23 TKI Menghadapi Ancaman Hukuman Mati di KSA

11 views
Skip to first unread message

Abu Abdirrahim

unread,
Jun 19, 2011, 10:58:31 AM6/19/11
to tentan...@googlegroups.com
Kalau berita dibawah betul dimana 23 orang TKI (mayoritas PRT) menghadapi ancaman hukuman mati di KSA, sudah sepatutnya Indonesia Menghetikan Pengiriman TKW ke KSA.

Di Saudi Arabia, ada sekitar 23 warga negara Indonesia (mayoritas PRT migran) menghadapi ancaman hukuman mati. 

Sumber: 


Salaaman,
Abu Abdirrahim
http://ismail.umar.googlepages.com
.: Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, (QS 74:38) :.


Statement Migrant CARE 
Tentang Eksekusi Mati Terhadap PRT Migran Indonesia di Saudi Arabia 
Ruyati binti Sapubi 


Usut Tuntas Keteledoran Diplomasi Perlindungan PRT Migran Indonesia !!! 


Baru saja kita dibuai oleh Pidato SBY di Sidang ILO ke 100 pada tanggal 14 Juni 2011 mengenai perlindungan PRT migran di Indonesia. Dalam pidato tersebut, Presiden SBY menyatakan bahwa di Indonesia mekanisme perlindungan terhadap PRT migran Indonesia sudah berjalan, tersedia institusi dan regulasinya. Tentu saja pidato ini menyejukkan dan menjanjikan. 

Namun buaian pidato tersebut tiba-tiba lenyap ketika hari Sabtu, 18 Juni 2011 muncul pemberitaan di berbagai media asing (http://bit.ly/kDZCjS) mengenai pelaksanaan eksekusi hukuman mati dengan cara dipancung terhadap Ruyati binti Sapubi, PRT migran Indonesia yang bekerja di Saudi Arabia. Peristiwa ini jelas memperlihatkan bahwa apa yang dipidatokan Presiden SBY di ILO tidak sesuai dengan realitas. 

Dalam soal hukuman mati terhadap PRT migran dan warga negara Indonesia di luar negeri, diplomasi luar negeri Indonesia terlihat sangat tumpul. Di Saudi Arabia, ada sekitar 23 warga negara Indonesia (mayoritas PRT migran) menghadapi ancaman hukuman mati. Kasus terakhir yang muncul ke permukaan adalah ancaman hukuman mati terhadap Darsem. Dalam kasus ini pemerintah Indonesia lebih berkonsentrasi dalam pembayaran diyat (uang darah) ketimbang melakukan advokasi litigasi di peradilan maupun diplomasi secara maksimal. 

Eksekusi mati terhadap Ruyati binti Sapubi merupakan bentuk keteledoran diplomasi perlindungan PRT migran Indonesia. Dalam kasus ini, publik tidak pernah mengetahui proses hukum dan upaya diplomasi apa yang pernah dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Keteledoran ini juga pernah terjadi pada kasus eksekusi mati terhadap Yanti Iriyanti, PRT migran Indonesia asal Cianjur yang juga tidak pernah diketahui oleh publik sebelumnya. Bahkan hingga kini jenasah Yanti Iriyanti belum bisa dipulangkan ke tanah air atas permintaan keluarganya. 

Dalam kasus Ruyati binti Sapubi, sebenarnya Migrant CARE telah menyampaikan perkembangan kasus ini ke pemerintah Indonesia sejak bulan Maret 2011 (http://bit.ly/mJ3WiG ), namun ternyata tidak pernah ada tindak lanjutnya. 

Migrant CARE menyatakan duka sedalam-dalamnya atas eksekusi mati terhadap almarhumah Ruyati binti Sapubi. Atas kasus ini pula Migrant CARE mendesak Presiden SBY untuk mengusut tuntas keteledoran diplomasi perlindungan PRT migran Indonesia. Migrant CARE juga mendesak agar dilakukan evaluasi kinerja (dan jika perlu pencopotan) terhadap para pejabat yang terkait dengan keteledoran kasus ini seperti Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Luar Negeri, Kepala BNP2TKI dan Duta Besar RI untuk Saudi Arabia. 


Jakarta, 19 Juni 2011 


Anis Hidayah 
Direktur Eksekutif 
081578722874 

Wahyu Susilo 
Analis Kebijakan 
081510392859 

Informasi lebih dalam tentang kasus ini bisa menghubungi: 
Nining Johar (staf advokasi Migrant CARE 081510051489)



2011/6/19 Diday Tea <dida...@gmail.com>
Untuk sekarang, Beliau sudah mengambil langkah yang sangat-sangat konkrit, yaitu menyampaikan keprihatinan melalui juru bicaranya...



Semoga diampuni...

2011/6/19 Abu Abdirrahim <ismai...@gmail.com>

Sebagai bentuk kepeduliaan kita kepada nasib TKW di KSA maupun dimana saja yang diperlakukan tidak manusiawi.

Mari kita himbau bapak president Indonesia untuk menyetop pengiriman TKW.

Salaaman,
Abu Haitsam

On 19 Jun 2011 17:04, "Diday Tea" <dida...@gmail.com> wrote:

Dalam kasus Ruyati binti Sapubi, sebenarnya Migrant CARE telah menyampaikan perkembangan kasus ini ke pemerintah Indonesia sejak bulan Maret 2011 (http://bit.ly/mJ3WiG ), namun ternyata tidak pernah ada tindak lanjutnya. 



2011/6/19 Waryanto Nardisutrisno <nardis...@gmail.com>
>
> Masih ada 23 WNI di Arab yang mayor...

--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Daftar: tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti: tentangqatar...@googlegroups.com

--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Daftar: tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti: tentangqatar...@googlegroups.com

Dirman Artib

unread,
Jun 19, 2011, 11:14:21 AM6/19/11
to tentan...@googlegroups.com
Kalau ada 1 jt orang kaya Indonesia, dan lalu mengambil 3 istri lagi dari perempuan dua'fa.
Maka ada 3 juta kesempatan untuk mencegah pengiriman TKW ke KSA dan mencegah praktek pelacuran.
 
(Boleh dan masuk akal nggak ya, hipotesa dan solusi di atas ?)
 
 


 
2011/6/19 Abu Abdirrahim <ismai...@gmail.com>

wahj...@gmail.com

unread,
Jun 19, 2011, 11:27:11 AM6/19/11
to ia-itb...@googlegroups.com, tentan...@googlegroups.com

Sudah DITERIAKIN dari dulu, supaya STOP kirim2 TKW/PRT ke luar negeri, bukan hanya ke KSA.

Coba lihat Nepal negara labour, biar babak belur cukup yg maju Laki Lakinya saja. Mereka sangat sayang dan melindungi kaum perempuannya. Mereka bukan negara mayoritas muslim, tapi sangat mengerti, bahwasanya yg wajib cari nafkah adalah Laki Laki.

Maaf terlalu menggebu-gebu.

Salam,
WA GL78

Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel


From: Abu Abdirrahim <ismai...@gmail.com>
Date: Sun, 19 Jun 2011 17:58:31 +0300
Subject: [ia-itb-qatar] 23 TKI Menghadapi Ancaman Hukuman Mati di KSA
--
---------------------------------------------------------------------------
 
IA ITB Qatar menerima sumbangan secara online dari alumni ITB yang berada di Qatar, baik berupa Hibah, Infaq, atau Penitipan Dana melalui rekening "khusus" (Non Salary) untuk IA ITB Qatar sebagai berikut :
 
Nama : Himawan Witariyanto
No. Rek. : 2-00106237
QIB Gharafa Branch
 
---------------------------------------------------------------------------
 
http://www.iaitbqatar.com
 
---------------------------------------------------------------------------
 
Registrasi/ update database IA-ITB Qatar :
http://database.iaitbqatar.com

Eko Kristianto

unread,
Jun 19, 2011, 11:26:17 AM6/19/11
to Tentang Qatar
Boleh dan masuk akal, tapi saya yakin Pak Dirman berada di kelompok orang kaya diluar 1 juta itu.

-
Eko Kristianto
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Qatar Representative Officer
Mobile : +974 66077437
Email : eko.kri...@bni.co.id, eko...@gmail.com



Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel


From: Dirman Artib <dir...@gmail.com>
Date: Sun, 19 Jun 2011 18:14:21 +0300
Subject: Re: [tentangqatar] 23 TKI Menghadapi Ancaman Hukuman Mati di KSA

Abu Abdirrahim

unread,
Jun 19, 2011, 12:25:04 PM6/19/11
to tentan...@googlegroups.com, ia-itb...@googlegroups.com
Mungkin sudah pada budek kali pa Wahyu.

Apa yg dapat kita lakukan? Any idea?

New Picture.jpg


Salaaman,
Abu Abdirrahim
http://ismail.umar.googlepages.com
.: Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, (QS 74:38) :.



2011/6/19 <wahj...@gmail.com>
New Picture.jpg

hrrftr

unread,
Jun 19, 2011, 1:13:02 PM6/19/11
to tentan...@googlegroups.com
cukup masuk akal,, tapi nggak masuk hati..


From: Dirman Artib <dir...@gmail.com>
To: tentan...@googlegroups.com
Sent: Sunday, June 19, 2011 6:14 PM
Subject: Re: [tentangqatar] 23 TKI Menghadapi Ancaman Hukuman Mati di KSA
2011/6/19 Diday Tea <dida...@gmail.com>
Semoga diampuni...

2011/6/19 Abu Abdirrahim <ismai...@gmail.com>
--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com/
--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Daftar: tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti: tentangqatar...@googlegroups.com

wahj...@gmail.com

unread,
Jun 19, 2011, 2:30:57 PM6/19/11
to ia-itb...@googlegroups.com, tentan...@googlegroups.com

Sebenarnya kejadian tragis bahkan diluar batas perikemanusiaan yg berulang-ulang merupakan teriakan/peringatan dari Yang Maha Kuasa.

Soal petisi, saya mau share berdasarkan cerita langsung dari Pak Abdul Wahid Maktub, mantan dubes kita.
Sebelum ditempatkan di Doha pada 2004, beliau adalah Konjen di Jedah membawahi area Mekah, Madinah & Jedah.
Kepalanya rasanya mau pecah, karena setiap hari rata2 terima 15 laporan soal derita TKW/PRT. Akhirnya, beliau mempelopori bikin petisi utk STOP kirim2 TKW/PRT. Tidak main2, petisi ini dikarang secara bersama dan ditanda tangani oleh pemuka masyarakat RI di sana dan bahkan beberapa ulama Saudi di Mekah.
Bisa dibayangkan kira2 isinya seperti apa.
Petisi ini dibawa sendiri, kemudian dibacakan sendiri oleh Pak Wahid didepan sidang wakil rakyat yang terhormat.
Hasilnya? Tidak berapa lama kemudian Pak Wahid dicopot dari Konjen di Jedah. Singkat cerita, beliau kemudian bisa jadi dubes di Qatar atas rekomendasi Pak BJ Habibie.

Jadi, Petisi yg pol pol an sudah, bahkan "teriakan" Yang Maha Kuasa pun sudah.
Tapi gak ada yg mempan.

Keliatannya betul perkiraan Kang Djati, uang sangat berkuasa disini. Sekelompok orang jadi gendut tak terkira, sementara sekelompok yg lain gepeng tak terkira.
Sayangnya kelompok yg gepeng utamanya adalah kaum perempuan Indonesia.

Mungkin susah utk menyetop, tapi jangan perempuanlah yg dikorbankaan.
Contoh Nepal, urusan cari nafkah, kaum Laki lakinya yg maju ke medan laga.

Salam,
WA

Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel


From: Abu Abdirrahim <ismai...@gmail.com>
Date: Sun, 19 Jun 2011 19:25:04 +0300
Subject: Re: [tentangqatar] Re: [ia-itb-qatar] 23 TKI Menghadapi Ancaman Hukuman Mati di KSA
New Picture.jpg

Abu Abdirrahim

unread,
Jun 19, 2011, 3:37:34 PM6/19/11
to tentan...@googlegroups.com, ia-itb...@googlegroups.com

Kalau begitu mari gunakan kekuatan internet.

Kirimkan himbauan hentikan pengiriman TKW sebanyak-banyaknya kepada media koran, tv, radio, email/milis, fb, twitter, dll nya.

Translate ke berbagai bahasa untuk menghentikan pengiriman TKW.

Salaaman,
Abu Haitsam

On 19 Jun 2011 21:31, <wahj...@gmail.com> wrote:


Sebenarnya kejadian tragis bahkan diluar batas perikemanusiaan yg berulang-ulang merupakan teriakan/peringatan dari Yang Maha Kuasa.

Soal petisi, saya mau share berdasarkan cerita langsung dari Pak Abdul Wahid Maktub, mantan dubes kita.
Sebelum ditempatkan di Doha pada 2004, beliau adalah Konjen di Jedah membawahi area Mekah, Madinah & Jedah.
Kepalanya rasanya mau pecah, karena setiap hari rata2 terima 15 laporan soal derita TKW/PRT. Akhirnya, beliau mempelopori bikin petisi utk STOP kirim2 TKW/PRT. Tidak main2, petisi ini dikarang secara bersama dan ditanda tangani oleh pemuka masyarakat RI di sana dan bahkan beberapa ulama Saudi di Mekah.
Bisa dibayangkan kira2 isinya seperti apa.
Petisi ini dibawa sendiri, kemudian dibacakan sendiri oleh Pak Wahid didepan sidang wakil rakyat yang terhormat.
Hasilnya? Tidak berapa lama kemudian Pak Wahid dicopot dari Konjen di Jedah. Singkat cerita, beliau kemudian bisa jadi dubes di Qatar atas rekomendasi Pak BJ Habibie.

Jadi, Petisi yg pol pol an sudah, bahkan "teriakan" Yang Maha Kuasa pun sudah.
Tapi gak ada yg mempan.

Keliatannya betul perkiraan Kang Djati, uang sangat berkuasa disini. Sekelompok orang jadi gendut tak terkira, sementara sekelompok yg lain gepeng tak terkira.
Sayangnya kelompok yg gepeng utamanya adalah kaum perempuan Indonesia.

Mungkin susah utk menyetop, tapi jangan perempuanlah yg dikorbankaan.
Contoh Nepal, urusan cari nafkah, kaum Laki lakinya yg maju ke medan laga.

Salam,
WA



Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel

________________________________

From: Abu Abdirra...

Date: Sun, 19 Jun 2011 19:25:04 +0300


To: <tentan...@googlegroups.com>
ReplyTo: ia-itb...@googlegroups.com

Subject: Re: [tentangqatar] Re: [ia-itb-qatar] 23 TKI Menghadapi Ancaman Hukuman Mati di KSA



Mungkin sudah pada budek kali pa Wahyu.

Apa yg dapat kita lakukan? Any idea?

[image: New Picture...

susilo cahyono

unread,
Jun 19, 2011, 3:42:29 PM6/19/11
to ia-itb...@googlegroups.com, tentan...@googlegroups.com

Pak Wahyu,
Tetima kasih infonya.

Hehehe.

"Send from my G-Tab"

On 19 Jun 2011 22:37, "Abu Abdirrahim" <ismai...@gmail.com> wrote:
> Kalau begitu mari gunakan kekuatan internet.
>
> Kirimkan himbauan hentikan pengiriman TKW sebanyak-banyaknya kepada media
> koran, tv, radio, email/milis, fb, twitter, dll nya.
>
> Translate ke berbagai bahasa untuk menghentikan pengiriman TKW.
>
> Salaaman,
> Abu Haitsam
>
> On 19 Jun 2011 21:31, <wahj...@gmail.com> wrote:
>

> **

> *Date: *Sun, 19 Jun 2011 19:25:04 +0300
>
>
> To: <tentan...@googlegroups.com>
> ReplyTo: ia-itb...@googlegroups.com
> *Cc: *<ia-itb...@googlegroups.com>
> *Subject: *Re: [tentangqatar] Re: [ia-itb-qatar] 23 TKI Menghadapi Ancaman


> Hukuman Mati di KSA
>
>
>
> Mungkin sudah pada budek kali pa Wahyu.
>
> Apa yg dapat kita lakukan? Any idea?
>
> [image: New Picture...
>

bas...@gmail.com

unread,
Jun 19, 2011, 10:10:24 PM6/19/11
to tentan...@googlegroups.com

Setuju..mari kita beri tekanan dari berbagai lini untuk men-stop pengiriman TKW sektor rumah tangga ini..Sekarang Komisi IX DPR pun sudah mengusulkan hal yang sama..

Ayo semua Kelompok2 Masyarakat Indo yg ada di LN kompak mengirimkan PETISI ini..

Wassalam,

Hery

Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel


From: Abu Abdirrahim <ismai...@gmail.com>
Date: Sun, 19 Jun 2011 22:37:34 +0300
--

Hari Suprayitno

unread,
Jun 20, 2011, 12:54:02 AM6/20/11
to tentan...@googlegroups.com
Masuk ke akal buat laki2 saja pak.
 
Masalah berikutnya adalah mereka yang berangkat ke luar negeri (kaum duafa itu) kebanyakan sudah bersuami, yang akan diikuti oleh masalah2 lain ... salah satunya suami di Indonesia nggak betah ditinggal lama2 sama istri (akibatnya bisa macam2).
 
Masalah lainnya lagi ... rantainya saling kait mengkait antara kebutuhan rumah tangga, mimpi, pemasukan 'negara', keberlangsungan PJTKI, calo dlllllll ...
Kita ngomong kalau nggak sampe ke pemegang kekuasaan tertinggi negara dan ada kemauan ya percuma saja, karena banyak yang menikmati keringat dan darah mereka.
2011/6/19 Dirman Artib <dir...@gmail.com>

Diday Tea

unread,
Jun 20, 2011, 11:07:18 AM6/20/11
to tentan...@googlegroups.com
Lebih tepatnya memanfaatkan..

2011/6/20 Hari Suprayitno <har...@gmail.com>

arfianto wismar bachtiar

unread,
Jun 20, 2011, 6:43:48 PM6/20/11
to TENTANG QATAR GOOGLE, WARGA INDONESIA, Abdul Maktub, arf...@hotmail.com
Assallamualaikum Wr Wb,
pertama saya sekeluarga ikut berbelasungkawa terhadap saudari kita RUYATI yg mendapat hukuman pancung di saudi arabia.saya menyadari mungkin semua
teman2 di qatar atau dimanapun berada merasa sakit hati dan marah dengan kejadian ini,walaupun tidak terlihat isak tangis tapi di dalam dada kita terjadi
percepatan aliran darah yg mungkin tidak terbentung oleh siapapun.Tapi yg paling penting setelah kejadian yg sering terjadi ini kita harus tetap menyelesaikan
dengan kepala dingin dalam arti bagaimana mengantisipasi masalah ini,dan menaikkan nilai tenaga kerja dimasa datang.
 
kenapa TKW kita sering mendapat perlakuan yg tidak manusiawi terutama di jasirah arab? kita lihat hal2 dibawah ini:

PERTAMA; beberapa kenalan baik dari qatar,iran,saudi and kuwait pernah mengatakan langsung kepada saya:jangan pernah mengirim wanita indonesia
                tanpa mukhrim ke jasirah arab...........karena banyak sekali hal riskan yg akan menimpa mereka.
 
KEDUA   : kalau kita lihat sepak terjang bangsa arab dalam banyak hal terutama dalam bekerja sebagian besar mereka masih menggambarkan kalau mereka
               ini adalah orang yg hebat dari bangsa lain, apalagi kalau orang yg bekerja dirumah mereka tentu ini tidak lebih dari budak (seperti jaman dulu)yg
               bisa mereka perlakukan sesukahatinya.kalau matipun akan mereka tawarkan UANG DAMAI yg menurut mereka itu adalah biasa saja.tapi sebagian
               kecil dari mereka memang hidup dengan keislaman yg sejati dalam hal ini saya pribadi juga salut.......
 
KETIGA  : bekerja di rumah orang arab memang gajinya lebih banyak (dalam rupiah) tapi kalau saudari2 kita TKW lebih jeli bisa melihat beberapa keadaan;
               1.rata2 anak orang arab itu bukan 2 orang tapi mungkin 5 sampai 7 orang dan lebih
               2.bekerja mulai jam 4-5 subuh sampai jam 1-2 malam dengan berbagai macam keadaan.
               3.ditambah lagi gaji juga sering terlambat ataupun tidak diberikan,karena mereka tahu tidak ada yg akan membela saudari2 kita itu.jadi melihat
               hal diatas jelas terlihat pekerjaan saudari kita itu jangankan menyenangkan malahan sama dengan penganiayaan dan menyengsarakan.
 
KEEMPAT:dari hasil temuan di jasirah arab ini (seperti yg diketahui oleh saudara2 semua)sebagian besar saudari TKW mendapat penganiayaan seperti;
              mukanya hancur,kakinya biru2,lidahnya ada yg digunting,dipukuli/rambutnya digunduli,tangannya patah,punggungnya di strika dan berbagai
              macam penganiayaan lainnya yg berakibat TKW itu meninggal.
 
KELIMA  ;kalau ada diantara saudari TKW yg melawan dari perlakuan diatas ataupun mungkin terjadi hal yg tidak diinginkan seperti membunuh karena
              mempertahankan diri dipengadilan nanti tentu kita akan kesulitan terutama dalam pemakaian bahasa arab,kalaupun ada yg mendampingi di per
              sidangan masih diragukan sejauh mana mereka bisa membela si terdakwa..........
 
KEENAM;beberapa tahun yg lalu saya sendiri lupa tepatnya tahun berapa,saat itu dubesnya ABDUL WAHID MAKTUB menaker NUWEA datang ke qatar dan
             mendiskusikan masalah TKW dengan para undangan.saat itu saya sempat bicara dan katakan sama pak NUWEA:BAPAK PERCAYALAH JIKA INDO
             NESIA TETAP MENGIRIMKAN TKW KE ARAB SEDANGKAN NEGARA LAIN ITU MENGIRIMKAN TENAGA KERJA PRIA MAKA MASALAH TKW TIDAK
             AKAN PERNAH SELESAI.Pak Nuwea saat itu menjawab wah inikan emansipasi.saya jawab kalau emansipasi tapi bapak harus mempersiapkan TKW
             itu dengan segala keterampilannya.....................tapi hingga saat ini semua itu masih jauh dari yg diharapkan.
KETUJUH;dalam kehidupan orang arab apabila mereka melakukan kesalahan fatal seperti penganiayaan dan perkosaan,biasanya mereka langsung meng
              lenyapkan atau membunuh korbannya..........karena kalau mereka biarkan hidup,itu adalah malapetaka bagi mereka sendiri karena akan menerima
              hukuman berat.
 
Adapun Strategy kedepan yg perlu dipertimbangkan untuk saudari TKW adalah;
PERTAMA   ; menaikkan gaji mereka.contoh minimum 1000 QAR untuk family yg punya satu anak,kalau 2 anak 2000 QAR,kalau 3 anak 3000 QAR.
KEDUA       ; jam kerja mulai jam 05;00 subuh sampai jam 09;00 istirahat 1 jam.jam 10;00 kerja sampai 14;00.
                   bekerja diatas 8 jam adalah over time dan maksimum overtime perday ditentukan 4 jam.artinya maksimum jam kerja 14 jam/day.
                  over time  dihargai 25 QAR /jam.
KETIGA      ; tingkatkan kemampuan dalam bahasa arab/inggeris minimum untuk bercakap-cakap.dimanapun ini diperlukan nantinya.
KEEMPAT   ; setiap majikan diharuskan mengambil 2 orang TKW,jadi selalu ada teman dan saksi.
KELIMA     ; majikan dan calon kekerja TKW bertemu dan berdiskusi seperti apa saja yg dibutuhkan oleh majikan dan apa saja macam pekerjaan yg diper
                  lukan didalam rumahnya.disini mulai dinampakkan bagaimana si majikan dan pekerja dengan posisi yg seimbang.walaupun pekerjaan ini
                  adalah pekerjaan rumah tangga tapi si majikan tidak bisa menganggap enteng si pekerja.
KEENAM     ; dalam masa percobaan awal 3 bulan si pekerja bisa melihat dan mengamati dan sekaligus merasakan apakah suasana di rumah majikan ini
                  suasananya normal/biasa atau abnormal contohnya majikan laki2 selalu bangun tengah malam dan minta dibikinkan kopi dsb nya.Kalau
                  terjadi seperti ini langsung putuskan untuk tidak melanjutkan kerja.
KETUJUH   ; kalau bernego dengan majikan berikan dia paket seperti hal diatas;KALAU DIA MAU BOLEH SAJA,KALAU TIDAK MAU TIDAK APA2,yakinlah
                  saudari2 orang arab itu sangat membutuhkan pekerja untuk mengurus rumahtangganya.
KEDELAPAN; majikan diharuskan mengeluarkan surat jaminan keselamatan/kebebasan pekerja dari segala bentuk penganiayaan baik langsung maupun
                   tak langsung dan surat tersebut juga ditanda tangani oleh yg berwenang.
KESEMBILAN; bagi teman2 yg lebih berpengalaman baik dalam bidang apa saja sebaiknya secara periodik kita selalu kumpul2 dan sharing informasi
                    diskusi yg melibatkan semua TKW,LSM yg memperhatikan hal ini maupun pihak2 yg terpanggil hatinya untuk melakukan ini.saya pribadi
                    siap melakukannya baik di jakarta maupun di Qatar.
 
DENGAN MENINGKATKAN KUALITAS TKW INI KITA HIMBAU PEMERINTAH/PRESIDEN DAN JAJARANNYA ,YANG AKAN DATANG TIDAK ADA ISTILAH
TKW LAGI TAPI YG ADA ADALAH SEMUA PEKERJA INDONESIA.
tidak ada perbedaan pelayanan dilapangan terbang indonesia terhadap semua "pahlawan devisa negara"
kalau dari negara lain tukang keramik,tukang batu,tukang semen,office boy bisa mereka datangkan..........kenapa kita tidak?saya yakin lebih dari itu
bisa kita lakukan.kita harus menggalakkan bagaimana agar pekerja laki2 yg banyak keluar negeri.......................semoga.
email ini sengaja saya tembuskan ke Pak Abdul Wahid Maktub,agar beliau membaca getaran2 suara kita semua di qatar.
 
Wassallam,
Arfianto Wismar
5535 1702.
 
 


 
 

Subject: Re: [tentangqatar] 23 TKI Menghadapi Ancaman Huku yg jadi hukuman Mati di KSA
To: tentan...@googlegroups.com
From: eko...@gmail.com
Date: Sun, 19 Jun 2011 15:26:17 +0000

Abu Abdirrahim

unread,
Jun 21, 2011, 2:58:05 PM6/21/11
to ia-itb...@googlegroups.com, tentan...@googlegroups.com

Tahun 2022 Qatar akan jadi tuan rumah untuk sebuah pesta sepakbola dunia.

Qatar telah merencanakan pembangunan infrastructure berbagai fasilitas untuk menyambut event tersebut sejak sekarang ini.

Banyak negara seperti India, Philipina dll telah mengadakan pendekatan kepada pemerintah Qatar untuk mendapatkan projects 2022 tsb.

Sayangnya, Pemerintah Indonesia seolah-olah tidak butuh tapi lebih butuh devisa dari TKW. Coba hentikan TKW dan kirimkan perusahaan2 Indonesia untuk mendapatkan project 2022 dari Qatar atau projects lain di negara2 Timur Tengah.

Memang kalau udah 'biasa dapat uang gampang' (devisa dari tki/tkw) pejabat RI jadi malas mikir.

Salaaman,
Abu Haitsam

On 21 Jun 2011 20:50, "Harry Kusna" <harry...@yahoo.com> wrote:

Kalau di TVone - Jakarta Lawyers Club tadi sore, katanya, pengiriman TKW ke Saudi akan diberhentikan lewat moratorum.  Pemberhentian TKW secara permanen bagusnya bisa diganti dengan usaha2 untuk mendapatkan investasi negara2 Timteng. seperti rmisalnya rencana Qatar invest kilang senilai USD 8 Miliar di Indonesia. 
Ini tantangan buat KBRI mendapatkan kue pembangunan Qatar yang lagi booming.
Masa negara lain berbondong2 nyari prospeknya, kita diem2 aja cuma ngeliatin??
Jangan sampai karena jumlah masalah TKW yg terlalu banyak jadi menyita sebagian besar waktunya sehingga usaha2 nyari kesempatan dari booming-nya Qatar terlewatkan.
Jadi bagusnya sih, stop pngiriman TKW sehingga bisa lebh fokus pada usaha2 lain yang lebih bermartabat!!

From: Isham Sudardjat <isham.s...@gmail.com>


To: ia-itb...@googlegroups.com

Cc: tentan...@googlegroups.com
Sent: Wed, June 22, 2011 12:09:06 AM


Subject: Re: [tentangqatar] Re: [ia-itb-qatar] 23 TKI Menghadapi AncamanHukuman Mati di KSA


Pak, tadi sore ada dialog di metro tv dengan Pak Wahid.. udah lain lagi tuh ngomongnya... ngebelain...



--
---------------------------------------------------------------------------
 
IA ITB Qatar men...

Harry Kusna

unread,
Jun 21, 2011, 1:50:55 PM6/21/11
to ia-itb...@googlegroups.com, tentan...@googlegroups.com
Kalau di TVone - Jakarta Lawyers Club tadi sore, katanya, pengiriman TKW ke Saudi akan diberhentikan lewat moratorum.  Pemberhentian TKW secara permanen bagusnya bisa diganti dengan usaha2 untuk mendapatkan investasi negara2 Timteng. seperti rmisalnya rencana Qatar invest kilang senilai USD 8 Miliar di Indonesia. 
Ini tantangan buat KBRI mendapatkan kue pembangunan Qatar yang lagi booming.
Masa negara lain berbondong2 nyari prospeknya, kita diem2 aja cuma ngeliatin??
Jangan sampai karena jumlah masalah TKW yg terlalu banyak jadi menyita sebagian besar waktunya sehingga usaha2 nyari kesempatan dari booming-nya Qatar terlewatkan.
Jadi bagusnya sih, stop pngiriman TKW sehingga bisa lebh fokus pada usaha2 lain yang lebih bermartabat!!

From: Isham Sudardjat <isham.s...@gmail.com>
To: ia-itb...@googlegroups.com
Cc: tentan...@googlegroups.com
Sent: Wed, June 22, 2011 12:09:06 AM
Subject: Re: [tentangqatar] Re: [ia-itb-qatar] 23 TKI Menghadapi AncamanHukuman Mati di KSA

Pak, tadi sore ada dialog di metro tv dengan Pak Wahid.. udah lain lagi tuh ngomongnya... ngebelain dan mendukung pengiriman TKW ke Saudi.. malah dia bilang Saudi itu tujuan favorit calon TKW.. halah... mentang2 sekarang di depnakertrans...he he... manusia.. manusia..
 
-Isham-

2011/6/19 <wahj...@gmail.com>




2011/6/19 <wahj...@gmail.com>
2011/6/19 Diday Tea <dida...@gmail.com>
Semoga diampuni...

2011/6/19 Abu Abdirrahim <ismai...@gmail.com>

--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com/

--
==============================================
Website : http://www.tentangqatar.com
Kirim email : tentan...@googlegroups.com
Daftar: tentangqata...@googlegroups.com
Berhenti: tentangqatar...@googlegroups.com
--
---------------------------------------------------------------------------
 
IA ITB Qatar menerima sumbangan secara online dari alumni ITB yang berada di Qatar, baik berupa Hibah, Infaq, atau Penitipan Dana melalui rekening "khusus" (Non Salary) untuk IA ITB Qatar sebagai berikut :
 
Nama : Himawan Witariyanto
No. Rek. : 2-00106237
QIB Gharafa Branch
 
---------------------------------------------------------------------------
 
 
---------------------------------------------------------------------------
 
Registrasi/ update database IA-ITB Qatar :
New

Oki

unread,
Jun 21, 2011, 3:42:59 PM6/21/11
to tentangqatar
Kata Dita Indah Sari moratorium masih berlaku untuk Saudi, Kuwait,
QATAR dan Syria.
Berarti harusnya sudah tak ada TKW yang masuk sini dong.....

Wahjuadji Soepanto

unread,
Jun 21, 2011, 4:08:30 PM6/21/11
to ia-itb...@googlegroups.com, tentan...@googlegroups.com


Kaum perempuan sejatinya harus selalu terlindungi/tidak boleh terlantar.
Masih anak-anak oleh Orang tuanya, sudah menikah oleh suaminya. Suaminya meninggal, oleh kakaknya, atau pamannya, dstnya. Jika masih ada suami, tapi suaminya tidak mampu ya negara wajib turun tangan sesuai yang diamanatkan oleh UUD 45, Pasal 34,  melalui kebijakan yang sesuai dengan martabat kemanusiaan (penggalan bunyi Ayat 2).

Bunyi UUD 45, Pasal 34,
(1) Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.
(2) Negara mengembangkan sistem jaminan soisal bagi sleuruh rakyat dan mem...berdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.
(3)Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.
(4)Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dengan undang-undang.

Jika kenyataannya seperti yang dialami oleh Ibu Ruyati atau banyak lagi lainnya, babak belur menanggung derita yang tak terperikan, apalagi disebabkan sedang mengikuti programnya pemerintah (depnaker) untuk jadi TKW-PRT, maka dapat diartikan, kebijakan pemerintah tersebut telah melanggar undang-undang dasar (mohon konfirmasi ahli hukum).

Oleh karenanya, kebijakan tersebut harus dihentikan, bukan moratorium. Karena selesai moratorium, kejadian yang sama akan terulang kembali. Jadi moratorium bukanlah solusi yang tepat.

STOP KIRIM2 TKW-PRT ke LN.


Salam,
WA



2011/6/21 Abu Abdirrahim <ismai...@gmail.com>

--
---------------------------------------------------------------------------
 

Dirman Artib

unread,
Jun 21, 2011, 4:59:42 PM6/21/11
to tentan...@googlegroups.com
Masih dari catatan TVone sore tadi yaitu apa yg dikatakan oleh Egi Sudjana :
 
"Hei pemerintah,....hei...menteri,.......hei Jumhur,....apa nggak malu?
Kalau malu mengundurkan diri dong, begitu baru bertanggung jawab namanya....
 


 
2011/6/21 Oki <o_mu...@yahoo.com.au>

Budhi Harto

unread,
Jun 21, 2011, 7:03:10 PM6/21/11
to tentan...@googlegroups.com
Pa,
Para pengelola NKRI sdh hilang moral dan Nuraninya, yg ada kebanyakan berfikir bagaimana secepatnya mengeruk duit rakyat utk mengembalikan modal saat pemilu, dan utk suap ke DPR.

Semoga Allah mengamuni dan membuka hati mereka. NKRI diberi pemimipin yg tegas agar bangsa ini tdk semakin terpuruk dan rendah diri..
Amin

Wassalam
Budhi

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Wahjuadji Soepanto <wahj...@gmail.com>
Date: Tue, 21 Jun 2011 23:08:30 +0300

bas...@gmail.com

unread,
Jun 21, 2011, 11:23:31 PM6/21/11
to tentan...@googlegroups.com
Quote dari Egi Sudjana juga td malam:
"Hukum Islam sudah jelas..diplomasi pemerintah diperlukan untuk negosiasi hukum pidana ke perdata" ..

baca kisah Arroyo, dia juga berhasil bernegosiasi sehingga Raja Saudi yang membayarkan Diyat terpidana pinoy..

Hery

Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel


From: Dirman Artib <dir...@gmail.com>
Date: Wed, 22 Jun 2011 00:59:42 +0400
Subject: Re: [tentangqatar] Re: [ia-itb-qatar] 23 TKI Menghadapi AncamanHukuman Mati di KSA

bas...@gmail.com

unread,
Jun 21, 2011, 11:29:57 PM6/21/11
to tentan...@googlegroups.com

Tambahan baca detik pagi ini..menarik juga ttg diplomasi ala Pak Din Samsudin saat beliau mengurus hukuman rajam TKW Kartini di UAE tahun 1999..beliau menggunakan "kitab kuning dan pisang raja" ..

Hery

Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel


Date: Wed, 22 Jun 2011 03:23:31 +0000
Subject: Re: [tentangqatar] Re: [ia-itb-qatar] 23 TKI MenghadapiAncamanHukuman Mati di KSA

Quote dari Egi Sudjana juga td malam:
"Hukum Islam sudah jelas..diplomasi pemerintah diperlukan untuk negosiasi hukum pidana ke perdata" ..

baca kisah Arroyo, dia juga berhasil bernegosiasi sehingga Raja Saudi yang membayarkan Diyat terpidana pinoy..

Hery

Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel


From: Dirman Artib <dir...@gmail.com>
Date: Wed, 22 Jun 2011 00:59:42 +0400
Subject: Re: [tentangqatar] Re: [ia-itb-qatar] 23 TKI Menghadapi AncamanHukuman Mati di KSA

Zaldi

unread,
Jun 21, 2011, 11:56:25 PM6/21/11
to tentan...@googlegroups.com
menarik cerita nya Gus Din ini... :)
cerdik pandai dalam mencari solusi.

http://us.detiknews.com/read/2011/06/22/093655/1665720/10/kisah-din-syamsuddin-bebaskan-kartini-dengan-kitab-kuning-pisang-raja?991101mainnews

pemerintah skrg dah kebakaran jenggot ngatasi Nazaruddin, Anggi dgn PD nya  .... :)
kita lihat aja nasib yg 23 WNI yg akan menghadapi Qisas jua.....
apakah Gus Din akan di utus?
kitab kuning & pisang raja jua?
atau ....?

btw : pantesan aja ya di tanah arab pisang buanyak bener... pada doyan semua..:)


2011/6/22 <bas...@gmail.com>



--
Regards
Zaldi - Doha

Lapis Lazuli

unread,
Jun 25, 2011, 3:41:19 PM6/25/11
to tentan...@googlegroups.com


pak Wahid yg eks Dubes di sini dulu yah?
kalau benar,  mungkin sekarang saya baru dapat mengerti alasan mengapa saya 
dulunya melihat pak Wahid biasa2 saja ... tidak ada kekaguman dan apalagi 
salut dan hormat yg tidak masuk akal ....

menjadi sosok yg tetap idealis itu memang luar biasa  susah ..
kalau orang awam dan grass root mungkin masuk akal kalau hidup penuh
'kebunglonan' sebab menghadapi hidup yg berat .. tapi sifat bunglon pada
pejabat publik/negara sungguh akhlak buruk dan tidak bisa dimaafkan ...
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages