Senin 18 Jul 2011
Jam 10 pagi saya sampai di loket KTKLN kantor tsb. Petugas menyuruh
ambil formulir dan map di tempat foto copy. Gratis? Tentu tdk. Rp 2000
untuk barang2 tsb + Rp 10000 untuk materai nominal Rp 6000.
Setelah komplit berkas2nya, balik ke loket verifikasi data. Apes,
seluruh pegawai sedang rapat. Ya udah tunggu aja. Kebetulan ketemu
temen dari Qatar, jd nggak bengong sendirian.
Jam 11-an petugas mulai bekerja di meja masing2. Ditunggu sampai jam
13 koq nama kami berdua blm dipanggil juga. Diselidiki ternyata berkas
kami disalip oleh berkas2 yg diurus via calo... bah.
Jam 13.30 berkas selesai di verifikasi dan dikembalikan ke kami untuk
diserahkan ke loket input data.
Mengingat banyaknya berkas dan hanya ada 1 petugas, saya putuskan
untuk pulang dan lanjut besok saja. Sedangkan teman saya
melanjutkan... (bro Edy SGM silakan sharing bagaimana prosesnya sampai
mendapat KTKLN pas maghrib).
Selasa 19 Jul 2011
Berdasar pengalaman kemarin, saya ke kantor BNP2TKI di Pancoran saja.
Sampai disana jam 08.30, tdk tampak satupun petugas. Tanya2 katanya
nanti jam 9 baru mulai. Realitanya jam 10 baru petugas ngasih formulir
(beda dgn yg kemarin), gratis. Setelah diisi data diri dan copy
paspor, RP dan ID form tsb diserahkan ke petugas. Paspor dan ID asli
tdk ditanya sama sekali.
Jam 10.30 foto dan KTKLN akhirnya jadi juga....
Pfuih, what a waste of time!
~wawan~
--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Daftar: tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti: tentangqatar...@googlegroups.com
Sent from Didik's iPhone
--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
siap bilang 8 reyal?600 ribu kata pak edy suhendra yg jg ngambil di ciracas, antri dr jam 9.30am sampai azan magrib...banyangin aja...ini br sekarang yg lagi ketat pengawasan KPK, apalagi nanti kalo udah kendor..
(ngasi RP dan AXA malah ditolak :)
langsung photo sambil diinterogasi gaji, tempat kerja, nama orangtua..
sambil petugasnya pada nanya2 lowongan kerja di qatar kartu udah
jadi sebelom ngobrol selesai
check in dan petugas imigrasi ngga naya2 KTKLN
salam
dodo
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
melanjutkan cerita di Ciracas... (wahh, oom Wawan kehilangan bagian yang seru nihh...) di loket bagian produksi kartu, berkas saya berikan ke petugas, langsung ditaruh di bawah tumpukan dekat monitor (sepertinya memang itu urutannya, red.). sudah lewat 1/2 jam lebih, saya coba intip... ada seorang (ternyata) calo bilang, "kalo perorangan lama pak ya, bisa sampe sore deh..." hmm.... kenapa begitu? setelah saya perhatikan, tumpukan berkas tadi tetap bertambah sampai ke meja sebelahnya, sedangkan si petugas mengerjakan input data dari tumpukan yang lain... tidak lain adalah tumpukan yang baru dibawakan oleh oknum calo, berikut orang-orangnya (pengguna jasa calo tsb., red.) untuk ditanyai data yang diinput (nama, tanggal lahir, negara tujuan, perusahaan, gaji, nama orang tua, dll.) padahal di pintu yang tertutup rapat itu tertulis jelas, "selain petugas BP3TKI dilarang masuk" saya perhatikan, pendaftar perorangan (non-calo) yang menyerahkan berkas juga makin banyak dan tampangya semakin resah juga... pada satu kesempatan, setelah ada orang keluar, saya ganjal pintunya pakai kaki sambil menyampaikan protes, "nama saya koq nggak dipanggil-panggil?" si penjaga pintu bilang, "tunggu pak, masih banyak, nanti dipanggil" sambil terus berusaha menutup pintu. saya balas lebih keras, "tumpukan berkas yang di bawah mouse itu koq nggak diambil-ambil? gimana sih urutannya?!!" si penjaga pintu bilang ke penginput data, "mbak, ada yang protes nih..." lantas si penginput data jadi gusar dan memutuskan pindah ke ruangan lain (loket 3, red.), semua berkas tadi dipindahkan ke loket 3. di loket 3 lebih terbuka dan proses input data jadi transparan di jendela loket, tapi peserta perseorangan jadi gak mau duduk. kami semua berdiri di depan loket, memperhatikan urutan berkas yang diambil dari tumpukan dan tidak memberi ruang bagi calo untuk menyela... satu-persatu pengantri dipanggil untuk pengisian data... yang lucu, ada petugas security yang datang, "ada apa ini? jangan berdiri di depan loket! duduk saja dulu, tunggu dipanggil!" spontan mereka menjawab ramai-ramai sambil melotot, "mana? dari tadi saya nggak dipanggil" si security langsung menjauh, gak berani balik lagi... :-p setengah jam kemudian, ada yang lebih lucu lagi, seorang calo datang, "mbak, tolong ini dulu dong..." sambil memberi setumpuk berkas... spontan saya teriak, "taruh di belakang mbak! belakang!" (kompor.com) spontan pengantri yang lain juga ikutan teriak,"belakang! belakang!" (panas.com wkwkwk...) si petugas pun menaruh di tumpukan belakang... (daripada diamuk massa, red. :-p) setelah itu ada yang paling lucu, saya perhatikan para pengguna jasa calo mulai gusar dan protes sama calo-nya... wkwkwk... :-D akhirnya tiba giliran saya sudah sore banget... selesai data input, dapat kertas print out. saya perhatikan salah satu datanya tercetak "QATARGAS OPERETING KOMPENI LTD" ...ya sudah lah... cappe dehh... saya bawa ke loket bagian produksi kartu untuk mendapatkan kartu blank yang sudah di-link dengan data input tadi, lalu kemudian ke ruang foto... di ruang foto ada dua meja dan salah satu meja sudah ada calo yang berdiri di samping petugas. ruang tunggu sudah sebagian penuh... saya datangi petugas yang tidak ada calo-nya dan saya letakkan berkas di mejanya. di situ cuma ada beberapa berkas. petugas tersebut sedang menginput foto seorang peserta dan saya tunggu giliran saya. setelah satu-dua orang, ada calo datang sambil membawa beberapa berkas... saya perhatikan dulu... ternyata si petugas langsung memanggil orang yang baru datang bersama calo tadi untuk langsung foto... langsung saya datangi mejanya sambil senyum, "maaf pak, urutannya gimana ya?" saya angkat berkas saya yang ditutupi berkas-berkas yang dibawa si calo... kali ini gak pakai teriak karena si petugas sudah berumur, dan saya juga udah capek... :-p si calo pura-pura nggak tau, "eh iya pak, urutannya yang mana nih? masih ada ya?" si petugas juga pura-pura pikun... (atau memang sudah pikun? red.) mohon maaf, bagai seonggok kotoran, saya sama sekali tidak melirik apalagi bicara dengan calo ini selama saya bicara dengan si petugas... akhirnya si petugas menyuruh orang tadi untuk duduk dulu di bangku tunggu dan menyilakan saya untuk langsung foto... si calo juga pura-pura sibuk membantu memanggilkan orang-orang yang memang ada di belakang urutan saya... selesai foto, saya bilang terima kasih, masih dengan sopan... lalu kembali ke bagian produksi kartu untuk pencetakan... sampai di sini, masih ada calo yang berusaha menawarkan jasa, "tiketnya jam berapa pak?" halah... apa pula nih? (mungkin dia pikir saya harus berangkat malam itu juga, red.) sekali lagi, sama sekali nggak saya gubris... :-p 15-20 menit kemudian kartu saya jadi, karena ruang produksi mengerjakan per batch beberapa kartu sekaligus... keluar dari gedung itu sudah pas adzan... Alhamdulillaah, nikmatnya sholat Maghrib... ... |
| -- ============================================== Website : http://www.tentangqatar.com Kirim email : tentan...@googlegroups.com |
| Daftar: tentangqatar+subs...@googlegroups.com Berhenti: tentangqatar+unsub...@googlegroups.com |
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
On 7/20/11, effendi...@gmail.com <effendi...@gmail.com> wrote:
> Pak agus,
> Sama spt pak Heriadi, cuma nyerahkan passport lewat jendela. Pdahal sy sudah
> siap photo dll, dan juga mau ngasih tips kalo bayar asuransi...
>
> trus dipanggil, ditanya, pekerjaan, pedidikan terakhir, nama bapak, ibu,
> kerja. Pas dia nanya gaji (harus nya gak ada sy yakin), yg saya jawab
> ngarang aja,,
>
> Yang penting sok PD aja pas dia tanya.
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
>








Hal itu telah dilakukan sejak Muhaimin menduduki jabatan Menakertrans. “Sejak saya jadi menakertrans semua kewenangan di bidang TKI saya serahkan 100 persen ke BNP2TKI," kata Muhaimin di Jakarta,Minggu (26/6/2011).
Karena itu, menurutnya, desakan agar dirinya mundur akibat munculnya kasus TKI dipancung adalah desakan yang salah alamat. Sebab, Kemenakertrans tidak menangani teknis TKI, hal itu menjadi kewenangan satu pintu BNP2TKI.
Muhaimin berjanji akan mengevaluasi kinerja badan tersebut. “Kita akan lakukan evaluasi BNP2TKI," tegas Muhaimin. [Ant/tjs]
http://nasional.inilah.com/read/detail/1643052/sejak-jadi-menteri-muhaimin-ogah-tangani-tki



> *"IF YOU SAY YOU CAN....YOU CAN DO IT " Mathias Mucus*




Alhamdulilah basic nya Pak Nur bisa beli sebongkah emas...... :) saya
Nasi dr belian itu spt apa Pak Diday? Ya nasi briyani lah.... :)
Syarif
Enjoying Qatar @www.tentangqatar.com
On 7/20/11, Diday Tea <dida...@gmail.com> wrote:
Sent from my BlackBerry® smartphone from Vodafone~bekerja&bersedekah~
Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel
Saya dulu paling sebel ama KTKLN ini, dan karna kebetulan tiap mudik saya selalu via border Batam-Singapore yg tidak pernah mempedulikan KTKLN jadi saya ga pernah bikin. Tapi kemaren saat cuti ke Batam timbul rasa iseng saya utk bikin KTKLN saat tau kantornya hanya berjarak walking distance 300 meter dari rumah alias diseberang komplek perumahan saya. Dari rumah saya cuma nenteng paspor doang plus duit 50 ribu rupiah, dokumen lain ga ada yg saya bawa. Menurut rekan yg sudah duluan mengurus KTKLN disitu ongkosnya bener2 gratis, hanya bayar materai doang kalo kita ga bawa materai sendiri. Ya buat jaga2 saya bawa duit gocap lah, bathin saya bilang kalo ternyata urusannya ribet dan ga mau disogok pake duit gocap ya khalewali saya pulang lagi karna toh KTKLN ga berlaku di border Batam-Singapore. O iya, kantor tempat saya mengurus KTKLN ini bukan kantor BNP2TKI, tapi P4TKI. Sampe di kantornya ternyata lagi banyak rombongan calon TKI ke Malaysia, tapi mereka di handle oleh satu petugas, sementara yg perorangan seperti saya langsung di handle oleh petugas lainnya. Dengan ramah petugasnya minta passport saya sekaligus bukti visa saya dan kopi kontrak kerja. Nah karna emang ga bawa kopi kontrak kerja jadi saya tawarkan utk ngirim offering letter saya yg kebetulan masih ada di inbox Yahoo saya ke alamat email mereka via handphone, dan mereka setuju. Sambil nunggu email masuk saya disuruh isi formulir, begitu email masuk langsung dia bawa print outnya ke atasannya sementara saya disuruh foto. Ga sampe 2 menit pasca foto kartunya langsung jadi. Balik ke meja petugasnya saya disuruh tanda tangan diatas materai 6000 dan khalasss, kartu diserahkan ke saya dan mereka minta ongkos 20 ribu aja termasuk materai. Total saya menghabiskan waktu disana sekitar 20 menit aja, dan kartu udah di tangan. Ga ada pertanyaan soal asuransi, gaji, kontrak kerja asli dll.. Yang awalnya udah siap mental perang dan walkout ternyata berakhir senyum memuaskan..
Ijin mantau...kali aja ada case ..
Saya dulu paling sebel ama KTKLN ini, dan karna kebetulan tiap mudik saya selalu via border Batam-Singapore yg tidak pernah mempedulikan KTKLN jadi saya ga pernah bikin. Tapi kemaren saat cuti ke Batam timbul rasa iseng saya utk bikin KTKLN saat tau kantornya hanya berjarak walking distance 300 meter dari rumah alias diseberang komplek perumahan saya. Dari rumah saya cuma nenteng paspor doang plus duit 50 ribu rupiah, dokumen lain ga ada yg saya bawa. Menurut rekan yg sudah duluan mengurus KTKLN disitu ongkosnya bener2 gratis, hanya bayar materai doang kalo kita ga bawa materai sendiri. Ya buat jaga2 saya bawa duit gocap lah, bathin saya bilang kalo ternyata urusannya ribet dan ga mau disogok pake duit gocap ya khalewali saya pulang lagi karna toh KTKLN ga berlaku di border Batam-Singapore. O iya, kantor tempat saya mengurus KTKLN ini bukan kantor BNP2TKI, tapi . Sampe di kantornya ternyata lagi banyak rombongan calon TKI ke Malaysia, tapi mereka di handle oleh satu petugas, sementara yg perorangan seperti saya langsung di handle oleh petugas lainnya. Dengan ramah petugasnya minta passport saya sekaligus bukti visa saya dan kopi kontrak kerja. Nah karna emang ga bawa kopi kontrak kerja jadi saya tawarkan utk ngirim offering letter saya yg kebetulan masih ada di inbox Yahoo saya ke alamat email mereka via handphone, dan mereka setuju. Sambil nunggu email masuk saya disuruh isi formulir, begitu email masuk langsung dia bawa print outnya ke atasannya sementara saya disuruh foto. Ga sampe 2 menit pasca foto kartunya langsung jadi. Balik ke meja petugasnya saya disuruh tanda tangan diatas materai 6000 dan khalasss, kartu diserahkan ke saya dan mereka minta ongkos 20 ribu aja. Total saya menghabiskan waktu disana sekitar 20 menit aja, dan kartu udah di tangan. Ga ada pertanyaan soal asuransi, gaji, kontrak kerja asli dll..
Ijin mantau...kali aja ada case ..
Pak Bangun, buat dimana? Di Jakarta?
Syukur Alhamdulillah. Gak pake bayar ya..
Thank you and best regards,
Edwin Kurniawan
Oya. Saya juga gratis. Padahal sudah bawa materai 4 buah, ternyata gak diminta sama sekali. Trus yg bayar materai untuk apa ya?
wassalam
syarif
Kalau saya kemarin memperpanjang KTKLN di kantor BP3TKI Semarang. Prosesnya spt bikin kartu baru... Beli formulir isian data yg di sertakan dlm map dan meterai seharga 10ribu rupiah. Tidak lewat antrian spt yg lainnya, tp stepnya sama spt bikin baru, termasuk minta hasil medical test yg terakhir. Menurut petugasnya, ini sesuai dgn surat edaran yg paling akhir (1 tahun yg lalu dikeluarkannya) --->perlu diklarifikasi yg ini, padahal di Bandara Soetta gak se-mbulet ini alias ringkas banget. Akhirnya saya tidak bersedia melakukan medical test saat diminta melakukannya krn tidak membawa medical result terakhir. Sampe dengan bertemu dan berbicara dgn atasannya yg paling berwenang. Lha wong tahun lalu saya bikin KTKLN yg hanya berlaku satu tahun saja hanya butuh paspor dan visa saja, ini utk perpanjngan malah butuh data komplit banget. Akhirnya, saya hanya bikin surat pernyataan sdh medical check saja sesuai saran bapak tersebut. Pelayanan BP3TKI Semarang cukup ramah dan membantu sekali. Sayapun minta masa berlaku kartu yg maksimum juga diberi sesuai status indefinite contract yg saya tunjukkan ke beliau. Walaupun saya pilih 5 tahun saja pd akhirnya. Yg bikin saya penasaran, apa iya ada surat edaran terbaru yg mengharuskan semua TKI mandiri yg bikin KTKLN hrus menyertakan hasil medical test nya? Ataukah ini perbedaan pemahaman saja di BNP2TKI, BP3TKI dsb...? Salam, Sent from Yahoo! Mail on Android |
Kalau saya kemarin memperpanjang KTKLN di kantor BP3TKI Semarang. Prosesnya spt bikin kartu baru... Beli formulir isian data yg di sertakan dlm map dan meterai seharga 10ribu rupiah. Tidak lewat antrian spt yg lainnya, tp stepnya sama spt bikin baru, termasuk minta hasil medical test yg terakhir. Menurut petugasnya, ini sesuai dgn surat edaran yg paling akhir (1 tahun yg lalu dikeluarkannya) --->perlu diklarifikasi yg ini, padahal di Bandara Soetta gak se-mbulet ini alias ringkas banget. Akhirnya saya tidak bersedia melakukan medical test saat diminta melakukannya krn tidak membawa medical result terakhir. Sampe dengan bertemu dan berbicara dgn atasannya yg paling berwenang. Lha wong tahun lalu saya bikin KTKLN yg hanya berlaku satu tahun saja hanya butuh paspor dan visa saja, ini utk perpanjngan malah butuh data komplit banget. Akhirnya, saya hanya bikin surat pernyataan sdh medical check saja sesuai saran bapak tersebut. Pelayanan BP3TKI Semarang cukup ramah dan membantu sekali. Sayapun minta masa berlaku kartu yg maksimum juga diberi sesuai status indefinite contract yg saya tunjukkan ke beliau. Walaupun saya pilih 5 tahun saja pd akhirnya. Yg bikin saya penasaran, apa iya ada surat edaran terbaru yg mengharuskan semua TKI mandiri yg bikin KTKLN hrus menyertakan hasil medical test nya? Ataukah ini perbedaan pemahaman saja di BNP2TKI, BP3TKI dsb...? Salam, Sent from Yahoo! Mail on Android |
Saya tadi pagi tidak dimintai tentang medical test. Dulu juga waktu bikin baru tidak ditanyai.
wassalam
syarif
+1
Pertengahan bulan July lalu, sy terbang balik Doha menggunakan Emirates, paspor keluaran KBRI Doha. Waktu check-in, Mbak2 Emirates menanyakan KTKLN, yg sy jawab dengan nada tegas. Mbaknya tidak menanyakan lebih lanjut, langsung memberikan boarding pass.
Waktu di imigrasi, mas imigrasi cuman menanyakan dengan ramah 'kerja di sana pak?'. Yang sy iyakan.
Langsung dicop, dan lewat...
Mungkin karena kasus ini tidak saja berdampak pada TKI, tapi juga ke penerbangan.
Akibatnya, mbak2 penerbangan menanyakan hal ini meski mungkin ini di luar autoritas mereka.
Salam merdeka,
~ holly ~
Ikut numpang share pengalaman pembuatan ktkln di ciracas kemarin.
Awal start sudah agak ketinggalan saya sampai jam 10.00 sudah ramai antriannya (lebih baik dari jam 8).
Untuk tki mandiri begitu daftar langsung diarahkan ke counter 12. Bisa langsung beli formulir di tukang foto kopi belakang & fotokopi ktp, passpor, return visa, kontrak kerja.
Jika ada asuransi kantor bisa dilampirkan juga.
Isi formulir identitas kita dan pemberi kerja. Dan pada bagian titik2 kosong paling bawah sy isi: saya sudah diasuransikan oleh kantor.
Jangan lupa hasil medical checkup terbaru. Kalau sudah pernah medical cekup lg di rumah sakit di indo bisa harus dilampirkan. Atau disana ada klinik medcheck bayar rp.105.000 laki2 & rp.125.000 perempuan. (Lebih baik diluar karena disini antri panjang)
Setelah itu masukan berkas ke counter 12 (pelayanan tki mandiri & pelaut) tunggu foto. Dan setelahnya kartunya jadi.
Nasib saya agak sial karena saat ini musim cuti. Yg biasanya melayani 80 org/hari kemarin sampai 300org yg datang. Bisa dibayangkan penuhnya antrian. Dan pingpong karena belum tau prosedur standardnya. Alhasil jam 4 sore baru jadi kartunya.
Memang gratis.. tapie kok miris...
Semoga hari berikutnya bisa lebih baik!
Salam,
Achmad
| From: Achmad Zakiri Sent: Selasa, 20 Agustus 2013 07:24 |
| From: agus_h...@yahoo.com Sent: Selasa, 20 Agustus 2013 07:59 |
| From: imam....@gmail.com Sent: Selasa, 20 Agustus 2013 15:46 |
| From: imam....@gmail.com Sent: Kamis, 22 Agustus 2013 06:26 |
Kalo dari kantor di mana saya ngais riyal, libur eid Adha mulai tanggal 15 oktober s/d 20 oktober 2013. Resume to work tgl 21 oktober 2013.
wassalam
RL
--
| From: rudi_...@yahoo.com Sent: Kamis, 22 Agustus 2013 12:34 |
Gak konsisten ya Pak Bangun.
Disiapin susah susah, malah gak di tanya.
Thank you and best regards,
Edwin Kurniawan
| From: Seto Bayu Sent: Jumat, 23 Agustus 2013 22:34 To: Tentang Qatar |
Dari: "bacht...@gmail.com" <bacht...@gmail.com>
Kepada: tentan...@googlegroups.com
Dikirim: Sabtu, 24 Agustus 2013 2:14
Judul: Re: [tentangqatar] Bikin KTKLN di BNP2TKI Ciracas? Nggak banget deh...
Di bawah adalah Prosedur Pembuatan KTKLN yg saya alami di Ciracas.
1. Mendaftar, dapat nomor antrian.
2. Loket khusus TKI mandiri isi formulir, tunggu dipanggil.
3. Dipanggil diminta syarat2:
3.1. Copy paspor & RP/ID
3.2. Copy kontrak
3.3. Copy asuransi
3.4. Hasil tes kesehatan
4. Bawa lagi berkas ke loket pendaftaran untuk verifikasi. Tunggu panggilan.
5. Dipanggil nomornya untuk menyerahkan berkas buat data entry. Tunggu lagi untuk foto.
6. Dipanggil untuk foto. Tunggu kartu jadi.
Proses tersebut makan waktu kurang lebih 4 jam. Perlu dicatat bahwa masa berlakunya bisa nego untuk yg permanent resident (kaya main2, nggak ada standard). Jadi jangan lupa untuk bilang permanent resident ke tukang fotonya sebelum ambil gambar dan sidik jari.
Cerita dibalik pembuatan KTKLN
Hari ini saya ngurus perpanjangan Kartu yg Tak Ketahuan Lagi guNanya ini. Saya datang sekitar pukul 10 pagi di tempat yg sopir taksipun gak semua tahu yaitu di Ciracas.
Area yg khusus disediakan buat TKI mandiri ini ada di bagian belakang. Di situ diberi formulir untuk diisi 'semampunya' (agak bingung juga pake pesen begitu). Selesai isi terus tunggu panggilan.
Setelah dipanggil nomor antriannya, diminta untuk tes kesehatan atau bawa hasil tesnya tapi saya ngeyel nggak bawa dan gak mau tes (sudah tes dr perusahaan). Akhirnya mereka (ada 2 org yg 'ngeroyok' saya) 'ngalah'. Pertama kali saat menerima berkas mereka minta 'seikhlasnya' kemudian bilang Rp50.000,-. Terus saya tanya buat apa, mereka bilang administrasi terus lanjutnya lagi kalau "Bpk mau urus sendiri silahkan" akhirnya saya bilang mau urus sendiri dan berkasnya saya ambil.
Yang paling lucu memang di masa berlaku kartu, karena bisa nego. Waktu saya bilang permanent resident salah seorang petugas dengan entengnya bilang "saya kasih sampe 2025 mau?" langsung saya jawab mau saja biar gak usah bolak balik. Tapi ternyata begitu jadi masih tertulis 2015. Saya protes, kartunya diambil lagi, dan herannya prosesnya gak sampe stengah jam kartunya sudah jadi.
Heran, memperpanjang kartu ginian saja kok malah lebih rumit dari bikin baru. Waktu bikin baru malah persyaratannya gak sebanyak sekarang dan kartu langsung jadi setelah foto.
Alhamdulillah, meskipun perjuangan saya tak seseru cak Imam saya dpt kartu berlaku sampai 2025, lumayan sudah nglewatin World Cup.
Salam,
Hari
Pak hari TOP BGT dech...2025
| From: Hari Suprayitno Sent: Selasa, 27 Agustus 2013 21:27 |
Reply To: tentan...@googlegroups.com |
Subject: Re: Bls: [tentangqatar] Bikin KTKLN di BNP2TKI Ciracas? Nggak banget deh... |
Jadi pak hari dan para tki yang udah mengurus ktkln di indo bisa merasakan birokrasinya, bisa di bayangkan jika presiden RI 2014 Raden Mas Jamrur.....presiden bilang A......anak buahnya bisa A10.....bukan profokator lo....he...he...he...
| From: Bambang Suparno Sent: Tuesday, August 27, 2013 19:48 |
Jangan kuatir cak, sudah ditolak ikut konvensi oleh PD kok. Nggak tahu kalo ada partai lain yang mau.
Jadi pak hari dan para tki yang udah mengurus ktkln di indo bisa merasakan birokrasinya, bisa di bayangkan jika presiden RI 2014 Raden Mas Jamrur.....presiden bilang A......anak buahnya bisa A10.....bukan profokator lo....he...he...he...
Kayanya orang yg ngeyelan malah dikasih masa berlaku kartunya selama mungkin, soalnya kalau ngurus cuma ngasih kerjaan nggak ngasih duit. Hehehe . . .
Saran saya potret poster ini (saya lihatnya setelah melewati fase 'kritis' itu dan di bawahnya ada tulisan yg kepotong "adalah TINDAK PIDANA"), kalau ada yg minta duit, tunjukkan. Tapi yg berani nglawan memang nggak banyak, makanya pengaruhnya terhadap pembelajaran gak signifikan, tapi semua harus mulai dr diri sendiri.
| From: Hari Suprayitno Sent: Tuesday, August 27, 2013 17:27 |
Reply To: tentan...@googlegroups.com |
Subject: Re: Bls: [tentangqatar] Bikin KTKLN di BNP2TKI Ciracas? Nggak banget deh... |