> --
> ==============================================================
> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> http://tentangqatar.com/content/pilih
> ==============================================================
> Website : http://www.tentangqatar.com
> Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com
>
--
Regards
Zaldi - Doha
Wassalam,
WiD
2010/9/29 chamsana bachtarudin <chams...@yahoo.com>:
Wassalam,
WiD
2010/9/29 Isham <isham.s...@gmail.com>:
| Terharu mendengarnya, Saya tidak bisa membayangkan kalau yang di tinggalkan itu anak perempuan, 20 tahun pula, terlebih2 cantik, tengah malam di bandara soekarno hatta.. di Jakarta yang penuh dengan kejahatan, tidak menutup kemungkinan orang2 imigrasi juga yang menggoda... Ckckckckkk... Mudah2an tidak di alami oleh anak Bapak yaa... Amien.. Salam --- On Wed, 29/9/10, chamsana bachtarudin <chams...@yahoo.com> wrote: |
Wassalam,
WiD
2010/9/29 agus trianto <agus.a...@gmail.com>:
> Assalamu'alaikum,
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel
Salam,
Isham
On Sep 29, 2010, at 6:11 AM, Widodo Nugroho <widodo....@gmail.com>
wrote:
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel
To: tentan...@googlegroups.com
From: mysy...@gmail.com
Date: 09/29/2010 06:54AM
cc: "chamsana bachtarudin" <bacht...@qp.com.qa>, "chamsana bachtarudin" <chams...@yahoo.com>
Subject: Re: [tentangqatar] Petugas cek in bandara Soekarno Hatta ceroboh...
Pak Isham...Ini bukan lagi petugas imigrasi, tetapi petugas cek in atau semacam Ticketing Officer yang memeriksa Visa negara tujuan. Apa gak tambah parah tuh...?Salam,Chamsana-----Isham <isham.s...@gmail.com> wrote: -----To: "tentan...@googlegroups.com" <tentan...@googlegroups.com>
From: Isham <isham.s...@gmail.com>
Date: 09/29/2010 05:17AM
cc: Milis tentangqatar <tentan...@googlegroups.com>, "c...@gapura.co.id" <c...@gapura.co.id>, "mark...@gapura.co.id" <mark...@gapura.co.id>, "oper...@gapura.co.id" <oper...@gapura.co.id>, chamsana bachtarudin <bacht...@qp.com.qa>, chamsana bachtarudin <chams...@yahoo.com>
Subject: Re: [tentangqatar] Petugas cek in bandara Soekarno Hatta ceroboh...
~Ditenagai Oleh Beri Hitam Dari RIMnya KyuThel
Wassalam,
WiD
On 9/29/10, Doddy Pramana Hadi <dph.p...@gmail.com> wrote:.
Temen saya bulan lalu mengundang ibunya ke doha dg visit visa dan one way tiket. Alhamdulillaah tidak apa2. Kebetulan pd saat yg sama, saya juga mengundang ibu mertua ke sini dan mereka berangkat berdua. Satu pake one way, satu pake PP. dua2nya gak masalah, alhamdulillaah.
Wassalam,
WiD
Pak Moderator, rekan2 TQers dan pejabat Gapura Angkasa ysh,
Pada tanggal 25 september 2010, kami sekeluarga hendak mengadakan perjalanan dari Jakarta ke Doha-Qatar. Di Indonesia, kami tinggal di satu perumahan sederhana di daerah Bandung.
Saya, istri dan 2 anak yg berumur 14 dan 8 tahun, menggunakan Etihad. Terbang dari Indonesia pada pukul 18.40 wib. Sedangkan 1 anak saya berumur 20 tahun, terbang menggunakan Qatar Air pada tg 26 september jam 01.00 wib.
Singkat cerita, saya dan anak istri sudah berada di dalam pesawat Etihad dari Jakarta-Abudhabi-Doha. Sedangkan anak saya tertahan di bagian cek in bandara Soekarno Hatta. Petugas cek in mengatakan bahwa anak saya tidak bisa terbang karena masa berlaku Visanya habis. Hal ini membuat anak saya panik dan berusaha menghubungi saya melalui telepon genggam. Yang mana tidak bisa dia lakukan, karena saya sedang berada di dalam pesawat Etihad. Karena sampai tengah malam dia berusaha menghubungi saya ternyata tidak berhasil, maka dia memutuskan mencari transportasi, akomodasi dan makan di Jakarta.
Saya baru mengetahui kejadian tersebut setelah saya tiba di Abudhabi, sekitar jam 24.00 waktu Abudhabi atau jam 03.00 wib. Saya kaget mendengar cerita anak saya itu. Dan meminta anak saya untuk sabar menunggu di Jakarta, mencari transportasi, akomodasi dan makanan seperlunya sampai mendapat berita dari saya.
Jam 03.00 waktu Doha atau jam 07.00 wib, kami tiba di Doha. Namun saya belum bisa keluar rumah karena hari masih gelap dan kantor masih tutup. Kami pergunakan waktu untuk membersihkan rumah, memperbaiki aliran air dan menyiapkan mobil yang accunya saya lepas... dan beristirahat barang sejenak...
Sekitar jam 07.30 saya mulai menanyakan hal tersebut ke travel agent dan imigrasi airport. Travel agent mengatakan, bahwa saya harus membayar denda sebesar 200 QR atau sekitar Rp. 500.000 karena No Show dan harus di arrange jadwal tiket yang baru. Namun saya ngotot bahwa ini bukan kesalahan kami. Namun mereka bilang, Qatar Air tidak mengetahui apa gerangan yang sedang terjadi di bandara Soekarno Hatta. Yang mereka tahu adalah ada penumpang tidak bisa ikut terbang sesuai jadwal. Sehingga harus dikenakan denda.
Dari Travel Agent saya langsung menuju Imigrasi Airport. Hari itu antrian panjang dan penuh sesak oleh manusia. Setelah mendapat giliran, saya menyatakan maksud kedatangan saya pada seorang Kapten untuk memperpanjang visa dan RP anak saya. Ketika sang Kapten menerima berkas yang saya ajukan dan di cek di database baik secara manual atau di komputer, Kapten bilang tidak ada masalah dengan visa dan RP anak saya. Semuanya masih berlaku....
Hali ini tentu saja membuat saya makin kaget dan emosi... Apa yang petugas cek ini bandara Soekarno Hatta inginkan? Menjadi tanda tanya besar bagi saya. Dan berkali-kali saya mendesak sang Kapten untuk mencek ulang datanya di komputer. Hasilnya masih tetap sama.
Akhirnya saya kembali ke Travel Agent dan memesan tiket yang baru pada tanggal 28 september 2010 jam 01.00. Setelah membayar denda 200 QR.
Serta merta saya menghubungi telepon genggam anak saya, memberitahukan kejadian tersebut dan mengirimi dia email yang berisi tiket dan selembaran validasi visa/RPnya.
Dan tanggal 28 september jam 01.00 wib anak saya sudah terbang dari Jakarta ke Doha memakai Qatar Air...
Melalui email ini, saya hendak mengadakan komplain kepada seluruh instansi yang terkait. Atas kecerobohan, kelalaian, unsur kesengajaan petugas cek in di bandara Soekarno Hatta. Untuk dilakukan pembenahan secara tuntas. Betapa kami telah dirugikan secara material dan immaterial. Saya harus membayar denda, pesan tiket lagi, saya harus ngurus ini ngurus itu, anak saya panik dan harus meninggalkah kuliahnya untuk hal yg tdk perlu, belum lagi harus mencari transportasi, akomodasi dan makan sejak tanggal 26 hingga 28 september...
Saya menunggu penyelesaian masalah tersebut dari bapak-bapak yang terkait...
Demikian dan terimakasih. Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan, atau kata-kata yang saya gunakan kurang baik atau kurang pantas...
Salam,
Chamsana Bachtarudin
E-mail : chams...@yahoo.com dan bacht...@qp.com.qa
Telepon : +97455284652 dan +97444372720
--
==============================================================
Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya: http://tentangqatar.com/content/pilih
==============================================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com
> Unsubscribe : tentangqatar...@googlegroups.com
>
>
>
>
>
> --
> ==============================================================
> Pilih foto favorit Anda dan menangkan hadiahnya:
> http://tentangqatar.com/content/pilih
> ==============================================================
> Website : http://www.tentangqatar.com
> Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Wassalam,
WiD (ey gold)
--------------------------------------------
Dear Mr. Nugroho,
Thank you for your recent correspondence. We very much appreciate the
time you took to let us know about your experience when you travelled
with us recently. As a customer focused airline, we greatly value our
passengers’ feedback and perspectives.
Having read your letter, I can understand how annoyed and frustrated
you must feel experiencing as you did the perceived service failures
both before and on your flight. Etihad is an airline with a very
particular commitment to customer service, and I apologise for that.
I am very sorry to learn that you were not satisfied with the level of
service you received from our staff recently. We expect our people to
deal with our customers efficiently and professionally. We do not
like to hear and we are always very concerned when we learn that a
member of our staff was perceived by one of our customers to have been
unprofessional or unhelpful. I hope you can accept my sincere apology
for any disappointment. Your comments will form part of the
departmental manager’s next staff service review. Appropriate review
and follow up of customer perspectives and experiences are an
essential and standard part of Etihad Airways’ Customer Service
policy. So, we very much appreciate the time you took to let us know
about your disappointing experience.
In conclusion Mr. Nugroho, I am acutely aware that the service
afforded to you throughout your journey with us, is not usual, and
certainly not to the high calibre and standards to which you are as
our valued guest entitled to or have the right to expect. As the
national airline of the United Arab Emirates, we represent a country
steeped in traditions, the most predominant of which is built on and
around the unparalleled Arabic hospitality. In this instance I feel,
we have not afforded these traditions justice.
I do hope you will be able to put this negative experience behind you,
and continue to fly with Etihad in the future, we look forward to
welcoming you onboard again very soon.
Yours Sincerely
Caroline Jane Blacklock
Duty Manager Guest Affairs
Etihad Airways
PO BOX 35566
Abu Dhabi
UAE