham <isham.s...@gmail.com>
Date: Wed, 29 Sep 2010 12:50:43 +0300
To: Chamsana Bachtarudin<bacht...@qp.com.qa>; Milis tentangqatar<tentan...@googlegroups.com>

Doddy Pramana Hadi

unread,
Sep 29, 2010, 6:05:05 AM9/29/10
to tentan...@googlegroups.com
kalo ke malaysia emang SOP-nya nanyain berapa uang yang di bawa. mungkin karena VOA, jadi dianggap turis sehingga untuk memastikan ditanyain berapa "potensial" belanjanya. saya dulu pertama kali masuk ke Johor naik ferry dari batam utk mulai kerja pun ditanyain. sebelumnya, jalan2 ke singapur naik ferry dari batam (waktu itu masih kerja di Tripatra, tugas di Batam), pun ditanyain bawa uang berapa.
 
Alhamdulillaah, waktu pertama berangkat ke Qatar gak ditanyain macem2. mungkin karena berangkat dari Palembang kali yah (Rute PLG-SIN-DOH).

2010/9/29 yuni anto <yunia...@yahoo.co.id>

Widodo Nugroho

unread,
Sep 29, 2010, 6:18:55 AM9/29/10
to tentan...@googlegroups.com
Alhamdulillah saya juga tidak pernah ditanya macam2 pada waktu pertama
kali berangkat Qatar, atau sesudahnya, walaupun saya berangkat dari
bandara Soetta Jakarta, ntah itu menggunakan QA, EY, atau Emirates.
Satu-satunya yg pernah ditanyakan kepada saya oleh petugas checkin
counter di Jakarta dan Dubai adalah kenapa passport saya sama sekali
bersih dari stamp imigrasi Qatar. Saya jawab klo saya menggunakan
fasilitas egate di Qatar. Yg kedua ptugas fiskal sebelum kita masuk
antrian imigrasi di bandara Soetta, krn disitu dia mengecek catatan
keluar masuk saya dari Jakarta menuju keluar, kenapa terlalu sering
dan sebenarnya berapa lama durasi tinggal saya di luar dibandingkan di
dalam negri (nanti kaitannya dengan bebas fiskal atau tdk). Pertanyaan
yang ketiga yg saya alami adalah dg petugas imigrasi, beliau cuman
bertanya, bapak diluar negri kerja? hanya 3 macam pertanyaan itu saja
yg selama ini saya hadapi.

Wassalam,
WiD

On 9/29/10, Doddy Pramana Hadi <dph.p...@gmail.com> wrote:.

L. Cahyono

unread,
Sep 29, 2010, 6:23:57 AM9/29/10
to tentan...@googlegroups.com
Kemungkinan besar anda perginya waktu itu sdh menggunakan Residence atau working Visa yg diurus oleh Employeer.... kalau itu memang gak perlu return tiket Pak.... (saya mendatangkan pembantu dgn working/residence Visa minggu lalu juga gak perlu return tiket).
Kalau pakai Visit Visa, rasanya kemungkinan besar akan diminta menunjukkan return tiket....
kecuali anda "beruntung" mendapatkan petugas check-in yg "baik" ....
 
Salam,
Yon
Sent: Wed, September 29, 2010 1:18:55 PM
Subject: Re: [tentangqatar] Petugas cek in bandara Soekarno Hatta ceroboh...
--
==============================================================
Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya: http://tentangqatar.com/content/pilih
==============================================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Unsubscribe : tentangqatar+unsub...@googlegroups.com

Doddy Pramana Hadi

unread,
Sep 29, 2010, 6:29:40 AM9/29/10
to tentan...@googlegroups.com

Temen saya bulan lalu mengundang ibunya ke doha dg visit visa dan one way tiket. Alhamdulillaah tidak apa2. Kebetulan pd saat yg sama, saya juga mengundang ibu mertua ke sini dan mereka berangkat berdua. Satu pake one way, satu pake PP. dua2nya gak masalah, alhamdulillaah.

Widodo Nugroho

unread,
Sep 29, 2010, 6:49:16 AM9/29/10
to tentan...@googlegroups.com
Bisa jadi Pak Yon waktu saya sdh menggunakan working/residence
visa..Mengenai masalah2 pertanyaan2 di checkin counter mungkin
Bapak2/Ibu2 yang bertugas di salah satu maskapai bisa memberikan
pencerahan, sebenarnya SOP mereka spt apa, jadi kita sama2 tahu
sebenarnya spt apa. Pengalaman saya selama ini selalu cek
kelengkapan/kevalidan dokumen perjalanan (masa berlaku passport dan
visa), klo memang yakin benar, ngotot dan berdebat dengan petugas pun
akan saya lakukan. Kemudian yang kedua ntah ini selalu benar atau
tidak saya kurang begitu tahu, ttp utk pengalaman saya ini sangat
membantu, yaitu dengan menjadi pelanggan frequent flyer maskapai
bersangkutan. Dengan kita menunjukkan kartu member
(grey/blue/burgundy, silver, atau gold) pd saat checkin biasanya
mereka akan sangat helpful. Klo sudah menunjukkan kartu langganan dan
masih saja dipersulit sptnya maskapainya yg kebangeten sekali.

Wassalam,
WiD

Goeswikantio

unread,
Sep 29, 2010, 10:49:29 AM9/29/10
to tentan...@googlegroups.com, Milis tentangqatar, c...@gapura.co.id, mark...@gapura.co.id, oper...@gapura.co.id, chamsana bachtarudin, chamsana bachtarudin
Pak, kami ikut prihatin atas pristiwa tersebut.sebaiknya utk mencegah hal tsb tdk terulang lg kepada yg lain,bapak membuat
laporan ketidak nyamanan ke Qatar airways jkt,agar oknum petugas check-in mendapat teguran dr perusahaan nya,jika msh ingat Nama petugas tsb, laporkan kepolisi juga lebih baik,agar oknum2 spt ini kapok.
Sent from my iPhone

On 29 Sep 2010, at 04:47, chamsana bachtarudin <chams...@yahoo.com> wrote:

Pak Moderator, rekan2 TQers dan pejabat Gapura Angkasa ysh,

Pada tanggal 25 september 2010, kami sekeluarga hendak mengadakan perjalanan dari Jakarta ke Doha-Qatar. Di Indonesia, kami tinggal di satu perumahan sederhana di daerah Bandung.
Saya, istri dan 2 anak yg berumur 14 dan 8 tahun, menggunakan Etihad. Terbang dari Indonesia pada pukul 18.40 wib. Sedangkan 1 anak saya berumur 20 tahun, terbang menggunakan Qatar Air pada tg 26 september jam 01.00 wib.

Singkat cerita, saya dan anak istri sudah berada di dalam pesawat Etihad dari Jakarta-Abudhabi-Doha. Sedangkan anak saya tertahan di bagian cek in bandara Soekarno Hatta. Petugas cek in mengatakan bahwa anak saya tidak bisa terbang karena masa berlaku Visanya habis. Hal ini membuat anak saya panik dan berusaha menghubungi saya melalui telepon genggam. Yang mana tidak bisa dia lakukan, karena saya sedang berada di dalam pesawat Etihad. Karena sampai tengah malam dia berusaha menghubungi saya ternyata tidak berhasil, maka dia memutuskan mencari transportasi, akomodasi dan makan di Jakarta.

Saya baru mengetahui kejadian tersebut setelah saya tiba di Abudhabi, sekitar jam 24.00 waktu Abudhabi atau jam 03.00 wib. Saya kaget mendengar cerita anak saya itu. Dan meminta anak saya untuk sabar menunggu di Jakarta, mencari transportasi, akomodasi dan makanan seperlunya sampai mendapat berita dari saya.

Jam 03.00 waktu Doha atau jam 07.00 wib, kami tiba di Doha. Namun saya belum bisa keluar rumah karena hari masih gelap dan kantor masih tutup. Kami pergunakan waktu untuk membersihkan rumah, memperbaiki aliran air dan menyiapkan mobil yang accunya saya lepas... dan beristirahat barang sejenak...

Sekitar jam 07.30 saya mulai menanyakan hal tersebut ke travel agent dan imigrasi airport. Travel agent mengatakan, bahwa saya harus membayar denda sebesar 200 QR atau sekitar Rp. 500.000 karena No Show dan harus di arrange jadwal tiket yang baru. Namun saya ngotot bahwa ini bukan kesalahan kami. Namun mereka bilang, Qatar Air tidak mengetahui apa gerangan yang sedang terjadi di bandara Soekarno Hatta. Yang mereka tahu adalah ada penumpang tidak bisa ikut terbang sesuai jadwal. Sehingga harus dikenakan denda.
Dari Travel Agent saya langsung menuju Imigrasi Airport. Hari itu antrian panjang dan penuh sesak oleh manusia. Setelah mendapat giliran, saya menyatakan maksud kedatangan saya pada seorang Kapten untuk memperpanjang visa dan RP anak saya. Ketika sang Kapten menerima berkas yang saya ajukan dan di cek di database baik secara manual atau di komputer, Kapten bilang tidak ada masalah dengan visa dan RP anak saya. Semuanya masih berlaku....
Hali ini tentu saja membuat saya makin kaget dan emosi... Apa yang petugas cek ini bandara Soekarno Hatta inginkan? Menjadi tanda tanya besar bagi saya. Dan berkali-kali saya mendesak sang Kapten untuk mencek ulang datanya di komputer. Hasilnya masih tetap sama.
Akhirnya saya kembali ke Travel Agent dan memesan tiket yang baru pada tanggal 28 september 2010 jam 01.00. Setelah membayar denda 200 QR.
Serta merta saya menghubungi telepon genggam anak saya, memberitahukan kejadian tersebut dan mengirimi dia email yang berisi tiket dan selembaran validasi visa/RPnya.
Dan tanggal 28 september jam 01.00 wib anak saya sudah terbang dari Jakarta ke Doha memakai Qatar Air...

Melalui email ini, saya hendak mengadakan komplain kepada seluruh instansi yang terkait. Atas kecerobohan, kelalaian, unsur kesengajaan petugas cek in di bandara Soekarno Hatta. Untuk dilakukan pembenahan secara tuntas. Betapa kami telah dirugikan secara material dan immaterial. Saya harus membayar denda, pesan tiket lagi, saya harus ngurus ini ngurus itu, anak saya panik dan harus meninggalkah kuliahnya untuk hal yg tdk perlu, belum lagi harus mencari transportasi, akomodasi dan makan sejak tanggal 26 hingga 28 september...

Saya menunggu penyelesaian masalah tersebut dari bapak-bapak yang terkait...

Demikian dan terimakasih. Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan, atau kata-kata yang saya gunakan kurang baik atau kurang pantas...


Salam,
Chamsana Bachtarudin
E-mail : chams...@yahoo.com dan bacht...@qp.com.qa
Telepon : +97455284652 dan +97444372720

--
==============================================================
Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya: http://tentangqatar.com/content/pilih
==============================================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com

Zaldi

unread,
Sep 29, 2010, 12:32:10 PM9/29/10
to tentan...@googlegroups.com
Siapa bilang etihad lbh baik, buktinya bagasi ibu saya dari doha ke
jkt hanya bisa 30kg, selebihnya disuruh bayar, trus air zam zam 5kg
disuruh bayar lagi, trus re schedulle kena charge USD50, ketika dr
Indo-Doha, maupun sebaliknya. Kalo QA, bulan lalu pulang, 35kg saya
sendiri pun lewat, trus zam2 5kg jua lewat... Krn yg jaga mbak2 org
Indo...hehehehe...

> Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com


>
>
>
>
>
> --
> ==============================================================
> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> http://tentangqatar.com/content/pilih
> ==============================================================
> Website : http://www.tentangqatar.com
> Kirim email : tentan...@googlegroups.com

Widodo Nugroho

unread,
Sep 29, 2010, 2:18:12 PM9/29/10
to tentan...@googlegroups.com
Pengalaman saya dengan EY dr JKT-Abudhabi bukan masalah di checkin
counter atau bagasi, tetapi masalah perlakuan diskriminatif FA Etihad
terhadap Ibu-Ibu saudara2 kita yg kebetulan merantau keluar negeri,
yang kebetulan saat itu saya melihat sendiri. Saya complaint via
website mereka dan diberi tanggapan yang cukup, dalam arti mereka
responsif dengan keluh kesah customer. Berikut saya fwd-kan jawaban
dari mereka thd komplain saya. Mungkin seandainya kita mempunyai
beberapa keluhan ada baiknya bisa langsung komplain lewat jalur resmi,
sehingga mereka pihak maskapai pun bisa cepat menanggapi dengan proper
apa yang menjadi keluhan kita.

Wassalam,
WiD (ey gold)
--------------------------------------------
Dear Mr. Nugroho,

Thank you for your recent correspondence. We very much appreciate the
time you took to let us know about your experience when you travelled
with us recently. As a customer focused airline, we greatly value our
passengers’ feedback and perspectives.

Having read your letter, I can understand how annoyed and frustrated
you must feel experiencing as you did the perceived service failures
both before and on your flight. Etihad is an airline with a very
particular commitment to customer service, and I apologise for that.

I am very sorry to learn that you were not satisfied with the level of
service you received from our staff recently. We expect our people to
deal with our customers efficiently and professionally. We do not
like to hear and we are always very concerned when we learn that a
member of our staff was perceived by one of our customers to have been
unprofessional or unhelpful. I hope you can accept my sincere apology
for any disappointment. Your comments will form part of the
departmental manager’s next staff service review. Appropriate review
and follow up of customer perspectives and experiences are an
essential and standard part of Etihad Airways’ Customer Service
policy. So, we very much appreciate the time you took to let us know
about your disappointing experience.

In conclusion Mr. Nugroho, I am acutely aware that the service
afforded to you throughout your journey with us, is not usual, and
certainly not to the high calibre and standards to which you are as
our valued guest entitled to or have the right to expect. As the
national airline of the United Arab Emirates, we represent a country
steeped in traditions, the most predominant of which is built on and
around the unparalleled Arabic hospitality. In this instance I feel,
we have not afforded these traditions justice.

I do hope you will be able to put this negative experience behind you,
and continue to fly with Etihad in the future, we look forward to
welcoming you onboard again very soon.

Yours Sincerely

Caroline Jane Blacklock
Duty Manager Guest Affairs

Etihad Airways
PO BOX 35566
Abu Dhabi
UAE

u-no (uyok haryono)

unread,
Sep 29, 2010, 7:23:15 PM9/29/10
to tentangqatar
Saya malah di tanya macam2 sama petugas cek-in qatar airways , waktu
berangkat pertama kali ke Qatar.
Nanya2 n pengen liat kontrak kerja segala. Waktu istri bernagkat
pertama kali juga di permasalahin , nama beda satu huruf.
Tapi alhamdulillah bisa terlewati, engga sampe tertunda
keberangkatannya.
Saran : sebaiknya komplain resmi ke qatar airways di jakarta.

salam,

On Sep 29, 5:49 pm, Widodo Nugroho <widodo.nugr...@gmail.com> wrote:
> Bisa jadi Pak Yon waktu saya sdh menggunakan working/residence
> visa..Mengenai masalah2 pertanyaan2 di checkin counter mungkin
> Bapak2/Ibu2 yang bertugas di salah satu maskapai bisa memberikan
> pencerahan, sebenarnya SOP mereka spt apa, jadi kita sama2 tahu
> sebenarnya spt apa. Pengalaman saya selama ini selalu cek
> kelengkapan/kevalidan dokumen perjalanan (masa berlaku passport dan
> visa), klo memang yakin benar, ngotot dan berdebat dengan petugas pun
> akan saya lakukan. Kemudian yang kedua ntah ini selalu benar atau
> tidak saya kurang begitu tahu, ttp utk pengalaman saya ini sangat
> membantu, yaitu dengan menjadi pelanggan frequent flyer maskapai
> bersangkutan. Dengan kita menunjukkan kartu member
> (grey/blue/burgundy, silver, atau gold) pd saat checkin biasanya
> mereka akan sangat helpful. Klo sudah menunjukkan kartu langganan dan
> masih saja dipersulit sptnya maskapainya yg kebangeten sekali.
>
> Wassalam,
> WiD
>
> On 9/29/10, L. Cahyono <l_cahy...@yahoo.com> wrote:
>
> > Kemungkinan besar anda perginya waktu itu sdh menggunakan Residence atau
> > working
> > Visa yg diurus oleh Employeer.... kalau itu memang gak perlu return tiket
> > Pak.... (saya mendatangkan pembantu dgn working/residence Visa minggu lalu
> > juga
> > gak perlu return tiket).
> > Kalau pakai Visit Visa, rasanya kemungkinan besar akan diminta menunjukkan
> > return tiket....
> > kecuali anda "beruntung" mendapatkan petugas check-in yg "baik" ....
>
> > Salam,
> > Yon
>
> > ________________________________
> > From: Widodo Nugroho <widodo.nugr...@gmail.com>
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages