Kabur dari perusahaan QP Group ke negara GCC lainnya

322 views
Skip to first unread message

Seto Bayu

unread,
Aug 26, 2015, 10:24:03 PM8/26/15
to Tentang Qatar


Assalamualaikum rekan2 TQ,

Mohon saran, masukan, dan mungkin cerita dari rekan2 yg berpengalaman tentang pindah kerja ke negara lain di GCC tanpa mengajukan resign alias kabur dari perusahaan grup Qatar Petroleum.

Sebagaimana yg kita tahu umumnya Qatar Petroleum dan anak2 usahanya menerapkan sistem 90 days notice saat kita mengajukan pengunduran diri, tapi kita juga sadar kagak ada perusahaan yg mau nungguin ampe 3 bulan kecuali mereka emang bener2 butuh pegawai yg spesifikasinya khusus dan langka. Ini cuma trik utk mematikan langkah karier kita karna mereka tau ga bakalan ada perusahaan yg mau nunggu calon karyawannya utk join sampe 3 bulan lamanya. Umumnya perusahaan membutuhkan karyawan baru yg bisa segera bergabung, dan kadang kita juga ga ingin kehilangan kesempatan.

Yang ingin saya tanyakan:

Seandainya kita kerja di salah satu anak perusahaan QP dan tidak memiliki tanggungan apapun seperti bank loan, car loan, kahramaa, ooredoo, all clear, lalu kita mendapatkan tawaran dari perusahaan di negara lain yg masih dalam keanggotaan GCC dan kita memilih utk kabur dari perusahaan kita karna perusahaan yg baru tidak mau nunggu sampai 90 hari apakah akan bermasalah nantinya di negara yg baru? Baik itu masalah imigrasi, izin kerja di negara setempat atau yg lainnya..?

Dulu sempat ada rumor yg bilang bahwa kalo kita kabur pulkam tanpa resign baik2 bakal di banned utk masuk GCC selama 2 tahun, sekarang seandainya kita udah terlanjur masuk ke negara yg baru kira2 apa yg bakal terjadi? Let say ngakunya mau cuti ke Indonesia sebulan padahal langsung loncat ke Abudhabi dan langsung kerja, jadi sebelum di banned udah keduluan masuk ke Abudhabi, kira2 apa yg bakal terjadi kalo udah keduluan masuk? Apa bakal ditolak permohonan visa kerjanya? Atau dideportasi? Atau hanya di banned utk masuk ke Qatar?

Mohon masukannya dari rekan2 yg mungkin punya pengalaman kabur ke negara tetangga, terima kasih..

Wassalam,

Chief Seto Bayu

Zaldi

unread,
Aug 26, 2015, 10:40:04 PM8/26/15
to tentan...@googlegroups.com
taon 2006-2008 saya msh kerja didubai, resign secara baik2, tp buru2, shg pasport blom sempat dicancel.
begitu di doha, hrd saat mau issue visa kerja, dilihat msh ada RP dubai yg blom dicancel, mrk bilang hrs di cap cancel dulu dr imigrasi dubai, kalo tdk nggak bisa issue visa kerja didoha.
ya untung msh teman disana, jd kirim pake dhl, teman kasi ke hrd, seminggu kemudian cap cancel dubai sdh dipassport.

tp ada teman org sudan yg sama2 sekantor didubai dan masuk kedoha ditempat yg sama, dia tdk masalah, walau blom dicancel. tp posisi nya senior manager disini.

sharing experience saja.

Waalaikumussalam & Regards
--
===========================================================
Kunjungi website kami untuk mencari informasi tentang Qatar
http://www.tentangqatar.com
===========================================================
Bergabung ke mailing list:
Kirim email ke tentangqata...@googlegroups.com
===========================================================
Like our Facebook page to get latest news
http://www.facebook.com/TentangQatar
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "tentangqatar" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke tentangqatar...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

ƒë®ÿ ™

unread,
Aug 26, 2015, 11:02:18 PM8/26/15
to tentan...@googlegroups.com
Waalaikum salam;

Alangkah baiknya jika kita resign normal dan nego dengan line manager utk mempersingkat notice period selama kita tidak punya sangkutan apapun. Normal nya akan di terima dengan legowo oleh line manager. 
Jika kabur, saya punya pengalaman pahit tentang TKI; kata beberapa teman orang sini; "indonesian is good worker but always run away; thats why we have hesitation to recruit indonesian" 
Jadi akan membuat nama bangsa kurang bagus in general opinion.
 
Mengenai banned di GCC, saya punya teman orang kampung kita juga, dia kabur dengan meninggalkan hutang di salah satu bank di sini, setelah lepas 2 tahun, pergi umrah; aman2 aja (artinya tidak ada banned ke GCC)
Jika kabur dari kerja tanpa ada tanggungan/hutang sepertinya itu hanya akan di banned di negara tersebut selama 6 bulan (itu karena visanya tidak di cancel) dan setelah itu aman; tapi di banned di perusahaan yang sama utk selamanya (biasanya).
Mengenai banned di seluruh GCC country, saya belum pernah dapat langsung kasusnya.

Semoga membantu dan maaf jika kurang berkenan.

Regards,
 

ƒërÿ Ƀênd¡

Act like that you will live forever & pray like that you will die tomorrow


From: Seto Bayu <seto.b...@gmail.com>
To: Tentang Qatar <tentan...@googlegroups.com>
Sent: Thursday, 27 August 2015, 4:57
Subject: [tentangqatar] Kabur dari perusahaan QP Group ke negara GCC lainnya

Faried Riadi

unread,
Aug 27, 2015, 12:02:44 AM8/27/15
to tentan...@googlegroups.com
Waalaikumsalaam WR WB,

Terlepas dari bisa atau tidaknya, kalau boleh saran sebaiknya mengikuti aturan notice period perusahaan. Karena pegawai tersebut sudah menyetujui dan menandatangani perjanjian kerja dengan perusahaan mengenai hak & kewajibannya, termasuk disini notice period.
Dan Rasulullah SAW mengajari kita salah satu ciri orang munafik adalah mengingkari janji. Semoga Allah menjauhi kita dari sifat ini. Amiin..

Mohon maaf apabila kurang berkenan.

Salam,
Faried

From: Seto Bayu
Sent: ‎8/‎27/‎2015 5:24
To: Tentang Qatar

Subject: [tentangqatar] Kabur dari perusahaan QP Group ke negara GCC lainnya

--

Zaldi

unread,
Aug 27, 2015, 12:22:04 AM8/27/15
to tentan...@googlegroups.com
bagaimana dg perusahaan yg memecat kita walau kerja kita baik? (no warn letter at all)
masalah administratif itu hanya buatan manusia.

Waalaikumussalam & Regards

Hendi Albino

unread,
Aug 27, 2015, 12:57:08 AM8/27/15
to tentan...@googlegroups.com
Walaikumsalam..

izin share.. pengalaman pribadi saya..

Jan 2012 saya terima job offer di salah satu comp under QP, Maret 2012 saya terima job offer dari salah satu comp under Adnoc Abu dhabi. 

April 2012 Entry Visa saya utk qatar sudah issued berikut tiketnya, tapi dengan pertimbangan pribadi akhirnya saya lebih memilih offer dari comp di abu dhabi.

Jelang 2 hari setelah saya kirim konfirmasi email ke comp di qatar, saya menerima email dari comp dari AD bahwa saya tidak lulus medical padahal sebelumnya saya sudah menerima email konfirmasi kelulusan berikut job offer. (Dalam hal ini saya berpikir kalau memang ada link antara perusahaan di GCC, sehingga Comp di Abu Dhabi ikut2an banned saya).

Saya sempat tanya ke agen di Indonesia yg merekrut saya utk comp di qatar, berapa lama saya akan dibanned utk masuk qatar? Jawaban mereka selama 2 tahun.

May 2012, saya terima offer lagi dari comp yg lain dari qatar yg masih under qp juga. Juni 2012, comp tsb mau apply entry visa utk saya. Tapi gagal karena visa comp pertama masih valid.. jadi comp yg ke-2 ini pun meminta saya mengcancel visa tsb agar comp yg ke-2 ini bisa apply sponsorship baru under comp ke-2 ini. 

Saya coba koresponden dg comp ke -1, tapi comp tsb tidak bersedia melakukan canceling visa saya. Jadi, pada saat ini saya pun tidak berhasil mendapatkan employment di comp ke-2 karena visa pertama masih valid sampai Agustus 2012.

May 2013, saya kembali mendapat offer dari comp di qatar tapi kali ini dari comp joint operation dg qp. Pada saat ini saya berpikir nothing to lose walau blm 2 tahun saya iseng aja ambil.

Alhamdulillah .. Juni 2013 saya mendapat visanya.. dan saya berangkat..(blm genap 2 tahun dari Agustus 2012).

Sept 2013, saya dapat offer dari comp under Adnoc juga.. pada saat ini saya baru mulai kerja di Qatar. Tapi karena pertimbangan pribadi lagi akhirnya saya putuskan utk pindah ke Abu dhabi.

proses pindah saya ke abu dhabi juga terhitung panjang.. 1 tahun 5 bulan dari terima job offer saya pun baru mobilisasi ke AD. 

Saya akhirnya mob ke AD Feb 2015 ini. Artinya ada saja perusahaan yg mau menunggu sekian lama untuk saya bisa join. Bahkan dengan beberapa kali nego saya sampai harus melakukan medical 2x karena visa utk entry saya ke AD yg pertama expired.

dengan pengalaman saya ini saya berpikir bahwa urusan banned itu hanya dari policy perusahaan.. issuing visa itu authority dari government. Karena selama saya di qatar banyak sekali temen2 saya yg dari india.. tanpa ada masalah tapi mereka tidak bisa mendapatkan visa..

selain itu, aturan di GCC country ini sering sekali berubah.. jadi bisa saja hal yg sebelumnya bisa jadi di lain waktu jadi tidak bisa..

semoga bisa bermanfaat ...

Assalamualaikum,

Hendi

Sent from Yahoo Mail on Android


From:"'ƒë®ÿ ™' via tentangqatar" <tentan...@googlegroups.com>
Date:Thu, Aug 27, 2015 at 7:02
Subject:Re: [tentangqatar] Kabur dari perusahaan QP Group ke negara GCC lainnya

Isfhahan Achmad Dzulqarnain

unread,
Aug 27, 2015, 1:56:19 AM8/27/15
to tentan...@googlegroups.com

Dear Pak,

lebih elok jika diselesaikan dengan baik2 Pak,  karena waktu dulu kita apply pun mereka memproses lamaran kita juga dengan hati2 dan cermat, masih banyak yg mengharapkan bisa bekerja disana loh Pak..jd sayang ajah kalo harus ditinggalkan begitu saja apalagi maaf "kabur"

mohon maaf sebelumnya

salam
isfhahan

Seto Bayu

unread,
Aug 27, 2015, 3:29:56 AM8/27/15
to Tentang Qatar


Sebetulnya kabur memang hal yg tidak baik, tapi kita juga dihadapkan pada kenyataan bahwa tidak banyak kesempatan yg datang pada kita yg bersedia menunggu sampai 90 hari. Bagi saya ini hanya trik licik perusahaan di Arab agar pegawainya tidak bisa pindah kerja ketempat lain karna sangat jarang ada perusahaan yg bersedia menunggu hingga 3 bulan. Nampak seperti hal yg elegan dan profesional namun ini lebih seperti menjegal langkah budaknya utk mencari kehidupan yg lebih baik. Dulu waktu join pun kita dipaksa tidak boleh lebih dari 30 hari harus sudah join, pas mulai kerja ternyata ada policy yg menyatakan bahwa level senior dan yg sudah melewati 5 tahun masa kerja wajib notice 90 hari saat resign.. Maka berterbanganlah berbagai tawaran yg masuk dari negara tetangga.. Sudah ada yg mencoba utk mempersingkat masa 90 days notice dgn mengorbankan jatah cuti tahunan bahkan hanya menguranginya menjadi 75 hari saja, hasilnya nihil, tetep ga dikasih exit permit sebelum 90 hari..

Doddy Pramana Hadi

unread,
Aug 27, 2015, 4:16:26 AM8/27/15
to tentan...@googlegroups.com

Gak cuma arab kok pak, malaysia brunei pun sama. Kalau sudah permanen, atau direct hire, atau sudah lama kerja nya, notice period jadi 3 bulan.
Temen sy dari brunei pindah k qp hrs nunggu 3 bulan juga.

abu_naz

unread,
Aug 27, 2015, 4:29:45 AM8/27/15
to tentangqatar
semua ada resiko nya gan, tinggal ditimbang risk and benefit nya. risk nya ketutup ngga ama selisih yg didapatkan.
termasuk, benefitnya bisa ngga 'membayar' rasa was-was yg timbul. kalo semuanya paid off, monggo......hehe =)

Rizal Agus Purnomo

unread,
Aug 27, 2015, 9:08:27 AM8/27/15
to tentangqatar
Pak seto,
Kebetulan juga mengalami kebingungan yg sama, sampai sekarang saya masih bingung untuk mengambil keputusan.

Kebetulan saya juga mendapatkan tawaran di negara lain di gcc, telusur punya telusur hampir mirip dengan kasus bapak,

Kebetulan, pinjaman disalah satu bank masih ada. Tapi bukan berarti berniat untuk kabur dari tanggung jawab pembayaran, tetap akan berusaha dibayar dari negara tetangga di gcc.

Mohon kiranya bagi yang berpengalaman di share ilmu nya,

moh.ima...@gmail.com

unread,
Aug 27, 2015, 9:36:41 AM8/27/15
to 'ƒë®ÿ ™' via tentangqatar
Waalaikum Salam,

Datang baik baik sebaiknya pulang juga dengan baik baik...

Saya termasuk salah satu mantaan karyawan Qafco yg sudah hijrah ke Abu Dhabi, saya di Qatar 10 tahun 2 bulan...menurut aturan,notice period memang segitu tapi jika kita bisa menyelesaikan semua clearance dgn cepat....1 bulan sudah bisa keluar dari Qatar

Sebaiknya semua yg ada urusannya dgn Bank di clearkan dgn baik, kartu kredit kalo bisa 45 hari sebelumnya udah di cancel, jika ada Hutang piutang sebaiknya di clearkan

Kasus orang indonesia mantan pekerja di Qatar yg kabur udah beberapa orang yg di banned dan diciduk di imigrasi Abu Dhabi dan Dubai‎ karena Kasus Hutang Piutang

Yg bersangkutan di penjara sama pihak kepolisian abu dhabi/Dubai dikarenakan masih ada Hutang, passport ditahan sampai Hutang dibayar ke Bank di Qatar, dan dapat clearance dari bank di Qatar dan interpol Qatar

Dan sempat saya berkomunikasi dgn polisi dan pihak imigrasi pada saat saya menjenguk teman yg di tahan tersebut....Polisi tersebut bilang sama saya.."tolong disampaikan sama teman2 saudara yg masih ada tanggungan dgn bank dan lain-lainnya...agar segera di clearkan....karena system data interpol kami sudah  ‎online Sesama GCC"

Jadi....

Ini sedikit sharing informasi yg baru baru saja kita membantu teman yg tersangkut masalah dgn Hutang piutang dgn bank

Smoga bermanfaat....mohon maaf jika kurang berkenan

Salam,
Riski

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Telkomsel network.
From: 'ƒë®ÿ ™' via tentangqatar
Sent: Thursday, August 27, 2015 10:02
Subject: Re: [tentangqatar] Kabur dari perusahaan QP Group ke negara GCC lainnya

Hendric Nizar

unread,
Aug 27, 2015, 4:56:54 PM8/27/15
to tentan...@googlegroups.com
Mas Seto,

Sekedar info aja, byk teman saya resign dr QP walaupun notice periodnya 2-3 bln. Tapi bs keluar dlm waktu 1 bln malah kurang dr 1 bln. Tinggal komunikasi sama boss dan HR, dikasih aja. Asalkan persyaratan utk cancel visa dipersiapkan jauh2 hari, salah satunya klo pny credit card disini (bth 1bln clearance), loan di company/bank dilunasin. Yg memberatkan company sepertinya yg berurusan dgn government makanya dikasih waktu 3bln notice period disini.


Wassalam,
Hendric Nizar

Seto Bayu

unread,
Aug 28, 2015, 4:46:49 AM8/28/15
to Tentang Qatar


Sepertinya mayoritas kawan2 concernednya ke masalah BANK LOAN, seolah mau kabur sambil bawa lari uangnya Bank..

Memang bank loan ini pernah jadi masalah besar saat termination massal di QP kemaren dan saya dengar memang hampir 90% bangsa Indonesia disini ngambil Bank Loan jumlah besar, maka itu hampir semua saran yg masuk nyerempetnya ke masalah Bank Loan. Seperti yg saya sebutkan di awal, all clear.. Sebetulnya ini bukan rencana saya, saya belum berencana utk pergi dari Qatar, namun menjadi pedoman bila kelak akan/harus terjadi pada saya atau pada rekan2 yg lain. Terus terang pada kasus PHK massal kemaren mayoritas kita jadi lebih waspada karna se-aman apapun kondisi pekerjaan kita tetap kita ga bisa terlena, kita harus siap loncat saat dapet tawaran lebih baik sebelum keduluan ditendang, karna mencari pekerjaan disaat kita masih bekerja dan saat kita sudah keburu nganggur tuh tingkat kesulitan dan posisi tawar menawarnya beda.

Saya paham ini bukan jalan yg baik dan sopan, tapi memang opsi ini perlu ada buat jaga2 utk situasi yg terburuk. Kawan2 yg sudah mencapai >5 tahun mengundurkan diri baik2 di kantor saya ga ada yg bisa lebih cepat dari 2 bulan, untuk bisa pergi setelah 2 bulan pun mereka harus mengorbankan cuti tahunannya. Udah mati2an merayu ampe berdebat dengan top management pun nihil, tetep ga boleh..

Kembali ke awal tulisan saya, bahwa saya menyebutkan "all clear" berarti BEBAS dari segala tanggungan dan hutang kepada siapapun terutama pada Bank. Dengan demikian ini hanya tentang "apa yg akan terjadi saat mendarat di negara tetangga" bila kita kabur dari perusahaan yg lama tanpa ada masalah dalam bentuk apapun selain kepada perusahaan yg kita tinggal kabur..?


Wahyu Hidayat

unread,
Aug 28, 2015, 5:41:00 AM8/28/15
to tentangqatar

Chief,
Oil and gas is such a small world. Never burn the bridge. We'll never know we need that bridge in the future.

Riksha Lenggana

unread,
Aug 28, 2015, 7:52:44 AM8/28/15
to Milis TQ

Hard Work Always Paid-Off

Wassalam
RL

Sent from my Rooted & Powerful Honami "Z1".

Seto Bayu

unread,
Aug 28, 2015, 7:52:45 AM8/28/15
to Tentang Qatar


Memang dilematis Pak.. Ntah udah berapa banyak tawaran yg terpaksa saya lupakan krn syarat "harus segera join" yg dirasa ga mungkin terlaksana akibat 90 days notice. Tapi tawaran2 kerja yg bertubi2 hampir tiap hari itu lama2 jadi seperti godaan setan, membuat saya terpikir utk nekat kabur ke perusahaan baru.. Sampai saat ini Alhamdulillah masih bisa bertahan dan tetap menjaga kondite yg baik terhadap perusahaan..

Ari Robbi

unread,
Aug 28, 2015, 7:53:06 AM8/28/15
to tentan...@googlegroups.com

Sekedar tambahan saran.

Sebaiknya bisa mengikuti peraturan yang berlaku, karena kesepakatan itu juga kita setujui diawal join.

Mayoritas di sini memang menerapkan 3 bulan notice period untuk masa kerja yang relative lama, tapi itu juga berlaku bila company yang memutus kontrak.

Saya juga ingin menggaris bawahi lagi, adanya rekan berhenti tanpa mengikuti prosedur, punya implikasi yang kurang baik bagi yang masih kerja di Qatar ataupun calon pegawai yang dari Indonesia. Ada beberapa kasus rekruitment dialihkan ke calon dari negara lain setelah ada kasus seperti ini.

Selain itu, alternative seperti nego juga bisa dilakukan, baik untuk di current company atau future company. Ada banyak kasus yang bisa berhasil. Mudah mudahan bisa berhasil juga untuk rekan yang mau resign dan pindah kerja.

Mohon maaf kalau tidak langsung menjawab pertanyaan. Sekedar sumbang saran. Semoga bermanfaat.

Ari D Robbi

On 28 Aug 2015 11:46, "Seto Bayu" <seto.b...@gmail.com> wrote:

de moreib

unread,
Aug 30, 2015, 7:02:07 AM8/30/15
to tentan...@googlegroups.com
Permisi.... sya mau klarifiaksi ke bp Seto.

yang dimaksudkan tawaran ini apa kah masih proses awal atau sdh tahap akhir dari rekruitment.
Sya mau kasih pendapat tp kurang jelas.
terimakasih kalau bisa menambah info.

moreib
Certified Prof HR (CPHR)

Seto Bayu

unread,
Aug 30, 2015, 7:31:42 AM8/30/15
to Tentang Qatar


Pastinya kalo udah ngeluarin opsi kabur berarti yg dituju udah ngejar agar segera bergabung Pak Moreib.. Tapi saya cuma bertanya pendapat rekan2 aja, bukan karna saya mau kabur..

Doddy Pramana Hadi

unread,
Aug 30, 2015, 7:49:59 AM8/30/15
to tentan...@googlegroups.com

Hypothetical question 😁

de moreib

unread,
Aug 31, 2015, 1:07:54 AM8/31/15
to tentan...@googlegroups.com
Pak Seto,

berarti kasusnya masih proses awal. belum final. belum masuk ke keranjang " list of selected candidates for the position".
HRD dimana pun saja punya kewajiban untuk comply with the professional recruitment process.  Kalau Pa Seto udah melalui 3 tahap proses recruitment sampai deal gaji dan fasilitas mereka akan tunggu sesuai prosedure. Satu cara utk menolak calon pegawai yaitu " bisa pindah cepat?" (dlm hati HRD... pasti ga bisa... ada prosedure baku di prsh utk resign. dan kalau di jawab bisa... HRD jd takut... ini org bermasalah kayanya...).
Maaf ya sedikit kasih bocoran soal HRD....

Moreib
CPHR

Seto Bayu

unread,
Aug 31, 2015, 11:59:35 AM8/31/15
to Tentang Qatar


Pak Moreib, seperti yg saya jelaskan bahwa ini hanya skenario terburuk, tapi tidak "sedang terjadi" pada diri saya. Jujur saya agak heran dgn kalimat dibawah ini:

Quote

berarti kasusnya masih proses awal. belum final. belum masuk ke keranjang " list of selected candidates for the position".

Unquote

Petikan kalimat diatas itu seolah calon pegawainya terlalu percaya diri padahal belum diterima kerja, lalu kalo belum diterima kerja kenapa dikejar2 utk segera join? Saya rasa cara berpikir HRD yg bapak uraikan pada petikan dibawah ini juga 100% tidak profesional, apa dasarnya dia under estimate ke calon staff dgn menebak2 situasinya..?

Quote

Satu cara utk menolak calon pegawai yaitu " bisa pindah cepat?" (dlm hati HRD... pasti ga bisa... ada prosedure baku di prsh utk resign. dan kalau di jawab bisa... HRD jd takut... ini org bermasalah kayanya...).

Unquote

Dalam situasi petikan diatas itu saya jadi berpikir "buat apa diinterview kalo ujungnya cuma utk dicurigai dan ditolak?".

Dalam dunia kerja kami (Marine Support for Oil & Gas) sudah hal yg sangat jamak bila butuh pegawai yg bisa segera join, karna banyak dari kami yg di sektor upstream baru dicari saat user baru menang tender. Sebelum tendernya confirmed jatuh ke tangan user belum akan cari pasukan. User umumnya tau mayoritas dari kami bekerja dalam kontrak definite, bila memang kontraknya sudah habis atau akan habis kita bisa segera bergabung tanpa harus memberi notice berbulan2. User ga akan curiga seperti petikan diatas itu karna sudah umum jadi user udah tau. Bisa cepat join bukan berarti kita bermasalah dgn perusahaan lalu mau segera cabut ke perusahaan lain. Bisa jadi emang kontraknya udah kelar, project menjelang kelar, atau emang lagi sepi jadinya perusahaan mengizinkan utk karyawannya hengkang lebih awal seperti yg sekarang terjadi di Star Energy. Tapi ada situasi dimana perusahaan tidak bisa menunggu lebih lama karna memang mereka memiliki kebutuhan yg sangat mendesak dan mereka juga memiliki kandidat2 yg lain. Nah kalo situasinya seperti ini ya terkembali ke kitanya, apalagi kalo tawaran gajinya 2-3 kali lipat dibanding yg sekarang. Kita mau ga mau pasti akan menimbang2 utk melepaskan tawaran itu ke kandidat lain atau kabur ke perusahaan baru dgn kenaikan gaji berlipat.

Sekedar berbagi, dulu saya join di perusahaan saya via Gunamandiri Paripurna juga dgn syarat "segera bergabung". Proses interview hanya satu hari dari pagi sampe sore mencakup semua mulai test tertulis (dengan soal matematika yg bikin kepala saya mumet hehehe..), interview dgn operation manager dan yg terakhir interview dgn HR manager. Saat itu sudah menjelang bulan Ramadhan, banyak kawan2 yg minta dispensasi utk berangkat setelah lebaran, tapi ga ada satupun yg diizinkan. Saya sendiri saat itu sedang menunggu kelahiran anak pertama saya, hanya diberi dispensasi 10 hari utk menunda keberangkatan. Akhirnya tepat di hari ini tujuh tahun yang lalu atau persis di hari pertama Ramadhan saya mendarat di Qatar.. Di hari pertama kerja saya baru tau kalo perusahaan saya ini memang benar2 butuh orang yg bisa segera join karna mereka baru saja membentuk departemen baru tapi belum ada staffnya sama sekali padahal operationnya udah akan dimulai. Makanya mereka ngejar kita utk segera berangkat dan langsung running..

de moreib

unread,
Sep 1, 2015, 1:25:08 AM9/1/15
to tentan...@googlegroups.com
Greeting Pa Seto.

Terimakasih infonya skrg cukup memadai. Sya akan coba jawab dgn solusi yg umum bila ini terjadi padamu. 

Sesuatu yg standard itu adalah Professional. Diluar itu sudah tdk professional.
Makanya ada Policy and Procedures yg Pa Seto hrs ikuti dalam melaksanakan tugas sehari-hari bukan.
Diluar itu artinya terjadi penyimpangan dan tidak professional.
Smua HRD punya pola pikir yg sama yg standard utk memastikan calon adalah tepat dan tidak menimbulkan biaya rekruitmen yg tinggi.
Utk posisi bapak yg mana semua users pada tahu kebutuhan "urgent" dan itu artinya HRD jg harus membantu users utk situ ini.
Akibatnya....  ini diluar standard. Dan kalau itu berlaku umum maka situ itu adalah biasa. Antar Prsh jg ngerti. Dan itu akan brakibat harga beli Candidate tinggi. makanya saya gak heran kalau posisi Urgent kaya pa Seto ditawari 2-3 kali lipat.
Smoga paham Quote yg Pa Seto tanyakan.

Anyway, saya akan bantu dgn jawaban yg biasanya dipakai utk Urgent Position ini.

wassalam,
Moreib
CPHR

muhtadi halim

unread,
Sep 1, 2015, 5:31:29 PM9/1/15
to tentangqatar@googlegroups com
Saya punya rekan sejawat disini di Abu Dhabi. Dia dulu kabur dengan punya hutang BANK Qatar. Tidak ada banned dari government UAE terbukti hingga sekarang dia masih bekerja di tempat saya sekarang, hanya saja dia mengalami hal pahit yaitu harus mendekam di hotel rodeo selama 2 hari pada saat mau pulkam di imigrasi bandara AD. Dia harus melunasi hutangnya di BANK Qatar baru boleh diijinkan keluar penjara. Jadi, untuk yang mempunyai hutang, dianjurkan berhati-hati untuk berkunjung ke GCC karena sepertinya antar anggota GCC sudah ada kerjasama interpolnya. Padahal teman saya ini meninggalkan Qatar sekitar 3 tahun lalu. 

Regards, 
Muhtadi Halim

Dikirim dari Yahoo Mail pada Android


Dari:"Hendric Nizar" <hendr...@gmail.com>
Tanggal:Jum, 28 Agt 2015 pada 0:56
Judul:Re: [tentangqatar] Kabur dari perusahaan QP Group ke negara GCC lainnya

Erwin Sumardiono

unread,
Sep 1, 2015, 6:54:29 PM9/1/15
to tentan...@googlegroups.com

Pada dasarnya semuanya berawal dari niat masuk kerja yang baik maka harus berakhir diusahakan sebaik mungkin, apabila tidak dapat dihindari dibicarakan sebaik mungkin dengan pendekatan secara jujur dan terbuka. Saya rasa kalau kita bisa berlaku sabar dan tetap berdoa niscaya akan membuahkan hasil yang baik karena akan mencerminkan siapa diri kita sebenarnya.

Oh ya, mengenai meninggalkan jejak seperti hutang di negara asal itu tidak baik, seyogyanya harus diselesaikan. Niat kita berhutang adalah untuk menutupi kehidupan konsumerisme yang tidak dapat ditutupi oleh gaji kita dalam sebulan, karena hal seperti itu maka bank tempat kita berhutang telah membantu kita maka kitapun harus mengembalikan/melunasi hutang tersebut yang telah dibantu oleh bank.

Bila hutang tidak dilunasi di dunia maka di akhirat hutang kita dibayar pakai amal nah kalau amal kita sudah habis untuk bayar hutang atau sebaliknya sebelum bayar hutang sudah habis duluan, bgmn? Saya sendiripun banyak hutang, makanya mau jual rumah di Solo tapi belum laku-laku hehehe (sabar... 3x)

Demikian sepenggal usulan dan saran yang biasa dari pemerhati milis tentang qatar yang terus berusaha ingin kerja di Timur Tengah. Mohon maaf bila ada kata yang salah, semoga Saya dapat dimaafkan.

Salam,
Erwin

Waryanto Nardisutrisno

unread,
Sep 4, 2015, 10:09:00 PM9/4/15
to tentangqatar Blog

Saya juga escaper, karena beberapa hal terpaksa, seperti cerita mas seto benar adanya trik licik kompeni, teman saya sendiri mengalaminya terlunta2, sudah resign dan visa perusahaan baru hangus.

Masalah di UAE, terutama masalah loan beberapa teman sempat ditahan di imigrasi dan masuk penjara gara2 laporan dari Bank2 Qatar. Nyesek kan..sudah happy mikirin mudik ditangkap pak polisi, terpaksa teman2 patungan bayarin sisa loan dan bisa dibebaskan, tapi kan lumayan 2-3 hari di bui.

Pesannya selesaikan masalah hutang sebelum kabur..!!
Kalo tidak didunia, akhirat tetap ada perhitungannya.

Salam hangat

"Kaburer"

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages